Before Story of 천사 Team (Kyuhyun’s Story)

Author : Lee Hyura

Genre : I don’t know~~ *apink modeon*

Rating : PG

Cast :

–          SJ Kyuhyun

–          SJ Heechul

–          SJ Yesung

–          F(x) Victoria

–          SNSD Tiffany

–          SNSD Jessica

=============================================================

Lari dan terus berlari. Hanya itu yang bisa ia lakukan. Berlari menjauh dari mereka sampai mereka menyerah untuk mengerjarnya. Atau dia lah yang menyerah. Berlari dan terus berlari. Tidak peduli ia seberapa lelah dirinya dan seberapa banyak makian orang-orang yang tidak sengaja ia tabrak.

“Hua!” pekiknya saat tiba-tiba ada yang menariknya. Mulutnya dibungkam dengan sebuah tangan. Dia terjebak!

Oksigen seperti benar-benar tidak mau dekat-dekat dengannya. Dia berusaha menggapai-gapai sesuatu untuk menjadi tumpuannya. Sayang tenaganya sudah habis.

“Sshh! Kau bisa diam, tidak? Atau kau mau aku berikan pada mereka?” kesal sebuah suara. “Kalau kau berjanji akan diam, aku akan melepaskanmu.”

Kyuhyun terdiam. Oksigen mulai menghampirinya kembali agar ia bisa mengatur pernafasannya. Dia berusaha menenangkan dirinya. Merasa Kyuhyun sudah tenang, orang itu melepaskan Kyuhyun. Seorang gadis menariknya agar lebih masuk ke dalam lorong lembab itu. Gadis itu memberikan Kyuhyun sebotol air mineral.

“Sudah tenang?” tanya gadis itu.

Kyuhyun tidak menjawab dan terus meneguk air itu sampai habis. Saat sudah habis, dia kembali mengatur nafasnya seraya membuang asal botol itu. Dia jongkok dan mengubur wajahnya. Nafasnya memang mulai teratur. Tapi jantungnya tetap berdetak dengan cepat. Bukan karena lelah. Tapi karena takut.

“Hei, Kim Heechul! Angkat dia ke van saja,” kata gadis itu pada laki-laki yang tadi membekap mulut Kyuhyun. Kyuhyun langsung mendongak kaget.

“Tenang saja! Kami tidak akan memakanmu kok,” celetuk pria itu—Heechul—saat melihat wajah takut Kyuhyun. “Kami hanya ingin menolongmu dari mereka,” lanjut Heechul sambil menunjuk ke arah belakangnya bertepatan saat kawanan orang berlari tanpa menoleh ke arah lorong itu.

>>>

“Siapa dia? Ku kira aku menyuruh kalian mencari Jessica,” tanya Yesung dengan nada tidak suka.

“Untuk apa kita cari Sica? Paling dia ada di danau dekat panti asuhannya, kan?” sahut Heechul.

“Lalu.. siapa dia?” tanya Yesung lagi sambil menunjuk Kyuhyun yang sedang memakan roti pemberian Tiffany.

“Tiffany menyuruhku menangkap dia,” jawab Heechul singkat.

“Untuk?”

“Aku melihat dia ketakutan. Jadi aku meminjam mobil Vivi dan mengajak Heechul untuk menolongnya. Ternyata feelingku benar. Dia memang sedang dikejar oleh kelompok yang bekerja sama dengan Cho Ahra,” jelas Tiffany.

Kyuhyun menoleh saat nama kakaknya disebut. “Noonaku?”

Tiffany memutar kepalanya agar dapat menatap Kyuhyun, “Oh ya, aku inget. Kau memang adiknya, kan? Pantas saja sepertinya aku tidak asing dengan wajahmu. Kakakmu kan pernah memperlihatkan foto dirimu dan memintaku untuk mencarimu.”

“Dimana dia sekarang?”

Tiffany mengetukkan jari telunjuknya di dagu, “Penjara…”

“Eh?”

Tiffany memutar badannya dan menghampiri Kyuhyun. Dia duduk di depan Kyuhyun lalu menepuk kaki Kyuhyun dengan senyuman ramah terkulas diwajahnya.

“Dia dipenjara karena kasus narkoba. Dia adalah salah satu bandar narkoba. Dia khusus menjual narkobanya kepada sebuah kelompok. Mereka sudah terikat janji. Dengan tertangkapnya dia, sama saja janji itu dibatalkan secara sepihak. Di perjanjian itu, kau dijadikan sebagai pengganti dirinya. Makanya dia memohon pada kami untuk menyelamatkanmu,” jelas Tiffany panjang lebar.

Kyuhyun memakan rotinya dengan pandangan kosong.

Next day.

Sekarang Kyuhyun tinggal di sebuah ruangan khusus di kantor pusat KCIA. Dia menghabiskan waktunya di atas kasur tanpa melakukan apapun. Sarapan yang diantarkan pun belum ia sentuh. Dia menghela nafas untuk keberapa kalinya.

“Jadi kau lah adiknya Cho Ahra?”

Kyuhyun terlompat kaget saat mendengar suara dari ambang pintu. Seorang pria tua sudah berada di dalam ruangannya. Bahkan Kyuhyun tidak tahu sejak kapan orang tua itu ada diruangannya. Dia tidak habis pikir. Apa semua orang di tempat itu adalah hantu? Selalu muncul dan hilang sesuka hati.

“Hei~ kau tidak mendengarku? Oh, ya. Panggil aku professor Kim,” kata orang itu.

Kyuhyun mengerjap lelah, “Ne?”

“Jadi kau adiknya?” tanya professor Kim.

Kyuhyun mengangguk pelan. “Begitulah..”

“Kata kakakmu, kau tidak bisa dipisahkan dengan gadgetmu?” tanya professor Kim lagi. “I.T. hacking?”

“Begitulah.” Kyuhyun tersenyum tipis. “Sepertinya kakakku menceritakan banyak hal tentangku.”

“Tentu saja. Itu membantu kami agar bisa mencarimu. Kakakmu sangat berharap pada kami. Kau adalah hidupnya.”

Kyuhyun mengatup bibirnya. Memang sejak orangtua mereka bercerai dan hidup terpisah dengan mereka, hubungan mereka semakin dekat. Tapi sejak kakaknya bekerja, mereka menjadi jauh. Kakaknya selalu sibuk dengan pekerjaannya. Namun tidak sekalipun ia bercerita pada Kyuhyun tentang pekerjaannya. Jadi itulah pekerjaannya yang sesungguhnya.

“Apa yang biasa kau lakukan dengan gadget?” tanya professor Kim lagi. Sepertinya professor Kim sedang berusaha mendekatkan diri dengan Kyuhyun.

“Biasanya aku merusak website teman dan mengirimkan virus pada komputer mereka,” jawab Kyuhyun sambil menerawang. Dia terkekeh pelan. “Tapi tidak semuanya. Hanya pada orang-orang yang ku benci..”

“Selain itu?”

“Aku suka petualangan. Jadi aku biasa memecahkan keamanan internet sebuah kantor. Memang terkadang susah. Tapi kebanyakan perusahaan di Korea menggunakan password yang mudah. Aku tidak mencari data tentang perusahaan itu dan menganalisisnya.”

“Kau berniat membantuku? Aku membutuhkan relawan untuk mencari data korban.”

Kyuhyun mengerjap. Matanya berbinar. Dia mengangguk mantap.

>>>

“Hei, kenapa dia ada disini?” seru Tiffany yang baru masuk.

Professor Kim menepuk bahu Kyuhyun, “Dia bisa ku andalkan.”

“Dalam?”

“Mencari data. Dia benar-benar menguasai teknologi, Fany-ah~” puji professor Kim.

“Tapi aku juga bisa, Pleteu ahjussi! Kenapa harus dia? Itu kan pekerjaanku!” protes Tiffany merengek.

“Kau kan sedang sibuk memeriksa DNA dan sidik jarinya, kan? Juga bukti-bukti lainnya,” jelas professor Kim.

“Terima saja kalau aku lebih hebat darimu,” celetuk Kyuhyun.

“Tidak! Tidak mungkin!”

“Kenyataannya aku memang lebih pintar darimu.”

“Tapi itu tetap pekerjaanku.. milikku.. keahlianku.. hakku.. kewajibanku.. tugasku.. bukan dia!”

Tiffany merengutkan bibirnya. Matanya mulai berair. Kyuhyun langsung panik. Ia tidak bermaksud mengambil pekerjaannya. Tapi kelihatannya professor Kim tetap tenang saja.

“Bukannya kau berjanji tidak akan menangis? Mau ku beritahu Sica?” ancam professor Kim.

“Ahjussi!!” teriak Tiffany kesal.

>>>

Kyuhyun sibuk memperhatikan benda-benda yang ada di ruangan tim spesial itu. Professor Kim sendiri yang menyuruhnya disini agar Tiffany tidak marah padanya lagi. Intinya, Kyuhyun dilarang menginjakkan kakinya di laboratorium!

“Aku memang terlalu tampan untuk bekerja dilaboratorium. Tapi terlalu pintar untuk tak melakukan apapun,” gerutu Kyuhyun.

Victoria dan Heechul melirik Kyuhyun dan memutar mata mereka jengah.

“Kemana perginya Jessica? Sejak kemarin, aku tidak pernah melihatnya,” gumam Victoria bingung. “Kau tahu, Kim Heechul?”

“Tentu saja tidak. Aku juga tidak tahu. Tumben sekali hatiku tidak terhubung dengannya. Aish, kembaran macam apa aku?” runtuk Heechul.

Victoria menatap Heechul datar. “Sejak kapan Jessica jadi kembaranmu?”

“Sejak dia resmi menjadi anggota Cheonsa Team. Kau juga. Tiffany dan Yesung juga. Aigo~ aku mempunyai banyak kembaran~” seru Heechul lalu menggerakan tangannya seakan dia malu dan terharu. Kyuhyun terkekeh mendengarnya.

Tiba-tiba sebuah pulpen terlempar mengenai kening Heechul. Heechul langsung berteriak kesakitan. Yah walaupun sebenarnya tidak sakit sama sekali.

“Sudah ku bilang berapa kali, Sic? Jangan mengenai wajahku! Kau boleh memukulku dimana saja. Tapi jangan wajahku! Bagaimana kalau wajahku ngambek karena dilempar pulpen? Nanti dia sedih dan menangis lalu mengerut. Lalu.. lalu—“ protes panjang Heechul terpotong.

“Kim Heechul, diamlah! Tidak ada Jessica disini,” bentak Yesung.

Heechul memicingkan matanya, “Jadi kau yang melemparku? Ku kira Jessica. Intinya jangan mengenaiku wajah—“

“Kim Heechul~” desah Yesung jengah sambil memperlihatkan sebuah kertas fax.

Heechul menatap wajah Yesung dengan ekspresi malas. “Harus?”

“Terserahmu. Aku malas.”

“Aku juga malas. Lagipula Jessica bisa mengurus dirinya sendiri, kan?”

Victoria bangkit dan merebut kertas itu. Matanya terbelalak. Tangannya mulai beraksi untuk menoyor kedua pria tetua di tim itu. Wajahnya merah padam karena marah.

“Jessica dalam bahaya! Kenapa kalian malah santai seperti itu?” omel Victoria.

“Apa? Jessie? Kenapa?” histeris Tiffany yang tiba-tiba sudah berada di ruangan itu. Kyuhyun menjadi penasaran dengan isi kertas itu.

Mata Tiffany berair, “Jessie… jadi mereka tahu kalau Kyuhyun ada pada kita dan meminta untuk menukar Kyuhyun dengan Jessie? Berikan saja!”

Victoria kembali menggunakan tangannya untuk menoyor kepala Tiffany. “Jangan seenaknya kau..”

“Mereka tidak akan mendapatkan siapapun. Tenanglah,” gumam Yesung lalu melirik Heechul.

“Asal kalian mengikuti strategi kami. Soal Jessica, ku yakin dia tidak perlu mengerti,” tambah Heechul dengan wajah malas.

>>>

Di sebuah tanah lapang yang kosong. Tempat yang cocok sebagai tempat penukaran. Van yang biasa dipakai oleh tim khusus itu terparkir indah di tengahnya dan disambut oleh 3 mobil hitam. Di depan mobil-mobil itu, sudah ada orang-orang yang kira-kira berjumlah 10 orang termasuk Jessica yang tangannya diikat. Sesekali Jessica menguap.

Heechul keluar dari van sambil merangkul Kyuhyun. Heechul sengaja membuat beberapa lelucon agar Kyuhyun tidak tegang. Tapi lelucon Heechul malah membuat Kyuhyun ingin memplester bibir Heechul.

“Yo, Sica! Kenapa kau ada disana?” seru Heechul dengan wajah cerah.

Jessica memutar matanya tanpa membalas apapun.

“Dalam hitungan ketiga, mereka berjalan bersamaan,” kata salah seorang yang menyulik Jessica.

“Oke,” sahut Heechul lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Kyuhyun untuk berbisik, “Kau siap?”

Kyuhyun hanya mengangguk.

Jessica dan Kyuhyun mulai berjalan. Saat mereka sebaris, mereka saling melirik satu sama lain lalu melanjutkan langkah mereka. Tepat sedetik kemudian, Victoria dan Yesung melompat dari atas salah satu mobil itu dan memakai kakinya untuk melempar semua senjata kelompok itu. Mau tak mau mereka harus melawan orang-orang yang tidak terima sengajanya direbut. Disisi kanan, Tiffany sudah bersiap untuk memungutnya. Tak lama, sirine mobil polisi pun terdengar.

“Awas!” teriak Tiffany saat salah seorang dari kelompok itu berlari ke arah Kyuhyun. Tiffany menendang orang itu.

Polisi segera membekuk orang-orang itu. Kyuhyun menghela nafas lega.

“Ayo, pergi!” teriak Yesung.

>>>

Jessica bersendagu di mejanya sambil menatap Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum sinis.

“Terpesona?” cibir Kyuhyun.

“Duh…” gerutu Jessica malas.

“Bagaimana bisa kau tertangkap oleh mereka?” tanya Victoria.

Jessica melirik Victoria, “Mereka memperlihatkanku shotgun yang keren, Vic. Tiba-tiba ada yang membekapku dengan sapu tangan. Aku pingsan. Simple kan?”

“Kenapa tidak berusaha kabur?” tanya Tiffany.

“Untuk apa? Disana, aku bisa bersantai. Bisa tidur seharian. Tidak disini. Tidurku selalu terganggu oleh kasus,” sungut Jessica. Tiffany dan Victoria menggelengkan kepala.

“Jadi dia sudah bisa kita lepas, kan?” tanya Tiffany sambil melirik Kyuhyun tajam.

“Mungkin. Tapi Heechul punya keperluan lain untuknya,” jawab Yesung.

Tiffany mengernyit, “Apa?”

“Ini!” seru Heechul sambil memasuki ruangan dan memberikan Kyuhyun sebuah kertas kosong. Kyuhyun dipaksa untuk duduk dimeja Heechul.

“Ini.. apa?” bingung Kyuhyun.

“Deskripsikan tim ini dalam satu kata,” perintah Heechul.

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Dia mengerti soal perintah Heechul tapi ia tidak mengerti tentang tujuan perintah Heechul. Tapi ia tetap mengerjapkannya.

Heechul? Aneh.

Yesung? Menakutkan.

Victoria? Galak.

Jessica? Motionless.

Tiffany? Menyebalkan!

Professor Kim?

Kyuhyun terdiam. Professor Kim memang baik. Tapi ada sesuatu yang aneh tentangnya yang tidak bisa Kyuhyun ungkapkan. Kyuhyun mendesah.

Professor Kim? Clueless.

Kyuhyun memberikannya pada Heechul. Heechul menerimanya. Ia tersenyum membaca jawaban Kyuhyun. Tangannya terulur.

“Selamat datang di tim kami. Tiffany memanggil kami dengan sebutan ‘Cheonsa Team’,” kata Heechul lembut.

Victoria dan Tiffany terbelalak melihatnya. Jessica sudah sibuk didunia mimpinya. Dan Yesung terlihat tidak peduli. Sedang Kyuhyun menatap tangan Heechul kosong.

“Berdasarkan jawabanmu dan penilaian professor Kim, kau pantas di tim ini menggantikanku,” lanjut Heechul.

Tiffany mengerjap, “Memang—“

“Direktur lama mengundurkan diri karena sakitnya. Professor Kim menunjukku untuk jabatan Direktur KCIA. Dan aku menunjuk Kyuhyun untuk posisiku di tim ini,” jelas Heechul.

Gosh.. KCIA menuju kehancuran,” gumam Victoria.

Heechul hanya terkekeh pelan mendengarnya, “Jadi, Kyu?”

Kyuhyun menjabat tangan Heechul. “Tentu!”

Heechul tersenyum tipis. Ia mengembalikan kertas itu pada Kyuhyun lalu keluar. Sebelum keluar, ia sempat mengoreksi jawaban Kyuhyun.

“Hei, professor Kim bukan anggota tim ini.”

Kyuhyun mengangguk. Ia mencoret nama professor Kim lalu menutup pulpennya. Dia memandangi kertasnya sekali lagi. Kyuhyun membuka pulpennya lagi dan mencoret jawabannya tentang Tiffany kemudian melirik Tiffany yang sedang serius dengan buku catatannya. Dia melanjutkan menuliskan yang lain.

Tiffany? Penyelamat.

Cheonsa Team; malaikat.

>>>

“Kenapa kau selalu bisa muncul mendadak? Belajar dari naruto atau kura-kura ninja?” gumam Heechul sambil membaca berkas-berkasnya. Heechul melirik Yesung yang bersandar didinding ruangannya. “Ada apa?”

Yesung menarik menarik kursi dan duduk. Dia menatap Heechul datar.

“Kau tidak suka dengan Kyuhyun?” Heechul mencoba menebak pikiran Yesung.

“Tidak juga. Aku selalu percaya dengan pilihanmu. Tim ini ada karenamu. Jessica, Tiffany, Victoria… mereka pilihanmu yang memuaskan,” elak Yesung.

“Victoria?” Heechul tertawa. “Itu pilihan professor Kim.”

“Tidak. Kau lah yang meminta professor Kim untuk mengeluarkan Victoria dari penjara setelah mendengar cerita professor Kim. Jangan bertingkah seakan aku tidak tahu.”

Tawa Heechul semakin membahana. “Hebat! Benar-benar tidak tertebak! Kau itu seperti orang yang paling tuli sekaligus pendengaran terkuat. Orang terbuta sekaligus terjeli. Orang terdatar sekaligus terperasa. Orang terbodoh sekaligus terpintar. Selalu berhasil membuat orang lain sulit menggambarkanmu.”

“Percayalah kau lebih sulit digambarkan daripadaku,” balas Yesung.

“Professor Kim yang tersulit. Kyuhyun pun merasakannya~”

Yesung menyandarkan punggungnya –terlihat tidak tertarik. Tawa Heechul pun mulai mereda karenanya.

“Jadi.. ada apa?” tanya Heechul.

“Membiarkan tim itu tanpamu?” tanya Yesung datar.

“Denganmu, tim itu sempurna.”

=============================================================

Setelah ini saya akan hiatus sampai kira-kira akhir bulan. Berdoa aja chapter 4 selesai saya ketik pas saya comeback nanti ya ^^

Bisa dibilang Kyuhyun story ini ga bener-bener cerita khusus Kyuhyun kayak cerita yang sebelumnya. Tapi setidaknya ini cerita saat Kyuhyun sebelum diterima di Cheonsa Team lah.

Maaf kalo cerita ini membosankan ._.v otak action nan sadis lagi kabur entah kemana. Dan saya emang ga punya feel ke Kyuhyun.

Advertisements

7 responses to “Before Story of 천사 Team (Kyuhyun’s Story)

  1. unnie kau akan hiatus ??
    OH TIDAK>>>> lebay
    Unnie jangan lama ya…
    soal nya pengen tau kelanjutannya
    hehehe..

  2. Wih keren kakaknya Kyuhyun Bandar narkoba 😀
    Eon shock baca tiffany ngomong “Tapi itu tetap pekerjaanku.. milikku.. keahlianku.. hakku.. kewajibanku.. tugasku.. bukan dia!” apalagi kalau ngomongnya tanpa jeda *bayangin*
    Fany takut sama sica?? haha sesuatu deh emangnya sica macan? =.=
    “Aku memang terlalu tampan untuk bekerja dilaboratorium. Tapi terlalu pintar untuk tak melakukan apapun,” gerutu Kyuhyun.
    Ngik? Sumpah tuh evil narsisnya gak bagi2 *toeng*
    “Sejak dia resmi menjadi anggota Cheonsa Team. Kau juga. Tiffany dan Yesung juga. Aigo~ aku mempunyai banyak kembaran~” seru Heechul lalu menggerakan tangannya seakan dia malu dan terharu. Kyuhyun terkekeh mendengarnya.
    Apa2an banget tuh heechul? Mau nyaingin jokwon or kwanghee dalam hal lebay?? X.X
    Jessica melirik Victoria, “Mereka memperlihatkanku shotgun yang keren, Vic. Tiba-tiba ada yang membekapku dengan sapu tangan. Aku pingsan. Simple kan?”
    “Untuk apa? Disana, aku bisa bersantai. Bisa tidur seharian. Tidak disini. Tidurku selalu terganggu oleh kasus,” sungut Jessica. Tiffany dan Victoria menggelengkan kepala.
    Mwo? Apa2an tuh jawaban sica, bikin ragu aja menjadikannya sebagai bias u,u
    Masa gampang banget ngelumpuhin musuh kali ini padahal ia punya senjata yang bisa bikin sica tertarik seharusnya kelompok ini susah buat ditaklukinnya..
    Waw biar gitu2 heechul berjasa terhadap terbentuknya cheonsa team, punya insting yang tajam,,heechul keren *.* #lempar kamboja#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s