[Series] Hard To Say I Love You (Chapter 1)

Author : Lee Hyura

Title : Hard To Say I Love You

Genre: Angst, Family, Romance

Rating : PG 15

Length : Series

Cast :

–          SNSD Jessica

–          EXO Baekhyun

–          EXO Suho

Note : aku kembali membawa ff ‘-‘)/ aku emang sedang hiatus. Tapi aku juga lagi berusaha menyelesaikan beberapa chapter ffku yang lain kok. Dan kenapa aku kembali sejenak untuk mempublish ff ini? Itu karena aku ingin bilang aku nyerah soal ff ‘Heart, Mind and Soul’. Aku kasih tau itu supaya semua yang nunggu ff itu pada nyerah dan ga akan nunggu ff itu lagi .__.

Aku bingung sama ff itu. Secara main cast di ff itu sebenarnya Tiffany-Kris. Jessica dan Luhan cuma pengganggu =.= tapi emang ya aku ini gorjess spazzer. Jadi ga bisa buat ff yang bukan bermain cast Jessica -_- ff OC yang aku buat aja sebenarnya aku membayangkan itu Jessica. Ckckck

Nah ff ini bisa dibilang rombakan dari ff itu. Cuma castnya berganti Jessica – Baekhyun dan berproblem berbeda. Kenapa aku pilih Baeksica? Selain karena aku bosen sama krissica dan lusica, juga karena banyak yang request Baeksica ke aku -_- kasian banget baekhyun dicouplein sama orangtua *hug baekhyun* *ditendang sica*

 

~@~@~@~@~@~

Tubuh wanita itu bergetar hebat saat mengetahui anak satu-satunya dinyatakan meninggal jam 10.53 malam ini. Suaminya memeluk pundaknya erat. Suaminya juga merasa terkejut dan depresi. Tapi dia harus kuat demi istrinya.

“Jung Soojung..” lirih wanita lanjut usia itu.

=== Hard To Say I Love You ===

Brak!

Seluruh benda yang berada di atas meja pun terlempar bebas di udara lalu jatuh di sembarang tempat. Tempat itu menjadi benar-benar berantakan dalam sekejap. Baekhyun terlihat tetap tenang di sofa sambil melipat tangannya di dada. Dia tidak terlihat terganggu dengan ayahnya yang sedang mengamuk.

Bagaimana tidak? Target mereka kini menghilang begitu saja. Tuhan mengambilnya di waktu yang tidak tepat. Gadis bernama Jung Soojung yang akan menjadi tunangan Baekhyun dalam waktu beberapa hari lagi itu meninggal karena kecelakaan. Padahal hanya dengan menikahi gadis 2 tahun lebih muda dari Baekhyun itu, Baekhyun dapat membantu perusahaan ayahnya keluar dari masalah yang berujung kebangkrutan. Dan bukan tidak mungkin, Baekhyun lah yang akan menguasai perusahaan keluarga Jung Soojung itu.

“Bagaimana bisa kau melepaskannya hari itu? Andai kau tidak membiarkannya pulang sendiri, dia tidak akan meninggal, Baekhyun!” geram tuan Byun.

“Aboeji, kalau aku pulang bersamanya, mungkin aku juga sudah di dalam tanah sekarang. Harusnya kau bersyukur aku masih hidup,” sahut Baekhyun santai.

“Omong kosong!”

***

Seorang wanita terduduk di sudut ruangan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tak lama kemudian, kesadarannya mulai pulih. Matanya terbuka perlahan. Bola matanya berputar dan mencoba menganalisis, dimanakah dia berada sekarang. Tangannya diikat, dia tahu itu. Kakinya pun ikut diikat. Dia teringat kejadian sebelum ia kehilangan kesadarannya.

“Sial,” runtuknya pelan.

Air matanya mengalir saat ingat apa yang terjadi. Orangtuanya menjual dirinya karena tidak bisa membayar hutang mereka. Dan kini dia berada di tangan orang asing yang kejam. Dia bisa merasakan rasa sakit di bagian kulitnya yang lebam akibat dipukuli oleh anak buah renternir itu karena mencoba memberontak.

“Jadi kau sudah bangun rupanya, hm.. Jessica? Nama yang bagus. Kau dari amerika? Haha, harga jualmu pasti tinggi!”

Wanita itu—Jessica—menengadahkan kepalanya dan mencoba melihat wajah orang yang berbicara kepadanya. Dia menggelengkan kepala karena poninya menutupi matanya. Seorang pria separuh baya dengan mata yang siap memangsanya lah yang ia lihat. Dia menyipitkan matanya seakan ingin membunuh pria itu. Walaupun dalam hati, dia ketakutan.

“Oh, dan salah satu anak buahku sudah mengecekmu. Ternyata kau masih perawan. Tidak ku sangka. Ku kira orangtua seperti mereka menghasilkan anak yang tidak jauh sialan dari mereka,” gumam pria itu dan tersenyum kejam. “Tenang saja. Aku tidak akan berusaha merebutnya darimu. Itu bisa menjadi harga tambah bagimu.”

Jessica menggigit bibirnya. Sedikit bagian dari hatinya sudah merasa tenang dan lega mendengar kata-kata orang itu. Tapi sebagian besar tetap merasa takut. Dia tidak tahu maksud orang itu apa. Apa dia akan dijual? Jessica tahu, cepat atau lambat, ia akan menjadi kotor. Tidak ada harapan baginya untuk tetap suci di tangan orang-orang jahat.

Pria itu menyeringai. Tangannya terjulur dan mengelus pipi Jessica. Tapi dengan cepat, Jessica menjauhkan kepalanya dan membuang muka. Tubuhnya bergemetar ketakutan. Tapi matanya tetep menatap pria itu dingin. Sangat dingin, sedingin es di kutub selatan. Itu membuat seringai pria itu semakin lebar.

***

“Bodoh, kan? Kalau seperti ini, aku bisa jatuh miskin!” gerutu Baekhyun seraya meneguk sojunya.

Joonmyeon tertawa. “Tapi setidaknya kau tidak jadi menikah muda, kan? Kau masih berumur 21 tahun. Dan dia? 19 tahun. Kalian akan menjadi sepasang kakek-nenek lebih cepat!”

Baekhyun mendesis. “Tetap saja. Sekarang bagaimana bisa aku keluar dari masalah ini?”

“Sudah ku bilang. Aku bisa meminjamkan modal untuk perusahaanmu. Tapi kau tetap menolak. Bodoh!”

Baekhyun memutar matanya. “Oh yeah, aku menerima pinjamanmu lalu saat ayahku tahu, dia akan membunuhku. Kau lupa kalau ayahku sangat membenci keluargamu, ya, hyung?”

“Aku tahu. Tapi kau bisa bilang jawaban lain. Mungkin dari … yah siapapun yang masuk akal selain aku,” tanggap Joonmyeon santai.

“Aha! Pintar sekali!” balas Baekhyun, menyibir.

Joonmyeon tertawa. Kelakuan Baekhyun memang tidak cocok dengan wajah manisnya. Benar-benar berbeda 180 derajat. Tentu saja karakter seperti Baekhyun adalah karakter yang paling menarik bagi orang-orang yang bekerja di bidang psikologi. Itu yang membuat Joonmyeon penasaran sampai sekarang dan akhirnya bersahabat dengan bocah itu.

“Oh, Baekhyun-ah. Kau bisa menemaniku besok malam ini?” tanya Joonmyeon saat melihat wajah Baekhyun mulai memerah tanda ia mulai mabuk.

Baekhyun berhenti dari kegiatannya dan menatap Joonmyeon bingung seraya bertanya, “besok malam? Ada apa dengan besok malam?”

“Ada acara perlelangan ilegal,” jawab Joonmyeon lalu meneguk sojunya.

Baekhyun membulatkan bibirnya mengerti. Dia tahu apa yang akan dilakukan oleh Joonmyeon. Pria itu akan melakukan penelitian langsung. Joonmyeon memang sedang membuat buku tentang masalah sosial di sekitar ibu kota Korea Selatan.

“Kalau ayahku tidak mengurungku, ya!” sahut Baekhyun akhirnya.

Joonmyeon tersenyum tipis.

***

“Baekhyun-ah, kau mau mendengar hal yang lucu?” tanya ayahnya tanpa menolehkan wajah ke arah Baekhyun saat Baekhyun duduk di sofa ruang tengah. Ayahnya tetap sibuk dengan i-padnya.

“Tentang apa?” sahut Baekhyun malas.

Baekhyun kenal baik siapa ayahnya. Hal yang lucu baginya bukanlah hal lawakan murahan yang ada di tv. Ini lebih ke arah negatif. Dan artinya hal itu bukanlah yang baik. Jadi Baekhyun kini sibuk mempersiapkan diri untuk mendengar apa yang akan didengarnya. Tidak perlu dia sedang buru-buru karena Joonmyeon sudah menunggunya di tempat janjian.

“Soojung mempunyai kakak. Kakaknya diculik saat berumur 1 tahun 4 bulan. Dan Soojung sangat mirip dengan kakaknya sehingga orangtuanya tidak pernah memikirkan tentang keberadaan anak sulungnya setelah kelahiran Soojung,” ujar ayahnya.

Tepat!, gerutu Baekhyun dalam hati. Ia tahu ini pasti tetap gadis manja yang meninggal karena kecelakaan itu. Tapi kenyataan tentang gadis itu mempunyai seorang kakak, membuatnya sedikit terkejut.

“Gadis itu lebih tua sekitar 3 tahun dari Soojung, yang artinya lebih tua setahun darimu,” lanjut ayahnya.

Baekhyun menggigit bibirnya kuat-kuat karena panik. Jangan bilang kau akan mencari orang itu dan menjodohkannya denganku!

Ayahnya mengangkat wajahnya untuk menatap Baekhyun tajam. “Tugasmu kali ini, cari wanita yang cocok untuk menjadi Jung Sooyeon, kakak dari Jung Soojung. Mengerti?”

Baekhyun menelan air liurnya.

>>>

Jessica menatap gaun malam yang sudah disiapkan di depannya. Matanya melebar untuk beberapa saat. Dia menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Dalam hati, dia sibuk memaki dan menyumpahi sepasang suami-istri yang bergelar sebagai orangtuanya.

“Cepat pakai atau kau tidak akan memakai apapun untuk malam ini!” bentak seorang anak buah dari pria gemuk, jelek, mengerikan itu.

Jessica sedikit terlonjak kaget karenanya. Dia mengambil gaun itu dan memakainya di tempat yang sudah mereka sediakan. Udara akhir musim gugur yang menyelinap masuk dan mengelus kulitnya yang tidak tertutupi oleh gaun itu membuatnya bergemetar kedinginan. Gaun itu hanya menutupi dada dan bagian pinggang. Pundak, punggung dan pahanya terekspos jelas.

Jessica keluar dari tempat itu sambil menggigit bibirnya kuat-kuat. Dia benar-benar tidak ingin berada di sana dengan memakai gaun itu. Dia ingin berlari pergi. Tapi dia tahu dia tidak bisa. Dia hanya bisa meringis saat salah satu orang menariknya kasar.

“Akh..”

>>>

“Kau membawa uang sebanyak ini, hyung?” bingung Baekhyun.

Joonmyeon tertawa pelan sembari mengangguk. “Ya, memang kenapa?”

“Kau berniat untuk membeli sesuatu?”

“Kalau ada hal yang menarik, kenapa tidak?”

“Ugh..”

Baekhyun mendesis pelan. Dia kira mereka hanya duduk di sana selama berjam-jam sambil menganalisis jalannya acara itu. Tapi kalau Joonmyeon sampai membeli sesuatu, akhirnya mereka juga akan berurusan langsung dengan orang-orang itu. Ah, benar juga! Baekhyun menepuk keningnya. Tentu Joonmyeon akan membeli sesuatu. Itu sebuah keharusan. Jika begitu, Joonmyeon akan mendapatkan banyak sampel.

“Siap?” tanya Joonmyeon.

Baekhyun memutar matanya. “Kita sudah berada di depan tempatnya. There’s no way we just going away after reaching this place..”

>>>

Joonmyeon menjilat bibirnya sambil sesekali menulis sesuatu di catatan kecilnya. Biasanya itu adalah point-point penting yang tidak boleh ia lupakan untuk dimasukkan ke dalam tulisannya. Beberapa kali ia mencoba ikut menawar, tapi ia selalu kalah. Sedangkan Baekhyun yang duduk sampingnya sudah memasuki dunia mimpinya. Joonmyeon tidak ambil pusing soal itu. Dengan kedatangan Baekhyun untuk menemaninya saja, ia sudah bersyukur.

“Eung..”

Joonmyeon mendengar suara erangan dari sampingnya. Ia melihat Baekhyun membuka matanya perlahan lalu merenggangkan tubuhnya. Dia mendengus pelan saat dia membenarkan posisinya lalu melipat tangan di dada.

“Belum selesai?” tanya Baekhyun.

Joonmyeon menggeleng. “Belum. Baru sampai di pertengahan. Tidak, sekarang sudah dekat ke akhir sepertinya.”

“Ada yang berhasil kau dapatkan?”

Joonmyeon mengulum bibirnya, menggeleng pelan. “Belum.”

Baekhyun mengangkat alisnya. “Belum?”

“Belum. Karena aku cukup yakin aku bisa mendapatkan sesuatu dari acara ini.”

“Ya, aku tahu. Itu pasti sampel untuk—pfftt”

Joonmyeon menutup mulut Baekhyun dengan cepat. Ia tidak mau orang lain tahu tentang kegiatan mereka yang sebenarnya. Baekhyun memberontak awalnya. Tapi akhirnya dia mengerti. Dia hanya tersenyum bersalah. Joonmyeon menggeleng gemas.

“Hyung!” seru Baekhyun.

Joonmyeon yang sedang menulis di catatannya pun menoleh. Ia menatap Baekhyun bingung. Baekhyun menunjuk ke depan. Saat melihat seorang gadis dengan gaun malam yang ketat itu, Joonmyeon mengerti. Dia hanya membulatkan bibirnya.

“Kau ingin membelinya?” goda Joonmyeon.

Baekhyun memutar matanya. “Psh.. yang benar saja! Ku pikir kau lah yang ingin membelinya.”

“Aku tidak tertarik membeli hal yang tidak penting. Kalau aku membelinya, artinya dia menjadi budakku. Aku tidak tertarik mempunyai budak,” ujar Joonmyeon sambil kembali menuliskannya di catatan kecilnya.

“Kau bisa melepaskannya, kan?” tanya Baekhyun. “Lagipula dia cantik. Dia memang terlalu kurus. Tapi berisi di tempat yang tepat.”

Joonmyeon menggeleng pelan melihat Baekhyun menyeringai. Pikiran Baekhyun benar-benar seperti pria menjijikan menurut Joonmyeon. Benar-benar tidak cocok dengan wajah polosnya.

“Tidak. Itu sama saja membuat uang, kan?” sahut Joonmyeon.

Baekhyun menyandarkan punggung. “Aku mengerti.”

“Tapi kalau kau mau, aku bisa membelikannya untukmu,” kata Joonmyeon tiba-tiba.

Baekhyun tergelak. “Seperti aku tertarik saja, hyung!”

“Ya mungkin kau bisa memanfaatkannya untuk hal lain?”

“Seperti?”

“Entahlah. Sex?”

“Oh.” Baekhyun mengerucutkan bibirnya. Kini ia seperti anak kecil. “Aku tidak tertarik.”

“Untuk menyenangkan ayahmu kalau begitu. Biar dia tidak sering mengamuk,” canda Joonmyeon.

Baekhyun tertawa mendengarnya. Sekejap, dia teringat kata-kata ayahnya tadi.

“Tugasmu kali ini, cari wanita yang cocok untuk menjadi Jung Jessica, kakak dari Jung Soojung. Mengerti?”

Tapi gadis itu tidak terlalu mirip dengan gadis manja itu, pikir Baekhyun sambil cemberut karena frustasi. Dia memang harus mencari ‘Jung Sooyeon’ secepatnya sebelum ayahnya kehilangan segalanya lalu membunuh Baekhyun.

“N-namaku Jessica.”

Baekhyun terbelalak saat mendengar suara gadis itu saat sang MC memaksanya untuk berbicara. Suara itu.. sangat mirip dengan Soojung. Dari setelah diteliti beberapa saat, mereka mempunyai beberapa persamaan.

“Hyung, bantu aku mendapatkan gadis itu!” pinta Baekhyun tiba-tiba.

Joonmyeon menoleh dan menyeringai. “Kau tertarik?”

“Tidak. Ini untuk ayahku.”

Joonmyeon tergelak mendengarnya. “Astaga, Baekhyun-ah! Aku hanya becanda tadi. Aku tidak benar-benar mengusulkan gadis itu untuk ayahmu!”

Baekhyun melirik Joonmyeon tajam. “Tidak, hyung. I meant it!”

***

Jessica membuka matanya perlahan. Dia sadar ia tidak berada di kamar kotor yang kemarin ia tempati. Dia juga tidak memakai gaun menjijikan itu lagi. Seperti yang ia lihat, gaun itu berada di tempat sampah di kamarnya. Dia memakai piyama berwarna lembut. Dia tidak ingat siapa yang membawanya kesini dan menggantikan pakaiannya. Setelah ia paksakan untuk mengingat, ia ingat 2 pria yang membelinya. Dia mendesah takut karenanya.

Jam di meja memberitahunya bahwa saat itu sudah jam 2 siang. Dia turun dari kasurnya dan mencoba menilik di luar kamarnya. Ia bisa mendengar suara 2 orang yang sedang berdebat sambil menyebut nama seorang gadis. Dia menggigit bibirnya, perlahan kakinya melangkah mendekati asal suara. Dia menuruni tangga. Saat sampai di lantai bawah, dia melihat seorang pria lanjut usia dan remaja pria sedang berdebat. Menyadari kehadirannya, mereka berdua berhenti berdebat dan memperhatikan Jessica dari kepala sampai kaki.

“Ku rasa kau benar, Baekhyun-ah,” kata pria lanjut usia itu.

Remaja yang dipanggil Baekhyun itu mendengus sambil memutar matanya seakan berkata, “told ya!”.

“Err, a-aku—“

“Sooyeonie, kau sudah bangun rupanya. Lapar?” sapa pria itu.

Jessica terbelalak. “T-tapi namaku bukan—“

“Sejak hari ini, namamu adalah Sooyeon dan kau akan belajar menjadi seorang Sooyeon. Mengerti?” tekan pria itu. “Oh dan panggil aku appa. Arasso?”

Jessica mengidik pelan. Dia hanya mengangguk, matanya tertuju kepada Baekhyun yang terlihat tidak peduli.

“Kini kau harus makan. Kau sudah melewati sarapan. Kau tidak boleh melewati makan siangmu,” kata tuan Byun sambil tersenyum ramah.

>>>

“Kita mulai dengan kebiasaan. Setidaknya Sooyeon dan Soojung harus mempunyai persamaan,” kata tuan Byun.

“Aboeji, tapi mereka kehilangan Sooyeon sejak Sooyeon bayi. Mereka tidak tahu apapun tentang anak mereka. Dan mereka bukan kembar. Jadi belum tentu mereka mempunyai persamaan,” sungut Baekhyun.

Ayahnya menyeringai tipis. “Ini hanya sebagai pencegahan jika sesuatu terjadi.”

“Tetap saja… tsk, terserahmu.”

Jessica hanya mengerjap pelan melihat ayah dan anak itu berdebat. Hubungan mereka benar-benar tidak terlihat sebagai seorang ayah dan anak. Tapi setidaknya Baekhyun masih lebih beruntung daripadanya.

Tuan Byun menatap Jessica tajam. “Kita mulai dari fashion sensemu. Apa kau bisa menjadi fashionista, atau tidak?”

Jessica tersenyum tipis mendengarnya. Dia sedikit merasa percaya diri soal ini. Dia senang memainkan pakaiannya. Memasangkan ini dengan itu, itu dengan itu, dan lainnya. Dan itu sukses membuat pakaian kumuhnya terlihat sedikit berderajat.

Tuan Byun dan Baekhyun menyiapkan banyak pakaian dan barang pelengkapnya yang bebas dipasangkan dengan apapun. Jessica diminta untuk memilih pakaian yang paling cocok baginya lalu mendandani dirinya dengan hal yang tersedia.

Setelah beberapa menit menunggu Jessica keluar dari kamarnya, akhirnya 2 pria itu bisa tersenyum lebar melihat hasilnya. Jessica memang berhasil dalam mematchingkan pakaian dan aksesoris. Tapi payah di soal make-up. Jessica memutuskan untuk tidak memakai apapun daripada wajahnya terlihat seperti monster. Akhirnya tuan Byun sendiri yang mendandani Jessica dan hasilnya Jessica sangap mirip dengan Soojung.

“Kita bisa mulai rencananya dari sekarang,” gumam tuan Byun sambil menyeringai.

“Rencana apa?” bingung Jessica.

Tuan Byun menepuk kepala Jessica lembut. “Makan malam akan siap sejam lagi. Kita akan membicarakannya selama makan malam. Mengerti?”

Jessica mengangguk. “Ne, appa.”

“Baekhyun-ah, temani Sooyeonnie.”

“Aboe—“

Tuan Byun memasang tatapan tajam dan dinginnya sehingga Baekhyun menelan air liurnya. Dia akhirnya mengangguk setuju. Setelah berpamitan dan tersenyum hangat kepada Jessica, tuan Byun pergi ke ruang kerjanya.

“Jangan salah paham. Dia hanya baik jika ada yang ingin dia dapatkan. Aslinya dia adalah monster,” ucap Baekhyun dingin setelah sepeninggalan ayahnya.

Jessica menoleh dan menyeringai. “Bilang saja kau cemburu karena kau tidak pernah diperlakukan seperti itu.”

Crap..”

That’s not a crap. It’s true that you are jealous. Poor you!”

Baekhyun menoleh. “Aksenmu.. kau bisa berbahasa inggris?”

“Kenapa aku tidak bisa?” sahut Jessica datar sambil masuk ke kamarnya.

Baekhyun segera mengejarnya dan menahan pintu kamar Jessica. Dia memaksa masuk ke dalam kamar Jessica.

“Apa maumu?” tanya Jessica tajam dan dingin.

Baekhyun menyeringai. “Bersenang-senang? Aku kan sudah membelimu.”

“Aku bukan barang!”

“Oh yeah, kau adalah barang. Kau milikku sekarang.”

Baekhyun menarik Jessica mendekat dan memeluk Jessica erat agar gadis itu tidak kabur. Dia mencium leher Jessica dan mulai menjilatnya. Dia bisa merasa tubuh Jessica bergetar hebat. Dia menyeringai. Akhirnya dia melepaskan Jessica. Dia hanya ingin bercanda, tapi ternyata itu berhasil membuat wajah Jessica pucat basi.

“Lebih baik kau mengikuti setiap yang ku katakan. Atau kau akan mendapatkan hukuman,” bisik Baekhyun di telinga Jessica.

Jessica menelan salivanya. Ia sadar Baekhyun bukanlah remaja sembarang. Kenyataan, Baekhyun memang bukan remaja lagi. Tapi, memang Jessica tahu apa soal Baekhyun?

“Bagaimana jika kita berkenalan supaya kita bisa menjadi partner yang kompak?” usul Baekhyun sambil tersenyum manis tanpa dosa.

Jessica hanya mengangguk pelan.

>>>

“Bohong! Kau sudah berumur 21 tahun? Kau pasti becanda, kan?!” pekik Jessica.

Baekhyun menutup telinganya dengan tangan. Dia berdecak kesal. Dia tidak tahu kalau Jessica sangat amat berisik. Rasanya ingin menyumpal mulut Jessica dengan apapun yang tersedia.

“Ya. Memang kenapa?” tanggap Baekhyun kesal.

“Tuhan benar-benar tidak adil..”

Baekhyun memicingkan matanya. “Apa maksudmu?”

“Kau dianugrahi wajah polos tapi otak seperti itu. Bagaimana bisa berbeda 180 derajat?” gumam Jessica. Terdengar seperti takjub dan bingung ketimbang mencibir.

“Tidak berbeda denganmu, ya? Berwajah polos tapi berotak—“

“Berotaka apa?” Jessica memotong ucapan Baekhyun sambil menatap Baekhyun penasaran.

“Berotak jauh lebih polos dari wajahnya. Mudah dibodohi!”

“YA!!!”

Baekhyun kembali harus menutup telinganya. Kini peraturan baru tertulis di kamusnya. Jangan pernah membuka seorang Jessica berteriak! Tiba-tiba pintu kamar Jessica diketuk. Jessica dan Baekhyun bangkit dari kasur dan membuka pintu. Seorang wanita berumur di akhir 50 lah yang berdiri di depannya.

“Oh, makan malam sudah siap, Han ahjumma?” tanya Baekhyun sebelum Jessica sempat membuka mulut.

Han ahjumma membungkuk pelan. “Ya. Tuan muda dan nona diminta untuk ke ruang makan sekarang oleh tuan besar.”

>>>

Suasana di ruang makan sangatlah hening. Jessica sudah diperingatkan oleh Baekhyun untuk jangan pernah berbicara jika tidak diminta oleh Baekhyun oleh ayahnya. Setelah makanan utama setelah disantap dan diganti oleh dessert, tuan Byun membuka perbincangan.

“Jadi apa saja yang kalian lakukan tadi?” tanya tuan Byun, berbasa-basi.

“Tidak banyak. Hanya berbincang sedikit,” jawab Baekhyun. “Iya, kan, Sooyeon-ah?”

Jessica hanya mengangguk pelan.

“Apa saja yang kalian bicarakan?” tanya tuan Byun lagi.

Baekhyun mendelik tak suka. “Hanya membicarakan karakter masing-masing. Apa perlu kau tahu, Aboeji?”

Ayahnya tersenyum tipis. “Aigo, Baekhyun-ah. Kau sensitif sekali seperti biasa.”

Jessica hanya diam sambil menghabiskan dessertnya. Entah kenapa, dia selalu bisa merasakan aura dingin di antara mereka. Apakah hubungan mereka sangat buruk? Tapi mereka terlihat dekat. Suasana hening pun kembali mendominasi ruangan itu. Jessica meneguk airnya dan berdeham pelan. Sebenarnya dia merasa gugup dan takut. Tapi dia memutuskan untuk menyembunyikannya.

“Sebenarnya apa rencana yang ingin appa bicarakan?” tanya Jessica akhirnya.

Tuan Byun menyeringai tipis, yang diam-diam membuat Baekhyun merasa sedikit was-was. Tuan Byun tidak langsung menjawabnya. Dia menyelesaikan makannya lalu meneguk minumnya. Setelah itu, matanya menatap Jessica.

“Apa kau bisa berakting, Sooyeonnie?” tanya tuan Byun.

Jessica mengerjap perlahan. “Ah, uhm.. aku tidak tahu pasti.”

Tuan Byun mendengus kesal. “Pastikan kau bisa. Karena kau akan menjadi anak dari pemilik salah satu perusahaan besar di Asia. Kau siap?”

Jessica terbelalak. “M-mwo??”

=== Hard To Say I Love You ===

Kalo ada yang nanya, “lanjutannya kapan, thor?”, aku bakal jawab, “pas aku selesai hiatus.” .__. /kabuuurrrrrr/

Ini bakal dilanjut kalo banyak yg suka ^^

Advertisements

11 responses to “[Series] Hard To Say I Love You (Chapter 1)

  1. wooooo baeksica 😮 couple baruuuuuuuuuu *nari hula2* itu apa ya yang direncanain sama ayah baek? jadi penasaran –” lanjuttttttt aku suka 😀

  2. Uwaaa
    Keren!
    Ini BaekSica sebagai ganti Heart, Mind, and Soul yah?
    Padahal aku cukup suka ceritane itu hlo dan selalu tak tunggu
    Tapi setelah baca penjelasan diatas ( kalo couplenya Tiffany-Kris ) aku nggak jadi mood
    Walau lumayan penasaran juga, sih….
    Baekhyun karakternyaaaa
    😦
    Keren!

      • Nggak gitu sih…
        Soal nya biasku sica
        Dan kalo nggak ada alasan lain, aku “sering” nggak mood baca ff yang main castnya bukan Sica.
        -_-v
        Tiffany-Kris cocok kok!
        😀

  3. Dih, Baekhyun serem juga ya. Di balik wajah polosnya itu, tersimpan sejuta ??? -___-

    Ceritanya bagus! Kayaknya lebih seruan ini ketimbang Heart, Mind and Soul itu. Lumayan lah random kopel. Sekalian buat cuci otak, soalnya di otak udah ada Krissica!

  4. baru baca ._.V Wow jadi dibeli juga tuh Sica. Appa nya Baekhyun karakternya mengerikan yah. tpi jdi menarik. pnasaran ntar apa aja yg mau dia lakuin sm BaekSica. Baekkie wajah polos otak yadong nih -,- Suho tu kyak gmn? aq slalu pnasaran apa yg dy pikirin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s