I Choose To Love You (Chapter 2)

Author : Lee Hyura

Title : I Choose To Love You

Genre : Romance, Angst, Comedy

Rating : PG 13

Cast :

–          JYJ Jaejoong

–          SNSD Jessica

–          SNSD Sooyoung

–          JYJ Junsu

–          2NE1 Sandara

PROLOG || CHAPTER 1

===ichoosetoloveyou===

Jessica menggembungkan pipinya sambil berpikir saat ia dan Jaejoong memasuki sebuah restauran mewah. Ia kenal baik dengan restoran itu. Itu adalah restoran kesukaan kakaknya. Ia sering kesini untuk makan malam bersama kakaknya. Akhirnya Jessica menahan tangan Jaejoong.

“Apa lagi sekarang?” suara Jaejoong terdengar seperti menahan kesal.

Yea, Jessica sadar. Ia sudah membuat majikannya itu kesal selama sehari penuh. Bahkan saat di mobil pun Jessica tidak berhenti membuat pria itu kesal. Dia bertanya tentang banyak hal atau mengomentari hal-hal yang ia lihat selama perjalanan. Jika itu Sooyoung, Jessica tidak akan berasa bersalah karena sahabatnya itu sudah terbiasa dengan Jessica. Tapi Jaejoong?

Jessica mengulas senyum semanis mungkin. “Bisa kita makan di tempat lain?”

“Wae?”

“Aku—“

“Tidak usah merasa tidak enak. Aku yakin kau tidak akan bertindak kampungan seperti di mobil tadi,” celetuk Jaejoong sambil memasukkan tangan ke dalam saku celana jeansnya dan hendak kembali berjalan masuk ke dalam restoran.

“Tidak! Tentu saja aku tidak akan melakukan itu!” kesal Jessica. “Aku hanya tidak suka makan di tempat seperti ini. Terlalu hening, kaku dan beraura bisnis.” Jessica jujur. Itulah yang ia rasakan setiap masuk ke restoran itu.

Jaejoong terkekeh sinis, “Aku orang bisnis dan kaku. Aku juga benci keramaian. Tidak salah kan aku memilih restoran ini?”

Jessica memutar matanya gemas, “Tapi kau berpakaian casual. Tidak berjas seperti yang lain.”

“Lalu?”

“Ayolah~” rajuk Jessica.

Jaejoong membuang muka sambil berpikir. Tak lama, ia mengangguk. Jessica tersenyum lega.

“Gomawo~~” serunya sambil memeluk Jaejoong.

“Y-ya!!”

 

>>>

 

Disinilah mereka. Di food court mall yang paling dekat dengan apartemen Jaejoong. Jaejoong memesan kimbab dan Jessica memesan Jajangmyeon. Mereka hanya berdiam diri sambil menghabiskan makanan mereka. Yah walaupun beberapa terlintas di otak Jessica untuk mengajaknya berbicara. Tapi saat melihat Jaejoong yang tampak kesal, Jessica mengurung niatnya.

“Mian.”

Jaejoong berhenti memakan kimbabnya dan beralih menatap Jessica. Ia mengangkat salah satu alisnya yang menandakan ia tidak mengerti. Jessica hanya membalasnya dengan tersenyuman miris.

“Ada apa?” tanya Jaejoong.

“Membuatmu makan disini. Kau tidak terbiasa ya?” gumam Jessica pelan dan ragu.

“Setidaknya aku bisa makan. Walaupun aku tidak terbiasa, tapi kau terbiasa, kan?” tanggap Jaejoong datar.

Jessica merengut mendengarnya. Aku? Terbiasa? Sejak kapan? Dasar sok tahu!

“Yo, Jaejoong-ssi!”

Jessica terkesiap saat mendengar suara itu. Dia langsung mengatur rambut yang tergerai agar menutup wajahnya dari samping dan menunduk. Jessica kembali memakan Jajangmyeonnya dengan santai. Sedangkan Jaejoong tersenyum lebar melihat orang yang memanggilnya itu.

“Kim Junsu~!” sahut Jaejoong.

Sudah ku duga!, ringis Jessica dalam hati.

“Kencan?” tanya Junsu.

Jaejoong melirik Jessica yang bersikap aneh. “Dengannya?” Jaejoong menunjuk Jessica lalu menggeleng sambil mendengus pelan.

“Kenapa? Biasanya wanita yang bersamamu itu adalah teman kencanmu. Yea, kecuali Sandara noona.”

Jaejoong mendesis, “Apa maksudmu? Aku tidak mungkin mengencaninya. Lihat dia! Seperti hantu saja dengan rambut seperti itu. Hih~ bukan tipeku!”

Aku bersumpah akan membunuhmu, Kim Jaejoong!!, geram Jessica dalam hati. Eh tapi jangan deh. Kalau misalnya aku ketahuan lalu masuk penjara, beritanya akan masuk koran. Lalu aku ketahuan oleh keluargaku. Lalu.. lalu.. lalu apa? Aish! Lupakan!

“Bagaimana denganmu? Siapa pacarmu?” tanya Jaejoong sambil menatap jenaka kenalannya itu.

Junsu tersenyum tipis dan menggeleng, “Aku tidak punya.”

“Kenapa? Mana mungkin anak pemilik C-Jes Entertainment tidak mempunyai pacar? Model cantik di management ayahmu itu cantik dan seksi, kan? Ada yang imut pula. Lengkap pilihannya,” bingung Jaejoong kemudian mengedipkan matanya dan tertawa.

“Oh, candaan yang lucu. Aku bukanlah seorang Kim Jaejoong yang mudah mendapatkan semua wanita,” desis Junsu. Jaejoong kembali terkekeh mendengarnya.

Ku mohon~ enyahlah!!! Jessica sibuk memohon dalam hati.

“Jadi, siapa dia?” tanya Junsu akhirnya, berhasil membuat Jessica serasa kehabisan oksigen.

Jaejoong memperhatikan Jessica. Wanita itu seakan takut dengan Junsu. Dan Jaejoong tidak tahu kenapa. Akhirnya dia menghela nafas dan menatap Junsu.

“Lain kali, aku akan mengenalkannya padamu. Sekarang, aku ingin berdua saja dengannya.” Jaejoong mengulas senyum tipis.

“Sudah ku duga dia adalah korbanmu lainnya!” pekik Junsu. Dia tersenyum mengerti, “Kalau begitu, aku pergi sekarang. Sampai jumpa lagi.”

Saat Junsu sudah pergi, Jessica segera merapikan rambutnya dan mengikatnya. Dia menatap Jaejoong sekilas lalu fokus pada Jajangmyeonnya.

Korban dia? Apa maksudmu, oppa? Aku tidak akan menjadi korbannya! Yah walaupun dia menggoda, gerutu Jessica.

 

>>>

 

Sooyoung menarik selimut untuk menutupi kaki jenjangnya lalu membuka novel untuk melanjutkan bacaannya. Tak lama, hpnya berdering. Dia melirik malas barang canggihnya itu.

Jessica lagi? Astaga, apa dia mempunyai banyak cerita selama sehari sampai harus meneleponku dua kali sehari?, gerutunya.

Sooyoung mengangkat telepon itu dan mendengarkan cerita Jessica. Sambil mendengar, ia meminum jusnya. Tiba-tiba Sooyoung memuntahkan jus jambu yang baru saja ia minum saat mendengar cerita Jessica.

“Mwo? Kau bertemu oppamu? Kenapa bisa bertemu Kim Junsu? Kau mau dipaksa pulang? Hah, kenapa kau sangat bodoh? Bagaimana jika oppamu itu menyadarimu? Bagaimana jika oppamu itu tidak polos, jadi dia sadar kalau dia bertemu dengan adiknya yang hilang? Bagaimana—“

“Sooyoung!” teriak Jessica membentak. “Kenyataannya aku masih di apartemen TUAN Kim Jaejoong, kan?” Jessica menekan salah satu katanya dengan kesal.

“Itu artinya kau tidak boleh keluar apartemen lagi! Oh, kau hanya bisa keluar untuk berbelanja. Mengerti?” tegas Sooyoung.

“Tapi.. aku tidak bisa masak~ mana mungkin aku tidak keluar?” sahut Jessica kesal.

“Setidaknya kau sudah mendapatkan pelatihan dasar soal masak, kan? Tinggal cari resep di majalah atau koran, kan? Babo!”

Jessica meringis, “Kau pintar..”

“Choi Sooyoung memang pintar~”

“Cih!”

 

Next day.

 

Pagi itu tidak seramai pagi lalu. Pagi itu terasa damai tanpa suara barang yang jatuh. Jessica memilih menu aman seperti nasi putih, sup dan ikan goreng. Ia paling ingat resep masakan itu karena itu yang paling sederhana.

Dan tidak seperti pagi sebelumnya juga, Jessica kini berpakaian lebih ‘merendah’. Tak ada parfum. Tak ada pakaian bermerk dunia. Aman!

“Apa kemarin itu hanya sebagai perkenalan?” gumam Jaejoong sarkatis.

Jessica mengernyit, “Hm?”

“Kehebohan pagi hari. Kemana semua itu?”

Jessica tertawa gugup, “Maaf. Aku hanya belum terbiasa.”

Jaejoong menatapnya menyelidik, “Benarkah?”

“Apa wajahku terlihat seperti berbohong?” tantang Jessica sambil mendekatkan wajahnya ke Jaejoong dan tersenyum. “Tidak, kan?” Jessica memelet pada Jaejoong.

Jaejoong berdecak. Mana ada pembantu yang berani memelet pada majikannya? Dasar tidak sopan!

Jessica langsung menjauhkan wajahnya saat mendengar bel apartemen itu berbunyi. Ia segera berlari dan melihat ke arah panel. Seorang wanita cantik yang membawa bingkisan berdiri didepan pintu. Jessica menekan salah satu pilihan dipanel.

“Nuguya?” tanyanya.

Terdengar desisan kesal. “Siapa itu? Apa Jaejoong berselingkuh denganmu?!”

Jessica meringis merendahkan. Selingkuh? Dia pasti sudah gila!

“Jawablah!” bentak wanita itu lagi.

Sorry, miss. But I would never be that kind of woman!” bentak Jessica balik.

“Oh yea? So, who.. are.. you?

Tiba-tiba ada yang menarik tangan Jessica. Itu Jaejoong. Jaejoong segera membuka pintu. Tapi dia malah mendapat tamparan.

“Hei, ada apa ini?” bingung pria itu.

“Kau berselingkuh!” tekan wanita itu.

“Selingkuh? Bahkan aku tidak berhubungan dengan siapapun,” sahut Jaejoong.

“Jadi selama ini kau berpikir siapa aku?”

“Sunye, please… jangan salah paham. Selama ini kita cuma menghabiskan waktu berdua. Tidak lebih,” kata Jaejoong datar.

“Kau!!”

Wanita yang bernama Sunye itu hendak bernampar Jaejoong lagi namun ditahan oleh Jaejoong. Akhirnya Sunye menarik tangannya dan berlari pergi. Jaejoong menghela nafas dan berbalik.

PLAK!

Satu tamparan lagi di pipi Jaejoong. Pipi kirinya kini benar-benar merah. Jaejoong menatap Jessica yang sudah menamparnya.

“Itu balasan untuk menyakiti wanita,” kata Jessica tajam.

“Kau bahkan tidak mengerti masalahnya, kan?” kesal Jaejoong.

“Aku tidak peduli. Aku hanya membela kaum wanita. Supaya pria sepertimu, tidak akan berani lagi menyakiti kaum wanita!”

Jessica berbalik dan masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Jaejoong masih ditempatnya. Menertawakan dirinya dengan sinis.

“Wanita aneh,” gumamnya. “Tapi menarik.”

 

>>>

 

Sandara masuk ke dalam ruangan Jaejoong sambil membawa beberapa berkas. Setelah meletakkan berkas-berkas itu di atas meja, Sandara menatap Jaejoong. Tak lama, tawanya meledak. Jaejoong mendengus pelan karenanya.

“Mian.. mian.. hanya saja. HAHAHA… ada apa dengan pipimu?” tanya Sandara sambil tetap tertawa.

“Kau jelas tahu apa yang terjadi dengan pipiku,” sahut Jaejoong sambil menarik berkas-berkas itu kesal.

Sandara berhenti tertawa –menahan tawa tepatnya. Wanita cantik itu berdeham. “Maksudku.. siapa yang membuat pipimu.. semerah itu?”

“Sunye dan Jessica.”

Sandara membulatkan matanya. “Jamkan! Sunye dan.. siapa? Jessica? Siapa itu? Pembantu barumu itu?”

Yep,” jawab Jaejoong.

Sandara kembali tertawa. “Memang apa yang kau lakukan padanya?”

“Menyakiti kaumnya didepannya?”

Sandara berhenti tertawa dan menatap Jaejoong bingung. “Maksudnya?”

“Sunye salah paham tentang kedekatannya denganku selama ini. Dia kira kita berpacaran. Saat aku tegaskan dia dan aku tidak berpacaran, dia menangis. Karena itu, Jessica menamparku,” jelas Jaejoong.

“Sunye dan Jessica sekaum? Kaum apa?” tanya Sandara –mencibir.

“Kaum wanita.”

“Orang aneh.”

“Wanita memang aneh!”

“Mwo?”

Jaejoong meringis. “Tentu saja kecuali dirimu~ kau yang paling sempurna dan spesial!”

Sandara terkekeh sinis, “Oh terserahmu lah. Tapi, Jessica itu memang unik.”

“Unik dan menarik,” timpal Jaejoong.

“Hm~ kau tertarik padanya?”

Jaejoong menatap Sandara tak percaya. “Aku? Ha, tidak! Kami berbeda!”

Sandara memutar matanya sambil menyeringai, “Terserahmu lah.”

 

>>>

 

Jessica sengaja meminta Sooyoung untuk menyuruh salah seorang pelayannya untuk membuatkan makanan yang spesial untuk makan malam. Ia ingin meminta maaf pada Jaejoong soal kejadian tadi pagi. Ia benar-benar tidak ingin Jaejoong memecatnya.

Dia menata meja makan dengan rapi. Selesai menatanya, ia menunggu kepulangan Jaejoong sambil membaca novel yang ia pinjam dari Sooyoung. Tapi sampai jam 10 malam pun Jaejoong belum juga pulang. Jika Jessica tidak ingat dengan rencananya, mungkin sejak 3 jam yang lalu dia sudah masuk ke dalam kamarnya.

 

11.30…

 

Pintu apartemen terbuka. Jessica yang masih terjaga, langsung terkesiap kaget. Dia bangkit dan bersiap untuk menyambut Jaejoong. Tapi ternyata Jaejoong mabuk. Melihat itu, Jessica langsung meruntuk pelan tanpa berniat untuk menghampiri Jaejoong.

“Oh, Jessica~” serunya sambil tertawa yang diselingi oleh cengukan.

Jessica baru sadar Jaejoong sudah sekitar 2 kaki didepannya. Jessica meringis sambil mundur perlahan. Tapi Jaejoong malah mendekatinya sambil bernyanyi tak jelas.

Dammit!” pekik Jessica saat ia malah terpeleset dan jatuh di sofa. Dan begitu pula dengan Jaejoong yang sekarang sudah berada di atasnya. Bau alkohol dari mulut Jaejoong menyengat dihidung Jessica. Menyadari itu, Jessica berteriak histeris.

“KYAAA~~~!!!”

===ichoosetoloveyou===

 

Ayo komen~ kalo dikit, ga dilanjut loh ._.

Advertisements

20 responses to “I Choose To Love You (Chapter 2)

  1. Kyaaaaaa!! ><!
    Harus dilanjut!
    Untung junsu ga liat sica, kalo liat kan berabe..btw jae karakternya ga terduga..kok bisa ya takluk ama sica? Lololz
    dan itu tbc nya pas scene kyk geto lg /'__'\
    yakin dhe next chap ga usah ngarepin smut.. Hoahahaha kissu aja uda syukur yaaaa /jeder

  2. Aish. .
    TBC muncul lagi. .
    Dilanjut donk. .
    FF nya bagus gini. .
    Btw,
    pengandaian nya sica yg mau bunuh jaeppa itu kocak abis. .
    Karakter sica eonni lucu, ,
    banyakin jaesica m0ment ya. .
    #readernggaktaudiri. .
    Q tnggu lanjutan nya. .
    Hwaiting. .
    🙂

    • ya kalo ga TBC, berarti pilihan selanjutnya ending dong .__. hehe
      wah makasih udah dibilang bagus ^^
      haha, bagus deh kalo berhasil masukin comedy XD
      ya pasti banyak moment mereka kok. tunggu aja :3

  3. lanjut, lanjut, lanjut,
    oMo Sica oNNie mau di apaKn ma Jeje oppa… Seru bget crta.a
    lnjutan.a jgn lama2 ya… Gak sbar bget tnggu cerita slanjut.a
    JaeSica jjang…

  4. -___-‘*speechless
    ah gak mungkin! aku kan orang yg banyak bicara!(?) Lol
    alah~ papu jee sok keren banget! benci keramaian+kaku? Fitnah!!*digetokpapuJee
    huohoho.. di part ini, sudah mulai penuh ketegangan. pertama masalah junsu, dan kedua.. ituuuuuu papu jee mabuuukkk.. dia bakal ngapain yah? ehehe~ *pervert xD
    tapi….. pasti gak bakal ngapa-ngapain deh! :p
    fara kan suka mancing*? .. -,-

    far~ part 3 nyaaaaaaaaaaaa~ ditunguuuuuuuuuuuu banget. nget. nget!

  5. hiyyyaaa….chapter ini kayak naik roller coaster deh!bikin jantun gak karuan!!!untung aja junsu gak ngeh itu jessica!!!!
    nah lho…..mereka berdua ngapain tuh pas udah deketan gitu????
    next chapter!!!!

  6. eyaaaaa apa itu yang mau dilakukan jaejoong sama jessica *yadong* wkwkwk. itu hampir aja ketahuan sama junsu. tapi kok bisa ya junsu sampe nggak bisa ngenalin adiknya sendiri._. penyamarannya jessica bener2 T.O.P berarti wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s