Because Of You (Series) Chapter 3

Sepertinya bakal ada typo. maaf ya.. soalnya lagi males ngedit ulang u.uv

 

Author : Lee Hyura

Title : Because Of You

Rating : PG

Length : Series

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SNSD Sunny

–          SNSD Hyoyeon

–          F(x) Victoria

–          2PM Nickhun

–          2PM Taecyeon

–          SJ Leeteuk

–          SJ Eunhyuk

===BecauseOfYou===

Jessica membuka pintu rumahnya dengan perlahan. Ia tak mau membangunkan orang-orang di rumah itu di waktu masih menunjukkan pukul 00.35 tengah malam. Dia memutuskan untuk tidur di ruangan lain dan bukan ruangannya karena takut membangunkan Nickhun. Namun saat dia hendak memutar kenop pintu kamar lain, tangannya di tarik oleh seseorang.

“Kkabjagi!” pekik Jessica kaget ditambah dengan wajah Nickhun yang sedang menahan amarah.

“Kemana saja kau?” tanya Nickhun –geram.

“R-rumah teman,” jawab Jessica tergagap.

“Nugu?”

“Taecyeon… akh!” Jessica meritih saat Nickhun mempererat genggamannya. Menyadari itu, Nickhun segera melepaskan tangannya.

“Mianhae,” gumam Nickhun pelan.

Jessica menggeleng, “Nan mianhae.”

Nickhun menghela nafas panjang, “Ku mohon, berhentilah bersikap kaku seperti itu.”

“Kau sendiri yang bersikap kaku padaku,” sungut Jessica cepat.

Nickhun tersenyum dan mengacak rambut Jessica, “Kembali bersikap seperti dulu. Yaksok?”

“Ne~”

Taecyeon’s house.

Taecyeon membuka pintu rumahnya perlahan. Di ruang tamu, Sunny terduduk di sofa. Taecyeon menghela nafas lalu duduk di sampingnya.

“Kau tak mau pulang?” tanya Taecyeon.

Sunny menggeleng lalu menyandarkan kepalanya di bahu Taecyeon, “Shireo. Aku ingin di sini saja. Apartemenku sepi. Lebih baik aku di rumahmu jadi saat aku bangun, Yoobin dengan keramaiannya lah yang menyambutku.”

Taecyeon terkekeh pelan lalu merangkul wanita mungil itu, “Kau tak marah, kan? Ini artinya score 1-1.”

“Babo! Itu berbeda!”

“Apa yang berbeda? Soal pernikahan Jessica dan kematian istriku adalah dua hal yang sama-sama penting bagiku,” sungut Taecyeon kesal.

“Mianhae.. Kau tau kan kalau aku tidak bermaksud seperti itu? Hanya saja kau terlihat begitu frutasi dan lelah di saat-saat sebelum pernikahan Jessica. Kami hanya tidak ingin kau memikirkan hal yang malah menambah pikiranmu,” jelas Sunny.

“Geure, arasso.”

>>>

Seperti pagi biasanya, hanya ada Jessica dan Eun ahjumma di ruang makan. Jessica meletakkan sumpitnya dan sendoknya setelah menyuap sekitar dua kali. Eun ahjumma menatapnya bingung.

“Waeyo, Sica-ya?” tanya Eun ahjumma.

“Nickhun oppa marah padaku?” Jessica menatap lirih Eun ahjumma.

“Kenapa bertanya seperti itu?”

“Aku hanya takut dia marah. Aku tahu saat aku bangun, dia berpura-pura masih tidur.”

“Bukankah itu sudah biasa?” balas Eun ahjumma. Jessica terdiam. Eun ahjumma segera menepuk keningnya kesal.

“Aniya. Bukan itu maksudku. Dia hanya khawatir. Ingat kan kalau kau itu sudah dianggap sebagai adiknya sendiri? Mana ada seorang kakak yang tenang saat adiknya pulang tengah malam?” jelas Eun ahjumma lalu menyuap nasi beserta temannya yang disajikan untuk sarapan pagi itu.

Jessica menarik nafasnya dalam-dalam. Dalam hati, ia sibuk menyetujui jawaban dari Eun ahjumma. Namun entah mengapa hatinya tidak bisa menerimanya.

Akhirnya dia memutuskan pergi untuk membuka pintu saat mendengar bel berbunyi. Jessica tersenyum melihat Mason bersama kedua orangtuanya.

“Annyeonghaseyo,” sapa kedua orangtua Mason serta Mason.

Jessica membungkuk, “Annyeonghaseyo.”

“Err.. kedatangan kami bermaksud ingin meminta pertolongan pada Jessica-ssi,” ujar sang ayah.

“Ne. Mworago?” tanya Jessica.

“Kami ingin keluar negeri. Kami ingin mengunjungi rumah orangtua umma Mason.”

Jessica tersenyum lebar, “Arasso. Tak usah dilanjutkan. Aku mengerti. Karena Mason selalu mabuk perjalanan, Mason ingin dititipkan padaku, bukan?”

Kedua orangtuanya mengangguk. “Maja.”

“Tentu saja aku menerimanya dengan senang hati.”

Setelah kepergian orangtua Mason, Jessica berlutut di hadapan Mason dan merapikan baju anak kecil itu.

“Kenapa noona merapikan bajuku?” tanya Mason.

“Agar kau tambah tampan. Seperti sekarang.” Jessica tersenyum lebar. “Bahkan kau namja tertampan di dunia sekarang, Mason-ah~”

“Jeongmalyo, noona? Apa aku lebih tampan darinya?” seru Mason sambil mengerjap manis dan menunjuk ke belakang Jessica.

Jessica menoleh dan mengerjap. Lalu dia menatap Mason lagi. “Tentu saja. Dia itu jelek. Kau tampan. Jelas saja kau yang menang!”

“Ya~! Apa maksudmu, uh?” kesal Nickhun –menyahuti.

“A-ani.. anio..” Jessica langsung merengut pelan. Ternyata aku masih takut dengannya, pikirnya sambil mendesah pelan.

Nickhun menghela nafas lalu menghampiri Jessica. Ia menarik tangan Jessica untuk menerima sebuah kotak. Jessica mengerjap bingung dan melirik kotak itu.

“Untukmu. Aku mau kau ganti nomormu,” ucap Nickhun.

“Ne? Ige mwoya?” pekik Jessica.

“Semalam ada yang menerormu. Jadi aku meminta anak buahku untuk membeli handphone baru dan mengirimnya segera. Berikan aku hp lamamu,” jelas Nickhun.

Jessica merogoh tas selempangnya dan mengeluarkan hpnya. Namun ia enggan memberikannya pada Nickhun. Nickhun mendesah kesal dan merebutnya.

“Ya~!” protes Jessica.

“Tidak ada protes!” tegas Nickhun lalu melirik Mason, “Siapa dia?”

“Salah satu muridku,” jawab Jessica datar. Dalam hati, dia masih sibuk menggerutu.

“Murid?”

“Dia muridku. Aku kan guru TK,” jelas Jessica dengan nada bicaranya naik.

Jessica menghela nafas dan menarik Mason pergi, “Uri ganda.”

“TK? Kenapa aku tidak pernah tahu itu?” gumam Nickhun.

Daejeon.

“Ya~ eoddigayo?” tanya Victoria agak berteriak saat melihat Hyukjae dan Jungsoo hendak keluar dari rumah dengan pakaian khas penjaga toko.

“Bekerja,” jawab Hyukjae datar.

“Wae?” lanjut Jungsoo.

“Kalian pergi meninggalku sendiri? Aku kan orang asing,” bingung Victoria.

“Wajahmu bukanlah wajah orang jahat. Apa yang harus kami takutkan?” balas Jungsoo.

Victoria mengangguk mengerti, “Arasso. Apa boleh aku ikut?”

“Untuk? Bekerja?”

“Ne. Aku bekerja di toko kalian. Boleh?” tanggap Victoria cepat.

“Err..” Hyukjae melempar tatapan bingung pada Jungsoo.

Jungsoo menghela nafas, “Arayo. Tentu saja kau boleh.”

“Gomawo~” seru Victoria.

>>>

“Toko ice cream?” gumam Victoria.

“Wae?” sahut Hyukjae.

Victoria tersenyum, “Ini pasti akan menyenangkan!”

Jungsoo mengerutkan keningnya. Baru kali itu ia bertemu dengan orang yang sangat antusias hanya karena menjadi pelayan di sebuah toko ice cream. Tak lama, senyumannya mengembang hingga lesung pipi khasnya muncul. Ia membuka sebuah lemari dan mengambil pakaian khas tokonya itu dan memberikannya pada Victoria.

“Semoga kau senang bekerja disini,” kata Jungsoo.

Victoria mengerjap lalu tersenyum kembali, “Ne, gomawo.” Jungsoo tersenyum melihat Victoria tersenyum.

Hyukjae segera menghampiri teman yang sudah dianggap hyungnya kandungnya itu dan menyikutnya pelan. “Ku tahu dia cantik. Tapi jaga imejmu, hyung. Aku tak mau dikira mempunyai hyung yang berwajah bodoh,” bisik Hyukjae.

“Setidaknya wajah bodohku tidak bisa mengalahkan keunikan wajah bodohmu, Hyukjae,” balas Jungsoo –mendesis.

“Err.. Hyukjae-ssi. Jungsoo-ssi,” panggil Victoria.

“Ne?” sahut mereka berdua.

“Boleh aku pinjam telpon kalian?”

Jungsoo melirik Hyukjae sekilas dan mengangguk, “Tentu. Ada di sana.” Jungsoo menunjuk telepon yang ada di atas sebuah meja.

Victoria tersenyum lebar dan berlari kecil ke arah telepon itu. Dia mengangkat gagang telepon dan menarik nafas dalam-dalam sebelum menekan tombol-tombol angka. Namun senyumnya menghilang. Dengan panik ia menekan angka-angka itu ulang. Ia juga mencoba menekan angka lainnya –nomor telepon apartemennya. Namun kepanikannya belum juga hilang. Bahkan wajahnya makin pucat.

“Eotteokhe?” gumamnya pelan.

Seoul.

“Pulang~” seru semua anak. Sunny dan Jessica segera menyuruh mereka semua berdoa. Setelah berdoa, barulah mereka semua diperbolehkan pergi dari kelas.

“Yoobin-ah~” panggil Taecyeon.

Yoobin segera berlari ke pelukan Taecyeon berbarengan dengan Sunny yang ikut menghampiri namja itu. Sedangkan Jessica menghampiri Mason terlebih dahulu lalu menggandeng tangan mungil anak itu menuju Taecyeon dan yang lain.

“Appa~ aku mau menginap di rumah Sica onnie lagi seperti Mason. Rumah Sica onnie bagus sekarang,” celetuk Yoobin.

“Apa maksudmu? Jadi menurut Yoobin, apartemen onnie yang dulu jelek?” gerutu Jessica.

“Anio, onnie. Hanya saja rumahmu lebih bagus dari apartemenmu,” tanggap Yoobin cepat.

“Menurutku apartemenku jauh lebih bagus dari rumahku yang sekarang,” sungut Jessica.

Taecyeon dan Sunny memutar mata mereka kesal. “Ayolah, Sic..” geram mereka bersamaan.

“Ok~ arasso..” Jessica menggumam pelan. Mason terkekeh melihatnya.

“Sica noona memang special~” celetuk Mason.

“Sica? Bagaimana denganku?” Sunny segera menunjukkan aegyonya pada Mason.

Taecyeon dan Jessica kompak menjauhkan wajah Sunny dari Mason. Yoobin dan Mason tertawa melihatnya. Sedangkan Sunny merengut kesal.

“Sudahlah. Uri ganda,” pamit Jessica.

“Huh? Kemana?” tanya Taecyeon.

Jessica menggumam sejenak, “Kantor.”

“Kantor?”

“Nickhun oppa.”

Taecyeon dan Sunny saling melempar pandangan bingung.

Jessica menyempatkan diri untuk ke restoran di tengah perjalanan untuk membeli makanan untuk makan siang. Sesampainya di kantor tempat Nickhun bekerja, dia menghampiri meja receptionist karena dia hanya tahu kantor Nickhun tidak dengan letak ruangannya.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang yeoja manis dengan pakaian seragam resminya.

“Aku ingin bertemu dengan tuan Nickhun Horvejkul. Apa dia ada di ruangannya?” jawab Jessica.

“Sudah buat janji?” Jessica menggeleng sebagai jawaban.

Yeoja itu menelpon seseorang sambil sesekali melirik Jessica. Sesekali yeoja itu menanyai identitas Jessica. Akhirnya Jessica diantarkan oleh yeoja itu ke ruangan Nickhun.

“Rupanya kau yang menjadi istri boss,” seru seorang yeoja menyambut kedatangan Jessica dan seorang receptionist itu. Receptionist itu memohon diri untuk pergi.

“Ah.. ne..” Jessica mengangguk ragu.

“Aku Hyoyeon. Asisten suamimu,” kata yeoja itu sambil mengulurkan tangannya.

“Jessica imnida,” balas Jessica sambil menjabat tangan Hyoyeon.

Hyoyeon melirik Mason yang sedang menggenggam tangan Jessica, “Dia anak kalian? Imutnya~”

“Ne?” Jessica terbelalak lalu menggeleng cepat. “Animnida. Dia anak yang dititipkan di rumah kami.”

“Ah.. arasso..” Hyoyeon menggumam pelan.

“Noona~ aku ingin ke toilet,” Mason merajuk.

“Biar aku saja yang mengantarkannya ke toilet. Silahkan kau masuk ke ruangannya,” kata Hyoyeon sambil menunjuk pintu ruangan Nickhun.

Jessica mengangguk, “Gamsahamnida.”

“Ne~”

Jessica memutar kenop pintu ruangan Nickhun saat sosok Mason dan Hyoyeon sudah hilang. Terlihat sosok yang sedang asik dengan beberapa map dan membiarkan laptopnya terbuka tanpa digunakan.

“Oppa~” panggil Jessica pelan.

Nickhun menoleh dan tersenyum, “Apa yang membuatmu kemari?”

Jessica berlari kecil menghampiri Nickhun dan memperlihatkan tas plastik yang berisi makanan. “Aku tahu kau belum makan siang.”

Nickhun terkekeh dan bangkit. Ia menarik tangan Jessica menuju sofa di ruangannya. Mereka duduk di sana.

“Apa tugasmu begitu banyak?” tanya Jessica sambil membuka salah satu kemas makanan.

Nickhun mengangguk, “Ini akhir bulan. Aku harus membuat angket pengeluaran.”

“Tidak lelah?”

“Ani. Hanya sedikit pusing.”

“Kau tahu tidak? Aku pernah membaca sebuah artikel. Cara jitu menghilangkan stres dan sakit kepala adalah berciuman,” gumam Jessica lalu menatap Nickhun dan terkekeh.

Nickhun menggumam pelan, “Bagaimana jika kita coba?”

Jessica membulatkan matanya tak percaya, “Ne?”

===BecauseOfYou===

Advertisements

2 responses to “Because Of You (Series) Chapter 3

  1. Sunny-Taecyeon cocok iih !!!
    Kasihan bangett ommanya Yoobin udah meninggal 😥
    Sabar yya Yoobin …
    Kekekeke
    Khun oppa lebih jelek dari anak kecil ??
    Kasihan !!
    Masa kalah sama anak kecil oppa !!
    Wahh tega yya khun oppa! Main ganti” HP orang ajjh !!
    Tuh liat vic Onnie jadi susah menghubungi sica kan !!
    Jahat !!
    Wahh khun oppa maen coba” ajjh !!
    Ga boleh tuh !!
    Kekekeke

    Lanjut yya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s