[Oneshoot] Our Meeting

Author : Lee Hyura

Cast :

–          Lee Hyura

–          EXO Chen

–          Super Junior Sungmin

–          Other Super Junior and EXO members.

Genre : Comedy, Family, Romance? little bit :3

Rating : General

Length : Oneshoot

Disclaimer : Chen a.k.a Kim Jongdae is MINE! Lee Sungmin is my appa. Others? Belong to god. Hoho..

Note : Perasaan saya udah ngumumin kalo selama puasa, saya hiatus ya? (‘’.)a aduh kok jadi publish ff gini sih? /plak

Sebenernya ini udah macam tradisi gitu. Aneh kalo bulan puasa ga publish ff yg ada kaitannya soal Kyuhyun-Hyura. Apa sih hubungan Kyuhyun-Hyura? Pacaran kah? BUKAN!!! >.< yang mau tau ya tinggal baca ff sebelumnya: First Story dan Second Story

Berbeda dengan kisah sebelumnya yang mengusung 100% tentang Kyuhyun-Hyura, kini Kyuhyun-Hyura moment hanya sebagai sampingan gegara kedatangan EXO =)) wkwk

 === Our Meeting ===

Hyura bersenandung pelan sambil berjalan menuju ruang latihan Super Junior. Ini pertama kalinya setelah ia lulus SMA, dia kembali menginjakkan kaki di gedung SM. Kira-kira sudah 8 bulan. Masalahnya, selama bulan-bulan kosongnya, Hyura menghabiskan waktu di Jepang untuk mempelajari negara itu lebih dalam. Untung saja pengumuman Kyunghee memang sudah keluar sejak sebelum lulus. Sedangkan urusan kuliahnya diurus oleh anak buah kakek angkatnya, ayah Lee Sungmin.

Langkahnya terhenti saat mendengar suara bising dari salah satu ruang latihan. Sebenarnya semua ruang latihan sudah kedap suara. Tapi tetap saja ada suara-suara yang terdengar, walaupun tidak jelas. Suara yang membuat Hyura tertarik.

Apa ini lagu comebacknya Super Junior?, pikir Hyura.

Saat ia intip isi ruangan, keningnya mengerut. Dia sama sekali tidak mengenal kelompok orang-orang yang sedang menari itu. Lagu itu menarik. Berhasil merebut hati Hyura. Dia menempelkan telinganya di dekat pintu. Tapi lagu itu malah berhenti.

“Payah,” runtuknya.

Dia segera berlari menuju ruang latihan Super Junior dengan hati penasaran.

Siapa sebenarnya mereka? Artis-artis yang akan debut? Kenapa appa tidak pernah cerita?


image

Hyura.

“Kalian tidak berlatih lagu baru kalian?” tanya Hyura lalu merengut.

Shindong terkekeh, “Terlarang untuk orang luar.”

“Orang luar? Aku anak Lee Sungmin dan cucu Cho Kyuhyun!” protes Hyura.

Tuk! Botol air mineral kemasan mendarat dengan indah ke kepala Hyura. Isinya masih ada sedikit lagi. Hyura meringis sambil mengelus daerah yang terkena timpukan botol itu. Dia tahu pasti musuhnya lah yang menimpuknya. Cho Kyuhyun!!

“Siapa yang menjadi kakekmu? Cih, aku tidak sudi punya cucu seorang iblis!” kesal Kyuhyun.

“Kau kan raja iblis. Tentu saja kau mempunyai cucu iblis!” sahut Hyura.

Kyuhyun melototi Hyura, “Apa?”

“Sudah!!” lerai Leeteuk.

Hyura dan Kyuhyun langsung mengatup mulut mereka rapat sambil melirik tajam kepada sang leader. Leader Super Junior itu hanya menghela nafas panjang.

“Lebih baik kau pergi menyusul appamu, Hyura~ya, daripada bertengkar dengan Kyuhyun. Aku sudah cukup pusing dengan pekerjaanku. Jadi jangan membuatku bertambah pusing!” omel Leeteuk.

Bibir Hyura semakin melengkung ke bawah. Kenapa hanya dia yang diomeli? Harusnya kan Kyuhyun juga! Hyura hanya mendengus lalu menarik Eunhyuk keluar ruangan. Sebelum menutup pintu, Hyura menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun.

♥♥♥

“Pu, apa kau tidak bisa berhenti bertengkar dengannya?” tanya Eunhyuk dengan nada sedikit frustasi.

“Bukannya Kyuhyun yang memulainya?” desis Hyura.

“Kyuhyun ahjussi..”

“Bahkan dia tidak memanggilmu hyung. Jadi kau tidak punya hak untuk membelanya.”

Eunhyuk mengacak rambutnya frustasi. Sedangkan Hyura menyeringai diam-diam.

“Terserahmu lah!” erang Eunhyuk.

“Memang terserahku. Sejak kapan aku mau hidupku diatur orang lain? Bahkan Sungmin appa pun tidak,” sahut Hyura.

“Aish!”

Eunhyuk menutup bibirnya rapat-rapat. Dia selalu kalah berdebat dengan Hyura. Entah apa yang dimiliki Hyura hingga ia tidak pernah bisa menang dari Hyura.

“Hei, kenapa ke sini? Bukannya dia ke kantin?” bingung Eunhyuk saat Hyura malah tidak berjalan ke arah kantin.

“Tidak. Aku ingin memastikan sesuatu,” jawab Hyura.

♥♥♥

Eunhyuk mengangkat alis kanannya bingung, “Mereka? EXO. Kau pernah dengar kan proyek SM yang gagal dilakukan pada tahun 2009? Sebenarnya mereka akan debut 2010 tapi diundur karena dari 2006 sampai 2009, SM selalu mendebutkan 1 grupnya. Jadi mereka memilih untuk fokus di—“

“Aku tahu! Berhenti berceramah!” sungut Hyura sambil tetap memperhatikan mereka menari.

Eunhyuk langsung mengatup mulutnya lalu menggembungkannya sedikit tanda ia kesal tapi tidak berani protes.

Chen.

“Hyung, aku lelah..” erang Jongdae.

“Sedikit lagi sempurna! Ayolah, sedikit lagi~” seru Suho.

Jongdae menggeleng, “Shirreoyo.”

“Baiklah, kita istirahat lagi sebentar,” kata Kris.

“Eh? Istirahat? Tapi kan waktu latihan sudah lewat. Harusnya sudah waktunya pulang, kan?” celetuk Chanyeol.

“Aish, memang kau tidak mau memperbaiki tarianmu?” desis Baekhyun.

“Wae? Tarianku sudah sempurna,” sahut Chanyeol menyibir.

“Sudah.. sudah.. istirahat sebentar lalu latihan lagi untuk terakhir kalinya hari ini,” kata Minseok.

“Setuju!” seru yang lain.

Chen langsung bangun dan keluar dari ruang latihan. Dia segera berlari menuju kantin di gedung itu untuk membeli minuman. Tapi dia tidak sengaja menabrak seseorang. Sunbaenya, Eunhyuk Super Junior dengan seorang yeoja yang mungkin seumuran dengannya atau bahkan lebih muda darinya.

“Jwoisonghamnida,” kata Jongdae cepat sambil membungkuk kepada orang yang ditabraknya tadi.

“Aish! Kau tidak punya mata, ya?!” sungut gadis itu.

“Hyura~ya..” ringis Eunhyuk.

Gadis itu –Hyura, melirik Eunhyuk tajam lalu menatap Jongdae. “Ayo jawab!”

Jongdae menatapnya tajam, “Hei, agassi. Tolong jaga ucapanmu. Lagipula aku sudah meminta maaf tadi. Eunhyuk sunbae, jwoisonghamnida.”

“Ne. Jongdae-ya, cepatlah pergi sebelum nenek sihir ini mulai lagi,” suruh Eunhyuk.

Jongdae tersenyum sinis pada Hyura lalu membungkuk kepada Eunhyuk sebelum pergi meninggalkan mereka. Ia sempat melirik ke arah mereka. Jongdae bisa melihat sendiri Eunhyuk sedang dipukuli oleh Hyura didepan member EXO lainnya.

♥♥♥

“Harusnya kau mulai membiasakan diri dengan nama Chen,” celetuk Luhan sambil mengambil duduk di kursi dekat Chen.

Chen mengernyit, “Harus?”

“Harus! Karena itu nama panggungmu,” tegas Luhan.

“Hyung, aku tidak terbiasa dipanggil dengan nama China itu,” gerutu Jongdae.

“Berusahalah untuk terbiasa. Mulai sekarang, kami akan memanggil member lain dengan nama panggungnya,” sahut Luhan.

“Eh?” Chen merengut, “Oh baiklah kalau begitu.”

“Oh ya, ada apa denganmu dan anak angkat Sungmin hyung?” tanya Luhan.

Chen terdiam, ia mencoba mencerna kata-kata Luhan. Anak angkat Sungmin? Siapa? Ia tidak ingat. Atau jangan-jangan..

“Iya, yang tadi bertengkar denganmu. Yang bersama Eunhyuk hyung tadi,” kata Luhan seakan Luhan bisa membaca pikiran Chen.

“A..aku.. tidak bermaksud.. astaga! Bagaimana jika dia mengadu pada Sungmin hyung? Semua orang di gedung ini pun tahu kalau Sungmin hyung sangat menyayanginya!” panik Jongdae.

“Tunggu, jadi kau tidak tahu kalau Hyura itu anak angkat Sungmin hyung?”

“Tidak. Aku tidak tahu apa-apa.”

“Bohong! Mana mungkin?”

“Kenyataannya memang begitu!”

Luhan tergelak mendengarnya. “Sungguh, Chen. Hyura sudah seperti keluarga SM. Gedung SM adalah tempat bermainnya. Mana mungkin kau tidak tahu?”

“Sudah ku bilang. Kenyataannya memang seperti itu!”

❁❁❁

Hyura.

Hyura mengetuk pintu kamar Sungmin. Untuk beberapa hari ini, Sungmin memang sengaja menginap di rumah orangtuanya. Artinya Hyura tidak akan mendatangi dorm Super Junior untuk beberapa hari juga.

Setelah mendengar sahutan dari dalam kamar, dia menurunkan kenop pintu hingga akhirnya pintu itu terbuka. Hyura mengambil duduk di kasur. Sementara Sungmin sedang merapikan pakaiannya di depan cermin. Hyura mengernyit melihatnya. Jika pakaian appanya sudah seperti itu, artinya Sungmin akan pergi. Tapi kemana?

“Hyura~ya, ingin ikut dengan appa?” tanya Sungmin sebelum Hyura sempat membuka mulutnya.

Hyura mencibir pelan, “Kemana?”

Sungmin tersenyum, “Ke showcase calon anggota keluarga SM yang baru.”

“Eh, jinjja? Nugu?”

“EXO.”

Hyura terdiam mendengarnya. EXO? Bukannya itu grup namja menyebalkan itu? Hyura menyeringai kecil sambil memikirkan rencana untuk mengusili namja itu. Sungmin berdecak melihat seringaian evil anaknya.

“Tidak lagi, Hyura~ya..” desah Sungmin agak frustasi.

“Mwoya?” tanya Hyura dengan wajah innocentnya.

“Jangan membuat masalah..”

♥♥♥

Hyura tersenyum lebar selama perjalanan menuju tempat showcase diselenggarakan. Perasaan Sungmin semakin buruk. Apalagi saat Hyura bertanya tentang penampilannya. Tidak biasanya Hyura bertanya akan penampilannya. Bahkan saat orang-orang menatap aneh dirinya karena penampilannya pun, Hyura tidak peduli.

“Manis,” jawab Sungmin pendek.

Hyura memang manis dengan kaus putih yang dibalut kemeja dan juga celana jeans diatas lutut. Rambutnya diikat kuda dan hanya menyisakan poninya. Hyura terkekeh bangga. Setidaknya hasil les fashion dengan Kim Heechul tidaklah percuma. Dia meniup poninya dan menyeringai.

“Ayo masuk!” ajak Sungmin.

Sungmin memasuki gedung itu melewati pintu belakang agar tidak diketahui oleh fans dan wartawan. Mereka langsung menuju ruangan tempat para member EXO berkumpul. Senyuman Hyura melebar saat melihat orang yang ia incar sedang duduk di sudut ruangan. Sepertinya dia sedang mengafalkan lagunya.

“Hai, hyung, Hyura~ssi. Baru datang?” sambut mereka.

“Yep. Kemana member Super Junior yang lain?” sahut Sungmin.

“Mereka tidak datang. Hanya Eeteuk hyung yang datang,” jawab Minseok.

“Oh jeongmal? Aish, jinjja!” gerutu Sungmin. “Oh ya, aku titipkan Hyura dengan kalian. Aku harus ke SUKIRA secepatnya. Atau tidak, Ryeowook akan memarahiku.”

Hyura menoleh kaget, “Jadi appa tidak ikut menonton mereka bersamaku? Terus, untuk apa aku kesini?”

Sungmin menggaruk kepalanya gemas. Dia menarik Hyura agar menghadapnya. Tangannya menepuk kepala Hyura.

“Kau disini selama aku bekerja. Arasso? Aku tidak mau kau hanya diam di rumah. Karena kalau kau bosan dan tak ada aku di sekitarmu, kau pasti pergi ke dorm Super Junior. Lalu mengajak Kyuhyun berperang. Jangan macam-macam disini!” jelas Sungmin panjang lebar.

Hyura merengut, “Geundae—“

“Nan ganda. Good luck to you all,” seru Sungmin lalu berlari keluar ruangan.

“Hei, Hyura~ssi,” sapa seorang pria manis.

“Siapa kau?” balas Hyura dengan tatapan dingin.

“Oh aku Suho.”

Selanjutnya yang terjadi adalah para member EXO itu sibuk mengenalkan diri mereka kepada Hyura. Kecuali Chen. Namja itu hanya melirik Hyura tanpa niat untuk ikut memperkenalkan diri. Bukannya karena masih marah, tapi karena takut. Ia baru saja diceritakan oleh Eunhyuk tentang watak Hyura sesungguhnya. Dan kini dia menyesal sudah bertindak menyebalkan kepada Hyura.

Chen.

Ruangan itu benar-benar bising. Showcase sudah berakhir dari setengah jam yang lalu. Tapi Hyura tidak ketahui dimana dia berada. Seluruh artis SM yang tadi melihatnya pun ingin ikut bingung dan mau mencarinya. Tapi tidak bisa. Masih banyak orang-orang mengincar para artis SM. Lagipula bagaimana jika ada paparazzi yang memfoto mereka saat mereka mencari Hyura, lalu itu ketahuan oleh Sungmin. Dijamin, Sungmin akan langsung meluncur ke gedung itu. Padahal SUKIRA masih 1 jam lagi selesai dan membutuhkan waktu 1 setengah jam dari tempatnya ke gedung itu.

Di sela-sela keramaian itu, manager EXO menghampiri Jongdae dan menyerahkan hpnya. Chen hanya menggumam bingung. Isinya adalah pesan dari ibunya. Katanya dia berada di gedung itu dan kebingungan untuk keluar dari gedung itu.

Sejak kapan umma mempunyai nomor managerku?, bingung Chen.

Chen segera berlari menuju tempat yang sekiranya tempat ibunya berada berdasarkan ciri-ciri yang dikasih oleh ibunya.

♥♥♥

“Kau?!” pekik Chen saat melihat Hyura sedang bersandar di tembok sambil melipat tangannya.

Hyura melambaikan tangannya dan tersenyum, “Yo!”

“Cepat, kembali ke ruangan. Kau dicari-cari oleh yang lain,” kata Chen sambil melirik ke segala arah, berharap ia melihat sosok ibunya.

“Mencari ibumu?” tanya Hyura.

Chen mengangguk, “Ne.”

Hyura menunjuk sebuah lorong, “Tadi dia pergi ke sana.”

Chen tersenyum. Setelah mengucapkan terima kasih, dia berlari ke arah yang ditunjuk Hyura tadi. Sedangkan Hyura memaki pelan saat melihat layar hpnya.

“Sial, baterainya habis!”

♥♥♥

Chen terbelalak saat sadar ia malah bertemu dengan segerombolan orang. Orang-orang yang kebanyakan yeoja itu segera mengejar Chen. Dia berbalik dan berlari kembali ke arah Hyura berdiri tadi.

Melihat Chen dikejar oleh banyak orang, Hyura membelalakkan matanya. Dia tidak menyangka akan banyak orang yang mengejar Chen. Tanpa ia sadari, ia ikut berlari bersama Chen. Dalam hati, ia sibuk meruntuki dirinya. Dia menyesal telah memakai cara ini. Dengan mempertemukan Chen dengan banyak orang. Tadi ia kira Chen akan dikerubungi orang-orang. Tapi kenyataannya Chen berhasil kabur.

Saat mereka menemui pertigaan, Hyura hendak berbelok ke kanan. Tapi Chen malah menariknya ke arah kiri. Didepan mereka tidak ada jalan lagi. Hanya ada lift. Kebetulan seseorang baru saja keluar dari lift. Mereka masuk ke dalam lift lalu menekan lantai paling atas. Mereka menghela nafas lega.

“Syukurlah..” gumam mereka bersamaan.

Mereka menjatuhkan diri dan menyandar pada lift sambil menunggu lift terbuka. Tapi kenyataannya list itu malah berhenti dan lampu mati. Mereka berteriak kaget dan kesal. Terutama Chen. Dia kepikiran akan ibunya.

“Umma, mianhae aku tidak bisa menemuimu,” lirih Chen.

Hyura mendesis, “Kau benar-benar berpikir itu pesan dari ummamu?”

Chen terbelalak, “Eh apa maksudnya? Tunggu, jangan-jangan..”

“Yap, aku yang mengirimnya. Aku ingin mengerjaimu!” gerutu Hyura.

“Aish, kau benar-benar kejam!” omel Chen. “Sekarang kita tidak bisa keluar dari sini deh!”

“Tentu saja bisa. Telepon managermu atau siapapun itu. Hpku mati,” cetus Hyura.

Chen menggaruk kepalanya gemas, “Tapi aku tidak mempunyai hp. Kau tahu sendiri, kan, kalau trainer SM dilarang mempunyai hp.”

“Oh.. my.. god..” dengus Hyura.

♥♥♥

Sudah 5 menit mereka hanya berdiam diri. Benar-benar hening. Hyura sibuk berusaha mengaktifkan hpnya lagi. Tapi hpnya benar-benar mati. Dia menyesal karena lupa mengechargenya sebelum pergi. Hyura melirik Chen yang sedang memeluk kedua lututnya. Dia jadi merasa bersalah.

“Hei..” panggil Hyura.

Chen menoleh, “Wae, Hyura~ssi?”

Hyura terkejut sambil menunjuk hidungnya, “Kau tahu namaku?”

“Tentu saja. Kau kan cukup terkenal di kalangan orang-orang di SM,” desah Chen.

“Oh..”

“Wae?”

“Ah..” Hyura menggaruk kepalanya. “Aku ingin meminta maaf. Jika aku tidak mengirimmu pesan itu, pasti kita tidak ada disini.”

Chen tersenyum tipis, “Tidak apa. Aku juga bodoh karena percaya. Padahal aku yakin ibuku tidak tahu nomor managerku.”

Hyura mengangguk setuju. Chen itu polos atau apa? Sudah tahu tapi tetap mempercayai Hyura. Aneh!

“Oh ya, darimana kau tahu nomor managerku?” tanya Chen.

“Manager itu sempat menjadi asisten manager Super Junior. Tentu saja aku tahu.”

“Oh..”

Mereka kembali terdiam.

“Oh ya, siapa namamu?” tanya Hyura.

“Kau tidak tahu aku?” tanya Chen kesal. Padahal dia kira dia sudah cukup terkenal sekarang.

“Jika aku tahu, aku tidak akan bertanya. Babo!” desis Hyura.

“Jongdae. Panggil saja Jongdae.”

♥♥♥

Member EXO menghela nafas panjang saat salah seorang staf di gedung itu bilang bahwa Chen dan Hyura terjebak di lift. Listrik sempat berhenti beberapa menit. Hampir sejam. Itu sebabnya lift terhenti. Mereka segera bergesa menuju lift yang dimaksud saat membaca pesan dari Sungmin bahwa dia sudah ada diperjalanan menuju gedung itu.

“Omo!” seru mereka semua saat melihat 2 orang itu tertidur di dalam lift. Kepala Hyura bersandar di bahu Chen dan kepala Chen bersandar pada kepala Hyura. Beberapa member EXO yang jahil pun mengambil foto mereka berdua. Setelah itu barulah mereka dibangunkan.

“Hua!” pekik mereka kaget saat mereka sadar akan posisi mereka.

Member lainnya ngakak melihatnya.

❁❁❁

Hyura.

Hyura merebut PSP milik Kyuhyun saat Kyuhyun sedang serius memainkannya. Hyura memainkan PSP itu sejenak lalu membuangnya ke sofa. Yap, sekarang dia sedang berada di dorm Super Junior. Kyuhyun menggeram pelan. Tapi dia berusaha untuk menahan emosinya. Sebenarnya, ini yang ia tunggu-tunggu sedari tadi.

“Hyura~ya, berhenti membuatku kesal. Atau.. fotomu dan Chen akan ku upload di twitterku!” ancam Kyuhyun.

Hyura terkejut, “Foto yang mana?”

“Kau dan Chen di lift. Ingat?” cibir Kyuhyun. Dia mendapatkannya dari Suho.

Mata Hyura melebar. Tapi kemudian dia menyeringai. “Cih, bagaimana bisa? Mengganti avatar twittermu saja kau tidak bisa. Apalagi menguploadnya?”

Kyuhyun menatapnya tajam, “Aku bisa! Tapi aku malas!”

“Gotjimal~”

“Terserah apa katamu. Aku akan datangi Leeteuk hyung untuk mengajariku. Dan kau tinggal menunggu fotomu dan Chen memenuhi twittermu,” desis Kyuhyun.

“ANDWAE!!!”

 === Our Meeting ===

Huehehe.. gimana? gaje kan? :3

Tapi tetep komen ya ^o^

Advertisements

3 responses to “[Oneshoot] Our Meeting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s