Play Your Heart chapter 1

Author : Lee Hyura

Title : Play Your Heart

Genre : Romance, friendship, family

Rating : PG 15

Length : Series

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SNSD Sooyoung

–          DBSK Jaejoong

–          SHINee Onew

 

===PlayYourHeart===

Seorang namja berjalan keluar dari stasiun kereta lalu membuka kacamata hitamnya. Dia menarik nafas dalam-dalam dan tersenyum.

“Ini Seoul~ maka hari ini juga namaku resmi berganti menjadi Onew!” tekannya dalam hati.

Dia membuka kertas memo kecilnya dan masuk ke dalam sebuah taxi. Dia menyuruh supir taxi itu untuk mengantarkannya ke alamat yang ada di kertas itu. Setelah itu dia menyandarkan badannya dan menggerakkan jarinya mengikuti alunan lagu yang diputar handphonenya.

>>>

“Sica-ya~” seru Sooyoung setelah membuka pintu kamar Jessica kasar lalu melompat ke kasurnya.

Jessica yang sedang asik mengerjakan tugasnya di meja belajar pun memutar kursi mengarah ke Sooyoung. Dia melipat tangannya kesal di dadanya. “Apa tujuanmu kesini?”

Sooyoung menggosokkan tangannya dan bangkit untuk duduk di pinggiran kasur. Ia menatap Jessica. Bibirnya membentuk senyuman. Jessica memutar matanya jengah. Dia sudah malas berurusan dengan sepupunya itu jika sepupunya sudah main rahasia-rahasiaan dengannya.

“Katakan saja tujuanmu atau aku akan menendangmu keluar dari kamarku,” desis Jessica tajam.

Sooyoung langsung mengerucutkan bibirnya kesal, “Aish kau kaku sekali!”

“Katakan tujuanmu..” tekan Jessica seakan tak mendengar cibiran Sooyoung tadi.

“Aku hanya ingin bilang kalau akhirnya aku bisa mengalahkan Changmin dalam lomba makan terbanyak. Begitu,” ujar Sooyoung sambil memasang wajah seinnocent mungkin untuk mengejek sepupunya yang tempramen itu.

Kini kening Jessica berkedut jengkel, “Soo… Young… you wanna die?” tanya Jessica dengan suara berat. Ya walaupun itu sesuatu yang penting bagi Sooyoung karena selama ia bertarung dengan Changmin soal makanan, ia tak pernah menang tapi tetap saja itu sangat tidak penting bagi Jessica dan Sooyoung tahu itu.

Sooyoung langsung menggeleng cepat dan berlari keluar kamar sambil tertawa puas. Sedangkan Jessica, ia berteriak kesal karenanya.

>>>

“Ya, Sooyoung-ah~ ada apa dengannya?” tanya tuan Jung.

Sooyoung yang sedang berlari sambil menatap ke belakang –jaga-jaga jika Jessica mengejarnya pun segera menatap ke depannya dan berhenti berlari. “Samchon~”

“Ye?” alis kiri tuan Jung naik karena bingung.

“A-ani. Tadi samchon bertanya apa?” alih Sooyoung.

“Ada apa dengan Sica? Kenapa tadi dia berteriak?”

Sooyoung mendesah pelan, “Seperti biasa~”

Tuan Jung tersenyum mengerti, “Kalian sudah besar. Dan dia juga tempramental. Tak usah mengganggunya, Soo-ya~”

“Tapi duniaku akan terasa sangat sepi jika tidak mengganggunya, samchon~~” alibi Sooyoung.

Tuan Jung hanya menggeleng gemas. Dia berlalu meninggalkan Sooyoung. Namun baru beberapa langkah, ia berhenti dan memandang Sooyoung. Sooyoung menatapnya bingung.

“Aku tahu kalau hari ini ada sesuatu karena samchon tak mungkin membolos kerja jika tidak ada yang penting hari ini,” ujar Sooyoung yang sepertinya mengerti apa yang akan diucapkan oleh samchonnya itu.

“Hari ini kita kedatangannya seseorang. Ku harap kau dan Sica siap untuk menyambutnya sementara aku dan Imomu pergi keluar kota,” kata tuan Jung.

Sooyoung membulatkan matanya, “Mwo? Keluar kota? Kenapa baru bilang sekarang?”

“Ini mendadak. Nenek Sica sakit keras jadi Imomu itu memaksa samchon untuk pergi menjenguknya,” jelas tuan Jung dengan nada menyibir. Ketahuan sekali jika ia tidak rela mengantarkan istrinya ke tempat ibunya yang sedang sakit di hari kerja.

“Ah~ kau tak rela, ya? Padahal ibumu sendiri yang sakit, Samchon~” cibir Sooyoung main-main.

“Kau tahu sendiri kan jika pekerjaanku adalah segalanya? Setidaknya kenapa tidak lusa saja? Lusa kan hari Sabtu.” Sooyoung terkekeh melihat samchonnya yang workaholic itu merajuk kesal layaknya anak kecil. Ya ampun~, batinnya.

>>>

Sooyoung menarik tangan Jessica dengan paksa ke ruang tamu. Disana, seorang namja sedang asik bersenandung mengikuti lagu yang mengalun di telinganya yang memakai earphone itu. Jessica mengerut melihat penampilan orang itu.

“Norak?” bisik Sooyoung yang bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Jessica. Setidaknya itu lah penilaian pertama Sooyoung saat kedatangan namja itu.

Jessica mengangguk, “Tepat.”

Namja itu menoleh ke Sooyoung dan Jessica saat sadar akan kehadiran 2 yeoja itu. Dia tersenyum dan bangkit. Ia menghampiri Sooyoung dan Jessica lalu mengulurkan tangannya. “Onew~” katanya memperkenalkan diri.

Jessica menatapnya rendah, “Onew?”

Onew mengangguk mantap, “Ne!”

Sooyoung dengan cepat menjabat tangan Onew, “Sooyoung. Dan dia Jessica.”

“Hey!” protes Jessica saat Sooyoung memperkenalkan dirinya ke Onew.

“Jangan pikirkan dia. Dia memang seperti itu. Sinis, jutek, judes, galak, tempramen, hm.. apalagi kata-kata yang cocok untuk menggambarkannya? Ya seperti itulah dia,” ujar Sooyoung panjang lebar sambil mengisyaratkan agar Onew duduk kembali. Dia duduk dihadapan Onew.

“Benarkah? Dia menakutkan?” tanya Onew main-main.

“Ya!” teriak Jessica membentak. Sooyoung meliriknya sekilas dan kembali fokus pada Onew. Akhirnya Jessica menghentakkan kakinya kesal dan pergi.

“Ada apa dengannya?” tanya Onew selepas kepergian Jessica.

Sooyoung mengangkat bahunya tak peduli. “Mollasso. Jadi, untuk apa kau ke sini?”

“Aku mendapat pekerjaan dari tuan Jung untuk menjadi pengawal Jessica. Err.. yeoja tadi, kan?”

Sooyoung tertawa mendengarnya. “Neo?”

“Err.. ye. Wae?” sahut Onew bingung.

“Kau yakin ditunjuk oleh samchonku untuk menjadi pengawal Jessica?” tanya Sooyoung tak yakin.

“Sebenarnya tidak hanya pengawal tapi juga guru privatnya. Begini-begini, aku pintar~” jawab Onew bangga.

Sooyoung menatapnya merendahkan. “Err.. ok, aku percaya. Selamat datang di keluarga ini.”

“Ne, gomawo~”

“Aku yakin samchon tidak sembarangan memperkerjakan seseorang. Apa lagi kerjaannya hanya mengawal dan menjadi guru privat Jessic karena Jessica bisa menjaga dirinya sendiri serta otaknya juga jenius.”

“Sejujurnya ini hanya tugas yang ku minta sebagai tanda terima kasih sudah mau menguliahkanku dan membiayai kehidupanku di sini.”

Sooyoung tersenyum sinis, “Pantas..”

>>>

“MWOYA?!”

Sooyoung menutup telinganya saat Jessica berteriak keras. Pasalnya teriakan Jessica berpotensi memecahkan gendang telinganya jika ia tidak menutup telinganya dengan benar. Sooyoung mendesah kesal sambil memutar bola matanya.

“Wae?” tanya Sooyoung berusaha menahan rasa jengkelnya.

“Mana mungkin appa membiarkanku dikawal oleh orang ajaib macam dia. Lihat saja penampilannya yang terlalu memaksakan fashion. Itu menjijikan,” gerutu Jessica.

Sooyoung bangkit dari duduknya dan menghela nafas kasar, “Jangan suka merendahkan orang lain, Sic~” Sooyoung tersenyum menyeringai ke Jessica.

Jessica langsung melempar penghapus yang sedari tadi ia genggam pada Sooyoung, “Nyatanya kau juga merendahkannya!” Sooyoung menghindar lalu tertawa.

“Ah, appa eoddiseo? Aku ingin protes padanya~” gumam Jessica kesal.

“Appamu pergi ke rumah halmonimu,” sahut Sooyoung.

“Dari mana kau tahu?”

“Di beritahu appamu lah~”

“Kenapa aku tidak di beritahunya?”

“Kau sih terlalu sibuk dengan tugasmu. Sampai appamu takut untuk mengganggumu. Kau kan seperti monster haus tugas.” Sooyoung menyibir. Yap, sama seperti appanya, tambahnya dalam hati.

“Sial!”

Next day.

Di dalam mobil menuju kampus suasana sangatlah sepi. Tak ada yang membuka suara. Sebenarnya sudah beberapa kali Sooyoung dan Onew mencoba memulai perbincangan namun atas aksi sang ice princess, perbincangan itu pun berhenti begitu saja. Sooyoung memang sudah terbiasa dengan suasana seperti itu. Tapi Onew? Dia merasa dirinya telah melakukan hal yang salah besar hingga Jessica sangat membencinya.

Akhirnya mereka sampai di kampus mereka. Sooyoung dengan cepat pergi ke kelasnya. Tinggallah Onew dengan Jessica. Jessica segera melangkah menuju kelasnya. Onew mengejarnya dan berusaha mensejajarkan langkah mereka.

“Apa aku telah melakukan sesuatu yang salah?” tanya Onew setelah ia berhasil mengumpulkan seluruh keberaniannya. Tapi Jessica tak menjawab.

Onew segera menarik tangan Jessica agar berhenti dan menghadapnya, “Ya~ jawablah..”

Jessica menatapnya dingin, “Menurutmu?”

“Mollayo~” jawab Onew dengan wajah polos.

Jessica mendesah dan mengambil kacamata hitam Onew yang bertengger di kepala namja itu. Setelah itu ia mengacak rambut Onew dan merapikan seadanya. Tak berhenti sampai disitu, ia juga membuka beberapa kancing atas kemeja Onew dan mengeluarkannya dari celana jeans Onew.

“Kacamata hitam norakmu ini aku sita. Dan pertahankan penampilanmu itu sampai kau bertemu denganku lagi,” titah Jessica lalu pergi meninggalkan Onew.

Onew terdiam. Ia melirik jendela sebuah ruang yang memantulkan sosok dirinya yang sudah sedikit di make over oleh Jessica. Onew tersenyum.

“Waw~ aku bertambah tampan sekarang,” serunya senang lalu berlari mencari kelasnya.

>>>

Jessica melempar tasnya ke atas meja dan menenggelamkan wajahnya di atas tasnya itu. Rasa kantuk mulai menyerangnya lagi. Tapi saat ia ingin terlelap, tubuhnya ia senggol oleh seseorang hingga ia terjatuh. Ia meringis kesakitan.

“Ups, mian,” kata orang yang menyenggolnya tanpa nada sesal di kata-katanya.

Jessica mendongak dan menatap tajam orang itu, “Kim.. Jae.. Joong! Beraninya kau!” geramnya.

Kim Jaejoong, mahasiswa semester akhir –sama dengan Jessica. Musuh Jessica dalam pelajaran. Harusnya ia sudah bekerja sekarang jika saat SMA ia tidak mengikuti program pertukaran pelajar yang menyebabkan ia harus mengulang kelasnya dan juga bekerja menjadi pelayan di sebuah restoran selama setahun setelah lulus dari SMA. Mau tak mau ia akan satu angkatan dengan Jessica yang dulunya sekolah di Amerika yang menyebabkan ia menjadi senior bagi beberapa teman seumurnya.

“Wae, Jessica Jung yang terhormat?” tanya Jaejoong menyibir.

Jessica segera bangkit dan membersihkan celana jeansnya. Untung saja ia sedang memakai celana jeans. Bagaimana jika sifat feminimnya sedang kambuh dan menyebabkan tadi ia jatuh dalam keadaan sedang memakai rok mini? Jessica hampir berteriak frustasi memikirkannya. Untungnya itu tak terjadi.

“Apa maksudmu menyenggolku tadi, uh? Kau itu sudah tua tapi masih juga bertindak seperti masih muda,” geram Jessica.

Jaejoong mengernyit, “Ok, terserahmu lah.” Jaejoong segera duduk di kursinya. Sedangkan Jessica mendesah kesal.

Seluruh mahasiswa yang ada di kelas Jessica yang sedang asik membicarakan berbagai hal dengan suara kecil segera ricuh dan berlari ke tempat duduknya secepatnya saat melihat sosok professor Han tengah menuju kelas itu. Jessica segera merasa pening dan mual dengan keadaan itu. Ia tidak terbiasa dengan suasana ribut.

Tiba-tiba ia merasakan ada yang memeluknya dan jujur itu berhasil membuatnya merasa lebih baik. Ia yakin itu Jaejoong. Ia bisa mengetahuinya dari bau parfumnya. Jaejoong memang terbiasa untuk memeluknya saat keadaan seperti itu terjadi disekitarnya. Itu sudah menjadi kebiasaan Jaejoong selama 2 tahun ini. Walaupun mereka bermusuhan, entah apa alasannya hingga Jaejoong rela untuk memeluk Jessica sekedar untuk membuatnya merasa lebih baik.

“Ya~ jika kalian ingin pacaran, silahkan diluar kelasku!” teriak professor Han.

Jaejoong segera melepaskan pelukannya dan kembali ke tempat duduknya, “Aniya~ kau kan tahu sendiri penyakitnya,” sahutnya malas.

Professor Han hanya terkikik pelan mendengarnya. Dasar anak muda!, pikirnya. Sedangkan Jessica melirik tajam ke Jaejoong. Ia mengepalkan tangannya geram karena tak terima dengan perkataan Jaejoong tadi. Penyakit? Sial!, geramnya.

>>>

Jessica segera berlari keluar dari kelas saat kelasnya bubar. Namun tangannya ditahan oleh orang lain. Ia menoleh. Itu Jaejoong.

“Wae?” tanya Jessica dingin.

“Aku tidak terima nilai kuismu lebih dariku!” sungut Jaejoong kesal.

Jessica mengenyit lalu teringat dengan nilai kuisnya yang diumumkan tadi. Nilainya memang di atas Jaejoong tapi dengan selisih yang sangat kecil. Jessica ingin tertawa karena sifat Jaejoong yang tidak mau kalah.

“Lalu?”

“Aku yakin kau pasti menyontek!”

“MWO?!” Jessica menatapnya geram.

“Wae?” Jaejoong menatapnya menantang.

“Aku tidak menyontek! Mana mungkin bisa menyontek di kelas professor Han?” geram Jessica.

“Entahlah. Mana ku tahu? Mungkin kau memakai penyakit anti keramaianmu itu untuk merebut belas kasihan professor Han agar membolehkanmu menyontek?” tebak Jaejoong asal.

“Tak ada hubungannya dengan penyakitku! Lagi pula itu bukan penyakitku! Itu hanya kebiasaan aneh yang bisa aku hilangkan sekarang juga,” kesal Jessica.

“Jinjja?”

“Ne, jinjja!”

“Geure~ aku menantangmu untuk melawan penyakitmu itu,” tantang Jaejoong.

Jessica membulatkan matanya. Jujur saja itu membuatnya takut tapi harga dirinya bisa-bisa diinjak-injak oleh Jaejoong jika ia menolaknya.

“Ok, aku terima!”

>>>

Jessica turun dari motor Jaejoong dan terdiam. Jessica menggigit bibir bawahnya saat mereka sampai di sebuah tempat perbelanjaan yang sedang mengadakan diskon besar-besaran. Tentu saja akan banyak orang yang datang. Melihat suasana parkiran saja, Jessica sudah merasa pusing melihat orang yang sedang berlalu-lalang itu.

“Kau yakin ingin melakukannya?” tanya Jaejoong ragu. Ada rasa kasihan dan takut di hatinya.

Jessica menggeleng untuk menghilangkan rasa pusingnya, “Ne, aku yakin!”

“Tapi tadi kau menggeleng,” cibir Jaejoong.

Shut up!” bentak Jessica kesal.

Jaejoong menghela nafas. Ia ingin memaksa yeoja yang keras kepala itu agar tidak memaksakan diri. Tapi siapa dia? Bukannya dia musuhnya? Berarti harusnya dia sedang tersenyum penuh kemenangan, kan? Bukannya penuh kekhawatiran…

Jessica pov.

Jaejoong menarik tanganku menuju gedung itu. Rasa pening semakin menghantam kepalaku. Perutku rasanya seperti dikocok hebat. Aku bingung kenapa selalu sensasi ini yang ku rasakan ketika berada di keramaian?

Sesampainya di pintu masuk, aku sudah merasa benar-benar mual. Sekitarku seperti berputar. Oh sial~ kenapa rasa itu semakin lama semakin parah? Aku benar-benar tidak kuat. Aku bisa merasakan seseorang memelukku sebelum semuanya gelap. Apa itu Jaejoong? Tapi bau parfumnya tidak seperti milik Jaejoong. Lalu siapa?

>>>

Aku membuka mataku perlahan. Saat sudah terbuka lebar, aku mengerjap dan melempar pandanganku ke seluruh ruangan tempat aku berada sekarang. Kamarku? Aku segera terduduk. Di pintu, Onew bersandar di kusen pintu dengan tangan terlipat di dadanya. Ia menatapku tajam. Aku menelan air liurku takut. Hey! Kenapa orang itu bisa membuatku takut?

“Aku sudah tahu tentang kelainanmu itu. Kenapa masih memaksakan diri?” katanya dingin.

Hey! What the hell is this? Dia memarahiku? Memang dia kira aku ini siapa, uh? Tsk!

“Ya! Jawab aku!” aku terhenyak mendengarnya. Dia benar-benar sialan sampai membentakku! Dia kira dia siapa hingga berani membentakku? Dia belum mengenalku, eh?

“Diam dan pergilah dari kamarku! Sekarang!” perintahku.

Dia menghela nafas panjang dan menurutiku. Sekarang kerjaanku hanya mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum aku pingsan tadi.

===PlayYourHeart===

katakan saja jika kalian tidak mengerti. katakan saja jika kalian bosan dengan ceritanya. katakan saja jika kalian tidak suka dengan ceritanya. saya ga akan memaksakan diri untuk melanjutkan cerita ini jika itu terjadi u,u
anggap ini sebagai pengganti our memories karna our memories pengen saya delete aja . hehe

Advertisements

21 responses to “Play Your Heart chapter 1

  1. Chingu….lanjut ff ini ya ada jaesica soalnya wkwk. Tapi nanti jessica dgn siapa ya jaejoong / onew? Sica dgn jae oppa aja ya wkwk

  2. Aku suka nie cerita permusuhan, persaingan, hohohoh
    ,tp siCa skit yg dibilang di fb itu ia *sok tau
    ,yah! Jae punya rasa ibA juga toh wlopun jd musuh’a sica hMmMm. . . . .
    .slaen taengsic am jeti kyk’a aku udah mulai suka soosic dEh!!
    LanjuT iaa fara aku suka crita’a ^^

    • bukan >< itu beda cerita lg u.u
      hoho.. iya dong. saya kan ga tega buat jae ganas. nanti saya ditendang jae lg xD
      jiahaha.. suka soosic? wah suka souple yuri rupanya kau o.o

  3. ada pihak ketiga nih,seru deh!jaesica jaesica jaesica jaesica jaesica jaesica jaesica jaesica jaesica jaesica jaesica jaesica

  4. ==’ papii itu ngajak mamii ke mall? terus kemana hilangnya? Knpa akhirnya mamii malah sama ayam?-.-v
    tapi, moment di sekolah romantis banget>< sbg anak yg baik kan saya ikut berbahagia^^v
    end nya JaeSica kan far~ *puppy eyes :3

    • it’s my secret, my cousin~ u.u
      ngik~ apa hubungannya dgnmu? dirimu kan tidak ada disini ==
      endingnya siapa ya… ada deh~ berhubung saya lg suka onsica, bisa aja endingnya onsica :p

  5. lanjutin ya saeng.. aku suka banget sama gaya Jessica disini.
    Berharap bakal jadi Jaessica nantinya.. Ditunggu ilham nya *lhoo??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s