천사 Team Chapter 4 — Bloody Past

Author : Lee Hyura

Title : 천사 Team  (Cheonsa Team)

Sub Title : Bloody Past

Genre : Friendship, Action

Rating : PG 13

Main Cast :

  • SJ Yesung
  • SJ Kyuhyun
  • F(x) Victoria
  • SNSD Jessica

Other cast :

  • FT Island Jonghun
  • The Boss Injun
  • SJ Heechul

 

===천사 Team===

 

Hello, everybody~ I’m home!” teriak Victoria sambil membuka pintu ruangannya.

 

Victoria menenteng semua tas plastik berisi oleh-oleh ke dalam ruangan. Kopernya pun tak lupa ia bawa masuk. Dia sengaja langsung ke kantornya saat ia sudah sampai bandara Incheon. Tapi sayangnya ruangan itu kosong. Membuatnya mengerang frustasi dan menyesal.

 

“Harusnya aku ke rumah saja. Bahkan waktu cutiku berakhir 2 hari lagi,” gerutunya.

 

“Oh, kau sudah kembali, Victoria?”

 

Sebuah suara dari ambang pintu membuat bibirnya semakin melengkung ke bawah. Dia berharap di sambut oleh Yesung, Jessica atau Kyuhyun. Tapi kenyataannya ia malah disambut oleh satpam, agen-agen spesial yang sedang tidak mempunyai misi dan juga seorang Direktur KCIA, Kim Heechul. Kemana mereka? Ugh!

 

“Oh, Direktur! Senang bertemu denganmu lagi,” seru Victoria sambil menghampirinya dan memeluk Heechul.

 

“Ugh, jangan memelukku jika kau tidak membawa apapun untukku,” gerutu Heechul.

 

Victoria terkekeh, “Bagaimana kau bisa tahu kalau aku lupa membelikan sesuatu untukmu?”

 

“Ya, Victoria!”

 

Teriakan itu bukan teriakan protes dari seorang Kim Heechul. Itu adalah Kyuhyun, membuat Victoria tersenyum. Setidaknya kehadiran Kyuhyun bisa dibilang menjadi tanda akan kehadiran anggota lain. Victoria segera memeluk Kyuhyun dan dibalas oleh keluhan kesal dari Kyuhyun.

 

“Aku merindukanmu, Kyu. Apa kau tidak merindukanku?” seru Victoria memelas.

 

“Bagaimana aku bisa merindukanmu jika selama kau pergi, aku disibukkan oleh sebuah masalah?” sungut Kyuhyun.

 

“Soal Jiyong? Ah, siapa yang membunuhnya? Dia harus mendapatkan hukuman langsung dariku karena sukses membuatku menangis semalaman!” runtuk Victoria membara. Sedangkan Kyuhyun hanya menatapnya aneh.

 

“Heechul hyung!” seru Jonghun dari ambang pintu, menatap Heechul.

 

Victoria langsung melepaskan pelukannya dan menghampiri pria itu sambil memasang senyum manis. Kyuhyun hanya mendesis pelan karena tahu apa maksud Victoria. Dasar wanita!

 

“Victoria. Kau pasti agen baru yang diceritakan oleh Jessica. Iya, kan?” tebak Victoria sambil menjabat tangan Jonghun.

 

“Kau salah, Victoria. Dia Jonghun, penulis cerita misteri itu. Sedangkan agen baru itu adalah Injun. Dia sedang bersama Jessica sekarang,” sanggah Yesung yang tiba-tiba muncul.

 

Victoria memutar matanya. Oh, orang ini masih tetap seperti hantu..

 

Okay.. dimana mereka?” tanya Victoria akhirnya.

 

“Laboratorium..” jawab Kyuhyun agak ragu.

 

“Laboratorium yang mana? Kau lupa ada berapa banyak laboratorium di kantor ini?” kesal Victoria sambil menarik Kyuhyun pergi.

 

Kyuhyun menggerutu pelan sambil membawa Victoria ke ruangan yang dimaksud. Saat Kyuhyun ingin mendorong pintu yang sudah terbuka sedikit itu, Victoria menahannya –mengisyaratkan agar dia saja yang membuka.

 

“Kau boleh pergi,” kata Victoria. Kyuhyun menggeleng saat melihat sosok samar Jessica dari sela-sela pintu yang terbuka.

 

“Dia menangis,” gumam Kyuhyun.

 

>>>

 

Jessica dan Injun mengambil tepat di sudut laboratorium. Injun menarik 2 kursi untuknya dan Jessica. Jessica menerimanya dan duduk.

 

“Apa maumu, Lee Injun?” tanya Jessica.

 

“Apa kau dari Busan?” tanya Injun to the point.

 

Jessica tersentak. Mendengar nama kota itu membuat beberapa potongan memorinya melesat cepat di otaknya. Itu membuatnya agak pusing.

 

“Namamu Jung Sooyeon?” tanya Injun lagi.

 

Potongan memori itu berubah menjadi gambar bergerak. Membuat Jessica semakin pusing. Kepalanya seperti ditusuk oleh beberapa paku.

 

“Apa.. kau kenal Jung Soojung?”

 

Tes..

 

Air mata Jessica mengalir. Perlahan, tubuhnya jatuh ke lantai. Dia menangis lumayan kencang, membiarkan emosinya meluap.

 

Next day.

 

Victoria sengaja mendatangi Injun di laboratorium Professor Kim. Kebetulan Injun sedang sendiri karena Victoria memang meminta professor Kim untuk meninggalkan mereka berdua. Injun menatap sosok Victoria yang asing baginya.

 

“Jelaskan padaku! Apa yang terjadi kemarin?” sentak Victoria.

 

“Mwoya?” bingung Injun.

 

“Apa yang kalian bicarakan kemarin di laboratorium?”

 

“Maksudnya? Katakan dengan jelas. Dan bukankah harusnya kau memperkenalkan dirimu terlebih dulu dengan sopan kepadaku, nona?”

 

Victoria berdecak pelan –speechless. Akhirnya Victoria memperkenalkan dirinya perlahan lalu menanyakan alasan Jessica menangis kemarin. Hal yang sangat tabu jika wanita itu menangis. Bahkan saat Tiffany meninggal saja, Jessica tidak pernah terlihat menangis. Injun tersenyum mengerti. Ia menarik nafas dalam dan menatap mata Victoria.

 

“Pembicaraan antara teman yang sudah lama tidak bertemu.”

 

“Heh?” Victoria mengerutkan keningnya.

 

“Aku adalah teman kecilnya dan adiknya di Busan. Dan kemarin, aku membuat kunci traumanya terbuka,” kata Injun yang kini ekspresinya menjadi serius.

 

“Adik? T-trauma?”

 

“Dia menderita amnesia. Amnesia yang diakibatkan oleh frustasi dan traumanya yang benar-benar melukainya. Trauma yang tidak ingin ia ingat. Itu sebabnya ia tidak ingat masa kecilnya. Dan sepertinya kematian agen yang sudah dianggap keluarganya itu, membuat traumanya sedikit terkuak. Aku membuat ia benar-benar teringat akan traumanya,” jelas Injun.

 

How could you—“

 

“Ini untuk kebaikannya!”

 

5 weeks later.

 

Jonghun membuka pintu ruangan cukup kasar karena tangannya sibuk membawa beberapa tas plastik. Dia meletakkannya di atas meja yang paling dekat dengannya, meja Jessica. Tim Cheonsa meliriknya bingung.

 

“Aku membawa beberapa makanan. Aku berterima kasih karena sudah memberikan banyak ide ke dalam otakku. Bahkan, asal kalian tahu saja. Aku tidak pernah membuat cerita secepat ini. Tapi kali ini, aku berhasil menyelesaikan. Sebentar lagi buku itu akan dirilis. Terima kasih banyak!” jelas Jonghun panjang lebar.

 

Semua terdiam, mencoba mencerna kata-kata Jonghun. Tak lama Kyuhyun dan Victoria menghampiri Jonghun dan memeluknya. Tak lupa mereka mengucapkan selamat. Sedangkan Yesung hanya tersenyum padanya. Dan Jessica? Ia hanya terdiam dengan tatapan kosong.

 

“Hm, kemana Injun? Aku tidak melihatnya,” celetuk Jonghun.

 

“Dia sudah kembali ke tempatnya,” jawab Kyuhyun.

 

Jonghun mengerutkan keningnya bingung. “Eh?”

 

“Dia hanya 1 bulan disini lalu kembali ke tempat training,” jelas Yesung.

 

“Oh~” Jonghun membulatkan bulatnya. Perhatiannya tertuju pada Jessica yang kini menunjukkan ekspresi sedih saat ia menyebutkan nama remaja jenius itu.

 

=== Bloody Past ===

 

“Jessie!”

“Panggil dia onnie..”

“Bagaimanapun, dia adalah Jessie!”

“Soojung.. wake up.. Soojung..”

“Sooyeon!”

 

“Sooyeon!”

 

Jessica terbangun. Di depannya, Kyuhyun memasang wajah kesal.

 

“Wae?” tanya Jessica lirih karena baru saja bangun.

 

“Aku berteriak dari tadi tapi kau tidak juga bangun! Suaraku hampir habis karenamu!” omelnya.

 

Jessica mengerjap dan menegakkan tubuhnya. Dia merapikan ikatan rambutnya lalu menatap Kyuhyun.

 

“Tenang saja. Suaramu tetap sama. Tidak terdengar seperti suara yang mau habis,” balas Jessica.

 

“Tap—“

 

“Dan berhenti memanggilku Sooyeon!” tegas Jessica.

 

“Wae? Aku suka memanggil nama asli orang-orang,” sahut Kyuhyun.

 

“Kenapa hanya aku dan Tiffany?” gerutu Jessica.

 

“Karena nama asli kalian bagus.”

 

Jessica tersenyum sinis, “Gomapta.”

 

“Yah, aku serius!”

 

“Terserahlah..” balas Jessica sambil kembali ke posisi bersiap untuk tidur.

 

“YA!!”

 

>>>

 

“Mana Jessica?” tanya Victoria yang bingung karena tidak ada Jessica di belakang Kyuhyun.

 

“Dia tidur. Sempat bangun sih. Tapi setelah itu, dia tidur lagi,” jelas Kyuhyun. Victoria terkekeh pelan mendengarnya.

 

“Biarkan saja.” Perkataan Yesung membuat Kyuhyun membulatkan matanya.

 

“Wae? Dia kan anggota tim kita. Jadi dia—“

 

“Sudahlah, Kyu. Apa salahnya dia tidur? Kan sebelum ini, dia sering kurang tidur. Apalagi saat kasus pembunuhan Jiyong. Dia tertidur sekitar jam 2 kan?” Victoria berdecak pelan dan memiringkan kepalanya sambil merangkul Kyuhyun. “Aih, aku jadi merasa bersalah padanya. Tidak seharusnya aku mengganggunya. Harusnya aku memarahimu saja saat itu.”

 

Kyuhyun menghela nafas berat. Lagi-lagi Victoria membahas masalah itu. Padahal kasus itu sudah lebih dari sebulan yang lalu. Awal musim semi yang dingin pun sudah berganti menjadi musim semi yang hangat karena musim panas akan segera datang sekitar 1 bulan lagi. Tapi sepertinya Victoria masih dendam dengan perbuatan Kyuhyun.

 

“Ah, ayo, hyung! Aku sudah lapar~” rengek Kyuhyun.

 

Victoria mendesis seraya menoyor kepala Kyuhyun. “Ya! Harusnya kau merengek padaku, Kyu! Kan aku yang akan mentraktir kalian.”

 

“Terserahlah! Ayo pergi sekarang!” erang Kyuhyun kesal.

 

Tiba-tiba hp Yesung berdering. Yesung segera mengangkatnya. Wajah Victoria dan Kyuhyun langsung berubah kecewa. Pasti sesuatu yang tidak enak terjadi. Apa lagi kalau bukan kasus?

 

“Seseorang menelpon ke telpon ruangan kita namun tidak ada yang mengangkatnya. Orang itu bilang dia hanya ingin berbicara dengan salah satu diantara kita,” jelas Yesung saat selesai dengan teleponnya.

 

“Aish! Orang itu mengganggu sekali~” gerutu Victoria yang dibalas dengan anggukan kepala Kyuhyun.

 

“Bukannya telepon ruangan kita ada di meja Victoria dan yang ada diruangan itu adalah Jessica? Ck, that sleepyhead!” desis Kyuhyun.

 

Tiba-tiba kali ini hp Kyuhyun berbunyi. Dari Jessica. Victoria dan Kyuhyun membulatkan bibirnya karena tidak menyangka Jessica akan menelponnya. Kyuhyun segera mengangkatnya. Sedangkan Victoria berusaha mendekatkan telinganya dengan hp Kyuhyun.

 

“Wae?” tanya Kyuhyun langsung.

 

“Seorang anak kecil memaksa ingin berbicara dengan cheonsa team. Katanya pamannya ingin berbicara dengan tim itu. Mungkin kau tahu siapa cheonsa team itu dan berikan telepon ini untuknya?” ujar Jessica sambil sesekali terdengar suara dia menguap.

 

Victoria dan Kyuhyun membasahi bibirnya gemas. What the hell is in her mind?! Jessica!!

 

“Sambungkan telepon itu denganku,” perintah Kyuhyun kesal.

 

“Oh kau sedang bersama cheonsa team? Siapa mereka?” tanya Jessica –nadanya terdengar senang dan terkejut.

 

“Sambungkan saja!”

 

Jessica berdecak. “Geurom~!”

 

Tak lama terdengar suara seorang pria.

 

“Datang ke stasiun Seoul City dan hadang aku menjadi seorang pencabut nyawa. Buktikan kalian memang seorang ‘malaikat’,” kata orang itu, nyaris tak ada ekspresi apapun di suaranya. Hanya terdengar suara pemberitahuan kereta yang akan segera datang.

 

Victoria dan Kyuhyun menelan ludahnya. Sedangkan Yesung menggertakkan giginya pelan, seakan ia juga bisa mendengar pembicaraan itu. Victoria merampas hp Kyuhyun dengan geram.

 

“Kau—hey!” Victoria berteriak geram karena telepon sudah diputuskan secara sepihak.

 

Seoul City Station.

 

Cheonsa Team segera terbagi menjadi 2 kelompok untuk mencari orang yang menelepon mereka tadi. Yesung dengan Jessica dan Kyuhyun dengan Victoria. Tempat itu sudah tutup oleh para pekerja sekitar 5 menit sebelum mereka datang. Semua orang dilarang meninggalkan stasiun itu. Semua kereta yang menuju stasiun itu terpaksa mengganti tujuan mereka.

 

Tiba-tiba terdengar sebuah teriakan wanita dari box telepon umum. Victoria dan Kyuhyun yang kebetulan berada didekat sana, segera berlari menuju wanita itu. Kyuhyun memandang isi box itu.

 

Didalam box itu terdapat seorang pria dengan darah mengalir dari keningnya. Sepertinya pria itu dipukul berkali-kali dengan gagang telepon karena gagang telepon itu terkena noda darah. Di kepala pria itu pun ada sebuah jari kelingking buntung, seakan mengejek para polisi yang menemukan mayat itu. Tidak hanya itu. Lehernya juga terluka karena goresan senjata tajam dibagian kanannya.

 

=== Bloody Past ===

 

Pagi-pagi sekali. Sekitar jam 6 pagi, tim khusus kebanggaan KCIA itu sudah berkumpul di sebuah rumah. Lagi-lagi kedatangan mereka karena telepon dari orang misterius. Saat Kyuhyun menyelidiki asal tempat orang itu menelepon, ternyata orang itu menelepon dari box telepon umum –lagi.

 

Kali itu seorang wanita lah yang menjadi korban. Kepala wanita itu ditembak sebanyak 2 kali. Di pipi kirinya pun terlihat jelas bekas goresan senjata tajam. Dan kini ditemukan sebuah jari manis. Jari itu diyakini milik mayat itu karena tangan mayat itu dipotong dibagian jari manis.

 

Kyuhyun sibuk mengambil gambar korban, Victoria mengambil data kematian korban, Yesung meneliti profil korban dan Jessica meneliti keadaan sekitar. Sesekali, Jessica yang juga membawa kamera, mengambil foto keadaan sekitar korban.

 

“Ini artinya pernyataan perang dengan kita, kan?” gumam Victoria mendesis.

 

“Yap. Dan membuatku semakin membenci mayat!” gerutu Kyuhyun.

 

Victoria mendesah gemas, “Sekarang aku mengerti alasan Tiffany menjadi begitu menyukai pekerjaannya sebagai tim forensik utama KCIA sejak kau datang.”

 

“Wae?”

 

“Karena kau dan dia bersaing di segala bidang keahlian kalian masing-masing kecuali yang berhubungan dengan mayat yang kondisinya tidak utuh,” seru Victoria mantap.

 

Kyuhyun terdiam dan berpikir. Benar! Jika dipikirkan, alasan itu cukup masuk akal. Tapi… ah, itu membuatnya teringat akan Tiffany. Jika memikirkan Tiffany, ia jadi teringat Jessica. Sampai sekarang, ia masih penasaran dengan perasaan wanita itu. Tidak mungkin Jessica biasa saja saat tahu Tiffany meninggal. Yah, walaupun pertama kali ia tahu, wanita itu histeris seperti orang gila.

 

“Erm, Kyu!” panggil Victoria.

 

Kyuhyun melirik seniornya itu, “Hm?”

 

“Bagaimana hubungan kalian? Kau tahu kan.. biasanya kau selalu bersamaku dan jarang dekat dengan Jessica. Jadi selama aku pergi—“

 

“Jangan bilang alasan utama kau pergi itu karena kau ingin membuatku berdamai dengan si muka tembok itu!” sergah Kyuhyun cepat.

 

“Erm, bukan begi—“ Victoria terdiam sambil memicingkan matanya pada Kyuhyun. “Apa? Kau memanggilnya apa? Tunggu sampai Jessica tahu!”

 

“Noona!”

 

>>>

 

“Dari sidik jari dan DNA di TKP, terbukti jika kelingking itu milik dia,” ujar Jessica sambil membaca laporan dari professor Kim.

 

Victoria mengangkat alisnya, “Dia siapa?”

 

“Lihat ke layar tv, Vic!” omel Kyuhyun seraya menoyor kepala Victoria. “Makanya jangan sibuk melototi majalah fashion itu. Isinya kan cuma para wanita. Atau jangan-jangan kau itu lesbian?”

 

Victoria mendesis, “Ya! Kau ingin mulutmu ku robek, ya?”

 

“Ani.. ani.. mianhae..” Kyuhyun langsung menjauh dari Victoria. “Kenapa semua wanita itu menakutkan? Payah.”

 

Jessica terkekeh, “Tidak semua, Kyu..”

 

Kyuhyun melirik Jessica dan tersenyum sedih. Ia tahu ada yang aneh dengan partnernya itu. Tapi dia tidak tahu apa itu. Dan dia tahu semua berhubungan dengan Injoon. Ngomong-ngomong soalnya, sudah lama ia tidak muncul. Jujur saja, Kyuhyun sedikit merindukan saingannya itu.

 

“Apa kita harus kesana?” tanya Jessica ragu.

 

“Tidak! Tidak perlu,” jawab Yesung yang masuk dengan tiba-tiba, membuat semua anak buahnya tersentak kaget. “Orang itu sudah tertangkap.”

 

“Bagaimana bisa?” bingung Kyuhyun.

 

Feeling, Kyu.. seorang agen mempunyai firasatnya tersendiri tentang sesuatu,” jawab Yesung sambil memberikan Jessica satu cup kopi yang dibeli Yesung di kantin kantor.

 

“Hei! Where’s my coffee?” protes Victoria.

 

“Vic, bahkan tak ada yang untukku,” sahut Yesung.

 

Jessica menatap dalam kopi yang diberikan oleh Yesung. Perlahan, ia menatap ketiga rekan kerjanya yang sedang berdebat kecil. Ia tersadar akan satu hal. Dia masih punya keluarga. Mereka, membuatnya hangat. Air matanya menetes.

 

“Sica? You okay?” pekik Victoria.

 

Jessica menggeleng cepat, “I.. I am.. no need to worry about me.”

 

“Jung Sooyeon?” ragu Kyuhyun.

 

Jessica menggeleng. Dia benci dirinya. Kenapa dia menjadi lemah hanya karena teringat adiknya? Kenapa Injun harus membuka kunci traumanya? Andai itu tidak terjadi.. dia tidak akan membuat mereka bertigas khawatir. Sekarang, Jessica, hanyalah seorang yang hanya bisa menangisi nasibnya.

 

>>>

 

Orang itu tertawa sinis, “Apa yang kau ingin, kan? Aku bahkan tidak melihat wajahnya! Dia memakai topeng saat memotong jariku.”

 

Victoria menatapnya jijik, “Lalu kenapa kau mau dia mengambil jari kelingkingmu?”

 

“Tentu saja aku mau!” orang itu tertawa. “Jaman sekarang, uang adalah segalanya! Dan kau tahu? Harga jari bahkan lebih mahal dari ginjal!”

 

“Apa kau ingat sesuatu tentangnya selain topeng?” tanya Yesung.

 

“Bilang tidak. Saat itu dia masuk ke apartemenku lalu langsung membiusku. Saat aku sadar, disampingku sudah ada tumpukan uang dan jari kelingking kananku yang sudah hilang~” jawabnya santai.

 

“Kalau begitu orang itu mungkin terekam kamera CCTV?” seru Victoria pada Yesung.

 

“Nona cantik! Kau pasti becanda, kan? Apartemen kumuh dan murahan seperti itu tidak ada kamera CCTV!” sahut orang itu cepat dengan sarkatis.

 

Victoria langsung meliriknya tajam. Victoria mulai tidak suka dengan orang itu.

 

“Bagaimana caranya kau bisa mendaftarkan jarimu padanya?” tanya Yesung.

 

“Aku mengirim email padanya.”

 

“Boleh ku minta alamatnya?”

 

Alis orang itu terangkat, “Kau berani bayar berapa?”

 

>>>

 

Kyuhyun tertawa puas setelah mendapatkan email sang pelaku. Ini benar-benar terasa begitu mudah. Dari email itu, Kyuhyun mendapatkan banyak data. Tanpa diperiksa olehnya pun Kyuhyun sudah yakin kelengkapan data milik KCIA pasti bisa mendapatkan siapa pelakunya.

 

“Kau yakin hanya seperti ini?” cibir Kyuhyun. “Ini terlalu mudah, Boss..”

 

“Fokus, Kyu..” tekan Yesung.

 

“Sudah. Lihatlah komputerku sedang melacaknya,” sahut Kyuhyun menggerutu.

 

“Bagaimana jika itu tidak berhasil?” celetuk Jessica.

 

“Apa maksudmu? Dengan data selengkap itu? Pasti berhasil!” sungut Kyuhyun.

 

“Jangan besar kepala, Kyu. Kemungkinan gagal selalu ada,” sahut Victoria. “Oh itu dia!”

 

Victoria bersorak kaget saat melihat layar televisi yang tersambung dengan komputer Kyuhyun. Semua orang langsung terfokus pada hasil pencarian. Setelah beberapa detik mencerna siapa yang ada di layar kaca itu, Kyuhyun menjadi pusat perhatian. Sedangkan Kyuhyun terdiam. Wajahnya pucat. Wajahnya lah yang tertera disana. Kyuhyun langsung mengecek ulang semua data itu. Kyuhyun baru sadar bahwa semua data itu adalah data pribadi Kyuhyun. Tanggal lahir, nama orang tua, nomor rekening dan lainnya.

 

“Dataku.. bocor..” gumamnya tak percaya.

 

“Tapi kan kau yang terbaik soal pengamanan internet, Kyu..” bingung Victoria.

 

Kyuhyun mengacak rambutnya, “Aku tidak tahu! Aku pembuat kode terbaik! Tidak mungkin orang lain bisa meretaskannya!! Tidak mungkin!!”

 

“Mungkin kebetulan?” celetuk Jessica.

 

“Kebetulan? DAMMIT! Tidak mungkin! Ini sebuah kesengajaan! Aku tahu dia memang benar-benar berhasil meretaskan keamananku!” histeris Kyuhyun. Dia benar-benar terlihat frustasi.

 

“Tapi siapa yang bisa meretaskannya?” tanya Yesung saat akhirnya ruangan itu sunyi.

 

Kyuhyun menggeleng lemas, “Mollayo.. tapi.. mungkin Injun tahu?”

 

“Ku mohon jangan dia..” gumam Jessica berbisik.

 

Next day.

 

“Ada perkembangan?” seru Yesung sambil memasuki ruangannya dan duduk di kursinya.

 

Kyuhyun yang tadi sibuk di kursinya pun bangkit, “Tentu. Aku curiga dengan rekeningku. Jadi aku melacaknya. Tapi tak ada apapun. Tak ada yang dicuri dari tabunganku. Saat ku cari nasabah yang menggunakan namaku—“

 

“Kau menemukan data bahwa ada yang memasukkan atau mengambil tabungan atau deposito?” tebak Yesung.

 

Kyuhyun mengangguk, “Dia menyimpan deposito di bank terbaik di Korea Selatan ini, Seoul Bank.”

 

“Dengan keamanan tingkat tinggi?” tebak Jessica yang baru datang bersama Victoria.

 

“Hm!” Kyuhyun mengangguk.

 

“Kata ‘keamanan’ dan ‘tinggi’ membuatku lapar. Bagaimana, Bos?” seru Victoria.

 

“Bagaimana jika itu jebakan?” gumam Kyuhyun.

 

“Bagaimana jika itu pemanasan?” sahut Jessica cepat. Kyuhyun mendelik kesal.

 

“Ku anggap itu tantangan,” sahut Yesung. Victoria tersenyum mendengarnya.

 

“Dan ku tebak kalian membutuhkan ratu drama,” cibir Victoria.

 

“Syukurlah jika kau mengerti,” sahut Yesung.

 

>>>

 

“Tidak. Aku tidak peduli siapapun dia. Aku tidak pernah merasa mempunyai keluarga sepertinya! Oh sungguh! Diamlah! Usir saja!”

 

Victoria berlagak seperti sedang menelepon seseorang lalu memarahinya dengan nada angkuh untuk menekankan derajatnya yang tinggi sambil menggandeng Kyuhyun. Mereka berdua memakai pakaian orang kantoran seperti biasanya. Hanya saja terlihat lebih mewah.

 

Seorang pekerja di bank mewah itu menghampirinya dan menuntun mereka ke arah ruang brangkas besi dengan keamanan terbaik didunia.

 

“Oh yeobo~ orang-orang rendah itu membuatku pusing saja,” runtuk Victoria sambil bergelayut manja dengan Kyuhyun.

 

Kyuhyun menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan seraya tersenyum tipis. Victoria memang selalu total dalam pekerjaannya. Jika sudah seperti ini, Kyuhyun yang tersiksa karena harus bisa menyamai Victoria. Benar-benar menyusahkan.

 

Di sisi ruangan lainnya terlihat Jessica dan Yesung yang asik dengan gadget mereka selagi menunggu giliran mereka.

 

“Oh, kenapa pelayanan kalian begitu lama? Kau tahu kan kalau waktu itu adalah uang? Kalian membuat waktu kami! Dan artinya kau membuat uang kami,” protes Yesung.

 

“Jwoisonghamnida. Tapi mereka lah yang terlebih dulu membuat janji,” jelas pekerja bank lain yang menemani mereka.

 

“Kenapa ruangan ini begitu lembab. Hm, suhunya 24 derajat? Kau tahu kan sekarang adalah musim panas? Jika suhunya tidak tepat, udara di ruangan akan lembab. Turunkan suhunya!” sungut Jessica.

 

Oh kini tim itu sedang menyamar menjadi nasabah yang menyusahkan. Tapi orang penting memang selalu menyusahkan, kan?

 

Kyuhyun memfokuskan pikirannya ke brankas itu. Kini giliran mereka yang masuk. Setelah seorang pria yang memakai jas, jam tangan dan sepatu mahal itu keluar, giliran Kyuhyun dan Victoria lah yang masuk. Setelah pintu benar-benar tertutup, pekerja bank itu memberikan kunci brankas milik Kyuhyun. Tapi dengan cepat, Victoria mengambilnya.

 

“Sebelumnya, harus dibersihkan dahulu. Atau tanganmu tidak steril lagi, yeobo,” seru Victoria sambil membersihkannya dengan sapu tangannya lalu memberikannya pada Kyuhyun. Kyuhyun terkekeh sinis.

 

Victoria memilih menunggu di dekat pintu selagi Kyuhyun mencari brankasnya. Pekerja bank itu mendekatinya.

 

“Bersabarlah. Aku tahu rasanya mempunya istri cerewet sepertinya. Istriku tidak jauh berbeda darinya,” kata pekerja itu berbisik.

 

Kyuhyun menggigit bibirnya kuat-kuat untuk menahan tawa. Victoria.. istrinya? Tidak akan pernah terjadi! Tapi sepertinya Victoria tahu apa yang terjadi. Dia menatap kedua pria itu tajam. Mereka berdua langsung mengidik ngeri.

 

Kyuhyun membuka kunci brankas dengan perlahan. Sebelum membukanya, pekerja bank itu menjauh. Tentu saja, karena masih ada kunci elektronik disamping kunci manual. Brankas itu benar-benar merepotkan. Setelah memasukkan password, Kyuhyun membuka brankas itu dengan perlahan. Matanya terbelalak.

 

“Victoria!” panggilnya cepat.

 

Victoria segera berlari menghampirinya. Dia terkekeh geli melihat isinya. Siapa sangka jika orang itu tidak menyimpan hal berharga melainkan bom. Ya, bom. Itu membuat Victoria geli. Memang benar-benar jebakan ternyata. Ia segera mengeluarkan kunci kecil dari dalam tasnya. Sedangkan Kyuhyun berusaha mengevakuasi pekerja bank itu.

 

“Agen spesial KCIA, Kyuhyun! Bantu aku memindahkan meja itu!” seru Kyuhyun sambil menunjuk meja tebal dan besar yang terbuat dari kayu jati yang sangat mahal di sudut ruangan. Mungkin itu berfungsi untuk menjadi tempat orang-orang mengecek simpanan mereka lebih lanjut. Meja itu diposisikan untuk menjadi penghalang serpihan-serpihan ledakan. Kyuhyun menyuruh orang itu bersembunyi disana.

 

“Bos.. Jessica.. kalian dengan aku? Segera evakuasi orang-orang. Ternyata bomlah isinya,” gumam Victoria yang terkirim lewat gelombang dari ditangkap oleh earphone micro milik Yesung dan Jessica.

 

Selagi Jessica dan Yesung mengevakuasi orang-orang diluar, Victoria dan Kyuhyun sibuk menjinakkan bom yang kurang dari 30 detik lagi akan meledak itu. Victoria sudah terbiasa dengan bom karena dia pernah dikirim untuk penjadi tim penjinak bom sementara.

 

Tiba-tiba di 10 detik terakhir, keluar suara dari handphone yang terhubung dengan rakitan bom itu.

 

“Aku tidak menyangka kalian akan mengejarku sampai sini. Apa aku harus mengucapkan selamat tinggal dan memberikan petunjuk korban selanjutnya?”

 

Victoria dan Kyuhyun tertegun dan saling menatap. Mereka memutuskan untuk menunggu informasi selanjutnya. Toh tinggal satu kabel saja, setelah itu bom itu akan terhenti.

 

“Bloody Star Diam—

 

Victoria segera menggunting kabel terakhir di detik terakhir. Setidaknya petunjuknya bisa ditebak dengan mudah. Bloody Star Diamond? Pasti! Tinggal mencari tahu apa artinya. Kyuhyun dan Victoria menghela nafas panjang karena bom berhenti berhitung mundur.

 

Victoria dan Kyuhyun memutuskan untuk mengeluarkan pekerja bank itu dari persembunyiannya. Tapi Victoria mendengar suara aneh. Bom itu kembali hidup! Kyuhyun dan Victoria segera berlari ke tempat orang itu bersembunyi. Dan..

 

BOOM!

 

>>>

 

Heechul tertawa melihat kedua pekerjanya keluar dari ruangan professor Kim. Victoria dan Kyuhyun meliriknya tajam.

 

“Sepertinya kalian pantas mendapat pasangan teromantis! Bagaimana rasanya berhadapan dengan bom?” sindir Heechul.

 

Kyuhyun dan Victoria saling melirik lalu membuang muka sambil berpura-pura muntah. “Menjijikan!” desis mereka.

 

“Kau tahu aku sudah terbiasa dengan bom, kan, Kim Heechul?” sahut Victoria akhirnya.

 

“Tapi kali ini berbeda! Kau berhadapan dengan bom bersama.. erm, suamimu..” Heechul mengulas senyum jahil.

 

“Tidak akan pernah terjadi! Menjijikan!” gerutu Kyuhyun sambil pergi dari Victoria dan Heechul.

 

Setelah kepergian Kyuhyun, Victoria menatap Heechul tajam. Sama seperti Heechul yang menatapnya serius. Akhirnya Heechul menghela nafas panjang.

 

“Kau baik-baik saja?” tanya Heechul.

 

Victoria memutar matanya, “Tentu saja. Meja itu sangat berguna. Jadi ada apa, Direktur?”

 

“Aku mempunyai rencana yang mungkin tidak bisa diterima oleh Kyuhyun. Aku tidak tahu aku harus melakukannya atau tidak. Tapi aku yakin kalian membutuhkannya,” kata Heechul.

 

“Apa itu?”

 

“Aku tidak bisa memberitahu kalian sekarang. Tidak sebelum kau membulatkan hatimu dalam memilih.”

 

Victoria terbelalak. Dia tahu apa maksud Heechul sebenarnya. Ia benar-benar tidak menyangka Heechul tahu. Victoria menunduk.

 

“Maaf, Direktur..”

 

>>>

 

Bloody Star Diamond.. apa maksudnya?” gumam Kyuhyun.

 

“Mungkin nama perhiasan?” celetuk Jessica.

 

“Aku sudah mencarinya. Tapi tidak ada yang bernama seperti itu,” sahut Kyuhyun.

 

Jessica menggigit bibirnya bingung, “Untuk apa kau mencari tahu itu? Ingin tahu korban selanjutnya? Kenapa kau tidak mencari tahu persamaan dari kedua korban sebelumnya?”

 

“Kau benar! Aku baru tahu kalau kau pintar, Sooyeon!” seru Kyuhyun girang.

 

Jessica mendesis, “Berhenti memanggilku Sooyeon!”

 

“Oh ya, apa ada perkembangan? Mungkin ada sidik jari di kepingan handphone itu?” tanya Jessica.

 

“Tidak tahu. Itu sedang diteliti oleh professor Kim,” jawab Kyuhyun. “Hei, kau melihat Yesung?”

 

Jessica menggeleng. Dia melirik jam.

 

“Jam pulang sudah terlewat 1 menit. Aku pulang.”

 

Kyuhyun mengangguk sambil tetap sibuk dengan laptopnya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Dia menoleh dan mencari sosok Jessica. Tapi Jessica sudah menghilang.

 

“Sial!”

 

>>>

 

Yesung membongkar berkas-berkas timnya. Dia membaca setiap ketas dengan cermat. Ada sesuatu yang aneh di hatinya. Perasaannya tidak enak. Saat ia membaca salah satu profil, tangannya terkepal. Dia segera merapikan semua berkas dan membawa lembar profil itu bersamanya.

 

Dia menuju ruangan Heechul. Asisten Heechul berniat untuk menghadang Yesung yang seenaknya masuk ke dalam ruangan Heechul. Tapi saat Yesung meliriknya tajam, asisten itu langsung ciut. Yesung membuka pintu ruangan Heechul. Kosong. Tidak, Yesung yakin tidak kosong. Yesung segera menghampiri mejanya dan menggebraknya kencang.

 

“Hei!” protes sebuah suara dari bawah meja. “Sabar, Yesung! Aku sedang mencari pulpen kesayanganku, kau tahu?”

 

“Ada yang lebih penting dari semua itu, Heechul!” bentak Yesung.

 

“Aku tahu! Aku tahu! Jangan kau kira aku tidak mengikuti perkembangan anak buahmu. Sekarang biarkan aku mencari pulpenku,” desis Heechul.

 

“Sungguh, Heechul! Bukan itu yang ku maksud. Ada yang lebih penting,” kesal Yesung.

 

Heechul segera bangkit dan menatap sahabatnya bingung. Wajah Yesung pucat. Yesung memperlihatkan profil yang ia genggam sedari tadi, milik Jessica. Heechul menggeleng cepat.

 

“Tidak mungkin..” gumam Heechul.

 

“Itu yang terjadi, Kim Heechul!”

 

“Lalu kenapa kau biarkan?” tanya Heechul bingung. Dia melirik jam. “Sudah jam segini. Dia sudah pulang.”

 

“Aku akan meneleponnya.”

 

Yesung segera mengeluarkan ponselnya. Tapi Jessica tidak menjawab sama sekali. Heechul dan dia segera berlari ke basement.

 

>>>

 

Jessica membuka pintu rumah sederhananya lalu menyalakan lampu. Biasanya, sekarang dia akan bermalasan di sofa sedangkan Tiffany menyiapkan ice cream untuk mereka. Lalu mereka berdiskusi soal misi sambil menghabiskan ice cream mereka. Sekarang Tiffany sudah tidak ada.

 

Jessica menghela nafas lalu menghempaskan tubuhnya di sofa. Setelah menurutnya cukup, Jessica mengeluarkan handphonenya yang sedari tadi berbunyi terus-menerus selama dia ada diperjalanan. Tapi dia tidak bisa mengangkatnya karena fokus pada jalanan.

 

4 missed call dari Yesung. 5 missed call dari Heechul. 3 missed call dari professor Kim. 4 missed call dari Victoria. 1 pesan dari Kyuhyun.

 

Kembali ke kantor sekarang!

 

Jessica mengernyit. Kembali ke kantor? Untuk apa? Sepertinya memang benar-benar penting karena semuanya meneleponnya.

 

Baru saja Jessica meraih kunci mobilnya untuk pergi ke kantor pusat KCIA lagi, handphonenya berdering. Dari nomor yang tidak dikenal. Jessica segera mengangkatnya.

 

“Yeob—“

 

Good bye, Sooyeon. Good bye, Sooyeon. Good bye, Sooyeon. Good bye, Sooyeon. Good bye, Sooyeon.

 

Jessica mengernyit. Kenapa orang itu tahu nama koreanya? Apa itu Kyuhyun? Tapi suaranya bukanlah suara Kyuhyun. Jessica segera memutuskan teleponnya dan pergi keluar rumahnya. Baru saja ia masuk ke mobilnya, ia melihat sosok samar di luar halaman rumahnya. Ia segera mengejarnya. Tepat saat ia keluar dari area rumah, rumah meledak.

 

Damn!” gerutu Jessica sambil mengejar orang itu. Kini ia mengerti maksud telepon itu.

 

“J-Jessica!”

 

Jessica menoleh dan menemukan sosok Kyuhyun. Jessica hanya membalasnya dengan isyarat seakan menyuruh Kyuhyun ikut mengejar orang itu. Mereka berdua segera mengejar orang itu. Sampai akhirnya mereka berhasil menyudutkan orang itu.

 

“Agen spesial KCIA, Kyuhyun! Angkat tanganmu dan jangan mencoba kabur lagi!” teriak Kyuhyun sambil mengarahkan pistolnya ke arah orang itu. Jessica ikut mengeluarkan pistolnya.

 

Tapi orang itu malah menodongkan pistol balik ke arah Kyuhyun. Kyuhyun tersentak kaget karenanya.

 

“Tenang, Kyu.. kau bisa.. kau bisa..” bisik Jessica dari belakangnya.

 

Kyuhyun menggigit bibirnya. Menggenggam pistol hanya membuatnya teringat kejadian saat pertama kalinya ia menembakan peluru dan itu mengenai tangan Victoria. Tangannya bergetar. Ia trauma.

 

“Kau bisa, Kyuhyun!” teriak seseorang dari belakang Kyuhyun dan Jessica. Itu Victoria, dengan pistol ditangannya. Kini 1 lawan 3.

 

“Percaya pada dirimu, Kyuhyun..”

 

Terdengar suara dari belakang orang yang dikejar oleh Kyuhyun. Di sudut yang gelap itu. Suaranya tidak terasa asing di telinga Victoria, Kyuhyun dan Jessica. Yep, itu Bos mereka, Yesung. Kini tim itu lengkap. Kyuhyun menyeringai sambil melangkah mendekat.

 

“Kau tidak ada pilihan sekarang. 4 banding 1,” desis Kyuhyun.

 

Akhirnya orang itu menyerah. Pistolnya terlepas dari tangannya dan langsung dibekuk oleh Kyuhyun.

 

“Kerja bagus, Kyu,” puji Jessica.

 

“Dan kau, Bos.. kenapa kau bisa ada disana?” tanya Victoria.

 

Yesung tersenyum, “Feeling? Bukankah begitu, Heechul?”

 

Sosok Heechul muncul dari tempat Yesung tadi yang diiringi tawa khas direktur KCIA itu.

 

>>>

 

“Bagaimana kalian tahu aku adalah korban selanjutnya?” tanya Jessica bingung.

 

“Profilmu. Dulu kau sempat diberikan nama samaran Bloody Star. Dan arti nama aslimu yang semacam perhiasan,” jelas Yesung.

 

“Ya itu benar! Bagaimana tebakan kita bisa sama, Bos?” bingung Kyuhyun.

 

“Karena aku pemimpin kalian,” jawab Yesung.

 

“Kalau kau, Vic?” tanya Kyuhyun.

 

Victoria terkekeh, “Aku bahkan tidak tahu kalau Jessica adalah korban selanjutnya. Aku sedang berkeliling didaerah itu lalu melihat Jessica dan Kyuhyun berlari. Jadi aku mengikuti mereka.”

 

Yesung mendesah, “Baiklah. Bersiap menginterogasi, Victoria?”

 

“Pasti!”

 

>>>

 

“Apa tujuanmu melakukan ini semua?” tanya Victoria.

 

Orang itu tersenyum tipis, “Anggap aku mempermainkan kalian.”

 

“Mempermainkan?”

 

“Aku hanya ingin mengetes sehebat apakah kalian. Bahkan keamanan milik ahli IT kalian pun berhasil ku retaskan,” cibirnya.

 

“Aku tahu kau bukan orang sembarangan. Sekarang jawab, apa alasanmu? Kau sudah tidak punya alasan untuk menutupinya lagi, kan?” kata Yesung.

 

“Aku pun tidak punya alasan untuk menjawab pertanyaan kalian. Aku sudah tidak punya semangat hidup.”

 

“Biarkan kami tahu. Mungkin ini bisa berhubungan dengan kejahatan lainnya,” tekan Victoria. Orang itu menghela nafas panjang.

 

“Aku ingin balas dendam! Mereka membunuh pacarku 15 tahun yang lalu saat mereka mendaki gunung. Dan mereka menuduhku yang melakukannya!” jawab orang  itu emosi.

 

“Lalu apa maksudnya kau menantang kami? Semua yang kau lakukan itu.. dengan jari-jari itu.. apa maksudnya? Kenapa kau melibatkan kami?” tanya Victoria.

 

“Semua yang ku lakukan.. pembunuhan itu.. bukan aku yang merencanakannya. Aku diberitahu oleh seseorang. Aku dibayar olehnya. Kau tahu? Itu seperti.. mendapatkan semua dalam satu jalan. Aku dapat membalas dendam dengan cara yang memuaskan, bermain-main dan juga mendapatkan uang yang banyak!”

 

“Siapa yang merencanakan ini semua? Siapa yang menyuruhmu?” tanya Yesung. “Tenang saja. Kau pasti aman dengan kami.”

 

Orang itu terdiam. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dia menggeleng pelan. “Bahkan aku tidak pernah bertemu dengannya. Dia meneleponku dengan nomor yang berbeda-beda. Uangnya pun ia kirim langsung ke rumahku. Tiba-tiba uangnya sudah ada di kotak posku.”

 

“Ada yang kau ingat darinya?” tanya Victoria bingung.

 

Orang itu terlihat sedang berpikir keras, “Aku pernah bertanya siapa dia. Dia hanya menjawab dengan bahasa inggris.”

 

We need it to against the time as a God and devil. For killing and trying to raise the dead,” gumam Yesung.

 

Orang itu terbelalak. “Itu jawabannya!”

 

Yesung dan Victoria saling menatap. Itu artinya mereka kembali berhadapan dengan kelompok itu.

 

===천사 Team===

 

Eotteo? Apa ceritanya membosankan? Mengecewakan? Mianhae~ *bow

Oh iya maaf kalo judul ga sesuai. Saya bingung mau ngasih judul apa. Huehehe :3

Kalo ada yang bingung siapa sih pelakunya? Kok ga dikasih nama? Anggap aja itu anonymous. Saya ga tau mau ngasih nama siapa. Kalo pake nama artis, nanti dikira ngejugde atau apa lagi. Takut fansnya sakit hati macam chapter 3.

AYO KOMEN~~ \^o^/

Advertisements

14 responses to “천사 Team Chapter 4 — Bloody Past

  1. AKHIRNYA !!!!! *nangis terharu*

    aku kasihan banget ma jessica disini..
    kenapa penjahat nya ngincar sica ???*aku masih ga ngerti*
    unnie harus ngelanjutin

    pokoknya update soon…

  2. OMGGGGGGG!! YOU ROCK FARA!!!!
    Gue puas bangett bacanya you know..
    Gue mau kasih jempol banyak2 buat lu yang bikin cheonsa team.. OKay!!! gimana bisa lu bikin cerita sesadis itu dan gue bacanya ketawa.. astaga.. andai gue punya otak cerdas kayak lo.. gue bacanya tuh tegang ia ketawa juga ia.. dan semua dialognya.. gue berasa ada di deket mereka.. FARA JJANG!!!
    Dan scene favorit gue itu pas KyuToria jadi suami istri boongan.. apa lagi pas bayangin kyu yang hampir ketawa.. LOL
    semoga lu juga puas sama komen gue 😀

    • huehheehe.. :3 ngefly dulu..
      sadis tapi lo ketawa? gue yg salah buat cerita atau otak lu yg bermasalah, onn? -___-a
      iya dong anaknya teuksica dan lee sungmin serta cucunya cho kyuhyun masa ga berotak cerdas sih? /watdzing(?)
      gue malah merinding mikirinnya -_- mau gimana lagi? emang ceritanya dari awal bakal ada couple kerja.inget! couple kerja bukan couple romance -_- dan couple kerja itu gue anugrah(?)kan pada kyutoria. :3 soalnya mereka doang yg cocok. yesung dan jessica pan characternya gitu u.u

  3. baru pertama kali baca ff disini, ff ini keren >< kayanya bakal jadi cerita yang panjang. semangat eon bikin lanjutannya~

  4. huurraaayyy part 4 akhirnya muncul dan vic telah kembali!!! 😀
    Aiisshhh,jinja!!! ngeliat jessica di part ini bikin nyesek!
    kyutoria konyol!!!!!tapi di misi selanjutnya kalo harus nyamar lagi kayaknya seru tuh!hehe….
    cheonsa team hebat deh!anggotanya aneh2 semua 😀

  5. Ahh, akhirnya Victoria kembali juga..
    Sumpah ya injun ngomong “Apa.. kau kenal Jung Soojung?”
    Eon tiba-tiba aja merinding u,u
    Buku jonghun udah jadi? Jadi dia gak akan muncul lagi???
    Wah, kasus baru? Lewat telepon umum?? Hmm, penasaran banget gimana nih kasus..
    Mwo? Kyu manggil sica muka tembok? Ya! Cho Kyuhyun babo, kau ingin mati eoh? Enak aja bilang jessica muka tembok, loe tuh yang muka tembok *emsoi#korban ff
    Ya ampun, kyuhyun disini bener2 cari mati, hobby menggerutu dan mencibir doang, kayak emak2 nih…
    Huft~ kasian sica, keingetan masa lalunya terus..
    Wkwkwk
    Sumpah eon ngakak pas yang muncul itu wajah Kyuhyun, rasain loe Cho Kyuhyun :P:P:P
    Seneng banget ngeliat Kyuhyun panik, histeris terus frustasi :D#plak
    Aduh part ini kenapa kocak banget ya? Victoria n kyuhyun jadi sepasang suami istri yang menyusahkan?? Cocok 😀 #plak
    Eon sebenarnya bingung apa maksudnya pembunuh itu sama rekening banknya kyuhyun? Sumpah eon gak ngerti..
    Maksud heechul apa? Apa itu ada hubungannya sama Victoria n keluarganya???
    Mwo? Kenapa sekarang malah ke sica? sebenarnya ada apa? Apa sica korban berikutnya?? Huaaaa andwae T.T
    Hufttt untung sica gpp, awas aja kalau sica kenapa2, eon cincang tuh penjahat#yang ada dicincang duluan..
    Kelompok itu? Apa itu kelompok pertama yang menyebabkan tiffany meninggalkah? Or yang lain lagi???
    Pensaran banget deh pokoknya sama yang selanjutnya..
    Lanjut saeng..hwaiting..

  6. keren eon ff nya xD panjang tp gangebosenin(?)
    rada kasian sama jessica di part ini x3 apalagi dia korban selanjutnya u,u
    lanjutin ya eon :3

  7. serun onn , tapi masih bingung sama jalan ceritanya
    dan siapa orang itu apa injoon kah ?
    lanjutkan onn

  8. Untung jessica eonni selamat

    Jessica eonni udh agak2 inget sma masa lalaunya atau udh semua ?
    Ceritanya seru aku suka
    Kasian jessica eonni 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s