Because of You (Series) Chapter 2

Author : Lee Hyura

Title : Because Of You

Rating : PG

Length : Series

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SNSD Sunny

–          SNSD Taeyeon

–          F(x) Victoria

–          2PM Nickhun

–          2PM Taecyeon

–          SJ Leeteuk

–          SJ Eunhyuk

===BecauseOfYou===

 

Victoria pov.

 

Aku membuka mataku perlahan lalu mengerjapkannya karena mataku tidak berhasil langsung beradaptasi dengan cahaya di tempatku berada. Saat mataku berhasil beradaptasi, aku memutar mataku ke sekeliling ruangan. Tempat ini… asing. Sangat asing!

 

Aku tersentak mendengar pintu ruanganku ini terbuka namun tertutup kembali dengan cepat. Ah, mengagetkanku saja!

 

“Hyung~ dia sudah sadar!” aku mendengar seseorang berteriak dengan histeris. Oh ayolah~ aku masih butuh istirahat.. dasar orang tidak tahu sopan santun!

 

Pintu ruanganku terbuka dan memperlihatkan 2 namja dan seorang yeoja manis. Aku mengerjap sesekali sambil menatap mereka bingung. Sedangkan mereka menatapku dengan tatapan senang. Hey~ ada apa ini?

 

“Kau sudah sadar rupanya,” ucap seorang namja sambil tersenyum. Senyumannya menghasilkan lesung pipit yang unik. Itu membuatnya terlihat manis.

 

“Ne? Kenapa aku ada disini?” bingungku sambil bangkit untuk duduk. Gadis yang bersama dia segera berlari menghampiriku dan membantuku.

 

“Kami menemukanmu tergeletak tak sadarkan diri di jalanan yang sepi. Kami takut kau di apa-apakan oleh orang yang mabuk. Akhirnya kami putuskan untuk membawamu ke rumah kami,” jelas namja yang lain.

 

Aku langsung teringat kejadian sebelum aku pingsan. Saat itu aku sibuk mencari pekerjaan tapi tidak satu perusahaan pun menerima lamaranku. Tinggal di kota asing dengan hanya berbekal uang pesangon yang aku dapatkan setelah aku mengundurkan diri dari perusahaan tempatku bekerja sebelumnya hanya bisa membiayai hidupku selama 1 setengah bulan. Dan malam itu, aku benar-benar kehabisan uangku.

 

Ah, andai orangtuaku tidak memaksaku untuk menikah, aku tidak mungkin mengundurkan diri dari perusahaan tempatku bekerja dan kabur keluar kota. Padahal posisiku sedang bagus-bagusnya dan ada rumor kalau aku akan naik jabatan karena pekerjaanku selalu memuaskan. Tapi.. aku kehilangan itu semua sekarang. Haha.. aku benar-benar hebat!

 

“Ah, aku sudah membuatkanmu makanan. Ku rasa kamu harus makan sekarang. Wajahmu pucat,” perintah gadis manis yang ada di sebelahku sambil memberiku nampan berisi makanan. Dia memaksaku untuk memakannya.

 

“Ok, aku bisa memakannya dengan tanganku sendiri. Gomawo,” kataku sambil merebut sendok lembut dari tangan gadis itu.

 

“Jadi.. siapa namamu?” tanya lelaki yang mempunyai lesung pipi yang unik itu.

 

“Song Qian. Tapi kalian bisa memanggilku Victoria,” jawabku dengan senyum.

 

“Song Qian? Namamu asing,” gumam pria berambut pirang.

 

“Memang. Aku berdarah China,” sahutku saat selesai mengunyah suapan pertama.

 

“Jinjjayo?” pekik gadisnya. Ya tuhan~ gadis ini benar-benar ramai! Akhirnya aku hanya membalasnya dengan anggukan.

 

Sunny pov. 

 

Hari ini aku meminta Jessica untuk menggantikan tugas mengajarku. Ada hal yang perlu aku selidiki hari ini. Yap, hari ini aku akan menjadi detektif selama sehari. Haha.. Aku memulai penyelidikanku dari TKku.

 

“Sunny-ah~ hwaiting!” seru Jessica memberikanku semangat saat melihat mobil yang aku akan buntuti datang mengantarkan anaknya. Yap, itu mobil Taecyeon.

 

Aku segera berlari ke mobilku dan menyalakannya. Setelah memberikan salam kepada semua murid-muridku, aku segera membututi mobil Taecyeon. Jujur saja aku penasaran dengan alasannya selalu terlambat menjemput Yoobin selama seminggu ini. Entah mengapa alasannya bukanlah sebuah proyek besar hingga ia begitu sibuk.

 

“Eotteo?” tanya Jessica lewat telepon saat aku lapor kepadanya bahwa aku sampai di depan kantornya.

 

“Dia pergi ke kantor,” jawabku.

 

“Nah.. benar kan apa kataku? Khawatirmu berlebihan, Sunkyu-ya,” cibirnya.

 

“Ya!! Jangan memanggilku Sunkyu!!” bentakku –agak berteriak.

 

“Ne~ mianhae..”

 

3 hours later..

 

Aku masih menungguinya di depan kantornya. Err.. lebih tepatnya di sebuah toko sederhana lah aku berdiam diri. Menyelidiki seseorang pasti menguras pikiran dan tenaga, serta uang. Jadi aku berdiam diri disini dengan ditemani segelas ice lemon tea dan dokbokki.

 

“Omo.. omo.. omo..” aku langsung panik melihat mobil Taecyeon keluar dari parkiran.

 

Aku segera memberikan uang pada penjual dari berlari ke mobilku. Aku segera mengikutinya lagi dengan jarak yang cukup jauh. Argh, semoga aku tidak kehilangan jejaknya.. AMIN!

 

>>>

 

Entah kemana mobil Taecyeon mengarahkan mobilku pergi. Yang pasti tempat ini sangat tenang. Jauh dari hiruk pikuk kota Seoul. Aku ingin mencari tahu tapi mataku tetap terpaku pada mobil Taecyeon. Salah-salah, aku terpisah dari Taecyeon dan tak bisa keluar dari sini. Oh tidak!! Bagaimana keluargaku? Bagaimana dengan murid-muridku? Pasti mereka akan menangis darah mendengar aku menghilang.

 

Akhirnya mobil itu berhenti di dalam sebuah pemakaman. Ok, aku mulai merasa takut jika ia pergi ke tempat ini. Ah.. apa dia kesini untuk belajar ilmu hitam? Aish! Aku tidak akan membiarkannya berbuat yang tidak-tidak!

 

“Aigoo..” desahku pelan sambil memarkirkan mobilku di dekat mobilnya.

 

Aku keluar dari mobil dan berlari mengejarnya karena sosoknya sudah jauh meninggalkanku. Aku lihat dia berhenti di sebuah makam. Dia duduk di samping makam itu dan mulai bercuap-cuap. Aku memperlambat laju lariku dan melirik batu nisan.

 

“Kkabjagi!” pekikku tak percaya yang membuat Taecyeon menoleh cepat ke arahku.

 

Author pov.

 

Jessica menggeram pelan karena Sunny dan Taecyeon belum juga datang. Sudah 1 jam lewat dari jam pulang TK itu. Akhirnya ia memutuskan untuk membawa Yoobin ke rumahnya.

 

“Onnie~ rumahmu bagus,” komentar Yoobin yang ada di gendongan Jessica.

 

Jessica terkekeh sambil membuka kenop pintu rumahnya, “Gomawo.”

 

“Esseo wesseo, Sica-ya,” sapa Eun ahjumma. Walaupun Jessica baru bertemu dengan Eun ahjumma 5 hari yang lalu, Jessica meminta agar dipanggil dengan panggilan informal.

 

“Ne, ahjumma.” Jessica tersenyum tipis sambil menurunkan Yoobin. Ia mengganti sepatunya dengan sendal rumah sedangkan Yoobin tidak memakai sendal karena tak ada sendal di rak sepatunya yang muat dengan kaki Yoobin yang mungil.

 

“Siapa anak itu?” tanya Eun ahjumma sambil menggandeng Yoobin ke ruang tengah.

 

“Dia salah satu muridku, ahjumma,” jawab Jessica sambil mengikuti mereka.

 

“Dia cantik. Omona~ manis sekali! Jika kau dan Nickhun punya anak perempuan nanti, pasti secantik dia,” seru Eun ahjumma.

 

“Yap, Ummanya tak kalah cantik darinya,” sahut Jessica sambil tersenyum.

 

“Onnie tahu bagaimana Ummaku?” tanya Yoobin.

 

Jessica terhenyak. Ia menyesal telah mengatakan itu. “Aku ke ganti baju dulu ya,” pamit Jessica secepatnya.

 

“Onnie~” panggil Yoobin merengek. Namun Jessica tidak meresponnya.

 

“Baboneun Sica.. bukankah Taecyeon sudah bilang untuk jangan membicarakan Ummanya di depan Yoobin? Ugh,” gumam Jessica kesal.

 

>>>

 

Nickhun menghempaskan tubuhnya di sofa dan menyalakan televisi. Sebenarnya ia menyalakan tv hanya untuk melihat pasar saham yang ada di channel khusus bisnis. Setelah itu ia masuk ke ruang kerjanya.

 

Pintu ruang kerjanya di ketuk tak lama setelah Nickhun menghempaskan tubuhnya di sofa ruang kerjanya. Dia mendesah pelan. Pasti Jessica!, tebaknya. Namun ternyata salah. Eun ahjumma lah yang masuk dengan membawa nampan berisi minuman dan makanan.

 

“Sica menyuruhku memaksamu memakan dan meminum semua ini untuk kesehatanmu. Dia juga memintaku untuk memaksamu untuk langsung tidur saat selesai makan dan minum semua ini. Ini wajib!” terang Eun ahjumma.

 

Nickhun menatap nampan itu dan terkekeh pelan. Dasar yeoja itu.., gumamnya dalam hati. Dia mengambil nampan itu dan mulai menuruti pesan Jessica.

 

“Lalu, Jessica izin keluar dan mungkin baru pulang larut malam,” lanjut Eun ahjumma.

 

Nickhun mendongak, “Ne??”

 

>>>

 

“Untuk pertama kalinya.”

 

Nickhun membaringkan tubuhnya di kasurnya dan Jessica. Dia menghela nafas panjang. Ini pertama kalinya ia tidur di kasur itu setelah menikah dengan Jessica. Biasanya ia akan tidur di sofa ruang kerjanya dan masuk ke kamar ini hanya untuk berpakaian.

 

Saat ia ingin memejamkan mata, suara ringtone yang nyaring membuat matanya terbuka lagi. Ia mencari asal suara itu. Itu handphone Jessica.

 

“Aigoo.. dia lupa membawa Hpnya. Bodoh..” gumam Nickhun pelan. Di layarnya, tertera nomor yang meneleponnya. Dari nomor yang tidak di kenal. Nickhun segera menjawabnya.

 

“Yoboseyo..” tapi tidak ada yang menjawab. Nickhun kembali memberi salam tapi tetap tak ada jawaban dan malah di matikan.

 

“Ah, aneh! Jessica harus ganti nomor. Kali saja orang itu ingin menerornya,” gerutu Nickhun kesal.

 

>>>

 

“Taeyeon-ssi~ apa aku boleh keluar dari kamar? Aku bosan di kamar. Lagipula aku bukan orang yang mempunyai penyakit parah. Aku hanya pingsan selama sehari semalam saja,” ujar Victoria –memelas pada yeoja manis yang akhirnya dia tahu kalau namanya adalah Taeyeon.

 

“Aku sih membolehkannya tapi belum tentu dengan namja-berhati-keibuan itu,” balas Taeyeon sambil duduk di kasur –disamping Victoria.

 

“Victoria-ssi~”

 

Victoria menoleh, “Ne?”

 

“Kau kan orang China tapi kenapa fasih berbahasa hangul?” tanya Taeyeon dengan mata bulatnya.

 

“Aku sudah tinggal di Korea selama bertahun-tahun. Tentu saja aku fasih. Lagipula, kalau tidak Korea, bahasa Asia mana lagi yang aku bisa? Sebelumnya kan aku hanya bisa berbahasa Inggris,” jelas Victoria.

 

“Ah.. arasso..”

 

“Err.. boleh aku tanya sesuatu?”

 

Taeyeon mengangguk mantap, “Ne. Mworago?”

 

“Kau tinggal disini atau bagaimana? Sejak aku bangun sampai sekarang, kau hanya disini.”

 

Taeyeon tersenyum tipis, “Ani. Aku punya rumah sendiri pastinya. Tak mungkin aku tinggal dengan 2 orang yang kepribadian.. err…”

 

“Apa maksudmu, Taeyeon-ah?” sentak seseorang yang membuat Taeyeon terhenyak.

 

Taeyeon memutar badannya mengarah ke orang itu, “Jungsoo oppa~” Taeyeon memasang senyum seinnocent mungkin pada namja yang mempunyai lesung pipi unik itu.

 

“Ayo lanjutkan kata-katamu tadi, Tae,” tantang namja berambut pirang –Hyukjae.

 

“Shireo~” pekik Taeyeon sambil bersembunyi dibalik Victoria. Victoria hanya terkekeh pelan.

 

“Err.. Jungsoo-ssi..” panggil Victoria ragu.

 

“Ne?” perhatian Jungsoo beralih ke Victoria.

 

“Boleh aku pinjam teleponmu?”

 

“Untuk apa?”

 

“Untuk menelepon adikku di Seoul,” jawab Victoria pelan.

 

“Untuk apa? Memang Hpmu mana?” sambar Hyukjae.

 

“Hpku.. ada di rumah. Tertinggal di rumah,” jawab Victoria—lagi—dengan jujur. Hpnya memang tertinggal di rumah namun ia tidak berani kembali untuk mengambilnya kembali.

 

“Sudah.. sudah.. aku mengerti maksud mereka. Mereka pasti tidak mau meminjamkannya padamu. Dasar pelit!” cibir Taeyeon.

 

“Ya!” protes Hyukjae dan Jungsoo.

 

“Kau bisa pakai hpku,” lanjut Taeyeon.

 

“Taeyeon-ah..” Jungsoo mencoba memprotes.

 

“Gwencana, oppa..” Taeyeon menyerahkan handphonenya.

 

Victoria mengambilnya dengan ragu lalu memencet nomor yang sudah sangat ia hafal. Tak lama terdengar suara di angkat.

 

“Yo..” kata-kata Victoria terhenti saat mendengar orang yang menjawab teleponnya. Nickhun!

 

“Yoboseyo.. ya..”

 

Victoria segera menutup telepon saat Nickhun mengulang salamnya. Semuanya menatap Victoria bingung. Sedangkan Victoria sibuk dengan pikirannya sendiri hingga hampir melempar hp Taeyeon karena saking terkejutnya saat hp Taeyeon berdering. Taeyeon segera meraihnya dan mengangkatnya.

 

“Ku rasa aku harus pulang sekali. Na ganda, yorobeun,” pamit Taeyeon setelah mengangkat telepon itu.

 

“Eh, wae?” tanya Victoria.

 

“Suamiku sudah menyuruhku pulang~” teriak Taeyeon dari luar ruangan.

 

“NEE??” mata Victoria terbelalak mendengarnya.

 

“Dia memang sudah menikah dengan Youngwoon hyung,” ujar Hyukjae saat melihat ekspresi wajah Victoria.

 

“Ku kira dia masih kecil,” gumam Victoria.

 

“Umurnya sudah 23~” ralat Jungsoo cepat.

 

>>>

 

Jessica membuka pintu rumah Taecyeon dengan perlahan. Yoobin segera berlari ke arah Appanya yang sedang duduk di sofa bersama Sunny. Jessica menyusulnya dengan jalan pelan.

 

“Jadi?” tanya Jessica.

 

“Biar aku tidurkan Yoobin. Soal itu, biar Sunny yang menjelaskannya,” kata Taecyeon. Jessica mengangguk.

 

“Ternyata kita tidak dianggap sahabat olehnya, Sic,” gumam Sunny pelan saat Taecyeon dan Yoobin sudah masuk ke dalam kamar.

 

“Huh?”

===BecauseOfYou===

Advertisements

3 responses to “Because of You (Series) Chapter 2

  1. Siapa itu yang dimakam ???
    Ommanya Yoobin kah ???
    Terus apa itu maksud perkataan taeng tentang teukie oppa n hyukjae oppa ???
    Ayo taeng Onnie apa maksud ucapanmu itu ???
    Huhhh bingung bangett siiih
    Lanjut yya ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s