Chocolate Kitty (Oneshoot) -Chocolate, Love? sequel-

Author : Lee Hyura

Title : Chocolate Kitty

Genre : Romance

Rating : PG

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SJ Kibum

–          SNSD Tiffany

–          SJ Ryeowook

–          DBSK Changmin

===ChocolateKitty===

Kibum terdiam di depan sebuah toko. Ia memperhatikan 2 boneka hello kitty berwarna putih yang berpasangan. Adiknya mengatakan itu adalah boneka yang sangatlah lucu saat mereka melewat toko itu kemarin. Tapi bukan itu masalahnya. Dia ragu apakah gadis itu mau menerimanya.

“Ya, Kim Kibum! Sadarlah!” desisnya sambil mengetuk kepalanya lalu berbalik badan.

“Ini coklat. Untukmu. Orangtuaku memaksaku untuk memberikan ini kepada teman-temanku,” kata gadis itu sambil tersenyum manis.

 

“Tapi aku bukan temanmu!” sungut Kibum.

 

Gadis itu mendesah, “Terserah lah! Intinya, aku menanggapmu sebagai temanku. Jadi kau harus terima ini!”

Kibum kembali berbalik badan saat mengingat itu. Dia mengangkat tangan kanannya untuk menyentuh kaca yang menjadi pembatas antara dia dan boneka itu. Dia jelas tahu bahwa gadis yang sekarang menjadi juniornya di kampus itu sangat menyukai hello kitty. Mungkin aneh karena ia mengetahui itu. Tapi itu kenyataannya.

“Jessica Jung, kau benar-benar hebat. Kau berhasil membuatku seperti ini!” desisnya lalu tersenyum tipis. Dia mulai melangkah memasuki toko itu.

Next day.

“Oh, lihat! Kim Kibum membawa sebuah bingkisan! Apa dia ingin membalas coklat valentine? Hari ini kan white day,” seru Ryeowook main-main sambil menghampiri sahabatnya yang baru saja duduk di kursinya.

Kibum terkekeh kaku, “T-tidak mungkin.. bahkan aku tidak menerima satu coklat pun.”

“Jeongmal? Lalu coklat-coklat yang dimakan oleh Changmin hingga dia sakit gigi sebenarnya ditujukan pada siapa kalau bukan kau?” desis Ryeowook.

“Aku tidak mengenali siapa yang memberikan coklat itu. Jadi untuk apa aku menerimanya?” sahut Kibum yang mulai kesal. “Lagipula Changmin tidak hanya memakan coklat-coklat yang diberikan padaku tapi juga coklat-coklat yang diberikan padanya.”

“Tapi aku lihat kau memakan salah satu coklatnya,” celetuk Changmin yang baru datang.

“Tidak mungkin! Aku membuang semua coklat yang aku terima!” tekan Kibum agak berteriak.

Changmin mengibaskan tangannya, “Tidak usah mengelak. Aku tahu. Itu dari Jessica, bukan? Aku lihat kau memakannya di gerbang SMA itu.”

Kibum mendengus. “Tapi setelah itu aku langsung membuangnya.”

“Ah, jadi begitu..”

Kibum, Changmin dan Ryeowook menoleh ke pintu kelas. Disana, terlihat Jessica yang perlahan melepaskan genggaman tangannya pada tangan Tiffany. Kibum menutup matanya sambil menggigit bibirnya. Jessica berbalik badan dan berlari pergi. Tiffany segera mengejarnya.

“Jadi?”

Kibum membuka matanya dan menatap Changmin dan Ryeowook tajam. Sedangkan mereka berdua menatapnya bingung.

“Mian, aku tidak bermaksud membuatmu berkata seperti itu. Lagipula untuk apa kau menutupinya?” ujar Changmin.

Kibum menghempaskan dirinya di kursi dan menggeleng, “Bukan urusanmu.”

>>>

Kibum bangkit saat kelasnya selesai. Dia melirik tas yang berisi boneka hello kitty yang ia beli kemarin. Jarinya mengetuk meja sementara ia berpikir. Tak lama, dia menghela nafas dan keluar dari kelas dengan tas itu di tangannya.

Kakinya melangkah menuju taman kampusnya. Tepatnya di bawah pohon yang paling besar di sana. Dia melihat sosok yang ia cari; Jessica. Gadis itu sibuk dengan buku diklatnya. Entah kemana sahabat yang selalu bersamanya itu. Jessica sama sekali tidak menyadari kehadiran Kibum walaupun pria itu sudah berada di depannya. Kibum menarik nafas dalam.

Hi, Jessica-ssi.”

Jessica mendongak. Gadis itu mengerjap bingung.

“Wae, sunbaenim?”

Suara Jessica terdengar datar. Kibum menggigit bibirnya.

“Jessica.. hmm..”

“Ada apa? Katakan dengan jelas,” sentak Jessica dingin.

Kibum menarik nafas dalam. Perlahan, dia mengulurkan tangannya untuk memberika Jessica tas yang ia bawa sedari tadi. Jessica malah menatapnya bingung.

“Ambil saja!” kesal Kibum.

Jessica mendengus pelan dan menerimanya. Dia tersenyum kecil melihat isi tas itu. Kibum ikut tersenyum melihatnya.

“Gomaseumnida, sunbae,” kata Jessica sambil memeluk kedua boneka itu.

Kibum menggaruk tengkuknya gugup. “Jangan salah sangka. Itu hanya untuk membawa coklatmu itu. Karena hanya coklatmu yang ku makan. Hari ini white day, bukan? Jika aku tidak membalasnya, adikku akan memarahiku.”

“Adikmu?”

“Ne, adikku yang sekarang sekolah di Amerika. Namanya Kim Saehee. Dia selalu tahu tentangku. Jadi.. ugh! Untuk apa aku bercerita padamu?” Kibum mendengus pelan.

“Tak apa. Uhm, mungkin saat dia ke Korea, dia bisa menjadi temanku,” sahut Jessica cepat dan agak ragu.

Hening.. mereka tidak ada yang membicara. Tak lama Kibum menyerah. Dia menarik nafas.

“Jadi, kenapa kau sendiri? Kemana Tiffany?” tanya Kibum.

“Dia ada kelas. Aku dan dia kan tidak mengambil jurusan yang sama,” jawab Jessica.

“Jadi kau diam disini sampai kelasnya selesai?”

Jessica mengangguk pelan. “Yap.”

“Mau ikut aku?”

Jessica menatap Kibum tak percaya. Dia tak menyangka seniornya yang dingin itu mengajaknya ikut bersamanya.

“Eoddiga?” tanya Jessica.

“Atap sekolah,” jawab Kibum.

Jessica tersenyum lebar. Tempat itu tempat yang bersejarah baginya. Datang ke tempat itu seperti mengulang kenangan-kenangan itu dan membuat kenangan baru lainnya. Dia mengangguk.

>>>

Jessica bersendagu sambil memperhatikan Kibum yang sedang serius membaca bukunya –seperti biasa. Jessica hanya bisa mengerjap saat menyadari Kibum tengah menatapnya.

“Wae?” tanya Jessica.

“Tumben.. kau tidak membuat keributan seperti biasanya,” gumam Kibum lalu terkekeh lembut.

Jessica mendesis, “Lalu kau akan memarahiku? Tidak, terima kasih. Aku sudah bosan dimarahi olehmu. Cukup di kampus saja kau memarahiku. Jangan di tempat lainnya.”

Kibum mendesah mendengarnya. “Terserah lah. Nanti, biar aku yang mengantarkanmu pulang.”

Jessica mengambil hpnya di tas. Dia mulai mengetik pesan singkat.

To : Tiffany

Kau pulang sendiri, ya.. mian.

Dia tersenyum tipis sambil menekan tombol untuk mengirim pesan itu.

“Kalau begitu, aku ingin pulang sekarang,” seru Jessica.

Kibum mengangkat alis kanannya, “Jigeum?”

“Ne!” Jessica mengangguk cepat.

>>>

Jessica merapikan jaketnya. Musim dingin memang sudah berakhir. Tapi bukan berarti keadaan sudah berubah menjadi hangat seperti musim semi yang seharusnya. Tapi udara dingin tidak membuat jalanan yang mereka lewati menjadi sepi. Ia melirik Kibum yang berjalan di sampingnya.

“Ah!” seru Jessica saat melewati toko coklat yang memajang coklat berbentuk hello kitty. Ia segera menarik tangan Kibum ke dalam toko itu.

“Semuanya jadi 5000 won,” kata kasir itu sambil memasukkan coklat itu ke dalam kotak.

Jessica mengeluarkan dompetnya. Tapi saat ia ingin membayarnya, Kibum sudah terlebih dahulu membayarnya. Jessica menatap Kibum bingung.

“Kau tidak perlu melakukan itu. Aku bisa membayarnya dengan uangku sendiri, sunbae,” kata Jessica.

Kibum menggeleng, “Aku tidak bisa membiarkanmu membayar hal kecil seperti itu.”

Jessica mengulum bibirnya membentuk senyum lalu mengambil kotak coklat itu. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Jessica.

“Sunbaenim~” panggil Jessica.

“Hm?” Kibum hanya menyahut dengan gumaman.

“Apa kau benar-benar membuang coklatku?” tanya Jessica.

Kibum tidak menjawab.

“Aku tahu. Kau memang tidak menyukai makanan manis. Aku tahu. Aku memang bodoh karena memberimu coklat,” runtuk Jessica.

“Aku—“

“Kau itu terlalu baik. Kau mau memakan makanan yang kau benci. Itu pasti karena Tiffany memaksamu,” lanjut Jessica –memotong ucapan Kibum.

“Sebenarnya—“

“Aku minta maaf karena telah membuatmu memakan makanan manis. Aku tidak bermaksud membuatmu memakan coklat. Mianhae.”

“Jessica—“

“Aku sadar sekarang. Aku terlalu berharap padamu. Aku minta maaf karena sudah menyusahkanmu selama ini. Mendatangi kelasmu setiap hari, selalu berusaha menghabiskan waktu denganmu. Padahal aku tahu kalau kau sangat terganggu karena itu.”

Kibum berhenti dan berbalik –menghadap Jessica. Jessica ikut berhenti.

“Aku—“

“Cukup! Tidak usah mengatakan apapun, sunbae.. aku tahu. Aku salah. Dan aku.. mmppphh!!”

Kibum membungkam mulut Jessica dengan tangannya. Dia menghela nafas. Sudah beberapa kali Jessica memotong ucapannya dengan kata-kata yang membuat telinganya panas.

“Dengarkan aku baik-baik dan jangan mengatakan apapun lagi. Mengerti?” desah Kibum pelan.

Jessica mengangguk. Melihat itu, Kibum melepaskan tangannya.

“Pertama, aku tidak menyalahkan siapapun karena aku memakan coklat itu atas kemauanku sendiri. Kedua, kau tidak menyusahkanku atau menggangguku. Entah mengapa aku senang saat kau di sekelilingku. Ketiga, berhentilah meminta maaf!” ujar Kibum.

Jessica menatapnya dengan tatapan yang tidak Kibum mengerti. Tak lama Jessica tersenyum jahil dan memeluk Kibum.

“Gomawo, sunbae..”

Tangan Kibum melingkar di pinggang Jessica dengan perlahan. Dia meruntuki tangannya yang sudah bergerak tanpa perintah terlebih dahulu dari otaknya.

“Dan yang terakhir, berhenti memanggilku sunbae, Sica-ya..” bisik Kibum.

===ChocolateKitty===

Ini emang ff khusus white day. Walaupun di Indonesia white day udah lewat, setidaknya di Amerika masih white day *maksa XD

Ceritanya memang aneh. Maaf ^^v

Dan sekali lagi, ff ini memang sebuah drabble yg kepanjangan dan Oneshoot yg kependekan. Entah kenapa saya jadi sering buat ff yg seperti ini XD

Advertisements

3 responses to “Chocolate Kitty (Oneshoot) -Chocolate, Love? sequel-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s