In The Rain (Songfic)

Author : Lee Hyura

Title : In The Rain

Genre : Romance, Angst

Rating : PG

Length : Drabble

Cast :

–          SNSD Jessica

–          EXO Kris

–          EXO Luhan

–          SNSD Yoona

WARNING!

  • Yang blod itu masa sekarang. Yang italic itu masa lalu
  • Wajib dengerin lagu CN Blue – Love In The Rain karena ini adalah songficnya.

 

=== In The Rain ===

 

Jessica yang sedari tadi sibuk berkutat dengan laptopnya, menoleh cepat ke arah jendela saat mendengar suara air hujan yang mengetuk kaca jendelanya. Hujan yang lumayan besar di musim panas ini. Dia menarik nafas dalam. Tangannya terkepal kuat. Rasa sesak memenuhi dadanya. Ia mencoba membuang pikiran tentangnya. Tapi dia terlambat. Air matanya sudah mengalir.

 

“Sica…”

 

“Tidak, kau tidak perlu meminta maaf. Aku mengerti,” potong Jessica cepat. Kepalanya menggeleng lemah. “Aku mengerti. Tidak usah dijelaskan. Tidak usah meminta maaf.”

 

“Tapi, Sic—“

 

Jessica mengibaskan tangannya, “Lupakan. Ku mohon. Kau bisa, kan? Cukup lupakan hari ini. Cukup lupakan semua yang terjadi diantara kita hari ini. Ku mohon..”

 

“Jessica Jung!”

 

Jessica tersentak pelan. Bibirnya bergetar karena menahan tangis. Ia tidak menyangka pria dihadapannya akan membentaknya. Dengan langkah gontai, pria itu mendekati Jessica dan memeluk wanita itu erat. Rintik hujan mulai membasahi mereka dan sekitar mereka. Orang-orang mulai berlari mencari tempat berlindung. Tapi tidak dengan mereka. Mereka hanya diam dan mencoba menikmati saat-saat itu.

 

“Sica~”

 

Jessica tersentak kaget. Ia tersadar dari lamunannya. Ia segera menyeka air matanya lalu berlari ke arah pintu kamar untuk membukanya. Seorang pria bertubuh tinggi menyambutnya. Jessica tersenyum tipis.

 

“Hei, Kris~” sapa Jessica. Pria yang tinggal dirumah Jessica untuk kuliah di Korea itu tersenyum tipis.

 

Looking at the rain drop falling down my window,
I think of you, you who I have hidden away
With the tears falling down my heart, I try to erase you
You are listening to this sound right? You, who used to love the rain
Do you still remember me? When it rains I yearn for you

 

>>>

 

Jessica mengikuti langkah Kris dipusat pembelanjaan. Dia tidak mengerti kenapa Kris mengajaknya kesana. Kris bukanlah tipe pria yang suka ditempat yang ramai seperti itu. Biasanya, Kris lebih memilih untuk diam di kasurnya sambil membaca buku atau menonton film. Persis seperti Jessica.

 

“Jessica, kau baik-baik saja?” tanya Kris.

 

Jessica mendongak, “Eh? Ah, gwencanayo. Wae?”

 

Kris memutar badannya, tangannya masuk ke dalam saku celana. “Aku hanya bingung kenapa kau selalu berusaha terlihat baik-baik saja. Kenapa tidak jujur soal perasaanmu sendiri?”

 

Jessica mengerjap. Dia tidak menyangka orang seperti Kris bisa mengatakan hal itu. Seakan Kris peduli padanya. Perlahan, senyumannya mengembang. Matanya melirik kaca jendela departemen store itu. Hujan lumayan deras. Seakan berusaha mengeluarkan semua rasa sesak di dalam hati Jessica.

 

“Kenapa kau tidak mencoba tersenyum tanpa rasa terpaksa. Kau terlihat sangat cantik dengan senyum yang tulus. Sungguh!” serunya.

 

Jessica mengerutkan keningnya lalu kembali tersenyum. “Kau menyukai senyumku?”

 

Dia mengangguk. “Tentu saja. Aku menyuka—tidak, aku mencintai senyumanmu seperti aku mencintai hujan.”

 

“Kenapa? Kenapa kau suka dengan hujan? Tidak ada yang istimewa dari hujan. Hujan hanya merusak semua rencana.”

 

“Karena banyak hal terjadi saat hujan. Terutama karena kita bertemu saat hujan.”

 

Jessica terkekeh, “Kau masih ingat saja~”

 

“Tentu saja. Karena aku selalu tahu jika hujan tiba-tiba, berarti kau sedang merindukanku. Bisa dibilang hujan itu kiriman dari hatimu yang merindukanku. Iya, kan?”

 

“Besar kepala! Mana mungkin?!” sungut Jessica sambil memukul lengannya kesal.

 

“Tuh kan! Kau melamun lagi. Payah,” celetuk Kris. Jessica kembali tersadar.

 

“Tidak, aku hanya sedang memperhatikan hujan. Hujan yang sangat berarti,” elak Jessica sambil tersenyum.

 

Kris menepuk kepala Jessica sambil tertawa, “Itu yang ku inginkan! Senyuman yang tulus! Yah walaupun terlihat sedih.”

 

Love falls down with the rain, memories flow with the rain

I think of you again with the sound of rain

Tear falls down with the rain, memories flow with the rain

Following the rain, you leave after moistening my hardened heart

 

>>>

 

“Kenapa kau suka sekali dengan hujan?” tanya Kris setelah mereka selesai berkeliling dan tidak mendapatkan barang yang mereka inginkan. Mereka memilih duduk di kursi di depan departemen store sambil menunggu hujan berhenti.

 

“Aku.. suka hujan?” ragu Jessica tanpa menoleh. Ia masih sibuk memperhatikan air hujan yang jatuh dengan deras.

 

“Perhatianmu pasti tertuju pada hujan. Kapan dan dimanapun jika hujan, kau pasti sibuk memperhatikannya,” gumam Kris.

 

“Karena hujan seperti menggambarkan kesedihan.”

 

Kris mengernyit, “Kalau sedih, kenapa kau suka?”

 

“Karena… itulah kisah kami.”

 

Kris tidak mengerti siapa yang dimaksud ‘kami’. Tapi ia memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut.

 

“Aku penasaran. Apa dia ingat padaku, pada kenangan kami saat hujan turun? Atau hanya aku yang seperti ini?” lanjut Jessica.

 

You said that anyone who looks at the rain becomes sad, resembling the rain

This just means that our love resembles the rain now

Even if you left, please remember me (Please remember me)

When my yearning for you becomes too much and overflows, the rain will call you

 

“Kita pulang!” seru Kris sambil bangkit.

 

“Eh? Kok? Hujan kan belum berhenti, Kris..” protes Jessica.

 

“Kalau begitu kita hujan-hujanan saja,” sahut Kris tidak peduli.

 

Jessica merasa sedikit limbung. Ia pernah mengalami hal yang serupa. Dia juga pernah memaksanya untuk pulang walaupun hujan turun sangat deras. Tapi berbeda dengan Kris, dia mengajak Jessica dengan senyuman yang lebar, lembut dan hangat. Membuat Jessica merasa bahkan saat itu adalah hari tercerah yang pernah ada. Walaupun kenyataannya langit benar-benar gelap saat itu.

 

“Tidak mau,” tolak Jessica ketus.

 

Kris mendesah, “Banyak tugas yang menunggumu, kan? Ayo! Hujan deras tidak akan membuatmu sakit.”

 

“Tidak mau!”

 

Kris menggertakkan giginya kesal. Jessica selalu keras kepala. Mau tak mau, dia menarik tangan Jessica dengan paksa. Walaupun Jessica menolak, wanita itu sama sekali tidak meronta untuk dilepaskan. Ia hanya mengikuti langkah Kris dengan pandangan kosong.

 

Tiba-tiba Jessica tidak sengaja menabrak seseorang. Mereka berdua terjatuh dan meringis. Kris segera membantu Jessica bangkit. Sedangkan wanita yang ditabrak oleh Jessica dibantu oleh pria yang bersamanya. Saat Jessica ingin meminta maaf, matanya bertemu dengan mata pria yang bersama wanita yang ditabraknya. Jessica langsung mengalihkan pandangannya.

 

“Mianhae,” gumam Jessica sambil membungkuk lalu berlari menjauh. Tapi ia berhenti sekitar 3-4 langkah dari tempat wanita yang ia tabrak berdiri.

 

“Luhan…” gumam Jessica. Orang-orang tidak akan tahu kalau air hujan yang membasahi wajahnya sudah tercampur dengan air matanya.

 

“Luhan, kau mengenalnya?” tanya wanita yang bersamanya itu. Jessica mendengarnya. Ia mengepalkan tangannya. Nafasnya tercekat.

 

Luhan menoleh dan tersenyum tipis –paksa, “Tidak, aku tidak mengenalnya.”

 

Jessica mengepalkan tangannya lebih kuat untuk menahan rasa sakit karena mendengar jawaban Luhan.

 

“Jinjja?”

 

“Yep~ ayo! Bajumu benar-benar basah sekarang, Im Yoona!”

 

Luhan menarik tangan Yoona ke arah departemen store. Setelah mengambil beberapa langkah, Luhan mencoba menoleh bertepatan dengan Jessica yang sedang menatapnya nanar. Luhan langsung membuang muka. Dia menatap langit.

 

Sica, kau merindukanku?, gumamnya dalam hati.

 

“Kau baik-baik saja, Sica?” tanya Kris.

 

Jessica menarik tangan Kris, “Ayo pulang!”

 

“Bohong! Aku bohong! Aku tidak baik-baik saja. Aku membutuhkanmu, Luhan..” isak Jessica. Luhan mengeratkan pelukannya.

 

“Lupakan aku, Jessica. Aku tidak bisa bersamamu. Ayahku tidak akan membiarkan aku dekat dengan keluargamu. Keluarga kita akan selalu menjadi musuh. Tidak akan bisa bersatu. Lagipula aku sudah dijodohkan dengan orang lain,” bisik Luhan.

 

Jessica mendorong tubuh Luhan perlahan. Kakinya gagal menopang tubuhnya. Ia terjatuh sambil menangis. Memang tidak akan mungkin mereka bersatu. Sampai kapanpun. Tubuhnya bergetar hebat. Tapi Luhan tidak berani mengambil aksi. Dia hanya diam. Hatinya pun sakit.

 

“Maaf, Jessica..” gumam Luhan ditengah hujan yang lebat.

 

=== In The Rain ===

 

Pasti ceritanya memusingkan deh. Maaf ya u,u kalo ga ngerti, coba baca berulang kali aja sampe ngerti. Kalau ga ngerti-ngerti, baca lagi! Baca sampe ngerti! /smirk /pletak

Maaf ceritanya sinetron banget (“-_-)v saya juga aneh sama cerita ini.

Komentar ditunggu ya ^^

Advertisements

22 responses to “In The Rain (Songfic)

  1. huwaa,,
    sdih x ff nya, air mta aqis aja uda jatuh nih.. T_T
    kshan Sica eonni nya, Luhan Oppa kjam bnget,,

    ff nya kren bnget, di sini Sica eonni seakan mengalami De Javu,, ^^
    n uda ngerti dlam skli bca.. XD
    trus buat ff sperti ni ya, smpe ait mta uda jtuhpun..
    wkwk Hwaiting..

    • iya sica sama kris aja. aku lebih restuin mereka. luhan kan udah ditakdirkan jadi anak mereka jadi ga cocok(?) /abaikan
      oh itu.. ah *gigit bibir* aku lupa lagi sama ff itu u,u sabar ya

  2. Huaaaaa TT #nyapuingus –”

    Onnie, sedih banget. Sebenarnya aku juga suka couple Luhan-Sica lho! Tapi lebih ke Kris-Sica. Kasihan Luhan sama Sica ya.. Kris dan Yoona, bahagiakan mereka berdua!

    • masa sih sedih? aku kira datar loh ceritanya u,u
      saya sedikit tertarik pada luhan-sica sih. secara umur mereka jauh lebih tipis ketimbang krissica /dilirik kris

  3. saya mengerti ceritanya kok chingu…
    tapi yang aku ga ngerti apa alasan orang tua Luhan dan Sica bermusuhan?
    trus apa posisi Kris disini? hanya teman saja?
    buat Sequelnya dong chingu…
    ceritain kenapa Luhan sama Sica ga boleh bersatu. Dan kenapa ‘wanitanya’ harus ‘dia’? kekeke

  4. aku ngerti ceritanya koq…cuma satu yang kurang
    endingnya masih ngegantung hubungan kris sama jessica perlu di lanjutin
    jadi aku harap di buatin sequelnya yahhh…

  5. Sumpah nyesek kalau jadi sica n luhan..
    Mereka saling mencintai *bahasanya u,u* tapi gak bisa bersatu, kenapa gak diperjuangin? Kenapa nyerah? Emang gak enak kalau hujan itu mengingatkan dengan seseorang T.T
    Untungnya pendek, coba kalau panjang eon udah nangis deh bacanya,,
    Kayaknya kamu lagi seneng buat Krisica ya? sama jaesica buatanmu 😀 Kapan jaesica lagi? Kangen nih

  6. Ngerti kok alur nya^^
    Udah Jessica sama Kris aja terus Luhan sama Aku*DigantungYoona
    FF nya keren^^
    4 Jempol buat eonie^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s