Because Of You (Series) Chapter 5

Author : Lee Hyura

Title : Because Of You

Rating : PG

Length : Series

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SNSD Sunny

–          2PM Nickhun

–          2PM Taecyeon

–          F(x) Victoria

–          SJ Leeteuk

–          SJ Eunhyuk

 

===BecauseofYou===

 

“Ada apa denganmu?” tanya Sunny bingung.

 

“Kau tahu? Proyekku berhasil!” pekik Taecyeon.

 

Sunny mengernyit lalu mengangguk ragu, “Arasso~ chukkae.”

 

“Kenapa wajahmu aneh seperti itu?”

 

Sunny menggaruk kepalanya, “Jujur aku tak mengerti soal seperti itu. Jadi aku cuma bisa mengatakan selamat.”

 

Taecyeon terkekeh. Dia menepuk kepala Sunny. “Itu artinya aku akan semakin sibuk. Untung kau ada disini. Jadi aku bisa mempercayakan Yoobin padamu.”

 

“Kau.. melakukan ini untuk melupakan kesedihanmu soal istrimu yang meninggal, bukan?” tebak Sunny menggumam.

 

Taecyeon mengernyit, “Mwoya?”

 

“Kau membuat dirimu sesibuk mungkin untuk melupakannya, kan?”

 

Taecyeon menunduk sesaat lalu menggeleng cepat, “Anio~”

 

“Kapan kau akan mengatakannya pada Yoobin? Kalau kau mengatakannya pada Yoobin saat ia sudah besar nanti, dia pasti akan membencimu.”

 

Taecyeon mundur beberapa langkah. Dia memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan berbalik. Dia menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya ia berbalik badan kembali menghadap Sunny. Dia tersenyum tipis.

 

“Mungkin aku lah yang belum siap. Aku belum yakin dia sudah meninggal. Dia meninggalkanku begitu saja hanya agar aku tidak tahu-menahu soal penyakitnya. Lucu.” Taecyeon terkekeh paksa.

 

“Baboya..” desis Sunny pelan.

 

Taecyeon menatap Sunny bingung, “Huh?”

 

Sunny segera menggeleng, “Aniya.”

 

“Ah aku lupa memberitahu Sica!” seru Taecyeon seraya merogoh saku celananya. Sunny hanya menghela nafas panjang.

 

“Yoboseyo~”

 

“Sica-ya~ kau tidak punya acara apapun besok, kan?” tanya Taecyeon segera.

 

Sunny langsung membulatkan matanya. Apa maksudnya bertanya seperti itu?, pikirnya.

 

“Ani. Wae?”

 

Taecyeon tersenyum lebar, “Aku akan menjemputmu besok malam. Mungkin aku akan sampai sekitar jam 7 malam.”

 

Jessica’s side.

 

“Noona, kapan orangtuaku pulang?” tanya Mason saat Jessica sedang membantu Mason mengerjakan tugas darinya.

 

Jessica mengulum bibirnya lalu mengangkat bahunya perlahan, “Noona tidak tahu. Mianhae.”

 

“Noona..”

 

“Sshh..” potong Jessica saat hpnya berdering. Ia segera mengangkatnya. “Yoboseyo~”

 

“Sica-ya~ kau tidak punya acara apapun besok, kan?”

 

Jessica menggeleng walaupun ia sadar Taecyeon tidak ada dihadapannya. “Ani. Wae?”

 

“Aku akan menjemputmu besok malam. Mungkin aku akan sampai sekitar jam 7 malam.”

 

Jessica terbelalak, “Y-Ya!” Walaupun ia protes dengan keras, itu percuma karena Taecyeon sudah menutup teleponnya. “Ya! Aish! Wanna die, Ok Taecyeon?”

 

“Waeyo, noona?” tanya Mason.

 

Jessica mengerjap lalu menggeleng, “A-aniya.”

 

“Jessica~! My beloved daughter~”

 

Mason dan Jessica menoleh cepat saat mendengar teriakan itu dari arah pintu. Mereka. Orangtua Nickhun oppa! Matilah kau, Sica!, pekik Jessica panik dalam hati. Belakang orangtua itu, terlihat wajah panik dan pucatnya Nickhun.

 

“Ah, Mami? Papi~ why are you two here?” sahut Jessica dengan suara dipaksa untuk riang seraya bangkit dan berlari untuk memeluk sepasang suami-istri yang memaksa Jessica untuk memanggil mereka Mami dan Papi.

 

Jessica sengaja memeluk mereka sambil bersendagu di tengah-tengah mereka agar ia bisa berbicara dengan Nickhun walaupun dengan isyarat bibir yang tak bersuara seolah menanyakan alasan kedua orang itu berada di rumahnya. Nickhun mengacak rambutnya frustasi. Dia mengangkat bahunya dengan kesal. Akhirnya Jessica melepaskan pelukannya dan tersenyum sopan.

 

Oh look! Is he your son?” seru Mrs Horvejkul sambil menunjuk Mason. Mason mengidik takut karenanya.

 

“Bukan! Dia anak yang dititipkan disini!” jawab Nickhun cepat dengan bahasa Thai. Jessica hanya mengernyit tak mengerti.

 

“Bawa Mason ke kamar, Sica-ya~” perintah Nickhun dengan bahasa Korea. Jessica mengangguk dan melakukannya dengan cepat.

 

>>>

 

Jessica menutup pintu kamar tamu yang sekarang disulap menjadi kamar Mason dan dirinya. Dia memang tidur di kamar itu sejak Mason tinggal bersamanya. Dia tidak tega membiarkan Mason tidur sendiri. Dia menarik tangan Mason ke kamar mandi untuk memandikannya.

 

Selesai memandikan dan memakaikan Mason piyamanya, Jessica menggendong Mason ke atas kasur. Setelah itu, gantian dia yang mandi. Saat keluar dari kamar mandi, dia menemukan Mason sedang menggembungkan pipinya kesal. Jessica menatapnya bingung.

 

“Wae?” tanya Jessica.

 

“Masih jam setengah 7, noona~” rengek Mason.

 

“Hari ini melelahkan jadi noona ingin tidur lebih cepat. Jika kau tidak mau tidur sekarang, terserahmu. Tapi itu artinya kau harus tidur dengan Nickhun hyung karena aku tidak suka tidurku diganggu,” ancam Jessica.

 

“Wae~?” protes Mason dengan nada merengek.

 

Jessica menangkup wajah Mason dan tersenyum. “Hanya ada 2 pilihan. Tidur sekarang atau kau tidak akan tidur denganku. Arasso?”

 

“Noona jahat!”

 

Mason segera menarik selimut dan memunggungi Jessica. Jessica hanya terkekeh. Jessica mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur di sampingnya. Dia mengambil novelnya dan mulai melanjutkan bacaannya.

 

“Apa dia sudah tidur?”

 

Jessica menoleh kaget, “Oppa?” Sosok Nickhun ternyata sudah ada di dalam kamar. Tepatnya di belakang pintu.

 

“Ku rasa belum,” jawab Jessica pelan.

 

Nickhun mendekat perlahan lalu menarik Jessica lembut keluar kamar. Jessica hanya menurut walaupun ia bingung. Akhirnya mereka sampai di kamar Nickhun—dan Jessica. Jessica hanya menatap Nickhun dengan tatapan menyelidik.

 

“Kau harus tidur denganku selama mereka disini,” tekan Nickhun.

 

“Kau gila, ya? Bagaimana dengan Mason?” sungut Jessica cepat.

 

“Dia.. aku yakin dia sudah bisa tidur sendiri. Atau dia tidur dengan kita. Eotteo? Paling orangtuaku hanya 2 hari disini,” usul Nickhun.

 

Jessica berpikir sejenak lalu mengangguk ragu. “Geure.. aku akan memindahkannya ke sini.”

 

“Andwae!”

 

“Wae?”

 

“Biarkan dia disana. Dia akan tidur dengan kita mulai besok karena sekarang dia sudah tidur. Aku takut jika kau memindahkannya kesini lalu dia terbangun, dia tidak bisa tidur lagi,” jelas Nickhun.

 

Jessica memejamkan matanya dan menghela nafas panjang, “Geureyo..”

 

Nickhun segera menarik tangan Jessica agar mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang Jessica. Tak lupa ia mendekatkan wajahnya ke wajah ‘istri’nya itu saat terdengar pintu kamar mereka dibuka. Mrs Horvejkul tersenyum lebar melihat pemandangan itu.

 

“Apakah aku mengganggu? Maaf,” ujarnya dengan bahasa inggris.

 

Nickhun menggembungkan pipinya, “Benar. Kau mengganggu. Hampir saja aku mendapatkannya~” sahut Nickhun dengan suara manjanya. Jessica hanya menatapnya sarkartis.

 

Mrs Horvejkul terkikik mendengar protesan anaknya. “Jessica~ maaf!” katanya agak berteriak sebelum akhirnya menutup pintu.

 

Baru saja Nickhun hendak melepaskan tangannya, pintunya kembali terbuka hingga tanpa sengaja Nickhun menarik Jessica sehingga jarak mereka menjadi lebih dekat. Lagi-lagi Mrs Horvejkul lah pelakunya.

 

“Nickhun~ semangat untuk malam ini. Berikan aku cucu!” serunya dan akhirnya pintu tertutup kembali. Nickhun dan Jessica hanya saling bertatapan dengan wajah memerah karena kata-kata Mrs Horvejkul seperti kaset rusak di otak mereka.

 

“Kau.. tidak akan benar-benar melakukannya, kan?” tanya Jessica pelan.

 

Sedetik kemudian, terlihat seringaian jahil di wajah Nickhun, “Menurutmu?”

 

“Ya! Jangan pakai ekspresi itu! Kau seperti wajah maniak, kau tahu?” desis Jessica.

 

“Oh ya? Kalau begitu biarkan malam ini aku menjadi seorang maniak.”

 

Jessica terbelalak mendengarnya lalu berteriak. Beruntung dengan cepat, Nickhun membungkam bibir Jessica dengan tangannya. Nickhun meletakkan telunjuknya di bibirnya seakan menyuruh Jessica untuk diam.

 

“Semuanya baik-baik saja?” tanya kedua orangtua Nickhun dari luar kamar. Terdengar sekali jika mereka panik.

 

“Yap! Jessica hanya kaget karena dijahili olehku tadi,” sahut Nickhun cepat.

 

“Sejak kapan kau jahil?” tanya Mr Horvejkul bingung. Anak yang selama ini ia tahu selalu bersikap manis, baru saja menjahili ‘istri’nya sendiri? Itu agak tidak masuk akal baginya.

 

“Sejak Nichan mengajarkanku menjadi jahil~”

 

Jessica lagi-lagi menatapnya sarkartis. Adik macam apa yang memfitnah kakaknya atas perbuatannya sendiri?, pikir Jessica sinis.

 

Victoria’s side.

 

Victoria hanya berjalan perlahan sambil tersenyum memperhatikan Hyukjae dan Jungsoo yang asik becanda. Tanpa terasa, mereka sampai di depan rumah Jungsoo. Saat Hyukjae hendak membuka pagar, ia menatap Victoria.

 

“Victoria-ssi~ kau tidak ingin pulang? Ku rasa kami bisa mengantarkanmu,” tawar Hyukjae. Jungsoo membulatkan matanya karena tersadar lalu mengangguk.

 

Victoria menundukkan kepalanya. Eotteokhe? Apa aku jujur saja?

 

“Victoria-ssi?” panggil Jungsoo.

 

“Kalian mungkin bisa. Tapi aku tidak bisa.” Hyukjae dan Jungsoo mengernyit mendengarnya.

 

“Aku.. kabur dari rumahku,” lanjut Victoria. Hyukjae dan Jungsoo saling berpandangan dan membulatkan mulut mereka. Victoria terkikik pelan melihatnya.

 

“Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” tanya Jungsoo.

 

“Apa aku boleh tinggal disini?” balas Victoria bertanya.

 

Hyukjae dan Jungsoo saling berpandangan kembali lalu menggeleng serentak. “Itu tidak baik!” jawab mereka bersamaan.

 

“Wae~?” tanya Victoria frustasi dan lemas.

 

“Kau adalah seorang wanita. Kami adalah pria. Kau tidak takut kami melakukan sesuatumu?” celetuk Jungsoo yang diangguki oleh Hyukjae.

 

Victoria menggeleng cepat, “Aku tidak takut. Kalian adalah orang yang baik.”

 

“Tapi kami tetaplah seorang pria dewasa yang bisa saja dikontrol oleh hormon kami saat kau bersama kami,” sergah Jungsoo. Lagi-lagi Hyukjae mengangguk.

 

“Aku percaya pada kalian. Jebal~ aku akan bekerja keras untuk membayar kebaikan kalian. Eotteo?” seru Victoria.

 

Hyukjae melirik Jungsoo dan mengangguk, “Ku kira tidak apa. Setidaknya kau bisa membuat rumah kami tetap rapi.” Jungsoo menghela nafas panjang dan menyetujui Hyukjae.

 

“Jeongmal? Ah jinjja~ gomaseumnida..” Victoria membungkukkan tubuhnya berkali-kali.

 

“Baiklah, kita masuk sekarang! Lalu kau harus jelaskan masalahmu lebih jelas, Victoria-ssi~” seru Hyukjae.

 

“Hey!” Victoria menahan tangan Jungsoo dan Hyukjae. “Bolehkah aku izin ke tempat tinggalku untuk mengambil barang-barangku?”

 

“Tidak!” cegah Jungsoo cepat.

 

“M-mwo?”

 

“Ini sudah malam. Dan aku yakin barangmu tidak bisa dikatakan sedikit. Jadi berikan alamatnya pada kami. Biar kami yang mengambilnya besok. Arasso?” tegas Jungsoo lalu berlari masuk ke dalam rumah.

 

Victoria mengerucutkan bibirnya, “T-tapi..”

 

“Maklum, Jungsoo hyung memang paling tidak tega pada seorang wanita,” celetuk Hyukjae seraya menepuk pundak Victoria lalu membawa wanita itu masuk.

 

T-tapi.. bagaimana dengan barang-barang pribadiku?, batin Victoria dengan wajah memerah.

 

Next day.

 

“Y-ya~!” teriak Jessica saat kondisi kelas tidak terkendali. Saat ia ingin mengejar Yoogeun yang berlari mengejar Yoobin, hpnya berdering. Dia mendesah. Jessica memanggil Sunny dan memberi isyarat. Sunny hanya mengangguk.

 

“Taecyeon?” gumamnya pelan sebelum ia mengangkat telepon itu. “Yoboseyo~ Ne?!” mata Jessica membulat mendengar perkataan sahabatnya itu.

 

===BecauseofYou===

 

Mian ceritanya terlalu berputar-putar ^.^v maklum~ saya mau menandingi sinetron indonesia dalam soal cerita..

Advertisements

3 responses to “Because Of You (Series) Chapter 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s