천사 Team Chapter 3 — Wrapped In The Death

Author : Lee Hyura

Title : 천사 Team (Cheonsa Team)

Sub Title : Wrapped In The Death

Genre : Friendship, Action

Rating : PG 13

Main Cast :

–          SJ Yesung

–          SJ Kyuhyun

–          SNSD Jessica

–          The Boss Injoon

other cast:

–          SJ Heechul

–          FT Island Jonghun

 

Before..

“Victoria..” gumam Kyuhyun saat melihat lengan Victoria berdarah.

“Ah!” Jessica teringat kembali. “Hati-hati! Tadi ada yang menembak Victoria. Mungkin itu komplotannya!”

Kyuhyun menggeleng. “Bukan. Itu aku.”

3 orang itu menatap Kyuhyun kaget.

===천사 Team===

“Mwo?” Kyuhyun bangkit dari duduknya. “Bukan karena dia marah padaku, kan?”

Jessica menggaruk kepalanya gemas, “Kau pikir?”

“Jadi dia marah padaku?” Kyuhyun meringis pelan.

“Seperti wanita saja!” desis Jessica. “Ani. Dia tidak memikirkan peluru yang mengiris kulitnya itu.”

Kyuhyun memutar matanya. “Why did you mention the thing? You make me feel guilty.”

Cause it’s your fault,” jawab Jessica seraya meminum airnya.

Kyuhyun mendesis. Dasar wanita mengerikan, makinya dalam hati.

“Apa salahnya aku menyalahkanmu? Kau saja menyalahkanku,” gumam Jessica seraya bangkit dan pergi.

“Dia tahu?” gumam Kyuhyun. Kyuhyun duduk dan mendesah pelan, “Victoria.. harusnya kau jangan kembali ke negaramu. Kau membuatku harus bersama monster itu. Argh!”

“Erm, monster?” sahut Jessica tiba-tiba dari pintu yang membuat Kyuhyun tersentak dan jatuh dari kursinya.

Kyuhyun terbatuk sebentar. “Se-sejak kapan kau disana?”

“Baru saja.”

“Kenapa kau kembali?”

Alis Jessica naik sebelah, “Ini ruanganku.”

=== Wrapped In The Death ===

Jessica dan Kyuhyun menatap lelaki remaja yang mengaku bernama Lee Injoon itu. Lee Injoon ikut memperhatikan dirinya karenanya. Sedangkan Yesung sibuk mengacak mejanya untuk mencari sebuah map.

“Ini dia,” serunya saat menemukan map yang ia cari. Dia memberikannya pada Kyuhyun yang malah menatapnya kosong.

“Buatkan laporan tentang semua misi-misi yang berhasil maupun tidak,” perintah Yesung.

“Baik, Boss!” seru Kyuhyun cepat sambil menerima map itu.

“Kau yakin memasukkan anak kecil itu ke tim kita?” celetuk Jessica sambil menunjuk Injoon dengan pulpennya.

“Wae?” sahut Yesung.

“Aku tidak ingin anak kecil ini harus melawan bahaya di umurnya yang masih muda. Kasihan.”

“Waw, kau punya perasaan, Jung Sooyeon?” sindir Kyuhyun.

Jessica melemparkan pulpennya tepat ke kepala Kyuhyun dengan kencang hingga Kyuhyun berteriak kesakitan. Injoon meringis pelan dan Yesung berdecak melihatnya. Kyuhyun memungut pulpen itu dan menyimpannya. Ia melirik Jessica yang masih menatapnya tajam.

“Jadi..” Injoon membuka mulutnya.

“Apa?” sahut Jessica datar.

“Apa tugasku?” tanya Injoon.

“Eobseo.”

“Eobseo?”

“Kau kira para penjahat di Korea itu menghasilkan banyak misteri setiap harinya hingga KCIA selalu mendapatkan misi? Anggap saja kau beruntung karena kau tidak langsung bekerja,” sahut Kyuhyun ketus.

Injoon menggigit bibirnya, mengerikan!

“Lebih baik kau cari professor Kim dan belajar daripada kau hanya diam disini,” perintah Yesung.

“Jamkan. Apa dia.. pengganti Stephanie?” celetuk Kyuhyun.

“Anio. Aku bukan pengganti siapapun,” sahut Injoon cepat.

Kyuhyun mendesah, “Diamlah..” Injoon langsung menutup mulutnya.

“Kau boleh menganggapnya begitu. Kita memang memerlukan ahli otopsi. Tidak mungkin kita terus menerus mengandalkan professor Kim,” jawab Yesung.

Kyuhyun mendesis pelan mendengarnya. Sedangkan Jessica bangkit dan menarik Injoon pergi dari ruangan itu. Injoon bingung namun tidak berani bertanya.

Tak lama, Jessica melepaskan tangannya di depan sebuah ruangan dan mendorong Injoon masuk ke dalam ruangan. Di dalamnya, ada seseorang pria yang kira-kira berumur di atas 40. Jessica membawa Injoon ke depan orang itu.

“Injoon, ini professor Kim,” kata Jessica.

Injoon menghela nafas lega mengetahui itu. Lalu membungkukkan badannya. “Lee Injoon imnida.”

>>>

Jessica mengetukkan jarinya di meja bergaya eropa. Di depannya, Heechul memasang senyum lebarnya. Jessica mendesis pelan melihatnya.

“Wae, Kim Heechul?” tanya Jessica akhirnya.

“Kapan kita pergi ke salon?” seru Heechul.

Jessica memicingkan matanya, “What?”

“Kau berjanji pergi ke salon bersamaku.”

“Aku tidak bersungguh-sungguh..”

“Kau sudah berjanji.”

Jessica mengepalkan tangannya dan menggigit bibirnya, “Apa kau pernah melihatku pergi ke salon?”

“Pernah.”

“Karena kau, Victoria dan Tiffany yang memak—tidak, menculikku!” tekan Jessica.

“Lalu?”

“Apa masuk akal aku pergi denganmu ke salon?”

Heechul mengangguk cepat, “Sangat.”

Geez!” desis Jessica. “Berhenti becanda. Siapa yang kau sembunyikan sekarang?”

Heechul bertepuk tangan dengan meriah. “Kau memang hebat! Tahu saja aku sedang becanda dan menyembunyikan seseorang~”

“Gaya dudukmu aneh. Aku yakin ada sesuatu yang kau sembunyikan di bawah mejamu,” jelas Jessica.

Heechul bangkit dari duduknya dan menarik seseorang dari bawah mejanya. Seorang pria yang tubuh tinggi dan tegap serta berwajah tampan. Jessica menatap pria itu datar. Membuat pria itu dan Heechul menggigit bibir mereka gugup.

“Ini.. ini..” Heechul menarik napasnya.

“Yea?”

“Ini sahabatnya sahabatku. Dia penulis cerita misteri dan sedang kekurangan ide cerita,” jelas Heechul.

“Kau menyuruhnya bergabung dengan KCIA?” tebak Jessica.

“Lebih tepatnya timmu.”

Jessica berdecak frustasi, “Kau gila, Kim Heechul!”

“Ani. Ani. Aku waras!” protes Heechul.

“Kau menambahkan 2 orang amatir ke timku? Cukup Kyuhyun dan Injoon. Mereka sudah cukup merepotkan. Jangan menambahkan orang lagi! Victoria tidak ada disini.. dia sedang di China! Dan artinya kau membuatku dan Yesung semakin repot!” kesal Jessica. Tapi Heechul malah tersenyum bahagia.

W-what?” tanya Jessica takut dengan ekspresi Heechul.

“Aku senang kau mengatakan kalimat yang sangat panjang padaku..” seru Heechul dengan mata berbinar. Jessica terdiam –tidak bisa berkata apapun.

Cheonsa Team’s room.

Yesung menutup telepon dan mulai merapikan barang-barangnya. Dia melirik ke sekitar ruangannya. Hanya dia dan Kyuhyun yang berada di ruangan itu. Akhirnya dia memutuskan untuk menghampiri Kyuhyun yang sedang asik dengan permainan games onlinenya.

“Tinggalkan dunia peri itu dan cari yang lain,” perintah Yesung.

Kyuhyun mengerang kesal, “Elf Land bukan Elf World!”

Yesung menggebrak meja pelan Kyuhyun. “Aku tidak peduli dengan nama permainan itu. Jadi..” Yesung menggantung kalimat yang terdengar datar namun berbahaya itu.

Kyuhyun segera berlari keluar sebelum Yesung melanjutkan kalimatnya.

>>>

Kyuhyun memotret keadaan korban dari berbagai posisi. Sedangkan Injoon mencabut alat yang digunakan untuk mengira waktu kematian sang korban.

“Kwon Jiyong. 24 tahun. Designer. Kematiannya sekitar jam 10 semalam dan baru ditemukan jam 10 pagi oleh sahabatnya yang bernama Daesung. Bibir membiru, muka pucat, mulut berbuih, ujung kuku berkapur. Diduga kematian karena overdosis heroin,” jelas Injoon panjang lebar sambil membaca profil singkat korban yang ia buat di buku catatan kecilnya.

Kyuhyun bersiul pelan, “Wow, Victoria akan menangis 2 hari 2 malam karena designer favorit meninggal mengenaskan.. aku harus foto yang banyak dan kirim lewat emailnya!” dia menyeringai jahil.

Yesung menepuk kepalanya, “Fokus.”

“Apa mungkin dia ngedrugs sambil bermain games online?” celetuk Jessica di sudut kamar.

Mendengar hal yang menjadi bagian dari hidupnya, Kyuhyun berlari menghampiri Jessica dan melirik laptop mewah yang ada di meja. Elf Land. Permainan yang sedang Kyuhyun coba taklukkan ternyata juga dimainkan oleh designer terkenal itu. Saat Kyuhyun ingin menyentuh laptop itu, Yesung menghentikannya.

“Jangan merubah TKP!” teriak Yesung dari sudut lain. Kyuhyun berdecak.

“Tapi aku tahu permainan ini,” sahut Kyuhyun.

Yesung mengernyit, “Dunia peri?”

Elf Land.. not Elf World!” ralat Kyuhyun kesal.

Yesung memutar matanya. “Terserah..”

“Aku juga bermain permainan itu,” seru Injoon.

“Penting?” tanggap Kyuhyun datar. Injoon menutup mulutnya.

“Manis tapi nakal?” Jessica tertawa menyindir. Membuat Kyuhyun menoleh.

“Apa maksudmu?” Kyuhyun menggertakkan giginya.

Jessica menggeleng. “Ani, hanya teringat arti panggilanmu dari Tiffany saat mendengar kata Elf. So sweet~”

Kyuhyun ingin sekali mencekik wanita itu jika ia tidak ingat keberadaan orang-orang lainnya. Akhirnya dia memilih menarik nafas yang dalam untuk menenangkan hatinya dan mengalihkan pembicaraan.

“Siapa dia? Sejak tadi, dia belum mengenalkan dirinya,” tanya Kyuhyun sambil menunjuk seseorang yang sedang menulis sesuatu di kertasnya.

“Penulis cerita misteri,” jawab Jessica.

Kyuhyun mendesis. Ia tahu percuma bertanya pada orang yang pelit kata. Akhirnya dia memilih untuk menghampiri pria itu.

“Penulis?” tanya Kyuhyun.

Pria itu tersenyum, “Choi Jonghun. Penulis buku misteri.”

Kyuhyun membulatkan bibirnya tanpa mengerti.

“Ada bekas darah di seprai dan tangan. Itu dari kepalanya,” kata Injoon. Dia mengangkat sedikit kepala korban dan menunjuk bagian kepala yang tidak tertutupi oleh rambut. “Sepertinya ia dipukul di sekitar bagian kepala ini. Overdosis lalu dipukul atau dipukul lalu overdosis, aku tidak tahu. Yang pasti dia di serang.”

“Ini sudah pasti pembunuhan~” seru Kyuhyun.

“Belum tentu!” sahut Jonghun.

“Bawa korban ke kantor dan otopsi. Kyuhyun, periksa komputernya,” perintah Yesung.

KCIA.

Jessica, Kyuhyun dan Jonghun berada di ruangan gelap untuk menonton apa yang terjadi di ruangan interogasi lewat kaca film besar. Di ruangan interogasi, Yesung sedang menginterogasi Daesung.

“Kemana Injun?” tanya Kyuhyun bergumam pada Jessica.

Jessica menoleh, “Ruang otopsi bersama professor Kim. Ingin bergabung?”. Kyuhyun langsung memasang ekspresi jijik.

“Dia gugup. Pasti karena dia takut kalau Yesung tahu bahwa dia pembunuhnya,” gumam Kyuhyun.

“Itu karena dia masih shock,” tanggap Jonghun.

Kyuhyun menoleh, “Tahu darimana?”

“Wajah pucat, tubuh sedikit menggigil tapi ia berani menatap mata Yesung,” jelas Jonghun lalu menatap Kyuhyun. “Aku adalah seorang penulis misteri. Aku dipaksa untuk mempunyai otak polisi dan penjahat di saat yang bersamaan.”

At Laboratory.

“Jadi dia overdosis disaat tidak sadarkan diri?” gumam Injoon.

Professor Kim yang berdiri di sampingnya pun mengangguk, “Berarti dia diracuni heroin.”

“Positif pembunuhan,” gumam Injoon. Dia tersenyum tipis, misi pertama!

“Sepertinya kau senang sekali..” tanggap professor Kim.

Injoon mengangguk, “Ini misi pertamaku.”

“Ah, jadi kau agen baru? Agen spesial atau rahasia?”

Injoon mengernyit, “Ada agen rahasia?”

“Tentu saja!”

“Aku agen spesial KCIA. Sebenarnya aku masih percobaan. Aku masih di training untuk menjadi agen spesial sejati. Tapi pelatihku menyuruhku untuk mencoba menjadi agen spesial untuk sebulan. Keren, kan?” jelas Injoon.

Professor Kim melingkarkan tangannya di bahu Injoon dan menepuk bahu remaja itu. “Kau anak yang ceria. Kau mengingatkanku pada seorang agen yang dulu menjadi bagian dari Cheonsa Team. Dia itu agen favoritku. Dia sangat cerdas.”

“Lalu dimana dia sekarang?”

“Surga. Mungkin..”

>>>

Yesung menghempaskan dirinya dengan kasar di sofa di ruangan mereka. Dia menidurkannya dan menutup matanya dengan lengannya. Beberapa kali terdengar helaan kasar darinya. Saat mendengar suara pintu terbuka dengan kasar, ia segera mengubah posisinya menjadi duduk. Ia melihat Injoon yang berlari ke mejanya untuk mengambil dompetnya yang tertinggal di jaket khusus KCIAnya.

“Boss?” seru Injoon yang kaget saat melihat Yesung berada di ruangan itu walaupun jam sudah sekitar jam 10 malam. Sudah 5 jam berlalu sejak waktu kerja selesai.

“Hei,” sapa Yesung pelan.

Injoon mengerutkan keningnya lalu menganggukkan kepala sebagai pembalas salam Yesung. Ia segera berlari pergi meninggalkan Yesung sambil menggumam, dia.. menangis? Memang pelan. Tapi entah mengapa Yesung bisa mendengarnya. Ia segera melirik lengan yang tadinya ia manfaatkan untuk menutup matanya. Basah. Yea, dia akui dia akan selalu terbawa perasaan saat ia teringat masa kecilnya. Tepatnya malam kematian seluruh keluarganya.

Kasus kali itu benar-benar mirip dengan kematian keluarganya. Dibius, lalu diracuni dengan heroin yang melebihi dosisnya. Bahkan lebih kejam karena keluarganya tetap disiksa secara fisik saat mereka tidak sadarkan diri lalu rumahnya dibakar. Tapi polisi memilih untuk menutup kasus karena bukti yang sangat sedikit dan saksi mata yang hanya seorang anak kecil berumur 6 tahun bernama Kim Jongwoon, dirinya.

“Heroin. Tidak mungkin..” gumamnya lembut.

=== Wrapped In The Death ===

Terdengar suara kamera yang sedang diperintahkan untuk mengcapture keadaan yang dishoot oleh Kyuhyun. Dibelakangnya, Injoon dan Yesung sedang memperhatikan korban itu. Sedangkan Jessica berjalan mengelilingi sekitar ruangan itu untuk mencari bukti yang mempermudah timnya membuat analisis.

“Kang Daesung. 23 tahun. Seorang financial analyst disebuah bank di kota Seoul. Sahabat Kwon Jiyong, korban pertama kita. Dilihat dari fisiknya, sepertinya dia seperti sahabatnya –ovedosis heroin,” kata Injoon sambil memperhatikan fisik sang korban dengan teliti.

“Waw, berarti dia mempunyai harta yang cukup melimpah dengan kerjaannya sebagai financial analyst bank,” gumam Kyuhyun.

“Kau benar-benar mengirim foto-foto Kwon Jiyong ke Victoria?” tanya Jessica berbisik saat Kyuhyun mulai memberi tempat untuk Injoon agar ia bisa menganalisis dugaan pertama tentang korban.

Kyuhyun menoleh, “Kau tahu?”

“Dia meneleponku dan berteriak padaku di tengah malam,” jawab Jessica tenang.

“Mwo?” Kyuhyun tertawa kencang mendengarnya. Tak lama. Karena setelah itu ia menatap Jessica bingung. Bingung karena wanita itu tetap tenang dan tidak memarahinya.

“Aku terjaga sampai jam 2 dan akhirnya Victoria kembali meneriakiku lewat telepon di pagi hari karena aku tidur saat ia sedang berbicara,” gerutu Jessica lalu menatap Kyuhyun. “Aku terjaga sampai jam 2! Aku hebat, kan, oppa?”

Kyuhyun merasa tubuhnya seperti disetrum dan keringat dingin mengalir layaknya ia berada didepan sebuah monster terseram hingga tidak bisa bergerak saat Jessica memanggilnya oppa. Ia segera mengambil posisi disamping Yesung yang (sekiranya) aman. Saat Jessica mulai bermain-main dengan kata-kata atau panggilan manis padanya, sudah dipastikan ia tidak akan aman jika tetap memilih dekat dengannya.

“Kematiannya sekitar 7 jam yang lalu,” kata Injoon saat menganalisis data dari alatnya. “Jadi, sekitar jam.. 2?”

“Jam 2? Aku baru tidur,” celetuk Jessica. Tubuh Kyuhyun menggigil detik itu juga.

“Siapa yang menemukannya?” tanya Kyuhyun dengan suara bergetar.

“Ahjumma yang bekerja untuk merapikan apartemennya setiap pagi, jam 7. Dia menjelaskan bahwa dia segera menelepon polisi dan tidak berani mengubah TKP saat menemukan korban. Bahkan untuk mendekat saja, dia tidak berani,” jelas Injoon.

Kyuhyun memutar matanya. “Apa kau selalu bertindak sok tahu segalanya? Jika ya, tolong diam!” Injoon segera menutup mulutnya.

Kyuhyun duduk di sofa lalu melirik monitor LCD yang mati tapi CPU menyala menandakan komputer itu dalam keadaan stand by. Kyuhyun segera berlari ke depan komputer dan mengaktifkan komputer itu.

Elf Land…” gumam Kyuhyun.

>>>

“Tidak ada tanda-tanda data di komputer ini dicuri atau semacamnya. Tidak ada tanda hacking. Sama seperti laptop milik Jiyong. Persamaan lainnya, ditemukan dengan keadaan sedang dipakai untuk bermain Elf Land.” Kyuhyun menjelaskan analisis yang didapatnya setelah mem’bedah’ komputer itu.

“Selain itu, kematian Daesung dan Jiyong sama. Mungkin, pembunuh mereka adalah orang yang sama,” lanjut Injoon.

Kyuhyun langsung melirik tajam Injoon yang mengganggunya untuk memperlihatkan kecerdasannya. Menyadari itu, Injoon meringis pelan. Sangat sulit baginya untuk tidak mengatakan apa yang ia tahu atau pikirkan. Akhirnya dia memilih menghampiri Jessica yang sedang mengambil posisi ternyaman untuk tidur di kursinya.

“Apa hanya aku, atau orang baru disini memang diperlakukan seperti ini oleh Kyuhyun hyung?” tanya Injoon berbisik pada Jessica.

Jessica menggeram pelan lalu menatap datar Injoon sambil bersendagu. “Pertama, panggil seseorang secara formal dengan memanggil namanya saja. Kedua, dia baru melakukan itu padamu. Mungkin, balas dendam?”

“Uh, oh..” Injoon mengangguk mengerti. “Mianhae..”

Baru saja Jessica menghela nafas lega dan bersiap untuk melanjutkan persiapan tidurnya, Injoon kembali melempar pertanyaan padanya, “Balas dendam?”

Jessica menggeram. “Tanya saja pada Kyuhyun. Sekarang, berhenti menggangguku.”

Injoon meringis mendengar. Kyuhyun? Ah, tidak. Tidak akan ku lakukan! Injoon menggerutu pelan. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Erm, Jessica~” panggilnya.

Jessica menghela nafas kasar sebelum menggumam gemas, “What?!”

“Nama aslimu.. Jung Sooyeon?” tanya Injoon.

Jessica mengerjap mendengarnya. Ah, kenapa aku merasa asing dengan nama itu? Apa karena.. Jessica menggelengkan kepalanya saat ia tidak boleh memikirkan hal itu. Dia berpikir sejenak. Akhirnya ia sadar bahwa Kyuhyun sering memanggilnya dengan panggilan itu. Apa dia tahu namaku karena Kyuhyun sering memanggilku dengan nama itu, dia kembali berpikir.

“Jessica?”

Suara Injoon membuyarkan pikiran Jessica. Jessica menatap Injoon dan mengerjap. Sedetik kemudian otaknya terasa kosong. Ia tidak bisa memikirkan sesuatu. Akhirnya dia bangkit dan meninggalkan Injoon yang terdiam karena bingung. Bahkan Yesung dan Kyuhyun yang asik berdiskusi pun ikut terdiam menatap kepergian Jessica.

“Jessica?”

Jessica berhenti melangkah saat mendengar namanya dipanggil. Ia menoleh. Professor Kim berdiri di arah jarum jam 8 dari tempatnya berdiri.

>>>

“Hei, penulis! Dari mana saja kau?” seru Kyuhyun saat melihat Jonghun masuk ke ruangan timnya saat jam menunjukkan jam 1 siang –tepat selesai jam istirahat siang.

“Ruangan Heechul..” jawab Jonghun yang terdengar menggantung.

Alis kanan Kyuhyun naik menandakan ia bingung. “Direktur?”

“Ne. What’s up?”

For this case, it’s kinda… weird,” gumam Kyuhyun.

“Huh?”

Kyuhyun menggeleng cepat. “Never mind..”

Suara pintu yang tertutup dengan kasar, membuat segala perhatian Kyuhyun dan Jonghun menuju orang yang baru saja datang –Yesung. Yesung mengambil tempat di sofa dan menyandarkan punggungnya.

“Kyuhyun, kau cari pemilik nomor ini. Segalanya tentang pemilik itu,” perintah Yesung sambil menyerahkan selembar kertas yang terdapat 2 nomor bertinta biru.

“Ini—“

“Itu adalah nomor yang menelpon dan ditelpon oleh Daesung kemarin,” kata Yesung –memotong perkataan Kyuhyun.

“Kenapa tidak kau telepon saja?” tanya Jonghun.

“Tidak, aku ingin orang-orang itu dijemput secara mendadak. Jadi, mereka tidak akan ada waktu untuk menyusun alibi. Memang tidak bisa diyakini berhasil. Tapi itu bisa sedikit mempersulit seseorang untuk membuat alibi,” jelas Yesung.

“Dan siapa yang menjemput ‘seseorang’ itu?” tanya Kyuhyun.

“Siapa lagi kalau bukan kau dan Jessica?” sahut Yesung. Kyuhyun menghela nafas pasrah.

“Dan juga Jonghun jika dia mau,” tambah Yesung.

“Tentu saja aku ikut,” celetuk Jonghun.

“Injoon?” Kyuhyun menatap Yesung penuh harap.

“Dia sibuk di lab.” Jawaban Yesung membuat Kyuhyun kembali menghela nafas pasrah kembali.

>>>

“Siapa saja?” Pertanyaan Jessica membuat Kyuhyun menoleh ke Jessica. Ia melirik laptopnya dan kembali menghela nafas. Akhirnya ia memilih memberikannya pada Jonghun yang duduk di jok depan samping Jessica. Jonghun tertawa sarkartis saat menerimanya.

“Choi Seunghyun dan Lee Chaerin. Mereka tinggal di alamat yang sama.” Jonghun membaca data yang berhasil ditemukan oleh Kyuhyun. “Mereka tinggal serumah?”

“Anio. Itu alamat apartemen mewah di tengah Seoul. Mereka berada di satu gedung tapi beda nomor,” ralat Kyuhyun.

Jonghun membulatkan bibirnya, “Oh, sorry. Aku tidak terlalu mengenali kota ini.”

“Eh?”

“Memang Heechul tidak pernah bilang kalau biasanya aku menghabiskan waktuku di pedesaan?” bingung Jonghun. Jessica dan Kyuhyun mendesah pelan tanda mengerti.

Jessica memulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun semakin lama, kecepatan semakin meningkat. Tapi Jonghun dan Kyuhyun sama sekali tidak terlihat seperti terganggu akan kecepatan itu.

Akhirnya mobil itu menurunkan kecepatannya saat mobil mulai mendekati gerbang apartemen mewah itu. Setelah memperlihatkan kartu identitas agen spesial KCIA mereka, mobil Jessica mulai memasuki parkiran bawah tanah.

“Oh, seriously… aku tidak pernah tahu kau bisa mengemudikan mobil secepat itu~ di ajari oleh Tiffany? Atau Victoria?” komentar Kyuhyun.

“Ani,” jawab Jessica singkat.

“Lalu?”

“Belajar sendiri.”

Manusia langka…, gerutu Kyuhyun dalam hati.

>>>

“Jadi bisa dibilang Daesung dibius dengan obat tidur. Tapi oleh siapa? Di kamera CCTV di dekat pintu masuk apartemennya, tidak terlihat seseorang masuk ke dalam apartemennya. Hanya Ahjumma itu yang masuk ke dalam apartemen saat jam 7 pagi. Persis dengan kesaksiannya,” gumam Injoon. Ia menggaruk kepalanya bingung.

“Obat tidur tidak langsung berefek, Injoon. Ada jangka waktunya,” ucap professor Kim.

“Tapi.. tapi..” Injoon mendesah pelan. “Bagaimana caranya pelaku memberikan heroin?”

Injoon kembali memutar rekaman dari malam sebelum kematian Kang Daesung. 10.48 PM, korban memasuki apartemen. Setelah itu tidak ada yang masuk atau keluar apartemen itu. Hanya jam 7 saat Ahjumma itu datang. Saat Ahjumma itu masuk ke dalam apartemen, Injoon mengulurkan tangannya untuk menyentuh keyboard.

“Kau mau apa?” tanya professor Kim yang membuat Injoon menahan tangannya.

“Mengembalikan video ke sebelum Daesung masuk ke apartemen,” jawab Injoon.

“Biarkan saja. Kita lihat sampai tim kalian datang ke apartemen itu.”

Injoon mendongak dan menatap professor Kim bingung. Tapi ia tetap menuruti perintah pria berumur 47 tahun itu. Rekaman terus diputar sampai ke timnya datang. Terlihat polisi masuk dengan perlahan karena Injoon sengaja menyetel kecepatan minimum. Saat polisi keluar, Injoon dan professor Kim saling melempar pandangan.

“Gotcha!” seru Injoon sambil melompat senang seakan ia baru saja memenangkan lotre bernilai sepuluh milyar.

>>>

Seperti biasa, Jonghun, Jessica dan Kyuhyun berada diruangan observasi selama Yesung sibuk dengan kegiatan interogasinya. Kali ini, pria tinggi dan berbadan tegap bernama Choi Seunghyun lah yang sedang ia interogasi. Sedangkan Lee Chaerin berada di ruangan interogasi lainnya, sendiri. Tiba-tiba hp Yesung berdering.

“Siapa orang bodoh yang berani mengganggu Boss saat sedang menginterogasi?” desis Kyuhyun.

Yesung memang tak pernah menyukai seseorang mengganggu kegiatannya itu. Itu merusak konsentrasi dan moodnya. Tapi saat wajah kesal Yesung terhias seringaian tipis, Jessica dan Kyuhyun yakin ada hal penting yang didapat oleh Yesung. Saat Yesung menyuruh Choi Seunghyun itu tetap di ruangan itu lalu ia berlari keluar ruangan, 3 orang yang berada di ruangan observasi segera mengejar Yesung.

>>>

“Pastikan hal itu sangat penting. Atau kau akan menyesal karena sudah mengganggu kegiatanku, Lee Injoon!” desis Yesung tajam.

Injoon menepuk tangannya, excited. Dia memutar kembali rekaman pemberian petugas yang bekerja di gedung apartemen Daesung tepat saat para polisi datang dengan kecepatan minimum. 3 orang yang mengikuti Yesung baru saja sampai saat para polisi itu sudah masuk ke dalam apartemen.

“Apa maksudnya?” gumam Kyuhyun kesal karena Injoon kembali show off dengan kemampuannya.

“Diam dan fokus..” tegas Injoon.

Saat para polisi mulai keluar dari apartemen, Injoon mempausenya. Itu berhasil membuat Jonghun, Jessica dan Kyuhyun bingung. Tapi Yesung tersenyum pada Injoon.

“Jadi, dia menyamar menjadi polisi?” tebak Yesung.

“Atau dia memang benar-benar polisi..” sahut Injoon.

“Maksudnya?” tanya Jessica.

“Jumlah. Jumlah polisi yang keluar dari apartemen bertambah 1 orang,” jawab Jonghun. Injoon mengangguk senang karena ada yang mengerti maksudnya selain Yesung.

Next day.

Pagi itu, tepat saat tim itu sudah berkumpul di ruangannya, ruangan itu menjadi gaduh.

“Pembunuhan lagi?” teriak Injoon dan Kyuhyun frustasi.

“2 orang. Sang penemu mayat Daesung dan wanita bernama Lee Chaerin,” lanjut Yesung.

“S-saksi kita?” bingung Jessica.

“Targetnya adalah semua orang yang menjadi saksi kita di kasus ini,” kata Jonghun.

Yesung mendesah pelan, “Benar. Dan sialnya, aku baru sadar.”

“Apa hanya.. pria yang bernama Choi Seunghyun yang tidak dibunuh?” tanya Injoon ragu.

Yesung mendesah kasar sambil menendang kursinya. “Sial! Kenapa aku lupa? Jessica, Jonghun! Jemput Choi Seunghyun!”

Namaku tidak disebut!, Kyuhyun menghela nafas lega.

“Kyuhyun, kau juga ikut!” tambah Yesung.

Oh, crap!, gerutu Kyuhyun.

“Bukankah ini.. benar-benar mirip dengan kasus di Elf Land?” gumam Injoon.

“Kau benar! Kau mendapat kasus ini juga?” seru Kyuhyun –menyahuti Injoon.

“Tidak, ini kasus sebelumnya. Tapi karena terlalu sulit, aku jadi kehilangan mood untuk memecahkannya dan memilih untuk membuat akun lain. Jadi aku memulai dari awal,” jelas Injoon.

“Kalau aku sedang mendapat kasus—” Kyuhyun terdiam saat semua orang menatapnya dan Injoon.

Games macam apa dunia peri itu?” tanya Yesung.

Elf Land, Boss!” Kyuhyun mengerang kesal. “Game itu tentang pulau yang dipenuhi oleh Elf. Tapi ada beberapa kasus yang terjadi. Jika kasus itu dibiarkan, para Elf akan habis. Itu artinya—”

Game over..” lanjut Injoon sangat pelan lalu berlari ke laboratorium tempat disimpannya laptop dan komputer 2 korban pertama.

Injoon membuka pintu laboratorium dengan kasar lalu membuka catatannya hasil analasis tentang laptop dan komputer itu.

Elf Land milik mereka dinyatakan Game Over..” gumam Injoon.

 

===Wrapped In The Death===

Yesung mencoret secarik kertas dengan pensilnya. Tak jelas ia sebenarnya sedang apa. Diruangan itu hanya ada dirinya karena kali itu tugas menginterogasi dilimpahkan pada Kyuhyun dan Jessica. Ia tahu kalau menyuruh Jessica yang sering tidak sabaran untuk melakukan tugas itu adalah perbuatan yang bodoh. Tapi kali itu ada hal yang ia pikirkan.

Akhirnya dia memutuskan untuk membuka program khusus KCIA untuk mencari profil orang yang sedang diinterogasi kali itu, Choi Seunghyun. Dari semua orang yang pernah diinterogasi oleh Yesung, hanya dia yang direngut nyawanya. Yap, itulah benang merah dari semua korban setelah Kwon Jiyong.

Tak ada yang aneh dengan profil seorang Choi Seunghyun.

Yesung meremas rambutnya lalu mengusap wajahnya. Ekspresi lelah terpancar jelas di wajahnya. Tentu saja. Selama beberapa hari, Yesung tidak bisa tidur dengan tenang. Ia benar-benar ingin menguak kasus itu secepatnya. Tiba-tiba telepon ruangan itu berbunyi. Ia segera mengangkatnya.

“Boss, aku berhasil menemukan siapa polisi palsu itu,” kata Injun lewat telepon.

Yesung segera bangkit dan segera menuju laboratorium.

>>>

Kyuhyun memasuki ruangan interogasi dan duduk di samping Jessica yang hanya diam sambil mengetuk meja dengan jari-jarinya.

“Apa kau mengenal Lee Chaerin?” tanya Kyuhyun sambil menyondorkan foto korban.

“Tidak.”

Mendengar itu, Jessica mendongak. Wajahnya terlihat bingung. “Kau bertemu dengannya kemarin. Mana mungkin kau tidak kenal?”

“Hanya saling melirik bukan berarti kami saling mengenal.”

“Apartemen kalian ada di satu gedung?” tanya Kyuhyun lagi.

“Untuk apa kau bertanya soal itu jika kau sudah tahu jawabannya apa?” tanggap Seunghyun sinis.

“Kau tahu? Dia dibunuh pagi ini,” ujar Jessica.

“Lalu apa hubungannya denganku?” sahut Seunghyun –datar.

“Mungkin saja jiwamu terancam,” jawab Kyuhyun pelan.

Seunghyun masih tidak menunjukkan wajah peduli. “Kenapa?”

Jessica dan Kyuhyun saling bertatapan bingung. Mereka benar-benar tidak mengerti cara menginterogasi seseorang. Biasanya Victoria dan Yesung lah yang mengambil tugas ini. Sedangkan Kyuhyun dan Jessica menontonnya dari ruang observasi sambil bertaruh akan sesuatu tentang Yesung. Dan biasanya berakhir dengan tanpa pemenang karena Yesung selalu berbuat hal yang tidak diduga.

“Dimana kau berada saat jam sekitar 03.00 sampai 05.00?” tanya Jessica akhirnya.

“Tidur,” jawab Seunghyun dengan singkat –seperti sebelumnya.

“Kau benar-benar tidak ingin bekerja sama dengan kami?” Jessica mulai kesal.

“Memang kalian mau membayarku berapa untuk memberikan informasi, eh?” balasnya, tersenyum sinis seakan menantang.

“Kami akan membuatmu masuk penjara lebih lama jika kau tidak mau berbagi informasi,” jawab Yesung yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu. Dia mengisyaratkan dua anak buahnya untuk pergi.

Jessica dan Kyuhyun segera keluar dan masuk ke dalam ruang observasi. Mereka saling melempar seringaian tipis.

“Kalau orang itu masih menyebalkan dan itu berhasil membuat boss kesal. Apa yang boss lakukan?” gumam Jessica, melirik Kyuhyun.

“Boss akan mengebrak meja,” seru Kyuhyun.

“Boss akan melempar kursi. Dia pernah melakukan itu, kan?” sahut Jessica.

Kyuhyun mengulurkan tangannya. “50.000 won?”

“Deal!” Jessica menjabat tangan Kyuhyun.

“Aku ikut! Dia akan menarik orang itu dan menyudutkannya,” celetuk Jonghun yang ternyata ada di sudut ruangan.

“Kau mengagetkanku!” pekik Kyuhyun kaget.

Sedangkan Jessica mengangkat salah satu alisnya, “Sejak kapan kau disana?”

Jonghun tersenyum, “Sebelum kalian datang.”

“Err, kau yakin dengan tebakanmu itu?” tanya Kyuhyun yang dibalas cepat dengan anggukan kepala Jonghun.

“Tapi boss kami tidak mungkin berbuat kasar pada orang-orang yang kami interogasi. Sepertinya kau kurang beruntung,” cibir Kyuhyun.

“Lihat saja nanti,” sahut Jessica.

>>>

Yesung mengeluarkan semua foto-foto para korban. Seunghyun hanya menatapnya bingung sekaligus penasaran.

“Kau.. dealer heroin di kota ini namun tidak pernah berhasil ditangkap pihak kepolisian Seoul. Nama samaranmu TOP. Dan selama kau menjadi ‘Seunghyun’, kau memang menjadi ‘anak baik’. Itu sebabnya semua orang tidak akan berpikir kau lah pelakunya.” Yesung tersenyum tipis. “Kami punya point untuk mengatakan kau lah pelaku pembunuhan berantai ini.”

Yesung mendengar sedikit suara dari ruang observasi seperti “Sejak kapan boss banyak bicara?”. Yesung memutar matanya kesal. Tapi tentu saja suara itu tidak terdengar oleh orang didepannya. Dan memang harusnya tidak terdengar siapapun. Anehnya, Yesung dapat mendengarnya.

Seunghyun atau TOP menatap Yesung tajam. “Aku tidak membunuh siapapun!”

“Memang tidak.. bukan kau. Tapi ‘barang-barang’mu lah yang membunuhnya,” balas Yesung cepat.

“Maksudmu aku memberikan heroin kepada mereka lalu mereka memakainya? Berarti itu kasus bunuh diri.”

“Berhenti bersikap bodoh. Aku tahu kau mengerti maksudku. Kau tahu soal kasus ini dan tahu siapa pelakunya. Lebih baik kau beritahu siapa itu. Atau kau akan membusuk di penjara sendirian dan kasus ini dilimpahkan padamu.”

Pria didepannya masih belum bereaksi, masih dengan wajah datar dan tatapan tajamnya. Yesung menyeringai tipis.

“Jangan harap kau akan masuk ke penjara umum. Kau akan masuk ke penjara ‘spesial’ milik KCIA. Tepat semua para penjahat kelas kakap. Kau pasti tau tentang seperti apa penjara milik KCIA, kan? Yah, ya know lah,” tambah Yesung.

Wajah TOP memucat. “Kau tidak bisa melakukan itu padaku!”

“Tentu saja bisa. Semua polisi akan memenjarakan siapapun yang ku anggap bersalah walaupun tanpa bukti. Apalagi aku adalah orang terpercaya di KCIA,” sahut Yesung yang kini menyandarkan punggungnya dengan santai.

Seunghyun menatap Yesung memelas. Yesung tersenyum tipis, menikmati kepanikan pria itu.

“Jujur padaku. Apa dia orangnya?” tanya Yesung sambil memperlihatkan sebuah foto.

Cheonsa team’s room.

“Semua kalah! Payah! Boss selalu tidak membiarkan salah satu diantara kita untuk menang!” erang Kyuhyun.

“Bos kalian benar-benar menyebal. Sungguh!” timpal Jonghun.

“Tapi foto siapa itu?” celetuk Jessica –bertanya.

Kyuhyun langsung menoleh ke Jessica, “Foto apa?”

“Yang boss perlihatkan terakhir. Ku kira kita tidak pernah disuruh untuk mencari tahu tentang orang itu,” jelas Jessica.

“Benar. Boss tidak pernah menyuruhku mencari tau tentang orang itu. Aneh sekali,” setuju Kyuhyun.

“Apa mungkin itu temuan Injun?” tebak Jonghun. Kyuhyun langsung meliriknya sinis.

“Benar. Buktinya Yesung langsung ke laboratorium Injun dan professor Kim setelah orang itu memberikan informasi,” celetuk Jessica.

Kyuhyun mengerang frustasi. Kenapa dia mengambil tugasku lagi?

“Bersiap, semua!” teriakan khas Yesung kembali terdengar.

Dengan kilat, 3 orang itu mengambil tas mereka dan pergi dari ruangan itu.

>>>

Van yang dikemudikan oleh Jessica memasuki sebuah halaman gedung tua dengan perlahan. Baru saja mereka memarkirkan Van ditempat yang mereka kira tepat, semua ban Van itu meletus. Belum lagi peralatan elektronik di Van itu tiba-tiba error, membuat Kyuhyun mengerang kesal karena barang-barang kesayangannya rusak.

“Ku kira tempat ini sengaja dipasang jebakan untuk orang-orang yang tidak diundang,” celetuk Injun.

“Ya! Aku baru saja ingin mengatakan itu!” geram Kyuhyun. Injun meringis pelan.

Kyuhyun menarik nafas. “Lebih baik kalian masuk. Biarkan aku yang mengurus ini semua. Aku bisa menanganinya.”

“Aku bantu?” tawar Injun.

“TIDAK!” tegas Kyuhyun.

Mendengar itu, Injun segera keluar dari Van. Tapi ditarik oleh Yesung cepat. Sekilas, Injun merasa ada yang melesat cepat dibelakang tengkuk. Saat menoleh, ada anak panah yang menancap di pagar. Injun mengidik ngeri. Mungkin jika tidak ditarik Yesung, anak panah itu sudah menancap di lehernya.

“Eotteo?” tanya Injun.

“Peraturan utama KCIA. Tantanglah kematian,” jawab Yesung.

>>>

Yesung, Jessica, Jonghun dan Injun memasuki gedung itu. Di dalam gedung, lorong itu seperti labirin. Saat mereka berada di pertigaan, mereka terdiam. Jalan mana yang mereka pilih. Kiri atau kanan? Tidak mungkin mereka berpisah menjadi 2 kelompok karena tak ada alat apapun yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Secara semua barang elektronik mereka rusak karena gelombang elektromagnetik.

“Kau dengan Jonghun ke kanan. Biar aku dengan Injun ke kiri,” kata Yesung pada Jessica akhirnya.

Jessica mengernyit. “Tapi—“

“Lakukan saja,” potong Yesung.

“Kenapa aku dengan Jessica?” tanya Jonghun. Jessica melirik saat namanya disebut.

“Tenang saja. Jessica bisa menjagamu,” sahut Yesung sambil melangkah ke lorong di kiri.

Jonghun and Jessica’s side.

Jonghun dan Jessica menyusuri lorong dengan pencahayaan remang-remang. Beberapa kali mereka menemukan pertigaan atau bahkan banyak lorong. Tapi Jessica dan Jonghun memilih lorong sesuka kaki mereka berjalan.

Jika tidak karena perkiraan Injun yang mengatakan orang yang dicari oleh Yesung ada di gedung aneh itu, mungkin Jessica sudah keluar dari sana dan tidur di van. Atau tidak mengganggu Kyuhyun?

Sekitar 5 menit mereka berjalan, mereka bertemu jalan buntu. Jessica mendengus dan memilih duduk. Jonghun duduk disampingnya.

“Menyebalkan. Jika kita bisa berhasil menemukan orang itu, belum tentu kita bisa kembali ke depan, kan?” gerutu Jessica.

“Kau benar,” timpal Jonghun.

Tak lama mereka mendengar suara berisik dari tembok yang membuat mereka berpikir itu adalah jalan buntu. Jessica dan Jonghun bangkit dan langsung berusaha menjebol dinding itu. Ternyata dinding itu hanya terbuat dari 2 buah triplek yang diantara triplek itu ada 2 buah kabel tipis. Jessica mengeluarkan pisau lipat yang selalu ia bawa dan memotongnya.

Tik.. tik.. tik..

Yesung and Injun’s side.

Boss..

Terdengar suara Kyuhyun di earphone mikro Yesung yang terletak didalam telinga Yesung. Yesung hanya membalasnya dengan dehaman.

“Bagus! Akhirnya barang-barang ini benar juga!” seru Kyuhyun senang.

“Dimana letaknya?” tanya Yesung –tak memperdulikan seruan gembira Kyuhyun.

“Oh, ya! Jwoisonghamnida. Aku cari dulu. Jangan bergerak, Boss,” balas Kyuhyun.

Yesung langsung mengisyaratkan Injun untuk diam. Injun yang sibuk menganalisis sekitarnya itu hanya mengangguk.

“Bukankah ini begitu aneh?” celetuk Injun. “Ku kira dengan jebakan didepan gedung tadi, mungkin jebakan didalam gedung akan lebih menyeramkan. Tapi kita tidak menemui apapun kecuali labirin yang seperti tidak ada ujungnya ini,” lanjutnya.

Yesung mengedarkan pandangannya. Benar! Yesung baru menyadari itu.

“Berbalik lalu belok ke kiri.”

Tiba-tiba suara Kyuhyun terdengar lagi. Yesung dan Injun mengikuti petunjuk itu. Mereka menyusuri labirin itu mengikuti petunjuk Kyuhyun.

“Kau berhasil menghubungi Jessica, Kyu?” tanya Yesung tiba-tiba.

Kyuhyun mendesah pelan, “Tidak. Seperti Jessica tidak memakai earphonenya. Oh, kalian sudah sampai. Berbelok lah ke kiri.”

Yesung dan Injun berbelok ke kiri. Mereka menemuka sebuah komputer yang besar. Monitor itu seperti sedang menghitung mundur.

Injun langsung berlari dan mencoba menghentikan hitungan itu. Jadi ini jebakan yang sesungguhnya mengincar kami?, pikir Injun.

“Aw!” ringisnya saat tangannya terkena sengatan listrik dan keyboard komputer itu.

“Kyuhyun..” panggil Yesung –mengisyaratkan untuk ikut membantu dari jauh.

“Sedang ku coba. Terlalu banyak password,” jawab Kyuhyun dengan nafas pendek.

Hitungan mulai memasuki angka 20. Artinya 20 detik lagi sebelum jebakan yang sesungguhnya diluncurkan. Keringat mulai mengalir di kening Injun yang masih berusaha walaupun beberapa jarinya mulai terluka karena sengatan-sengatan itu. Sedangkan Yesung diam dengan tatapan tajam.

“Kyuhyun! Apa yang kau lakukan?” bentak Yesung.

“Aku sedang berusaha!” balas Kyuhyun dengan nada frustasi.

10.. 9..

“Injun! Menjauhlah!” teriak Yesung yang sudah ada disampingnya.

Yesung mencari sebuah kabel yang bisa ia rusakan.

6..5..

BANG! BANG! BANG! BANG!

Yesung menembakan semua peluru di pistolnya ke arah komputer itu. Semua bagian komputer itu. Tidak puas, ia mengambil bangku yang sepertinya dipakai oleh penggunanya dan menghantam komputer beserta benda lainnya dengan kursi itu hingga semua rusak parah. Sangat parah..

Sedangkan Injun, wajahnya pucat basi. Ia tidak bisa berbicara atau berpikir apapun. Semuanya… membuatnya shock.

“Injun, ayo kita cari orang itu,” kata Yesung dengan nafas yang tersenggal-senggal.

Injun tidak merespon. Bahkan untuk bernafas saja, sepertinya dia tidak sanggup.

“Injun!”

Mendengar bentakan itu, Injun segera berlari ke arah Yesung.

Jessica and Jonghun’s side.

Jessica menarik tangan Jonghun, menyuruhnya untuk berhenti saat melihat sosok mencurigakan berlari. Itu bukan Yesung. Bukan Injun. Bukan pula Kyuhyun. Jessica segera berlari mengejar sosok itu. Frustasi, dia mengeluarkan pistolnya dan menembak betis orang itu.

Jessica dan Jonghun menghampiri orang itu dengan nafas tersenggal-senggal. Jessica mengeluarkan pengenalnya.

“Agen spesial KCIA, Jessica.”

“Jessica..” Jessica tersentak saat mendengar suara Kyuhyun di telinga kirinya.

“Oh, Kyuhyun!” sahut Jessica pelan.

“Syukurlah, ku kira kau lupa memakai earphonemu,” balas Kyuhyun.

Jessica memutar matanya sambil mendesah.

KCIA. Investigation room.

 

“Aku.. aku tidak bermaksud membunuhnya. Sungguh!” kata orang itu –setengah berteriak.

Yesung melirik profil orang itu. “Jadi.. Lee Seunghyun—“

“Panggil aku Seungri! Aku benci nama itu!” teriak orang itu.

Yesung menautkan alisnya, “Bisa kau jelaskan semuanya?”

Elf Land adalah games online yang lumayan sukses. Ternyata ada beberapa perusahaan games yang tertarik. Tapi aku tidak tahu. Dia! Dia! Kwon Jiyong sialan itu! Dia mengaku sebagai pembuat Elf Land dan mencuri berkas-berkas yang bisa menjadi bukti kepemilikannya. Padahal dia tahu jelas bahwa hal itu bisa membuatku mencapai harapan terbesarku selama ini!” jelas Seungri geram.

Ekspresi geramnya perlahan menghalus. “Aku sebenarnya merasa bersalah. Dia sudah sangat baik denganku sejak aku kecil. Dia yang memungutku saat aku dibuang oleh orangtuaku. Dia yang mendirikan tempat itu untukku karena dia tahu aku menyukai permainan dan tantangan. Tapi ternyata dia mengatakan aku hanyalah bonekanya dan dialah yang menghasut orangtuaku untuk membuangku. Dia juga yang membuatku terpencil. Ternyata dia yang merusak hidupku.”

“Jadi kau membunuhnya karena itu?” tanya Yesung.

“Sebenarnya aku bisa menerimanya dan berusaha berpikir positif. Tapi saat aku ingin membicarakan hal itu baik-baik dengannya. Tapi dia malah mengungkapkan kebusukannya lebih banyak lagi. Aku kesal dan memasukan banyak obat tidur ke minumannya. Tapi ternyata itu tidak berfungsi. Jadi aku memberikannya banyak heroin hingga dia overdosis,” ujar Seungri lemas.

“Dan kau lakukan itu pada Daesung, pembantu Jiyong dan Chaerin?” tebak Yesung.

Seungri menggeleng cepat, “Tidak! Sama sekali tidak!”

“Tapi pembunuhan mereka persis denganmu,” gumam Yesung menyindir.

“Aku benar-benar tidak tahu. Setelah membunuhnya, aku mengurung diri ditempatku,” elak Seungri.

“Tapi kau terekam dikamera CCTV apartemen Daesung.”

“TOP..”

Yesung mengernyit, “Apa?”

“Hanya dia yang tahu cara aku membunuh Jiyong hyung. Aku sempat menceritakan kejadian itu padanya karena aku sudah memakai heroin yang harusnya diantarkan padanya,” gumam Seungri.

Yesung memicingkan matanya. “Jadi kau..”

Elf Land dijadikan tempat berdiskusi tentang para supplier dan Bandar. Itu salah satu alasan aku ingin menolak permintaan perusahaan games. Semakin lama, aku malah menjadi salah satu kurir. Jadi aku takut jika bisnis ini ketahuan,” jelas Seungri.

“Dan kau baru saja membongkar semuanya,” tanggap Yesung.

“Ya aku tahu. Dan pagi itu, dia memintaku untuk pergi ke apartemen Daesung untuk mengambil bungkusan heroin yang tertinggal di apartemen orang itu dengan menyamar sebagai polisi. Dia bilang aku tidak akan ketahuan karena dia sudah mengurusnya.”

>>>

“Apa hubunganmu dengan mereka bertiga?” tanya Yesung untuk ketiga kalinya.

TOP tetap diam. Dia menatap Yesung tajam, sama seperti Yesung menatapnya tajam.

“Daesung tahu tentang masalah Elf Land saat dia tidak sengaja mengklik sesuatu. Dia mengurasmu. Benar?” tebak Yesung.

TOP mempertajam tatapannya.

“Ahjumma itu sesungguhnya tahu pembunuh Daesung.”

TOP menggertakkan giginya.

Yesung menyandarkan punggungnya dan menyeringai, “Chaerin… dia mencibirmu dan mengatakan kaulah pembunuhnya. Walaupun dia hanya mengatakannya dengan asal, kau mengira dia benar-benar tahu.”

“Kau—“

“Aku benar?” tebak Yesung –memotong kalimat TOP.

“Memang kenapa kalau kau benar?” sahut TOP dengan nada menantang.

“Kasus ditutup. Dan kau bersiaplah mendapat hal yang lebih besar lagi.

>>>

“Jessica, bisa ikut denganku?” tanya Injun saat tim itu dalam perjalanan menuju ruangan mereka.

Jessica melirik Jonghun dan Kyuhyun sekilas lalu mengangguk. Mereka pergi ke laboratorium.

Kyuhyun merangkul Jonghun, “Sudah mendapatkan ide?”

“Yep. Aku akan menulis tentang kalian,” jawab Jonghun.

“Kalau begitu, kau harus menulis karakterku dengan baik. Oh, mungkin kau perlu mengenal diriku lebih baik,” celetuk Kyuhyun.

Jonghun melepaskan rangkulan Kyuhyun, “Tidak perlu. Aku sudah mengenalmu. Kau itu pemarah, sok benar, sok pintar dan tak suka dikalahkan.”

Kyuhyun terdiam dan berpikir sejenak. Tak lama dia berlari mengejar Jonghun. “Kau tidak bisa melakukan itu!”

===Wrapped In The Death===

Advertisements

20 responses to “천사 Team Chapter 3 — Wrapped In The Death

  1. good chapter unnie ….
    tapi aku ngerasa sifat jessica jadi berubah
    di chapter sebelum nya jessica itu misterius bikin penasaran
    dingin cuek..
    aku juga masih penasaran ma keluarganya jessica ….

    update soon ya unnie….

  2. Aku suka FFnya author n,n
    Good
    Bagus banget (y)

    Aku suka n,n
    *dri tadi ngomong suka trs wkwkwkwkwkw

    Lanjut author jangan lama2 y 😉

  3. Langsung aja ya :s
    Eon suka banget pas Jessica ngelempar pulpen dan kena Kyuhyun n pas heechul ngomong “aku senang kau mengatakan kalimat yang sangat panjang padaku”sesuatu banget deh 😀
    Ehem ehem kayaknya sica yang paling mengerti Heechul ya?? Udah jadian aja sana 😀 #plak
    Ya aloh kasian banget injoon di ketusin sama sica n kyu #poor injoon
    Suka deh pas jonghun bilang “aku adalah seorang penulis misteri. Aku dipaksa untuk mempunyai otak polisi dan penjahat saat yang bersamaan” kerenn like it!
    Kekeke seneng deh liat kyuhyun frustasi gara2 tugasnya diambil injoon, rasain :P#syukuran
    WOW kata2 yesung mantep banget dah “peraturan pertama KCIA. Tantanglah kematian”ecung kau sangat kerennnn *.*
    Wah wah jonghun meragukan sica? wah tidak boleh itu *geleng2 kepala
    EHEM…
    Sebenernya eon kecewa dengan kasus ini karena tebakan eon sama sekali gak bener u,u #plak *loe aja yang bloon-.-*
    Eh tuh si injoon mau ngapain sama sica???? *curiga*
    Kayaknya perannya heechul sebagai bos gak penting banget deh*plak #ditabok heebum# abisnya dia gak pernah bantuin sedikitpun paling kerjaannya Cuma gangguin sica doang u,u
    KYUHYUN NARSIS BANGEETTTT!!
    Hahaha bagus Jonghun oppa, tulis aja yang jelek2 tentang karakternya kyuhyun, cocok bangetttt ^0^
    Puas banget sama part ini coz puanjanggg~~ 😀
    Mianhae saeng kalau eon komen kepanjangan n gak penting semua isinya u,u
    Keep writing saeng^^

    • huahaha sepertinya onnie terkena virus ‘pem-bully cho kyuhyun’ ya? XD
      iya emang sesuatu banget. aku aja baru nyadar aku pernah buat dialog itu u,u /plak
      kenapa jadi jadian sih kim heechul dengan jessica jung? D:
      itu quotenya jonghunn aku ambil dari sebuah film. huehehe XD
      sebenernya kerjaannya heechul itu ngegangguin semua pekerjanya loh ._. kalo dibuat “kim heechul’s story, directur of KCIA‘, pasti terkuak siapa aja yg dikerjain sama heechul XD
      KEREN, ONN~~ jarang-jarang loh ada yg komen sepanjang onnie ^o^ jadi tambah excited XD

      • kekeke
        iya,,ayo bully Kyuhyun lagi saeng *bawa spanduk*
        kan lucu kalau sica yang jutek jadian sama heechul yang rese dan gak pernah serius*bayangin* *senyum2*
        yaudah buat kim heechul’s story, directur of KCIA dong *sodorin Siwan*
        heehehe
        tapi mungkin komen eon kurang bermutu 😀

  4. ah seru sekali
    suka banget karakternya yesung disini
    karakternya mirip jessica, pendiam gitu
    tapi disini kurang ya momennya yesung ama jessica
    wakakakakaa kyu ditengah ngurusin kasus masihh aja sempet ngurusin games
    hahahah
    lanjut ya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s