I Choose To Love You (Chapter 3)

Author : Lee Hyura

Title : I Choose To Love You

Genre : Romance, Angst, Comedy

Rating : PG 13

Cast :

–          JYJ Jaejoong

–          SNSD Jessica

–          SNSD Sooyoung

–          JYJ Junsu

–          2NE1 Sandara

PROLOG || CHAPTER 1 || CHAPTER 2

===ichoosetoloveyou===

“Kyaaaa!!!”

Jessica teriak dengan kencang karena wajah Jaejoong sangat dekat dengannya. Untuk saja tangan Jessica yang terlipat di atas dadanya membuat jarak diantara mereka. Jessica menutup matanya saat ia mencium bau alkohol yang kuat dari mulut Jaejoong.

“Bos…erm, Jaejoong-ssi..” panggil Jessica ragu.

Tapi Jaejoong tidak memberi reaksi lain selain gumaman dengan mata tertutup. Dengan kesal, Jessica mendorong Jaejoong hingga pria itu terjatuh dengan kasar.

“Ups.” Jessica menyengir lebar karena menyesal sudah berbuat itu pada Jaejoong.

Jessica mendesah pelan sebelum dia bangkit dan membopong Jaejoong ke kamarnya. Sepanjang perjalanan menuju kamar Jaejoong, Jessica meruntuk kesal. Kesal karena sudah menyiapkan makan malam, kesal karena sudah menunggu Jaejoong sampai tengah malam dan kesal karena harus menyusahkan dirinya karena Jaejoong. Intinya dia kesal karena Jaejoong!

Sesampainya di kamar, Jessica melempar Jaejoong lalu keluar dari kamar tanpa membenarkan posisi Jaejoong. Sekitar semenit kemudian, ia kembali.

“Bersyukurlah kau adalah majikanku. Kalau tidak, aku tidak akan melakukan ini. Camkan itu!” sungut Jessica kesal.

Jessica membalikkan badan Jaejoong dan membenarkan posisi Jaejoong. Tak lupa, ia melepaskan sepatu, kaus kaki, jam tangan serta mengeluarkan dompet dan smartphone Jaejoong dari saku celana Jaejoong.

“Payah, kau membuatku menyesali diri karena mau-maunya bekerja denganmu,” gerutu Jessica lagi.

Jessica menjatuhkan diri dan duduk di lantai. Tenaganya serasa habis karena membopong, membenarkan posisi dan melemparkan beberapa barang milik Jaejoong. Tapi dia sadar. Ada satu hal yang masih harus ia lakukan. Jadi, dia bangkit.

“Berjanjilah untuk menaikan upahku!!” pekik Jessica frustasi.

Dia menarik selimut agar menutup tubuh Jaejoong. Tepat saat selimut itu sudah diposisi yang benar, Jaejoong menariknya dan memeluknya. Jessica benar-benar shock! Dia tidak tahu harus melakukan apa. Bahkan untuk bernafas saja, ia merasa tidak mampu.

Everything for you, darl,” gumam Jaejoong lalu mencium bibir Jessica.

OH.. MY.. GOD!!

Next morning.

Pagi itu, benar-benar sepi dan tenang. Hari ketiga wanita itu bekerja, ia membiarkan Jaejoong sarapan sendiri. Benar-benar tidak seperti 2 hari sebelumnya yang selalu ditemani oleh Jessica.

Hari itu juga Jaejoong bangun dengan sendirinya. Jaejoong bangun dengan sendirinya dan di meja samping kasurnya, sudah tersedia obat sakit kepala. Padahal 2 hari itu, ia terbiasa dibangunkan dengan cara yang berbeda. Seperti hari pertama, ia terbangun karena suara bising. Hari kedua, ia terbangun karena merasa dirinya diperhatikan. Dan benar saja, Jessica sedang memperhatikannya dari ambang pintu. Ia bingung mau membangunkan Jaejoong atau tidak.

Selesai sarapan dan mandi, dia pergi ke kamar Jessica. Tapi dia tidak langsung membuka pintu itu seperti biasanya. Jaejoong menarik nafas sebelum mengetuk pintu kamar Jessica. Saat mendengar suara lantang yang mengizinkannya masuk, barulah ia membuka pintu.

“Kau baik-baik saja, Jessica-ssi?” tanya Jaejoong.

Jessica yang terduduk di kasurnya hanya menghela nafas pendek. “Menurutmu?”

“Jika kau merasa tidak enak badan, kau pergi ke dokter saja,” balas Jaejoong.

Mendengar itu, Jessica langsung menyahut cepat, “Tidak, aku baik-baik saja.”

“Jeongmal?”

Jessica mendesah, “Lebih baik kau pergi ke kantor daripada memperhatikan pembantumu, bos.”

Jaejoong menghela nafas pelan lalu pergi ke kamarnya. Sedangkan Jessica segera menutup pintu lalu menghempaskan tidurnya ke kasur. Dia menutup mukanya dengan bantalnya.

“Babo.. babo.. baboya! Kenapa dia tidak ingat?” Jessica menggerutu pelan lalu menggembungkan pipinya, “Oh, hangover..”

Dia mendesah pelan lalu menyingkirkan bantal itu dari wajahnya. Mukanya memerah saat teringat kejadian semalam.

>>>

“Ini.. apa?” tanya Sandara bingung.

“Itu bekal yang dibuat oleh Jessica. Itu terlalu banyak. Lagipula, aku ada janji dengan seseorang saat jam makan siang nanti,” jawab Jaejoong sambil sibuk membalas sebuah pesan di IPhonenya.

Sandara melipat tangannya kesal, “Jae… tepat selesai jam makan siang, kau ada rapat dengan tuan Kim dari C-Jes Ent tentang CF terbaru.”

“Eh, benarkah?” Jaejoong melemparkan pertanyaan dengan nada kaget.

“Jaejoong-ah! Kapan kau akan berubah? Menyebalkan!” bentak Sandara sambil mengebrak meja pelan.

“Kalau begitu, biar kau yang menggantikanku, ya?” mohon Jaejoong.

Sandara mendesah kesal. Pria itu benar-benar tidak mengerti perkataannya atau bagaimana? Benar-benar membuat Sandara geram to the max! Sandara hanya membalasnya dengan tatapan tajam. Jaejoong langsung menyengir tanda mengerti.

Jaejoong berdecak, “Geurom.. arasso~”

Sandara menghela nafas lega.

“Oh ya, ku dengar adik tuan Kim kabur dari rumah, ya?” celetuk Sandara.

Mata Jaejoong langsung berbinar, “Jinjja?”

“Yang ku dengar sih begitu. Dia kabur karena menolak dijodohkan.”

“Oh, lebih baik,” sahut Jaejoong.

Sandara mendesis, “Wae? Bukankah dia yang dijodohkan denganmu?”

Jaejoong mendongak. Tak lama, ia mengangguk.

“Lalu?”

“Lebih baik. Artinya dia sadar kalau dia itu tidak pantas dijodohkan dengan seorang Kim Jaejoong.”

“Kenapa begitu?” tanya Sandara dengan nada lembut.

Ia jelas tahu sahabatnya itu tidak suka terikat dengan siapapun. Semua wanita didekatnya hanya seorang ‘teman’. Teman makan, teman kencan, ataupun teman tidur. Yah, walaupun Jaejoong jarang menerima teman tidur. Tapi bukan berarti tidak pernah, kan?

“Artinya aku tidak akan terikat dengan siapapun,” jawab Jaejoong datar.

Sandara mendesah, “Tapi, Jae. Kau sudah dewasa. Di umur ke 26, bukankah akan lebih baik jika kau sudah mempunyai pasangan?”

Jaejoong berdecak dan menatap dalam sahabatnya itu, “Aku belum mau mempunyai hubungan serius, Dara. Aku masih ingin menikmati dunia bebas. Lagipula, pria berumur 40 tahun pun masih tetap laku. Percaya padaku! Masih ada 14 tahun lagi~”

“Itu di negara barat. Tapi disini, di negara timur, belum tentu kau tetap mudah mendapatkan pasangan hidup.”

“Kalau begitu, aku akan mengikuti jejak pemilik C-Jes Ent yang mengadopsi 2 anak. Mudah, kan?” sahut Jaejoong tak peduli.

“Kim Jaejoong..” geram Sandara.

>>>

“Bagaimana dengan Park Yoochun? Dia sudah terbiasa dengan dunia akting. Ku kira, dia tidak akan mengecewakan perusahaanku,” kata Jaejoong.

“Jwoisonghae, Jaejoong-ssi. Tapi dia sudah memilik jadwal yang sangat ketat. Setelah kesibukannya pun dia sudah meminta untuk free. Kami tidak bisa memberikannya job lagi,” tolak Junsu.

“Aku membutuhkan seorang idol pria dari agensimu. Dan ku kira Yoochun lah yang paling bersinar,” tekan Jaejoong.

“Kami bukanlah agensi yang dengan mudahnya memaksa artis kami untuk bekerja tanpa henti. Idol pria kami masih banyak! Kau bisa memilih yang lain,” jelas Junsu.

Jaejoong menyandarkan tubuhnya dan mendesah, “Bagaimana jika beristirahat dulu sejenak? Ku kira kau pasti lelah.”

Junsu tersenyum tipis, “Ku kira aku tidak bisa. Masih banyak pekerjaan yang menungguku.”

“Bagaimana seorang kakak bisa sibuk dengan pekerjaannya saat adiknya hilang?” cibir Jaejoong.

Junsu menutup matanya untuk menenangkan emosinya. Dia hanya membalasnya dengan senyum. Dalam hati, ia sibuk memikirkan keberadaan adiknya. Dimana dia? Apa dia makan dengan baik? Apa dia beristirahat dengan baik? Apa hidupnya baik-baik saja? Banyak hal yang ia pikirkan tentang Jessica yang terkadang membuatnya sama sekali tidak bisa berkonsentrasi.

“Aku datang ke sini untuk bekerja dan mempererat hubungan perusahaan kita,” ujar Junsu dengan nada berbahaya.

Jaejoong terkekeh sinis, “Tenang saja~ aku tahu. Perlu ku bantu mencarinya?”

Junsu menyeringai sinis, “Percuma. Bahkan kau tidak pernah kenal atau bahkan bertemu dengannya, kan? Kau tidak tahu apapun tentangnya. Dan jika kau tidak berniat untuk membicarakan bisnis kita lagi, aku akan pergi.”

“Hei, aku hanya becanda! Kau benar-benar sensitif~” seru Jaejoong. “Kau pasti sangat menyayanginya.”

Ekspresi Junsu melembut. Ia menghela nafas berat. “Ya begitulah. Apapun aku lakukan agar dia kembali ke rumah. Bahkan kalau dengan cara melawan kemauan ayah kami..”

>>>

Sooyoung memperhatikan sahabatnya yang hanya diam sambil memainkan kakinya di dalam kolam renang rumah Sooyoung. Tidak biasanya Jessica datang hanya untuk berdiam di pinggiran kolam renang.

“Argh!!”

Tiba-tiba Jessica mengeram kesal. Sooyoung tersentak melihatnya. Jessica menggerakkan kakinya dengan buas yang akhirnya malah membuatnya terdorong ke dalam kolam. Sekali lagi, dia berteriak kesal.

Sooyoung terkekeh pelan. Dia menghampiri sahabatnya itu dan jongkok di pinggiran kolam.

“Ada apa denganmu?” tanya Sooyoung.

Jessica menatap Sooyoung sejenak, “Eobseo.” Lalu ia menenggelamkan wajahnya ke dalam air.

“Gotjimal~”

Jessica mengeluarkan kepalanya, “Baiklah. Jika aku menceritakannya, berjanjilah untuk menggantikanku dengan pegawaimu yang lain untuk bekerja di apartemen Kim Jaejoong!”

“Eh?” Sooyoung mengerjap kaget. “Apa yang ia lakukan? Dia melakukan kekerasan padamu? Atau pelecehan? Katakan padaku! Biar ku bunuh dia!”

Jessica menggeleng, “Anio~ memang lebih baik aku tidak menceritakannya padamu!”

>>>

Keadaan apartemennya tidak jauh berbeda saatia berangkat bekerja. Jaejoong menghempaskan tubuhnya di sofa dan berusaha mencoba berpikir sejenak. Sebenarnya ada apa dengan Jessica? Apa aku berbuat sesuatu yang salah? Atau jangan-jangan karena masalah kemarin?, pikir Jaejoong.

Tiba-tiba terdengar suara pintu di verifikasi. Tak lama, sosok Jessica muncul. Jaejoong segera mengubah posisinya menjadi duduk dengan tegak.

Jessica menyunggingkan senyum tipis, “Oh, hai, Jaejoong-ssi..”

“Darimana saja?” tanya Jaejoong tajam.

“Sooyoung. Ada yang salah?” Jessica balik bertanya dengan bingung.

“Bukannya harusnya kau menyambutku pulang? Tapi kenapa aku yang menyambutmu pulang, uh?” sungut Jaejoong.

“Ayolah~ apa itu begitu penting? Kita bukan sepasang suami-istri. Untuk apa ada acara ‘sambut-menyambut’?” balas Jessica.

Jaejoong langsung terdiam. Begitupula dengan Jessica. Tak lama, mereka tertawa gugup lalu pergi ke kamar masing-masing.

“Dia benar.” Jaejoong menutup pintu kamarnya. “Yep, dia memang benar..” lanjutnya. “Lagipula kenapa hubungan kami seperti ini. Aku tidak pernah tahu hubungan majikan dan pembantu bisa sedekat ini. Maksudku.. hei, kami bahkan makan bersama. Dia berani menamparku lagi!”

“Sungguh, jika bukan karena Sandara yang menyuruhku memakai jasa pembantu, mungkin aku tidak akan bertemu dengannya,” gumam Jaejoong sambil menghempaskan tubuhnya di kasur.

“Apa yang sebenarnya aku pikirkan sih?” gerutunya lalu menutup muka dengan bantal.

Next day.

 

Jessica pov.

Hari ini adalah hari sabtu, weekend! Itu artinya (mungkin) Jaejoong menghabiskan sehari penuh di apartemen! Itu buruk karena aku masih belum bisa melupakan malam itu. Tentu saja!

Aku juga bingung. Kenapa begitu mempermasalahkan hal itu? Aku sering melakukan itu dengan appa, Junsu oppa, Song ahjumma dan Sooyoung saat kecil. Tapi kenapa dengan Jaejoong, aku merasa malu dan pipiku selalu panas? Ini aneh, kan? Apa karena kami baru saja bertemu? Tidak masuk akal!

“Oh, Jessica-ssi!”

Suara Jaejoong membuat lamunanku buyar dan aku terjatuh dari kursi di mejadapur bersihnya. Itu.. sangat.. memalukan.. kya, Sica! Kenapa kau selalu mempermalukan dirimu? Kau benar-benar tertular virus mempermalukan diri sendiri milik Junsu oppa!

“N, ne?” sahutku tergagap.

Dia menghela nafas panjang sambil merapikan topi abu-abunya. Aku baru sadar kalau dia berpenampilan casual tapi rapi. Seperti biasa, dia selalu menggoda di segala penampilan! Mungkin mau pergi? Haha, JESSICA JUNG JAYA!

“Aku ingin pergi. Kau ingin ku belikan sesuatu?” tanyanya.

Ah, apa ya? Makanan? DVD? Gelang? Pakaian? Oh, pikiranmu mulai melantur, Sic~ ck! Tapi sungguh, jika aku boleh mengatakannya, aku ingin dibelikan pengeluaran terbaru butik kesukaanku. Tapi, bukannya itu malah membuat identitasku terbongkar? Aish..

“Jessica~ hei, Jessica!”

Aku bangkit dan mengambil 2 langkah mundur saat sadar kalau Jaejoong sudah 3 langkah didepanku. Oh, orang ini mengagetkanku saja!

Tiba-tiba terdengar bunyi dering. Yang pasti dari hpnya itu. Dia segera mengangkatnya. Ekspresinya seperti kesal seperti itu.

“Hei, aku sudah mengcancel semua janji kencanku hanya karena kau ingin berbelanja denganku! Tapi kau malah mengajaknya? Sialan kau, noona!” omel Jaejoong.

“Baiklah~ hah? Kau gila! Tidak mungkin! Baiklah, tunggu aku di pintu masuk.

Jaejoong memasukkan barang pintar itu ke dalam sakunya dan melirikku. Dia menyeringai tipis. Apa maksudnya? Kalo berani macam-macam, ku bersumpah dia tidak akan melihat indahnya dunia lagi!

“Ganti baju. Kau pergi denganku,” katanya.

Aku hanya mengangakan mulut sambil menunjuk wajahku.

===ichoosetoloveyou===

Ayo komen~ kalo komennya tidak memuaskan, ga saya lanjut :3

Advertisements

21 responses to “I Choose To Love You (Chapter 3)

  1. Noona?? Mau diapain sica ama jae? Diajak kemana?
    KYAAA kisseu >< /getok jaepa
    soosic kocak gila argghhh~ pokoknya harus dilanjut far, kalo ga, aku ga mau komen2 lagi (?) hahahaha

  2. huaahhhh setelah lama ga buka blog ini ternyata banyak postingan baru

    wih wih wih yang nelfon jae pasti sandara yah?? hehe
    jadi cwe yg mau dijodohin sama jae itu sica??
    jiah mereka mah emang jodoh kalo kayak gitu
    sica kabur jadi pembantu di apartemen jae
    itu pas adengan kissunya jae sama sekali gak inget yah??
    oh iya, junsu dipasangin sama sooyoung yah hehehe
    lanjut author:D:D:D

    • makanya sering sering berkunjung dong :DD

      lol jodoh XD iya mereka memang berjodoh /plok
      iya. jaejoong kena hangover jadi ga inget ._.
      waduh, junsu ga saya relakan dengan siapapun T.T

  3. Kekeke. .
    Gokil bgt sica eonni. .
    #digetok sica. .
    Haduh,
    jaeppa brani nyosor (?) skrang. .
    Comedy nya dpt bgt,
    jaesica jjang. .
    #abaikan. .
    Nice ff chingu, ,

  4. uwaah,, ffnya keyeeen #soimut-_-
    waah .. kasian banget si jess ciumannya kaga diinget jae XD
    mungkin diotaknya jae cuma ada akuu :3 #pletak #abaikan -_-
    next ff aku tunggu ^^ jangan lamalama ya lanjutnya.. kalau lama lama rumahmu ku demo #maksabangetdah–v
    ditunggu lanjutannya~ 😀

    • maacih, QaQa :3 /plak
      jiah dia malah bernarsis ria -,- jaenya kena hangover makanya ga inget ._.
      waduh, rame dong rumah saya kalo didemo .-. *adain hajatan /apaini -,-

  5. Far~ kenappaaa? kenappaaa?*alay
    kenapa pendeeekkkk??!*plak

    haduhh~ mamii pappu-ku ini… emang jodoh gak lari kemana, yah?*bingungdehsamanikalimat ._.

    rasanya pengen nonjok jae karena gak pernah kenal sama sica! bahkan gak tau nama dari adek temannya sendiri! calon tunangannya! apa banget!!==’

    tapi~ perasaanku lagi… hish! berharap yg ngajak jae itu dara! dan berharap si dara kenal sama mamii :*
    hhe..

    Lanjuuuuuutttt~
    Fighting! Fighting! Fighting!>,<

    • eh masa pendek sih? panjang kok panjang -o- *membela diri
      anda aja bingung sama kalimatnya, apa lagi saya. emang jodoh bisa kabur? ._.
      jangan ditonjok~ nanti mukanya ga menggoda lagi /plak
      tapi kalo ternyata ga kenal, jangan salahin aku yo :*

  6. Cuma popo biasa sampe grogi.Biasanya kan mereka…………..
    *YADONGGG-___-*
    Geram to the max,asik banget kan thor bahasanya LOL.Itu jaessica mau kemana yaaa?Penasaran,lnjt chapt 4~

  7. Ternyata mereka bakal dijodohkan, tapi Sica kabur & gitu deh^^ kayaknya memang jodoh 😀
    apa Sica udah mulai jatuh hati ama Jae, sampai kepikiran terus gitu 🙂
    Jae mau aja Sica kemana ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s