Because Of You (Series) Chapter 4

Author : Lee Hyura

Title : Because Of You

Rating : PG

Length : Series

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SNSD Sunny

–          2PM Nickhun

–          2PM Taecyeon

===BecauseOfYou===

Jessica pov.

“Bagaimana jika kita mencobanya?” kata-kata itu meluncur dengan lancar dari mulut seorang Nickhun Buck Horvejkul. Aku mengerjap clueless.

Oh tuhan~ aku hanya becanda. Sungguh.. itu hanyalah omong kosong di sebuah blog. Mana mungkin berciuman berefek seperti itu? Tapi kenapa makhluk cerdas dihadapanku sepertinya percaya? Argh! Ini membuatku susah bernafas!

“Ya~” sentaknya meminta perhatianku. Dia mengulas senyum tipis, “Eotteo?”

“Jangan macam-macam, oppa.. aku hanya becanda. Itu hanyalah omong kosong. Artikel itu hanya main-main. Jangan dipercaya,” sungutku lalu kembali sibuk dengan makanan restoran yang kemasannya.. cukup.. sulit.. dibuka. Kemasan ini membuatku semakin frustasi saja!

Tiba-tiba ia merebut makanan yang ada di tanganku dan meletakkannya di meja. Tak lama, tangannya meraih daguku agar menghadapnya. Jantungku berdetak kencang. Ku mohon… jangan buat jantungku rusak karena saking kencangnya berdetak..

“Bagaimana kau tahu artikel itu omong kosong? Kita melakukannya untuk membuktikan artikel itu benar atau tidak,” ujarnya tenang.

Aku langsung menepis tangannya, “Oppa.. berhentilah becanda! Kau membuatku takut!” teriakku kesal. Tawanya langsung meledak.

Aku menatapnya clueless dan blur. Yap, aku kecewa. Aku kecewa karena kata-kataku benar. Jika tidak, dia tak mungkin tertawa. Itu yang menyebabkan air mataku mengumpul di pelupuk mataku dan memblur pandanganku. Tapi dengan cepat aku menghapusnya.

“Wae?” tanyanya yang membuatku menoleh.

Aku langsung terkekeh kaku, “M-mataku gatal.”

>>>

Aku hanya diam selama di perjalanan pulang sambil sesekali mengelus rambut Mason yang tertidur dipangkuanku. Di sampingku, Nickhun oppa sibuk berkonsentrasi pada jalanan. Hari ini dia lebih cepat. Mungkin karena aku datang ke kantornya.

“Bagaimana jika ternyata anak itu menjadi anak kita?” tanyanya tiba-tiba saat mobil kami berhenti karena lampu merah.

“Nugu?”

“Muridmu itu.”

Aku melirik Mason dan tersenyum tipis, “Kita menjadi orangtuanya.”

“Aish.. bukan itu maksudku..”

“Tapi jawabanku benar, bukan?”

Dia mendesis, “Kau itu sok polos atau apa sih? Jangan sampai aku melakukan hal yang tidak sempat terjadi tadi..”

“Ne?”

“Yang di kantor tadi. Saat Mason tak ada,” jelasnya sambil melempar pandangan ke lampu lalu lintas. Masih ada sekitar 30 detik lagi.

Aku diam sejenak lalu membulatkan bibirku, “Oh~ seperti kau bisa saja.”

Dia menggumam sebentar lalu menoleh ke arahku, “Kalau aku bisa?”

“Ya lakukan saja sekarang,” balasku tak peduli. Toh aku yakin dia takkan melakukannya.

Aku langsung mengidik ngeri saat melihat dia mengeluarkan seringaiannya. Dia menatapku dengan tatapan yang tidak bisa aku gambarkan lalu menarik kepalaku. Kya~

TINN~~

Suara klakson dari mobil di belakang membuatnya dengan cepat memegang setirnya kembali. Lampu lalu lintas sudah menunjukkan lampu hijau dan akan berganti warna sekitar 50 detik lagi. Mobil segera melaju dengan kecepatan sedang. Ku lihat Nickhun oppa sedang menggerutu pelan. Aku tergelak puas hingga tanpa sadar Mason terbangun karena tawaku.

“Noona~ mwoyeyo?” tanya Mason menggumam sambil mengucek mata dengan imutnya.

Aku menggeleng dan memeluknya, “Eobseoyo. Tidur lagi saja.” Aku bersendagu di atas kepala Mason yang kembali tertidur dengan senyum tipis di wajahku.

Author pov.

Taecyeon mendesah pelan saat waktunya untuk mengerjakan tugas kantornya di rumah diganggu oleh bunyi bel. Taecyeon mengerjap melihat siapa tamunya kali itu. Tak lama seringaian tipis menghiasi wajahnya.

“Seperti biasa, kedatanganku tak mungkin mengecewakanmu,” ujar orang itu.

“Masuk dan katakan semuanya.” Taecyeon memainkan matanya untuk mengisyaratkan agar dia masuk setelah mengatakan itu.

>>>

Sunny berjalan pelan sambil menunduk sesekali saat senyum lebarnya tak bisa ia tahan. Ia tak mau dikira orang gila karena tersenyum sendiri. Tangannya menarik kopernya. Saat sampai di depan pintu apartemen Taecyeon, dia merapikan poninya. Tak lama pintu terbuka sebelum ia menekan bel.

“Taec..” Sunny menutup mulutnya rapat-rapat saat ia berhadapan dengan seseorang. Akhirnya Sunny hanya diam dan menunggu orang itu pergi. Ia memilih untuk bersandar di dinding di samping pintu apartemen Taecyeon –tepatnya dibelakang Taecyeon.

“Bayaranmu akan ku transfer secepatnya jika kau mendapatkannya segera,” kata Taecyeon agak berteriak karena orang itu sudah agak jauh darinya.

Sunny menutup matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam. Syukurlah.. ia sibuk menggumam dalam hati.

Taecyeon berbalik badan untuk masuk ke apartemennya. Namun ia menyadari sosok Sunny bersandar di dinding. Taecyeon tersenyum dan mengacak rambut sahabat mungilnya. Sunny mendongak.

“Apa yang kau lakukan disini?” Taecyeon melirik koper yang dibawa oleh Sunny. “Omo! Kau membawa koper? Ingin tinggal disini?”

Sunny tersenyum malu, “Salah? Ku kira kau sedang sibuk dengan pekerjaanmu. Jadi aku menawarkan diri untuk membantumu menjaga Yoobin.”

Taecyeon memainkan jarinya di dagu sambil berpura-pura berpikir. “Hmm.. bagaimana ya? Sepertinya..”

“Aku hanya memberimu 5 detik untuk menjawab kau menerimaku. Hana.. dul..”

Taecyeon langsung meraih koper Sunny, “Tentu saja aku menerimanya. Kau memang sahabat terbaikku! Aku memang sedang menangani proyek besar!” Sunny tersenyum tipis mendengarnya.

“Tadi.. orang itu..” Sunny menunduk sesaat lalu menatap mata Taecyeon. “Apa yang ia lakukan disini?”

“Nugu?”

“Orang yang keluar dari apartemenmu tadi..”

Taecyeon menggumam pelan sambil berpura-pura berpikir. Tak lama kemudian, dia memasang wajah polos dan menggeleng. “Siapa yang keluar dari apartemenku tadi? Aku orangnya.”

“YA!! TAECYEON-AH!!” teriak Sunny kesal. Sedangkan Taecyeon terkikik karena ia berhasil membuat sahabatnya itu kesal.

Next day.

Hari itu, Jessica dan Sunny sengaja mengajak para muridnya untuk belajar di taman samping sekolah. Tak lama, hanya sekitar 2 jam lalu kembali ke ruangan kelas untuk makan siang. Saat mereka sedang mengatur para anak kecil itu masuk ke dalam kelas, perhatian Jessica teralih ke sebuah mobil hitam yang memasuki halaman TK itu. Jessica mengerjap lalu berlari menghampiri mobil itu saat sang pengemudi mobil itu turun.

“Jinyoung ahjussi~” seru Jessica sambil memeluk pria itu.

Pria itu membuka kacamata hitamnya dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Jessica. “Ugh.. pelukanmu membuatku sesak, Sica..”

Jessica melepaskan pelukannya dan mendesah pelan. Sedangkan pria itu segera merapikan pakaiannya. Maklum saja, Park Jinyoung yang menjabat sebagai kepala sekolah sekaligus pemilik TK itu sangatlah memperhatikan pakaiannya. Setelah pakaiannya rapi, Jinyoung mengalihkan pandangannya ke Jessica.

“Neo.. bukannya kau sudah mengundurkan diri?” tanya Jinyoung dengan nada sedikit sarkartis.

Jessica langsung merengut, “Ya! Apa kau tak suka kalau aku kembali?”

Jinyoung terkekeh, “Tentu saja tidak. Kau sudah seperti anakku sendiri.”

Jessica hanya mencibir pelan. Jinyoung terkekeh melihatnya dan mengacak rambut Jessica. Itu membuat Jessica mendengus kesal sambil memukul Jinyoung beberapa kali. Jinyoung hanya tertawa diperlakukan seperti itu. Dia sudah terbiasa.

“Arasso. Cepatlah masuk ke kelas atau kau akan ku pecat,” ancam Jinyoung.

“Ne~” Jessica mengangguk dan berlari ke kelas. Terkulas senyum manis di wajahnya.

“Dan jangan lupa kembalikan uang pesangonmu,” teriak Jinyoung.

Jessica segera berbalik badan, “Mwoya?!”

>>>

Sunny mendongak –menatap pohon besar di depannya. Dia menghela nafas dan memutuskan duduk di bawah pohon itu. Ia memeluk lututnya. Kembali terdengar helaan nafas darinya.

“Ku rasa Jessica akan senang mendengar berita dariku.”

Sunny mengerjap dan menerawang. Entah mengapa aneh rasanya melihat mata Taecyeon yang berbinar saat mengatakan itu semalam. Dari dulu sampai sekarang, Sunny merasa Taecyeon lebih memperhatikan Jessica.

“Apa aku juga dianggap orang penting baginya?” gumam Sunny.

Sunny tersentak kaget saat seseorang mendorong lembut pundaknya. Dia menoleh dan menemukan sosok Jessica dengan senyuman bodohnya. Sunny mengerutkan keningnya.

“Bukankah harusnya kau ada di kelas? Kenapa kau ada di sini?” tanya Sunny sarkartis.

Jessica menggembungkan pipinya, “Ini waktunya istirahat, Sunny-ah~ mereka sedang asik dengan mainannya. Lagipula aku yakin mereka tidak akan melakukan hal yang mengerikan saat aku tinggal sebentar.”

Sunny menghela nafas pendek. “Apa alasanmu kesini?”

“Aku ada kabar bagus!” seru Jessica senang.

“Mworago?” sahut Sunny malas.

“Kata Taecyeon..” Jessica terdiam dan menarik nafas dalam-dalam. Ia sengaja ingin melihat reaksi sahabat mungilnya itu.

Oh yea. Satu berita bagus dari Taecyeon. Haruskah aku memasang wajah penasaran? Sunny mendengus pelan dan bersendagu di kedua lututnya.

“Mworago?” Sunny menatap Jessica dengan tatapan seolah ia penasaran.

Jessica melemas seketika dan mengerjap. Akhirnya dia memutuskan untuk duduk disamping Sunny. Ia tahu ada yang aneh dengan sahabatnya itu.

“Orang suruhan Taecyeon berhasil melacak keberadaan Vivi onnie,” ujar Jessica namun dengan nada sedikit lirih. Ia menoleh ke Sunny, “Ada apa denganmu?”

Sunny menggeleng, “Gwencana. Dan.. selamat.” Jessica tersenyum tipis mendengarnya lalu mengalihkan pandangannya ke langit.

“Tapi mereka baru berhasil menemukan tempat tinggal Vivi onnie. Katanya sudah 3 hari Vivi onnie tidak pulang ke tempat itu,” lanjut Jessica.

“Bagaimana bisa yang seperti itu dikatakan berhasil?” desis Sunny kesal.

Jessica kembali menoleh, “Tapi setidaknya aku tahu onnieku masih ada di negara yang sama denganku. Perjalanan dari Seoul ke Daejeon hanya 3-5 jam. Lagipula Daejeon kota yang berarti bagi kami. Itu artinya dia masih mengingatku.”

Sunny menatap lirih sahabatnya itu, “Hwaiting..” bisik Sunny pelan.

“Noona~ Kyungsan bertengkar dengan Yoogeun~!” teriak Mason dari depan pintu kelas.

“Kyungsan? Yoogeun? Biasanya mereka selalu kompak,” gumam Sunny bingung.

“Waw! Kkaja~” seru Jessica.

At night. Taecyeon’s apartment.

“Yoobin-ah~” teriak Sunny gemas sambil mengejar anak kecil itu. Tapi yoobin malah semakin bersemangat untuk lari dari kejaran Sunny.

“Ini sudah malam.. ayo makan!” teriak Sunny lagi.

Sunny menghela nafas panjang saat ia berhasil menangkap Yoobin. Anak kecil itu berhasil menguras energi Sunny. Yoobin hanya tertawa tanpa memberontak seakan kegiatan kejar-kejaran tapi hanya sebuah permainan baginya.

“Wow~ anak seorang Ok Taecyeon memang hebat,” gerutu Sunny sambil menggendong Yoobin ke sofa.

“Duduk disini. Hah~ Jadilah anak baik. Oke? Hah.. Jika kau jadi anak baik, onnie akan memberimu permen. Mau?” tawar Sunny dengan nafas yang belum teratur.

Yoobin menatapnya lalu mengangguk. Sunny tersenyum dan mengacak rambut Yoobin. Akhirnya.., seru Sunny dalam hati. Ia memberikan piring berisi makanan pada Yoobin.

“Onnieya~ appa eoddiseo?” tanya Yoobin disela kegiatan makannya. “Tadi appa tidak menjemputku. Sampai sekarang pun aku belum menemuinya.”

Sunny berpikir sejenak. “Bagaimana jika aku menelponnya?” Yoobin segera mengangguk semangat.

Sunny mengeluarkan hpnya dan menekan beberapa tombol. “Yoboseyo.. neo eoddiseo?” balasnya saat terdengar salam dari orang yang ditelponnya.

“Aku sedang di kantor. Sebentar lagi meetingku yang terakhir dengan clientku dimulai. Doakan aku berhasil. Bye.” Taecyeon segera memutuskan hubungan.

“Ya!” protes Sunny kesal. Ia langsung melirik Yoobin yang sedang memperhatikannya dan menghela nafas panjang.

>>>

Sunny mendesah untuk keberapa kalinya. Tangannya masih sibuk menekan tombol-tombol di remote televisi. Entah mengapa, acara malam itu tak ada yang menarik baginya. Sesekali matanya melirik jam dinding.

“Sudah hampir jam 11. Kemana saja dia?” desis Sunny kesal.

BLAM! Terdengar suara pintu tertutup dengan kasar. Bukan karena orang marah tapi karena terburu-buru. Itu terbukti dengan suara kaki berlari. Sunny segera bangkit dan berbalik badan. Dia hampir berteriak saat sosok Taecyeon memeluknya. Bersyukur ia ingat bahwa Yoobin sudah tertidur jadi ia tak mau membuat kerusuhan dan membuat malaikat kecil itu terbangun.

===BecauseOfYou===

Maafkan aku karena banyak typo dan kalimat tidak efektif. Sedang malas edit sih *lagi-lagi*

Inilah hasil saat lagi stres tapi feel dan mood lagi menggebu-gebu(?) untuk ff ini ._.v

Ku mohon walaupun membosankan dan mengecewakan, tetaplah beri aku komentar~

Advertisements

2 responses to “Because Of You (Series) Chapter 4

  1. Keren chingu …
    Wow tentara eh ternyata …
    Sunny demen sama taec oppa !!
    Sunny Onnie fighting !!!
    Lho vic Onnie kenapa tuh ?
    Ga pulang ke rumah teukie oppa n hyuk oppa ???
    Waeyoo???
    Khun oppa bersikap seperti itu tulus atau pura” ??
    Aku harap tulus yya oppa !!!

    Lanjutt yya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s