[Series] Heart, Mind, and Soul (Chapter 1)

Author : Lee Hyura

Title : Heart, Mind and Soul

Genre : Angst, Friendship, Romance

Rating : PG-15

Length : Series

Cast :

–          EXO Luhan

–          EXO Kris

–          SNSD Taeyeon

–          SNSD Jessica

–          SNSD Tiffany

Note : HUAAA~~ MIAN AKU NAMBAH FF LAGI >___<
ff ini terinspirasi dari ff yaoi yang pairingnya YunJae (Yunho-Jaejoong) dan KrisHan (Kris-Luhan). Cerita di ff yunjae dan krishan itu sama. Tapi saya lupa judulnya apa. Cuma kalo yang krishan tuh kalo ga salah judulnya ‘angel in my world’. Saya jijik sama yaoi kecuali YunJae, KaiHun dan KrisHan serta orangtuaku -> SuMin. Huahaha (?)

~*Lee Hyura presents*~

Perempuan cilik berkulit seputih susu itu hanya menggenggam erat gaun malam ibunya. Ia benar-benar merasa pusing karena berada di tempat yang ramai akan orang-orang yang asing. Orangtuanya sibuk berbicara dengan orang-orang asing itu. Mata almond bewarna coklat yang indah itu berputar ke sekeliling sekali lagi –meneliti keadaan disekitarnya.

Mum.. let’s go home,” rengeknya pelan.

Ibunya membungkuk dan mengelus kepala anaknya, “Hold onhoneyJust a momentkay?”

Dia mengangguk pelan. Dia hanya ingin jaket jeansnya sekarang karena udara dingin mulai menusuk kulitnya. Ruangan itu memang sudah dipasang alat penghangat ruangan. Tapi pintu hall itu dibuka lebar. Dan sialnya, keluarga perempuan kecil itu mengambil tempat di dekat pintu. Sedangkan diluar, salju dengan semangatnya turun dengan niat menutupi permukaan bumi.

Memang paling menyebalkan saat ia dan keluarga harus menghadiri sebuah acara disaat kota Seattle dihujani oleh salju. Udara benar-benar dingin hingga alat penghangat ruangan pun tidak bisa bekerja optimal. Udara dingin mengalahkan udara hangat dari mesin itu. Orang-orang normal biasanya akan memilih diam ditempat tidur dengan ditemani selimut tebal, buku cerita dan secangkir teh.

“Hm~” perempuan cilik itu menggumam pelan sambil membayangkan momen itu.

Hi!”

Perempuan cilik itu memutar badannya saat seseorang menepuk bahunya dan menyapanya. Itu dia! Seorang lelaki cilik dengan senyuman yang hangatnya mengalahkan alat penghangat ruangan super yang ada di dunia. Perempuan cilik itu menatap lelaki cilik itu bingung.

Let’s have some games!” serunya.

Perempuan cilik itu tersenyum dan mengangguk. Setidaknya kini dia mempunyai teman selain ibunya yang terus-menerus mengatakan “Just a moment” yang ternyata bahkan 1 jam selanjutnya pun belum jua selesai. Yah walaupun dia tidak mengenal siapa cowok cilik itu.

Mereka keluar dan mulai bermain dengan salju. Dingin yang tadi menusuk kulitnya, kini sudah tidak ia rasakan lagi.

“Kris Wu,” ujar lelaki cilik itu sambil menjulurkan tangannya.

“Jessica Jung!” perempuan cilik itu menjabat tangan yang terjulur dengan semangat lalu terkikik pelan.

 

=== Heart, Mind and Soul ===

 

“Duh, Taeyeon-ah~ biarkan aku masuk,” rengek wanita itu –Jessica.

Sekilas, wanita itu terlihat tenang dan angkuh. Namun setelah memperlihatkan tingkahnya, kini ia berubah menjadi seseorang anak kecil yang merengek minta dibelikan lolipop. Taeyeon hanya menggelengkan kepala sambil berdecak. Dia harus memutar otak untuk mencari cara agar Jessica tidak masuk ke dalam ruangan bosnya.

“Sica-ya, ku mohon.. aku bisa mendapat masalah kalau kau masuk! Ayolah~” mohon Taeyeon.

Jessica mengibaskan tangannya. “Tidak akan terjadi apapun. Aku jamin. Atau kau ingin naik pangkat? Akan ku berikan! Sekarang, biarkan aku masuk! Mereka pun tidak akan menolak kedatangan putri dari direktur utama sekaligus pemilik perusahaan ini, kan?”

“Jessica Jung Sooyeon!” bentak Taeyeon lalu menggeleng gemas. “Bersikaplah dewasa! Berapa umurmu sekarang? 23? Kau sudah dewasa, Sic.. tapi kenapa kelakuanmu masih seperti ini?”

Jessica mendengus. Taeyeon yang berstatus sebagai sahabatnya itu mengungkit umurnya sekarang. Apa salahnya dengan umurnya itu? Bukankah itu bagus? Artinya dia sudah siap untuk menikah. Dan kini, dia sedang berusaha untuk mendapatkan pernikahan itu. Tentu saja dengan pria yang ia cintai.

“Biarkan aku masuk. Kau ingin sahabatmu ini menikah, kan? Sekarang aku sedang berusaha agar aku bisa menikah secepatnya,” rajuk Jessica.

Taeyeon mendesah gemas. Bagaimana bisa ia tahan menjadi sahabat wanita itu sampai 4 tahun? Mereka berdua sama-sama keras kepala. Tapi bagi Taeyeon, Jessica jauh lebih keras kepala darinya. Sedangkan bagi Jessica, tentu saja kebalikannya.

Tanpa berbicara apapun, Taeyeon menarik tangan Jessica menjauhi pintu ruang rapat. Taeyeon membawa Jessica sejauh mungkin dari ruangan itu. Di dalam ruangan itu, sebuah rapat penting sedang digelar. Dan kehadiran Jessica hanya akan merusak semuanya. Dan sebagai sekertaris yang baik, dia hanya mencegah hal itu terjadi.

“Ya, kau mau membawaku kemana?” tanya Jessica.

Tapi Taeyeon tidak menjawabnya. Taeyeon tetap menarik Jessica. Sedangkan Jessica hanya meringis pelan.

>>>

Kris tidak langsung meninggalkan ruang rapat saat rapat itu dinyatakan selesai. Sedikit rasa lega karena sepertinya Taeyeon berhasil mencegah Jessica mengganggu kelangsungan rapat itu. Kris berdeham pelan saat melihat sang direktur utama mengambil duduk di sampingnya. Tuan Jung tersenyum tipis.

“Mari berhenti memikirkan bisnis sejenak dan coba pikirkan masa depanmu, Kris,” kata tuan Jung.

Kris tahu arah tujuan perbincangan ini. Dia ingin berdecak dan pergi dari sana secepatnya. Tapi dia tidak bisa melakukannya. Bagaimanapun tuan Jung adalah bosnya dan orang yang sangat ia hormati. Kris hanya mengangguk sopan pada akhirnya.

“Jadi, apa kau sudah memikirkan kapan kau dan Jessica akan bertunangan? Maksudku, perjodohan ini memang sudah berlangsung dari setahun yang lalu. Tapi hubungan kalian tetap tidak jelas,” lanjut tuan Jung.

“Aku tahu. Tapi, Jung sajangnim—“

“Aku tahu kau masih terlalu muda. Tentu saja para pria seumuranmu akan berpikir seperti itu. Tapi Jessica? Ayolah, bahkan di umur 30 tahun saja, wanita merasa dirinya sudah sangat tua. Pikirkan juga perasaan Jessica,” sergah tuan Jung.

Kris menghela nafas panjang. “Aku akan memikirkannya. Hanya saja tidak sekarang. Karena otakku sedang dipenuhi oleh segala macam masalah yang biasa dialami oleh direktur keuangan lainnya.”

Tuan Jung tersenyum hangat. Tangannya menepuk pundak Kris seraya bangkit dan keluar dari ruangan. Sedangkan Kris tetap disana. Sendirian. Dan berpikir keras mencari jalan keluar terbaik dari semua ini.

>>>

Kris menghempaskan tubuhnya di sofa ruang kerjanya. Dia menutup matanya dengan lengan selagi kepalanya mencari tempat ternyaman. Kris berusaha untuk merilekskan tubuhnya setelah rapat yang berat.

“Apa kau sudah memikirkan kapan kau dan Jessica akan bertunangan?”

Kalimat direktur Jung berputar-putar di otaknya.

Hei, ayolah! Bahkan bukan aku yang menginginkan perjodohan ini! Kenapa harus aku yang dipusingkan oleh semua ini?, erang Kris dalam hati.

Perjodohan ini bukan perjanjian antar 2 keluarga. Perjodohan ini adalah paksaan dari Jessica. Wanita itu selalu mengejar Kris dari dulu. Kris tidak mengerti kenapa Jessica begitu menginginkan dirinya. Padahal sudah jelas Kris menolaknya. Tapi wanita itu malah memakai kekuasaannya sebagai putri dari pemilik perusahaan yang besar di Asia itu untuk memaksakan terjadinya perjodohan ini. Kris dan keluarganya akan hidup nyaman dengan segala kemudahan jika menerima perjodohan ini. Tapi jika menolak, neraka lah yang akan keluarganya dapatkan.

Kris tidak bisa mengatakan Jessica jelek. Kris tidak bisa mengatakan Jessica kurang menarik. Kris tidak bisa mengatakan Jessica membosankan. Jessica adalah wanita yang cantik, menarik dan menyenangkan, Kris terima kenyataan itu. Hanya saja Kris tidak suka dengan wanita yang terlalu agresif. Dan lagi, cinta memang tidak bisa dipaksakan, kan? Kenapa Jessica tidak bisa menerima kenyataan itu?

Jessica selalu saja mengganggunya. Selalu berusaha agar selalu bersamanya. Tapi beruntung hari ini, Kris belum bertemu dengan Jessica sekalipun. Setidaknya untuk pertama kalinya, Kris berhasil menghindari Jessica. Ide menjadikan Taeyeon menjadi sekertarisnya memang sangatlah berhasil. Memang tidak ada yang bisa melawan Jessica selain sahabatnya sendiri, Taeyeon.

Kris juga masih belum mengerti apa yang dilihat oleh Jessica dari dirinya, yang membuat wanita itu tergila-gila akan dirinya. Padahal dahulu, 14 tahun yang lalu, Jessica adalah gadis yang sangat manis dan terkesan pasrah. Tidak pernah memaksakan keinginannya. Jessica juga mudah mengerti perasaan orang-orang di sekitarnya. Membuat Kris senang berada di dekatnya. Hingga selama keluarganya tinggal di Seattle, Kris selalu bermain dengan Jessica.

Tapi saat keluarga Kris kembali ke Kanada dan keluarga Jessica kembali ke Seoul, hubungan mereka mulai merenggang. Saat Kris dikirim untuk bekerja di perusahaan milik orangtua Jessica, Jessica bersikap agresif akan Kris. Dan itu tetap terjadi sampai sekarang. Bahkan wanita itu berani meminta dirinya dijodohkan oleh Kris.

Kris menggelengkan kepala saat memikirkannya. Tidak, jangan memikirkan itu sekarang. Semua itu hanya membuatnya semakin pusing. Kepalanya seperti ingin meledak.

>>>

“Jessica Jung Sooyeon~ kau mendengarkanku?” desis Taeyeon geram.

Jessica hanya membuang muka dan mendengus. Tentu saja wanita itu masih kesal karena ditarik ke kantin oleh Taeyeon. Kesempatannya untuk mendampingi Kris di rapat itu hilang sudah. Dan itu membuat hatinya geram. Kesal. Marah.

Taeyeon berdecak. Dia menyandarkan punggungnya dan melipat tangan di dada. Dia sudah tidak mau peduli soal apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu. Yang penting, Taeyeon berhasil menjalankan tugas yang diberikan oleh Kris sebelum rapat dengan sempurna. Soal Jessica? Oh seperti dia ingin peduli saja.

“Baiklah. Aku akan kembali bekerja jika kau tidak mau berbicara padaku,” cetus Taeyeon seraya bangkit.

Jessica tidak menoleh sedikit pun. Ia tetap bertingkah seakan tidak peduli.

“Hm, oh iya! Setahuku Kris belum makan dari pagi. Apa perlu ku belikan makanan?” gumam Taeyeon sambil memainkan jarinya di dagu. Matanya melirik Jessica dari sudut matanya. Tentu saja ia ingin memancing reaksi Jessica.

Berhasil! Jessica menoleh cepat ke arah Taeyeon. “Jeongmal?”

“Tentu saja. Kris, anjing tetanggaku itu.. belum diberi makan karena tetanggaku sedang pergi ke luar kota,” jawab Taeyeon dengan wajah polos.

Jessica mendelik tajam. “Kim Taeyeon!!”

Taeyeon segera berlari meninggalkan Jessica sebelum sahabatnya berubah menjadi monster kejam yang siap menyantapnya kapanpun.

>>>

Seorang wanita terduduk di sudut ruangan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tak lama kemudian, kesadarannya mulai pulih. Matanya terbuka perlahan. Bola matanya berputar dan mencoba menganalisis, dimanakah dia berada sekarang. Tangannya diikat, dia tahu itu. Kakinya pun ikut diikat. Dia teringat kejadian sebelum ia kehilangan kesadarannya.

“Sial,” runtuknya pelan.

Air matanya mengalir saat ingat apa yang terjadi. Orangtuanya menjual dirinya karena tidak bisa membayar hutang mereka. Dan kini dia berada di tangan orang asing yang kejam. Dia bisa merasakan rasa sakit di bagian kulitnya yang lebam akibat dipukuli oleh anak buah renternir itu karena mencoba memberontak.

“Jadi kau sudah bangun rupanya, hm.. Tiffany Hwang? Nama yang bagus. Kau dari amerika? Haha, harga jualmu pasti tinggi!”

Wanita itu—Tiffany—menengadahkan kepalanya dan mencoba melihat wajah orang yang berbicara kepadanya. Dia menggelengkan kepala karena poninya menutupi matanya. Seorang pria separuh baya dengan mata yang siap memangsanya lah yang ia lihat. Dia mengidik ngeri. Tiffany takut hal yang buruk terjadi padanya.

“Oh, dan salah satu anak buahku sudah mengecekmu. Ternyata kau masih perawan. Tidak ku sangka. Ku kira orangtua seperti mereka menghasilkan anak yang tidak jauh sialan dari mereka,” gumam pria itu dan tersenyum kejam. “Tenang saja. Aku tidak akan berusaha merebutnya darimu. Itu bisa menjadi harga tambah bagimu.”

Tiffany menggigit bibirnya. Sedikit bagian dari hatinya sudah merasa tenang dan lega mendengar kata-kata orang itu. Tapi sebagian besar tetap merasa takut. Dia tidak tahu maksud orang itu apa. Apa dia akan dijual? Tiffany tahu, cepat atau lambat, ia akan menjadi kotor. Tidak ada harapan baginya untuk tetap suci di tangan orang-orang jahat.

Pria itu menyeringai. Tangannya terjulur dan mengelus pipi Tiffany. Tapi dengan cepat, Tiffany menjauhkan kepalanya dan membuang muka. Tubuhnya bergemetar ketakutan. Itu membuat seringai pria itu semakin lebar.

“Lepaskan bajunya. Aku ingin dia terlihat ‘cantik’ malam ini! Ku pastikan harganya akan sangat tinggi!” perintahnya kepada anak buahnya.

Tangis Tiffany pecah saat mendengarnya.

>>>

Jessica mendorong pintu sebuah gedung percetakan. Kakinya melangkah cepat menuju sebuah ruangan. Gedung itu terkesan sepi. Semua orangnya sibuk dengan pekerjaan mereka. Hanya terdengar suara mesin yang sedang dipakai dan derap kaki para karyawan. Terlalu sepi.

Tangan Jessica kembali mendorong sebuah pintu kaca yang menjadi penghalangnya untuk masuk ke sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu, ada seorang pria yang asik membaca tumpukan kertas. Tangannya memegang sebuah pensil yang sesekali digunakan untuk mencoret kertas yang sedang ia baca.

“Jadi, kau editor baruku?” tanya Jessica.

Jessica tidak mau repot-repot menghampiri pria itu. Dia memilih berdiri di dekat pintu sambil melipat tangannya. Sedikit perasaan tidak suka di hatinya. Dia nyaman dengan editor lamanya. Tapi editor lama terpaksa harus mengambil cuti untuk kehamilan keduanya dan menggantikannya dengan seorang editor amatir yang bahkan belum setahun bekerja di perusahaan percetakan itu. Amatir? Oh ayolah, Jessica seorang yang perfeksionis dalam soal pekerjaan. Kenyataan bahwa novel selanjutnya akan dikerjakan oleh seorang amatir membuatnya ragu.

Pria itu mendongak dan tersenyum ramah yang hangat. Senyuman itu berhasil membuat hati Jessica berdesir seakan sudah lama Jessica tidak mendapatkan senyum seramah dan sehangat itu. Perasaan bersalah mulai menyelimuti hatinya karena sudah berpikir yang jahat akannya. Dia mulai melangkah menghampiri pria itu dan duduk di kursi di hadapan pria itu.

Pria itu mengangguk dan mengulurkan tangannya. “Ne, aku orangnya. Kau bisa memanggilku Luhan.”

Jessica menjabatnya sekilas. “Jessica.”

“Aku tahu,” tanggapnya. “Tapi aku lebih suka memanggilmu dengan nama penamu –Sooyeonnie.”

“Tidak. Aku tidak terima,” sergah Jessica cepat.

Luhan mengangkat alisnya. “Kenapa?”

“Biarkan hanya pembacaku yang memanggilku itu.”

“Oh baiklah kalau begitu. Lets talk about our next projectShall we?”

Jessica mendengus pelan seraya mengangguk.

>>>

“Kau yakin, Kris?” tanya Taeyeon bingung saat Kris memberikan Taeyeon sebuah alamat.

Kris mengangguk. “Antarkan aku kesana.”

Taeyeon mengernyit. “Kenapa harus aku?”

“Karena aku tidak mengetahui seluk-beluk kota ini. Sejak aku pindah ke kota ini, aku terus-menerus disibukkan oleh pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk mengenali semua tempat di kota ini,” jawab Kris.

“Hm, baiklah. Tapi apa kau tahu ‘apa’ alamat ini?” tanya Taeyeon lagi.

“Tentu saja aku tahu. Kenapa?”

Taeyeon mengerutkan keningnya. Tangannya menggaruk kepalanya bingung. “Ini tempat perlelangan ilegal, Kris. Kapan saja, tempat itu bisa digerebek oleh polisi. Jika kita disana saat itu terjadi—“

“Aku harus kesana!” potong Kris cepat.

“Wae?”

“Aku harus mendapatkan barang-barang bagus. Mereka sering sekali melelangkan barang-barang antik dunia. Kau tahu itu? Temanku lah yang mengatakan itu.”

Taeyeon tertawa. Kris mengatakan semua itu dengan mata berbinar seakan Kris ingin sekali mendapatkannya. Kris berdecak dan memutar bola matanya kesal. Sedangkan Taeyeon tetap tertawa. Kini Taeyeon tahu. Kris memang spesial. Dan artinya Jessica benar.

“Tapi semua barang-barang itu mereka dapatkan dari mencuri. Kau tidak takut jika—“

Lagi, kata-kata Taeyeon dipotong oleh Kris. “Dan asal kau tahu, mereka bekerja sama dengan polisi setempat. Diyakini itu tidak akan terjadi.”

>>>

Taeyeon mengeratkan pelukannya di lengan Kris saat mereka memasuki ruangan tempat diselenggarakannya perlelangan. Terlihat beberapa barang sudah ditandai kalau benda itu sudah terjual. Kris berdecak kesal. Dia tahu kalau dia sudah terlambat.

“Kita terlambat Kris. Apa kau masih mau di sini?” tanya Taeyeon dengan nada bergetar. Sudah pasti dia ketakutan.

Kris menghela nafas. “Sepertinya begitu. Barang incaranku pun sudah didapatkan oleh orang lain. Lagipula aku tidak mau tanganku diremas olehmu terlalu lama. Itu menyakitkan, Kim Taeyeon.”

Taeyeon tidak memperdulikan cibiran Kris. Dia menghela nafas lega. Sebenarnya Taeyeon agak takut dengan tempat itu. Hanya dirinya lah wanita satu-satunya di ruangan itu. Tentu saja itu membuat mata para pria itu menatap Taeyeon dengan pandangan yang mengerikan. Dalam hati, Taeyeon berdoa agar Kris ahli dalam suatu seni bela diri sehingga bisa menyelamatkannya dari terkaman orang-orang itu.

“Hey tunggu tuan yang bersama dengan wanita disana! Pastikan dirimu tidak kehilangan barang bagus kami yang selanjutnya!” seru MC acara itu tiba-tiba saat Kris dan Taeyeon berbalik badan.

Kris berbalik badan seraya memainkan alisnya bingung. Hatinya penasaran dengan barang yang dimaksud. Akhirnya dia menarik kursi di dekatnya. Taeyeon terbelalak melihatnya. Dia marah, tentu saja.

“Kris! Kau bilang—“

“Taeyeon-ssi, dia bilang dia masih mempunyai barang bagus. Aku tidak bisa menolaknya,” ujar Kris tanpa memberi Taeyeon kesempatan untuk menyelesaikan kalimatnya.

Taeyeon mendengus kesal. Jika Kris bukanlah bosnya, mungkin pria itu sudah ia hantam dengan kursi di dekatnya. Mau tak mau, Taeyeon menarik kursi kosong dan duduk di samping Kris. Kris melipat tangannya di dada sambil tersenyum penuh kemenangan.

Ada beberapa barang terakhir dikeluarkan oleh orang-orang penyelenggara acara perlelangan itu. Barang-barang itu tidak ada yang menarik perhatian Kris. Sedang Taeyeon sudah asik dengan dunia mimpinya. Kris yang menyadari itu, mendekatkan dirinya dengan Taeyeon sebagai pencegahan dari hal-hal yang tidak enak terjadi kepada Taeyeon. Kris sadar akan tempat itu.

“Dan ini lah barang terakhir kami. Barang kami yang paling spesial sehingga kami tempatkan di akhir. Harga di mulai dari 10 juta won,” kata MC itu. Bahkan barang yang dimaksud pun belum di keluarkan.

Orang-orang yang datang ke acara itu mulai bertanya-tanya. Bagaimana bisa barang itu langsung dimulai di angka yang sangat tinggi? Belum ada yang berani mengangkat tangan sebelum  mereka melihat barang apa yang mereka maksud.

Tentu saja orang-orang penyelenggara mengerti maksud para tamu. Mereka menarik sesuatu dari belakang panggung. Seorang wanita dengan lingerie lah yang keluar. Tangan dan kakinya diikat. Kris terbelalak melihatnya.

HellHow could they do that?” gumam Kris geram.

Tentu saja Kris geram. Dia memang bukan orang berhati mulia. Tapi sebagai seorang lelaki, dia tidak terima ada seorang wanita yang diperlakukan seenaknya seperti sebuah sampah. Dari kecil, dia sudah diajarkan untuk menghormati wanita karena wanita lah yang akan sangat berjasa bagi hidupnya.

“15 juta!”

“25 juta!”

“50 juta!”

“60 juta!”

“80 juta!”

“120 juta!”

Beberapa tangan mulai terangkat dan harga semakin mahal. Beberapa orang terlihat ragu. Mungkin karena orang-orang itu sudah menguras uang mereka untuk barang-barang antik sebelumnya. Sedang Kris masih terdiam. Dia menguras otaknya untuk mencari cara terbaik untuk membantu wanita itu. Dan akhirnya dia bangkit dari duduknya, membuat Taeyeon terbangun karena kaget.

“500 juta won,” teriak Kris.

Beberapa orang menoleh ke arah Kris. Dalam hati, Kris berharap tidak ada yang berani menaikkan harga.

“600 juta won!” teriak seseorang.

“1 miliar won!” sahut Kris cepat.

Hening. Tidak ada yang berani menaikkan harga. Sedang Taeyeon terbelalak kaget. Kris berani mengeluarkan uang sebanyak itu hanya demi seorang wanita? Apa Kris memiliki nafsu sebegitu besarnya? Itu artinya Kris sama saja seperti pria yang lain? Itulah yang dipikirkan oleh Taeyeon. Jessica, pria yang kau cintai itu ternyata menjijikan..

“Ada yang berani menaikkan harga?” pancing sang MC.

Beberapa orang terdengar sedang berbisik. Sebagian dari mereka melirik Kris tajam. Tapi Kris tetap pada pendiriannya.

“Saya hitung sampai 3. 3… 2… 1…” MC berhitung mundur, “Baiklah! Terjual dengan harga 1 miliar won!”

Taeyeon melirik wanita itu sambil bangkit dari duduknya. Wanita itu menatap sendu dia dan Kris. Entah kenapa, sebagian besar dari dirinya juga ingin ikut membantu. Taeyeon mengangguk pelan. Dia mengerti alasan Kris mengikuti perlelangan itu.

“Taeyeon-ah~ jangan mengatakan Kris adalah orang yang jahat.. dia baik. Sangat baik! Bahkan dia adalah orang terbaik yang pernah ku temui!”

Kata-kata Jessica terngiang di telinganya.

“Saat kau kenal baik dengan Kris, kau akan mengerti Taeyeon-ah..”

Taeyeon mendesah pelan. Jessica memang tidak salah jika tergila-gila pada sosok Kris.

“Dan acara ini resmi ditutup. Para pembeli dimohon untuk ke belakang panggung untuk mengurus pembayaran,” tambah MC itu.

>>>

“Kau gila! Kau gila! Gila! Gila! Gila!” pekik Taeyeon sambil membuka pintu belakang mobil Kris.

Kris meletakkan wanita yang berada di tangannya di jok belakang. Wanita itu sedang tertidur pulas. Mungkin karena sudah kehabisan energi. Entahlah.

“Kris! Kau mendengarkanku?” erang Taeyeon sebal. “Bagaimana kalau Jessica tahu akan hal ini? Lalu apa yang akan kau lakukan dengan wanita itu?!”

Kris menghela nafas berat serasa menutup pintu mobil. Dia membuka pintu jok penumpang di depan dan mendorong Taeyeon agar duduk di sana. Kali ini, Kris lah yang akan menyetir mobil.

“Kris Wu!” pekik Taeyeon kesal.

Kris mendesah. Dia memutari mobil, membuka pintu mobil dan duduk di jok pengemudi. Dia melirik Taeyeon yang sedang melipat tangannya kesal. Kris menyalakan mobil lalu menjalankannya keluar dari area tempat itu.

“Pertama, ku mohon jangan beritahu soal ini kepada Jessica. Kalau Jessica tahu, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kepada wanita itu. Kedua, aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan kepada wanita ini. Tapi yang pasti aku akan tetap menjaganya untuk beberapa hari ini. Tidak mungkin aku langsung melepaskannya. Pasti orang-orang itu menangkapnya dan menjualnya kembali,” kata Kris panjang lebar pada akhirnya.

Taeyeon mendelik kesal. “Dan satu permintaanku! Apapun yang terjadi… jangan.. pernah.. membuat.. Jessica.. terluka! Jika kau sampai menyakiti hati Jessica, aku tidak akan memaafkanmu. Dan tidak mungkin jika aku akan membunuh wanita ini jika dia menjadi salah satu alasan kau menyakiti Jessica. Mengerti?”

Jantung Kris berdetak cepat. Dia mendesah pelan. “Ya, aku mengerti.”

Tidak, Taeyeon-ssi. Aku pun tidak berani menyakiti Jessica. Andai kau mengerti hatiku.., batin Kris.

 

=== Heart, Mind and Soul ===

 

Nah.. gimana? Ceritanya aneh? Udah pasaran? Atau gimana? Jelek ga? .__. Komen dong~

Advertisements

21 responses to “[Series] Heart, Mind, and Soul (Chapter 1)

  1. keren eon ffnya. feel nya dapet, haha._. masih bingung sih siapa pemeran utamanya wk.-.
    gabisa komen apapa sih cuma bisa bilang keren wk-_-v

  2. masih bingung sama ceritanya
    sebenarnya ini krissica ,lusica ,krisfany,atau lufany ?
    tapi bagus walau sedikit membingungkan
    lanjuuut

  3. hmmmm…
    ahhh…eon sampe tahan napas pas baca Kris beli Tiffany 1 M won..
    sunpah di ff ini eon benci mentok sama Kris, disini dia namja yang baik tapi sumpah eon benci sama dia yang terlalu baik..
    ahh Kris ga tahu diri, Sica eonni baik sama dia seharusnya dia bersyukur bukan malah nyia”in Sica eonni*jiwa fan girl keluar*
    ahhh benci benci benci sama Kris..kalau karakternya Kris masih kayak gini Kris akan masuk daftar artis namja yang jadi musuh eon..
    eon baca ff ini dari awal sampe akhir ga ada gambaran sedikitpun tentang jalan cerita selanjutnya, keren deh kecuali si Kris..
    luhan jadi editor??? ah jadi inget drama korea Twinkle Twinkle,,
    udah buat Sica sama Luhan aja, ga iklas kalau Sica akhirnya dapet orang kayak Kris*kibar bendera perang ke Kris*
    SuMIn??? Sungra-Sungmin ya??
    ah anak yang berbakti :D*lempar Siwan*
    jangan lama-lama ya update ff ini, coz semakin lama kamu updatenya semakin lama pula eon jadi musuhnya Kris!!
    Hwaiting saeng..

    • eonni itu benci karena kris ga tau diri atau krisnya terlalu baik?
      kok terlalu baik malah dibenci sih? -,- dasar umma tiri galau /plak
      nah iya tuh! jarang-jarang ice princess mau ngejar-ngejar cowok. biasanya dia kan ngejar-ngejar kasur =o=/ *duak*
      AAAA~~ JANGAN DONG~~ MASA KRIS DIBENCI SIH?? ancamannya kejam banget ;A; kalo aku ga bisa update cepet gimana? hiks..
      twinkle twinkle.. kayaknya pernah dengar kata-kata itu deh. judul lagu anak-anak kan ya? wk XD
      yaudah deh sica sama luhan terus kris sama tiffany gitu ya u.u eh tapi nanti fany malah dibunuh taeng lagi. aduh pusing..
      sumin itu suhoon-hyunmin -___- yaelah *tangkep siwan*

  4. KRIS? ? ?
    *cengo tingkt tinggi. .
    Aduh,
    tuh namja bkin geregetan,
    tyuz sica ny gmana tuh,
    *berdo’a supaya sica tau. .
    *ditabok kris,
    ah,
    kalo gini,
    aq berpaling ke HANSICA aja deh,
    *dorong kris ke TPU. .
    Next series ditunggu bgt.
    Daebak.

  5. Yaaaak kamu udah nerbitin ff baru ajaa, hahaa. Kirain yg tadi orang jahat yg nangkep tiffany itu luhan, taunya bukan, lucu juga ya luhan jadi orang jahat, hhmm…
    Errr Sica, seriusan ngejar Kris? Pdhl biasanya lebih suka kasur wakakaka, tapi gapapalah jarang-jarang ada ff Sica nya out of character gini. Nice laah ceritanya. Tiffany…kasian kamu, nak, dan Taeyeon, galak betuuuuul
    Ditunggu lanjutannya yaaaaa. Fighting! ^-^

    • Aneh banget kalo luhan jadi orang jahat. Dia ga cocok jadi orang jahat. Cocoknya jadi psikopat ‘-‘)b /plak
      iya bisanya ngejar kasur. Sekarang ngejar kris ㅋㅋㅋ
      Kalo taeyeon ga galak, dia ga akan bisa menang dari sica .-.

  6. Duh, nih ff sesuatu banget yah!

    Sempet dag dig dug pas Kris bertarung harga sama orang demi membeli my Ppanie Ppanie Tiffany!

    Dad, sebenernya aku kesel sama Taeyeon immo karena suka bikin Mum kesel. Tapi dia bener, Dad. Jangan sakiti Mum demi Ppanie ahjumma. Kai? *Kai nama pacar lo, dhyn* /alay

    Lanjutkan! Yang ini seru. Kesannya lucu dan gemes. Sica yang innocent *what* bersikap seperti anak kecil, membuat Kris merasa sedikit tidak nyaman dgn perubahan sikapnya. Terus gimana sama Luhan – Sica ya? Duh, gege ku yang satu ini demen banget ya ‘Forbidden Love’ sama Mum sendiri. Dosa loh, ge! /diseret

    • hayoloh kok dugeun degeun? sakit jantung kali tuh pas scene kris o_o /duak/
      nah.. bener tuh. jangan pernah berani sakitin emak gue ya kris! fufufu
      kok lucu dan gemes sih? ‘-‘)a ceritanya kan sedih. ckck
      gegemu selalu mengganggu sih. bawa pulang sana~ salah apa kris punya anak yg ngambil jatahnya sendiri(?) =.=

  7. Wah… Seru critax…
    KrisSica please… Biar Fany sma Luhan oppa ajj…
    Lanjut,lanjut,lanjut

    oia crita JaeSica yg I Choose to Love you knpa gak da lnjutanx… Pdahal critax seru lo…

  8. pas baca author’s note nya aku udah senyam senyum sndiri -_-‘
    doh! otak gue gak beres -___-

    suka bnget deh sama jalan cerita ff ini :3
    dan aku berharap ini LuSica :p
    sepertinya sekarang LuSica jd salah satu pair fave aku ^^v
    entahlah. padahal Luhan itu pacar ke-3 aku ._.v

    kris di sini rese yah~ /evil smile/
    makin cinta deh sama dia. saking cinta nya, berasa pengen ku injek-injek tu muka yg sok kul itu .-.

    gue udh sampe byangin mommy jess nemuin tiff sama kris, terus mommy kesal dan pergi gk tentu arah. Pas lagi dlm keadaan linglung, tiba” mom ketemu luhan. Dan akhirnya mereka kawin! *duagh* XD

    hahaha.. Lanjutkan sajalah dulu!
    Fighting cousin!! ^^/

    • ANJIR!!! kenapa bisa? kenapa sekarang gue dikelilingi dengan lusica shipper?? =______=a

      waduh kenapa pada kejam sama kris coba? emang kris salah apa? huaaa poor my krisseu~~ T.T wkwkwk

      aduh kok ceritanya sinetron indonesia amat? sekalian aja luhan sama sica jadi anak tertukar -__-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s