I Choose To Love You (Chapter 6)

Author : Lee Hyura

Title : I Choose To Love You

Genre : Romance, Angst, Comedy

Rating : PG 13

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SNSD Sooyoung

–          JYJ Jaejoong

–          JYJ Junsu

–          2NE1 Sandara

 

=== I Choose To Love You ===

 

“Esseo wesseo,” sambut Jessica gugup saat melihat Jaejoong sudah pulang.

 

Jaejoong membalasnya dengan bungkukkan ragu dan tersenyum paksa. Setidaknya, Jaejoong mau membalasnya pun Jessica sudah senang.

 

“Sudah makan?” tany Jessica.

 

Jaejoong mengangguk, “Sudah bersama Sandara noona.”

 

“Oh ya,” gumam Jessica.

 

Jaejoong dan Jessica benar-benar bingung harus berbuat seperti apa. Entah mengapa kesunyian seperti itu malah lebih nyaman dibandingkan suasana ramai yang diperbuat oleh Jessica seperti biasanya. Jaejoong menutup matanya. Diperjalanan pulang tadi, Jaejoong sudah membuat keputusan.

 

“Jessica..” panggilnya.

 

“Ya?”

 

“Apa tidak sebaiknya kau kembali ke rumahmu?”

 

Jessica menoleh cepat –shock. “M-mwo?”

 

“Aku tahu siapa kau sebenarnya. Lebih baik kau pulang sebelum kau menimbulkan masalah yang besar. Soal perjodohan, jika kau tidak mau, aku akan membatalkannya,” ujar Jaejoong.

 

Jessica menggigit bibirnya sambil mengerutkan keningnya. Dia menatap Jaejoong tidak percaya. Dadanya terasa sesak. Dia mengerti sekarang. Dia menarik nafas dalam. “Jadi kau—“

 

“Ne, majayo. Akulah orang yang dijodohkan denganmu,” potong Jaejoong.

 

Jessica menarik nafas dalam-dalam. “Sejak kapan? Apa.. saat kita bertemu dengan Junsu oppa, kau sudah tahu semua ini?”

 

“Tidak. Pertemuan kita dengan dia lah yang membuatku curiga. Aku tahu kau pasti ada sesuatu dengan Kim Junsu. Itu sebabnya aku mencari tahu hubungan kalian. Dan akhirnya aku tahu semua ini,” jelas Jaejoong.

 

Jessica bangkit. Tangannya terkepal kuat. “Tidak usah khawatir, tuan Kim Jaejoong. Aku akan meninggalkan apartemenmu sesegera mungkin.”

 

“Kau tidak berniat untuk pergi malam ini, kan?”

 

“Mungkin.”

 

Jaejoong terbelalak, “Jessica-ssi! Ini sudah malam! Berbahaya bagimu! Besok pagi. Besok pagi aku akan mengantarkanmu pulang. Sudah tidak ada alasanmu untuk kabur lagi, kan?”

 

Jessica melirik Jaejoong dan tersenyum tipis, “Ku kira kau benar.”

 

Next day.

 

Pagi itu tenang. Sangat tenang. Terlalu tenang! Benar-benar terasa asing. Melihat itu, perasaan Jaejoong menjadi tidak enak. Dia segera berlari ke kamar Jessica dan mengetuknya pelan. Tidak ada jawaban walaupun Jaejoong sudah mengetuknya dari tadi. Jaejoong memutar kenop pintu yang ternyata tidak dikunci. Rapi. Bersih. Tidak ada barang Jessica. Dia sudah pergi.

 

Where the hell is she going?” gumamnya geram.

 

>>>

 

Sooyoung menguap sambil menghampiri Jessica yang di ruang tamunya. Salah satu pekerjanya sudah menyiapkan minuman di atas meja untuk mereka berdua. Sooyoung sedikit terkejut saat melihat jam dindingnya. Baru jam 5 pagi? Untuk apa Jessica mendatanginya di pagi hari begini? Terlalu pagi.

 

“Jess—“ Sooyoung tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat ia menyadari Jessica membawa kopernya. “Jangan bilang kau—“

 

“Aku mengundurkan diri. Dan aku akan kembali ke istanaku lagi. Menjadi putri Rapunzel yang terperangkap di dalam istana dan tak dibiarkan keluar,” kata Jessica sinis.

 

Sooyoung mengerti maksud Jessica. Jessica memang tidak dibiarkan keluar rumah untuk apapun alasannya. Dia dipaksa belajar tentang bisnis sepanjang hari dan tidak dibolehkan berteman dengan sembarang orang. Sooyoung hanya sederet orang beruntung yang entah bagaimana bisa berteman dengan Jessica dari kecil.

 

“Aku akan mengantarkanmu. Beri aku waktu untuk merapikan diri. Jangan kemana-mana! Kau mengerti?” histeris Sooyoung.

 

Jessica tersenyum lirih, “Ya, aku mengerti.”

 

>>>

 

“Nona Jessica~!” seru hampir semua pekerja di rumah mewah itu saat melihat majikannya yang hilang itu memasuki rumah bersama Sooyoung.

 

Semua pekerja langsung bersiap dengan posisi mereka untuk menyambut Jessica kembali. Salah satunya mengambil barang-barang yang dibawa oleh Jessica. Benar-benar riuh. Sepertinya itu membuat sang putra sulung terbangun dari istirahatnya. Kim Junsu keluar dari kamarnya di lantai atas dan menatap Jessica dengan senyuman lega terukir di wajahnya. Jessica membalasnya dengan senyuman kecil.

 

>>>

 

“Kemana appa?” tanya Jessica.

 

Junsu menyesap tehnya, “Di China. Ada artis baru kita yang ditawari oleh sebuah studio rekaman.”

 

“Oh..” bisik Jessica kecewa.

 

“Bukan berarti dia tidak peduli. Kau tahu, kan? Dia adalah sosok ayah yang protektif dan pekerja yang professional. Mengertilah.”

 

“Aku mengerti.”

 

Junsu tersenyum tipis, “Kenapa kau mau kembali kesini? Atau kau sudah tahu kalau perjodohanmu dibatalkan?”

 

“Ne, aku sudah tahu. Calon suamiku sendiri yang mengatakannya padaku.”

 

Junsu terbelalak, “Tunggu, kau mengenal Jaejoong? Tapi kau belum pernah dikenalkan dengannya..”

 

“Aku tahu dan kenal dia. Anggap saja selama aku pergi, aku berpetualang ke dunia antah berantah dan bertemu dengannya. Lalu dikutuk menjadi budaknya. Mengerti?”

 

“Eh? Apa maksudnya? Kau menjadi budaknya? Apa maksudnya? Aku tidak mengerti!” pekik Junsu frustasi. “Ayo jelaskan! Apa maksudnya?!”

 

Sedangkan Jessica hanya mengulum senyum jahil. Wajah panik yang lucu milik Kim Junsu memang sangat dirindukan olehnya.

 

“Oke.. oke.. terserahmu mau bercerita padaku atau tidak. Yang pasti, selamat untukmu. Keinginanmu terkabulkan,” desis Junsu merajuk. Jessica terkekeh.

 

“Dan mungkin. Perusahaan Jaejoong akan diberikan padamu. Bersiaplah, Jessica Jung!” lanjut Junsu.

 

Jessica terbelalak kaget, “Mwoya?”

 

“Kau belum tahu? Jika perjodohan ini dibatalkan, maka perusahaan Jaejoong akan pindah tangan menjadi milik keluarga kita. Apa Jaejoong tidak memberitahumu tentang ini?” bingung Junsu. “Tapi sudahlah, lupakan saja. Aku tidak menyangka seorang Kim Jaejoong akan sebodoh ini. Jika aku menjadinya, aku akan berusaha bagaimanapun caranya agar perjodohan ini tetap berlanjut.”

 

Jessica mengepalkan tangannya. Dadanya sesak. Dia tidak menyangka Jaejoong telah mengorbankan perusahaannya sendiri. Padahal menurut Sandara, Jaejoong membangunnya dari nol.

 

“Ada apa?” tanya Junsu sambil melambaikan tangannya di depan wajah Jessica.

 

Jessica tersenyum tipis, “Eobseoyo..”

 

“Baiklah. Aku harus pergi sekarang. Maafkan aku,” pamit Junsu.

 

“Pergi?”

 

“Rapat dengan Kim Jaejoong.” Junsu menyeringai jahil. “Mau ikut?”

 

“Jangan buat aku harus menumpahkan minumanku ke wajahmu, oppa..”

 

>>>

 

Entah sudah keberapa kalinya Jaejoong menelepon nomor itu. Tapi tetap juga tidak tersambung. Dia benar-benar cemas sekarang. Bahkan pekerjaannya yang sudah menunggunya di meja sama sekali tidak membuatnya melupakan kecemasannya.

 

“Jessica.. dimana kau? Angkat teleponnya!” gerutu Jaejoong kesal.

 

“Ada apa lagi, Jae?” tanya Sandara bingung.

 

Jaejoong menghela nafas panjang. “Jessica menghilang.”

 

“Mungkin dia sudah kembali ke rumahnya?”

 

Jaejoong mengetuk-ngetuk meja dengan jari-jarinya sambil menggigit bibir yang menandakan dia sedang berpikir keras.

 

“Mungkin?” gumamnya.

 

Sandara terkekeh. Jaejoong langsung menatapnya tajam.

 

“Ada yang lucu?” desis Jaejoong.

 

“Kau! Sudah lama aku tidak melihatmu secemas itu,” cibir Sandara.

 

Jaejoong menggertakkan giginya, “Hei, noona!”

 

“Sungguh, Jaejoong-ah! Ada apa denganmu, eh? Kau tidak pernah secemas ini soal wanita,” cibir Sandara. “Ya kecuali aku.”

 

Jaejoong mengetukkan jarinya di meja dengan tidak sabar. Ia sibuk berpikir. Dia juga tidak mengerti kenapa dia begitu peduli pada Jessica. Siapa Jessica? Mantan calon istrinya. Juga pembantu pertamanya. Hanya itu..

 

“Jaejoong-ah..”

 

Jaejoong melirik Sandara tajam, “Apa lagi?”

 

Sandara merengut, “Baiklah aku akan meninggalkanmu sendiri. Rapat dengan tuan Kim Junsu akan ku batalkan.”

 

Jaejoong terbelalak. Ia baru ingat ada rapat terakhir dengan Junsu. Tapi bahan rapat belum selesai. Dia segera berlari menghampiri Sandara dan merangkulnya. Dia tahu Sandara sudah menyelesaikannya tapi tidak akan memberikannya padanya karena kesal.

 

Jaejoong tersenyum tipis, “Noona—“

 

“Yea, yea.. aku mengerti. Akan ku antar ke mejamu. Lepaskan tanganmu sekarang!” kata Sandara cepat. “Kalau kau bukan sahabatku, pasti kau sudah ku tendang!”

 

Jaejoong terkekeh.

 

>>>

 

“Annyeonghaseyo, Junsu-ssi,” sapa Jaejoong.

 

“Annyeonghaseyo, Jaejoong-ssi,” balas Junsu sambil menjabat tangan Jaejoong.

 

Jaejoong mempersilahkan Junsu untuk duduk di kursi lalu barulah ia duduk di kursinya. Seorang office boy datang memberikan minuman lalu pergi. Kini rapat itu hanya diadakan di ruangan Jaejoong tanpa para sekertaris mereka. Hanya mereka berdua. Junsu lah yang memintanya. Jaejoong mengerti. Itu pasti tentang Jessica.

 

“Jadi.. Jessica sudah pulang?” tanya Jaejoong akhirnya.

 

Junsu mengangguk pelan, “Begitulah..”

 

Jaejoong menghela nafas lega dan terkekeh. “Syukurlah..”

 

“Jaejoong-ssi.. kenapa kau terlihat sangat lega?” tanya Junsu bingung. “Perusahaanmu sedang terancam, kan?”

 

Jaejoong mengerjap. Dia berdeham lalu mencoba membuka mulut untuk menjawabnya. Tapi dia gagal mencari kata yang tepat. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia.. hanya merasa begitu lega saat mendengar Jessica sudah pulang dengan selamat. Setidaknya kini, hal yang membuatnya tidak konsentrasi dari pagi sudah musnah.

 

Junsu mengernyit, “Jaejoong-ssi?”

 

“Oh!” Jaejoong meringis. “Aku hanya lega ini semua selesai. Soal perusahaan ini, itu tidak penting. Aku tetap bisa bekerja di perusahaan orangtuaku. Bukankah harusnya memang begitu? Karena aku anak laki-laki satu-satunya di keluargaku.”

 

“Tapi, bukannya—“

 

“Tidak apa, Junsu-ssi. Yang penting, Jessica sudah pulang ke rumah. Itu lebih baik daripada dia diluar dan menjadi pembantu orang lain, kan?”

 

“Pembantu?” Junsu mengerutkan keningnya bingung. Tiba-tiba ia teringat kata-kata Jessica tadi. Dia menatap Jaejoong curiga.

 

“Apa sebelumnya kalian pernah bertemu? Apa Jessica menjadi pembantu sebelumnya?” tanya Junsu.

 

Jaejoong menarik nafas dalam. Ia menggigit bibirnya ragu. Dia tidak tahu harus menceritakan kisahnya dengan Jessica atau tidak. Akhirnya Jaejoong bersendagu di mejanya. Matanya masih belum berani menatap Junsu.

 

“Kami.. pernah bertemu sebelumnya.” Jaejoong berhenti sejenak. “Tidak sekedar bertemu. Kami juga tidak bersama di apartemenku.”

 

Junsu tercengang mendengarnya. Adik kesayangannya.. tinggal bersama seorang Kim Jaejoong yang bergelar playboy? Pikiran buruk mulai menghantuinya. Bahkan Junsu mulai merasa takut dengan pikirannya sendiri.

 

“Jangan berpikir yang bukan-bukan! Kami hanya tinggal bersama. Dia menjadi pembantuku. Dan aku tidak akan menyentuh pembantuku sendiri. Jadi berhenti menatapku seperti kau ingin mengulitiku seperti itu, Junsu-ssi,” lanjut Jaejoong frustasi.

 

“Kau bersungguh-sungguh?” tanya Junsu ragu.

 

“Tentu saja tidak. Aku tidak pernah melakukan hal yang buruk padanya. Berhenti berpikiran seperti itu!” tegas Jaejoong.

 

Junsu menghela nafas lega. Dia menyandarkan punggungnya sambil menarik nafas dalam. Dadanya masih terasa sesak karena ia nyaris tidak bernafas saat memikirkan apa saja yang terjadi diantara Jaejoong dan Jessica.

 

“Jadi bagaimana?” tanya Junsu yang masih sibuk mengatur nafasnya.

 

“Tentang?”

 

“Perusahaanmu.”

 

“Bukankah sudah ku katakan tadi?”

 

Junsu mendengus pelan sambil memperbaiki kursinya. “Kau mengetahui ini tapi tetap memilih untuk membatalkan perjodohan? Maksudku, kau bisa memaksa Jessica untuk menyetujui perjodohan ini. Aku tahu seberapa berartinya perusahaan ini bagimu.”

 

Jaejoong terkekeh lirih, “Tidak apa. Sudah ku katakan. Akan lebih baik jika seperti ini. Jadi aku bisa fokus pada perusahaan keluargaku. Lagipula aku kasihan pada Jessica. Dia orang yang polos. Tapi malah dijodohkan dengan orang sebejatku. Aku tahu kalau kau sudah tahu akan perilakuku selama ini. Pasti kau tidak akan rela adikmu menikah dengan orang sepertiku.”

 

“Oh kau benar!” seru Junsu. Sedetik kemudian, dia meringis karena menyesal. “Jwoisonghamnida. Aku tidak bermak—“

 

“Tidak apa. Itu memang benar. Jika aku adalah kakaknya Jessica, aku juga akan merasa seperti itu.”

 

Junsu mengulum bibirnya. Dia bingung harus berbicara apa. Sebenarnya dia mulai mengerti bagaimana Jaejoong karena perbincangan ini. Dia merasa sedikit percaya pada Jaejoong. Tiba-tiba mereka mendengar suara gaduh dari luar ruangan Jaejoong.

 

“Tidak, Jessica! Kau tidak boleh masuk!” terdengar suara berteriak.

 

“Eonni~ ku mohon.. ada sesuatu hal yang penting!” kini terdengar suara Jessica.

 

“Tidak, Jessic—astaga!”

 

Pintu sudah berhasil terbuka dan Jessica masuk ke dalam. Sandara berdecak, speechless. Dia benar-benar tidak bisa berkata apapun. Dia hanya menatap Jaejoong lirih dan memohon. Jaejoong mendesah. Sedangkan Junsu menepuk keningnya.

 

“Kau, Kim Jaejoong!” geram Jessica.

 

Jessica menghampiri meja Jaejoong dan menggebraknya pelan. Dia tersenyum sekilas pada Junsu lalu menatap Jaejoong tajam.

 

“Omona, sejak kapan adikku menjadi beringas seperti ini?” gerutu Junsu pelan.

 

Jessica langsung menoleh, “Mwo?”

 

“A-ani..” ringis Junsu.

 

“Kau! Kim Jaejoong! Kenapa kau selalu bertindak semena-mena? Kau pernah seenaknya mengatakan aku adalah pacarmu. Lalu kau memaksamu untuk menemanimu ke mall. Dan sekarang kau membatalkan perjodohan ini seenaknya? Apa maumu?!” kesal Jessica.

 

Jaejoong mengusap wajahnya. Bibirnya bergetar karena menahan tawa. Sedangkan Junsu sudah menutup wajahnya karena malu.

 

“Jessica-ssi.. bukankah ini maumu? Ini kan alasanmu kabur? Sekarang kau mendapatkannya. Harusnya kau berterima kasih padaku,” ujar Jaejoong.

 

Jessica merengut. Perlahan air matanya mengalir. “Baboneun Jaejoong.. baboneun Jaejoong.. aku tidak akan bisa melanjutkan hidup dengan rasa bersalah karena sudah membuatmu melepaskan perusahaanmu. Harusnya kau memilih untuk mempertahankan perusahaanmu..”

 

Jaejoong menghela nafas kasar. “Tidak. Aku sudah memilih. Jangan memaksaku untuk merubah pilihanku. Silahkan keluar. Kau mengganggu rapat kami.”

 

Jessica berdecak dan menghapus air matanya kasar. Dia menendang kaki Jaejoong lalu keluar dari ruangan Jaejoong. Jaejoong hanya meringis pelan. Sedangkan Junsu menghela nafas berat.

 

“Jwoisonghamnida..” gumam Junsu.

 

Jaejoong terkekeh paksa, “Aniya.. ini bukan salahmu. Ini adalah akibat dari pilihanku.”

 

=== I Choose To Love You ===

 

SIP! Tinggal 1 chapter lagi.

Gimana chapter ini? Membosankan? Hehe maaf ._.v

Dan maaf karena kelamaan. Saya kehilangan ceritanya. Makanya lama. hehe

Advertisements

38 responses to “I Choose To Love You (Chapter 6)

  1. Onnie.. aku jadi geregetan sama Jaejoong oppa. Bener-bener tegang aku baca chapter ini.

    Tinggal 1 chapter lagi? Wahh! Asyik! Bagus bagus. Jangan lama-lama ngepostnya ya? Dan FF mistake katanya mau di post tanggal 10?

  2. yeeeee,,,, tinggal 1 chapter lagi kah???
    jess,, udah mulai suka jae ia xD,, ayo ngaku *colek jae (?)
    sampai nangis sgala :3
    jae juga udah mulai rada” cinta iakan xD
    *readerlebey -_-
    suka banget di part junsu panik itu jadi bayangin sendiri bacanya pasti imut ><
    sica nendang kaki jae juga suka,,, hahahaha
    langsung terbayang di pikiran :3

  3. Nemu ini blog, kmen di my fav couple gbisa, huhuhu T^T
    paling atas yg di post ini, maen bc ajah, ga mudng critanya, hahaha xD

  4. Duh gila bgt Sica eon marah2.a,,

    sumpah ini bnar gokil apalagi saat Sica eon marah2 karna perjodohan.a dibatalkan dan Jaejoong oppa terpaksa menahan tawa.a,,

    q tunggu next chapter.x yea… Buat JaeSica brsatu yea…

    _JaeSica 4ever_

  5. knp Jaejong memutuskan perjodohannya padahal dy dah suka ama jessica…
    1 Part lagi, ntr lagi end….berharap happy ending yaa

  6. Hwaaa.. lama banget aku nunggu part 6 ini. aku tunggu2 di ffindo tp g nongol2. eh ketemu blog ini deh.. hahaa
    Haduuh Jaejoong tarik ulur mulu nih. Kan kasian Jessica
    Hhhmmm.. lanjutannya jangan lama2 ya thor. Ditnggu next part ^^d

    • aduh maaf banget ya lama >_<
      iya tadinya mau dipost di ffindo. juga ga tepat terus. di ffindo kan cuma dibolehin 1 ff perhari. nah aku lupa terus dan malah posting ff lain. mian ._.v
      lol jaejoong kira jessica itu layangan kali(?) /plak

  7. aku setuju banget sama sica eonnie yang nendang jaepa,dodol jaega ngelepas sica dan perusahaannya.tinggal satu chapter lagi mudah-mudahan ga terlalu lama ya.hehehe v
    semangat chingu

  8. bagus eonn , kenapa harus tbc masih penbasaran
    engga kok, ff eonni ga pernah ngebosenin
    lanjutkan eonn …

  9. Wah,
    udah rame aja ni g buka ni wp bebrapa hri doank,
    #dance gaje bareng sica,
    jaeppa plin plan bgt sih,
    sica eon juga ngamuknya lucu bgt.
    Hmmm. .
    Feelnya gado” deh,
    tp dpt bgt.
    Daebak

  10. Akhirnyaaaa FF ini keluar juga *bow author* oh jadi karna itu si jaejong tau kalo jessica yang jadi ‘calon’ tunangannya ._. lanjutkan author! aku nggak sabar nunggu chapter end-nya wkwk. Fighting^^

  11. Yaaaaahhhhhhh saya ketinggalan (╥﹏╥)
    Gegara ujiannn jarang muncul diblog orang

    Kangen FF ini

    Dannnn kenapa Jess muncul tiba2 yg org gila dikantor jae?
    Hadehh (ʃ⌣́,⌣́ƪ) malu2in (?) Ajaaaaa
    Hihi

    Santai aja mas bro sandara!!

  12. aigooo~ baru kali ini nemu ff JaeSica lagi X’D *terharu (?)
    masih belum dilanjut yah? .____.
    padahal keren tuh T3T
    bahasanya bagus, alur ceritanya juga bagus X3 #dalem hati ngiri (?) *plak XDD
    errr, ngomong2 mian baru komen dichap yg ini~ #pasang muka polos *plak XD
    dilanjut yoo~
    and keep writing author-sshi~ ^o^d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s