[Drabble] Loving You

Author : Lee Hyura

Title : Loving You

Genre : Romance

Rating : PG

Length : Drabble

Cast :

–          EXO Luhan

–          SNSD Jessica

–          SNSD Yoona

=== Loving You ===

Jessica menggenggam selembar kertas. Kakinya melangkah cepat menuju sebuah ruangan. Di luar, beberapa artis sibuk bersenang-senang dengan cara mereka. Konser besar milik SM Entertainment sudah selesai.

“Noona, apa yang kau lakukan disini?”

Jessica berhenti melangkah dan menoleh. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, ada seorang Chen yang diam ditempatnya sambil menatapnya bingung. Jessica hanya tersenyum tipis.

“Tidak tahu. Aku lupa. Salam untuk teman-temanmu,” kata Jessica.

Jessica berbalik badan dan mengambil langkah untuk pergi. Dia menghela nafas berat dan panjang. Dia sedikit tersentak saat melihat Yoona di depannya.

“Mianhae, eonni,” gumam Yoona sambil menundukkan kepala.

Jessica tidak menjawab apapun. Dia tetap melangkah. Yoona mendesah pasrah. Sedetik kemudian, matanya terbelalak. Jessica menepuk pundaknya. Yoona menoleh. Jessica tetap berjalan ke ruangan SNSD tanpa menoleh padanya. Senyuman tipis mengembang. Sedangkan Jessica tetap dengan senyuman pahit di bibirnya saat memutar kenop pintu.

“Mungkin memang jangan malam ini,” gumam Jessica pelan.

>>>

Dengan penyamaran seperti biasa, Jessica duduk di sudut café dekat gedung SM Entertainment. Dia menyesap sedikit ice lattenya dengan pandangan menuju layar laptopnya. Dia menggigit bibirnya. Handphone yang sedari tadi bergetar karena telepon masuk, tetap ia hiraukan. Tidak peduli sepenting apapun telepon itu.

Entah sejak kapan, tapi yang pasti saat Jessica mendongakkan kepala, ia suda berhadapan dengan seseorang yang memakai topi dan masker. Orang itu sesekali terbatuk pelan saat Jessica sudah menyadari keberadaannya.

“Luhan?”

Jessica memanggilnya ragu.

Tidak menjawab. Tapi orang itu malah membelokkan topik pembicaraan. “Orang-orang mencarimu. Mereka ingin kau berada di kantor sekarang.”

Jessica tertawa pelan. Tertawa yang sebenarnya susah payah ia tahan. Entah kenapa ia tertawa saat sadar bahwa orang itu memang Luhan. Saat sudah berhasil berhenti tertawa, dia mendesah pelan.

“Aku ingin tetap disini,” balas Jessica.

“Tidak, kau tidak bisa.”

“Kenapa tidak bisa?”

Luhan melepaskan maskernya. “Kau ingin mereka tahu kita ada disini? Kalau kau mau, aku bisa melakukannya.”

Jessica mengangkat alisnya bingung. Dia tahu yang dimaksud oleh Luhan adalah penggemar mereka. Tapi Jessica tidak mengerti kenapa Luhan malah mengancamnya seperti itu.

“Tenangkan dirimu. Kita bersantai disini. Bekerja terus-menerus itu tidak baik,” ujar Jessica.

Luhan mendesah pelan. “Diluar gerimis. Dan akan menjadi hujan deras dengan segera. Kita harus segera kembali, sunbae.”

“Kau peduli denganku, atau kau diminta untuk peduli denganku?”

Luhan terhenyak. Apa maksud pertanyaan Jessica?

“Sunbae—“

Jessica mengibas tangannya. “Kau boleh kembali sekarang. Aku akan disini. Bahkan jika hujan itu sampai malam pun aku tidak apa.”

“Kalau begitu, aku akan tetap disini.”

“Tidak bisa!”

“Kenapa?”

Jessica terdiam sejenak. “Kau harus latihan, kan? Kalian akan menghadiri banyak acara, kan? Kalau kau tetap disini, kau tidak akan bisa—“

“Aku lebih memilih untuk menemanimu daripada berlatih dengan mereka.”

Jessica memutar matanya kesal.

“Sedang bermasalah dengan Kris?” tanya Luhan pelan.

Jessica malah bertanya, “Apa hubungannya dengan Kris?”

“Kau tidak tahu? Banyak sekali orang yang memasangkan kalian sebagai couple.”

Jessica menggeleng. “Aku tidak tahu apapun. Ku kira mereka akan memasangkanku dengan Suho. Akhir-akhir ini aku senang menghabiskan waktu dengannya bersama Kyuhyun oppa, Qian eonni dan Changmin oppa.”

Luhan terkekeh pelan. “Baiklah, kalau begitu aku salah.”

Jessica mengambil cangkirnya dan meneguknya sampai habis. Suhu di café itu mulai dingin akibat hujan yang semakin deras diluar. Sedangkan pendingin ruangan belum diubah fungsi menjadi penghangat ruangan oleh pekerja café itu. Jessica mengeratkan hoodienya.

“Kedinginan?” tanya Luhan saat melihat reaksi Jessica.

“Tidak. Aku adalah ice princess. Ingat? Tidak seharusnya merasa dingin,” balas Jessica datar.

Luhan mendesah pelan. Ia mengeluarkan handphonenya dan menelepon seseorang. Jessica tidak tertarik untuk mendengarnya. Dia kembali asik dengan laptopnya.

“Ayo kembali. Sekarang!” tegas Luhan tiba-tiba. “Ku mohon.”

Jessica mendesah sebal. Dengan gerakan sedikit disentak, dia memasukkan laptopnya ke dalam tas selempangnya lalu bangkit. Tidak lupa ia tinggalkan uang untuk membayar pesanannya. Luhan tersenyum tipis. Dia berhasil.

>>>

“Lalu kenapa kau malah kabur?” tanya Luhan.

Jessica menoleh. Kepalanya sedikit didongakkan karena Luhan lebih tinggi darinya. Dia kembali menatap ke depan setelah menganalisis ekspresi wajah Luhan. Dia mendesah.

“Aku tidak kabur,” jawab Jessica.

Mata Jessica tetap tertuju kepada jalan raya yang basah akibat hujan yang deras di depannya selagi menunggu lampu lalu lintas berubah menjadi hijau untuk pejalan kaki. Disampingnya, Luhan memegang payung untuk melindungi mereka berdua dari hujan.

“Oh baiklah. Jadi apa ini namanya?”

Jessica mengangkat tangannya. “Aku hanya ingi sendiri.”

“Ku dengar kau bertengkar dengan Yoona.”

“Aku dan Yoona baik-baik saja.”

“Bohong.” Luhan mendesah. “Ku dengar Yoona berulang kali meminta maaf padamu tapi sunbae hanya diam saja.”

“Ada sedikit masalah. Ku kira kau tidak perlu tahu, Luhan.”

Luhan terkekeh. Dia menarik tangan Jessica saat lampu lalu lintas sudah berganti menjadi hijau untuk pejalan kaki. Jessica hanya menurut. Dia tidak mau ditinggal di tengah hujan. Tubuhnya akan basah dan dia tidak suka itu. Lagipula dia cukup yakin Luhan tidak akan berani meninggalkannya. Karena kalau dia melakukan itu, dia harus berhadapan dengan sang leader SNSD.

“Jadi…” Jessica membasahi bibirnya. “Kau datang mencariku karena diminta oleh Taeyeon? Sooyoung? Hyoyeon? Siapa?”

Luhan hanya diam, tidak menjawab apapun. Jessica menggembungkan pipinya. Tapi dia berusaha berpikir baik. Mungkin Luhan sedang berpikir agar tidak sengaja membicarakan sesuatu yang mungkin akan memperburuk mood Jessica.

Tapi Jessica salah. Luhan memang tidak mau menjawabnya.

“Luhan?” panggil Jessica.

“Percepat langkahmu, sunbae. Kita harus segera sampai di gedung sebelum hujan semakin deras. Nanti kau akan terkena cipratan hujan dan akhirnya basah,” seru Luhan.

Luhan sedikit mempercepat langkahnya saat Jessica ingin protes karena Luhan malah mengalihkan pembicaraan. Mau tak mau, Jessica mengikutinya. Dia bisa melihat beberapa orang yang tetap bertahan di depan gerbang karena ingin melihat idolanya. Dengan wajah tertutup topi dan tudung jaket, orang-orang itu tidak menyadari Luhan dan Jessica.

Saat mereka sampai ke tempat yang tidak terkena hujan, Jessica berlari masuk ke dalam gedung. Sedangkan Luhan sibuk melipat payung dan baru lah menyusul Jessica.

“Nah, kita sudah sampai!” seru Jessica lalu berbalik badan menghadap Luhan. “Sekarang jawab!”

Luhan mengernyit bingung. “Apa?”

“Alasan—“

“Jessica eonni!”

Jessica dan Luhan menoleh cepat. Terlihat sosok Yoona yang sedang berlari ke arah mereka. Jessica kembali berbalik badan. Dia menatap kedatangan Yoona bingung lalu melirik Luhan. Luhan hanya tersenyum lebar ke arahnya. Jessica kembali dibuat kaget saat sadar tubuh Luhan bagian kanan basah kuyup. Mungkin karena hujan. Jessica juga baru sadar ia sama sekali tidak basah. Apa mungkin Luhan rela tubuh terkena hujan sedari tadi agar Jessica tidak basah?

“Kau yang menjemputnya, Luhan oppa?” tanya Yoona.

Jessica menoleh kaget. Yoona tidak tahu? Lalu siapa yang menyuruh Luhan datang menjemputnya?

“Bukan. Aku hanya kebetulan bertemu dengannya tadi saat memberi minum,” jawab Luhan. “Oh aku duluan!”

Jessica tidak mengerti apa yang terjadi sekarang. Luhan tidak diminta untuk mencarinya? Luhan hanya ingin membeli minum? Tapi kenapa hanya membeli minum sampai harus ke café itu? Lagipula Luhan juga tidak membeli apapun.

Luhan segera berlari menjauh. Jessica hendak mengejar Luhan tadi ditahan oleh Yoona.

“Yoona, biarkan aku mengejarnya,” tekan Jessica.

Yoona mengerjap. Dia melepaskan tangan Jessica. Jessica langsung berlari cepat ke arah Luhan berlari tadi. Jessica yakin Luhan tidak pergi menuju ruang latihan.

>>>

Luhan terhenyak saat sadar yang menarik tangannya adalah Jessica. Dia mengerutkan keningnya. Sedangkan Jessica tersenyum tipis. Jessica memasukkan tangannya ke dalam kantong tas selempangnya lalu mengeluarkan kertas.

“Ini..” Jessica menggigit bibirnya karena ragu. “Ini darimu, kan?”

Sebuah kertas yang sudah lecek karena digenggam semalaman oleh Jessica dimalam setelah SMTown di Seoul. Luhan terbelalak melihatnya.

“Aku memarahi Yoona karena Yoona menyembunyikan surat ini untuk mengusiliku. Dia tahu aku selalu menunggu surat dari pengirim surat ini. Surat dari pengirim yang sama sejak setahun yang lalu. Pengirim yang selalu menyemangatiku dan mengingatkanku akan jadwal-jadwalku. Iya, kan?” selidik Jessica.

Jessica menatap mata Luhan dalam –berusaha mencari kebenaran dari mata Luhan.

“Bagaimana jika memang aku?” sebuah kalimat akhirnya keluar dari bibir Luhan setelah sekian lama terdiam.

Jessica tersenyum tipis. “Kau juga tahu aku ada disana, kan? Kau tahu aku berada di café itu tanpa membawa payung. Terima kasih.”

Luhan ikut tersenyum. Mungkin memang akan lebih baik, dia lah yang selalu menjemput Jessica saat hujan turun.

“Oh, ya.. bajumu?”

Luhan melirik pakaiannya yang basah kuyup. “Mungkin aku akan meminjam baju Sehun?”

=== Loving You ===

Oke.. saya tau itu aneh, pendek, ga nyambung dan .. apaan pula itu ceritanya =.= jujur ga terlalu niat ngetiknya. Temen yg udah aku anggap sebagai saudara kandungku sendiri request ff couple ini. Aneh juga buatnya. Tapi, ah bodo amat lah!

Karena sayang udah jadi tapi disimpen aja, saya publish deh. Tapi karena jelek, nanti dicoba untuk buat ff lusica yang lain deh. Kalo bisa ya. Buat ff couple ini tuh rasanya aneh gimana gitu sih.

Advertisements

9 responses to “[Drabble] Loving You

  1. Yang request ini si ve? Bener gak tebakan ku?

    So sweet ff-nya! Bener2 berasa nyata. Duh, kenapa ya kalo yang bikin ff Fara unnie, past ceritanya dapet feel-nya.. /pegang tangan Fara unnie/ takut terbang -,-”

    Gege! Udah cukup ge! Cukup cinta terlarangnya sama Mum sendiri. Ntar kualat loh sama Dad.

    Luhan : Perasaan elu yang sering pairingin gue sama Mum! -,-”
    Dhyna : Habisnya mukamu tuaan sih, ge. /kabur /dijitak Luhan ToT

    • grrr siapa pula yg mau terbang? tanpa di puji juga saya udah bisa terbang. kan anaknya malaikat *poke teuk appa :33
      deh ini apa ya? kalo mau berantem ya jangan disini *jewer dhyna-luhan XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s