천사 Team Chapter 2 — One Word; Family

Author : Lee Hyura

Title : 천사 Team  (Cheonsa Team)

Sub Title : Watch Out, Tiffany!

Genre : Friendship, Action

Rating : PG 13

Main Cast :

–        SJ Yesung

–        SJ Kyuhyun

–        F(x) Victoria

–        SNSD Jessica

Other Cast :

–        JYJ Jaejoong

Jessica terbangun di sebuah ruangan yang serba putih. Dia mencoba bangkit namun kekuatannya terlalu lemah untuk melakukan itu. Serta kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat nyeri. Dia mencoba melirik ke seluruh ruangan. Dia baru sadar seseorang tertidur di sofa dengan posisi terduduk dan kepalanya diantara lutut.

“Kyuhyun?” gumamnya pelan.

“Aigo~ akhirnya kau sadar juga, Sica!” seru Victoria yang baru saja memasuki ruangan itu sambil berlari dan memeluk Jessica.

“Ini.. rumah sakit?” tanya Jessica pelan.

“Ne, maja.” Victoria melepaskan pelukannya dan tersenyum sedih. Jessica hanya mengernyit.

“Bagaimana bisa?”

“Kyuhyun mengirim beberapa agen lainnya untuk menolong kita. Saat mereka datang, mereka segera memberi pertolongan pertama padamu dan membawamu ke sini.”

“Aish, kau berisik sekali, Victoria! Aku jadi terbangun karenamu!” sungut Kyuhyun lalu menguap dan merenggangkan otot lengannya. Victoria hanya memutar matanya.

“Kau merasa lebih baik?” tanya Yesung dari balik pintu.

“Ku rasa begitu,” jawab Jessica singkat.

Yesung duduk di samping Kyuhyun dan membuka laptop Kyuhyun. Ia memakai earphone yang terpasang dengan laptop itu. Kyuhyun segera merapat ke Yesung sambil mengambil apel di meja di sebelah sofa. Terlihat Yesung dan Kyuhyun memonitori pergerakan para agen lainnya dari jauh.

“Tiff.. dimana dia?” tanya Jessica sambil menunduk lalu mendongak –menatap Victoria.

Air muka 3 orang itu langsung berubah. Semuanya menarik nafas dalam-dalam. Melihat itu, Jessica menelan air liurnya. Ia tahu ada sesuatu yang terjadi dengan Tiffany.

“Pelurumu mengenai bagian hati Tiffany dan kami semua terlambat menyelamatkannya,” jawab Victoria akhirnya.

Jessica memejamkan matanya dan meremas seprai rumah sakit, “Kalian bercanda, kan?”

“Kau kira kami akan bercanda tentang itu? Kematian bukan untuk hal yang pantas jadi bahan candaan, Jessica-ssi!” sungut Kyuhyun.

Jessica menggigit bibirnya dan tertawa paksa, “Kau pasti bercanda, kan?! Apa sekarang April Mop Day? Ku mohon, seseorang jujur padaku! Aku benci kejutan!”

“Aku katakan sekali lagi, kami tidak sedang bercanda,” tekan Yesung akhirnya.

===천사 Team===

Victoria menggenggam tangan Jessica erat, “Sica..”

Jessica mendongak lalu menunduk lagi. Ia menghela nafas panjang. Victoria meringis pelan melihatnya. Jessica menyeringai kecil dan membuang muka sebelum akhirnya ia meneguk kopinya yang sudah dingin.

“Aku membawamu ke café ini untuk mendengarkan lagu-lagu indah dengan alasan untuk menghiburmu. Tapi sepertinya aku gagal. Kita sudah 2 jam disini tapi kau masih bersikap dingin,” gumam Victoria.

“Aku bukan dirimu yang suka mendengarkan lagu yang membuatku mengantuk seperti ini,” sahut Jessica.

“Itu lebih baik. Aku tahu kau tidak tidur selama 3 hari terakhir ini. Itu fantastis! Bahkan hanya 24 jam saja kau tidak tidur sebenarnya adalah rekor bagi seorang Jessica, sang sniper kesayangan negara,” balas Victoria. Jessica hanya tersenyum dingin.

“Bagaimana dengan Wooyoung?” tanya Jessica.

“Dia selamat dan menyatakan akan bekerja sama dengan kita. Dia sudah berjanji pada Tiffany untuk membantu kita jika Tiffany mau mengikuti rencananya,” jelas Victoria. “Tiffany tetap memikirkan tugasnya dibandingkan dengan dirinya sendiri, Sic. Kau tidak punya alasan untuk menyalahkannya.”

Jessica mendengus, “Siapa yang mau menyalahkannya? I don’t wanna blame anyone, ok..”

Victoria tersenyum tipis mendengarnya lalu mengalihkan pandangannya ke meja lain. Jessica menyeringai tipis dan memutar matanya.

“Kenapa kau berbohong padaku?”

Victoria menoleh, “Uh?”

“Kau dan aku di utus untuk mengintai seseorang, kan? Itu sebabnya kau membawaku ke sini.” Jessica meniup poninya lalu memanggil waitress untuk memesan kopi lagi.

How can you..

Jessica menyeringai dan mengetuk keningnya dengan telunjuk, “Cause I have brain.”

Victoria mendesah, “Ok, aku tahu. Tapi jelaskan dengan pasti.”

“Saat 1 jam pertama kita disini, matamu tidak berhenti melirik ke setiap sudut café. Saat satu meja di belakangku dan disamping kita di isi, kau hanya terfokus pada 2 meja itu. Entah pengalamanmu yang kurang atau kau lupa cara mengintai yang baik, yang pasti caramu membuat mereka sadar dengan gelagatmu,” jelas Jessica hampir berbisik.

Victoria mengerucutkan bibirnya, “Payah..”

“Mereka tidak melakukan transaksi disini. Mereka melakukannya di tempat lain,” gumam Jessica lalu menoleh ke waitress yang membawa pesanannya, “Gamsahamnida..”

Lagi-lagi, Victoria mendesah, “Sekali lagi, bagaimana kau bisa tahu itu?”

“Ada apa denganmu, Victoria?! Tentu saja kita sudah mempelajari ini! Mereka terlihat sudah putus hubungan dengan ditandai menghibur diri dengan makanan lezat dan para wanita murahan itu,” ujar Jessica kesal.

“Mian, aku sedang tidak fokus. Kalau begitu lebih baik kita kembali. Jam kerja sudah selesai,” ajak Victoria. Jessica mengernyit namun tetap menurut.

>>>

BRUK! Seorang anak kecil menabrak Jessica dan Victoria. Wajah anak itu pucat basi dan takut. Melihat itu, Jessica menahan amarahnya dan menghela nafas panjang. Jessica jongkok untuk mensejajarkan wajahnya dengan anak itu. Victoria hanya mengerutkan keningnya.

Jessica tersenyum, “Annyeong. Gwencana?”

Anak itu menggeleng, “Tidak sama sekali..”

“Waeyo?”

“Appaku hilang. Aku yakin dia di culik.”

Jessica mendongak –menatap Victoria lalu kembali menatap anak itu, “Kau yakin?”

Anak itu mengangguk cepat.

=== One Word; Family ===

“Huo~” seru Kyuhyun. “Siapa dia? Kalian menculik anak kecil, eh?”

Jessica mendesah dan mengangkat anak kecil itu agar duduk di kursinya. Sedangkan Victoria menoyor kepala Kyuhyun kesal.

“Mana mungkin kami menculik anak itu! Kami malah ingin membantunya.. ugh!” sungut Victoria.

Kyuhyun terkekeh, “Geure.. mianhae, Noona~”

“Jangan memanggilku noona! Argh, menyebalkan!” pekik Victoria kesal.

“Hey!” sentak Jessica hingga mereka berdua diam. Jessica menghela nafas panjang dan berlutut di depan anak kecil itu.

“Siapa namamu?” tanya Jessica lembut. Anak itu hanya diam.

“Astaga, aku tidak tahu kalau dia bisa menggunakan suara lembut seperti itu!” bisik Kyuhyun. Victoria terkekeh mendengarnya.

“Hey, siapa itu?” suara Yesung mengagetkan semuanya.

“Ku rasa dia butuh pertolongan kita,” kata Jessica.

“Aku tanya, siapa dia?” tekan Yesung.

“Gaeul.”

Semuanya menatap anak kecil itu –Gaeul. Yesung tersenyum dan menggendongnya lalu mendudukkannya di atas meja kerjanya. Gaeul memasang senyum manis.

“Apa yang terjadi? Bisa kau jelaskan, Gaeul?” tanya Yesung lembut.

“Baiklah. Apa ada sesuatu hari ini? Yesung dan Jessica bersikap aneh hari ini. Lebih baik aku bantu Professor Kim sekarang,” gerutu Kyuhyun. Lagi-lagi, Victoria hanya terkekeh.

Yesung hanya mendesah pelan dan membelai kepala Gaeul. “Ceritakan saja.”

“Saat aku main di komedi putar di taman bersama teman-teman, appa pergi ke toilet. Saat itu aku melihat 2 orang mengikutinya,” kata Gaeul.

“Bagaimana kalau sebenarnya kau hanya terpisah dari appamu?” celetuk Victoria.

Gaeul menggeleng cepat, “Aku melihatnya sendiri. Aku melihat appa ditarik masuk ke dalam mobil hitam.”

“Kau lihat plot mobilnya?” tanya Jessica.

Gaeul menggeleng, “Aku melihat mobil itu dari samping dan jauh. Tapi aku ingat salah satu penculik itu.”

Victoria langsung mengambil kertas dan pensil. “Bagaimana rupanya?”

“Aku tidak terlalu ingat. Dia tinggi. Berambut..”

Sebelum Gaeul selesai mendeskripsikan orang itu, Victoria sudah menepuk bahunya untuk menghipnotisnya. Jessica dan Yesung hanya menghela nafas panjang.

“Apa salahnya? Aku hanya ingin cara mudah,” ujar Victoria sambil memasang wajah polosnya.

>>>

“Ah, itu yang ku maksud, Kyuhyun-ah! Kau memang pintar!” seru Professor Kim sambil menatap layar komputernya dengan mata berbinar.

“Itu keahlianku, Kim~” balas Kyuhyun bangga.

“Hey, sibuk?” sapa Victoria sambil membawa secarik kertas.

“Menurutmu?” sahut Kyuhyun.

“Tidak. Jadi kau ikut aku ke ruanganmu sekarang. Terima kasih,” jawab Victoria sambil menarik tangan Kyuhyun dan membungkuk pada Professor Kim.

“Aku bingung dengan Professor Kim,” gumam Kyuhyun saat sudah diluar laboratorium milik professor Kim.

Victoria mengangkat alisnya, “Wae?”

“Nama aslinya tidak ada unsur Kim sama sekali. Kenapa dia dipanggil Kim?” tanya Kyuhyun.

“Bagaimana kau tahu soal itu?”

“Aku mencari datanya di data milik perusahaan dan negara. Sama seperti yang ku lakukan pada..” Kyuhyun menelan air liurnya dan menunduk, “Steph..”

Victoria menoleh dan menatap Kyuhyun, “Kau menyalahkan Jessica?”

“Menurutmu?”

“Kau memang menyalahkannya.”

“Dia yang menembak Steph.”

“Kau tidak tahu apa-apa, Kyu.. Sebenarnya—“

“Aku tahu! Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi! Jangan berusaha membodohiku karena itu tidak berguna, Song Qian!” potong Kyuhyun –membentak.

Victoria mendesah pelan, “Ada apa denganmu? Kenapa kau sangat tidak bisa menerima kematian Tiffany?”

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menarik nafas dalam-dalam. Mau tidak mau, Victoria ikut berhenti dan menatap Kyuhyun bingung sekaligus sendu.

“Jangan bilang kalau kau.. menyukainya..”

Kyuhyun tersenyum tipis dan menggeleng, “Ani. Awalnya aku juga mengira seperti itu. Tapi aku sadar kalau aku menganggapnya sebagai adik kecilku. Semua perlakuannya mengingatkanku dengan hubunganku dan kakakku dulu. Kami bisa sangat akrab karena suatu hal namun sedetik kemudian kami bertengkar. Bedanya, kali ini aku lah yang mengalah. Itu menyenangkan. Setidaknya aku dapat merasakan perasaan kakakku saat aku membuat onar dengannya.”

“Kau yang hanya bersamanya selama 2 bulan saja merasa seperti itu. Apalagi Sica? Apa kau tidak merasakannya? Mereka sudah bersama sejak kecil.”

“Tapi nyatanya dia berlaku seperti biasanya. Aku sudah bersikap seakan aku tidak peduli. Tapi aku muak!”

Victoria menghela nafas panjang dan menarik tangan Kyuhyun. “Lupakan soal itu. Sekarang kita pikirkan tugas kita.”

“Anak kecil itu? Tapi kantor tidak menugaskan kita untuk itu,” sahut Kyuhyun.

“Bukan kantor tapi janji kita yang menugaskan kita untuk itu,” ralat Victoria lalu mendengus.

Kyuhyun memutar matanya, “Ya terserahlah. Lalu?”

“Tadi aku menghipnotis anak itu untuk membantunya mengingat rupa penculik itu. Dan sekarang aku dapat sketsa wajahnya. Tugasmu, mencari orang yang mempunyai struktur wajah yang cocok dengan sketsa ini,” jelas Victoria sambil memberi Kyuhyun secarik kertas yang di pegang dari tadi.

Kyuhyun meliriknya, “Ok.”

“Dan jangan lupa acara upacara penghormatan terakhir pada Tiffany nanti sore,” kata Victoria sebelum pergi.

“Pasti.”

Jessica’s side.

Jessica membuka pintu mobilnya untuk Gaeul. Gaeul hanya tersenyum tipis dan masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil, Jessica memakaikannya sabuk pengaman dan menyalakan mobilnya.

“Siap?” tanya Jessica. Gaeul mengangguk cepat.

“Kemana kita pergi?” tanya Gaeul.

“Kita ke supermarket untuk belanja lalu pergi ke rumahku,” jawab Jessica.

“Bagaimana dengan Onnieku dirumah? Dia sendirian. Kasihan.”

Jessica menoleh bingung, “Sendiri?”

“Ne.” Gaeul mengangguk.

“Berapa umurnya?”

“15 tahun.”

Jessica menghentikan mobilnya dan merenggangkan tangannya, “Antarkan aku ke rumahmu.”

>>>

Mobil Jessica berhenti di depan sebuah rumah yang lumayan besar. Jessica membuka sabuk pengaman Gaeul dan dirinya. Dengan cepat, Gaeul membuka pintu mobil Jessica dan berlari masuk. Jessica berniat mengejarnya namun matanya melihat seorang remaja ditarik paksa ke dalam mobil. Mulut remaja itu di bekap oleh tangan orang yang menariknya. Jessica segera mengeluarkan Makarovnya dan menembak tangan orang itu.

“Lepaskan dia!” teriak Jessica sambil berlari menghampiri mereka.

Orang itu berusaha mempercepat gerakannya agar rencananya tidak digagalkan oleh Jessica. Jessica menembak paha orang itu lalu semua mobil. Itu berhasil melumpuhkan pergerakan orang itu. Jessica menarik remaja itu terlepas dari orang itu.

“Gwencana?” tanya Jessica. Remaja itu hanya menggeleng pelan.

“Onnie~” pekik Gaeul dari depan rumahnya.

“Gaeul-ah!” seru remaja itu sambil berlari ke arah Gaeul.

Jessica mengalihkan perhatiannya ke penculik itu. “Jangan harap kau akan baik-baik saja setelah ini.”

KCIA.

“Dari mana saja kau?” tanya Yesung saat melihat Jessica masuk ke dalam ruangan bersama Gaeul dan kakaknya.

“Dari rumah anak kecil ini,” jawab Jessica sambil mengacak rambut Gaeul pelan.

“Lalu?”

“Ku rasa ini masalah yang cukup besar.”

Yesung mengernyit, “Ne?”

“Yang diculik adalah Kim Jaejoong, programmer. Kau tahu maksudku,” jawab Jessica lalu berbalik badan. “Kalian aman disini. Jangan keluar ruangan kecuali ada yang menemani kalian dan dengan izinku. Mengerti?” Gaeul dan kakaknya mengangguk.

“Dan.. tolong ceritakan lebih lanjut tentang appamu.”

=== One Word; Family ===

“Dia bekerja sebagai bodyguard direktur perusahaan-perusahaan besar. Tapi saat aku mencari lebih detail soal pekerjaannya, sekarang dia bekerja sebagai pembunuh bayaran. Ciri khas dari pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran adalah menyiksa korban hingga mati,” jelas Kyuhyun saat foto orang yang cocok dengan gambar sang penculik muncul di layar tv touch screen itu.

Yesung dan Victoria mengangguk mengerti. Sedangkan Jessica mengerjap terkejut. Melihat itu, Yesung menghela nafas.

“Kau kenal dengannya?” tanya Yesung.

Jessica menoleh ke arah Yesung, “Yea, kami sering bertemu di tempat-tempat untuk berlatih menembak.”

“Apa kami harus ke sana?” tanya Kyuhyun ragu.

“Kau sudah tahu itu. Untuk apa kau bertanya? Kau dan Victoria. Sekarang!” perintah Yesung.

Kyuhyun berdecak kesal, “Kenapa aku dan Victoria? Kenapa tidak Victoria dan Jessica? Jessica tahu tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh orang itu. Sedangkan Victoria pintar dalam soal merayu pegawai tempat itu agar memberikan informasi.”

Vitoria terbelalak, “What? Kyu! You wanna die?!”

“Diam dan lakukan!” teriak Yesung kesal.

Kyuhyun dan Victoria segera mengambil barang yang mungkin mereka butuhkan dan berlari keluar ruangan. Sedang Jessica menatap Yesung bingung. Yesung mendesah mengerti. Dia menghampiri Jessica dan menepuk kepala Jessica lembut.

“Jangan terlalu memaksakan diri. Aku tahu kau terpukul,” ujar Yesung pelan.

Perlahan, senyuman Jessica mengembang. “Yesung, terima kasih.”

“Kau tahu? Ku kira Kyuhyun akan sangat terkejut saat melihatmu tersenyum.”

Jessica memutar matanya kesal.

>>>

Kyuhyun menghempaskan dirinya di kursi di kasir. Victoria hanya berdecak melihatnya. Sang pegawai yang menyadari kehadiran mereka, segera menyambut mereka.

“Untuk berapa orang dan jam?” tanya orang itu.

Victoria memasang senyum manisnya, “Anio. Kami hanya ingin bertanya sesuatu pada kalian.”

Orang itu mengernyit, “Mworago?”

Victoria merogoh kantung saku jas kerja resmi yang dipakai oleh Kyuhyun. Kyuhyun mendesah kesal. Victoria menarik tangannya dan memperlihatkan barang yang ia dapatkan dari kantung itu; foto orang yang mereka cari.

“Kau kenal orang ini?” tanya Victoria sambil memasang senyum manis. Kyuhyun memutar matanya jengah saat melihat senyuman itu.

Orang itu menatap foto itu sejenak lalu menatap Victoria. Dia menggeleng. “Jwoisonghamnida.. kami dilarang untuk memberi informasi tentang pelanggan kami seenaknya.”

“Kau tidak lihat jas kerja resmiku? Kami adalah agen spesial,” sungut Kyuhyun. Dia mengeluarkan kartu pengenalnya dan memperlihatkan itu pada pegawai kasir itu. “Agen spesial KCIA, Kyuhyun. Dia agen spesial Victoria.”

Pegawai itu membungkukkan badannya segera. “Ah, jwoisonghae.. aku tidak bermaksud mengganggu penyelidikan kalian. Beri waktu untuk aku mencari data tentangnya.”

>>>

Kyuhyun dan Victoria menghela nafas panjang. Akhirnya mereka mendapatkan informasi lainnya tentang orang itu. Saat diperjalanan menuju mobil mereka, Victoria membelalakan matanya. Dia menepuk Kyuhyun tidak sabar.

“Kyu, berapa nomor plat mobilnya?” tanya Victoria.

Kyuhyun membuka buku kecil yang sering ia gunakan untuk mencatat poin-poin penting dalam proses penyelidikan mereka. “KHS100X.”

Victoria menatap Kyuhyun dan menunjuk sebuah mobil dengan lirikan mata, “Bukankah itu sama dengan mobil itu?”

Kyuhyun melirik mobil yang dimaksud oleh Victoria. Dia melihat sebuah sosok di kursi kemudi. Dia mengeluarkan salsaver miliknya dan tersenyum tipis. “Ku kira kau benar.”

“Aku memang benar!” desis Victoria seraya mengeluarkan makarovnya. “Kau dari sisi kanan dan aku dari sisi kiri. Ikuti perintahku!”

Kyuhyun mengangguk cepat sebagai balasan. Mereka mulai menempati posisi. Perlahan, mereka mendekati mobil itu untuk menyergap orang itu. Victoria memberi isyarat pada Kyuhyun untuk menyergap orang itu sekarang.

“KCIA!” teriak Victoria dan Kyuhyun.

Namun orang itu sepertinya tidak terganggu sama sekali. Victoria—yang posisinya di samping pintu kemudi—membuka pintu dan mendorong orang itu dengan hati-hati. Saat melihat wajah pucat dan sedikit kebiruan, Victoria segera mendeteksi denyut nadi di sekitar lehernya.

“Tak ada gunanya kita menangkap mayat,” gumam Victoria. Kyuhyun mengerjap.

>>>

“Shim Changmin, 24 tahun. Pembunuh bayaran. Ditemukan flintlock di bawah mobil samping mobilnya yang diduga menjadi senjata pembunuhannya. Dari pistol itu, kita bisa mendapatkan sidik jarinya, Bos,” jelas Victoria saat Yesung dan Jessica datang sambil memberikan plastik khusus tempat barang bukti pada Yesung.

Yesung memakai sarung tangan karetnya dan mengambilnya. Dia mengeluarkan flintlock tersebut. Setelah memperhatikan barang itu, ia memasukkannya lagi ke dalam plastik dan memberikannya pada Victoria.

“Lalu?” tanya Yesung sambil berjalan menuju kursi kemudi.

Victoria mengikuti Yesung dari belakang. “Kami tidak bisa memberikan hal lainnya karena semua barang bukti belum sempat kami periksa lebih lanjut.”

Yesung menghela nafas dan berbalik. Ia melirik sesuatu yang berjarak 5 langkah dari belakang mobil. Ia berlari dan mengambil barang itu. Yesung memperhatikan barang itu; puntung rokok dan memasukkannya ke dalam plastik.

“Jangan lupakan ini,” kata Yesung sambil memberikan plastik itu pada Victoria.

Victoria dan Kyuhyun hanya saling melempar pandangan. Bahkan aku tidak menyadari puntung rokok itu sejak awal, pikir mereka berdua.

Kyuhyun menghampiri Yesung dan memperlihatkan layar ipadnya ke pada Yesung. “Aku sudah menyelidiki pemilik mobil ini lewat plat mobil ini. Mobil ini memang milik sang korban, Shim Changmin.”

“Itu artinya informasi kita terputus disini?” tebak Yesung. Kyuhyun mengangguk pelan.

>>>

Kyuhyun bersenandung pelan. Disampingnya, Victoria juga ikut bersenandung. Mereka mengikuti lagu yang mereka dengar lewat earphone yang tersambung dengan hpnya. Tiba-tiba Victoria menarik tangan Kyuhyun untuk berhenti.

“Apalagi? Kita tidak melewati pintu ruangan kita, kan?” tanya Kyuhyun asal.

Victoria menggeleng seraya menuju ke dalam sebuah ruangan. Di dalamnya, Jessica sedang berbicara dengan Gaeul dan kakaknya. Kyuhyun menatap Victoria bingung.

“Kau ingin tahu kenapa dia bersikap biasa walaupun orang yang paling dekat dengannya terbunuh oleh dirinya sendiri? Coba bergabung dengan mereka,” kata Victoria.

Kyuhyun mengernyit lalu menggeleng cepat. “Tidak, aku masih punya banyak tugas. Aku harus membantu Yesung untuk mencari cara membantu agen-agen lain untuk menyelesaikan tugas mereka.”

Victoria mendengus. Dia menarik Kyuhyun dan mendorong Kyuhyun masuk. Kyuhyun melirik Victoria tajam namun ia mengikuti saran Victoria. Dia mengambil duduk di kiri belakang Jessica yang sedang bersendagu sambil mendengarkan cerita Gaeul tentang Jaejoong.

“Appaku selalu memastikan segala kebutuhan dan keinginan kami terpenuhi. Dia juga tetap berusaha menghabiskan waktu dengan kami walaupun hanya sebentar,” kata Gaeul.

“Intinya dia berusaha menjadi appa sekaligus umma yang baik bagi kami sejak umma kami meninggal karena sakit keras,” timpal kakaknya –Daeun. Gaeul mengangguk menyetujui.

“Kalian benar-benar beruntung mempunyai appa sesempurna Kim Jaejoong,” gumam Jessica pelan. Kyuhyun terdiam melihat ekspresi Jessica; sendu dan terlihat lemah. Benar-benar berbeda dengan Jessica yang biasa.

“Tentu saja!” seru Gaeul. Gaeul melirik Kyuhyun dan memiringkan kepalanya bingung. “Apa yang kau lakukan disana, Ahjussi?”

Kyuhyun tersentak lalu menunjuk dirinya. “Kau berbicara padaku?”

“Ne, Ahjussi.”

“Ah, eobseo.” Kyuhyun menggaruk kepalanya—salah tingkah. Sesaat kemudian, dia menatap Gaeul horor. “Jamkan! Kau memanggilku apa? Ahjussi? Jangan memanggilku ahjussi! Panggil aku oppa!”

“Kyu, dia anak kecil. Jangan emosi seperti itu. Kau berlebihan,” cibir Jessica seraya bangkit dan menarik Gaeul dan Daeun keluar ruangan.

“Sial,” desis Kyuhyun pelan.

Kyuhyun segera berlari dan menarik Daeun agar dia, Gaeul dan Jessica berhenti. Dia menatap Daeun dan Gaeul sejenak lalu melirik Jessica yang sedang menatapnya tanpa ekspresi.

“Boleh aku meminta nomor hp Kim Jaejoong?” tanya Kyuhyun.

“Untuk apa?” Daeun balas bertanya.

“Untuk melacak keberadaannya lewat nomornya.”

Jessica menyeringai, “Aku mengerti.”

>>>

Kyuhyun menarik kursi dan duduk di kursi itu sambil menjelaskan jalan-jalan yang harus dilewati oleh timnya yang lain yang sedang dalam perjalanan menyelamatkan seorang programmer.

“Berhenti. Tepat di rumah samping kanan kalian. Masuk dengan perlahan. Sudah ku cek, rumah itu tidak memakai pengaman yang ketat. Hanya kunci manual yang dapat dibuka oleh Jessica,” kata Kyuhyun.

Dia mengambil 1 cup besar berisi kopi starbuck dan meneguknya saat melihat titik-titik yang menjadi tanda dari GPS milih Yesung mulai memasuki rumah itu dengan mudah. Dengan adanya Jessica dan Victoria, Kyuhyun yakin mereka hanya membutuhkan 1 menit untuk mengeluarkan Jaejoong dari rumah itu.

“Oppa~ Jessica onnie, Victoria onnie eoddiseo?”

Suara Gaeul membuat Kyuhyun hampir menumpahkan kopinya. Ia meletakkan kopinya di meja lalu mengangkat Gaeul agar Gaeul duduk di pangkuannya.

“Mereka sedang menyelamatkan appamu. Bersabarlah. Sebentar lagi kau bisa bertemu dengan appamu,” jelas Kyuhyun.

“Gaeul-ah~ ternyata kau disini! Kita dilarang untuk mengganggu orang lain bekerja.. ayo kembali!” seru Daeun dari pintu laboratorium milik Kyuhyun.

“Tak apa. Kalian boleh disini. Kalian bisa mendengar kabar baik secara langsung,” ujar Kyuhyun cepat.

Daeun menatap Kyuhyun dan mengerjap. Perlahan, ia melangkah masuk dan menghampiri Kyuhyun dan adiknya.

Kim Jaejoong berhasil kami selamatkan dalam keadaan pingsan. Sepertinya efek obat dan kelelahan. Tubuhnya penuh dengan luka dan memar.”

Terdengar suara dari telepon otomatis yang sudah terhubungan dengan microphone mini yang terpasang di setiap kerah para timnya. Itu suara Victoria.

“Bagaimana dengan keadaan rumah?” tanya Kyuhyun.

Kosong.”

Jaejoong pov.

Perlahan, aku membuka mataku. Benar-benar terang! Hingga akhirnya aku menutup mataku kembali. Setelah beberapa kali mataku dipaksa untuk terbuka, akhirnya mataku terbiasa dengan cahayanya. Aku mulai mengubah posisiku menjadi duduk. Shit! Kepalaku terasa seperti dihantam balok beton yang sangat keras!

“Lebih baik kau tetap tidur.”

Aku menoleh perlahan ke arah asal suara. Disana, terlihat sosok samar seorang wanita. Aku menggelengkan kepalaku—berharap bisa memfokuskan penglihatanku. Wanita itu lumayan cantik dan bertubuh proposional.

“N-nugu..” aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku. Aku merasa terlalu lemah untuk berkata sesuatu.

“Agen spesial KCIA, Victoria. Timku diminta oleh anak-anakmu untuk mencarimu dan menyelamatkanmu,” kata wanita itu—Victoria.

“Daeun.. Gaeul.. eoddiseo?” tanyaku berbisik. Aku yakin dia tidak mendengarku.

“Mereka ada ditempat yang aman. Kami pikir ini bukan waktu yang tepat untuk acara haru karena ayah dan anak-anaknya kembali bersama. Kami tidak mau mengambil resiko anak-anakmu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Itu terlalu berbahaya,” jelas Victoria panjang lebar.

“Tapi—“

“Lebih baik kau istirahat. Kami akan mengintrogasimu saat kau siap,” potong Victoria. Ugh, kenapa wanita ini tidak membiarkanku berbicara?

“Kami harap kau mau bekerja dengan kami.”

Dia berbalik badan. Saat dia meninggalkanku sendiri, entah mengapa mataku terasa berat lalu kembali tertutup.

Author pov.

Kyuhyun, Victoria dan Yesung dengan pakaian formalnya melangkah memasuki area pemakaman khusus mayat-mayat yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk membela dan melindungi negara. Di jalanan aspal, beberapa tentara sudah berbaris rapi untuk menyambut kedatangan ambulans yang membawa mayat Tiffany datang. Mereka segera bergabung ke rombongan agen KCIA yang datang.

Tak lama, ambulans itu datang. Mereka hanya bisa tersenyum getir melihat peti itu diangkat dan dimasukan ke dalam liang kubur. Terdengar beberapa kali tembakan dan nyanyian sebagai tanda hormat mengiringi beberapa orang yang mulai menutup lubang kubur itu.

“Jessica.. Where in the world are you now?” gumam Victoria pelan.

>>>

Hi~” sapa Jessica saat melihat Yesung, Victoria dan Kyuhyun memasuki ruangan mereka.

Jessica segera bangkit dan keluar dari ruangan. Namun Kyuhyun yang berada di pintu, segera menahan Jessica. Jessica menatap Kyuhyun bingung namun hanya sejenak. Setelah ia segera membuang muka. Melihat itu, Victoria ingin segera memisahkan mereka berdua karena takut Kyuhyun berbuat sesuatu pada Jessica namun di tahan oleh Yesung.

“Apapun yang terjadi, kau harus tetap mengantarnya untuk terakhir kali,” gumam Kyuhyun pelan.

Jessica menoleh ke Kyuhyun cepat. Dia mengerjap terkejut. Dia jelas mengerti siapa yang dimaksud oleh Kyuhyun. Kyuhyun malah tersenyum dan menepuk kepala Jessica.

Ada apa ini? Apa aku salah lihat.. atau memang ada yang aneh dengan Kyuhyun?, pikir Victoria sambil mengerutkan keningnya.

“Aku harus menyelesaikan tugasku. Maaf. Kalian tahu bahwa aku bukanlah orang yang ingin menyelesaikan tugasnya dengan cepat. Dan akhirnya aku berhasil mendapatkan beberapa informasi yang harus kita lakukan malam ini. Benar-benar mendadak dan persiapan yang singkat,” jelas Jessica.

Semuanya menatap Jessica bingung.

“Aku hanya berharap diantara kalian, tidak ada yang mabuk laut. Ini akan menjadi pekerjaan laut pertama kita,” lanjut Jessica.

>>>

“Tadi aku menghabiskan waktu untuk menginterogasi Jaejoong selama kalian pergi. Aku mendapatkan banyak informasi. Salah satunya saat ia disuntik obat tidur berdosis tinggi, dia masih bisa mendengar beberapa orang-orang itu membicarakan pesta peresmian kapal mewah yang baru saja selesai. Akan banyak pejabat dan orang-orang penting lainnya yang datang ke kapal itu. Kelompok mereka mengirim orang untuk menghancurkan kapal itu,” jelas Jessica.

Victoria menatap Jessica, “Maksudmu.. bom?”

“Ku kira tidak. Itu tidak mungkin. Mereka tidak mungkin membawa bom atau alat-alat untuk merakit bom. Terlalu ceroboh. Karena pasti akan terdeteksi. Mungkin mereka akan merusak mesin-mesin kapal,” kata Yesung.

“Kau.. sepertinya menurutmu mereka adalah orang yang sangat teliti,” desis Kyuhyun.

“Mereka memang orang teliti.”

Semua orang di ruangan itu menoleh ke arah pintu ruangan mereka. Kyuhyun dan Victoria terbelalak melihatnya. Tentu saja. Sosok Wooyoung lah yang mereka lihat. Semuanya menatap Jessica seakan tahu bahwa dia lah yang mengundang orang yang sekarang berstatus sebagai tahanan KCIA itu.

Jessica menghela nafas kasar dan menggigit bibirnya. “Aku merasa ini berhubungan dengan Wooyoung. Karena Jaejoong bercerita bahwa orang-orang yang menculiknya itu juga pernah mendatanginya untuk meminta program yang sedang ia kerjakan. Saat ditanya alasan mereka meminta program itu, mereka menjawab—“

We need it to against the time as a God and devilFor killing and trying to raise the dead,” lanjut Wooyoung –memotong kata-kata Jessica.

Jessica mengangguk. “Persis dengan Jaejoong.”

Wooyoung menghampiri mereka. “Itu adalah tujuan utama kami.”

Kyuhyun mendesis. “Jadi?”

“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya mereka rencanakan. Tapi berhati-hatilah. Melepaskan seorang Jaejoong dengan mudah, itu bukan cara kerja mereka. Apalagi sampai Jaejoong mendengar sedikit dari rencana mereka. Sudah kemungkinan besar kalau ini adalah jebakan,” tandas Wooyoung.

Yesung bangkit dan berlari keluar ruangan. Semua orang hanya diam menatap kepergian Yesung. Tak lama, Yesung kembali.

“Kyuhyun! Kenapa kau masih diam disana?” bentak Yesung.

“Uh, oh.” Kyuhyun segera mengambil tasnya dan berlari menghampiri Yesung. Begitu pula dengan Victoria dan Jessica.

“Aku hanya memanggil Kyuhyun!” bentak Yesung lagi.

Victoria dan Jessica kembali duduk. Sedangkan Wooyoung menutup mulutnya untuk menahan tawanya. 2 wanita itu melirik Wooyoung tajam.

>>>

Kyuhyun mensejajari langkahnya dengan Yesung. Dia mengernyit saat mereka malah menuju tempat Jaejoong di rawat.

“Apa yang kita lakukan disini?” tanya Kyuhyun.

“Meminta pertolongan Jaejoong.”

Kyuhyun hanya mengangguk. Dia memutuskan untuk menunggu mereka diluar ruangan. Dia menarik nafas dalam.

“Kau masih memikirkan soal Tiffany?”

Suara Yesung membuat Kyuhyun melompat kaget. Dia menatap Yesung bingung.

“Kau tahu? Sebenarnya kita dilarang mempunyai hubungan dengan musuh maupun rekan kerja. Itu sebabnya tidak ada satu orangpun yang mempunyai anggota keluarga yang juga bekerja disini. Tapi rasanya di timku, peraturan itu tidak berlaku,” gumam Yesung. Kyuhyun memilih diam.

“Kita seperti keluarga. Itulah yang ia inginkan. Ini cukup lucu! Dia menganggapku ayahnya. Sedangkan yang lain dianggap kakak. Apa aku setua itu?” lanjut Yesung.

Kyuhyun memutar matanya. Dia tidak mengira seorang Yesung dapat mendramatisir sesuatu. “Ne, kau tua!”

“Kau tahu? Ku rasa kau memang pantas dipanggil Gyunnie. Kau itu dekat tapi juga jauh. Manis tapi juga nakal,” kata Yesung.

Kyuhyun mengernyit,  dia tahu?

“Semua nama dari Tiffany mempunyai arti tersendiri. Dan dari sana, kita bisa tahu seberapa dekat hubungan kita dengannya. Dia pernah bercerita padaku. Panggilan itu memang cocok denganmu. Gyunnie. Sekilas itu dekat dengan Kyuhyun. Itu artinya sekilas hubungan kalian terlihat dekat. Tapi arti Gyunnie bukanlah Kyuhyun. Itu sangatlah jauh. Kau pasti mengerti maksudnya.”

Kyuhyun memikirkan kata Yesung itu dengan keras.

>>>

Yesung, Kyuhyun dan Jaejoong masuk ke dalam ruangan khusus nahkoda dan awak kapal bagian kapal dek. Banyak layar-layar yang tersambung dengan kamera-kamera tersembunyi di ruangan pesta yang sengaja dipasang oleh awak kapal untuk memenuhi persyaratkan kelayakan kapal.

“Ada beberapa kamera tersembunyi didalam kabin kapal. Kyuhyun, kau di ruangan ini bersama Jaejoong. Tugasmu adalah menemani Jaejoong sementara Jaejoong mencari orang-orang menculik dan menyiksanya di layar komputer. Mengerti?” jelas Yesung.

Kyuhyun mendesah pelan. “Mengerti.. tapi apa kau yakin meninggalkan Jessica dan Victoria di kantor untuk menemani Daeun dan Gaeul adalah pilihan yang tepat? Dan mengganti mereka dengan beberapa agen spesial lainnya?”

Yesung mendesah pelan. Jarinya mengetuk meja dengan tidak sabar. Terlihat ia sedang berpikir keras. Jaejoong tersentak saat Yesung menatapnya tajam.

“Kau pasti merasa ada yang salah, kan?” tanya Yesung.

Jaejoong terdiam. Tak lama, dia mengangguk.

“Apa aku atau anak buahku perlu menemani kalian disini?” tawar sang nahkoda.

Yesung menggeleng. “Lebih baik biarkan mereka berdua di ruangan ini agar mereka dapat berkonsentrasi. Lagipula kedua orang ini ahli soal teknologi. Jadi peralatan disini tak mungkin rusak. Percaya padaku.”

>>>

Heechul membuka pintu ruangan salah satu tim terbaiknya itu. Terlihat Victoria sedang mengajari Daeun dan Gaeul sebuah sulap sederhana. Sedangkan Jessica tertidur di mejanya sambil memegang pistolnya. Heechul meringis pelan melihat Jessica seperti itu.

“Hei, Direktur!” sapa Victoria yang menyadari kehadiran Heechul.

“Kenapa kalian disini? Tidak pergi bersama Yesung, Kyuhyun dan agen lainnya?” tanya Heechul.

“Yesung melarang kami.”

“Yah, sepertinya akan berbahaya untuk kalian. Memang ada saatnya seorang pria ingin melindungi wanita dengan cara melarang mereka. Jangan merasa direndah—“

“Ya, Kim Heechul! Apa kau lupa siapa kami?” potong Victoria –mendesis. “Bukan karena Yesung ingin melindungi kami. Tapi kali ini dia ingin menangkap tersangka dalam keadaan hidup.”

Heechul tertawa. “Oh yea, aku lupa. Harusnya kalian masuk ke daftar wanita cantik paling berbahaya di dunia!”

Victoria memutar matanya. Sedangkan Daeun dan Gaeul menatap Heechul dan Victoria bingung.

Okay.. ayo kita lanjutkan. Sampai dimana tadi?” seru Victoria.

“Vic, ku dengar.. tadi Wooyoung datang ke sini,” gumam Heechul yang sudah berada di samping Victoria dengan tiba-tiba. Victoria menutup mata dan menahan nafasnya karena kaget.

“Berhentilah mengagetkanku, Direktur Kim!” kesal Victoria.

“Hei~ kenapa Wooyoung ke sini?” tanya Heechul merengek –menghiraukan kekesalan Victoria.

“Karena kita berhadapan kembali dengan kelompoknya.”

Heechul mengerjapkan matanya saat mendengar itu.

“Lalu kenapa aku tidak di ajak?” gerutu Heechul.

“Sadarlah kalau kau sudah menjadi direktur sekarang, Kim Heechul! Bukan tugasmu lagi!” tukas Victoria kesal.

“Aish! Kalian berisik sekali!” gerutu Jessica yang terbangun dari tidurnya.

Heechul menyeringai, “Aku penasaran seberapa berisikkah kita hingga membuatmu terbangun.”

Jessica memutar mata lalu menguap. Dia kembali menyandarkan kepalanya di atas tangannya yang terlipat manis di atas mejanya. Tak lama, Jessica mengubah posisi kepalanya menjadi bersendagu.

“Bosan. Victoria, kau mau ikut denganku?” seru Jessica.

“Bagaimana dengan Daeun dan Gaeul?” balas Victoria.

“Kita bukan babysitter mereka. Lagipula, sekarang sudah bukan jam kerja. Antarkan saja mereka ke ruangan mereka,” sahut Jessica.

Victoria jelas tahu ruangan apa yang dimaksud Jessica. Ruangan itu adalah ruangan khusus yang disiapkan KCIA untuk para saksi mata yang keselamatannya terancam kalau dibiarkan berkeliaran bebas.

“Tapi..”

“Kalian sudah mengantuk, kan? Ini sudah jam 9 malam,” tanya Jessica pada Daeun dan Gaeul.

Daeun dan Gaeul saling melempar tatapan bingung. Jessica tersenyum manis pada Heechul.

“Shireo, Sica-ya.. shireo!” tegas Heechul yang mengerti maksud Jessica.

“Direktur KCIA yang baik dan terbaik~ besok kita akan pergi ke salon bersama. Eotteo?” rajuk Jessica.

Heechul menghela nafas panjang. “Baiklah. Biarkan kedua anak kecil ini bersamaku.”

“Gaeul-ah, Daeun-ah.. baik-baik disini bersama Heechul ahjussi. Kami pergi untuk sesuatu,” pamit Jessica.

“Ahjussi? Sial! Aku tidak setua itu!” gerutu Heechul pelan. Jessica hanya tersenyum sinis mendengarnya.

Victoria dan Jessica mengambil tas mereka lalu keluar dari ruangan.

“Kau tahu, Victoria? Aku masih penasaran dengan anak-anak itu,” gumam Jessica.

Victoria menoleh, “Uh?”

“Tentang keluarga. Aku penasaran. Apa itu yang dinamakan keluarga?”

Victoria menggaruk kepalanya karena tidak mengerti.

>>>

Yesung bergabung dengan 3 agen pria lainnya di dalam ruangan pesta dengan pakaian formal. Bersamaan dengan itu, kamera mulai diaktifkan. Kyuhyun memberikan segelas es kopi pada Jaejoong.

Stay calm and focus,” kata Kyuhyun. Jaejoong mengangguk.

“Kamera-kamera tersembunyi ini memiliki sudut mati. Dan ada seseorang yang sudah sekitar 5 menit, tetap diam di titik mati itu. Minta pada Yesung untuk menggiring orang itu ke tempat yang tertangkap kamera,” bisik Jaejoong.

Kyuhyun mengangguk dan mengatakan itu pada Yesung lewat microphone yang terpasang di dekat mulutnya.

“Arah pukul 4 dari Yesung. Yang memakai kemeja merah dan dasi hitam garis-garis,” gumam Jaejoong.

Kyuhyun segera mengatakan itu pada Yesung. Dan segera, seorang agen menghampiri dia untuk mengawasi dari dekat.

“Pelayan pria yang berambut panjang itu. Di meja bundar tempat wine,” kata Jaejoong lagi.

“Wow, kau cepat.” Kyuhyun berdecak kagum. Ia segera mengatakan itu pada Yesung.

“Kyuhyun-ssi..” gumam Jaejoong yang masih fokus ke layar.

“Ne?” sahut Kyuhyun.

“Kita.. benar-benar dijebak.”

“Mwo?!”

Jaejoong menoleh cepat dan menatap Kyuhyun tajam. “Kita dijebak! Mereka sudah tahu siapa saja agen KCIA yang berada di ruangan itu dan mengawasi mereka! Bahkan 3 orang tamu sudah memegang pistolnya!”

Kyuhyun menahan nafasnya. Dengan panik, dia segera memanggil Yesung. “Bos.. Bos. Lebih baik kalian keluar dari ruangan itu sekarang. Kalian di jebak!”

Okay.. semua sudah dengar? Keluar dengan normal!

Satu per satu agen mulai keluar dengan tenang seakan tidak terjadi apapun.

“Sekarang kita pergi dari sini. Sepertinya para undangan adalah komplotan mereka,” ajak Jaejoong. Kyuhyun mengangguk.

“Tidak semudah itu..”

Jaejoong dan Kyuhyun menoleh ke belakang mereka. Disana, sekitar 4 orang mengarahkan pistol mereka ke Jaejoong dan Kyuhyun.

Shit! Baru kali ini aku berharap kehadiran Victoria atau Jessica disini, batin Kyuhyun.

>>>

“Jessica.. kau kira usulanmu ini benar? Bagaimana jika Yesung malah menghukum kita?” gumam Victoria ragu.

“Kau ingin mengikuti usulanku atau tidak, itu hakmu. Setidaknya tanganku sudah gatal untuk mengarahkan SVD Dragunov atau setidaknya makarovku ke seorang penjahat,” sahut Jessica seraya membuka pintu mobil Victoria.

“Sica!”

Jessica mengerang lalu merunduk agar Victoria yang masih di dalam mobil dapat melihatnya. Dia mendengus pelan sedangkan Victoria meringis pelan.

“Kau yakin—“

“Sangat yakin!” potong Jessica.

“Baiklah. Aku juga merasa ada yang aneh karena kapal itu sama sekali tidak berlayar,” sahut Victoria.

“Astaga, Vic! Ada apa denganmu? Itu semua karena adanya pesta peresmian! Tak mungkin kapal itu berlayar!” bentak Jessica.

Pikiranku sudah benar-benar kacau sekarang. Astaga!, runtuk Victoria dalam hati. Dia mengacak rambutnya frustasi.

Victoria segera keluar dari mobil dan berlari mengikuti Jessica yang terlebih dahulu pergi menuju kapal itu.

>>>

Kyuhyun dan Jaejoong menghela nafas panjang sambil mengatur nafas mereka. Beberapa langkah dari mereka, para penjahat itu sudah terkapar tak sadarkan diri. Kyuhyun mengambil tambang yang tersedia di gudang di dalam ruangan itu. Jaejoong dan Kyuhyun mulai mengikat tangan dan kaki orang-orang itu.

“Bersyukur ada es kopi dan kursi dengan kaki besi ini,” desah Jaejoong.

“Salah mereka sendiri yang berani menyerang dua orang jenius ini,” gumam Kyuhyun lalu menyeringai.

“Ternyata ada keuntungannya menjadi gamer,” tambah Kyuhyun yang diangguki oleh Jaejoong.

Tiba-tiba terdengar desisan dari earphone penangkap gelombang suara yang dipakai oleh Kyuhyun. Kyuhyun mendesah pelan karena sadar tugasnya belum selesai. Dia mengambil air dan mengguyurkannya ke wajah salah satu penjahat itu hingga ia terbangun.

“Satu pertanyaanku. Jawab atau hidupmu dan keluargamu tidak akan selamat,” ancam Kyuhyun.

“Uh?” sahut orang itu dengan suara sangau karena belum sepenuhnya sadar.

“Siapa saja anggotamu di ruangan pesta itu?” tanya Kyuhyun.

“6 orang. 2 pelayan dan 4 tamu.”

Kyuhyun menoleh ke Jaejoong. “Sedikit, uh?”

“Ajak semua orang itu keluar dari kapal. Mudah, kan?” usul Jaejoong.

“Coba kau perhatikan baik-baik. Apa disana masih ada orang-orang yang menculikmu?” kata Kyuhyun.

Jaejoong yang tadinya membungkuk di samping Kyuhyun pun akhirnya kembali ke posisi awalnya. Dia memperhatikan semua layar.

Jaejoong mengerang kesal, “Sudah ku bilang! Layar ini punya sudut mati!”

“Ku kira beberapa orang mengikuti Yesung dan yang lainnya keluar. Jadi rasanya aman jika kita memeriksanya langsung ke ruang pesta,” seru Kyuhyun.

>>>

“Tolong perlihatkan undangannya,” kata seorang wanita yang bertugas menjadi resepsionis.

Jessica mendesah pelan. Dia mengeluarkan pengenalnya tanpa mengucapkan apapun. Melihat itu, dia dan Victoria diperbolehkan masuk oleh sang resepsionis. Mereka segera masuk ke dalam ruangan pesta dan menyatu dengan para tamu sambil mencari rekan kerja mereka.

“Mereka benar-benar pergi ke sini, kan?” tanya Jessica. Victoria mengangguk pelan.

“Jadi dimana mereka?” tanya Jessica lagi. Kali ini Victoria mengangkat bahunya.

“Ah, itu Kyuhyun dan Jaejoong!” bisik Jessica sambil menunjuk Kyuhyun dan Jaejoong yang baru saja memasuki ruangan dengan gerakan matanya dan kode bibirnya.

“Kemana yang lain? Kenapa Jaejoong diperbolehkan keluar? Bukannya itu berbahaya?” tanya Victoria berbisik.

Jessica melirik Victoria dan mendesis. “Aish. Mollayo.”

Victoria dan Jessica memutuskan untuk memperhatikan 2 pria itu dari jauh –walaupun perlahan, mereka mendekati mereka. Tak lama Jaejoong berlari tiba-tiba dan disusul oleh Kyuhyun. Victoria dan Jessica segera mengikuti mereka.

Ternyata Jaejoong mengejar seseorang yang berlari ke arah ruangan mesin. Jessica dan Victoria memilih jalan memutar untuk mencegat orang itu dari dua arah.

“Oh sial! Kemana mereka?” desis Jessica kesal.

Victoria menggenggam tangan Jessica erat. “Tenanglah dan usahakan jangan berkata apapun. Mengerti?”

Jessica mengangguk. Setelah itu Victoria menarik tangannya. Jessica hanya mengikuti Victoria. Saat mereka tiba di dekat mesin uap, mereka melihat Jaejoong tertangkap oleh orang itu. Pistol orang itu mengacung ke arah kepala Jaejoong. Sementara Kyuhyun tidak diketahui dimana. Victoria dan Jessica mendekati mereka dari belakang.

Saat Victoria ingin membuat orang itu tidak sadarkan diri, seseorang menembak lengannya. Untunglah dengan cepat, Jessica memukul orang itu hingga orang itu melepaskan Jaejoong. Jessica segera merebut pistol orang itu dan mencari orang yang menembak Victoria tadi. Sedangkan orang itu sudah pingsan karena dipukuli oleh Jaejoong.

Saat mendengar suara kaki yang berlari, Jessica segera menarik pelatuk dan memperhitungkan waktu yang tepat untuk menembak.

“Kkabjagi!” teriak Jessica frustasi karena ternyata orang itu adalah Kyuhyun. “Kau benar-benar berhasil mengagetkanku!”

“Victoria..” gumam Kyuhyun saat melihat lengan Victoria berdarah.

“Ah!” Jessica teringat kembali. “Hati-hati! Tadi ada yang menembak Victoria. Mungkin itu komplotannya!”

Kyuhyun menggeleng. “Bukan. Itu aku.”

3 orang itu menatap Kyuhyun kaget.

===천사 Team===

part ini emang payah. judul jadi ga nyambung XDD dan sesi tanya bertanya(?) dibuka karena saya sadar diri kalo part ini membingungkan bahkan sangat aneh -_-

mian komen kemarin ga dibales. itu semua karena mood saya lg ancur u.u

Preview chapter 3, —The Past—

“Semua dimulai dengan pertama. Tidak ada yang lain ke sepuluh atau seratus.”

“Aku ingin timku sendiri. Dan aku sendiri yang mencari mereka.”

“Ppani! Jangan percaya dengan mereka! Ayo pulang. Kim ahjumma pasti sudah menunggu kita.”

Advertisements

15 responses to “천사 Team Chapter 2 — One Word; Family

  1. kyaaaaaaaaaaaaaa seru seru
    aku gak nyangka yang nembak tiffany jessica >>\\
    yesung dan jessica tokoh yang misterius disini bikin penasaran
    lanjutkan ya unnie…
    semangat
    aku tunggu updatenya lagi

  2. Chingu…ceritanya keren!jadi penasaran part selanjutnya! eh itu vic umma kenapa jadi kayak orang linglung gitu y?perasaan yg stress jessica deh hehehe…
    tiffany hidupin lagi donk… *emang bisa?*hihihi…

  3. kerenn!!! 10 jempol deh buat ceritanya ^^
    tp sayang banget tiff uda nggak ada 😥
    kalo bisa karakter tiff dihidupin lagi yaa thor.. suka banget sama partner kyu-tiff di chapter sebelumnya 😛
    pokoknya ditunggu postingan selanjutnyaaa.. gamshaa ^^

  4. ini demi apa ff kamu keren bangeeeettt xD masih ada beberapa typo tapi hanya sedikit dan masih bisa di mengerti, sesi tanya? baiklah~ kalau di pikir2 semua cast di sini misterius ya-___-v jujur aku masih penasaran sama Heechul.__. dan prof. Kim bikin aku penasaran sama dia, siapa dia? sejauh ini masih nebak2 sendiri kkkk~ dan Jessica sama Vic juga, masa mereka gatau apa itu ‘keluarga’ kalo gatau, mereka lahir dari mana coba-_- hehehehe, Kyuhyun juga! kenapa dia pake salah nembak? jadi kena bahu Vic deh… eh salah nembak ga sih? dan dari awal aku suka sifatnya Yesung~ dia dewasa banget =)) sayang banget ya Tiff udah gada, padahal akunya ngarep ada scene menggeledah mayat gimana cara dia nyari tau bukti dari si mayat itu, haduuuh jadi pengen jadi ahli forensik-_- *lho? part 1 dan 2 sangat memuaskan~~ di tunggu kelanjutanya 😉

    • haha maaf soal typo -_-v
      bakalan ada penjelasan tentang semua cast di ff ini kok. soal vic sama sica yg ga tau soal keluarga juga bakal dijelasin. tapi mungkin itu ga dijelasin di cerita utamanya -.-v
      haha, soal salah tembak itu bakal dijelasin di selanjutnya~
      tah itu, maunya sih pertahanin Tiffany. tapi dari dulu ga bisa make banyak cast, jadi mau ga mau harus mengeliminasi salah satu deh ._.

      • haduuuuh jadi ga sabar nunggu part selanjutnya dan selanjutnya hehehehe, iya sih bikin ff yang banyak castnya itu rada ribet-___-v kkkk~

      • semangat buat yg menunggu \^o^/
        iya sangat amat ribet. sungguh -_- makanya saya suka penasaran sama author yg bisa buat ff dengan banyak cast

      • iyaaaaaa bener banget, aku pernah baca ff yang main castnya 24 orang -kalo ga salah- awalnya males baca tapi karena penasaran akhirnya baca juga, dan itu bikin imajinasi aku jalan xD sebenernya kita bisa aja bikin ff yang castnya banyak asal cara penyampaian kita dan tata bahasa kita mudah di pahami oleh para reader muehehehe

      • iya bener. ada beberapa author yg bisa ngelakuin itu. tapi lebih banyak lagi yg gagal saat buat banyak cast. bener-bener deh ~.~

  5. Ya ampun kyuppa polos banget deh di bagian terakhir
    Kasian vict eonni di tembak sma kyuppa sabar y eonni pasti kyuppa ngak sengaja nembak soalnya dia mau lindungin jaeppa n,n

    Aku suka ceritanya seru aku tunggu part selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s