[Series] Calling Out (Chapter 3)

Author : Lee Hyura

Title : Calling Out

Genre: Angst, Family, Friendship, Romance

Rating : PG 15

Length : Series

Cast :

–          EXO Kris

–          EXO Luhan

–          EXO Xiumin

–          EXO Sehun

–          SNSD Jessica

–          SNSD Seohyun

–          Daniel Hyunoo

Note : Lihat ga rating aku naikin? Mau aku naikin jadi PG 17 atau mungkin NC 17? Tapi disini kan ga ada scenenya. Cuma beberapa penjelasan yang menyerempet gitu >.< aku bingung banget buat nentuin ratingnya deh sumpah. Hikseu banget T__T

Terus ada pesan untuk reader ffku yang lain:

  1. You and I: fufufu, ff ini dipercepat waktu publishnya karena sepertinya aku cepat selesai. Lagi saya juga males ngepost lama. Takut kelupaan.
  2. When The Book Closes: Fiuh~ saya susah menjelaskan kekuatan para main cast. Apalagi ada cast baru yang masuk di cerita dan mulai ada konflik. Jadi mungkin paling lama ya 2 minggu lagi deh janji~ :*
  3. I Don’t Like Love: kalo waktunya cukup, aku usahain secepatnya akau publish, oke? Sabar aja ^^

Previous : Chapter 1 | Chapter 2

=== Calling Out ===

Jessica hanya terduduk di kursi sambil bersendagu dan menggembungkan pipinya, matanya tertuju kepada Daniel dan Kris yang sedang tertawa sambil melakukan permainan yang dipersiapkan oleh sekolah Daniel. Seperti biasa, Daniel lebih memilih Kris dibandingkan Jessica.

Handphone di tangannya berdering tiada henti. Tapi Jessica terlihat tidak ingin mengangkat telepon itu.

Saat memenangi permainan itu, Daniel melompat-lompat dengan girangnya. Kris hanya tersenyum tipis lalu melirik Jessica.

Deg..

Jessica langsung membuang muka lalu menghembuskan nafas kasar. Kris terkekeh melihatnya. Dia menggendong Daniel dan menghampiri Jessica, duduk di samping Jessica. Jessica terlihat tersentak pelan karenanya. Kris tidak ambil pusing soalnya. Dia mendudukkan Daniel pangkuannya.

“K-kenapa kalian disini?” tanya Jessica gugup.

Kris mengangkat alisnya. “Permainannya selesai. Sekarang giliran tim lain yang bertanding. Apa kami tidak boleh beristirahat disini?”

“Uh-oh..” Jessica mendesah. Jessica mengeluarkan sebotol air mineral dari tasnya dan memberikannya kepada Kris. “Kau pasti haus, kan?”

Kris menerimanya sambil tersenyum geli. “Ya, terima kasih.”

Mom, aku juga haus!” protes Daniel.

Jessica segera membuka tas Daniel dan mengeluarkan tempat minum Daniel. “Iya.. iya.. ini milikmu.”

Daniel melirik tempat minumnya lalu melirik Kris yang sedang meneguk airnya. Tak lama, terlihat Daniel mengikuti cara Kris minum. Kris dan Jessica tertawa melihatnya. Kris mencium pipi kiri Daniel bersamaan dengan Jessica yang mencium pipi kanan Daniel. Tanpa mereka sadari, seorang guru memfoto itu.

“Keluarga yang bahagia,” komentar guru itu dengan senyuman lebar yang ramah.

Kris dan Jessica hanya tersenyum malu. Tak lama. Karena dengan segera senyuman malu itu hilang dan berganti ekspresi kaget. Sebuah pesan masuk.

From : Babo Deer

Aku bekerja di Goojun Corp.! Kantorku di lantai 5. Kalau ada waktu, mainlah ke sini. Teman kerjaku sangat baik dan menyenangkan. Namanya Minseok.

Wajah Jessica menegang. Bukankah itu tempat Kris bekerja? Lantai 5.. Kris…

“Erm, Kris!” seru Jessica. “Apa kau sekarang sedang mendapat proyek?”

Kris menoleh. “Ne. Wae?”

“Teman kerjamu itu… nama Kim Minseok, kan?”

Kris terlihat bingung sambil mengangguk ragu. “Iya.. memang kenapa?

Jessica hanya diam saja.

>>>

Minseok menatap Luhan bingung. Pria itu terlihat gelisah sambil menatap layar handphonenya dengan sesekali terlihat ia menghubungi seseorang. Sepertinya Luhan sedang berusaha menghubungi seseorang namun tidak diangkat.

“Luhan-ssi, ada yang mengganggumu?” tanya Minseok.

Luhan tersentak. Dia menggeleng lemas. “Eobseoyo..”

“Neon gwencanayo?”

“Nan gwencanayo..”

“Maaf kalau boleh tahu, siapa yang kau hubungi?” tanya Minseok sungkan.

“Bukan siapa-siapa.”

“Kau bisa menceritakannya padaku. Aku tahu kita baru kenal. Tapi kita bisa berteman, kan? Aku bisa kau percaya. Aku janji!”

“Ini bukan masalah yang penting, Minseok-ssi.” Luhan terkekeh. “Tapi terima kasih sudah peduli denganku.”

Minseok tersenyum tidak puas. “Baiklah kalau kau baik-baik saja.”

Luhan membalasnya dengan senyuman ramah. Sekali lagi dia melirik layar handphonenya. Dia mendesah frustasi. Tidak.. aku tidak baik-baik saja. Dimana kau, Jessica Jung? Angkat teleponku!

>>>

Kris menyetir mobilnya menuju rumah sambil bernyanyi bersama Daniel yang duduk di pangkuannya. Sebenarnya Daniel ingin dipangku oleh Jessica. Tapi karena sepertinya Jessica langsung tertidur lelap saat duduk dikursinya, Kris meminta Daniel untuk duduk bersamanya. Walaupun dengan wajah tidak rela, Daniel tetap menurut.

“Kita sampai,” seru Daniel.

Kris mengulum bibirnya tipis seraya membuka pintu mobil. Daniel langsung berlari ke dalam rumah. Kris menggelengkan kepalanya. Daniel benar-benar terlihat menggemaskan dengan tas yang bergoyang di punggung, efek dari gerakannya. Kris membukakan pintu untuk Jessica. Dia baru sadar bahwa Jessica masih belum bangun.

Kris menepuk pipi Jessica. “Sica-ya, ireona..”

Tapi sepertinya Jessica terlalu malas untuk keluar dari dunia mimpinya. Kris menatapnya datar.

“Bodoh, bilang saja kau ingin ku gendong, kan?” cibir Kris.

Tiba-tiba Jessica menggeliat dan membuat Kris kaget. Reflek, Kris menjauh tapi kepalanya malah menabrak dinding mobil. Kris meringis. Sepertinya Jessica tidak terlihat terganggu. Wanita itu menghembuskan nafasnya dengan gemas.

“Babo,” gumam Jessica lalu mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya.

Kris mendesis. “Sebenarnya kau itu tidur atau tidak sih?”

>>>

Dengan susah payah, akhir Kris berhasil membuka pintu kamar Jessica. Dengan kakinya, ia menutup pintu kamar Jessica hingga menimbulkan suara yang lumayan keras. Dia sedikit mengidikkan bahunya saat mendengar suara itu.

Kris menidurkan Jessica di atas kasurnya dengan hati-hati. Diletakkannya tas Jessica meja samping kasur Jessica. Kris tersenyum tipis. Ia mengulurkan tangannya untuk mengelus pipi Jessica. Tapi sebelum tangannya menyentuh kulit Jessica, suara dering telepon mengganggunya. Suara itu berasal dari tas Jessica.

Mungkin Seohyun, pikir Kris.

Kris membuka tas Jessica dan mengeluarkan IPhone milik Jessica. Kris mengerutkan keningnya saat melihat nama penelepon. ‘Babo deer’ yang tertulis disana. Takut mengganggu tidur Jessica, Kris segera mengangkatnya.

“Yobose—hey!”

Kris mengerang kesal saat penelepon itu mematikan telepon begitu saja. “Dasar tidak sopan!”

Kris meletakkan benda itu disamping tas Jessica dan duduk di kasur, tepat di samping Jessica. Dia menggaruk kepalanya bingung.

“Sebenarnya apa yang salah dengan keluargaku? Bukankah aku sudah melakukan yang terbaik? Tapi kenapa Jessica malah ingin bercerai denganku? Apa ada pria lain?” gumamnya. Lalu dia menghela nafas panjang. “Kris, jangan berpikir yang macam-macam! Kalau pun itu benar, bukan urusanmu, kan?” Kris menggeleng. “Tidak! Ini urusanku. Jessica milikku!”

IPhone milik Jessica kembali berdering. Kali ini sebuah pesan masuk.

From : Babo Deer

Nona Jung, siapa tadi? Ku harap bukan suamimu. Karena kalau benar, suara itu akan menjadi suara yang paling ku benci.

Ayo bertemu! Aku bisa pulang cepat di hari pertamaku jika ku mau. Kau mau pergi kemana? Kali ini terserahmu. Kalau kau mau, ku traktir kau eskrim. Haha aku yakin kau pasti akan melompat senang saat baca ini. Dasar anak kecil :p

Kalau kau mau, cepat teleponku balik!

Kris mengepalkan tangannya. Dia segera mengetik balasannya.

To: Babo Deer

Aku tidak bisa dan tidak akan bisa. Jadi berhenti menghubungiku dan menjauhlah dari kehidupanku!

Dan tadi memang suamiku. Jika kau masih menggangguku, kau akan berhadapan langsung dengan suamiku! Ingat itu!

Tak lama setelah pesan itu terkirim, balasannya pun masuk.

From : Babo Deer

Oh ya? Aku tidak yakin kau berani mempertemukanku dengan suamimu. Mempertemukanku dengan Daniel saja kau tidak berani. Sekarang berhenti bercanda dan telepon aku!

“Kris?”

Kris yang siap membalas pesan itu pun terlonjak kaget saat mendengar suara Jessica memanggil namanya. Jessica menatapnya bingung. Tapi saat melihat handphonenya di tangan Kris, rahangnya mengeras. Dia segera merebut handphonenya.

“Apa yang kau lakukan dengan gadgetku?” tanya Jessica panik.

“Siapa ‘Babo Deer’ itu?” Kris berbalik bertanya.

Jessica menggeleng cepat. “Bukan siapa-siapa.”

“Ku ulang lagi. Siapa dia?” tanya Kris lagi dengan menekan nada bicaranya hingga terdengar berbahaya.

Jessica bangkit dari kasurnya dan mendorong Kris keluar dari kamarnya. Tapi tubuh Kris terlalu keras kepala untuk berpindah tempat. Sekuat apapun Jessica mendorong Kris mendekati pintu pun percuma. Posisi Kris tetap di sana.

“Siapa dia?” Kris menaikkan nada bicaranya.

Jessica menghentakkan kakinya frustasi. “Tidak ada urusannya denganmu!” balas Jessica geram.

“Itu urusanku! Aku suamimu!”

“Lalu memang kenapa kalau kau suamiku? Ini urusan pribadiku! Jangan pernah mengurusi urusanku, tuan Wu!”

Kris menggertakkan giginya. Dia mendorong tubuh Jessica jatuh ke atas kasur. Dia mengunci kedua tangan Jessica dengan kedua tangannya

“Akan ku tegaskan siapa aku dan siapa dirimu,” geram Kris.

>>>

Daniel baru saja ingin memutar kenop pintu kamar Jessica namun ia urungkan saat mendengar suara teriakan kedua orangtuanya. Daniel kembali menarik tangannya. Dia tidak mengerti apa yang terjadi dengan orangtuanya. Tapi dia pergi melakukan itu saat bertengkar dengan temannya.

Daniel berlari keluar dari rumahnya. Dia tidak sengaja menabrak Seohyun yang baru saja mau mengetuk pintu rumah itu. Seohyun langsung memeluk Daniel yang terlihat ketakutan. Samar-samar, dia bisa mendengar suara Jessica dan Kris berteriak. Seohyun mendesah pelan. Dia tidak sangka Jessica dan Kris akan bertengkar juga pada akhirnya.

“Danny, mau ikut ahjumma pergi?” ajak Seohyun akhirnya. Dia tidak mungkin membiarkan anak sekecil Daniel mendengarkan pertengkaran kedua orangtuanya.

Daniel mengangguk di dalam pelukan Seohyun.

>>>

Kini mereka berada di kedai eskrim di kawasan Dongdaemun. Seohyun tertawa saat melihat betapa berantakan namun imutnya cara Daniel memakan eskrimnya. Satu bukti lagi yang sangat amat menegaskan bahwa Daniel adalah anak Jessica. Mereka benar-benar gila akan eskrim.

“Mau lagi?” tanya Seohyun saat satu cup eskrim rasa strawberry sudah berhasil dihabiskan oleh Daniel.

Daniel mengangguk dengan wajah polosnya. Benar-benar menggemaskan. “Mau, ahjumma~”

“Ini yang terakhir, ya?” peringat Seohyun.

Daniel merengut. “Waeyo?”

“Karena tidak baik makan eskrim terlalu banyak.”

“Tapi Mommy selalu memakan eskrim satu tempat besar setiap harinya. Terkadang dia masih juga membeli eskrim lagi,” cetus Daniel tidak terima sambil menggerakkan tangannya untuk menggambarkan maksud ‘besar’.

Seohyun menggelengkan kepala. Jessica benar-benar sudah mengajarkan kebiasaan buruk kepada anaknya sendiri.

“Pernah sakit gigi? Terlalu banyak makan eskrim akan membuatmu sakit! Bahkan sakitnya lebih sakit daripada saat lututmu berdarah,” seru Seohyun untuk menakut-nakuti Daniel.

Berhasil! Daniel mengidik takut. “Hih~ pasti sakit banget deh!”

Seohyun mengangguk mantap. “Sangat~ kau mau mencobanya?”

“Shireoyo!” jawab Daniel agak berteriak.

“Kalau begitu, ayo kita pergi,” seru Seohyun.

Tapi Daniel menggeleng. “Tapi ahjumma sudah berjanji 1 cup lagi untukku..”

“Mwo?” Seohyun mengerjap. Tak lama dia menggeleng lemas. Kenapa harus gen Sica eonni yang mendominasi dirimu, Daniel? Kenapa bukan Kris oppa?, batin Seohyun.

“Daniel, kamu mau pergi ke Dreamland?” tanya Seohyun dengan harapan akan membuat Daniel lupa dengan eskrim. Itu termasuk tawaran yang menggiurkan bagi anak kecil.

“Taman bermain itu, ya…” gumam Daniel.

Seohyun semakin berharap saat Daniel tersenyum.

“Ahjumma, aku pernah lihat di tv. Banyak sekali permainan tinggi yang sepertinya penyangganya tidak kuat. Bahaya. Eskrim jauh lebih aman!” seru Daniel.

Seohyun mendesis. “Bilang saja kau takut.”

Daniel merengut. “Aku takut jatuh. Pasti sakit..”

“Jangan terlalu takut dengan rasa sakit, Danny..” ujar Seohyun lalu menghela nafas lemas. “Ini mengingatkanku akan seseorang..”

>>>

Seohyun dan Daniel berkeliling di sekitar kawasan Dongdaemun. Beberapa kali Seohyun mencobakan salah satu pakaian kepada Daniel. Daniel malah memberontak dan berlari ke tempat mainan. Seohyun menggeleng frustasi. Sepertinya Daniel tidak tertarik dengan pakaian. Bagaimana bisa? Kedua orangtuanya saja seorang pecinta fashion. Bagaimana bisa mempunyai anak yang lebih tertarik dengan mainan dibandingkan pakaian?

“Dia masih kecil. Tentu saja pikirannya hanya main. Kenapa tidak terpikir dari tadi?” gumam Seohyun seraya mengetuk kepalanya.

Seohyun menghampiri Daniel yang sedang melihat-lihat mainan. Tidak, Seohyun salah. Ternyata mata Daniel tertuju dan terkunci kepada sebuah tv yang menayangkan pertandingan sepak bola. Seohyun menggigit bibirnya.

Eonni, jangan bilang—stop, Seohyun! Jangan berpikir yang macam-macam!

Seohyun menggeleng kepalanya dan menepuk kedua pipinya.

“Ahjumma, gwencana?” tanya Daniel yang bingung dengan tingkah Seohyun.

Seohyun berhenti dan menatap Daniel polos. “Hah?”

Daniel terkikik melihatnya. Daniel kembali menonton pertandingan sepak bola itu. Tiba-tiba dia menunjuk tv itu. Seohyun menggaruk kepalanya bingung. Jangan bilang dia ingin ku belikan tv kecil itu, pikir Seohyun bingung.

“Ahjumma, suatu hari nanti aku akan berada disana dan bermain bola seperti mereka,” gumam Daniel.

>>>

Seohyun dan Daniel duduk di kursi yang disediakan di halte sambil menunggu bus yang akan mengantarkan mereka pulang datang sambil becanda ria. Terkadang Seohyun menanyakan soal-soal yang biasanya sudah diajarkan kepada anak-anak seumur Daniel.

“Daniel, umurmu berapa?” tanya Seohyun.

Mommy bilang karena aku tinggal di Korea, umurku 6 tahun. Daddy bilang, karena aku tidak murni berdarah Korea, harusnya umurku terhitung baru 5 tahun. Aku tidak tahu mana yang benar,” jawab Daniel sambil memainkan mainan robot yang dibelikan oleh Seohyun.

Seohyun terkekeh. Apa Jessica dan Kris belum pernah menjelaskan tentang ‘umur Korea’ dan ‘umur internasional’ sebelumnya? Tapi baru saja Seohyun ingin menjelaskannya, seseorang mengintrupsi perbincangan mereka. Seohyun terbelalak saat sadar Luhan menyapanya.

“Luhan oppa, kau ada disini?” balas Seohyun.

Luhan tersenyum. “Ya begitulah. Aku ingin membeli beberapa barang. Tapi aku tidak berhasil menemukan yang sesuai dengan seleraku. Bagaimana denganmu?”

“Aku mengajak—“ Seohyun terdiam dan melirik Daniel yang sedang menatap Luhan. “Mengajak anak ini berkeliling Dongdaemun.”

Luhan membungkuk agar sejajar dengan Daniel. Tangannya menepuk kepala Daniel. Melihat mereka berdua dari dekat, membuat perasaan Seohyun tidak enak.

“Alis dan hidung itu.. sepertinya ku kenal..” gumam Luhan. “Daniel?”

“Ahjussi kenal denganku?” balas Daniel.

Luhan tersenyum tipis. Tangannya mengelus pipi Daniel. “Akhirnya aku bisa bertemu denganmu juga.”

“Oppa, kalian begitu mirip..” Seohyun menutup mulutnya.

Luhan terkekeh. “Tentu saja kami mirip. Aneh kalau tidak mirip.”

Seohyun menggelengkan kepalanya. Dia tidak mengerti dan tidak mau memikirkan maksud perkataan Luhan. Dia hanya terdiam sambil memperhatikan Luhan yang sepertinya mudah sekali akrab dengan Daniel.

“Seohyun-ah,” panggil Luhan.

Seohyun mengerjapkan matanya, “Hm, ne?”

“Jangan bilang pada Jessica kalau aku bertemu dengan Daniel, ya.”

>>>

Jessica sudah terbangun dari tadi. Tapi dia berpura-pura tetap diam. Dia bira merasakan Kris mengelus pipinya dan mengecup bibirnya sebelum turun dari kasurnya. Saat mendengar pintu tertutup. Jessica menghela nafas panjang.

“Aku mencintaimu! Apa kau belum sadar juga?!”

Jessica meremas selimutnya saat teringat kata-kata Kris tadi. Air matanya mengalir. Jessica terisak.

“Aku juga! Kau tidak tahu, kan? Tapi masalahnya kini tidak semudah itu, Kris…” lirih Jessica.

Jessica menyibak selimutnya dari turun dari kasur. Dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.

>>>

Kris mendesah lega saat melihat Seohyun yang sedang menggendong Daniel lah yang mengetuk pintu rumahnya. Dia hampir saja gila karena tidak berhasil menemukan Daniel di setiap ruangan rumahnya. Dia menelepon para tetangga pun, mereka bilang Daniel tidak ada di rumah mereka.

“Syukurlah Daniel bersamamu, Seohyun-ssi,” kata Kris penuh nada kelegaan sambil mengambil Daniel dari Seohyun.

Seohyun tersenyum. “Maaf aku mengajaknya pergi tanpa minta izin padamu sebelumnya. Ada yang ingin ku katakan padamu, oppa. Biarkan Daniel pergi ke kamarnya.”

Kris mengernyit. Yang pasti ia tahu hal yang akan Seohyun katakan tidak seharusnya di dengar oleh Daniel. Setelah menurunkan Daniel dan menyuruhnya masuk ke kamar, Kris mempersilahkan Seohyun duduk.

“Mau ku buatkan minum?” tawar Kris.

Seohyun mengibas tangan. “Tidak usah repot-repot. Cukup duduk dan dengarkan, oppa.”

Kris menurut kata-kata Seohyun. Dia menatap Seohyun bingung. Sedangkan Seohyun menggigit bibirnya. Ia sedang menimbang-nimbang mana yang harus ia bicarakan kepada Kris.

“Ku harap lain kali jika kalian ingin bertengkar, pastikan Daniel tidak akan mendengarnya,” kata Seohyun akhirnya. “Aku segera membawa Daniel pergi agar dia tidak mendengar kalian bertengkar.”

Kris mendesah frustasi. Dia kembali teringat dengan masalahnya tadi. “Begini, Seo.. pertengkaran tadi terjadi begitu saja. Aku bahkan tidak mengira kami akan bertengkar.”

“Memang apa masalah kalian? Tidak perlu sungkan padaku. Aku kan sudah seperti keluarga lain kalian, kan? Kau juga sering mencurahkan semua tentang Sica eonni padaku..”

Kris menarik nafas dalam. “Apa kau kenal siapa yang dimaksud ‘Babo Deer’ oleh Sica?”

Seohyun terdiam. Tubuhnya menegang. Itu kan.. Luhan oppa?

“Ku kira kau tidak akan membahas itu lagi, Kris!”

Seohyun dan Kris menoleh saat mendengar teriakan geram itu. Jessica berdiri beberapa langkah di belakang Kris sambil melipat tangannya di dada. Kris menghela nafas dan menghempaskan punggungnya ke belakang. Dia menyandarkan kepalanya dipunggung sofa. Seohyun hanya diam, tidak berani berkata apapun.

Jessica menghela nafas pendek. “Maafkan aku. Aku akan menjelaskannya padamu nanti. Bukan sekarang.”

Kris tidak membalas. Dia merasa terlalu lelah untuk kembali bertengkar dengan Jessica. Jessica menatap Seohyun seakan menyuruhnya mengikuti Jessica. Jessica membawa Seohyun ke kamarnya dan mengunci pintu.

“Apa yang kau rencanakan dengan Luhan, eonni?” tanya Seohyun geram. “Ku pikir kau sudah tahu kalau aku tidak menyukainya!”

“Ssh..” Jessica menekan bibirnya dengan telunjuknya. “Aku tidak merencanakan apapun! Luhan yang membuat semua seperti ini! Sekarang aku sedang berusaha agar Kris tidak tahu apa-apa soal Luhan. Apalagi ternyata Luhan teman satu proyek Kris.”

“Luhan.. apa?!”

Jessica langsung membekap mulut Seohyun. Dia menghela nafas panjang untuk mengontrol emosinya. Saat Seohyun sudah berjanji untuk tetap tenang, Jessica melepaskan tangannya.

“Ini buruk..” gumam Seohyun.

“Sangat!”

Seohyun yang sedang berpikir itu terlihat terkejut, membuat Jessica penasaran. Apa yang sebenarnya ada pikiran Seohyun kali ini?

“Eonni, tumben kamarmu sangat rapi, bersih dan wangi. Sepertinya sprainya juga baru diganti. Padahal aku ingat kau baru menggantinya seminggu yang lalu, kan? Waw, kedatangan Luhan membawa banyak perubahan untukmu sepertinya,” gumam Seohyun dengan wajah polos.

Wajah Jessica memerah mendengarnya. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Tapi terserahlah. Bagaimanapun, kau harus menceritakan apa yang terjadi diantara kau dan Luhan sebenarnya. Secara lengkap dan jelas!” tegas Seohyun.

>>>

Kris duduk di depan Daniel yang asik memainkan mainan barunya itu. Kris mengambil salah satu mainan dan ikut bermain dengan Daniel. Sampai akhirnya dia sadar Daniel sedang mengemut sebuah permen. Kris yakin Seohyun tidak mungkin membiarkan anak kecil memakan makanan yang menurutnya tidak baik.

“Danny, siapa yang memberikanmu permen itu?” tanya Kris.

Daniel menatap ayahnya. “Seorang paman tampan yang memberikanku permen. Jangan bilang-bilang Seohyun ahjumma, ya! Kata ahjussi itu, Seohyun ahjumma akan marah kalau tahu dia memberikanku permen!”

“Apa yang memberikanmu itu orang asing?”

Daniel menggeleng cepat. “Dia adalah teman Seohyun ahjumma. Ahjussi itu terlihat akrab dengan Seohyun ahjumma.”

Sehun?, tebak Kris ragu. Tapi mana mungkin?

>>>

“Nona jelek! Kenapa tidak mengangkat teleponku dari tadi?”

Seohyun menutup telinganya. Sedangkan didepannya, Sehun menghela nafas kasar. Baru saja Seohyun sampai di rumahnya, dia sudah diteriaki oleh Sehun. Tidak salah kalau Sehun marah. Seohyun sudah berjanji akan menemaninya ke pesta ulang tahun temannya. Tapi nyatanya Seohyun malah menghilang seharian.

“Mian.. mian..” sesal Seohyun sambil membungkukkan badannya. Terlihat benar-benar menyesal. “Aku ada urusan penting dengan Jessica eonni.”

“Selalu saja dia. Dia sudah mempunyai keluarga sendiri. Urusannya adalah urusan keluarganya bukan kau, noona…” desah Sehun gemas.

Seohyun menggembungkan pipinya, “Tapi kan aku termasuk keluarganya juga..”

Sehun mendesah pelan. “Oke.. baiklah, terserahmu.”

“Kau tidak marah, kan?”

“Aku?” Sehun menunjuk wajahnya lalu menggeleng. “Tidak.. tidak.. lebih baik aku pulang.”

Seohyun segera menghampiri Sehun dan menggenggam tangan Seohyun. “Kau marah..”

“Ku bilang tidak.”

“Iya.”

“Terserahmu!”

Seohyun mendesah. “Dasar anak kecil..”

“Mwo?” Sehun mendengus. “Ku bilang, terserah lah!”

“Aku belum makan. Mau menemaniku?” seru Seohyun.

Sehun melirik jam tangannya. “Sudah jam 9, kau belum makan?” Sehun mengetuk kepala Seohyun. “Ayo kita cari makan.”

Seohyun terkikik pelan. Tidak susah membuat Sehun melupakan masalah mereka rupanya..

“Bagaimana dengan ulang tahun temanmu?” tanya Seohyun ragu.

Ekspresi Sehun langsung aneh. Dia menghela nafas panjang. “Ayo cari makan…”

=== Calling Out ===

Maaf kalo masih ada typo. Soalnya saya itu males banget yang namanya edit ulang =.=

Karena ga di edit ulang, kemungkinan besar ada yang ga ngerti. Kalo ga ngerti, baca ulang ya. Masih ga ngerti? Baca lagi ~ baca sampe kau mengerti :3 /plak/

Saya, Lee Hyura, undur diri. Okeh? ^.~

Advertisements

30 responses to “[Series] Calling Out (Chapter 3)

  1. Masih bingung Sama kata2 luhan yg ini
    “Alis dan hidung itu.. sepertinya ku kenal..” gumam Luhan. “Daniel?”

    “Ahjussi kenal denganku?” balas Daniel.

    Luhan tersenyum tipis. Tangannya mengelus pipi Daniel. “Akhirnya aku bisa bertemu denganmu juga.”

    “Oppa, kalian begitu mirip..” Seohyun menutup mulutnya.

    Luhan terkekeh. “Tentu saja kami mirip. Aneh kalau tidak mirip.”

  2. aduh pusing gue -_-

    woi daniel! sebenernya lu anak siapa sih?!! *cekik daniel* /uppsss ._.v

    pertemuan luhan-daniel ituuu… 8D
    dan akhirnya semakin kesini, gue semakin yakin sama perkiraan gue kemaren. Huohaha…. Luhan! Luhan! Luhan! *eh?
    Ayo luhan~ yang semangat yaaahhh u,u *plakk

    hei, itu kris ngapain mommy gue?!! -,- *jewer kris* /emang nyampe? XDD

    Ok, sekian juga.. Wassalam (?)
    Next chap… dan I choose to love you selalu ditunggu lohhh :* ^^v

    • njir komen lo panjang amat, cousin? =..=
      DANIEL ANAK GUE! puas lo? seenaknya dicekek. gue gentayangin juga lo /plak
      percuma kalo akhirnya dikasih ke jaejoong juga kalo luhan yg menang. mending sica sama kris deh -_- /dijitak jae/
      ff itu endingnya macet di tengah jalan~~ bingung nentuin ending >______<

  3. Duh. Akhirnya lanjut juga! Kris, Sica sama Luhan hubungannya semakin rumit. Apa tuh maksudnya Luhan mirip sama Daniel? Apa jangan jangan..

    Duh! Berabe tuh Kris sama Luhan perang sms. Gara2 itu Krissica jadi berantem. Dan, to twitt deh pas Kris ngelus pipi Sica terus ngecup bibir Sica! Oh my royal family ><

    Segera di lanjut yah unnie. Aku menunggu~

  4. Chapter ini W.O.W bgt,
    haha,
    scene krissica itu yg to tweett. .
    :-*
    #dilempar panci. .

    scene kris wktu sms an ma lulu juga bkin ngakak.
    Kris jealousny lucu. .
    Wohoho.
    Next chap ditunggu. .
    Daebak. .

  5. penyakit malasnya kambuh ya chingu?..keke
    emang jessica dan kris ngapain tadi??
    kok jess langsung merah mukanya waktu ditanya seo kenapa kamarnya jadi rapih??..
    daniel itu anak luhan dan sica..terus luhan ga mau tanggung jawab..eh ngejebak kris *PLAK
    ekekekek…lanjutin ya! penasaran 🙂

    • buahaha begitulah~ malesss ‘–‘
      aduh mereka tuh abis itu loh…. ngerti ga? jadi mereka abis itu…. gitu…. *gaje*
      kayaknya tuh luhan jahat banget ya? wkwk XD

  6. Hai min, aku readers exoshidaefanfic nih, tapi nyasar kesini grgr baca ff mimin yang MISTAKE -_- dari semua ff mimin yang cast nya exoshidae aku sukaaaaaaaa banget!^^ apalagi kalo castnya Kris-sica dua2nya biasa aku *gananya *abaikan. OIya, ff Mistake nya kok cuma sampe chapter 5? Lanjut lg dong mon, pleaseeee banget, itu ff aku banget, suka banget, cinta banget pokoknya banget banget deh (?) lanjutin yaaa semangat! Hwaiting!

  7. Daniel itu anak siapa sih ???

    Oh my god , KrisSica moment To Twitt …. Eh Kris sama sica abis ngapain ? Apaan tuh lengket – lengket (?) jangan bilang mereka abis …*Tutup idung (?)on^^

    Lanjut ya E

  8. Ad0h bingung ini daniel anak siapa — eh itu kris sama mama gue ngapain hayo :O buat adik ya? XD
    Daniel anak siapa aja boleh deh, yang penting aleyna anak gue sama kai (*-*/\) (?)
    ditunggu kelanjutannya jan lama lama, yang mistek(?) juga lanjutin OAO waks =))
    ditunngu yaaw >w<

  9. Jadi ceritanya Jessica itu selingkuh sama Luhan Luhan yaa?
    Terus kenapa Luhan penasaran banget sama Daniel ya?
    Mian kalo banyak nanya.. hehee
    Ditunggu next part nya thor ^0^

  10. bingung mode on!!! daniel anak siapa???
    arrgghhh rumit banget chingu!hehehe…..
    sica cinta sama kris?terus knapa dia mesti bilang gitu?
    lanjutannya jangan lama-lama chingu 🙂

  11. hoho , bru pertama dpt ff krissica , couple biased gw . kekekek , daniel gennya lebih ke sica bagus dhe . kekekek . itu thetun pathangannya thama hyunnie thama-thama polos xD

  12. mian saeng eon komen di part3 nya aja
    huft~
    ah eon deg degkan baca ff ini,tegang banget berasa nonton film setan, padahal ini ff romance u.u
    entah kalau kris-sica-luhan yang jadi cast utamanya eon selalu tegang..
    ah danielnya unyu unyu banget deh, jadi pengen culik daniel terus bawa pulang u.u eon suka banget sama ff ini,
    berasa ntn film , rinci banget kamu menjabarkan kondisinya..
    Eh menurut eon kris itu mirip jung heechul deh..
    saeng cpet di lanjut ya ffnya , gak sabar nunggu kelanjutannya..
    semoga ff ini gak berhenti di jalan 😀

    • Iya ga papa eon. Maaf aku ga kasih tau soal ff ini. Emang ga ada yg aku kasih tau kok u.u
      Haha jadi serasa gimana gitu kalo eonni malah tegang karna ff ini. Wkwkwk
      Jangan culik daniel~~~~ dia itu anakku yang diaku oleh jessica. Masa iya malah diculik? Nyesek amat u,u
      Buahaha akhirnya ada juga yg sadar. Aku buat ini malah kepikiran si jung heechul loh. Ga tau kenapa .-.

  13. hihi awalnya ketawa yg daniel niru cara minumnya kris 😀
    ahaaayyy luhan nyolot bgt bales sms nya, istri orang itu bang! -___-
    nah, daniel beneran mau punya adeeee, asikkk ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s