Voice of My Heart (Mini Series) Chapter 3

Author : Lee Hyura

Title : Voice of My Heart

Genre : Romance, Angst, Friendship

Rating : PG 13

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SJ Yesung

–          Kim Jongjin

–          4 Minute Jihyun

–          Girls Day Sojin

Story idea by Putri Wahyu Rini and Lee Hyura 8D << what’s emotion for? Keke..

===VoiceofMyHeart===

Aku dan Jihyun membungkuk pada para staf di lokasi shooting. Shooting kali ini dilakukan di halaman dan dalam rumah produksi. Kami segera menuju ruang rias. Saat melewati ruang tengah, aku melihat Jongwoon yang berpakaian casual.

“Jangan-jangan..” aku menggeleng cepat. Tidak mungkin Jongwoon yang menjadi lawan mainku. Staf sendiri yang bilang MV itu dimainkan oleh model. Jongwoon tidak mengambil andil di MV itu. Hanya cuplikan dirinya saat sedang bernyanyi. Aku menghela nafas kecewa.

“Wae?”

Aku menoleh, “Huh?”

“Ada apa denganmu, uh? Seperti kecewa,” celetuknya.

Sepertinya Jihyun memang selalu tahu hatiku. Aku menunduk sejenak lalu terkekeh dan merangkulnya. Aku mempercepat langkahku ke ruang rias agar ia juga mempercepat laju langkahnya. Ku lirik, dia hanya menatapku bingung.

Sesampainya di ruang rias, aku diperintahkan untuk duduk tanpa berganti baju dahulu. Katanya sih baju yang kenakan sekarang sudah sesuai. Rambut yang ku ikat satu pun digerai dan mulai disisir perlahan.

“Kau benar-benar aneh, Sica-ya.. wae geure?” runtuknya. Dia memang tidak bisa menahan diri jika sudah penasaran. Tak peduli saat aku hendak dirias seperti sekarang ini, dia tetap menanyaiku.

“Aku hanya kecewa karena hari liburku malah dipakai untuk shooting ini. Aku lelah~” jawabku lalu menutup mataku karena sang perias mulai merias wajahku.

“Jinjjayo?”

“Hm!”

“Yap, selesai,” seru sang perias.

Aku membuka mataku dan tersenyum. Rambutku di bagian atas di ikat ke samping dan dikepang. Sedang rambut yang lain dan poniku dibiarkan tergerai. Cukup manis. Ku rasa aku perlu mencoba gaya ini lain kali. Haha..

“Sudah siap?” tanya seorang staf di ambang pintu.

Aku bangkit dan mengangguk. Sebelum keluar, aku membungkuk pada stylish itu bersama Jihyun. Staf membawaku gazebo di dekat kolam renang. Di sana, sang model pria sudah siap. Tapi yang kami lakukan selanjutnya malah pemotretan. Jujur aku bingung dengan hal ini.

Setelah pemotretan, aku disuruh ke ruang rias untuk berganti pakaian dan riasan. Aku keluar dengan T-Shirt hitam dengan 3 kancing di bagian dada yang dipadu dengan rok putih dan ikat pinggang putih. Rambutku dibiarkan tergerai dengan dihiasi bando berwarna putih yang ada payetnya.

“Jongwoon? Kau belum pulang?” seruku saat melihat Jongwoon duduk di sofa ruang tengah sambil memainkan laptopnya.

Jongwoon mendongak dan mendesah, “Yesung… oppa…”

Aku memutar mataku kesal. “Yesung… op..pa~ untuk apa kau tetap disini?!” tanyaku dengan memakai nada dari rendah hingga ke tinggi. Rasanya begitu memuakkan saat aku memanggilnya ‘oppa’. Yuck!

“Untuk membintangi MVku sendiri,” jawabnya sambil tersenyum.

Aku mengerjap, “J-jangan becanda! Staf bilang MVmu murni dimainkan oleh model~”

“Itu kemarin. Saat kau ke studioku. Tapi esok harinya, model pria itu bilang dia membatalkan shooting. Daripada mencari model lain, lebih baik aku saja yang jadi model MVku sendiri. Tidak ada yang salah dengan itu,” jelasnya yang membuatku ternganga.

“Tutup mulutmu. Kau memalukanku saja!” desis Jihyun. “Lagipula ini sebuah keberuntungan, kan?”

Aku meliriknya sinis, “Ya! Apa maksudmu?”

Dia hanya mengangkat bahunya lalu menepuk pundakku, “Hwaiting. I wish you luck~” dia meninggalkanku sendiri. Aish..

Aku menghampiri Jongwoon dan duduk di sampingnya yang sudah kembali ke laptopnya. Aku melirik ke laptopnya. Entahlah permainan apa yang sedang ia mainkan. Yang pasti seperti membuat sebuah kerajaan. Dia membuat bangunan ini dan itu. Dari semua bangunan itu, ada beberapa bangunan yang dapat mengeluarkan manusia.

“Permainan apa itu?” tanyaku.

Empire Earth,” jawabnya.. singkat. Jadi serasa diabaikan olehnya. Huh!

“Ya, Yesung-ssi~ tutup laptopmu. Kita mulai shooting,” teriak seseorang. Ku rasa itu adalah orang yang menyutradarai shooting kali ini. Dia melirikku. “Ah iya. Jessica-ssi, kau belum tahu kan cerita shooting ini?”

“Mollassoyo,” jawabku.

“Jadi di MV ini kau akan berperan sebagai pacarnya. Itu sebabnya kau harus bermesraan dengannya.” Mendengar penjelasannya, jantungku jadi berdetak lebih cepat. “Kalau bisa, kau berciuman dengannya.”

“Andwae!” teriakku dan Jongwoon berbarengan. Aku langsung menoleh ke Jongwoon dan melihat wajahnya sama paniknya denganku. Jadi dia pun belum tahu? Ck, aneh!

Sutradara itu mengernyit lalu terkekeh, “Geure.. hanya bermesraan, oke? Lalu kalian bertengkar karena Yesung melihat foto-foto Jessica yang sedang bersama dengan  lain lalu putus. Ternyata pria yang bersama Jessica adalah sahabat Jessica yang sebentar lagi menikah dengan orang lain. Akhirnya Yesung menyesal.”

“Sudah?” tanyaku.

Sutradara menggeleng, “Yesung akan datang ke rumahmu tapi sayangnya kau sudah pergi ke bandara. Kau pergi keluar negeri. Dia gagal bertemu denganmu. Yap, cukup. Paling kau hanya shooting di rumah ini. Adegan selanjutnya hanya dilakukan oleh Yesung.”

“Panjang sekali!” seruku.

“Aniya~ mungkin durasinya hanya 6 menit,” bantah Jongwoon.

Aku membulatkan bibirku tanda mengerti sambil melirik Jongwoon bertepatan saat ia melirikku. Pipiku langsung panas. Terlebih saat aku memikirkan scene yang akan kami lakukan. Ini gila!

“Oppa~”

Aku dan Jongwoon segera menoleh saat mendengar panggilan itu. Aku kenal suara itu. Sojin onnie, aku benar. Dia berlari kecil menghampiri kami. Ia membungkuk padaku dan tentu saja aku membalas. Setelah itu dia memeluk Jongwoon. Kenapa suhu di sekitarku jadi panas? Argh!

Author pov.

Jessica tersenyum melihat dirinya di Your Eyes MV. Tepatnya saat ia menangis sambil menulis surat. Dia terkekeh pelan saat adegan Yesung menangis membaca surat itu. Jessica menghela nafas dan menyandarkan punggungnya ke sofa. Ia masih terbayang kata-kata di surat itu.

Aku ingin selalu bersamamu..
Hidup denganmu..
Dan menjadi tua bersamamu..

Tapi kita berdua sama-sama lelah sekarang.
Jika di kehidupan selanjutnya aku bertemu denganmu lagi..
Aku tidak akan membiarkanmu pergi

“Kau sudah membaca tanggapan para fans Yesung sunbae?” tanya Jihyun yang baru saja datang.

Jessica mendongak dan menggelengkan kepala, “Aku tidak berani. Aku takut membaca komentar yang tidak mengenakkan. Itu bisa membuat moodku turun.”

“Lihat dulu, Sica-ya~” rajuk Jihyun.

Jessica menggeleng, “Shireo!”

Please~”

“Baru teaser yang dirilis. Tidak akan ada yang spesial dari sebuah teaser.”

“Itu adalah teaser single debut Yesung di Korea, Sica! Tentu saja spesial.”

Jessica menghela nafas lalu mengangguk pelan, “Baiklah..”

Yesung’s side.

“MVmu pasti terkenal, hyung. Aku yakin. Tak lama lagi akan ada fansmu yang membuat fanfic tentang MVmu ini,” celetuk Jongjin setelah menonton MV tersebut.

Yesung menghela nafas, “Aku tidak yakin. Aktingku buruk.”

“Ani, itu sudah baik kok. Sungguh,” yakin Jongjin. Yesung hanya meringis pelan sambil tetap menonton video yang sudah diputar lebih dari 10 kali di laptopnya itu.

“Kapan MV itu dirilis?” tanya Jongjin lalu merebahkan diri di kasur Yesung.

“10 hari lagi. Tanggal 13 Februari.”

Jongjin langsung terduduk mendengarnya. “Mwo?”

“Wae?”

Jongjin menghela nafas pendek, “Kenapa sangat lama? Ku kira hanya 5 hari lagi. Lagipula itu artinya sehari setelah pernikahan, kan? Tepat saat resepsi?”

Yesung menyeringai, “Aku selalu punya rencana untuk semua itu, Jongjin-ah~”

“Sudahlah, hyung. Tidak usah berbuat yang macam-macam lagi. Jebal~”

Yesung mengernyit, “Wae? Ini semua salahmu yang membuatku salah paham.”

“Kau sendiri yang berpikir macam-macam. Jangan salahkan aku.”

Yea, whatever.”

“Hm.. hyung.” Jongjin melirik Yesung yang masih sibuk dengan laptopnya. “Undangannya bagus. Seleramu membaik ternyata sejak tinggal di Amerika.”

Yesung langsung menatapnya tajam, “Maksudmu sebelumnya seleraku buruk?”

Jongjin menggeleng cepat, “A-aniya~”

“Setidaknya aku melakukannya untuk membayar kebaikannya,” gumam Yesung seraya menghela nafas. Jongjin hanya membalasnya dengan berdecak.

>>>

“Sica-ya~” panggil Jihyun berteriak.

Jessica keluar dari kamarnya sambil menguap, “Aku baru saja ingin tidur tapi malah kau panggil. Waeyo? Ada jadwal pemotretan sebentar lagi dan kau terlambat bilang padaku?”

“Aniya!” bantah Jihyun kesal. “Ada undangan pernikahan. Tebak! Undangan siapa ini?”

Jessica tersentak mendengarnya. Dia ingat akan pernikahan itu. “Jongwoon dengan Sojin onnie?”

“Salah~ di otakmu itu hanya pernikahan mereka saja sih.. ini undangan pernikahan dari sepupumu yang di luar negeri. Tapi harinya tepat saat dengan pernikahan nona Sojin. Eotteokhe? Tidak mungkin kan kita menghadiri dua acara sekaligus? Ku rasa itu menyusahkan. Jadi..” Jihyun terdiam saat menyadari Jessica tidak merespon perkataannya.

“Jessica..” satu. “Jessica..” dua. “Jessica..” ti..ga. “Jessica!” akhirnya Jihyun berteriak karena Jessica belum juga merespon walaupun sudah dipanggil tiga kali.

Jessica meringis pelan, “Aku ngantuk. Aku tidur dulu.” Dia segera menutup pintu kamarnya. Sedangkan Jihyun menghela nafas berat.

Namun beberapa menit kemudian, Jessica keluar dengan pakaian rapi. Jihyun menatapnya bingung sambil menyeringai. Sebenarnya tidak hanya rapi. Tapi Jessica benar-benar niat untuk berpenampilan baik.

“Eoddiga? Bukannya kau mau tidur?” selidik Jihyun.

“Hanya.. keluar sebentar,” jawab Jessica sambil tersenyum paksa.

“Dengan siapa?”

“Err..”

“Marhae!”

Sebelum Jessica menjawab, saat-saat interogasi Jihyun diganggu oleh suara bel. Jessica tersenyum lebar membuat Jihyun semakin curiga.

“Itu tidak mungkin Jongjin karena dia pasti sudah masuk. Siapa dia?” tanya Jihyun agak kesal.

Kening Jessica mengerut karena ia sedang berpikir, “Te..man. Dia sahabatku, Jongwoon. Salah?”

Jihyun tersenyum lebar dan menatap menggoda Jessica. Jessica segera mengerucutkan bibirnya kesal dan berlari ke teras.

“Cepat sekali,” seru Jessica.

“Saat aku meneleponmu tadi, aku sudah ada di jalan,” jawab Yesung.

Jessica menarik tangan Yesung pergi, “Kkaja, Jongwoon-ah~”

“Yesung oppa..” ralat Yesung cepat.

“Ye..sung. ooooop…pa~” Jessica memainkan nada bicaranya lalu tertawa.

“Sica-ya..”

Jessica memutar matanya jengah, “Ok, Yesung oppa. Puas?”

Of course I am,” sahut Yesung. “By the way, kau cantik hari ini.”

Jessica langsung membeku. Beberapa saat kemudian, dia tertawa dan kembali menarik Yesung. “Jadi kemarin-marin aku jelek?”

“Bukan begitu.. biasanya kau juga cantik. Tapi sekarang kau bertambah cantik,” jelas Yesung.

Bodoh!, runtuk Jessica dengan wajah sudah merah merona. “Jadi kau ingin aku temani kemana?”

“Temani aku mengurus beberapa hal tentang pernikahanku nanti. Tinggal sedikit lagi selesai,” jawab Yesung. Yesung mulai berusaha mensejajari Jessica lalu merangkul Jessica dengan riang.

Jessica tersenyum pahit. Rasanya sakit saat kau membawaku ke puncak dengan perlahan lalu menjatuhkanku begitu saja sampai titik terbawah.

===VoiceofMyHeart===

Advertisements

6 responses to “Voice of My Heart (Mini Series) Chapter 3

  1. unnie aku readers baru … unnie ceritanya seru tapi aku gak ngerti… ( ga baca dari awal)
    unnie aku minta password yg chapter 1 dan 2 ya ???
    aku janji nati aku komen

  2. yah, aku telat baca ToT

    kirain waktu jessi keluar kamarnya, jessi pengen pergi ke luar negeri buat ngehadirin pernikahan sepupunya. ternyata mau pergi sama yesung

    isi surat di mv nya itu berasal dari kata-kata jessica waktu disuruh acting di horror movie factory bukan??

    itu model cowo buat mvnya yesung emang beneran ngebatalin sendiri atau yesung yang ngatur?? kekeke~

    makin penasaran sama rencana yesung.
    jangan lupa dilanjut yah thor 🙂

  3. FF nya Keren…
    Walau gak ngerti ceritanya , Karena gak baca dari pertama..
    Surat nya keren…Fighting Unnie buat FF yang lainnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s