The Raining Days

Author : Lee Hyura

Title : The Raining Days

Genre : Romance

Length : oneshoot

Rating : G

Cast :

–         SNSD Jessica

–         DBSK Jaejoong

Note : ini adalah cerita yang bakal saya translatein ke inggris untuk tugas bahasa inggris. Hanya ingin nanya. Ceritanya bagus tapi simple, ga? Hehe..

===TheRainingDays===

Alarm dari jam wekerku berbunyi. Aku segera meraba tanganku mencari letak jam itu. Saat mendapatkannya, aku segera mengambilnya dan menatap jam digital yang tertera di jam itu dengan mata yang masih dengan malas terbuka.

“Jam 5.30,” gumamku.

Aku segera bangkit dan merenggangkan tubuhku. Setelah itu aku segera berlari ke jendela untuk mengecek cuaca. HORE!! Hari ini hujan~ hahaha… tidak percuma aku memasang boneka hujan untuk memanggil hujan. Ah mungkin aku cocok jadi pawing hujan. Keke..

“Sica-ya~ cepat mandi!” teriak umma dari luar kamar.

“Ne, umma~” sahutku cepat. Aku segera berlari ke kamar mandi.

Mau tahu siapa diriku? Oh, come on~ jawablah mau. Ne? Ne? Hehe..

Nama aku adalah Jessica Jung. Aku hanyalah seorang yeoja biasa yang bersekolah di sekolah menengah atas di kota Daejeon. Seperti yeoja lainnya, aku juga pernah merasakan yang namanya cinta. Hm! Tepatnya sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada seorang namja yang sangat amat tampan. Namja yang hanya bisa aku temui jika hujan turun. Kenapa begitu? Semua akan terjawab nanti!

>>>

“Aku pergi,” teriakku setelah sepatuku terpasang dengan sempurna di kakiku lalu berlari ke halaman rumah. Aku membuka payungku dan barulah aku berjalan meninggalkan rumahku menuju halte terdekat.

Sesampainya di halte, aku merasa kecewa karena sosok yang ku cari tidak ada. Yap, benar.. namja yang ku suka lah yang ku maksud. Dia selalu pergi ke sekolah dengan sepedanya. Namun jika hujan turun, dia akan memilih untuk pergi ke sekolah dengan bus. Wajar jika aku selalu berharap hujan turun karena aku hanya bisa bertemu dengan di halte dan bus karena selain dia pergi ke sekolah dengan sepeda, kami juga berbeda sekolah. Payah!

“Ah, hujannya deras sekali~” celetuk seseorang.

Aku segera mendongak menatap langit, “Ah, benar.” Aku menggumam.

Tapi setelah beberapa detik, aku menoleh karena aku sadar suara orang itu sangatlah familiar. Ah, itu dia! Ternyata dia datang! Dia sedang merapikan payungnya lalu melirikku dan tersenyum. Dia tersenyum padaku? Ah, tidak~ jiwaku bisa-bisa terbang seketika. Rasanya aku ingin berteriak karena senang.

“K.. Kenapa… kau .. tersenyum.. padaku?” tanyaku tergagap. Jantungku berdetak dengan cepat

“Aniya, hanya ingin tersenyum. Tak boleh?” balasnya lalu menoleh ke arah lain.

“Ah, arayo..” gumamku dan perbincangan pertamaku dengannya pun berhenti begitu saja. Sedihnya aku~ tapi setidaknya aku senang karena akhirnya aku punya keberanian mengajaknya berbicara.

“Hey! Busnya sudah datang! Jangan melamun saja. Nanti ditinggal loh,” katanya tiba-tiba. Pikiranku buyar seketika. Aku melirik bus yang akan ku tumpangi datang.

“Hey! Kenapa diam saja?” tanyanya dengan nada kesal melihatku tak bereaksi. Akhirnya dia menarik tanganku ke bus. Aku pasti sedang bermimpi sekarang! Ya tuhan! Jangan bangunkan aku jika ini memang mimpi!

Dia menarik tanganku dan menuntunku agar bisa menemukan tempat duduk. Akhirnya dia menemukannya. Setelah ia duduk, dia melirik diriku yang masih berdiri. Akhirnya dia mendesah kesal dan menarik tanganku seakan menyuruhku untuk duduk di sampingnya. Aku menurut.

“Aku sering melihatmu di halte itu. Siapa namamu?” katanya memulai perbincangan.

“Hm.. Joneun Jessica imnida. Neo?” aku mengulurkan tanganku. Sebenarnya aku sudah tahu siapa namanya. Tapi apa salahnya jika aku pura-pura tidak mengenalnya, uh? Hehe…

“Naneun Jaejoong imnida,” jawabnya sambil tersenyum padaku. Aku harus berterima kasih pada tuhan dan mencintainya lebih dan lebih karena sudah menghadiahkanku senyumannya hari ini. Berlebihan? Yap, memang benar. Tapi jika kau berada di posisiku, aku yakin kau akan paham!

“Dimana kau sekolah?” tanyanya.

Aku menatapnya linglung, “Huh?” sebenarnya aku sedang tidak fokus. Aku merasa sangat senang hingga kepalaku terasa pening. Efek cinta memang mengerikan, ya?

“Sekolahmu~” tekannya.

Aku tersenyum dan mengangguk mengerti. “Hwanyoung High School. Kau?”

“Aku di Paran High School,” ujarnya. Kau tak perlu jawab pun aku sudah tahu, Jaejoong-ssi~ ckck..

Akhirnya dia mengerang kesal. Aku menatapnya bingung. Ada apa dengannya? Akhirnya dia melirikku sekilas dan menunduk.

“Sebenarnya aku ingin berbicara banyak denganmu tapi aku bingung harus berbicara apa. Ku rasa seperti ini saja aku sudah merasa senang,” ucapnya tiba-tiba yang membuat jantung berdetak lebih cepat.

Next day.

Seperti biasa setelah aku bangun tidur, aku akan mengecek cuaca. Dan hasilnya hari ini tidak hujan. Kecewa? Tentu saja kecewa. Sangat kecewa tepatnya! Berarti hari ini aku tidak bisa bertemu dengannya. Tapi jika aku mengingat kata-kata terakhirnya di bus kemarin, ku rasa tuhan memang adil. Aku yakin aku pasti tidak bisa menatap wajahnya karena tersipu malu.

“Sica-ya~ mandi!” teriak umma dari luar kamar. Kata-kata yang selalu diucapkan umma. Aku penasaran, apa kata-kata yang bisa umma ucapkan di pagi hari hanya itu saja? Terserahlah.

>>>

“Hi, kita bertemu lagi!” seru seseorang sambil menepuk pundakku lalu duduk disampingku. Aku langsung melepaskan earphone ku karena saat itu aku sedang memakai lagu dengan earphone.

Aku terhentak kaget. Tidak hanya karena orang itu menepukku saat aku sedang terbengong tapi juga karena suaranya tidak asing. Tepat, itu Jaejoong. Ya tuhan! Ternyata kau memang tak adil! Ok, untuk kesempatan ini, aku tidak tahu tuhan itu adil atau tidak. Setengah hatiku berkata bahwa tuhan itu tidak adil sedangkan setengahnya lagi mengatakan tuhan itu sangat adil.

Aku tersenyum paksa, “Annyeong, Jaejoong-ssi.”

“Kau sedang mendengarkan lagu?” tanyanya dan tanpa ku jawab, dia menyusupkan salah satu earphoneku ke telinganya. “Aku juga suka lagu ini!” serunya senang.

“Jeongmal?” pekikku terkejut dan senang. Bagaimana tidak senang jika orang kau suka mempunyai tipe musik favorite macammu? Kalau aku, aku pasti sangat senang!

Setelah itu kami membicarakan soal lagu itu sampai salah satu dari kami sampai di tujuan. Suasana canggung hilang sudah sekarang.

>>>

“Kau suka hujan?” tanyanya tiba-tiba saat kami sedang berjalan-jalan di taman. Sejak hari itu, kami menjadi semakin dekat dan sekarang dia mengajakku ke taman.

Aku menoleh, “Ne, maja. Wae?”

“Aku melihat wajahmu selalu lebih cerah saat turun hujan daripada saat cerah,” gumamnya.

Aku terkikik pelan, “Itu semua karena aku hanya bisa melihat orang yang ku suka kalau hujan turun.”

Aku langsung menoleh padaku responsive, “Eh? Kau menyukai seseorang? Nugu?”

Aku memainkan jariku di daguku seperti sedang berpikir, “Siapa, ya? Kau tak perlu tahu!” aku memeletkan lidahku padanya lalu berlari meninggalkannya.

“Hey! Katakan dulu siapa itu baru kau bisa pergi!” teriaknya sambil mengejarku.

>>>

Aku tersenyum sendiri di halte sambil menatap hujan yang turun membasahi tanah Daejeon. Aku benar-benar senang. Aku sudah menyusun rencana agar aku bisa menghabiskan waktuku dan dia yang sedikit ini dengan baik. Aku akan bertanya padanya tentang sebuah tugasku yang sebenarnya aku sudah mengerti. Biarkan saja dia menganggapku bodoh atau terserahlah. Aku tidak peduli!

“Hari ini hujan turun lagi. Tapi orang disampingku ini malah berwajah cerah. Aneh,” gumam seseorang sarkatis.

Aku langsung menoleh dan memukul bahunya kesal. “Menyindirku?” kesalku.

Dia tertawa lalu melingkarkan tangannya di bahuku. “Tidak. Aku hanya bercanda. Hey! Bus itu sudah datang! Ayo naik~”

Aku tersenyum dan berlari duluan memasuki bus. Aku memilih tempat duduk kedua dari depan dan menunggunya datang. Akhirnya sosoknya muncul dan duduk disampingku. Tapi ada yang aneh dengan wajahnya. Ada apa dengannya?

“Ada apa denganmu?” tanyaku pelan.

“Bagaimana jika hari ini adalah hari terakhir kita bertemu?” tanyanya.

Aku terdiam. Apa-apaan ini? Kenapa dia bertanya seperti itu padaku? “Apa maksudmu?” tanyaku hambar.

“Aku hanya bertanya saja.”

“Jujur!”

Terdengar helaan nafasnya. “Nanti malam aku pindah ke Seoul.”

Aku mematung. Aku tak bisa menjawab apapun. Akhirnya aku memutuskan untuk menatap pemandangan di luar jendela. Hatiku sakit mendengarnya. Tuhan tidak adil! Kenapa Dia memisahkanku dari Jaejoong saat aku sudah berharap dia akan menyukaiku juga? Akhirnya air mataku menetes.

“Aku menyukaimu. Tapi aku harus mengikuti orangtuaku pergi. Mianhae,” ujarnya.

Aku langsung menatapnya tajam, “Kau tahu? Harusnya kau jangan berbicara seperti itu! Hatiku menjadi semakin sakit sekarang! Kau tahu? Aku juga menyukaimu! Kau jahat!”

Dia terdiam dan tak membalasku. Sedangkan aku? Aku kembali membuang pandanganku ke luar jendela.

Next day.

Hari ini hujan kembali. Aku segera mandi dan pergi ke sekolah. Di halte, aku tak menemukan sosoknya. Aku sampai membiarkan busku pergi begitu saja. Begitu pula dengan bus keduaku. Aku masih membiarkannya berlalu begitu saja karena aku tetap menunggu dirinya. Tapi nyatanya hingga 2 jam aku menunggunya, dia tak juga datang. Hujan juga belum bosan untuk turun di daerah ini.

“Kau benar-benar pergi rupanya,” gumamku lirih.

“Sica-ya!” panggil seseorang. Aku langsung menoleh cepat karena suara itu adalah suara yang ku nantikan. Dia berdiri beberapa meter dari halte dan memakai payung berwarna putih.

“Tak ku sangka kau ada disini. Kenapa masih disini? Kau sudah terlambat, kan?” tanya Jaejoong sambil menghampiriku dan membelai rambut lembut. Aku hanya diam.

“Kau menungguku?” tebaknya. Aku mengangguk. Air mataku mengalir. Aku memeluknya.

“Aku janji akan kembali secepatnya. Berjanjilah sampai aku kembali, kau tidak akan mencintai orang lain..” bisiknya sambil memelukku hangat.

“Ne, aku janji,” janjiku. Aku memeluknya lebih erat lagi. Aku bisa merasakan hangat tubuhnya di kondisi pagi yang dihiasi hujan ini.

“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan sekolahmu? Memang tak ada ulangan harian hari ini?” tanyanya tiba-tiba.

Aku langsung teringat kalau hari ini aku ada ulangan harian bahasa Inggris. Bodoh! Bagaimana ini? Efek cinta memang mengerikan… aku hanya bisa pasrah.

===TheRainingDays===

Ayo komen dan curahkan semua pendapat kalian tentang cerita ini yang cocok atau engga untuk aku jadiin cerita inggris untuk tugas inggris. Terus kalau nama castnya diganti, nama paling bagus apa?

Di cerita yang asli, aku mengambil setting di Seattle. Hehe.. *sok amerika xD

Bye~ :*

Advertisements

31 responses to “The Raining Days

  1. Fara ada sdikit typo diatas!! Hehehe
    .crita’a cocok kq bwt cerita inggris simple dan gampang dimengerti,, trus nama cast’a jgan diganti dEh itUng” pRoMosiin jaesica 😀
    hahahaha!!

    • ah saya sudah baca ulang. terima kasih udah kasih tau :* tapi ternyata typonya itu kerjaan ms word -.-” nyebelin!
      tapi masalahnya nama jaejoong ketauan banget koreanya dan adanya nanti malah bikin ribet lg nantinya. apa pake nama hero aja ya? zzz

  2. Menurutku ceritanya bagus dan simple kok unn.. Ceritanya mudah di mengerti dan yang baca mudah ngebayangin tuh cerita! Feel-nya juga kerasa tapi ada sedikit typo di atas.. Akh, itu mah bisa diubah! ehehe

    HWAITING buat tugasnya unn ^^

    • typonya kerjaan ms word yg seenaknya aja gonta-ganti kata -___- kau pasti mengerti yg saya maksud.
      kalo misalnya cocok ceritanya, terus nama cast yg bagus itu apa?

  3. Bagus fara,
    ceritanya simpel ga terlalu berat …
    Namanya ga usah di ganti, jessica aja..kan masih ala amerika juga, 😀
    cocok lh buat tgas b.inggris mu,

  4. Mian balas disini,

    Kalo bisa pake nama orang yang agak asing aja unn.. Itu saran ku!

    Kalo ceweknya, kayaknya pas aja nama Jessica.. Tapi kalo cowoknya sih terserah aja! Berhubung tugasnya unni tuh bahasa ingg, paling tidak nama cowoknya tuh Kevin kek, Edward kek, Taylor kek, Justin kek, pokoknya suka suka unni lah.. XD

  5. Chingu annyeong new reader di sini…
    Namanya jessica dgn hero aj..
    Tdi aku baca ff ini di asianfanfics sblm baca di sini wkwk…

  6. Buseeettt (?)
    efek cinta mamii mengerikan==v masa hanya karena papii sampai lupa segalanya(?)-_-‘

    heuh~ aku bingung mau comment apa lagi.. Sepertinya banyak ff baru disini*belagak o’on*
    to fara~ God Job sis!!^^
    i like this! Dan maaf comment saya telat sekali:'(
    saya jadi sedih sendiri*alay

  7. Effectnya tragis.. Sampe2 ulangan harian pun terlupakan..!! Tp bikin senyum2 sendiri..
    Annyeong..# Entah lah apaa bahasanya..
    Me~ reader~mungkin~baru disini 😀 lam kenaaalll. Bikin JaeSica yng buaanyak.. Klw bisaa nii yaaa main cast semua Jaesica.. 😀
    gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s