천사 Team Chapter 5 — BJ-Sanf (Part 1)

 

Author : Lee Hyura

Title : 천사 Team  (Cheonsa Team)

Sub Title : BJ-Sanf

Genre : Friendship, Action

Rating : PG 13

Main Cast :

  • SJ Yesung
  • SJ Kyuhyun
  • F(x) Victoria
  • SNSD Jessica

Other cast :

  • 2PM Wooyoung
  • Jung Ilwoo

 

=== 천사 Team ===

 

Victoria membuka pintu ruangan dan berlari ke tempat duduknya tanpa melihat keadaan ruangan itu. Dia mengeluarkan suatu barang dari tas kertas yang ia bawa lalu membuka lokernya untuk mengambil sesuatu. Tiba-tiba terdengar dehaman. Victoria terlonjak kaget karenanya. Dia melirik ke arah dehaman itu. Seorang pria duduk di entah meja siapa. Victoria berani bersumpah meja itu belum ada saat timnya meninggalkan ruangan kemarin.

 

“Wooyoung??!” histeris Victoria.

 

===BJ-Sanf===

 

“Kau kesini karena tahu beberapa orang dari kelompokmu berhasil mempermainkan kita?” tebak Kyuhyun sinis. Dia masih sakit hati karena keamanannya berhasil dibobol oleh kelompok itu.

 

“Dan kau lah satu-satunya yang berhasil dipermainkan oleh mereka. Iya, kan?” sahut Wooyoung mendesis.

 

Kyuhyun terbelalak, “Yah! Jawab saja pertanyaanku!”

 

“Aku kesini untuk menjadi tenaga tambahan untuk tim khusus ini,” jawab Wooyoung sambil menatap satu persatu wajah para anggota tim.

 

Yesung memasang wajah datar karena dialah yang membawa Wooyoung ke dalam tim itu. Victoria memasang wajah bingung. Ekspresi Kyuhyun terlihat tidak rela. Dan anggota termuda, Jessica tidak menampakkan ekspresi tertarik dalam urusan Wooyoung. Dia sudah tahu dari dulu bahwa ini akan terjadi. Lagipula ini adalah isi perjanjian antara Tiffany dan Wooyoung yang menyebabkan Tiffany harus bersikap seperti di sisi Wooyoung.

 

“Kau tahu siapa anggota lain kelompok itu selainmu?” tanya Yesung.

 

“Tidak. Orang-orang yang ku tahu sudah terbunuh saat pertemuan pertama kita,” jawab Wooyoung lagi, meringis pelan karena mengingat peristiwa penyebab kematian Tiffany.

 

“Aku berpikir keras selama di penjara. Terus mencoba mengingat nama-nama rekanku dan para bosku lainnya. Tapi aku tidak ingat. Saat aku mendengar seorang teman penjaraku heboh soal salah satu penjara di Gwangju diperiksa secara mendadak soal narkoba oleh polisi nasional, aku tiba-tiba ingat sesuatu,” kata Wooyoung.

 

“Dan yang kau ingat adalah..?” Yesung menggantungkan nada bicaranya, meminta Wooyoung untuk langsung ke inti.

 

Wooyoung menyeringai, “Hei, bos.. tidak asik kalau tanpa misteri. Main tebak-tebak mungkin menyenangkan.”

 

Yesung mendesis sinis. Dia mengebrak mejanya lumayan kencang.

 

“Ayolah, Wooyoung. Bos kami benci basa-basi,” seru Victoria cepat sebelum Yesung bertindak lebih lanjut.

 

“Menarik.” Kata itu terucap dengan nada santai seakan menantang Yesung.

 

“Seseorang dari kelompok itu akan membeli narkoba dalam jumlah yang besar, kan?” tebak Yesung sambil memutar matanya.

 

“Aish! Kenapa kau tahu? Membosankan!” gerutu Wooyoung yang dibalas tawaan sinis dari Jessica.

 

“Jadi tipe apa yang akan dia beli?” tanya Victoria.

 

“Narkoba ini baru saja ditemukan. Terbuat dari bunga langka. Efek sampingnya 4 kali lebih hebat dari heroin. Berita ini sudah tersebar dari setahun yang lalu. Banyak pengusaha yang tertarik dan sudah mengkonfirmasi bahwa mereka akan mengikuti pelelangan itu termasuk kelompokku. Dan aku diperintahkan untuk mengikuti acara pelelangan itu sebagai utusan kelompokku,” jelas Wooyoung.

 

“Menarik.” Kali ini kata itu keluar dari mulut Jessica yang belum juga memberikan ekspresi apapun.

 

“Kapan pelelangan itu?” tanya Kyuhyun.

 

“Besok malam.”

 

W~HAT??” pekik Kyuhyun dan Victoria bersamaan.

 

“Wah, akhirnya setelah hampir 3 minggu jobless,” gumam Jessica, kini dengan seulas senyuman.

 

“Ya!” Victoria menoyor kepala Jessica. “Kenapa bersemangat kalau ada kasus?”

 

“Lebih baik daripada tidak melakukan apapun dan akhirnya diganggu oleh sang Direktur Kim,” desis Jessica.

 

“Waw,” decak Kyuhyun sarkartis. Dia teringat saat pertama kali ia bertemu Jessica karena sebuah kasus. Jawabannya benar-benar keterbalikan. 1 tahun ini benar-benar memberikan banyak perubahan bagi Jessica.

 

“Kali ini lebih menarik lagi,” seru Wooyoung yang kini menyandarkan tubuhnya.

 

“Hm?” terdengar nada bingung dari beberapa orang.

 

Glonve Bance,” gumam Wooyoung.

 

“Kapal mewah yang sering dijadikan tempat untuk pesta judi,” jelas Victoria.

 

Wooyoung menatap Victoria kagum. “Kau tahu?”

 

Victoria mengedipkan matanya, “Sebagai Queen of Poker yang baik, aku dilarang untuk melupakan tempat terbaik untuk berjudi.”

 

“Aku dapat strategi bagus,” kata Yesung. “Membutuhkan sang ratu drama, Victoria dan raja hacker, Kyuhyun.”

 

“Kenapa panggilanku tidak pernah berubah?” gerutu Victoria pelan.

 

“Kalau bukan kau yang datang, siapa yang menggantikanmu?” tanya Kyuhyun.

 

Wooyoung berpikir sejenak lalu menatap sekitar. “Aku tidak yakin. Seingatku seorang wanita berkode 1-Zins.”

 

“Apa kewarganegaraan orang itu?” tanya Jessica.

 

Wooyoung menggertakkan giginya. “Ingatanku tidak sehebat itu! Aku tidak mengenali semua orang-orang itu!”

 

“Kau tahu soal itu, Wooyoung,” sergah Jessica tajam. “Katakan saja keahlian membaca wajah milik Yesung turun padaku.”

 

Wooyoung menghela nafas. Ia malah merasa seperti diinterogasi daripada diminta bantuan. “Korea-Jerman. Setahuku.”

 

“Cho Hana?”

 

Semua menatap Jessica bingung. Jessica hanya membalasnya dengan kerjapan mata.

 

“Maksudku, mungkin nama Cho Hana,” jelas Jessica.

 

“Tahu darimana?” bingung Kyuhyun.

 

Jessica menyeringai lirih, “Tahu dari seseorang yang pintar bermain kata. Stephanie Hwang. Tiffany.”

 

“Apapun itu, yang pasti nama itu adalah sebuah omong kosong,” sahut Yesung.

 

“Maksudmu?” bingung Victoria.

 

“Cho Hana.. 1-1? Iya, kan?” seru Kyuhyun yang diangguki oleh Jessica, Wooyoung dan Yesung.

 

Next day, at night.

 

“Apa tidak ada strategi yang lebih bagus lagi?” sungut Kyuhyun.

 

“Gwencana, Kyuhyun-ah~ kau terlihat manis dengan penyamaran itu,” seru Victoria –menyibir. Victoria sengaja memberikan Kyuhyun gerlingan khasnya untuk membuat Kyuhyun semakin kesal.

 

“Kau lebih pantas menjadi pelayan. Sungguh, Vic,” sahut Kyuhyun kesal.

 

“A~” Victoria mengibaskan tangannya dengan elegan. “Mianhae, Kyu. Tidak ada yang sebaikku di masalah akting dan berjudi.”

 

Kyuhyun mendesis. Sedangkan Jessica terkekeh pelan. Jessica tahu Victoria sedang bersenang-senang dan balas dendam akan tingkah Kyuhyun saat kematian Kwon Jiyong. However, itu sekaligus membalaskan dendam Jessica karena alasan yang sama. Membuatnya kurang tidur adalah hal yang bisa berakibat fatal. Yah walaupun itu sudah lebih dari 4 bulan yang lalu. Tapi 2 wanita itu benar-benar sosok pendendam.

 

“Kenapa aku tidak bekerja di depan komputer seperti biasa?” protes Kyuhyun.

 

“Wooyoung bisa menggantikanmu soal itu tapi tidak soal menyamar. Kemungkinan rencana gagal akan semakin besar,” jelas Yesung.

 

“Argh! Aku benci ini!” teriak Kyuhyun.

 

“Diamlah dan pakai microphonemu,” sentak Yesung.

 

Kyuhyun segera menurut.

 

>>>

 

Setelah minuman yang ia bawa sampai kepada pemesan, Kyuhyun menghampiri seorang pria yang bertugas mengisi koin para penjudi kelas atas itu.

 

“Apa hubungan orang itu dengan perlelangan narkoba?” tanya Kyuhyun sambil terkekeh sinis sebelum ia keluar dari kamar yang disewa oleh KCIA.

 

“Pria itu yang memberikan cara kita untuk berhubungan dengan sang pelaksana perlelangan,” jawab Wooyoung yang sibuk mengawasi keadaan hall kapal.

 

“Dan apa tugasku hanya itu?” tanya Kyuhyun lagi.

 

“Tentu saja tidak. Ada banyak tugas untukmu,” jawab Yesung yang berada di samping Wooyoung.

 

“Dan apa tugas dia?” Kyuhyun menunjuk Jessica yang tertidur di kasur dan tersenyum kesal.

 

Yesung tersenyum, “Tidur?”

 

Kyuhyun menggerutu pelan mengingat hal sebelum ia keluar dari kamar itu. Apalagi mengingat posisi di belakang layarnya direbut oleh Wooyoung, membuatnya semakin kesal. Dia menarik nafas dan tersenyum sinis pada pria itu. Beruntung kali itu tak ada seorang pun yang mengganggu mereka.

 

“Bukankah mendapat tugas seperti ini membosankan?” tanya Kyuhyun, berbasa-basi.

 

“Tidak juga.”

 

“Disaat semua orang bersenang-senang, kau hanya sibuk menatapi koin-koin itu. Tentu saja itu membosankan,” kata Kyuhyun lagi.

 

“Tidak juga.”

 

Kyuhyun menggertakkan giginya. Orang itu benar-benar memberikan aura tidak bersahabat padanya. Kyuhyun mulai takut rencananya tidak berjalan lancar.

 

“Baiklah. Malam yang indah,” gumam Kyuhyun.

 

“Huh?”

 

“Kau tidak mengerti? Maksudku adalah dia. Indah, kan?” celetuk Kyuhyun sambil menunjuk Victoria yang sedang berjudi dimeja terdekat. Dalam hati, ia sibuk mengutuk Yesung yang menyuruhnya membuat pria itu memperhatikan Victoria.

 

Pria itu tersenyum melihat Victoria yang sedang memasang ekspresi senang dan bangga layaknya anak kecil yang berhasil memecahkan tugas dari gurunya tanpa bertanya ke siapapun. Sedangkan Kyuhyun segera pergi dari tempat itu. Saat pria itu menghampiri Victoria, Kyuhyun dan Victoria memasang senyum kemenangan.

 

“Sungguh.. ini pertama kalinya aku bermain ini. Tapi aku menang besar! Ini benar-benar keberuntungan untuk seorang pemula,” seru Victoria.

 

Semua orang yang menjadi lawannya hanya tersenyum sinis. Seorang pria dan 2 wanita meninggalkan meja itu. Victoria langsung memasang wajah memelas.

 

“Apa aku mengatakan hal yang salah?” gumamnya.

 

“Ani. Hanya orang-orang yang tidak terima dikalahkan oleh pemula,” sergah pria pengisi koin itu. “Menang besar. Lemari penuh?”

 

“Yap, menang besar. Tapi apa hubungannya dengan lemari?” Victoria berusaha sepolos mungkin selayaknya pemula biasanya. Pria itu hanya terkekeh.

 

“Aku penasaran denganmu.”

 

Senyum kemenangan Victoria semakin merekah. “Oh ya?”

 

“Tertarik?”

 

“Tentu.”

 

>>>

 

“Jung Ilwoo,” gumam Victoria setelah melirik kartu nama yang diberikan pria itu saat mereka sampai di kamar dengan fasilitas kelas atas. “Nama yang bagus.”

 

“Gomawo.”

 

“Dengan pekerjaan sebagai petugas pengisi koin, sangat aneh kau bisa menyewa kamar ini,” komentar Victoria.

 

Jung Ilwoo menyeringai. “Kamar ini milikku. Aku punya pekerjaan yang menjamin kehidupanku. Pengisi koin hanya kerjaan sambilan.”

 

“Apa itu?”

 

“Kau tak perlu tahu.”

 

Ilwoo membuka jasnya dan menarik Victoria. Victoria langsung menempelkan alat pelacak lalu mendorongnya dan mengerucutkan bibirnya.

 

“Apa kau selalu bertindak secepat ini?” gerutu Victoria.

 

“Karena aku tidak terbiasa membuang waktu,” balas Ilwoo.

 

“Oh tunggu! Aku kira aku pergi menyegarkan diri,” kata Victoria. “Dikamar?”

 

Jung Ilwoo mengerutkan keningnya lalu mengangguk. Dia memberikan izin dengan isyarat tangannya. Victoria segera masuk ke kamar. Wanita itu menatap seluruh sudut kamar itu.

 

Mulai darimana?, pikirnya.

 

Dia memilih mencari dari rak terdekatnya. Rak baju, aksesoris yang ternyata ditemani dengan pistol amatir dan terakhir sebuah rak yang hanya berisi sebuah bros dengan desain sulit. Beberapa detik, Victoria tersihir menginginkan bros itu. Ia segera memfotonya. Saat dia melirik atas rak itu, ia melihat sebuah kotak hitam mencurigakan. Tapi saat ia ingin membuka kotak itu, pintu kamar terlihat mau terbuka.

 

Shit!

 

“Memakai kontak lens?” bingung Ilwoo saat melihat Victoria berpura-pura membenarkan kontak lensnya.

 

“Kenapa kau masuk?” gerutu Victoria.

 

“Aku kira kau sudah selesai.”

 

“Semua wanita membutuhkan rahasia. Tidak seru jika pria mengetahuinya.”

 

Jung Ilwoo tersenyum dia menghampiri Victoria dan hendak memeluknya. Tapi hpnya berdering. Ia segera mengangkatnya. Sayup-sayup, Victoria mendengar “Sudah waktunya” dari si penelepon. Dan setelah itu, Ilwoo mengambil kotak yang diincar oleh Victoria dan membawa mereka berdua keluar dari kamar itu.

 

>>>

 

“Terganggu telepon? Sepertinya aku harus setuju akan julukanmu dari Yesung,” komentar Jessica. Sedangkan Wooyoung dan Kyuhyun terbahak-bahak mendengarnya. Yesung? Dia sedang dikamar mandi.

 

“Apa maksudmu, Jessica?” geram Victoria.

 

“Sungguh, Vic. Adegan itu sering terjadi di drama romantis murahan yang sering ditonton oleh Tiffany dulu. Aku jujur,” jawab Jessica datar, membuat tawa Kyuhyun dan Wooyoung semakin keras.

 

“Jadi apa yang akan dia lakukan?” tanya Yesung yang sudah keluar dari kamar mandi.

 

Victoria terpaksa menahan kesalnya dan fokus pada Yesung. “Aku tidak tahu. Sepertinya perlelangan itu akan segera dimulai.”

 

“Dan dimana tempatnya?” tanya Yesung lagi.

 

“Ditempat ia bertugas,” jawab Kyuhyun dan Wooyoung bersamaan yang ternyata sudah siap siaga didepan komputer.

 

“Kyuhyun, pantau. Kirim foto setiap peserta,” perintah Yesung.

 

Kyuhyun mendesis pelan. Ia terpaksa memakai earphone mini yang dimasukkan ke dalam lubang telinganya dan juga microphone sekaligus kamera berukuran micro di kerah pakaiannya lagi. Padahal ia kira tugasnya sudah selesai.

 

“Kyuhyun!” panggil Jessica.

 

Kyuhyun menoleh.

 

Jessica memandang jahil Kyuhyun. “Kau cocok dengan Wooyoung.”

 

Kyuhyun dan Wooyoung saling bertatapan. Sedetik setelahnya, mereka berdua membuang muka bersamaan. Victoria dan Jessica tertawa melihatnya.

 

“Tidak mungkin aku cocok dengan orang yang sudah berani mengambil tempat di depan komputer!” erang Kyuhyun.

 

“Tidak mungkin aku cocok dengan seorang pelayan! Terlalu rendah,” sahut Wooyoung.

 

“MWO??”

 

>>>

 

Sekitar 20 menit kemudian, Kyuhyun kembali. Wooyoung juga selesai memproses semua gambar yang didapat. Dari itu semua, Wooyoung mencari data para pelanggan yang kebanyakan bernotabene sebagai pemilik perusahaan obat yang lumayan besar.

 

“Ada dari informasi yang aku tahu, harusnya ada 5 orang yang datang. Tapi yang datang baru 4 orang,” kata Wooyoung sambil memutar kursinya agar menghadap Yesung.

 

“Siapa orang yang belum—“

 

“Darren Miyamoto,” jawab Wooyoung –memotong ucapan Yesung.

 

“Cek jadwalnya hari ini,” perintah Yesung.

 

“Harusnya dia sudah datang. Tapi saat aku menelepon asistennya, ternyata dia sedang di tempat spa di hotel didekat sini. Mungkin sedang dipijat?” jawab Wooyoung lagi.

 

Yesung mengerjap lalu tersenyum. “Kerjamu cepat. Kyuhyun, belajarlah darinya.”

 

Kyuhyun menggertakkan giginya kesal. Tidak mungkin!

 

“Sekarang kita perlu relawan untuk jadi pemijat?” seru Yesung.

 

Semua menatap Jessica yang sibuk mengelap makarovnya. Merasa dirinya diperhatikan, Jessica melirik ke sekitar lalu kembali fokus ke makarovnya walaupun sadar semua menatap dirinya. Victoria dan Kyuhyun berdecak gemas. Sedangkan Wooyoung tersenyum.

 

There’s no way I’m in for that mission!” tegas Jessica.

 

“Sica~ aku sudah menyamar. Kyuhyun jadi pelayan. Yesung akan menyamar. Dan Wooyoung tidak boleh keluar,” ujar Victoria.

 

“Jangan salahkan aku jika ada nyawa yang melayang.”

 

>>>

 

“Kau ingin dipecat ya? Kerja yang benar! Aku punya rencana penting setelah ini!” bentak pria gendut berusia sekitar akhir 40-an.

 

Jessica mendengus dan menambah kekuatan pada tangannya. Jika ia mau, dia sudah menancapkan sebutir peluru di badannya. Tapi Yesung sudah menyuruhnya agar tidak membuat masalah.

 

“Apa kau hanya bisa memijat kakiku? Punggung juga butuh terapi!” bentaknya lagi.

 

Jessica menggertakkan giginya. Dalam hati, dia sibuk mengutuki pria tua itu. Dia mulai pindah ke punggung penuh lemak itu. Terus naik sampai leher. Dan akhirnya Jessica memberikan pukulan telak yang membuat pria tua itu pingsan di kepalanya.

 

Hey, you jerk! Old man! Don’t die, okay?” bisik Jessica lalu menepak geram kepala pria yang bernama Darren itu.

 

Jessica menggeledah pakaian Darren. Dia mendapatkan barang-barang penting untuk pengenal para pelanggan di acara gelap yang akan segera dimulai.

 

>>>

 

Yesung sudah siap dengan pakaiannya dan segala barang-barang khas para pembeli lainnya. Ia juga sudah mengganti kartu milik Darren dengan kunci kamar hotel di kapal besar itu yang akan menjadi tempat berlangsungnya pelelangan. Untung saja Jung Ilwoo yang kali itu bertugas untuk memberi kunci-kunci kamar itu tidak curiga.

 

Sebelum memasuki kamar, Yesung memeriksa semuanya. Tapi ada sedikit kejanggalan. Earphone kecil yang dimasukkan ke dalam telinga kiri Yesung mengeluarkan desisan yang semakin lama, semakin kencang. Mau tak mau, Yesung mengeluarkannya karena benda itu mengeluarkan suara yang sangat mengganggunya dan rencananya.

 

Walaupun ragu, dia tetap masuk ke dalam ruangan.

 

You’re late, Darren!” desis seorang wanita bertubuh ramping dengan wajah kebaratan. Usianya sekitar 30an tahun.

 

Yesung yang tidak terlalu fasih berbahasa inggris, hanya bisa membalasnya singkat, “Sorry.”

 

“Hei, jangan berbicara dengan bahasa inggris. Pesuruh raja judi di kapal ini, Darren, tidak mengerti Inggris,” celetuk pria tinggi dan berpostur sempurna. “Iya kan?” pria itu menatap Yesung –meminta persetujuan.

 

Bagaimanapun, Yesung sadar. Darren Miyamoto hanya nama samaran.

 

“Ne,” lagi-lagi Yesung menjawabnya singkat.

 

Yesung memperhatikan sekelilingnya. Seorang wanita dan 3 pria—termasuk dirinya—didalam ruangan itu. Seorang pria pendek masuk ke dalam ruangan tengah itu sambil membawakan mereka minuman. Tak lama, seorang pria berpostur sempurna dan berwajah tampan keluar dari kamar.

 

“Mari bersulang sebelum acara dimulai,” katanya sambil mengambil minuman dari pria pendek yang melewatinya itu.

 

“Yeah!”

 

Semua orang mengangkat gelas wine mereka lalu menyesapnya. Berbeda dengan Yesung yang dengan ragu, hanya menyesapnya sedikit. Walaupun sedikit, 2 menit kemudian, otot tangannya mulai lumpuh.

 

“Ini adalah acara yang sangat tersembunyi. Itu sebabnya, kalian akan dibius. Pertama, pelumpuhan otot tubuh. Kedua, kehilangan kesadar—“

 

Sebelum pria yang menjadi host itu menyelesaikan kalimatnya, para tamu sudah mulai berjatuhan. Begitu pula dengan Yesung.

 

>>>

 

“Sial! Sepertinya ada yang tidak mau kita mendengarkan pembicaraan mereka,” desis Wooyoung.

 

“Eh?” Victoria mengerjap bingung.

 

“Ada banyak gangguan satelit di kamar itu,” jelas Kyuhyun.

 

Itu artinya mereka tidak akan bisa tahu apa yang terjadi sampai Yesung datang dan menceritakannya.

 

=== BJ Sanf ===

 

Kalau sampe nanya alasan kenapa aku buat ff ini berpart, ini untuk memudahkan aku dan para reader. Jadi cerita ini bakalan panjang banget. Jadi dibuat berpart supaya para reader tuh ga ada yang bosen baca chapter ini ^^

Part 2 akan dipost secepatnya deh kalo bisa :3

Advertisements

15 responses to “천사 Team Chapter 5 — BJ-Sanf (Part 1)

  1. T^T coment gue tadi gak masuk.. huaaa hp nge hang mati dan sekarang gue lupa mau komen apa .. -_-

    ini kok kayaknya pendek yah.. dan kyuvict nya ga seseru bloody past hehe ._.v mian gue komennya ngawur dan ngelantur gini.. lu tau kan gue pelupa.. ya jadinya gini deh.. >.<

  2. seru …
    tapi chapter nya lebih pendek
    chapter selanjutnya cepat ya unnie
    terus banyakin jessica nya

    update soon

  3. hurraayyy…pasangan kyuvic beraksi kembali 😀 bakalan rumit nih kayaknya kasus yang ini,jangan lama2 lanjutannya chingu….pengen tau yesung gimana

  4. Yesung oppa kenapa itu ?
    Ya ampun mdh2an ngak terjadi apa2 sma yesung oppa

    Aku jadi penasaran aku tunggu y eonni part 2nya >_<

  5. waw keren sicaonn mirip kaya charlie angel, ga kebayang deh siccaonn jadi tukang pijet kekeke
    eonni banyakin bagian siccaonn nya
    lanjut eonn

  6. Daebakkkkk!!!
    Lanjut ya thor ni ff,,berhubung saya kyusica shipper,,saya berharap ni ff pairingnya kyusica,,kalo ada author ff kyusica tolong kasih alamat blog kalian donggg
    Skali lagi next chapter ku tungguuuuuu

  7. Annyeong, sLam knaL,
    sorry ya bru koment disni…
    SoaLnya pas nemu ff ini sdah smpe chap 5-1…

    Q ska sma krya” ue, yah wLaupun q cma bca ff Mistake sma Cheonsa ne doang,, btw ff mistake Lnjut aja, kan bnyak jga yg mnta Lnjut
    ksian tuh yg pnsran,#q jga sih”pLak

    Q ska krkter Sica d.sni,, biasanya dia dpt pran yg Lmah, cengeng n ktndas trus,, bsan jga jdinya bca ff yg bgtu… hehe so, next chap.a d.tnggu ya
    byeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s