[Drabble] Oh, My ’10:10′

Author : Lee Hyura

Title : Oh, My ’10:10’

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG

Length : Drabble

Cast :

–          Kang Minhyun (OC)

–          EXO Baekhyun

–          EXO Chanyeol

–          EXO Chen

–          EXO Kyungsoo

Note : anggap aja ini sebagai selingan supaya feeling ke couple ini tuh tidak menurun. Hahaha 😀

You and I chapter 8 sedang diproses berbarengan ff lainnya. Jadi tunggu aja saat aku beneran comeback. Sekarang ini cuma sebagai bentuk refreshingku dari semua masalah . hiks.. oh ya ini juga buat reader yang kemarin request drabble bacon. Haha

=== Oh, My ’10:10’ ===

“Baekkie, lihat! Sekarang jam 10:10,” bisik Minhyun.

Mereka sedang berada di tengah kerumunan orang di kawasan Myeondong. Baekhyun mengajak Minhyun ke daerah itu untuk mencari hadiah anniversary orangtua Baekhyun. Baekhyun hanya memutar bola matanya saat mendengar itu. Minhyun memang tergila-gila akan waktu ’10:10’. Saat ditanya mengapa, dia menjawab karena ’10:10’ melambangkan kebahagiaan.

Minhyun menoleh dan mengerjap. Dia tidak terima karena Baekhyun tidak memberikan reaksi apapun. “Baekhyun-ah~”

“Baiklah, kita mulai dari mana?” seru Baekhyun untuk mengalihkan pembicaraan lalu mendesah sebal.

“D-dari..” Minhyun merengut tipis sambil mengerjapkan matanya memelas. “Terserahmu saja. Kau yang butuh, kan?”

“Baiklah. Dari sana!”

Baekhyun menunjuk sebuah toko. Minhyun hanya mengangguk pelan. Dia sedikit tersentak saat Baekhyun menarik tangannya. Hangat.

•••

Minhyun menarik tangan Baekhyun saat Baekhyun keluar kelasnya menuju kantin bersama teman-temannya. Minhyun tersenyum tipis.

“Pergi bersama ke kantin?” ajak Minhyun.

“Ayo. Teman-temanku juga ingin pergi ke kantin,” sahut Baekhyun sambil menunjuk teman-temannya.

Minhyun mendengus pelan. “Tidak bisa kita berdua saja?”

“Buat apa? Toh tujuannya sama saja. Lagipula bersama-sama lebih seru, kan? Lebih ramai.”

“Tapi—“

“Ayo!” tekan Baekhyun.

Baekhyun menarik tangan Minhyun dan berlari mengejar teman-temannya. Minhyun melirik jam tangannya.

“10:10.. kebahagiaan,” gumam Minhyun.

Baekhyun menoleh. “Uh?”

“Eobseo..”

•••

“Kau dan Minhyun itu berpacaran, ya?” celetuk Chanyeol.

Minhyun tertawa gugup. “Tentu saja tidak!”

“Aku tidak tertarik dengan gadis yang tergila-gila akan ’10:10’. Lagipula kami bersahabat,” timpal Baekhyun dengan nada datar sambil menyalin soal yang ada di buku paket ke buku tugas.

“Memang apa salahnya dengan ’10:10’?” sinis Minhyun. Baekhyun mengangkat bahunya acuh.

Kali itu, Baekhyun bersama teman-temannya memang sedang berkumpul di rumah Baekhyun untuk mengerjakan tugas. Sedangkan Minhyun memang terbiasa bermain ke rumah Baekhyun setiap sepulang sekolah. Jika tidak, orangtua Baekhyun akan terus-menerus menanyakan Minhyun. Dan Baekhyun tidak suka itu.

Lagipula Minhyun sudah terbiasa dengan teman-teman Baekhyun. Minhyun sering bergabung dengan mereka. Jadi tidak aneh jika Minhyun akrab dengan mereka. Yah walaupun status Minhyun sebagai junior mereka.

“Oh ya? Tapi kalian selalu bersama,” cetus Jongdae.

Minhyun memutar matanya. “Tidak boleh?”

“Tidak juga. Hanya saja.. aneh?” Kyungsoo menggantungkan nada bicaranya.

Baekhyun mendongak, menatap wajah teman-temannya. “Aneh?”

“Kau dan Minhyun selalu bersama. Kalian benar-benar bertingkah seperti sepasang kekasih yang tidak bisa lepas. Masa sih tidak punya perasaan lebih dari sahabat?” gumam Chanyeol.

“Memang kenyataannya tidak!” tekan Baekhyun dan Minhyun bersamaan.

“Lihat! Jam 10:10, Minhyun-ah!” seru Kyungsoo sambil menunjuk jam dinding.

Minhyun mendesah. “Tapi itu jam 10 malam, sunbae. Itu sama saja dengan ’22:10’. Berbeda.”

“Intinya tetap ’10:10’,” sahut Baekhyun yang kini kembali berkutat dengan tugasnya.

Minhyun menghela nafas panjang dan berat.

>>>

Baekhyun mengetukkan kakinya dilantai. Punggungnya tersandar di dinding samping pintu kelas. Dia sedang menunggu kehadiran seorang Kang Minhyun yang akan mengajaknya pulang bersama. Tapi sudah 10 menit setelah bel berbunyi, Minhyun belum juga muncul.

Baekhyun mendesah pelan sambil mengambil langkah menuju kelas Minhyun. Langkahnya semakin lama, semakin cepat. Matanya menangkap sosok Minhyun yang sepertinya sedang tertunduk malu. Dihadapannya ada seorang laki-laki yang sedang menyatakan perasaannya kepada Minhyun. Orang-orang di sekitar mereka sibuk bersorak. Baekhyun menarik tangan Minhyun menjauh. Minhyun terbelalak karenanya.

“Baekhyun sunbae!” seru mereka, orang-orang yang bersorak tadi.

“Tunggu, untuk apa sunbae disini?” tanya Yookyung dengan nada tidak suka.

“Aku sahabatnya. Apa salahnya?” balas Baekhyun dingin.

“Jangan mengganggu rencana kami, sunbae! Kau mau sahabatmu ini mempunyai pacar, kan?” cetus seorang gadis lainnya disamping Minhyun.

Alis kanan Baekhyun terangkat. “Tapi—“

“Sunbae, kau hanya sahabatnya, bukan pacarnya! Kau tidak ada hak untuk melarang Minhyun berpacaran, kan?” sungut pria yang menyatakan cinta kepada Minhyun.

Baekhyun menarik Minhyun ke belakangnya seakan menghalangi siapapun menyentuh Minhyun. Dia melipat tangannya didada dan memasang ekspresi terdingin. Matanya tertuju kepada pria itu dengan tajam.

“Mungkin nanti. Tapi kali ini, aku tidak membiarkannya dengan siapapun. Arasso?” tegas Baekhyun.

Minhyun hanya diam sambil menarik ujung seragam Baekhyun, memintanya untuk segera pergi. Baekhyun mendengus. Dia berbalik badan dan menarik Minhyun pergi saar pria itu tidak membalas apapun. Sedangkan teman-teman Minhyun hanya bersorak kecewa.

“Bilang saja kau cemburu! Kalian memang berpacaran, kan?” teriak seorang gadis teman sekelas Minhyun.

Baekhyun berbalik. “Tidak. Kami bersahabat. Aku melakukan ini hanya untuk melindunginya dari orang-orang yang menyatakan cinta seenaknya. Aku tidak mau Minhyun dipermainkan.”

Minhyun menundukkan kepalanya. Dia menggumam pelan. “Tidak ada ’10:10’ untukku..”

>>>

Baekhyun dan Minhyun hanya diam di sepanjang perjalanan pulang. Tidak ada yang berniat membuka mulut. Baekhyun memang tidak pernah memulai pembicaraan selain jika ada perlu. Selalu Minhyun. Tapi kali ini, Minhyun tidak sedikitpun berniat untuk berbicara.

Baekhyun mendengus. Dengan kesal, dia menghampiri Minhyun yang berjalan agak jauh di belakangnya lalu menarik tangannya agar langkah Minhyun menjadi lebih cepat. Tapi Minhyun malah berhenti dan menarik tangannya.

Baekhyun mengernyit. “Ada apa denganmu?”

“A-aniya..”

Minhyun mengatup bibirnya erat. Kepalanya masih tetap di tundukkan. Kenyataannya Minhyun belum sekali pun mendongakkan kepala sejak kejadian di sekolah tadi. Akhirnya Minhyun mendongakkan kepalanya saat Baekhyun sama sekali tidak berpindah tempat.

“Aku.. ingin eskrim itu!” seru Minhyun tiba-tiba sambil menunjuk kedai eskrim di sebrang jalan.

Tanpa menunggu Baekhyun mengatakan sesuatu, Minhyun berlari menyebrangi jalan. Baekhyun terbelalak. Dia segera mengejar Minhyun. Beruntung jalanan kali itu tidak terlalu ramai, sehingga Baekhyun bisa lebih cepat sampai di sebrang.

Baekhyun mendorong pintu kedai itu dan menghampiri Minhyun yang sedang mengantri. Dia tahu ada yang aneh dengan gadis itu. Tapi Baekhyun tidak tahu. Dia hanya berdiri di samping Minhyun tanpa mengatakan apapun.

>>>

Mereka tetap saling terdiam. Entah kenapa keheningan malah membuat mereka nyaman. Dan akhirnya mereka sampai di depan pintu rumah Minhyun. Baekhyun berhenti dan berbalik badan. Sedangkan sepertinya Minhyun sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia tetap berjalan dan akhirnya menabrak Baekhyun. Eskrim di tangannya mengenai seragam Baekhyun.

“Eung..” gumam Minhyun saat menyadari apa yang sedang terjadi. “Mianhae, Baekkie~”

Minhyun mendongak dan menatap Baekhyun bingung karena pria itu tidak mengatakan apapun. Baekhyun hanya diam dengan pandangan tertuju kepada Minhyun. Minhyun mengerjap.

“Sekali lagi ku tanya. Ada apa denganmu?” tanya Baekhyun ditekan.

Minhyun menarik nafas dalam lalu mendengus. “Kehilangan ’10:10’.”

“Selalu saja itu yang kau bicarakan! Apa sepenting itu kah ’10:10’ bagimu?” desis Baekhyun.

“Penting! Sangat penting!”

“Sepenting apa?”

Pandangan Minhyun menjadi sendu. Dia tidak menjawab, malah melewati Baekhyun dan membuka pintu gerbang rumahnya. Tapi sekali lagi, Baekhyun menarik tangan Minhyun. Minhyun menoleh.

“Minhyun-ah?”

Minhyun berdecak. “Kau ingin tahu sepenting apa ’10:10’ bagiku?”

“Minhyun—“

Minhyun mengangkat tangan kanannya –mengisyaratkan Baekhyun untuk diam. “Sudah ku bilang itu melambangkan kebahagiaan. Itu adalah waktu dimana banyak kisah berharga bagiku terjadi. Kau tidak tahu, kan?”

“Min—“

“Kau tidak ingat apa yang terjadi?”

Baekhyun menyeringai tipis. “Jadi kau ingin bilang bahwa ’10:10’ adalah aku?”

Minhyun terbelalak. “A-apa?!”

“Memang kau berpikir aku tidak ingat semuanya? Pertama kali kita bertemu adalah saat di jam 10 lebih 10 menit. Saat kita berkenalan, aku menginjakkan kakiku pertama kali di rumahmu, kau menginjakkan kakimu pertama kali di rumahku, lalu—“

“Stop!”

Minhyun menatap Baekhyun tidak percaya. Dia kira hanya dia yang ingat akan semua itu.

“Baiklah, aku tebak. Kau marah karena kata-kataku tadi di sekolah? Apa aku harusnya berkata karena aku adalah ’10:10’mu, bukannya berkata bahwa aku menganggapmu sebagai adikku? Apa kau mau semua orang mengetahui rahasia kenapa kau begitu menyukai jam itu?” lanjut Baekhyun lagi.

Tubuh Minhyun membeku. Mulutnya sedikit terbuka akibat shock. Baekhyun hanya tertawa. Minhyun memukul lengan Baekhyun saat ia tersadar.

“Jahat! Kalau tahu, kenapa kau malah bersikap acuh soal ’10:10’, eoh?!”

Baekhyun menarik Minhyun mendekat lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Minhyun. “Karena aku ingin mengatakan ini di saat ’10:10’ di tanggal 10 bulan 10. Sayang kau merusak rencanaku dan terpaksa harus dipercepat sebulan.”

Wajah Minhyun bersemu merah.

“Baiklah. Jadi apa kau sudah mendapatkan ’10:10’mu?” goda Baekhyun.

Minhyun mendorong Baekhyun menjauh. “Menurutmu? Bahkan ini belum jelas.”

“Oke!” Baekhyun mendengus kesal. “Apa kau mau menjadi ’10:10’ku?”

=== Oh, My ’10:10’ ===

Ngegantung ya? Huahaha, terima nasib aja kalau aku selalu buat gantung drabble-drabble yang aku buat. Hoho 😛 /ditendang/ /kaburrr/

Yang ga ngerti, yang sabar ya.. soalnya saya buat ini juga dalam waktu singkat dan pas kondisi badan tidak sehat T_T tolong dimaklumi~~

Advertisements

3 responses to “[Drabble] Oh, My ’10:10′

  1. kyaaa~
    sweet :3
    jinja, jinja, jinja.

    nggak gantung kok. soalnya udah pasti minhyun jawabnya mau. kkk~
    tapi kalo mau dilanjut, dengan senang hati aku mau baca kok ^^ hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s