Before Story of 천사 Team (Victoria’s Story)

Author : Lee Hyura

Genre : Angst, little action

Cast :

  • F(x) Victoria
  • SJ Yesung
  • SJ Heechul
  • SNSD Jessica
  • SNSD Tiffany

Selamat membaca ^o^

===================================================================

Qian menggigit bibirnya untuk menahan tangis. Dia tidak menyangka mamanya meninggal dalam keadaan yang hangus terbakar seperti itu. Dia melirik papanya yang masih terlihat tenang. Dia tidak habis pikir, kenapa papanya tetap terlihat tenang?

Qin’ai~” gumam papanya yang menatap dalam gundukan tanah itu lalu melirik Qian dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.

“Papa, berjanjilah untuk menemukan pembunuh mama dan bunuh dia,” pinta Qian lirih.

Papanya sedikit terbelalak. Dia memijat pelan keningnya, bingung untuk bersikap. Itu membuat Qian menatapnya nanar dan kecewa.

“Baiklah, jika papa bisa melakukannya,” sahut papanya.

“Kau pasti bisa, papa! Kau adalah pemimpin mafia dikota ini!” pekik Qian geram.

Papanya berdecak, “Ku bilang. Aku akan melakukannya jika bisa.”

Next week.

Qian menahan nafasnya. Ingin rasanya ia menertawakan dirinya sendiri setelah mendengar pengakuan papa kepada anak buahnya didalam ruangannya secara diam-diam. Tubuhnya merosot jatuh. Tangan menutup mulutnya untuk menahan isak tangis. Ia ingin sekali menangis. Tapi jangan sekarang. Jangan hari ini. Jangan di hari ulang tahunnya…

Bukankah orang-orang selalu berhati bahagia saat di hari ulang tahunnya? Ditemani keluarga, sahabat dan kekasih. Hari terindah dalam satu tahun itu. Bukankah harusnya seperti itu?

Tapi Qian tidak bisa. Dia benar-benar tak bisa berbahagia hari ini. Tidak lagi setelah mendengar kata-kata papanya yang secara tidak langsung mengakui kalau dirinya lah yang membunuh istrinya itu. Dirinya lah yang membakar mamanya Qian. Dirinya lah yang mengeksekusi hidup wanita itu.

Padahal, 5 hari yang lalu, semua orang datang ke rumahnya sambil membawa orang yang dituduh telah membunuh mamanya itu. Dan seperti permintaan sang putri dari seorang pemimpin mafia, orang itu dipenggal. Jadi, sebenarnya mana yang benar? Dan jika orang itu tidak bersalah, Qian tidak lebih baik dari papanya. Qian juga membuat orang itu kehilangan nyawanya.

Tapi kenapa ini harus terjadi? Kenapa di saat di hari ulangtahunnya? Kenapa disaat dirinya sudah bersenang hati karena sudah mengenyahkan orang yang dituduh sebagai pembunuh mamanya? Kenapa harus seperti itu? Takdir mempermainkannya. Kenyataan benar-benar menyakitkan.

>>>

“Nona muda, kau mau kemana dengan koper sebesar itu?” tanya seorang anak buah papanya saat Qian keluar dari kamar dengan koper besar.

“Pergi. Pergi yang jauh dari sini. Jauh dari kalian!” jawab Qian tajam.

“Kau tidak bisa melakukan—hei! Apa yang mau kau lakukan?” panik orang itu saat Qian menghampiri dengan wajah suram.

“Kau, jadilah anak baik,” desis Qian sambil menekankan jarinya pada tengkuk orang itu hingga orang itu kehilangan kesadaran dirinya.

Bagi gadis remaja hari ini genap berumur 19 tahun yang menguasai bela diri dan ahli hipnotis, hanya itulah pilihan terbaik. Ia harus meninggalkan rumah ini tanpa kebisingan. Harus dengan kesunyian. Agar tidak terlalu mencolok baginya. Atau tidak, dia akan gagal.

>>>

Shit! Why he keeps calling me?” gerutunya saat hpnya tidak berhenti berdering. Ya walaupun kali itu adalah orang yang berbeda dengan yang meneleponnya sebelumnya itu, tapi tetap saja orang itu adalah lelaki yang selalu mengejarnya. Akhirnya Qian mematikan hpnya itu dan membuangnya di tempat sampah terdekat.

Kini dia berada di Qingdao Liuting International Airport. Dia terdiam. Untuk apa dia disana? Pergi keluar kota dengan pesawat? Sepertinya itu terlalu membosankan. Keluar negeri? Tapi kemana? Dia mengetuk dagunya dengan telunjuknya sambil mengerucutkan bibirnya.

BRUK!

Seseorang tidak sengaja menabraknya. Orang itu segera meminta maaf. Qian hanya membalasnya dengan senyum ramah. Setelah itu, orang itu pergi.

Qian menatap monitor besar yang memperlihatkan list pesawat-pesawat yang mempunyai jadwal penerbangan hari ini. Dia menutup matanya sambil memainkan jarinya, memainkan takdir yang akan ia hadapi selanjutnya.

Saat menurutnya cukup, jarinya berhenti bergerak. Qian membuka matanya takut-takut. Korea Selatan?!, pekiknya tak percaya dalam hati. Dia benar-benar tidak menyangka. Hanya ada satu pesawat yang menuju negara itu. Bagaimana bisa jarinya menunjuk ke tulisan pesawat menuju negara itu? Ini gila! Tapi tetap ia ikuti…

Dia segera membeli tiket pesawat. Dia cuma berharap dia tidak kehabisan tiket karena membelinya mendadak. Dan sepertinya dewi fortuna sedang disisinya. Ia tidak kehabisan. Bahkan bisa dibilang pesawat itu lumayan lenggang. Dia mulai merasa jarinya tidak salah memilih.

“Oh, ya!” pekiknya panik saat ingat banyak hal yang harus ia urus agar ia bisa keluar dari China. Tapi senyumnya terukir manis saat ia ingat temannya yang dapat mengurus semua dengan cepat. Mempunyai banyak teman penting itu memang sangat berguna.

>>>

“Hei, bukannya kau yang tadi ku tabrak tadi?” seru seorang pria berumur akhir 40-an yang duduk dikursi samping Qian dengan bahasa mandarin yang lancar namun berlogat aneh.

Qian mengerjap sambil berusaha mengingat. Saat dia ingat, dia tersenyum ramah, “Ya, aku ingat.” Pria itu ikut tersenyum.

Qian membuka tas kecil yang ia bawa dan mengeluarkan sebuah buku. Ia menghabiskan waktunya yang singkat dipesawat itu dengan membaca buku tentang akting.

“Kau tertarik dengan dunia akting?” tanya pria tua itu.

Qian menoleh dan mengangguk, “Tentu. Aku sudah mendalaminya sejak kecil.”

“Benarkah? Apakah kau hebat? Sehebat para artis?”

Qian mendesah, “Asal anda tahu saja. Aku ini pintar menyamar. Aku pintar memalsukan suara, wajah dan gaya asal aku tahu benar siapa yang aku imitasikan.”

“Hebat!” seru pria itu. Sepertinya pria itu tertarik dengan keahlian Qian itu.

“Selain menyamar, kau bisa melakukan apa lagi?”

Qian terdiam sejenak untuk berpikir. “Banyak. Aku sering menjuarai balap liar, motor maupun mobil. Aku ahli bela diri. Aku master semua jenis bela diri. Tapi paling hebat dalam jenis bela diri tradisional. Aku juga bisa menghipnotis seseorang.”

Pria mengerjap kagum, “Jinjja?!”

Qian mengernyit, “Kau orang korea?”

Dia sedikit bersyukur karena ia mengerti sebagian bahasa korea karena papanya selalu memaksanya untuk belajar bahasa negara Asia timur; Jepang dan Korea. Memang tidak bisa dipungkiri. 2 negara itu mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan China dalam urusan para mafia.

“Tentu. Apa wajahku tidak seperti wajah orang korea biasanya?”

“Bukan begitu. Hanya saja.. lupakan.”

Qian kembali sibuk dengan bukunya. Dalam hati, ia sibuk merandang rencana saat sampai di Korea. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah nama. Sepertinya dia perlu mengganti namanya yang sepertinya asing di negara Korea.

Bagaimana dengan Victoria? Mama sangat menyukai nama itu, pikirnya.

>>>

Victoria menghela nafas panjang. Hidupnya benar-benar indah di kota Seoul. Dia menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang. Walaupun dalam hati, ia sibuk berpikir. Berpikir seandainya ia ditangkap oleh anak buah papanya. Tapi sayang sampai sekarang, ia tidak menemukan tanda-tanda ia pernah dibuntuti.

Hari ini dia berjalan-jalan di jalan besar di kota Seoul. Kini ia terbiasa dengan pekerjaannya. Sejak ia kabur, ia memang harus mencari pekerjaan. Pekerjaan yang mudah dan cocok dengan keahliannya. Apalagi yang cocok selain menjadi pencuri?

Ia memperhatikan seorang pria. Dari penampilannya, pasti orang itu mempunyai uang yang cukup banyak. Setelah diteliti, pria itu menempatkan dompetnya di saku belakang. Itu mudah, pikir Victoria.

Ia mengambil posisi dibelakang orang itu. Saat mereka melewati jalanan yang ramai, Victoria sengaja berpura-pura tidak sengaja menabrak pria itu sambil mengambil dompetnya. Setelah meminta maaf, ia segera pergi. Tapi ternyata orang itu sadar. Dia berteriak. Victoria tertangkap.

Sial!

>>>

Victoria mengerang kesal karena dirinya harus menginap di penjara hanya karena ia belum diinterogasi. Baru seminggu ia tinggal dinegara itu, dia sudah masuk penjara. Kemungkinan besar ia akan dideportasi. Lagi-lagi, sial!

Victoria menggigit bibirnya saat lidahnya terasa pahit. Dia ingat bahwa rokoknya ia tinggal didalam mobil dan mobilnya ada di parkiran club. Dia mendesah pelan. Matanya memandang ke sekitar. Ia melihat seorang polisi mengeluarkan sebungkus rokok. Dia menyeringai.

“Hei!” panggilnya.

Polisi itu menunjuk wajahnya dengan tampang bodoh. Victoria menertawakannya dalam hati. Polisi itu benar-benar terlihat tolol. Polisi itu menghampirinya saat Victoria mengangguk.

“Aku minta rokokmu,” kata Victoria.

“Aku berani membayarku berapa?” balas polisi itu.

Victoria mendecak. Ia mengeluarkan tangannya dari sela-sela sel itu, membalikkan badan polisi dan mengambil sebungkus rokok itu serta korek api. Victoria segera menyalakannya dan menghisapnya. Setelah itu, barulah ia melemparkan 2 benda itu kepada pemiliknya.

Thanks,” katanya sambil berjalan ke sudut penjara.

Dia tahu, polisi itu meneriakinya dan mengumpatnya. Tapi dia tidak peduli. Dia tidak mau peduli. Polisi itu membuka gembok selnya dan menghampiri Victoria. Dia meninju wajah Victoria. Victoria mengerang kesakitan.

“Apa-apaan kau?!” teriak Victoria membentak.

“Aku bisa memberikan yang lebih dari ini!” sahut polisi itu dengan seringaian.

Polisi itu menutup pintu dan membuka bajunya perlahan. Victoria mendecak. Apalagi sekarang? Jangan sampai ia kehilangan kesabaran dan akhirnya membunuh polisi itu.

“Pakai seragammu lagi. Aku tidak tertarik,” seru Victoria sambil berbaring di kasur kerasnya.

“Oh, aku yakin kau akan menyukainya.”

Victoria bangkit dan meninju wajah polisi itu. Ia sudah tidak tahu. Ia muak. Tidak hanya meninju, ia juga menendang dan memakai jurus-jurus bela dirinya. Dia memang masih muda. Tapi dia sudah berhasil menguasai banyak aliran bela diri. Sangat banyak!

>>>

“Hei,” sapa seorang pria akhir 40-an saat melihat Victoria muncul dengan wajah merah dan luka-luka ditubuhnya.

Victoria mengerjap, “Kau.. sepertinya aku pernah melihatmu.”

“Bandara. Ingat?”

Victoria mengangguk, “Oh.”

“Apa yang terjadi denganmu?”

“Oh, ku yakin kau tidak akan peduli.”

“Jika aku tidak akan peduli, aku tidak akan disini.”

Victoria mengerjap. Pria tua itu peduli dengannya? Di dunia itu masih ada yang peduli dengannya? Dia tertawa hambar. “Aku memukuli seorang polisi. Sampai ia sekarat, sepertinya. Akhirnya polisi-polisi yang lain menyiksaku. Setidaknya mereka tahu bahwa aku bukanlah orang penting negara China berkat pasporku. Oh untuk apa aku menceritakannya? Kau tidak akan percaya.”

Pria tua itu mengangkat alisnya, bingung. “Aku percaya padamu. Aku bisa membuatmu keluar saat ini juga.”

“Dan lalu kau ingin aku membalas budi dengan badanku? Oh gosh!” Victoria mendesah kasar.

Pria tua itu tertawa. “Kau lucu. Tapi tentu saja tidak. Ada hal lain yang lebih penting. Hal yang ku yakin pantas untukmu.”

“Kenapa harus aku?”

“Karena hanya kau yang menarik perhatianku.”

Victoria menatap jijik pria tua itu. Tapi mengingat apa yang orang itu katakan, tidak mungkin ia menginginkan badan Victoria. Ada hal lain. Itu cukup membuat Victoria penasaran.

>>>

“Tempat apa ini? Err—“ tanya Victoria saat pria tua itu membawanya ke sebuah kantor. Kantor yang tetap ramai dimalam hari.

Pria tua itu terkekeh pelan, “Panggil aku Professor Kim. Semua orang memanggilku begitu.”

Victoria memutar matanya, “Oke, Kim.”

“Aku suka caramu memanggilku.”

Victoria mengerang pelan. “Jadi untuk apa kau membawaku kesini?”

“Itu adalah…” Professor Kim membuka pintu. Di dalam ruangan itu, ada 2 orang pria dan 2 orang gadis remaja. “Ini,” lanjutnya.

Victoria mengernyit. “Apa-apaan ini?”

“Selamat datang di KCIA,” seru professor Kim.

“Jadi dia yang kau ceritakan, prof?” seru seseorang.

“Oh ya, Yesung. Dia yang ku maksud. Dia benar-benar luar biasa. Akhirnya aku bisa menemukannya,” jawab professor Kim.

“Ada apa dengan tubuhnya?” tanya pria lainnya.

“Cerita yang panjang, Heechul. Dan.. dia adalah orang yang aku rekomendasikan untuk timmu,” jawab professor Kim lagi.

Victoria mengerjap. Dia benar-benar shock. Apalagi saat seorang gadis remaja menghampirinya dan memeluknya. Dan saat ia meringis, gadis itu segera melepaskan pelukannya dan meminta maaf. Wajahnya benar-benar khawatir. Walaupun tubuhnya terasa nyeri, jauh didalam hatinya, ia merasa sedikit hangat karena perlakuan gadis itu dan professor Kim.

“Biar aku obati. Ayo masuk,” ajak gadis itu. “Oh ya, panggil aku Ppani.”

Victoria mengernyit, “Ppani?”

“Bagus, kan? Jessie lah yang memberikan panggilan itu padaku.”

Victoria terkekeh sinis. Bagus? Itu nama yang menjijikan!

“Tunggu! Nama aslimu?” bingung Victoria.

Gadis itu berhenti seraya mengetuk dagunya.

“Ppani.. pasti Tiffany, kan? Dan Jessie. Pasti Jessica, kan?” tebak Victoria sebelum gadis itu menjawabnya.

“Nama bagus. Aku menyukainya. Kau bisa memanggilku itu. Bagaimana denganmu, Jessie?” seru gadis itu pada gadis yang sibuk mencari posisi terbaik untuk tidur.

Tunggu, artinya aku salah menebak?, bingung Victoria. Saat ia mau membuka mulut, gadis itu sudah kembali membuka mulutnya.

“Kalian dengar? Kini namaku adalah Tiffany!” pekik gadis itu lalu menunjuk gadis yang bernama Jessie, “Dan nama panjang dia adalah Jessica.”

Victoria bisa melihat tubuh gadis yang ditunjuk itu membeku. Wajahnya pucat saat mendengar kata ‘Jessica’. Gadis itu mengurut keningnya pelan. Victoria tidak mengerti apa yang terjadi. Yang pasti ia tahu bahwa ‘Jessica’ benar-benar terkejut dengan nama pemberiannya.

“Ppani, tapi kau punya nama yang tidak kalah bagus,” kata ‘Jessica’.

Tiffany menggeleng, “Kini nama itu bukan namaku lagi. Ingat itu! Aku benci nama itu! Mengingatkanku pada mommyku.” Suaranya Tiffany terdengar sedikit bergetar.

Jessica hanya tersenyum, “Sepertinya tidak buruknya. Tiff.. lucu kan kedengarannya?”

Tiffany mengangguk riang lalu menatap Victoria, “Dan kau..?”

“Qi—eh, Victoria. Panggil aku Victoria,” kata Victoria cepat.

“Oke, Victoria. Mari ku obati lukamu sebelum kau masuk ke dalam training. Kau pasti menikmati trainingnya karena kami juga trainer. Kami temanmu,” kata Tiffany dengan senyum hangat. “Dan, oh! Yang berwajah datar itu adalah Yesung dan berwajah tampan dan bersinar secerah matahari itu adalah Heechul~”

Heechul terkekeh seraya menepuk bahu Yesung yang memutar matanya karena disindir oleh Tiffany.

“Dan Yesung~ Heechul~ mau ku berikan nama seperti mereka berdua?” cibir Victoria.

“Tidak!” jawab 2 pria itu bersamaan dengan tampang jijik.

Tiffany dan Victoria terkekeh.

===================================================================

Bagaimana ceritanya? Datar ya? Duh, maaf ._.v

Tiba-tiba saya kehilangan ide ceritanya jadi ancur deh *sigh

Buat yang nama kenapa Victoria dan Kyuhyun gak digabung kayak Yesung-Heechul dan Jessica-Tiffany, itu karena Victoria dan Kyuhyun itu ceritanya gak bisa dipendekin dan beda waktu masuknya Victoria dan Kyuhyun itu bener-bener beda jauh. Victoria masuk tidak lama sejak Jessica-Tiffany gabung dan masih berstatus trainer. Sedangkan Kyuhyun gabung pasti Victoria-Jessica-Tiffany udah lama resmi jadi agen spesial KCIA 🙂

Yang terakhir, KYUHYUN~ kakek raja iblis saya :3

Preview :

Semua orang yang menjadikan tim ini sebagai hidupnya akan beranggapan bahwa tim ini adalah malaikat baginya. Itu lah yang yang ku rasa. Disaat hidup terasa gelap, mereka datang dan mengulurkan tangan. Bahkan disaat aku tidak tahu bagaimana cara untuk menatap dunia lagi..

Advertisements

9 responses to “Before Story of 천사 Team (Victoria’s Story)

  1. wow unnie bener2 jenius
    aku suka banget..
    ayah victoria kejam, tapi apa ayahnya gak mencari dia ??? ayahnya kan mafia ???
    KCIA tau ga ????

    update soon….

  2. Seru ceritanya
    Jessica eonni belum ingat masa lalunya y ? Kasian sica eonni di ingetin donk :Dнë..нë:Dнëнë:Dнë..нë:D™ *maksa#abaikan
     ♉(˘♢˘)♉

    Aku suka (y)
    Lanjut
    Aku tunggu part selanjutnya

  3. Menurut eon latar belakangnya hamper sama semua, kecuali Yesung yang orang tuanya mati dibunuh bukan karena orang tuanya jahat lalu anaknya pada kabur..
    Tapi, itu Cuma secara garis besarnya aja kalau pengembangan ceritanya beda-beda kok, dan Victoria yang paling menarik menurut eon, coz gak terlalu nyesek 😀
    Ya ampun bapaknya Victoria gila, lebih parah dari yang lainya -__-
    Untung Voctoria cepet pergi dari papanya kalau gak, mungkin aja papanya akan ngejadiin Victoria korban sama kayak mamanya Victoria..
    Pokoknya ff-mu keren saeng, tinggal nunggu Si raja setan aja nih 😀

    • nah makanya itu aku juga ngerasa kecewa pas sadar walaupun semua kelam, tapi cerita sama –”
      jiah masa ga terlalu nyesek malah menarik sih? itu kan datar -_-
      tenang aja~ kakekku punya cerita yg berbeda pastinya *smirk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s