[Prolog] Yes, Master!

Author : Lee Hyura

Title : Yes, Master!

Genre : Angst, Romance

Rating : PG 13

Length : Mini Series

Cast :

–          Cho Youngra (OC)

–          EXO Chen

–          EXO Kai

Note : pfftt~~ saya malah ngeluarin ff baru saat belum satu ff pun selesai -_- aduh mian deh ya. Hehe..

=== Yes, Master! ===

Awalnya semua sempurna. Semua berjalan seperti apa yang ia harapkan. Semua membuatnya merasa Tuhan benar-benar mencintainya dan selalu ada di sisinya. Semua membuatnya berpikir tidak ada lagi hal yang perlu ia sesalkan. Cukup menatap ke depan dan lakukan yang terbaik.

Tapi…

Dan tapi…

Dalam semalam, semuanya hancur berantakan.

•••

Di malam yang dingin itu, Jongdae keluar dari rumah temannya, tempatnya menginap untuk sementara. Sang pelatih memanggilnya untuk segera datang ke gedung agensi untuk pemantapan terakhir sebelum ia debut besok.

Malam yang dingin.

Malam yang sepi.

Malam yang gelap.

Membuahkan sebuah malapetaka baginya.

Sebuah truk kecil dikendarai dengan kecepatan tinggi menyusuri jalanan itu. Sang supir tidak tahu akan ada yang menyebrang. Lampu mobil itu pun sepertinya remang-remang, bertanda aki mobil tidak dalam keadaan baik.

DASH~ DUAK!

Tubuh Jongdae terlempar dan terhempas di bahu jalan. Truk itu tetap memacu kecepatan tinggi. Jauh lebih cepat dari sebelumnya, yang berarti sang pengendara menyadari apa yang terjadi dan takut akan akibatnya.

•••

Nyonya Kim mengeratkan pegangannya di bahu dokter. Matanya tidak sanggup mengeluarkan air mata karena emosinya yang terlalu tinggi. Jantungnya pun terasa berat untuk berdetak. Dia tidak sanggup untuk menerima kenyataan yang terjadi kepada anaknya.

“Buta, dok?” ulang nyonya Kim menggumam.

“Tenang saja. Sampai sekarang, kami masih mencari mata yang cocok dengannya. Sekitar 2 minggu lagi, bawa Jongdae kembali ke rumah sakit. Hari ini, dia boleh pulang ke rumah,” ujar dokter panjang lebar.

Kata-kata itu belum bisa memuaskan nyonya Kim. Sebelum wanita separuh baya itu jatuh terkulai di lantai, anak bungsunya—Jongin—sudah mengambil langkah untuk menahan tubuh ibunya. Nyonya Kim diam sambil menekan dadanya.

Sakit..

Tentu saja sakit. Semua anggota keluarga itu pasti merasa sakit. Sangat sakit. Apalagi saat sadar kenyataan itu merusak mimpi dan hidup Jongdae.

•••

“Aku… buta?”

Tubuh Jongdae bergetar hebat. Sebuah dunia yang sangat gelap yang ia bisa lihat sekarang. Dia takut. Sangat takut. Sakit. Sangat sakit. Dia tahu, dunianya hancur saat ia tahu kenyataannya.

“Hyung, tenanglah. Kau kondisimu belum normal,” kata Jongin untuk menenangkan kakaknya.

“Tenang?” Jongdae menggertakkan giginya. “Kalau kau ada di posisiku, apa kau bisa merasa tenang?! Hah? Katakan padaku!”

Jongin terbelalak kaget saat Jongdae semakin histeris. “Hyung!!”

Jongdae mulai terisak. “Kalau begini, bagaimana bisa aku jadi penyanyi? Bagaimana bisa aku menjadi penulis lagu? Katakan padaku! Bagaimana?!”

“Berhenti bertingkah seperti perempuan! Kau laki-laki, hyung! Kau harus kuat!”

“Jika kau ada di posisiku, kau pasti akan seperti ini! Ah, tidak! Cukup kakimu lumpuh, kau akan berpikir untuk bunuh diri, kan?”

Jongin terdiam. Kakinya melangkah dengan gontai ke belakang. Dan akhirnya ia duduk di sofa saat kakinya menabrak sofa. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia tahu, itu adalah mimpi terburuk baginya. Jongdae benar. Tapi kini dia harus berbohong. Jika tidak, Jongdae tidak akan tenang.

“Aku akan tetap disini sampai kau tenang. Selama itu, kau boleh mengamuk sepuasnya. Lagipula, apa yang bisa dilakukan oleh orang buta sepertimu?” desis Jongin.

Tidak menyibir. Tidak.. Jongin tidak bermaksud seperti itu. Tapi Jongin sengaja membuat Jongdae puas mengamuk lalu memikirkan kata-katanya. Jongdae tipe orang yang tidak suka dihina. Jika dia memikirkan kata-kata Jongin, bukan tidak mungkin dia akan berusaha membuktikan kepada Jongin kalau ia bisa bangkit.

Setidaknya, itulah yang diharapkan oleh Jongin.

•••

Youngra terdiam. Dia menggigit bibirnya kuat. Matanya menatap wanita paruh baya yang terlihat kuat namun di matanya terlihat rapuh. Wanita itu masih berusaha bergaya angkuh, seakan tidak mau membuat imagenya turun.

“Kenapa harus aku?” tanya Youngra akhirnya. “Kenapa harus aku, Kim sajangnim?”

“Karena kau sudah terbiasa,” jawab wanita pemilik panti jompo tempat Youngra mengabdikan hidupnya.

“Mengurusi nenek-nenek? Tentu. Tapi orang yang tidak bisa melihat? Sepertinya tidak,” tanggap Youngra.

Nyonya Kim tersenyum tipis. “Aku yakin kau bisa.”

“Aku bukan tipe orang yang akan bersikap lembut.”

“Aku tidak ingin kau bersikap lembut.”

“Lalu?”

“Aku ingin kau membuatnya kembali mempunyai semangat hidup sepertimu. Seperti yang kau lakukan kepada para orangtua itu.”

Youngra mendesah. “Akan ku pikirkan.”

“Aku sudah memberikan 2 pilihan. Terima atau tidak. Jika kau tidak menerimanya, aku akan mencabut santunanku kepada para orangtua miskin yang menumpang di panti jompo ini,” ancam nyonya Kim.

Youngra terbelalak. Sosok angkuh yang biasanya selalu bersikap lembut kepada orang-orang lanjut usia itu bisa mengancamnya seperti itu. Benar-benar diluar dugaan Youngra. Sepertinya nyonya Kim benar-benar sudah putus asa akan Jongdae.

“B-baiklah..” kata Youngra akhirnya.

“Younggie, ternyata kau disini. Aku ingin eskrim!” seru seorang nenek yang tiba-tiba sudah ada di dekatnya.

Youngra tersenyum tipis. Dengan wajah masih terkejut, Youngra bangkit dan membungkuk kepada nyonya Kim lalu membawa nenek itu keluar dari ruangan nyonya Kim.

“Halmoni, tapi eskrim itu enak! Kau tidak boleh makan yang enak!” bisik Youngra jahil.

Nenek itu memukul lengan Youngra pelan. “Aish, kau tetap jahat seperti biasanya!”

=== Yes, Master! ===

Tertarik ga? Kalau sedikit yang tertarik sih aku ga lanjutin u.u hehe

Advertisements

3 responses to “[Prolog] Yes, Master!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s