March, April, May (Oneshoot)

Author : Lee Hyura

Title : March, April, May

Genre : Romance

Rating : PG

Cast :

–          2PM Nickhun

–          SNSD Jessica

–          SNSD Tiffany

===MarchAprilMay===

March..

Jessica membuka pintu atap apartemennya dengan ragu. Dia menarik nafas dalam-dalam sebelum ia mengambil langkah. Dia mendekati batas tembok di pinggiran. Jessica menarik nafas dalam-dalam lalu mengangkat kakinya agar ia dapat berdiri di atas pembatas itu.

“Semuanya sudah berakhir,” gumamnya seraya mengulas senyum pahit.

“Hey!”

Jessica tersentak saat mendengar suara dari belakangnya bersamaan dengan tangannya yang tarik hingga tubuhnya terhempas ke belakang. Beruntung seseorang menahan tubuhnya. Atau tidak, ia mungkin harus berbaring di kasur seharian karena tubuhnya sakit semua.

“Apa berbaring di atas tubuhku membuatmu nyaman?” tanya orang yang terkesan menyibir kesal.

Jessica tersadar dan segera bangkit. Dia membungkuk kikuk beberapa kali pada orang itu. Orang itu hanya menggaruk kepalanya gemas. Jessica menatap wajah orang itu beberapa saat. Asing..

“Kau.. nuguseyo?” tanya Jessica pelan.

Orang itu mengubah posisinya menjadi duduk lalu mengulurkan tangannya. “Nickhun.”

Perlahan, senyuman terkulas di wajah Jessica. Dia menjabat tangan Nickhun, “Salam kenal.”

Nickhun berdecak, “Bukan itu jawaban yang aku harapkan.”

“Lalu?” Jessica memiringkan kepalanya sambil mengerjap—bingung.

“Siapa namamu?”

Jessica tersenyum mengerti. “Jessica.”

Nickhun membalas senyum Jessica. Dia bangkit dan menarik Jessica ke tempat yang teduh. Mereka duduk di sana dan diam. Tidak ada yang berbicara. Sesekali Nickhun menghela nafas kasar.

“Apa yang ingin kau lakukan tadi?” tanya Nickhun akhirnya.

Jessica menoleh, “Huh?”

“Apa tujuanmu naik ke sana? Ingin bunuh diri?”

Jessica mendesah pelan dan menunduk. “Begitulah jika kau tidak menarikku.”

“Wae?”

“Apa kau benar-benar ingin tahu?” Jessica berbalik bertanya.

Nickhun menggigit bibirnya dan menatap ke depan. “Tentu juga kau tidak keberatan.”

“Kau pasti akan menertawakanku.”

“Tidak akan. Aku janji!”

Jessica menghela nafas panjang—mencoba menenangkan hatinya. Lalu ia menatap Nickhun yang sedang menatapnya dengan semangat. Jessica terkikik pelan melihatnya dan membuang pandangannya ke depan. Ia menggigit bibirnya. Tegang yang ia rasakan.

Jessica mulai membuka mulutnya, “Aku ditipu oleh pacarku. Uang tabunganku lenyap sekarang. Aku merasa sangat bodoh. Bahkan kami baru saja berkenalan sekitar 2 bulan yang lalu. Kau pasti berpikir aku murahan atau apalah itu. Tapi aku yakin kau benar. Aku.. aku—“

“Tidak.. aku tidak berpikir seperti itu. Hanya saja kalau kau pikir kau bodoh, aku setuju. Bagaimana bisa kau menjalin hubungan dengan orang yang bahkan baru kau kenal?” sergah Nickhun –memotong perkataan Jessica.

Jessica menggembungkan pipinya kesal. “Itu kebiasaan burukku. Terlalu mudah percaya. Aku nyaman dengannya. Jadi aku menganggap diriku menyukainya. Dia pun begitu. Apa salahnya? Lagipula aku pikir dia bersungguh-sungguh.”

“Lalu kau bunuh diri hanya karena itu?” tanya Nickhun dengan nada agak merendahkan.

“Salah satunya. Intinya aku merasa aku merasa diriku seperti sampah. Para pria hanya mempermainkanku layaknya boneka. Padahal aku bersungguh-sungguh dengan mereka. Tapi dengan predikatku yang bisa minimal berpacaran 3 kali dalam sebulan, mereka mengira aku juga hanya mempermainkan mereka. Padahal aku selalu bersungguh-sungguh menjalin hubungan! Aku tidak pernah selingkuh. Aku selalu berusaha menjadi pacar yang terbaik. Apa yang salah? Aku benar-benar sudah menyerah!” gumam Jessica dengan emosi.

“Tidak ada yang salah sih.. tapi, 3 kali sebulan? Minimal? Kau tidak salah? Pantas saja mereka berpikir seperti itu!” sungut Nickhun.

“Aku hanya ingin memberi kesempatan untuk membuktikan mereka memang pantas untukku. Apa salahnya sih?” gerutu Jessica lalu meniup poninya kesal.

Nickhun memilih diam dan menghela nafas panjang. Dia benar-benar bingung hari berkata apa. Dia hanya memeluk wanita itu untuk menenangkannya.

“Ternyata setelah menceritakannya padamu, aku merasa tenang,” seru Jessica sambil melepaskan diri dari pelukan Nickhun dan bangkit. Dia membungkuk pada Nickhun. “Gamsahamnida.”

Never mind. Setidaknya kau tidak berpikir untuk bunuh diri lagi.”

“Kau baru disini, ya?” tanya Jessica.

“Ne. Aku penghuni baru di apartemen nomor 1022,” jawab Nickhun. “Kau?”

“Aku tepat di depanmu! Aku di 1034,” jawab Jessica riang. Seolah masalahnya tadi pernah terjadi. Nickhun hanya tersenyum bingung.

April..

Jessica mengetuk pintu apartemen Nickhun sekaligus menekan bel tak sabar. Matanya sembab. “Nickhun-ah~”

Sejak hari mereka bertemu, Jessica dan Nickhun memang menjadi dekat. Mereka selalu berbagi cerita mereka setiap malam hari setelah pulang kerja. Bahkan mereka sering pulang kerja bersama. Biasanya Nickhun yang menjemput Jessica.

Akhirnya pintu apartemen Nickhun terbuka. Nickhun dengan piyama dan wajah sayunya karena baru bangun. Walaupun waktu sudah menunjukkan jam 9 pagi, tapi hari itu adalah hari Minggu. Waktu untuk beristirahat seharian.

“Waeyo?” tanya Nickhun sambil menguap.

“Nickhun-ah..” gumam Jessica yang kembali terisak.

“Heh?” Nickhun langsung sadar 100 persen mendengar isakan Jessica. Dia segera memeluk Jessica. “Wae geure?”

“Aku putus. Lewat telepon, lagi!” jawab Jessica berbisik sambil tetap terisak.

Nickhun menghela nafas panjang. “Kenapa menangis? Memang kau mencintainya?”

Jessica mengangguk, “Tentu saja. Dia pacarku.”

Lagi-lagi, Nickhun menghela nafas panjang. “Sekarang kau masuk dan tenangkan dirimu selagi menungguku selesai mandi. Arasso?”

Jessica mengangguk.

>>>

Nickhun membawanya ke tempat yang lumayan sepi dan jauh dari kebisingan kota. Sebenarnya Jessica ingin bertanya. Namun ia ingat kata-kata Nickhun yang melarangnya untuk bertanya sebelum mereka pergi.

“Kita sampai. Kau boleh bertanya sekarang,” kata Nickhun.

“Apa yang akan kita lakukan disini?” tanya Jessica ragu.

“Berteriak.”

“Mwo?!”

Nickhun memutar matanya, “Berteriak. Kau tidak bisa berteriak? Bohong kalau kau tidak bisa!”

“Tapi, untuk apa?” tanya Jessica menggumam.

“Apa susahnya berteriak? Apa berteriak harus dengan alasan?” balas Nickhun yang mulai kesal.

“Tentu saja! Berteriak tanpa alasan sama dengan gila!” tekan Jessica.

Nickhun menarik Jessica mendekat. Dia tersenyum hangat. “Teriak sekuatnya dan biarkan emosimu keluar bersamaan dengan teriakan itu.”

>>>

Jessica dan Nickhun duduk di bawah pohon yang lumayan besar. Seperti biasa, Jessica sudah bersikap layaknya dia tidak punya masalah lagi. Nickhun menutup matanya dan melemaskan seluruh anggota tubuhnya.

“Cinta itu.. seperti permen karet, ya?” gumam Nickhun.

Jessica meliriknya sekilas, “Ye?”

“Iya. Manis saat di awal dan pahit di akhir lalu dibuang begitu saja,” lanjut Nickhun.

“Apa maksudmu?”

“Lihat saja kisah cintamu. Kau dan pacarmu bersenang-senang di awal. Namun beberapa hari kemudian, sudah berpisah. Pahit. Tapi mudah dilupakan. Buktinya kau bisa mendapatkan yang baru lagi,” jelas Nickhun. “Tidak bermaksud menghinamu. Kau hanya sebagai contoh. Mayoritas orang mempunyai kisah yang sama.”

Jessica menggeleng, “Tidak. Itu bukan cinta.”

“Tapi kau sendiri yang menegaskan bahwa yang kau rasakan itu cinta walaupun kisah cintamu seperti permen karet!” sungut Nickhun pelan.

“Ani! Kau salah!” bentak Jessica.

Jessica bangkit dan berlari pergi meninggalkan Nickhun. Nickhun hanya diam sambil menatap kepergian Jessica.

May..

“Kau akan pindah?” tanya Jessica nanar sambil memperhatikan Nickhun yang sedang mengemasi barang-barangnya.

“Aku ditugaskan ke Jepang. Jadi aku pindah ke Jepang,” kata Nickhun yang sedang menempelkan lakban untuk menutup kardus berisi barang-barangnya.

“Dan meninggalkanku sendiri?” gumam Jessica.

Nickhun mengangkat kardus itu dan meletakannya di samping kardus-kardus lainnya. Dia merenggangkan ototnya sejenak sambil menatap Jessica. Jessica hanya mengerucutkan bibirnya. Nickhun tersenyum tipis. Dia menghampiri Jessica dan memeluk.

“Aku tidak akan melupakan teman terbaikku yang selalu bernasib buruk dalam kisah cintanya,” bisik Nickhun main-main. Jessica langsung memukul lengan Nickhun.

“Kapan kau pergi?” tanya Jessica saat Nickhun melepaskan pelukannya.

“Besok siang. Setelah urusan di kantor lama selesai,” jawab Nickhun.

Next day.

Jessica berusaha memfokuskan dirinya ke pekerjaannya. Tapi dia selalu gagal berkonsentrasi. Sesekali ia melirik hpnya –berharap seseorang meneleponnya.

What’s wrong, Jessie?” tanya Tiffany –clientnya dari Los Angeles. Dan kebetulan, ia adalah sahabat pena Jessica lewat e-mail.

Nothing’s wrong,” Jessica membalasnya singkat. Ia kembali konsentrasi ke laptopnya agar ia bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat.

So why you’re being so nervous?” tanya Tiffany –lagi. Dia benar-benar penasaran. Tidak biasanya Jessica seperti itu saat bekerja. Ya, kecuali saat-saat sebelum waktunya mempresentrasikan hasil pekerjaannya.

Jessica menatap Tiffany kaku. “NervousMeNo way I have no reason to feel nervous.”

“A-ha?” sepertinya jawaban Jessica belum bisa memuaskan Tiffany.

Jessica memutar matanya dan kembali ke laptop dan beberapa map di meja kerjanya dengan Tiffany itu. Tiba-tiba hpnya berdering. Jessica dan Tiffany melirik benda itu bersamaan. Saat Jessica hendak mengambilnya, benda itu sudah terlebih dahulu di tangan Tiffany.

“Hei!” protes Jessica.

Tiffany menyeringai tipis dan membaca nama pemanggil di layar hp milik Jessica. “Nickhun.. like I guessI wonder what will he talk about with you..”

Jessica merampas hpnya kasar dan mengangkatnya. “Hello?”

“Kau tidak ingin mengantarkanku?” tanya Nickhun tanpa basa-basi.

“Mian. Tugasku sedang banyak. Pokoknya jangan lupa untuk meneleponku atau menge-mail di saat kau bisa. Bye!”

Jessica langsung memutuskan hubungan telepon lalu melirik Tiffany yang sedang memasang wajah kesal dan tangan terlipat di dada.

Come to himNow.”

Jessica terbelalak, “W-what the hell you talkin’ about?!”

Jessie.. don’t lie.. just say the truth to him,” kata Tiffany. Jessica menunduk dan mengulum bibirnya.

>>>

Nickhun sengaja duduk di kursi di hall bandara. Berharap ia melihat sosok Jessica yang sedang mencari dirinya seperti yang ada di drama-drama. Saat waktu menunjukkan 20 menit lagi pesawatnya lepas landas, dia bangkit dan berjalan ke arah eskalator. Tiba-tiba hpnya berdering.

Hello?”

“Nickhun-ah.. cinta itu tidak seperti permen karet. Cinta itu tulus dari hati. Cinta tidak akan membiarkan perasaannya berakhir begitu saja tanpa diperjuangkan. Cinta tidak mudah dilupakan begitu saja. Cinta yang seperti permen karet itu bukan cinta. Melainkan perasaan nyaman atau nafsu.”

Bibir Nickhun mulai membentuk sebuah senyuman saat mendengar suara yang membuatnya berat meninggalkan Korea. Padahal Korea bukanlah tanah airnya.

“Maksudmu?” tanya Nickhun.

“Aku mengerti makna cinta yang sesungguhnya sekarang. Dan itu semua karenamu. Hal yang rasakan saat aku bersama mantan-mantanku hanya perasaan nyaman,” ujar Jessica hampir berbisik.

“Huo.. aku mengerti sedikit. Jangan-jangan kau..”

“Aku mencintaimu. Ini memalukan! Kenapa harus aku yang mengatakannya? Ugh!”

Nickhun tersenyum, “Nado saranghae.”

“MWO?!”

Nickhun menjauhkan hpnya dari telinganya. Kalau tidak, mungkin telinga kirinya sudah kehilangan fungsi.

“Tapi aku tidak bisa membatalkan kepergianku,” lanjut Nickhun.

“Aku tahu. Aku tahu. Aku hanya ingin mengatakannya. Karena aku tidak ingin ini berakhir begitu saja. Setidaknya aku lega setelah mengatakannya,” balas Jessica.

“Kau benar.”

“Jangan lupa untuk selalu menghubungiku. Jika ada waktu, datangi aku. Aku juga akan melakukan hal yang sama.”

Nickhun menatap pintu yang menjadi penghubungnya ke ruangan yang seharusnya ia tempati segera. Dia menarik nafas dalam sebelum akhirnya menjawab, “Pasti.”

===MarchAprilMay===

Emang gaje dah sumpah -..-“ saya ga ngerti kenapa tangan saya tiba-tiba ngetik cerita ini *plak

Sumpah deh. Baru juga buka MS Word, eh tau-tau udah ending aja .-.

Maaf ya kalo ga ngerti. Mian banget bangetan.. maaf juga judul ga cocok.

Advertisements

7 responses to “March, April, May (Oneshoot)

  1. aku suka …
    pairing baru untuk sica onnie …
    chingu, sekali-kali buat yang berbeda juga yya…
    siapa pun pairing sica onnie aku suka dan aku terima …
    kecuali jeje *mianhae* ….

  2. Jessica Nickhun.. oke banget da ahh..
    Thor,, aku tunggu lanjutnnya Because of You (series) yah..
    Penasaraaan ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s