Let Go (Oneshoot)

Author : Putri Wahyu Rini

Title : Let Go

Genre : Angst, Romance

Rating : PG 13

Length : Oneshoot

Cast :

–                      SNSD Jessica

–                      FTI Jonghun

–                      T-Ara Hyomin

Long time no see. You got prettier.
Your brightly smiling face,
My heart hurts.
I have so much to say but I bury them
inside my heart.
Because I have to let you go

 

Jonghun berjalan dengan senyum terkembang di bibirnya, akhirnya dia kembali lagi ke Seoul. Betapa dia merindukan kota ini. 5 tahun di Paris tak membuatnya melupakan Korea. Langkahnya tiba – tiba terhenti, dan senyumannya pun kini tak terukir lagi dibibirnya.

 

“Sica~” Gumamnya.

 

Matanya terbelalak melihat seseorang yang di panggilnya ‘Sica’ tersebut. Detak jantungnya sekarang tak terkendali, seperti orang yang sedang balap sepeda. Dia tak tau harus senang atau sedih pada saat ini. Di satu sisi dia senang karena bisa bertemu dengan gadisnya—tidak! Sekarang wanita itu bukan gadisnya lagi. Wanita yang dulu pernah jadi istrinya tersebut sekarang sudah menjadi istri orang.

 

Jonghun sudah siap untuk kembali melangkahkan kakinya untuk menemui Jessica yang tengah duduk dikursi taman. Dia tampak lebih cantik. Sesekali wanita itu tersenyum melihat tingkah laku anak – anak yang tengah bermain di taman tersebut. Ada banyak sekali yang akan Jonghun tanyakan ketika dia sampai di kursi Jessica nanti. Tapi langkahnya tiba – tiba terhenti ketika melihat seorang laki – laki menghampiri Jessica. Jessica tersenyum riang menyambut laki – laki tersebut.

 

“Ini jus pesananmu.” Ucap lelaki tersebut pada Jessica yang terdengar samar di telinga Jonghun.

 

Jessica mengambil jus tersebut kemudian tersenyum manis kepada laki – laki tersebut. Senyum yang biasa ia berikan kepada Jonghun.

 

Deg

 

“Apa itu suaminya yang sekarang?” Tanya Jonghun pada dirinya sendiri.

 

Jessica sepertinya bahagia dengannya. Tangan laki – laki yang sedang bersama Jessica terjulur dan mengusap – usap perut Jessica. “Aegi ya~ Appa sudah membelikanmu Jus. Apa kau suka?” Tanya lelaki itu pada perut Jessica.

 

Ternyata benar dugaan Jonghun dia adalah suami Jessica dan sekarang Jessica tengah mengandung anaknya. Jonghun mengepalkan tangannya. Dia kalut dan emosi, tapi dia tak bisa berbuat apa – apa pada lelaki tersebut yang telah merebut istrinya.

 

“Sica ya~ apa kau bahagia dengannya? Apa kau telah melupakanku,” lirih Jonghun.

 

Jonghun pergi meninggalkan Jessica dan suaminya. Dan memutuskan untuk pergi ke café dekat taman. Pikirannya sekarang berkecamuk, apa benar Jessica sudah melupakannya, dan tidak mencintainya lagi? Sudah 5 tahun sejak perpisahan mereka, tapi cinta Jonghun tak berubah sedikitpun pada Jessica.

 

#Flashback

 

“Ya~ kau jangan terlalu lelah hm..” Ujar Jonghun pada istrinya yang sedang mencuci bahan mentah sambil memeluknya dari belakang.

 

“Gwenchana, ini sudah kewajibanku sebagai seorang istri hm.. lepaskan aku atau kau tidak akan sarapan pagi.” Ancam Jessica.

 

“Tidak mau, aku bisa membelinya diluar.” Cibir Jonghun

 

“Aku sedang tidak ingin makan di luar, jadi apa kau tega membiarkan anakmu ini kelaparan?” Rajuk Jessica.

 

Jonghun akhirnya menyerah dan melepaskan pelukannya. Jonghun berjalan dengan menghentakkan kakinya. Jessica meliriknya dan tersenyum geli.

 

“Seperti anak kecil saja,” cibir Jessica.

 

“Manhi mokgo.” Ujar Jessica setelah selesai memasak dan menarohnya diatas meja. Jonghoon mengangguk dan mulai memakan sarapannya.

 

“Eum, sepertinya kemampuan memasakmu semakin membaik.” Puji Jonghun yang terdengar seperti ejekan. Jessica hanya memanyunkan bibirnya karena tidak bisa protes pada Jonghun.

 

“Ngomong – Ngomong Hoon ah~ nanti kalau anak kita sudah lahir, kau mau memberi nama siapa?” Tanya Jessica.

 

“Eh, kenapa kau bertanya, usia kandunganmu kan masih 3 bulan.”

 

“Anieyo, aku hanya sudah tidak sabar. Jadi siapa namanya?” Tanya Jessica lagi.

 

“Mmmm,” Jonghun tampak berfikir.

 

“Choi Yurin  Kalau perempuan, dan Choi… Sehun kalau laki – laki. Otte?” Ujar Jonghun menanyakan pendapat istrinya.

 

“Ah ne, nama yang bagus.” Kata Jessica sambil tersenyum, dan melanjutkan makannya.

 

Ijen nemam gobaekhamnida~ Hp Jessica berbunyi

 

“Yobosseyo”

 

“…”

 

“Ne Appa~”

 

“….”

 

“Ne, aku tidak sibuk.”

 

“…..”

 

“Ah ye arraso, aku akan meminta Jonghun mengantarku.”

 

“….”

 

“Ne~ anyeong~”

 

Jessica menaroh Handphonenya di meja setelah appanya menutup pembicaraan mereka.

 

“Ada apa?” Tanya Jonghun.

 

“Appa menyuruhku ke kantornya siang ini.” Jawab Jessica.

 

“Lalu kenapa ekspresimu seperti itu?”

 

“Entahlah, aku hanya merasa ada sesuatu yang tidak beres.”

 

“Dasar ibu hamil.” Celetuk Jonghun.

 

“Ne~ mungkin karena aku sedang hamil mungkin.” Jawab Jessica.

 

Jonghun heran dengan jawaban Jessica. Biasanya Jessica tidak terima bila di ejek. Tapi saat ini kenapa dia diam saja.

 

>>>

 

“Kau masuk saja, aku akan menunggu disini.” Ujar Jonghun.

 

“Kenapa kau tidak ikut saja?” Tanya Jessica.

 

“Kupikir ada sesuatu hal yang serius yang ingin appa bicarakan berdua denganmu.”

 

“Ah~ kalau begitu kau tunggu di taman saja, “ pinta Jessica.

 

“Mmm baiklah, aku tunggu di tempat biasa. Kau hati – hati dan jaga anakku.” Ucap Jonghun dan mengusap perut Jessica.

 

Setelah memastikan Jessica masuk kekantor ayahnya, dia segera pergi meninggalkan kantor dan pergi ke taman.

 

>>>

 

Jessica melangkah gontai kearah taman. Matanya terlihat tidak focus, karena hatinya sedang berkecamuk. Wae? Kenapa semua ini harus terjadi padaku, ucapnya dalam hati. Jonghun yang melihat istrinya dari kejauhan segera berlari menghampirinya.

 

“Gwencanayo??” Tanya Jonghun dengan cemas.

 

Tiba – tiba saja Jessica memeluk Jonghun. Dia memeluk Jonghun dengan erat, seolah – olah ia takkan bisa melakukannya lagi. Jonghun hanya terheran dengan sikap istrinya. Ada apa dengan Jessica, pikirnya dalam hati.

 

“Kau kenapa, Sica ah~?” Tanya Jonghun membuka suara.

 

Jessica melepaskan pelukannya dari Jonghun dan berusaha tersenyum. “Ani tidak apa – apa, aku hanya ingin begini? Memangnya tidak boleh? Mungkin ini permintaan anakmu.”

 

“Kya neo, kau bodoh! Kau tidak bisa berbohong padaku. Ayo duduk disana dan ceritakan padaku.”

 

Jonghun menarik Jessica ke sebuat kursi yang ada di taman.

 

“Nah, sekarang ceritakan kepadaku, kenapa kau bisa seperti ini.”

 

Jessica kembali diam, dia kembali berfikir dan menimbang – nimbang. Apakah dia harus memberi tahu Jonghun sekarang juga.  Beberapa saat kemudian, kristal-kristal bening cair keluar dari matanya. Dia menangis tapi tidak mengeluarkan suara. Pandangannya juga kosong. Tandanya dia sedang mengalami masalah yang sangat besar. Apa separah itu, pikir Jonghun. Dia segera meraih Jessica kedalam pelukannya.

 

“Kyaa!! Apa yang terjadi? Siapa yang menyakitimu? Apa yang membuatmu jadi seperti ini?” tanya Jonghun panik.

 

Jonghun berusaha menenangkan Jessica dengan mengusap – usap kepala istrinya. Jessica bangkit dari pelukan Jonghun dan mengusap air matanya.

 

“Hyomin….” Ucap Jessica dengan suara bergetar. “Hyomin, dia koma dan harus di operasi.”

 

“Kau tenang saja. Dia anak yang baik. Dia pasti akan sembuh.” Jonghun berusaha menenangkan Jessica.

 

“Tapi yang lebih menyakitkan.” Jessica diam sebentar. “Aku harus meninggalkanmu.”

 

Jessica menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Jonghun. Air matanya mengalir dengan deras, masih seperti tadi tanpa suara.

 

“Wae?” Tanya Jonghun dengan suara berat.

 

“Appa, perusahaanya terancam bangkrut. Dan pengusaha brengsek itu menginginkanku menjadi menantunya. Dia tidak peduli aku sedang hamil. Yang dia inginkan adalah aku menikah dengan anaknya. Maka dia akan menolong perusahaan Appa dan membayar pengobatan Hyomin sampai sembuh.” Jelas Jessica panjang lebar.

 

Jonghun merasakan sakit teramat sangat di hatinya, dia merasa sebagai lelaki yang sangat tidak berguna. Dia tidak punya pilihan lain selain melepaskan Jessica. Dia tahu Jessica sangat menyayangi Hyomin. Hyomin adalah hal terpenting kedua di hidupnya.

 

“Lalu bagaimana?” Tanya Jonghun. Dia mengangkat dagu Jessica sehingga mereka sekarang saling berhadapan. Jessica menggeleng, kemudian memeluk Jonghun dan menangis didada lelaki itu.

 

“Aku mencintaimu, aku hanya mencintaimu.” Isaknya di sela – sela tangis.

 

“Aku juga mencintaimu,” Balas Jonghun. “Mianhe aku tidak berguna, aku hanya seniman jalanan yang tak berarti.”

 

“Kau jangan berkata seperti itu, aku tidak peduli kau seniman jalanan atau apapun.”

 

“Benar kata Appamu dulu. Apa yang bisa diandalkan dari seniman jalanan sepertiku? Aku tidak berguna. Bahkan saat istriku harus meninggalkanku dan menikah dengan laki – laki lain, aku tidak bisa melakukan apapun.”

 

Flashback end

 

“Bodoh kenapa aku harus melepaskannya dulu,” gumam Jonghun.

 

Ia  segera keluar dari café tersebut. Percuma menyesali sesuatu yang telah terjadi. Setelah keluar dari café dia melihat seorang gadis kecil berumur sekitar 4 -5 tahun yang sedang duduk dikursi taman, kelihatannya gadis itu kebingungan mencari orang tuanya.

 

“Anyeonghaseyo..” Ujar Jonghun sambil tersenyum kepada gadis itu.

 

Tiba – tiba saja setelah melihat wajah gadis kecil tersebut dia terkejut, kenapa sepertinya dia sangat mengenal gadis ini. Mata dan bibirnya mirip dengan Jessica, dengan hidung yang mancung membuatnya terlihat tampak cantik dan imut. Tapi ada suatu perasaan yang tidak bisa Jonghun ungkapkan saat melihat gadis kecil ini. Seperti dia sangat merindukannya, padahal dia tidak pernah bertemu sebelumnya.

 

“Nuguya?” Tanya gadis kecil itu ketus.

 

Jonghun terkejut melihat kelakuannya. “Mwo? Kau kenapa tidak sopan sekali pada orang dewasa.”

 

“Eomma bilang aku tidak boleh bersikap baik pada orang yang baru saja ku kenal.” Jawab gadis itu polos.

 

“Siapa namamu?” Tanya Jonghun.

 

“Kenapa kau ingin tahu?”

 

“Aigoo~” Jonghun mengacak – acak rambutnya. Kenapa anak kecil ini menyebalkan sekali?

 

“Hm.. baiklah, kenapa kau disini sendirian dan tampak kebingungan?”

 

“Aku tersesat.” Ujar gadis itu

 

“Tersesat?”

 

“Ne aku lupa dimana Eomma dan Appa menungguku.” Ucap gadis itu dengan nada khas anak kecil. Lucu sekali, pikir Jonghun.

 

“Eoo.. mau kubantu mencari eomma dan Appamu?” Tawar Jonghun.

 

“Eomma bilang aku tidak boleh pergi dengan orang yang tidak dikenal.”

 

“Kau tenang saja, aku bukan orang jahat, apa kau mau disini sampai orang jahat menemukanmu dan menculikmu.”

 

“Benarkah ahjussi bukan orang jahat?” Tanya gadis kecil itu.

 

“Ne.. aaaa igo” Jonghun mengeluarkan sesuatu dari tas kecilnya. “Aku baru saja dari Paris. Ini coklat untukmu.”

 

“Coklat?” Ujar gadis itu berseri – seri.

 

“Ne~ ini untukmu.” Jonghun menyerahkan sekotak coklat pada gadis kecil tersebut.

 

“Gomawo.”

 

“Ne Kajja kita mencari Eomma dan Appamu. Kau mau ku gendong?”

 

Gadis kecil itu mengangguk dan tersenyum. Jonghun tiba – tiba merasa senang sekali melihat senyuman gadis itu. Dia segera membawa gadis itu berkeliling taman mencari orang tuanya. Sesekali didalam perjalanan, dia bercanda dengan gadis itu. Kenapa terasa bahagia sekali? Tanya Jonghun dalam hati.

 

“Ahjussi turunkan aku.” Pinta gadis tersebut.

 

“Ne waeyo?” Tanya Jonghun

 

“Itu eomma dan appaku” Ujar gadis itu menunjuk kesuatu arah.

 

Tapi Jonghun tidak dapat melihat dengan jelas karena taman lumayan ramai saat itu. Gadis itu segera berlari kearah ibunya. Setelah dia sampai di tempat Ibunya, Jonghun bisa melihat dengan jelas siapa orang tua dari gadis manis tersebut. Dia sempat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jessica dan suaminya.

 

“Anakku.” Ujar Jonghun tak percaya.

 

When you wake me up,
When you cook for me,
When you sometimes wait for me
secretly and then jump out at me,
When we kiss, when we first met,
All of these do not let me to forget you.
It has to be you,
I can’t live without you.
I try to fight it off, I try you push you away
but I can’t .
Because I love you, because I love you.
Because you have all of my heart.
When I wake up alone (I remember you)
When I eat alone (I miss you)
Sometimes living is too much.
When I want to lean on someone,
When I dream about you (I want to hug you)
When I see someone like you
These moments make me miss you more.
It has to be you,
I can’t live without you.
I try to fight it off, I try you push you away
but I can’t .
Because I love you, because I love you.
Because you have all of my heart.
When we born again,
When we meet you again,
Let’s notice each other sooner.
Let’s never say good bye.
I as your man, and you as my girl,
Let’s live like that forever.
It has to be me,
You can’t live without me.
I know your heart more than anybody
else but I’ll let you go.
Because I love you. Because I have to.
Because you have all of my heart.
I hate to let you go, that’s what my heart says.
But I have to let you go.


Advertisements

8 responses to “Let Go (Oneshoot)

  1. Rame wooy~ rameee~ ==> reader tdk tahu sopan santun XD

    kasian jadi Jonghun.. astaga~ oppa buangan gue…*plaks
    yg sabar ya hunnie :3
    kamu pasti bisa nemuin gadis yg lebih baik dari jessi eomma~ *gayanya

    hohoho…. yg jadi suami mamii jess pasti papii jee :3 :3

    • Jonghun masih punya saya *plakk*
      Bukaannn.. yang jadi suaminya Jessie Wonbin xD

      Gomawo ya udah komen 😀

  2. WHAT THE HELL????
    Kenapa begini doang? *shock*
    Ahhh protes protes protes *bawa masa* ini ff Jonghun sica yang pertama eon baca, kenapa kayak gini???? *jambak rambut , frustasi*#bunuh diri dipohon toge
    Apa2an si ini???? pokoknya harus ada lanjutan dari ini, gak mau tahu, pokoknya maksa#dibom
    Harus tanggung jawab kamu saeng, eon bener2 frustasi sekarang..
    Huaaaaa jonghun, sica T.T
    Menunggu sequel, or apa ke gitu yang penting dilanjut ah #tetep usaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s