The Reason (Chapter 1)

AKU KEMBALI LAGI DENGAN FF BARU ^o^ kebetulan ff ini dibuat karna saya lg stres dan lg kangen sama ff yg bergenre fantasi. maklum aja, genre andalan saya sebenernya itu adalah fantasi. hehe
soal ff lain, tenang aja~ saya lg berusaha menyelesaikan semuanya dan mempostkannya pas pertengahan bulan november ^^ dan asal tau aja ya. ff ini sudah hampir selesai~ jadi ga akan berhenti di tengah jalan kecuali file ffnya ilang :p

Author : Lee Hyura

Title : The Reason

Genre : Romance, Family, Friendship, horror, a bit Angst, and of course Fantasy

Cast :

–          F(x) Krystal

–          F(x) Sulli

–          SHINee Minho

–          SHINee Key

–          SHINee Jonghyun

–          T-Ara Jiyeon

===TheReason===

“Kami memilihnya. Sepertinya dia anak yang penurut,” ujar seorang wanita dengan senyuman hangat di wajahnya lalu melirik suaminya yang duduk di sampingnya.

“Kalian memilih anak yang tepat. Dia memang penurut. Namanya Minho,” seru ketua yayasan yatim piatum itu.

“Boleh ceritakan tentang anak ini? Kami ingin mengenal baik anak yang kami pilih untuk menjadi anak angkat kami,” pinta sang suami.

Ketua yayasan itu tersenyum lalu menyandarkan punggungnya ke punggung sofa –mencari posisi ternyaman baginya. “Seluruh keluarganya meninggal dalam kecelakaan saat keluarganya dalam perjalanan menuju pulau Jeju untuk berlibur. Hanya dia saja yang selamat dalam kecelakaan itu. Tapi dia tidak tahu menahu soal itu karena ia amnesia. Dia anak yang pendiam. Tapi jika ia menginginkan sesuatu, dia akan berusaha untuk mendapatkannya bagaimana pun caranya.”

“Mirip denganmu!” celetuk sang istri sambil terkekeh pelan. Sang suami hanya mengacak lembut rambut istrinya sambil tersenyum.

“Ia keras kepala dan membenci kekalahan. Saya yakin dia pasti selalu berhasil membanggakan kalian. Percayalah~”

“Setelah mendengarkanmu, aku berpikir demikian,” seru sang istri lalu menoleh ke suaminya. “Yeobo~ aku ingin dia menjadi anak kita!”

Sang suami terkekeh dan mengangguk, “Tentu saja. Aku sudah jatuh cinta pada kepribadiannya. Dia adalah anak impianku~”

>>>

Anak kecil berumur 6 tahun itu turun dari mobil mewah dengan tangan di genggam seorang wanita muda. Wanita itu membawanya masuk ke rumah si wanita.

“Minho-ya~” panggil wanita itu untuk mengambil perhatian Minho sambil berlutut agar wajahnya bisa sejajar dengan Minho.

Minho menoleh, “Ne?”

“Sekarang ini adalah rumahmu. Namamu juga menjadi Choi Minho. Aku adalah ummamu. Panggil aku umma~” kata wanita itu dengan senyuman hangat hingga hati Minho berdesir.

Seperti itu kah senyuman seorang ibu yang sering di ceritakan oleh ibu ketua yayasan?, pikir Minho. Matanya memanas. Hatinya seperti benar-benar merindukan senyuman semacam itu. Bibirnya juga sudah benar-benar gatal ingin mengucapkan sebuah katanya yang biasa namun sangat berarti baginya.

“Umma~” panggil Minho sambil memeluk ‘umma’nya itu dengan erat.

Tak lama ia merasa ada yang mengacak rambutnya lembut. Ia mendongak. “Appa?” gumamnya pelan.

“Maja. Appa ieyo~” seru pria itu.

“Appa~” Minho berganti memeluk pria itu. Sepasang suami itu hanya terkekeh melihat kemanjaan Minho kecil.

“Appa~” teriak sebuah suara dari dalam rumah.

Minho dan pasangan itu menoleh ke asal suara. Tak lama sesosok anak kecil yang seumuran dengan Minho muncul dengan boneka mungil di tangan.

“Jinri-ya~ kesini, jagi,” panggil nyonya Choi.

“Ne~” anak itu menurut dan mendekati 3 orang itu. Ia tersenyum manis pada Minho.

“Dia adalah oppamu. Panggil dia Minho oppa,” kata tuan Choi.

“Minho oppa~ mau main masak-masakan denganku?” cetus Jinri dengan wajah polosnya.

Minho mengangguk cepat dan berlari menghampirinya, “Kkaja~ kkaja~”

12 years later.

“OPPA!!” teriak Jinri –yang kini memaksa dipanggil Sulli.

Minho berlari ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Dia tertawa puas setelah mengganggu adik satu-satunya itu. Setelah lelah tertawa, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamarnya yang penuh dengan berbagai piala, medali dan piagam. Yap, kini dia berhasil membanggakan kedua orangtuanya dengan menjuarai segala bidang olahraga dan akademik. Dia tersenyum puas melihat segala hasil kerja kerasnya selama ini.

“Oppa!!” teriak Sulli sambil menggedor pintu kamar Minho.

Minho kembali terkikik karena teringat apa yang ia perbuat pada Sulli tadi. Ia memasukan banyak cabe bubuk ke dalam makanan Sulli hingga Sulli kepedasan dan sakit perut. Saat Sulli masuk ke dalam kamar mandi, Minho bersiap dengan menempelkan poster sebuah hantu yang ditakuti oleh Sulli di sebuah triplek panjang dan memajangnya di depan pintu kamar mandi. Hasilnya? Saat keluar dari kamar mandi, Sulli sampai tidak sanggup untuk berteriak karena saking kaget dan takutnya.

“Jinri-ya~ kenapa kau menggedor pintu kamar oppamu? Dia kan pasti sedang sibuk belajar,” sentak tuan Choi.

Sulli menoleh dan mendesis kesal. “Appa~ panggil aku Sulli! Dan aku yakin oppa tidak sedang sibuk belajar tapi sedang sibuk menertawaiku! Appa tau tidak? Tadi aku dikerjai oleh oppa lagi!” adu Sulli dengan suara yang kedengarannya sangat kesal.

“Tidak mungkin… tadi dia bilang dia mau belajar seharian hari ini makanya da mengunci pintunya. Appa kasih lihat buktinya padamu yang selalu malas belajar,” bela tuan Choi.

Mendengar itu, minho segera mengambil posisi di kursi belajarnya dan membuka buku. Setelah itu, ia memakai kacamatanya. Tak lupa ia memakai earphone sebagai alasan kenapa dia tidak mendengar kalau sejak tadi Sulli menggedor pintu kamarnya. Supaya dikira benar-benar sedang belajar~

Cklek. Terdengar suara kunci di buka dan tak lama pintu pun ikut dibuka oleh tuan Choi. Minho berpura-pura tidak sadar kalau pintunya dibuka oleh appanya itu. Appanya berkacak pinggang dan menatap Sulli gemas sambil menunjuk Minho yang sedang ‘belajar’. Sedangkan wajah Sulli memerah karena menahan amarahnya yang bisa saja meledak saat itu juga.

“Dia berbohong, appa!” teriak Sulli sambil berlari ke kamarnya.

Minho langsung berbalik menoleh dan membuka earphonenya. Ia memasang wajah terkejut, “Appa? Untuk apa appa disini?”

Appanya tersenyum dan menggeleng, “Dasar kau ini suka sekali mengganggu adikmu~”

Minho menyengir, “Jadi appa tahu? Hehe..”

“Pokoknya lain kali appa tidak akan membantumu,” celetuk tuan Choi sambil tertawa.

Minho ikut tertawa, “Bilang saja appa juga ikut mengganggunya~”

“Habis adikmu lucu~ pantas saja kau suka sekali mengganggunya.”

Next day. At school.

“Annyeong, Krystal-ah~” sapa Minho saat mereka bertemu di perpustakaan.

Krystal melirik Minho sekilas lalu menutup bukunya dan pindah ke tempat lain. Minho tersenyum menyeringai. Ia mengikuti Krystal –gadis pujaannya itu. Sudah sejak mereka SMP, Minho mengejar Krystal namun Krystal selalu mengacuhkannya.

“Sedang belajar apa? Mau aku ajari?” tawar Minho sambil kembali duduk di samping Krystal.

Krystal mendesah kesal, “Bisa tidak jauh-jauh dariku?”

Minho pura-pura berpikir lalu menggeleng, “Tidak bisa. Kau seperti mempunyai magnet hingga aku tidak bisa jauh-jauh darimu. Aku selalu tertarik magnetmu itu.”

“Jinjja?” tanya Krystal berpura-pura terkejut dengan wajah sinis. “Tapi sepertinya orang lain tidak ada yang seperti itu,” lanjutnya.

“Karena magnetmu itu khusus untukku,” jawab Minho.

Krystal mendengus kesal, “Pembual~”

“Ani, aku jujur. Trust me~” balas Minho.

Krystal menggebrak meja dengan kesal, “Aku tidak peduli! Aku sama sekali tidak peduli, sunbae!”

“Ehem!” semua orang sekitar mereka langsung berdeham memperingati Krystal. Bahkan Minho pun ikut berdeham untuk menggoda Krystal.

Krystal mendesis lalu pergi untuk mengembalikan buku yang ia baca dan keluar dari perpustakaan. Minho hanya bersendagu sambil memperhatikan Krystal lalu terkekeh pelan. Tak lama Key dan Jonghyun –sahabatnya menghampirinya.

“Kau tahu? Kalau kau seperti itu, itu hanya membuatmu dibencinya,” Key mulai memberi petuahnya.

“Aku tidak peduli. Yang penting aku bisa melihat wajahnya yang sedang marahnya yang sangat cantik. Kenapa dia sangat cantik saat sedang marah, uh?” sahut Minho menggumam.

“Michyeosseo~” umpat Jonghyun.

“Memang,” sahut Minho tak peduli.

>>>

“Sulli-ah~” Krystal menggebrak mejanya yang juga merupakan meja Sulli.

Sulli yang sedang asik dengan handphonenya pun mendongak sebentar lalu kembali fokus ke hpnya. “Pasti oppaku lagi ya? Dia memang menyebalkan. Aku juga membencinya,” ujar Sulli santai.

“Sangat~ kapan sih aku bisa terbebas darinya, eh? Menyebalkan!” runtuk Krystal sambil duduk dibangkunya.

“Memang kau kira aku tahu? Jika aku tahu, mungkin sudah ku lakukan sejak dulu, Krys~” sahut Sulli.

Krystal menggaruk kepalanya gemas lalu menoleh –menatap Sulli. “Sedang apa kau?”

Sulli mendongak dan tersenyum kecil, “Sedang menonton iklan-iklan Taemin.” Tiba-tiba Sulli mengganti mimik wajahnya menjadi sedih. “Err.. tahu tidak? Taemin sedang vakum sekarang. Aih~ sedihnya.. padahal dia sudah menandatangani kontrak main drama untuk musim semi nanti. Berarti ia membatalkannya. Itu artinya aku tidak bisa melihatnya untuk beberapa bulan. Hya~ itu sangat menyedihkan!” ujar Sulli panjang lebar. Tentu saja ia sangat kecewa. Dia kan adalah fans fanatik seorang Lee Taemin –model sekaligus aktor remaja yang sedang sangat terkenal di sekitar Asia.

“What?! Choi siblings memang gila!” kesal Krystal. Menurut Krystal, sedih hanya karena itu sangatlah tidak masuk akal.

“Mwo? Jung sister menyebalkan!” sahut Sulli cepat.

“Kau ingin mati ya, Choi Jinri? Kau menghina nama Jung sister sama saja menghina onnieku. Seenaknya saja menghina onnieku!” omel Krystal.

Sulli langsung mengerucutkan bibirnya, “Ne~ mianhae… jangan beritahu onniemu yang dingin itu. Aku tidak mau dikutuk jadi es.”

“Choi Jinri!!” Sulli langsung bangkit dan berlari keluar kelas.

“Kakak dan adik sama saja! Sama-sama menyebalkan!” gerutu Krystal.

“Jung sister sama-sama dingin,” sahut Sulli sambil menyembulkan kepalanya lalu pergi.

Krystal membulatkan matanya, “Y-ya! Sulli-ah!”

>>>

“Krystal-ah~” panggil Minho saat melihat Krystal berdiri sendirian di gerbang sekolah.

Krystal meliriknya sekilas lalu mengambil hpnya dan earphonenya. Ia memutar lagu dan memakai earphonenya –mengacuhkan Minho. Minho tersenyum kecil dan turun dan motornya. Ia menghampiri Krystal dan berdiri di sampingnya. Krystal langsung menoleh.

“Y-ya! Untuk apa kau disini? Pulang sana!” usir Krystal.

“Shireo. Aku ingin menemanimu,” tolak Minho sambil tersenyum pada Krystal.

“Mwo? Aku tidak mau ditemani olehmu! Pasti kau akan menggangguku,” gerutu Krystal. “Lebih baik kau pulang sana dengan Sulli!”

“Sulli sudah pulang duluan. Jadi aku malas pulang,” sahut Minho.

“Menginap di sekolah saja kalau begitu,” ketus Krystal.

“Shireo. Aku hanya ingin menemanimu hingga Jessica noona menjemputmu. Barulah aku pulang,” tolak Minho main-main.

“Jessica noona? Sejak kapan kau memanggil Sica onnie dengan panggilan Jessica noona? Jangan sok akrab dengan kakakku!”

“Ya~ apa salahnya aku sok kenal dengan orang yang mempunyai takdir menjadi kakak iparku?”

“Ye? In your dream!”

Minho terkekeh. Ia senang sekali jika mengganggu gadis di sampingnya itu. Mungkin itu yang membuatnya tidak bisa lepas dari gadis itu. Gadis itu terlalu unik dan berarti baginya.

“Bagaimana jika kau pulang denganku? Langitnya sudah mendung,” usul Minho.

Krystal langsung menggeleng cepat, “Shireo! Lebih baik aku kehujanan daripada pulang denganmu!”

Minho menghela nafas. Gadis di sampingnya ini memang keras kepala tapi dia tidak kalah keras kepala dari gadis itu. “Ayo aku antar pulang! Pasti kakakmu itu tidak bisa menjemputmu tapi lupa memberitahumu soal itu~” paksa Minho sambil menarik tangan Krystal menuju motornya.

“Sok tau sekali kau!” desis Krystal sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Minho. Tak lama hpnya bergetar. Sebuah sms masuk.

From : Sica onnie

 

Mian, Krystal-ah~ onnie lupa memberitahumu kalau hari ini onnie tidak bisa menjemputmu. Ada meeting mendadak. Kau pulang dengan taksi saja. Ne?

Mianhae~

Krystal mendesah setelah membacanya lalu menatap wajah Minho yang sedang dihiasi senyuman cerah di keadaan langit yang mendung saat itu.

“Geure… daripada aku pulang dengan bus atau taksi yang tempat pangkalannya jauh dari sini, lebih baik pulang denganmu,” gumam Krystal dengan setengah hati.

“Pintar~” seru Minho sambil memberi jas hujan dan helm pada Krystal.

“Ige mwoya?” tanya Krystal sarkastis.

“Pakai saja~ ku pikir sebentar lagi pasti hujan.”

“Lalu kau?”

“Helm sudah cukup bagiku,” jawab Minho.

Krystal tersenyum kecil. Hatinya cukup tersentuh dengan kata-kata Minho tadi. Ia memakai jas hujan dan helm lalu duduk di motor Minho sedangkan Minho sudah siap di atas motornya.

“Pegangan yang kuat,” perintah Minho.

“Shireo!” tolak Krystal mentah-mentah.

Minho tersenyum jahil. Ia langsung menggas motornya hingga melesat dengan cepat. Krystal berteriak kaget lalu reflek memeluk Minho erat-erat.

“Sunbae baboya!!” teriak Krystal kesal. Minho hanya tersenyum kecil.

Ternyata perkiraan Minho benar. Tak lama kemudian, hujan turun dengan deras. Krystal menggigit bibirnya. Tangannya yang sedang memeluk Minho saja terasa sangat dingin. Apalagi Minho yang kehujanan? Dengan kecepatan segini dan angin sekencang ini, Minho bisa masuk angin. Tapi Krystal memilih untuk diam.

Tiba-tiba Minho mengerem motornya hingga tubuh Krystal terdorong ke depan.

“Kau sengaja ya? Dasar mesum!” omel Krystal kesal.

“Aniya~ tapi aku mengerem karena itu..” bantah Minho cepat.

Krystal langsung berusaha melihat apa yang dilihat oleh Minho. Seorang gadis dengan sayap besar di punggungnya. Gadis itu sepertinya pingsan. Minho memarkirkan motornya di pinggir jalan dan turun. Ia menghampiri gadis itu untuk menyadarkan gadis itu. Tapi saat gadis itu berhasil sadar, sayapnya perlahan menghilang. Krystal menutup mulutnya. Ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat tadi.

“Kya! Gawat! Tadi kalian melihat sayapku ya? Err… jamkan, kalian bisa melihatku? Bagaimana bisa? Aish! Jiyeon-ah~ neo baboya!” gumam gadis itu kesal sambil meruntuki dirinya sendiri dan mengetuk kepalanya beberapa kali.

“Siapa kau?” tanya Minho bingung.

Gadis itu terdiam sambil memperhatikan wajah Minho yang sempurna itu. Lalu mengulurkan tangannya, “Jiyeon imnida~”

Minho tersenyum dan membalas uluran tangan itu, “Minho imnida~ makhluk apa kau?”

“Aku?” Jiyeon menunjuk dirinya. “Aku peri.”

“Bukan malaikat ya yang bersayap?” tanya Minho menggumam.

“Bukan~ peri juga bersayap tau..” bantah Jiyeon cepat.

“Untuk apa kau disini?” tanya Krystal seraya turun dari motor dan menghampiri Jiyeon.

“Err… ah iya! Tolong bantu sembunyikan aku! Jebal~” mohon Jiyeon tiba-tiba dengan wajah ketakutan.

Minho melirik Krystal dan Jiyeon bergantian. “Geundae.. wae?”

“Aku sedang diburu oleh iblis. Aku harus bersembunyi. Gawat jika aku di temukan oleh mereka. Pertaruhannya adalah kehidupan para manusia,” jelas Jiyeon.

Minho segera bangkit dan membantu Jiyeon berdiri. Namun Jiyeon gagal berdiri. Itu pertama kalinya ia memakai kakinya. Biasanya ia selalu mengandalkan sayapnya. Namun kali ini sayapnya tidak mau dikeluar dari punggungnya. Akhirnya minho menggendongnya dan membawanya ke motor.

“Krystal-ssi, tolong kau jaga Jiyeon selama aku mengendarai motor,” pinta Minho cepat.

Krystal segera berlari menghampiri mereka dan duduk di jok. Ia menahan tubuh Jiyeon sambil berpegangan pada Minho.

Krystal-ssi? Tumben sekali dia memanggilku formal, batin Krystal.

===TheReason===

lanjutan akan dipost pas pertengahan bulan november jg ^^

Advertisements

5 responses to “The Reason (Chapter 1)

  1. Sesuatu yaa authorna ngingetin gw bwt k0men, lol
    okee,
    ini krystal bner2 sica k-2 yaa, dan minho sesuatu dhe ya tiap liat cewek cntik.. Gw harap ini minstal, jiyeon ama yg laen aja far.. Gw ga suka ama minji.. Dan dan dan, untgna ga da yuri dsni, lol.. Oh ya ff minstalji prtamamu ni kan’, chukaaee..
    Mian lupa k0men, bysa lg galau ama lptop yg kna virus –‘

  2. huahaha… akhirnya dengan perjuangan daku ngomen,,,

    ngiung,,, si minho usil banget yah gangguin sulli,, gila ngebayangin kamar minho yg penuh dengan piala kebanggannya berasa dikamar sendiri #eh
    hahaha krystal ssi,, kok aku ngebayanginnya tetep sica yah,, keke awas jual mahal nanti klepek2 lo,, #apadeh
    ngebayangin ummaku pake baju kantoran pasti cantik gile yah,, yaiyalah sica gituloh,,
    hmm,,, aku gak bisa nebak ni ff jadinya kayak gimana… males sotoy ah,, wkwkw
    soal tulisannya aaaa aku suka gaya tulisanmu yoon,, jangan sampe ga banjir ff pas november yah,, ntar jadi kemanaaa kemanaaa kemanaaa aku mencari ff … hiks hiks.. cukup sekian wasalam… 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s