Aftermath–Luhan’s side (Songfic)

Author : Lee Hyura

Title : Aftermath (Luhan side)

Genre : Angst, Romance

Rating : PG 13

Length : Oneshoot

Cast :

–          EXO M Luhan

–          SNSD Yoona

–          SNSD Jessica

 

Judulnya dapet dari judul lagu tema ff ini. Lagunya Ze:A yang terbaru yang berjudul Aftermath. Kenapa lagunya Ze:A? ya karena author itu Zeas :3

Ini sequel dari In The Rain karena banyak yang minta sequel. Abis nonton mv Aftermath dan lirik lagunya, dapet cerita ini deh. Lumayan nyambunglah. Anggep aja ini Luhan side dan In The Rain itu Jessica side XD

 

“Hudo, berikan aku segelas vodka lagi,” kata pria yang sudah kehilangan setengah kesadarannya itu.

 

Sang barterner itu meringis. Ia tidak tega membuat pria itu—Luhan—semakin mabuk. Terlebih ia dikelilingi para wanita murahan. Bukan tidak mungkin kalau Luhan akan dirampok oleh wanita-wanita rendahan itu.

 

“Maaf, tidak bisa!” kata barterner itu.

 

Luhan mendelik kesal. “Kenapa—“

 

Kata-katanya terhenti saat hpnya berdering. Dari Xiumin. Dia mendesah pelan dan meletakkannya di atas meja. Dia menyandarkan kepalanya di atas meja. Tangannya terkepal kuat.

 

“Jessica..” gumamnya.

 

I keep consuming alcohol when I can’t even drink well
I keep calling girls who I’m not even interested in
I thought I was doing this because I was lonely

 

“Luhan-ssi, bukankah lebih baik kau pulang sebelum kau benar-benar mabuk?” tanya barterner itu.

 

“Pulang?” Luhan mendengus lirih. “Pulang kemana? Pulang ke orangtuaku? Aku tidak punya orangtua~~~ aku tidak punya orangtua. Mereka bukanlah orangtuaku. Tidak ada orangtua yang lebih mementingkan keegoisan dan bisnis daripada kedamaian hati anak tunggalnya!”

 

Barterner itu mendesah pelan. Ia tahu Luhan bukanlah ripe orang yang suka minum-minum. Dia orang yang baik. Hanya saja karena sesuatu yang terjadi padanya, dia seperti itu. Menghabiskan malam-malamnya di kelab malam itu. Memanggil beberapa wanita nakal yang bahkan untuk melihatnya saja, dia tidak mau. Luhan hanya memerlukan sesuatu untuk membuatnya melupakan masalahnya.

 

“Apa ini soal Jessica?” tanya barterner itu. Tangannya sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.

 

Luhan terkekeh lirih. Ia menjawabnya dengan nyanyian. Suaranya benar-benar terdengar parau. “Oh my raining girl~ oh baby baby~ who is he? A boy who is with you in that raining day..”

 

“Ah, Luhan-ssi!”

 

Luhan menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya diantara suara lagu yang mengumandang dengan keras seakan bersiap memecahkan gendang telinga orang-orang yang berada didalamnya. Orang itu mengusir semua wanita disekitar Luhan. Namun Luhan tidak bisa melihatnya dengan jelas. Luhan kembali terkekeh lirih saat parfum orang itu tercium olehnya. Tanpa sadar, ia mengeluarkan dompetnya dan menatap foto yang ia simpan di sana. Jessica.. parfum orang itu sama dengan parfum yang selalu dipakai Jessica.

 

“Kyungmin-ssi, apa Luhan oppa sudah membayar semuanya?” tanya orang itu.

 

“Sudah, Yoona-ssi. Dia membayarnya diawal. Bahkan lebih,” jawab Kyungmin, sang barterner. “Sepertinya dia tahu kalau dia akan mabuk. Dia mulai meracau tidak jelas dan sembarangan memanggil namaku.”

 

Yoona mendesah, “Terima kasih sudah memberitahuku.”

 

“Yeah. Cukup bawa pulang calon suamimu ke rumahnya dengan selamat.”

 

Yoona mengangguk mantap. Setelah membungkuk pada Kyungmin, Yoona membopong Luhan keluar dengan bantuan seorang penjaga.

 

Even if nothing is wrong for a while, when I smell the perfume you used to wear
Without knowing, I want to take out your photo and look at it

 

>>>

 

“Sampai kapan kau akan seperti ini, Luhan? Kau itu penerus perusahaan keluarga kita! Kau tidak boleh seperti ini!” omel ayahnya.

 

“Papa, Luhan hanya masih ingin bersenang-senang sebelum ia menikah dengan Yoona,” bela ibunya. “Iya, kan, Luhan?”

 

“Tidak! Ini karena aku tidak ingin dijodohkan. Aku tidak mau..” elak Luhan pelan dan dalam.

 

“Lalu apa maumu?!”

 

Kini ayahnya mulai kehilangan kesabaran. Ibunya langsung panik dan berusaha menenangkan suaminya.

 

Luhan melirik ayahnya dengan lirikan mengejek. “Biarkan aku mendapatkan hidupku. Bernyanyi. Menari. Jessica. Tapi kau tidak bisa menerimanya, kan? Lupakan.”

 

“Kau!” ayahnya menekan daerah dibagian jantung. Dadanya kini terasa sesak dan sakit. Melihat itu, seringaian Luhan melebar.

 

“Lihat? Sebentar lagi kau akan bersatu dengan tanah. Kenapa kau tidak mau melihat anakmu senang di akhir hidupmu?” desis Luhan.

 

“Luhan! Jaga mulutmu!” bentak ibunya berteriak.

 

Ibunya segera menarik suaminya keluar dari kamar Luhan. Saat pintu kamarnya tertutup, Luhan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kini ia merasa begitu frustasi. Dia menyesal telah melakukan itu kepada ayahnya sendiri. Tapi hatinya terlalu sakit saat melihat ayahnya. Dendam pada ayahnya itu muncul begitu saja.

 

“Kau bodoh, Luhan! Tidak ada gunanya kau memperjuangkan semuanya sekarang,” gumamnya. Ujung matanya terlihat basah. Ia teringat beberapa sebelumnya saat bertemu dengan Jessica didepan sebuah departemen store. “Semua sudah terlambat. Jessica sudah menemukan orang lain.”

 

“Andai aku bisa memutar waktu, aku tidak akan mengatakan itu di tengah hujan hari itu..”

 

After you left, my love page has stopped
Your empty spot in my heart makes my tears well up
What should I do? How could you not know like this?
All night I talk to myself again, I wish I could turn back time uh

 

Luhan memperhatikan ponselnya. Bukan karena ada pesan atau misscall. Tapi karena sebuah kontak. Ia ingin menghapusnya. Seakan dia berharap ia juga bisa menghapus’nya’ dari hatinya. Tangannya bergetar. Dia tidak bisa melakukannya. Ia malah ingin sekali menelepon nomor itu untuk sekedar mendengar suara pemiliknya, untuk sekedar bertanya keadaan pemiliknya.

 

Luhan terkekeh lirih. Dia mengacak rambutnya frustasi. Bayang-bayang saat Jessica menarik tangan pria asing itu memenuhi otaknya. Sakit.. tentu..

 

“Apa kau merasakan hal yang kurasa saat kau melihatku bersama Yoona? Apa kau juga tidak bisa menghapus kontak nomorku dari handphonemu sepertiku? Apa kau juga sedang berusaha melupakanku?” gumam Luhan.

 

“Apa-apaan aku? Aku benar-benar sudah gila!”

 

Luhan mengerang kesal.

 

“Mungkin.. mungkin jika aku menyibukkan diri sehingga aku tidak punya waktu untuk berpikir tentangnya, aku akan bisa melupakannya,” gumam Luhan nanar.

 

Aren’t you the same as me? Are you, by any chance, like me?
Was she also not able to erase my phone number?
Why am I acting like a fool like this? I told myself to forget but I’m like this again

 

>>>

 

Tok.. tok.. tok.. cklek..

 

Pintu kokoh itu terbuka perlahan. Sosok anggun masuk sambil menenteng sebuah tas plastik. Dia tersenyum lebar saat akhirnya Luhan mengalihkan pandangannya dari laptop ke arahnya. Wanita itu, Yoona merapikan berkas-berkas yang berserakan di atas meja dan meletakan tas plaktik itu di atas meja.

 

“Kau sudah makan, oppa?” tanya Yoona dengan senyuman lebar.

 

Luhan menggeleng sambil menatap menyelidik isi tas plastik itu. “Itu.. apa?”

 

“Oh! Saat perjalanan kesini, aku membeli makanan untukmu. Maaf, aku tidak masak. Daripada kau masuk rumah sakit karena makan masakanku, akan lebih baik jika aku membelinya di restoran,” seru Yoona.

 

Luhan tersenyum tipis, “Terima kasih..”

 

“Oppa, kau harus makan! Ku dengar akhir-akhir ini menyibukkan diri dengan pekerjaanmu. Kata ibumu, kau sampai lupa makan. Itu tidak baik. Kau bisa sakit!” ceramah Yoona sambil mengeluarkan sebuah kemasan dan membukanya. Ia juga membuka kemasan sumpit lalu memberikan keduanya pada Luhan.

 

Luhan menerimanya, “Terima kasih sudah mau merepotkan diri untukku.”

 

“Bukan untukmu.”

 

“Eh?” Luhan mengernyit.

 

“Ini untukku bukan untukmu. Ini agar hatiku berhenti mengkhawatirkanmu. Sepertinya kau benar-benar berusaha keras untuk melupakan wanita masa lalumu sampai gila akan pekerjaan,” ujar Yoona.

 

Luhan mendesah. Dia tidak menjawab apapun. Dia hanya berusaha memakan makanannya dengan lahap. Ia tahu itu pasti membuat Yoona senang.

 

“Apa rasanya benar-benar sesak?” tanya Yoona.

 

Luhan mendongak, “Kau benar-benar ingin tahu?”

 

Yoona mengangguk pelan. “Aku ingin tahu perasaanmu, oppa.”

 

“Sangat sakit. Di sini.” Luhan menekan dadanya. “Terasa sakit dan kosong disaat yang bersamaan. Jadi ku mohon jangan membahasnya lagi.”

 

I busily lose myself in work, meet up with friends so I have no time to think of you
I thought I was doing well without a chance to feel your empty spot
But what has happened? I think the words, “time heals all” is a lie
Why does it feel like only I am hurting all the time?

 

Luhan menggigit sumpitnya saat sadar Yoona sedang menatapnya nanar. Luhan menarik nafasnya dalam. Ini mulai terasa berat.

 

“Ada apa, Yoona?” tanyanya pelan.

 

“Oppa.. apa aku tidak punya kesempatan untuk memasuki hatimu? Aku berjanji akan berusaha keras untuk membantumu melupakannya dan berbalik mencintaiku,” lirih Yoona.

 

“Yoona..”

 

Luhan tidak tahu harus berkata apa. He was speechless. Dia cuma bisa menatap Yoona yang menatapnya penuh harap. Tak lama dia mengangguk. Yoon terbelalak melihatnya. Dia bangkit lalu memeluk Luhan erat.

 

“Oppa, aku akan berusaha keras. Saranghae..”

 

Luhan terbelalak.

 

“Bohong! Aku bohong! Aku tidak baik-baik saja. Aku membutuhkanmu, Luhan..” isak Jessica. Luhan mengeratkan pelukannya.

 

“Lupakan aku, Jessica. Aku tidak bisa bersamamu. Ayahku tidak akan membiarkan aku dekat dengan keluargamu. Keluarga kita akan selalu menjadi musuh. Tidak akan bisa bersatu. Lagipula aku sudah dijodohkan dengan orang lain,” bisik Luhan.

 

Jessica mendorong tubuh Luhan perlahan. Kakinya gagal menopang tubuhnya. Ia terjatuh sambil menangis. Memang tidak akan mungkin mereka bersatu. Sampai kapanpun. Tubuhnya bergetar hebat. Tapi Luhan tidak berani mengambil aksi. Dia hanya diam. Hatinya pun sakit.

 

“Maaf, Jessica..” gumam Luhan ditengah hujan yang lebat.

 

“Ini soal keluarga kita? Aku akan berusaha keras untuk kita. Luhan.. saranghae..”

 

Luhan mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia benar-benar tidak kuat untuk melihat Jessica memohon padanya. Dia berbalik badan dan pergi meninggalkan Jessica.

 

Mata Luhan memanas. Dia benar-benar merasa menyesal. Tapi kali ini, ia berusaha membuka lembaran hidup baru dengan Yoona. Resmi sejak tangannya bergerak untuk membalas pelukan Yoona.

 

I wish I could turn back time, I wish I could turn back time.
If only I could turn back time, I wouldn’t lose you
On that rainy night, if I had held onto you

=== Aftermath ===

 

EOTTEO?? Bagaimana ceritanya? Bagusan yang sebelum ya? Maaf. Soalnya castnya sama-sama bukan bias saya. Apalagi saya itu beneran ga ada feel sama Yoona -_-v di SNSD saya cuma ngefeel sama Jessica Jung Sooyeon. Jadi mohon dimaklumi.


Advertisements

21 responses to “Aftermath–Luhan’s side (Songfic)

  1. jadi suka couple Luhan Yoona gara gara fanficnya~ hehe..
    kereeen b^^d
    malah feel-nya dapet banget, apalagi waktu bagiannya Yoona

    keep writing~ ^^

    • wah cepet banget XD baru dipublish udah dateng aja~ keren!
      heh kok bisa? :O berarti yoona siap jadi menantunya krissica /apaini
      eh masa? kirain pas yoona malah ga ada feel. wk XD

  2. sedih ah. salahin yang nulis *dilempar bata* dan pas bagian baca luhan minum-minum…err… aku gabisa bayangin mukanya hahahaha. tapi ceritanya baguuuus. ga kebayang itu luhan se-frustrasi apa -__-
    buat lagi yaaaak hehe. fighting! ^-^

    • kok aku yg disalahin? /mundung bareng chen /diseret siwan
      buahaha salahkan lirik ya. saya cuma ngikutin liriknya XDD /ditimpuk
      sama. kayaknya tuh muka luhan ga cocok untuk frustasi :3

  3. Wajah luhan sama karakternya disini berbnding terbalik ya. .
    Tp jalan cerita ny dpt bgt.
    Kshan bgt sica eon wktu luhan bilang pisah. .
    #tarik sica eon ke kris oppa. .
    #seret krissica ke KUA.
    *bow

  4. Hmmm,
    Wajah luhan sama karakternya disini berbnding terbalik ya. .
    Tp jalan cerita ny dpt bgt.
    Kshan bgt sica eon wktu luhan bilang pisah. .
    #tarik sica eon ke kris oppa. .
    #seret krissica ke KUA.
    *bow

  5. fara, aku kmbali, wkwkwkw
    fara, apakah ni smbungan dri ff in the rain ya far??

    feel dri ff fara sllu dpat ya dlam se x bca.. XD
    daebak deh ni ff :3

    tpi, ni ffnya krg pnjang ya far.. ^^”

  6. Ini lumayan bagus ….
    Hehehe
    Kenapa aku bilang lumayan ? Soalnya aku juga ga suka sama cast nya. Kekeke. Jangan marah ya…

    Waah, aku bisa bayangin wajah LuHan yang lagii frustasi ..
    Huhuhuhu kasihan ..

    Oppa! Kau tau? Sica Onnie juga ga Nisa lupain dirimu..

    Emm …
    Buat yang Krissica dong ..
    Hehehe
    Ditunggu ff yang lain yya

    • ga suka yoona gitu maksudnya? atau gimana?._.
      aku ga marah kok. karna emang aku ga ngebias siapapun di ff ini kecuali jessica XD apalagi yoona. aku ga ngefeel sama dia ._.
      sip gampang. ada kok ff krissica di gudang(?) siap dirilis pas tanggal 9-10 ^^

  7. FF nya bagus (y) .
    Luhan kasihan…
    Jessica unnie lupakan luhan dan berbahagialah dengan Kris *lebay .
    Kapan FF Krissica nya thor ? ditunggu ya^^

  8. Annyaeong eonnie!^^
    Wah EXOShidae.. Nggak tau kenapa akhir akhir ini lagi suka ama EXOShidae.. Wkwkwk.-.
    Sica eonnie ama Luhan oppa nggak bisa kesatu.. Udah, Sica eonnie ama Kris oppa aja.. Luhan oppa ama Yoong eonnie.. *muncul deer couple shippernya.. .-.*
    Aku suka apalagi pas Yoona eonnie mau ngalihin Luhan oppa ke dia.. Hwaiting Yoong eonnie.. *loh.-. Lanjut post KriSica ama LuYoon ya eonnie.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s