At Least (Drabble)

Author : Lee Hyura

Title : At Least

Genre : Angst, Fluff, Romance

Rating : G

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SJ Kyuhyun

–          SJ Sungmin

–          F(x) Krystal

===AtLeast===

Aku menghampirinya yang sedang menangis pelan. Aku tahu dia wanita yang kuat walaupun diluar, dia terlihat lemah. Senyuman lebarnya yang selalu menghiasi hariku, hilang selama 2 hari ini. Aku merengkuhnya ke dalam pelukanku. Aku mengecup kepalanya dan menyandarkan kepalaku diatas kepalanya.

“Seminggu lagi, Kyu.. seminggu lagi aku menikah,” gumamnya dengan suara gemetar.

“Aku tahu.”

“Kenapa? Kenapa terjadi?”

Aku menarik nafas, “Dia sahabat pertamaku. Tentu, aku juga merasa sakit. Tapi hidup masih terus berjalan. Tugasmu adalah merelakannya.”

Dia membuka tangan yang sedari tadi ia gunakan untuk menutup wajahnya. Dia membuang wajah lalu menghela nafas kasar. Sepertinya yang ia lakukan hanya mengatur nafasnya. Dan tak lama kemudian, dia terlelap begitu saja. Dasar bodoh!

Aku mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di kasurnya. Dia terlihat lemah—sangat lemah. Lingkaran hitam di sekitar matanya dan wajahnya yang tampak sangat lelah membuat setiap orang yang melihatnya merasa iba. Dia berbeda dengan dirinya saat pertama kami bertemu.

“Annyeonghaseyo~ selamat datang di toko kami. Ada yang bisa saya bantu?” seorang pramuniaga menyambutku dan sahabatku dengan ramah.

 

“Ya, Sica-ya! Kau masih sakit! Istirahat sana~” teriak seorang wanita dari dalam sambil berlari menghampiri kami –tepatnya pramuniaga itu.

 

“Shireo~” pramuniaga itu menggeleng cepat lalu menarik kami masuk. “Mencari hadiah untuk pacar, ibu atau sahabat?” tanya ramah.

 

“Istirahat!~” suruh wanita yang berteriak tadi sambil menarik tangan. Pramuniaga itu melepas tangan wanita itu dan berlari ke belakang kami lalu memelet pada wanita itu. Kami terkekeh.

 

“Kyuhyun oppa~ mian. Apa aku pergi terlalu lama?” seru Krystal sambil menghampiri aku yang duduk di samping Jessica.

Aku menggeleng pelan, “Aniya. Aku pulang dulu. Jaga kakakmu baik-baik.”

Aku menepuk kepalanya lembut dan pergi dari apartemen kecil milik kakak-beradik yang sudah yatim piatu itu. Ayah dan ibu mereka memang sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat. Sama sepertinya.. aku tidak akan kaget jika Jessica akan mengalami trauma dengan pesawat.

Aku menyambungkan earphoneku dengan hpku dan menempelkannya ke telingaku. Aku mampir ke mini market di jalan yang aku lewati menuju rumah untuk membeli kola. Saat di beberapa blok sebelum rumahku, aku mengganti tujuanku menjadi gedung tua di dekat butik tempat Jessica bekerja.

Sesampainya di sana, aku masuk dan bersandar di dekat pintu. Bayangan saat kejadian yang menjadi permulaan kami berkenalan dengan Jessica melesat di pikiranku. Tepat malam di hari kami bertemu dengannya.

“Kyuhyun-ah! Kau dengar teriakan itu?” tanya sahabatku, Sungmin.

 Aku melepaskan earphoneku, “Ne?”

 “Teriakan itu.. dari gedung tua itu!” jawabnya sambil menunjuk gedung tua yang ada di dekat tempat kami duduk setelah membeli hadiah untuk noonaku di butik dengan pramuniaga aneh itu. Kami memutuskan untuk diam disana dan mengobrol. Jika aku sudah pulang sejak tadi, mungkin hadiah ini akan langsung direbut oleh noonaku.

 Aku mengedikkan bahuku ngeri, “Ku dengar gedung itu berhantu. Mungkin itu teriakan hantu!”

 “Babo!” dia menoyor kepalaku keras. “Kau percaya hantu ada yang berteriak seperti itu?”

 “Tentu saja!”

 Dia memutar matanya dan bangkit. Aku mengernyit bingung. Tapi saat dia menarik tanganku paksa, aku sadar kalau ia mau membawaku ke gedung tua itu.

 “Aku curiga. Kau ingatkan kalau pramuniaga dari butik itu ditarik paksa ke dalam gedung itu. Mungkin terjadi sesuatu padanya,” kata Sungmin.

 “Mungkin dia di jadikan tumbal oleh pria itu,” celetukku asal. Dia malah melirikku kesal.

 “Menjauh dariku!!” kali ini teriakan itu terdengar jelas sekali. Wow! Apa wanita itu memakai speaker? Keras juga teriakannya.

 “Ppali, Kyu!” Sungmin menarikku untuk berlari. Dia memang selalu bersemangat untuk membantu sesama. Ck!

 Saat sampai disana, kami melihat wanita itu sedang berusaha untuk tidak ditelanjangi oleh pria yang—ku lihat—menariknya paksa ke dalam gedung tua ini. Hari yang sudah sore menuju malam ini memang mendukung acara pria itu karena jalanan semakin sepi.

 “Kau bawa pergi wanita itu. Biar aku yang mengurus pria itu,” perintah Sungmin. Aku mengernyit. “Cepat, Cho Kyuhyun!” bentak Sungmin yang berhasil mengambil perhatian semua orang yang ada di dalam gedung.

Aku dan dia berlari menghampiri dua orang itu dan berusaha menyelamatkan wanita itu. Setelah berhasil, aku mengikuti perintah Sungmin. Aku membawa wanita itu ke taman yang cukup jauh dari gedung itu.

Sesampainya di taman, aku dan di aduduk di bangku taman untuk menunggu Sungmin datang. Ku lirik, dia gemetar kedinginan. Ini memang sudah akhir musim dingin. Tapi suhu di kota ini masih juga dingin. Dengan hanya memakai tank top dan celana jeans panjang—karena pria itu berhasil melepas bajunya—pantas jika ia kedinginan. Aku melepaskan jaketku dan memberikannya padanya.

Dia mengerjap, “Mwo?” 

“Kau kedinginan, kan? Pakai jaketku,” kataku.

 Dia tersenyum tipis dan memakainya. “Gamsahamnida.. untuk semuanya.”

 Aku balas tersenyum dan mengulurkan tanganku, “Kyuhyun.”

 “Jessica imnida.”

 “Siapa pria itu?”

 “Orang yang memaksaku untuk menikah dengannya. Bahkan aku tidak mengenalnya dengan baik. Aneh ya?”

 Dia menggembungkan pipinya. Aku terkekeh seraya mengacak rambutnya. Pipinya sedikit memerah karena perlakuanku.

Next Day.

“Masih seperti biasa,” jawab Krystal pelan.

Aku tersenyum tipis dan mengacak rambutnya lembut, “Bersiap ke sekolah sana. Biar aku yang menemani kakakmu.”

“Tapi..”

“Krys.. kau ingin mengecewakan kakakmu sendiri yang sudah susah payah mencari uang untuk membiayai sekolahmu?” potongku. Dia hanya mengangguk pelan.

“Kalian sudah sarapan?” tanyaku. Dia menggeleng.

“Oppa bawa makanan untuk kalian. Khusus untukmu, oppa sudah membuatkan bekal.”

Krystal memelukku, “Oppa memang yang terbaik!”

>>>

Sudah 30 menit aku duduk di kasurnya dan memperhatikan dia yang sibuk menatap keluar jendela sambil duduk di kursi. Dia memeluk lututnya dan bersedagu disana. Hanya itu yang ia lakukan. Aku menghela nafas dan bangkit.

“Sampai kapan kau mau seperti ini?” tanyaku.

Dia menoleh dan mengangkat bahunya, “Molla.”

“Sica!” teriakku membentak. Aku menghadapkan kursinya padaku. Wajahnya tepat di depanku dan menatapku dengan pandangan kosongnya.

“Sungmin sudah meninggal. Dia sudah tidak punya urusan denganmu. Kalau kau seperti ini, hanya membuatnya sedih karena kondisi calon istrinya benar-benar kacau!”

“Mantan calon istri..” ralatnya.

Aku menghela nafas kasar, “Lalu? Ingat, kau masih punya tanggung jawab tentang Krystal. Kau mau dia mati kelaparan, uh? Sudah 3 hari kau seperti ini, Sica! Kau hanya membuat kecewa orangtuamu karena gagal menjaga Krystal..”

Air matanya mengalir lagi, “A-aku.. aku hanya belum bisa menerimanya..”

“Kau harus menerima kenyataan dan merelakannya..” kataku pelan.

Dia diam dan mengubur wajahnya di antara lututnya. Lagi-lagi aku menghela nafas panjang. Aku berlutut di depannya dan memeluknya. Kenapa kau tidak pernah melihatku?

“Sekarang aku keluar.”

Aku terbelalak, “S-Sica..”

“Aku mau mandi. Tidak mungkin aku berganti pakaian di depanmu, Oppa..” dia mendengus.

Pipiku memanas. Aku menghela nafas kasar dan menatapnya jahil. Dia malah merengut lalu mendorongku keluar dari kamarnya.

“Ya, Sica.. kenapa kau tidak memperbolehkanku melihat?” seruku jahil di depan pintu.

“Karena aku sedang tidak ingin membunuhmu, Cho Kyuhyun!”

Aku terkikik pelan mendengarnya.

>>>

Aku membawanya ke tempat kami –aku, dia dan Sungmin sering berkumpul bersama. Aku tahu dia terkejut. Matanya berair. Tapi akhirnya senyumannya mengembang. Senyum itu tulus tidak seperti 3 hari ini ku lihat, senyum paksa.

Aku dan diam duduk di kursi yang biasa kami duduki. Aku mengangkat kakiku dan menyilakannya. Sedang Jessica bertopang dagu dengan kedua tangannya. Danau biasanya ramai saat akhir pekan –tepat saat jadwal kami bertiga menghabiskan waktu bersama.

“Disini kita menghabiskan waktu bersama. Disini Sungmin menyatakan cinta padamu. Disini Sungmin melamarmu. Dan disini kita mendapat kabar bahwa pesawat yang ditumpangi Sungmin yang keluar negeri karena pekerjaannya itu kecelakaan,” gumamku. Jessica menatapku sejenak lalu membuang pandangannya pada danau lagi.

“Setidaknya, itu yang kau tahu,” tambahku.

“Uh? Apa maksudmu?”

“Banyak hal yang aku lewati disini. Disini pertama kali aku bertemu dengan Sungmin. Disini aku dan dia berikrarkan kita sebagai sahabat. Disini kami mendiskusikan semua hal. Disini pertama kali kami bertengkar. Tidak hanya tentang Sungmin. Ada pula tentangmu. Disini pertama kali aku menerima kehadiranmu di sekitar kami. Disini pertama kali aku menyadari aku mencintaimu. Disini pertama kali aku patah hati karenamu. Disini pertama kali aku ingin rasanya membunuh Sungmin karena mu.”

Jessica menoleh cepat ke arahku, “O-oppa..”

“Apa aku sudah mengatakan semuanya? Sepertinya tidak. Tapi ku rasa itu cukup,” gumamku.

“Oppa..”

Aku menarik nafas, “Jangan salah paham. Aku hanya ingin mengeluarkan semuanya. Setidaknya Sungmin sudah tidak bisa melakukan apapun padaku jika aku melakukan ini.”

Yap, aku melakukan ini untuk mengeluarkan semua isi hatiku. Lega rasanya, awalnya. Tapi semakin lama, aku baru menyadari kami hanya berdiam diri. Suasana menjadi gugup. Haha.. pintar sekali kau, Cho Kyuhyun!

“Lupakan saja apa yang aku katakan tadi,” kataku pelan, meringis.

Tak lama terdengar kikikan pelannya. Aku mengernyit. Dia menoleh dan memeluk lenganku.

“Kau dan dia benar-benar kompak!” serunya. Aku hanya memutar mataku jengah.

“Bagaimana kalau kita coba? Lagipula dia tidak akan marah. Malah dia yang menyuruhku,” lanjutnya.

Alis kananku naik karena bingung. Apa maksudnya?

“Sebelum pergi, dia menyuruhku untuk tidak menyia-nyiakanmu. Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi ku rasa dia tahu yang terjadi,” gumamnya. Dia menatap sendu danau seraya tersenyum.

“Tunggu. Jelaskan lagi,” pintaku. Kepalaku kosong seketika.

“Maksudnya..” dia menggantung perkataannya dan mengecup pipiku. “Aku menjadi milikmu. Ide bagus. Aku merasa seperti playgirl. Keren!”

Aku terkekeh.

===AtLeast===

Ngerti ga? Ngerti dong.. fluffnya dapet ga? Romance dapet ga? Maaf kalo ga dapet. Otak lagi nyambungnya ke ff action + misteryku ._.v mau lanjut ff Khunsicaku aja ga ada feel u.u buat ff ini juga karena request dari seseorang yang tak lain dan tak bukan ialah Verina Nindya -__-
Untuk pengumuman, ini adalah ff KyuSica TERAKHIR saya ^^
THE LAST, SORRY FOR TYPOS ^o^v

Advertisements

4 responses to “At Least (Drabble)

  1. kyusica happy ending ….
    awalnya aku ga ngerti di awal ..
    tapi pas udah ke bawah aku mulai mengerti …
    bagus chingu aku suka …
    karakter sica onnie disini polos ..
    sungmin oppa keren banget sih nyelamatin sica onnie…
    so sweeettt dehh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s