Because of You (Series) Chapter 1

Author : Lee Hyura

Title : Because of You

Rating : PG 13

Length : Series

Cast :

–        SNSD Jessica

–        SNSD Sunny

–        2PM Nickhun

–        2PM Taecyeon

–        Yoogeun, Kyungsan, Mason and Yoobin(they’re just a child. If you dunno about them, search on google :p)

Note : wajib baca prolog ^^

 

===BecauseofYou===

 

 

Jessica terdiam di kasurnya dengan keadaan memeluk lututnya sambil menatap kosong sosok namja di depannya yang sibuk memakai jas dan dasi kerjanya. Jessica ingin membantunya tapi hasilnya pasti selalu sama. Ditolak mentah-mentah olehnya, pikir Jessica.

 

“Oppa~ hari ini kau akan lembur?” tanya Jessica lembut.

 

“Bukan urusanmu,” sahutnya dingin.

 

“Setidaknya aku adalah istrimu sejak 3 hari yang lalu. Jadi sepertinya itu urusanku,” balas Jessica dengan suara datar –berusaha menutupi kekesalannya.

 

“Lalu?”

 

“Terserahmu lah. Seorang Jessica Song memang tidak pantas dianggap seorang istri,” gumam Jessica sambil bangkit lalu berjalan menuju pintu kamarnya.

 

Jessica menatap suaminya sejenak sebelum ia keluar dari kamar. “Semoga beruntung hari ini, tuan Nickhun Horvejkul.”

 

Namja itu –Nickhun terdiam sesaat lalu kembali meneruskan kegiatannya. Dia menarik nafas dalam-dalam saat penampilannya sudah sempurna dan menatap bayangannya di cermin.

 

“Mianhae, Sica-ya.. aku hanya merasa belum bisa menerima semua ini. Aku masih mengharapkan Victoria lah yang menjadi istriku bukan kau,” gumamnya pelan.

 

>>>

 

Jessica turun dari mobilnya. Dia menatap seorang yeoja yang di kelilingi oleh anak-anak kecil dan tersenyum tipis.

 

“Sica noona~” seru seorang anak kecil itu saat melihat kedatangan Jessica lalu berlari menghampiri wanita itu.

 

“Kyungsan-ah~” Jessica memanggil nama anak kecil yang menyerukan namanya tadi. Dia melebarkan tangannya –bersiap menerima pelukan dari Kyungsan.

 

“Noona kemana saja?” tanya anak kecil yang lain sambil ikut berlari menghampiri Jessica.

 

“Noona ada urusan jadi baru bisa datang sekarang. Mianhaeyo, yorobeun…” jelas Jessica sambil memeluk semua anak kecil itu.

 

“Akhirnya kau datang juga, Sica..” ujar wanita di belakang kerumunan anak kecil.

 

“Sunny-ah~” Jessica tersenyum padanya sambil bangkit dan mencoba menembus kerumunan anak kecil itu agar bisa menghampiri sahabatnya itu.

 

“Bagaimana rasanya menikah?” goda Sunny.

 

“Noona sudah menikah? Itu sebabnya noona tidak mengajar di TK ini lagi?” tanya Yoogeun –salah satu mantan murid Jessica.

 

“Menikah dengan siapa?” timpal Mason.

 

“Ssshhh… anak kecil tidak boleh tahu. Ayo kita ke kelas. Waktu main-main habis~” teriak Sunny sambil mendorong lembut murid-muridnya itu ke dalam kelas.

 

“Jadi..” Sunny melirik kelasnya saat murid-muridnya sudah kembali masuk ke dalam kelas.

 

“Aku mau membantumu~ tenang saja,” seru Jessica sambil berlari ke dalam kelas.

 

>>>

 

“Saatnya pulang~ bersiap dan berdoa!” seru Jessica bersemangat.

 

“Yey~!” seru semuanya.

 

Sunny mendesah sambil melirik Jessica malas. “Ya~ kenapa kau selalu paling bersemangat saat waktunya pulang? Aneh,” cibir Sunny pelan lalu berdecak. Jessica tersenyum tipis.

 

“Kau tidak lihat senyuman di wajah mereka? Senyuman yang sangat lebar yang menyejukkan hati itu hanya bisa kita lihat saat kita meneriakan kata ‘pulang’ saja, Sunny-ah.. itu sebabnya aku senang saat sudah waktunya pulang,” jelas Jessica pelan.

 

“Sica onnie~” panggil seorang gadis cilik sambil menggenggam tangan Jessica yang membuat wanita itu menunduk –menatap gadis cilik itu.

 

“Ne, Yoobin-ah?” tanya Jessica lalu berjongkok agar tingginya sejajar.

 

“Apa besok onnie datang lagi ke sini?”

 

Jessica terkekeh dan mengacak rambut Yoobin gemas, “Mollayo.. berdoa saja agar aku bisa. Arasso?”

 

“Ne, Arassoyo~” seru Yoobin bersemangat. “Aku akan berdoa nanti malam dibantu oleh appa.”

 

“Joha.. kalau begitu, segera cari appamu diluar kelas. Dia pasti sudah lama menunggumu,” usul Jessica.

 

Yoobin menggeleng pelan, “Appa tidak ada.”

 

“Jeongmalyo?” Jessica mendongak menatap Sunny.

 

“2 hari sejak kau berhenti, Appanya jadi sering telat datang, Sic..” jelas Sunny sambil ikut berjongkok dan membelai rambut Yoobin.

 

“Ah~ bagaimana bisa? Biar aku telepon appanya!” kesal Jessica sambil bangkit dan mengeluarkan hpnya. Ia mencari kontak Appanya Yoobin.

 

“Yoboseyo. Ya! Cepatlah datang! Yoobin menunggumu, babo!” omel Jessica.

 

“Ne~ arasso. Tapi jalanan macet, Sica-ya..”

 

Jessica membasahi bibirnya saat mendengar balasan dari orang itu. “Aku tidak peduli. Pokoknya kau harus datang paling lambat dalam 10 menit!” Jessica menutup teleponnya dan tersenyum pada Yoobin yang sedang menatapnya polos.

 

“Tenanglah.. Appa akan datang paling lama dalam 10 menit. Selama itu, aku dan Sunny onnie akan menemanimu,” ujar Jessica lembut.

 

Yoobin mengangguk senang. “Ok!”

 

“Sekolah sudah sepi. Hanya Yoobin yang belum di jemput. Kemana orang itu?” gumam Jessica.

 

“Apa aku terlambat?” seru sebuah suara yang tak lama berubah menjadi suara ngos-ngosan.

 

“Ya, Ok Taecyeon! Cepat juga kau,” seru Jessica.

 

“Tentu saja!” Taecyeon –Appa Yoobin tersenyum tipis dan menghampiri Yoobin yang sedang menggembungkan pipinya. Terlihat sekali kalau dia sedang ngambek. Taecyeon tersenyum lebar melihat anaknya marah padanya.

 

“Aigoo~ princess Appa marah ya?” tanya Taecyeon.

 

“Menurut Appa?” tanya Yoobin balik.

 

“Mianhae, princess.. Appa sedang sibuk dengan proyek Appa. Jebal~ Appa bisa mati jika kau marah pada Appa dalam jangka waktu yang lama,” bujuk Taecyeon. Yoobin tetap diam.

 

“Omo, jadi kau ingin Appa meninggal?” Taecyeon memakai suara sedihnya yang membuat Sunny dan Jessica menatapnya sarkastis.

 

Yoobin menggeleng cepat dan memeluk Taecyeon, “Aniya, Appa~ Yoobin sayang Appa..” Taecyeon terkikik pelan sambil membalas pelukan dari Yoobin.

 

“Kemana saja kau?” tanya Taecyeon sambil menggendong Yoobin.

 

“Aku?” Jessica menunjuk dirinya. Taecyeon mengangguk.

 

“Sica onnie menikah, Appa,” celetuk Yoobin. Taecyeon langsung menatap Jessica menyelidik.

 

“A..ah..” Jessica menggumam. Ia bingung harus berkata apa.

 

“Ya, baboya! Aku kan temanmu sejak kecil! Kenapa kau tak bilang-bilang soal itu?” tanya Taecyeon kesal sambil mengetuk kepala Jessica.

 

“Pernikahannya mendadak, Taec,” jelas Sunny –membela Jessica.

 

“Tapi kau mengetahuinya kan? Dari kita bertiga, cuma aku yang tidak diberitahu? Hh.. kalian tak menganggapku sahabat kalian lagi ya?” sungut Taecyeon.

 

“Memang tidak. Aku menganggapmu sebagai wali Yoobin sekarang,” celetuk Jessica sembarang. Taecyeon memberinya toyoran lagi. Jessica meringis karenanya.

 

“Bukan begitu. Tapi akhir-akhir ini kau sibuk kan? Itu sebabnya kau tidak diberitahu. Kami hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk memberitahumu,” jelas Sunny. Jessica mengangguk-angguk, menyetujui penjelasan Sunny.

 

“Dasar.. ok, kalau begitu, aku akan meneraktir kalian sebagai kado pernikahan Jessica,” kata Taecyeon.

 

“Mwo? Kami berdua? Yang menikah kan hanya aku jadi aku saja yang kau traktir harusnya,” protes Jessica.

 

“Ya!” protes Sunny.

 

“Geure.. geure.. mianhae..” Jessica menyibir pelan. Yoobin terkekeh melihatnya. Ya walaupun dia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan orang-orang di sekitar, mimik wajah Jessica saat itu pun cukup membuatnya tertawa.

 

>>>

 

“Dimana sekarang kau tinggal, Sic?” tanya Taecyeon sambil menyuapi anak satu-satunya itu.

 

“Di apartemen Nickhun oppa. Rumahku dan Vivi onnie sudah aku sewakan pada orang lain sejak Vivi onnie kabur dan aku pindah rumah. Lagipula Mama dan Papa sudah kembali ke China,” jawab Jessica.

 

“Bagaimana hubunganmu dengan Nickhun? Tambah dekat? Secara kau kan adik kesayangan sahabatnya itu,” tanya Sunny.

 

“Adik kesayangan sahabatnya?” bingung Taecyeon.

 

“Omona~ kau belum tahu ya? Nickhun itu sahabatnya Victoria sunbae. Dia sering main ke rumah Sica. Dia juga dekat dengan Sica. Pasti tidak sulit untuk menerima keadaan mereka sudah menikah, bukan?” jelas Sunny panjang-lebar.

 

“Tapi kenyataannya aku dan dia malah seperti musuh,” ralat Jessica pelan.

 

“Bagaimana bisa?” tanya Taecyeon dan Sunny bersamaan.

 

“Yang di sukai oleh Nickhun oppa adalah Vivi onnie. Dan yang sesungguhnya dijodohkan dengan Nickhun oppa pula adalah Vivi onnie bukan aku. Aku terpaksa menikah dengannya untuk menggantikan posisi Vivi onnie karena Vivi onnie kabur. Vivi onnie mengira ia dijodohkan dengan orang asing bukan dengan Nickhun oppa,” jelas Jessica.

 

“Kau menyesal telah mengambil keputusan itu?” tanya Taecyeon pelan.

 

Jessica menggeleng, “Ani. Aku tidak menyesal. Tepatnya sedang berusaha untuk tidak menyesal.”

 

Sunny dan Taecyeon menatap sendu sahabatnya itu. Jessica yang menyadari itu, memutar matanya kesal.

 

“Jangan mengasihaniku! Tak ada yang perlu dikasihani dariku,” sungut Jessica kesal. “Ah ya, bagaimana hasil pencarianmu? Kau sudah menemukannya?” tanya Jessica –mengalihkan topik pembicaraan.

 

“Ayolah, Sic.. ada Yoobin disini,” desah Taecyeon malas. Yoobin yang asik mengacak makanannya pun menatap polos Appanya saat mendengar namanya disebut.

 

“Ok.. Sunny-ah~ ajak dia ke kamar mandi,” celetuk Jessica. Sunny mendesis kesal tapi ia menuruti perintah Jessica.

 

“Jadi..” tagih Jessica saat Sunny dan Yoobin sudah menjauh dari meja mereka.

 

“Orangku sudah menemukannya,” kata Taecyeon pelan. Air mukanya sendu.

 

“Apa yang terjadi?”

 

Taecyeon mengangkat bahunya, “Aku sedang malah membahasnya. Aku akan menceritakannya pada kalian saat aku siap nanti.”

 

“Dia tidak menikah dengan orang lain, kan?”

 

“Ya! Dia masih istriku! Tak mungkin dia menikah dengan orang lain. Dia tidak sebodoh itu, Song Sooyeon! Lagipula dia sudah mempunyai Yoobin,” bantah taecyeon membentak.

 

Jessica tersenyum tipis—merasa bersalah, “Joha.. mianhae.. kalau begitu, aku boleh minta tolong orang-orangmu itu?”

 

“Untuk apa?”

 

“Untuk mencari Vivi onnie. Tak mungkin selamanya aku menempati posisinya ini.” Suara Jessica semakin memelan di akhir kalimat. Taecyeon tersenyum tipis dan menepuk kepala Jessica. Jessica hanya melempar senyum tipis pada orang yang sudah dianggap sebagai oppanya kandungnya itu.

 

Nickhun pov.

 

Aku memasuki apartemenku. Hening… ku kira akan ramai dengan kedatangan wanita itu. Ah, ya.. kemana dia? Sudah tidur kah?

 

“Eun ahjumma~ Jessica eoddiga?” tanyaku saat melihat Eun ahjumma –pembantuku– yang sedang asik menonton tv.

 

“Dia pergi sejak jam 9 pagi dan belum pulang sampai sekarang. Wae?” sahut Eun ahjumma tanpa mengalihkan matanya dari tv. Aku sudah terbiasa dengan perilakunya kalau sudah menonton tv. Sifat malas pasti menyerangnya sekarang.

 

“Tapi sekarang sudah jam 7 malam,” aku menggumam. Aku menghela nafas. Untuk apa pula aku peduli dengannya? Ayolah, Khun~ jangan peduli dengannya hanya karena statusnya sebagai adik seorang Victoria Song…

 

“Jessica wesseo,” pekik sebuah suara dari ruang depan apartemenku.

 

Aku segera menuju ruang kerjaku. Lebih baik aku selesaikan seluruh pekerjaanku daripada aku bertemu dengannya. Entah mengapa setiap di dekatnya, aku menjadi merasa takut.. cemas.. akan posisi Victoria di hatiku.

 

Jessica pov.

 

Aku terdiam melihat sepatu Nickhun oppa sudah ada di rak sepatu. Aku tersenyum tipis. Setidaknya dia masih ingat rumah walaupun Vivi onnie bilang dia seorang workaholic. Aku segera berlari ke kamar tanpa lupa menyapa Eun ahjumma yang sibuk menangis menonton drama di tv.

 

Aku membuka pintu kamarku dan terdiam. Kamarku kosong.. kemana dia? Ah ya.. aku baru ingat dia mempunyai kamarnya sendiri(ruang kerja). Ok, itu terserah dia. Aku bingung mencari cara agar hubunganku bisa sebaik dulu dengannya.

 

Tapi baru saja aku menghempaskan diri di kasur, rasa khawatir menyerangku. Bagaimana pun juga ia sudah bekerja dari pagi sampai malam di kantornya. Itu pasti melelahkan. Ditambah dengan predikat workaholicnya. Aku harus melihatnya! Harus! Aku segera bangkit dan berlari kecil ke depan ruang kerjanya.

 

Setelah sampai di depan pintu ruang kerjanya, aku membuka pintunya perlahan. Di dalam sana, sosok Nickhun oppa sedang serius dengan laptop dan beberapa map. Aku tersenyum tipis dan menghampirinya. Aku duduk di hadapannya. Bisa ku lihat ekspresi kagetnya saat melihatku ada di dalam ruang kerjanya.

 

“Untuk apa kau disini?” tanyanya sarkastis.

 

“Untuk meyakinkan diriku kalau kau baik-baik saja,” jawabku pelan.

 

“Huh?”

 

“Ani~” aku segera bangkit namun dia ikut bangkit dan menahan tanganku.

 

“Mau kemana?” tanyanya.

 

“Kamar. Kemana lagi? Masa aku ingin diam disini saja sedangkan oppa berlaku seperti tak mengharapkan kedatanganku?”

 

Dia melepas tanganku dan kembali ke pekerjaannya. Sesungguhnya aku merasa kecewa saat ia melepas genggamannya itu. Argh, Sica! Jangan berharap yang tidak-tidak!

 

“Kau sudah makan, oppa?” tanyaku.

 

“Bukan urusanmu,” balasnya sinis.

 

“Kalau kau tak bisa menerima aku sebagai istrimu, anggap aku sahabatmu. Seperti saat sebelum kita diminta untuk menikah oleh orangtua kita. Kau tahu, tidak? Aku merindukan saat-saat kita becanda bersama saat kau sedang mengunjungi apartemen kami,” ujarku. Dia diam saja.

 

“Apa kau pikir kepergian Vivi onnie itu karenaku?”

 

“Bukan. Hanya saja kenapa saat ia pergi, ada kau yang siap menggantikan posisinya? Aku ingin posisi itu hanya diisi olehnya.”

 

Aku menarik nafasku dalam-dalam, “Jadi apa mau sebenarnya?”

 

“Dia kembali.”

 

“Bisa tidak kau berhenti mengharapkannya? Kau sudah menjadi suamiku, oppa..”

 

“Mian.”

 

Aku tak membalasnya dan memilih untuk benar-benar kembali ke kamarku. Rasanya sesak sekali mendengar satu kata yang diucapkan oleh Nickhun oppa tadi.

 

===BecauseofYou===

Advertisements

6 responses to “Because of You (Series) Chapter 1

  1. Anyyeong,,, aku reader baru *bow*

    kasian banget jessica.nya *nangis*
    author, tolong buatin FF Jae_Sica lagi,,,
    please,,, *puppy eyes*

  2. Ooo orangnya khun oppa ….
    Ooo kaburnya karna salah paham ???
    Ekhh ??
    Khun ppa takut ??
    Takut jatuh cinta gitu sama sic Onnie ?
    Tak apelah oppa !!
    Sic Onnie orangnya bae’ kok …
    Ga usah takut oppa !
    Keliarannya doang ice princess

    Next yya aku …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s