December (Chapter 1)

Author : Lee Hyura

Title : December

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG 13

Cast :

–          SJ Kyuhyun

–          SNSD Jessica

–          Erika Toda

–          HSJ Ryosuke

PS : chapter ini ceritanya di tanggal 1 desember ^^ dan ini ff berlatarkan jepang pertama yang saya publish. huehehe.. hua bangga banget karena udah berhasil ngepublish ff berlatar jepang. karna ff berlatar jepang saya lainnya tuh ga ada yang berani saya post .__.

“Namanya Sooyeon. Sejak hari ini, dia jadi adikmu.”

“Sooyeon suka Jepang. Apalagi Tokyo, ah, Yokohama!”

“Akan disisiku selamanya? Jinjja?”

“Sooyeonnie! Neo eoddiseo?”

“Sooyeon hilang.”

===December===

Click.. click..

Terdengar bunyi pelan saat sebuah kamera sedang digunakan untuk memotret pemandangan di Yokohama yang dihiasi salju bulan Desember. Pria itu tersenyum tipis, bangga melihat hasil potretannya. Pemandangan jalanan yang ramai menjadi objeknya kali ini. Setelah puas mengambil beberapa gambar keramaian di sekitarnya, dia berbalik badan dan menuju Yokohama Marine Tower untuk memotret pemandangan dari atas sana.

Dia berlari kecil. Dia benar-benar tidak sabar untuk melihat pemandangan dari atas. Dari kecil, ia ingin sekali memotret pemandangan di Yokohama. Tepatnya sejak ia melihatnya di televisi lokal. Dan kali ini, dia mendapat kesempatan itu. Tanpa keluarga atau siapapun yang akan membatasi atau mengganggunya.

Brak! Dia menabrak seseorang di belokan terakhir menuju gedung yang ditujunya. Dia mengerjap saat menyadari ia menabrak seorang wanita.

Ouch…” ringis orang yang ditabraknya.

Pria itu segera membantu orang yang ditabraknya lalu membungkuk rendah. “Gomenasai..”

H-hai,” balas wanita itu.

“Hikari-chan! Darimana saja? Aku mencarimu dari tadi tau,” teriak seorang wanita lainnya dari belakang wanita itu.

Wanita yang dipanggil Hikari itu membungkukkan badan ke pria yang menabraknya lalu berlari menghampiri temannya yang memanggilnya itu. Pria itu menghela nafas pelan seraya menunduk.

“Oh!” serunya saat melihat sebuah dompet di dekat kakinya.

Dia segera memungutnya dan mencari identitas pemilik dompet itu.

Matsuyama Hikari? Hikari… wanita tadi?, pikirnya. Artinya aku akan bertemu dengannya lagi.

>>>

“Hikari-chan? Ada apa?” tanya Erika –temannya saat melihat Hikari panik.

“Dompetku.. hilang!” histeris Hikari.

Erika membulatkan matanya, “Eh? Bagaimana bisa?”

Hikari terdiam sejenak. Dia berusaha mengingat kejadian terakhir kali dia memegang dompetnya. Tak lama, dia melompat kecil dan menepuk bahu Erika karena ia ingat.

“Dompetku sepertinya jatuh saat bertabrakkan tadi,” runtuk Hikari seraya merengut.

Doko desuka?”

“Tadi kau lihat kan aku bersama dengan pria? Disana!” jawab Hikari sedikit gemas.

Erika langsung menarik tangan Hikari menuju tempat itu lagi. Tapi Hikari menarik tangannya. Erika berbalik badan dan menatap Hikari bingung.

“Sepertinya aku tidak akan menemukan dompetku. Pasti sudah di ambil oleh seseorang,” gumam Hikari.

Erika merengut, “D-demo(tapi), Hikari-chan—“

“Lebih baik kita pulang. Ayo!” Hikari menarik tangan Erika menuju halte bus Yokohama. “Dan, oh! Bayarkan aku tiket pulang ke Tokyo, ya~”

Erika melirik tajam sahabatnya itu.

Next day.

Erika membuka pintu kamar Hikari. Ia duduk di kasur Hikari dan memperhatikan Hikari yang sedang berkutat dengan laptopnya. Akhirnya ia meletakkan benda yang ia bawa sedari tadi di samping laptop Hikari. Hikari menyadarinya lalu menatap Erika penuh tanya.

Dou?” tanya Erika sambil menatap bangga gelas keramik bergambar bunga sakura hasil buatannya sendiri pada Hikari.

Kawai~~” seru Hikari.

Yokatta~ ku kira ini gagal,” desah Erika lega.

“Untuk apa kau membuat ini?” tanya Hikari seraya mendekatkan wajahnya ke gelas keramik itu.

“Ini untukku minum teh. Bagus, kan?”

“Heh? Kau tidak bercanda kan, Erika?” pekik Hikari.

Erika melirik Hikari kesal. “Kenapa?”

Hikari menoyor kepala Erika, “Harusnya bergambar daun teh bukan bunga sakura, baka!”

“Itu membosankan! Lagipula, aku lebih suka sakura daripada daun teh,” elak Erika menggerutu.

Hai, terserahmu lah.” Hikari meniup poninya yang sudah lumayan panjang. “Oh ya, kau sudah dengar kalau ada yang akan mengisi kamar disebelahku?”

Erika mengalihkan pandangannya dari gelasnya ke Hikari. “Heh?”

“Terada-ojisan yang mengatakannya sendiri padaku,” tambah Hikari dengan menyebut pemilik kost sederhana tempat mereka tinggal selama kuliah di Tokyo University.

“Laki-laki?” celetuk Erika sambil menatap Hikari dengan pandangan berbinar.

Hikari mengambil gelas Erika sambil berpikir. Sedetik kemudian, dia mengangkat bahunya lalu menoyor kepala sahabatnya sejak mereka di Kyoto.

“Hei, apa salahku?” protes Erika.

“Soalnya pikiranmu hanya laki-laki,” jawab Hikari dengan ekspresi polos lalu melototi Erika. “Kembali ke kamarmu dan belajar!”

“Tanpa belajar, aku akan tetap pintar. Tidak sepertimu,” cibir Erika.

“Erika!!”

>>>

Seperti biasa, kamera itu mengalung di leher pria itu. Pria itu tersenyum tipis saat memasuki rumah bergaya tradisional. Dia disambut seorang pria yang berumur awal 40an.

Anata wa Cho Kyuhyun-san desuka?” tanya pria yang menyambutnya.

Hai, watashi desu,” jawab Kyuhyun sambil membungkukkan badannya.

Watashi wa Terada desu. Panggil saja—“

“Terada-ojisan!”

Seorang wanita berambut hitam sebahu memanggilnya. Wanita itu menghampiri paman Terada dan merangkulnya seakan pria itu adalah teman sepantarannya.

“Oh! Siapa dia?” wanita itu menceletuk pelan dan tersenyum pada Kyuhyun.

Watashi wa Kyuhyun desu. Douzo yoroshiku.” Kyuhyun membungkukkan badannya.

“Erika desu,” balas wanita itu singkat tanpa membalas membungkukkan badan.

How rude~ kau menjawabnya dengan singkat dan tidak membalas bungkukkan badannya,” cibir seseorang di belakang Erika. Orang itu memisahkan paman Terada dan Erika dengan paksa lalu membungkuk. “Watashi wa Hikari desu. Douzo yoroshiku.”

Kyuhyun mengerjap lalu tersenyum tipis. “Matsuyama Hikari?”

Hikari mengerjap dan menunjuk hidungnya. “Eh? Kau mengenalku?”

Iie. Kita pernah bertemu di Yokohama. Ingat? Aku menemukan dompetmu yang jatuh,” ralat Kyuhyun.

“Ah, really? You’re not kidding me, rite? Yokatta~”

“Untung saja dompetmu ketemu. Jika tidak, kau tidak akan bisa makan bulan ini,” cibir Erika. Hikari mendesis mendengarnya.

Kyuhyun terkekeh pelan, “Aku akan mengembalikannya setelah aku selesai merapikan barangku.”

>>>

Kamar itu hanya ada Kyuhyun yang dibantu oleh Hikari merapikan kamarnya. Hikari menyandarkan dirinya di dinding samping pintu. Kyuhyun mengambil tempat disampingnya seraya memberikannya sekaleng kola. Hikari segera membuka kaleng kola itu dan meneguknya.

Domo arigatou gonzaimasu,” kata Kyuhyun.

Hikari terkekeh pelan, “Tidak usah terlalu kaku denganku.”

“Ah, ye..

Hikari melirik foto yang terpajang di meja belajar Kyuhyun. Perempuan dan lelaki cilik saling merangkul dan tersenyum lebar. Melihat itu, Hikari menjadi tersenyum tipis.

Shitsureidesuka?” tanya Hikari pelan, ragu. “Okuniwa? Kankoku desuka?”

“Kau tahu?” bingung Kyuhyun. “Apa wajahku sangat ke-korea-an?”

Ani, latar foto itu terlihat seperti sebuah tempat di Korea,” jawab Hikari yang kini memakai bahasa Korea. Kyuhyun mengerjap lalu melirik foto masa kecilnya.

Kankokujin desuka?” pekik Kyuhyun tak percaya.

“Ya~ aku sudah berbaik hati memakai bahasa Korea. Tapi kau malah memakai nihongo,” gerutu Hikari.

Kyuhyun mengusap tengkuknya. “Mian..”

Wae? Sepertinya kau kaget sekali mengetahui aku bisa berbicara bahasa Korea,” bingung Hikari.

A-aniya.. Ya! Jawab pertanyaanku! Apa kau juga orang Korea?”

“Eh?” Hikari menggumam sebentar lalu menggeleng. “Ani. Aku pernah tinggal di Korea karena sesuatu.”

Jinjja?”

Hmph!” Hikari bangkit dan menjulurkan tangannya. “Mana dompetku?”

Kyuhyun terkekeh sambil ikut bangkit.

Hikari pov.

Aku masuk ke kamarku dan menguncinya. Aku meletakkan kaleng kola itu dengan kasar di atas meja belajar. Tubuhku lemas. Otakku mulai mengingat hal-hal yang harusnya aku lupakan.

“Tapi pasti menyenangkan sekali ya? Menghabiskan waktu bersama,” cibir Erika yang ternyata sedang membaca novel dikasurku.

Aku terbelalak. Aku segera bangkit dan membuka pintu. Erika menggeleng kepalanya karena mengerti kalau aku mengusirnya.

“Jangan bilang kau menyukainya~ aku akui dia memang good-looking. Demo Kyuhyun-san wa kankokujin desu, Hikari-chan,” desisnya tajam.

Aku menyeringai sinis. “Aku tidak menyukainya.”

Soudesuka?” dia membulatkan bibirnya sambil mengerjap. Benar-benar mengejekku.

Please, just go!” tekanku.

“Oh yea~ maaf mengganggu, Sooy—ups, Hikari-chan,” balasnya dan keluar dari kamarku.

Aku tahu dia memang jahat kalau sudah masalah ini. Tapi dia melakukan ini untuk kebaikanku juga. Aku tahu. Tapi masalahnya, kenapa dia harus datang?

Author pov.

Kyuhyun menghempaskan dirinya di kasur lalu mengambil bingkai foto masa kecilnya. Dia tersenyum tipis.

“Sooyeon, kau tahu? Sekarang aku berada di kota impianmu. Envy, my little princess?” gumam Kyuhyun.

Brak!

Pintu kamar Kyuhyun terbuka dengan kasar. Dia melihat sosok Erika dengan senyuman lembutnya. Tapi tatapan tajamnya membuat Kyuhyun merinding dalam sedetik.

“Ups, gomenasai~ aku tidak bermaksud,” seru Erika. Nadanya tidak terdengar menyesal sedikitpun.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun datar.

“Jangan coba-coba dekat dengan Hikari. Dia itu… alergi dengan orang Korea. Mengerti?” peringat Erika. “Oh, tadi aku dengar kau menyebut nama Sooyeon. Aku pernah berteman dengan orang Korea yang bernama Sooyeon. Tapi sayang dia sudah meninggal.”

Kyuhyun menatap Erika bingung. Alergi orang Korea? Jelas-jelas dia baik-baik saja saat didekatku. Bahkan katanya, dia pernah tinggal di Korea. Bagaimana bisa alergi orang Korea?

 

===December===

Ide asli dari anak Kyusica, Cho Jehyun *lol

Saya cuma mengembangkan cerita dan mengetiknya. Huehehe :3

Komen ya. Kalo ga komen, ga akan dilanjut ._.

kamus jepang :

  1. Gomenasai : Maafkan aku
  2. Hai : Ya
  3. Dokodesuka? : Dimana?
  4. Demo : Tapi
  5. Dou? : Bagaimana?
  6. Kawai : Lucu, imut, manis
  7. Yokatta : Syukurlah
  8. Ojisan : Paman
  9. Anata wa Cho Kyuhyun-san desuka? : Kau adalah Cho Kyuhyun?
  10. Watashi desu : Ya, aku.
  11. Watashi wa Terada desu : Aku adalah Terada
  12. Douzo yoroshiku : Senang berkenalan denganmu
  13. Iie : Tidak
  14. Domo arigatou gonzaimasu : Terima kasih banyak
  15. Shitsureidesuka? : Bolehkah aku bertanya? (untuk menanyakan hal yang privasi)
  16. Okuniwa? : Dari negara mana?
  17. Kankoku desuka? : Korea?
  18. Kankokujin desuka? : Berwarganegaraan Korea?
  19. Soudesuka? : Begitukah?
Advertisements

17 responses to “December (Chapter 1)

  1. Kyusica? ?
    I love it. .
    FF nya keren chingu. .
    Bisa memunculkan rasa penasaran. .
    #apalah ini,
    Ne,
    aq pnsaran ama lanjutan nya. .
    Ditunggu. .
    Daebak dh,
    *tebar bias. .

  2. annyeong haseyo saeng,,
    ini eon, winda..
    jujur ya saeng,,
    eon gak ngerti sama ni ff coz banyak banget bahasa japan yang eon gak ngerti 😀
    sekedar saran nih, kamu kasih artiannya juga dong disetiap kata2 japannya..
    itu dialognya erika mengundang kecurigaan banget deh “Oh, tadi aku dengar kau menyebut nama Sooyeon. Aku pernah berteman dengan orang Korea yang bernama Sooyeon. Tapi sayang dia sudah meninggal.”
    lah emang orang korea yang namanya sooyeon cuma satu? kan banyak,,belum tentu orang yang mereka maksud sama,,itu malah membuat kyuhyun jadi penasaran aja..
    jujur ya saeng, eon kurang dapet feel baca ff ini, mungkin karena agak pendek kali ya 😀 *niat terselubung* *minta diperpanjang*
    over all ffnya udah bagus tinggal dilanjut aja 😀
    hwaiting^^

    • kamusnya udah ya~ makasih udah diingatkan. aku lupa terus setiap mau buatnya XD
      sengaja. sang pemberi ide cerita lah yg minta ._. huehehe~~
      jiah modus mu, onnie~ pinter sekali =.= iya aku juga kurang ngefeel sama ff ini. pas baca ulang, ada beberapa kegagalan u,u hikseu~

  3. itu kyu sama sic adek kakak??
    trus kok sica bisa terdampar ke jepang??
    masih bingung sama ceritanya>.<
    update soon yah:D:D:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s