[Series] 천사 Team Chapter 5 — BJ-Sanf (Part 2)

Author : Lee Hyura

Title : 천사 Team  (Cheonsa Team)

Sub Title : BJ-Sanf

Genre : Friendship, Action

Rating : PG 13

Cast :

  • SJ Yesung
  • SJ Kyuhyun
  • F(x) Victoria
  • SNSD Jessica
  • 2PM Wooyoung
  • The Boss Injun
  • SJ Heechul


=== 천사 Team ===

Seperti yang biasanya, lobby gedung itu terlihat ramai. Namun jika remaja laki-laki itu telusuri gedung itu sampai ke pelosok, lorong-lorong itu terlihat sepi. Remaja itu terus melangkahkan kakinya menuju sebuah laboratorium yang ia rindukan di lantai 3. Dia memutar kenop pintu hingga pintu itu terbuka lebar. Terlihat professor Kim sedang asik dengan papan caturnya. Professor tua itu menoleh ke arah pintu. Senyumannya mengembang.

“Injunnie, selamat datang kembali,” sapa professor Kim.

Remaja itu—Lee Injun—tersenyum manis sambil membungkukkan badan. “Annyeonghaseyo, prof.”

Professor Kim menyuruh Injun untuk duduk di depannya dan menjadi teman bermain caturnya. Injun menurutinya dengan senang hati. Mereka merombak kembali susunan catur dan memulainya dari awal.

“Ada apa datang ke sini malam-malam? Setahuku tim Yesung sedang melakukan misi diluar,” tanya professor Kim.

Injun mengerjap. Beberapa detik kemudian, dia menepuk keningnya sambil mendesah keras. Dia baru ingat kalau kedatangannya bukan untuk menjadi teman main professor Kim. Dia mempunyai alasan yang lebih penting. Dia akan kembali menjadi pahlawan Korea Selatan.

“Aku diminta membantu Cheonsa Team dari laboratorium khusus Cheonsa Team,” jawab Injun akhirnya. “Professor tahu itu dimana?”

“Tim itu mempunyai 2 laboratorium khusus. Salah satunya adalah milik Kyuhyun, yang pasti kau sudah tahu tempatnya karena kau memakai laboratorium di kasus pertamamu. Yang lainnya adalah milik Tiffany. Jika milik Kyuhyun adalah laboratorium teknologi, milik Tiffany adalah laboratorium biokimia dengan alat-alat khusus,” jelas professor Kim panjang lebar. “Jadi laboratorium mana yang kau maksud?”

“Milik Tiffany.”

Professor Kim dan Injun menoleh saat mendengar seseorang menjawab pertanyaan professor Kim. Itu adalah Kim Heechul, direktur KCIA di ambang pintu. Berbeda dengan wajah sang direktur yang selalu cerah ceria, kini wajah Heechul terkesan suram.

“Kau yakin? Tiffany tidak pernah membiarkan seorang pun memasuki ruangannya kecuali Jessica dan Yesung,” ragu professor Kim.

Heechul mengangguk. “Sudah saatnya laboratorium mati itu dihidupkan lagi.”

“Untuk apa? Aku mungkin bisa—“

“Tidak. Keahlianmu adalah rangka tubuh. Bukan tentang hal ingin Injun teliti. Sebaiknya kau ambil langkah yang jauh dari Injun selama penelitian ini,” tolak Heechul cepat dan tegas.

Injun tersenyum—menyiratkan rasa bersalah—kepada professor Kim. Tapi professor Kim hanya tersenyum tipis. Dia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Heechul menghampiri Injun dan meminta Injun untuk mengikutinya dengan isyarat mata. Injun menganggukkan kepala. Dia bangkit dan membungkuk kepada professor Kim sebelum berlari menyusul Heechul yang sudah terlebih dulu keluar dari ruangan.

Injun berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Heechul. Heechul terlihat ingin beramah tamah dengan Injun seperti biasanya. Heechul terkesan terburu-buru. Injun rasa Heechul memang sedang terburu-buru. Langkah mereka terhenti di depan sebuah laboratorium yang gelap. Terlihat sebuah mesin pengunci pintu canggih. Sejauh pengamatan Injun, hanya ada 3 ruangan yang diamankan seketat itu. Laboratorium itu, ruangan tempat menyimpanan bahan-bahan kimia berbahaya dan ruang penyimpanan mayat. Heechul menekan kelima jarinya di tempat yang tersedia di mesin itu lalu memasukkan kode. Tidak lupa Heechul mengetikan hal lain.

“Masuklah. Aku sudah mengubah sistem kerja mesin ini agar dapat dibuka tanpa perlu menverifikasi kode sebelumnya. Aku ada kepentingan lain sekarang. Ku harap saat aku kembali nanti, kau sudah siap,” ujar Heechul panjang lebar.

Tepat saat Heechul meninggalkannya, Injun menampakkan kaki di ruangan itu untuk yang pertama kalinya. Injun menarik napas dalam-dalam. Dia berjalan, tidak, berlari ke dalam laboratorium.

“Ayo bangun semuanya! Sudah lama kalian tidak bekerja. Aku disini akan membuat kalian bekerja lagi!” seru Injun sambil menyalakan semua lampu.

“Tidak boleh ada yang bermalas-malasan. Tidak boleh ada yang menolak bekerja sama denganku. Tidak ada yang boleh mengeluh karena bukan Tiffanylah yang bersama kalian sekarang,” lanjut Injun kepada semua benda di laboratorium itu.

Injun terus mengoceh sendiri sambil menyalakan semua alat-alat. Dia memperhatikan ke sekitarnya dan tersenyum girang. Semua alat-alatnya adalah alat-alat yang selama ini ia impikan. Ruangan itu bahkan terlihat layaknya surga terindah bagi Injun. Tidak hanya alat-alat yang biasa ditemukan di laboratorium biokimia, dia juga menemukan beberapa komputer dengan berbagai fungsi dan sangat canggih. Komputer-komputer itu bahkan jauh lebih lengkap dari laboratorium Kyuhyun.

“Ku beri waktu untuk bersiap sebelum direktur datang. Kalian mengerti?” tambah Injun. “Cho Kyuhyun, ku yakin kau akan sangat iri padaku yang berhasil menampakkan kaki di dalam laboratorium milik Tiffany ini…”

===BJ-Sanf===

“Sial! Sudah 3 jam, Yesung tidak kembali. Apa yang terjadi dengannya?” erang Kyuhyun.

Jessica bangkit dan menarik Victoria keluar kamar. Tapi segera ditahan oleh Wooyoung. Jessica menoleh geram.

“Jangan merusak misi, Jess. Kita harus menunggu Yesung sampai di kembali kesini. Jika kau keluar bersama Victoria, mungkin saja kedok kita akan terbongkar,” kata Wooyoung.

Victoria melepaskan tangan Jessica dengan tenang. “Apa kata Wooyoung itu benar, Sica-ya. Kita hanya perlu menunggu sampai bos kembali.”

“Tidak bisa! Firasatku buruk, Vic! Buruk!” bentak Jessica. “Jika kalian mau hanya diam di sini, terserah! Aku akan mencari cara untuk mencari informasi tentang Yesung. Kau ikut, Kyu?”

Kyuhyun mendesah sambil bangkit dari kasur. Dia memakai blazzer pelayannya kembali. Victoria terbelalak melihatnya. Sedangkan Jessica menyeringai.

“Kita tidak bisa hanya diam sambil menunggu informasi dari bos, kan? Bagaimana jika sesuatu terjadi kepadanya dan kita tidak tahu apa-apa? Daripada menyesal nantinya, mungkin ada baiknya jika kita mencarinya. Lagipula Jessica memang belum beraksi apapun di kapal ini, kan? Kita harus berbagi aksi dengan Jessica,” ujar Kyuhyun.

Victoria memijat keningnya frustasi. “Aku kira aku mempunyai peluang terbesar untuk mendapatkan informasi tentang itu. Aku dan Kyuhyun. Tapi tidak mungkin kita meninggalkan Wooyoung sendirian disini. Mungkin dia akan kabur saat tidak ada kita di sisinya.”

“Aku akan tetap disini. Aku percaya Wooyoung tidak ada mengkhianati kita. Karena aku percaya kepada Tiffany,” kata Jessica akhirnya.

Wooyoung tersenyum tipis mendengarnya.

>>>

Jessica menggigit bibirnya sambil meremas pinggiran kasur. Ia terfokus kepada microphone yang berada di dalam telinga kirinya, menunggu info dari Kyuhyun dan Victoria. Matanya teralih ke handphonenya saat benda tipis itu berdering. Jessica segera mengangkatnya.

Ya, Kim Heechul! Apa maumu sekarang?” desis Jessica.

“Sica, salah satu agen yang ku tugasi untuk mengawasi kalian dari jauh, melihat sekelompok orang membawa Yesung dan beberapa orang lainnya pergi dari kapal itu,” ujar Heechul tenang. Sangat tenang dan berat.. Berbeda dengan suara nyaring yang penuh dengan kebahagiaan.

Mata Jessica terbelalak. Tidak hanya karena ketenangan suara Heechul yang membuatnya kaget, namun juga berita yang disampaikan oleh Heechul. Jessica segera memutuskan telepon lalu mendekatkan kerahnya ke bibirnya.

“Kalian berdua! Kembali ke kamar!” teriak Jessica.

Tanpa bertanya lebih lanjut, Kyuhyun dan Victoria menurutinya. Sedangkan Wooyoung yang tertidur di sisi kasur pun terbangun.

“Ada apa?” tanya Wooyoung.

Jessica menjilat bibirnya. “Sesuatu yang buruk terjadi.”

>>>

Victoria, Kyuhyun, Jessica dan Wooyoung berkumpul di basement gedung KCIA. Sosok Heechul sudah menunggu mereka di sana. Mereka—kecuali Wooyoung tentunya—sedikit terkejut melihat ekspresi langka direkturnya, ekspresi serius. Heechul mengisyaratkan mereka agar mengikutinya, kecuali Wooyoung. Wooyoung dijaga oleh 3 agen khusus.

Heechul meraba dinding di sudut basement lalu mendorong satu titik. Sebuah bagian dari tembok itu bergerak dan terbuka sebuah ruangan kecil dan gelap. Mereka memasuki ruangan itu. Tepat saat dinding itu kembali ke kondisi semula, ruangan itu menjadi penuh dengan cahaya. Ruangan itu terangkat dengan cepat, cukup berhasil membuat mereka merasa mual.

Mereka terhenti di sebuah ketinggian. Entah apa yang dilakukan oleh Heechul, sebuah bagian dari dinding itu terbuka lagi. Victoria, Kyuhyun dan Jessica ternganga saat menyadari itu adalah ruangan lain di dalam laboratorium milik Tiffany. Seseorang sedang asik bercuap-cuap ria dengan beberapa alat-alat itu. Sosok yang tidak asing.

“Lee Injun?” panggil mereka ragu.

Orang itu menoleh. Ia terlihat kaget. Tak lama, dia melambai girang lalu berlari menuju mereka dengan semangat –terlihat seperti anak kecil. Ah, itu gaya khasnya. Dia memang Lee Injun.

“Aku memutuskan untuk meluluskannya sebelum waktunya. Apa ada yang keberatan?” kata Heechul tiba-tiba.

Injun mengernyit. “Meluluskanku dari…?”

“Sekolahmu.”

Mata mereka semua—kecuali Heechul—membulat tak percaya. Injun melompat girang. Sedangkan Victoria dan Kyuhyun menatap Heechul protes seakan mengatakan apa-kau-sudah-gila? kepada Heechul. Heechul menarik napas dalam.

“Kau gila?” teriak Kyuhyun geram. “Di saat nasib bos kami yang tidak diketahui, kau masih saja berniat membuat kami gila? Aku tahu kau itu gila, Kim Heechul! Memang seharusnya kau berada di rumah sakit jiwa, bukan disini! Kita tidak mungkin menarik anak kecil sepertinya ke dalam masalah ini! Ini terlalu berbahaya!”

“Aku sudah berumur 19 tahun,” protes Injun yang langsung diberi lirikan mata Kyuhyun yang tajam nan ganas.

“Diam, Kyuhyun! Kita hanya bisa berharap kepada Injun karena kita sudah tidak mempunyai Tiffany lagi,” desis Jessica. “Benar, kan?”

Heechul tersenyum manis sambil mengerling. “Kembaranku memang yang terbaik~”

Jessica merasa bulu kuduknya berdiri melihatnya. Direktur mereka memang langka. Bagaimana bisa di saat dia sedang memasang ekspresi terserius yang pernah dilihat oleh orang-orang, lalu dia memang wajah konyolnya lagi? Ckck..

>>>

Kyuhyun dan Injun kini berada di depan komputer. Injun sedang mencoba mencari info yang mungkin bisa menambah data mereka yang akhirnya bisa membantu mereka menebak kemana Yesung dibawa pergi. Sedangkan Kyuhyun sedang mencoba memperbaiki gelombang yang terhubung dengan alat pelacak di pakaian Yesung. Sesekali Kyuhyun mencoba mengirimkan gelombang suara kepada microphone yang terdapat di dalam telinga Yesung.

Pekerjaan Victoria sebagai profiler, tentu saja dia mencoba menganalisis data-data yang berhasil dikumpulkan oleh Injun yang mungkin terlewati oleh Injun. Jessica hanya diam di kursi kecil sambil memainkan gelas-gelas kimia. Pekerjaannya digunakan di lapangan. Tidak disini. Soal ini semua, dia harus angkat tangan atau dia akan mengacaukan pekerjaan teman-temannya. Dia benci harus diam saja di saat nasib Yesung dipertaruhkan.

“Aku berhasil mendapatkan gelombangnya lagi!” pekik Kyuhyun penuh kelegaan. “Dia dibawa lewat jalur laut. Entah dia akan dibawa kemana.”

Ketiga rekannya segera mengerubunginya. Injun memperhatikan gerakan gelombang itu. Dia tidak tahu kapal itu akan kemana.

“Busan. Ku yakin mereka menuju Busan,” gumam Victoria.

Injun dan Kyuhyun menoleh. “Darimana kau tahu?” tanya mereka berdua bersamaan. Jika biasanya Kyuhyun akan kesal karena itu, kini mereka terlihat tidak memikirkannya sama sekali.

Pandangan Victoria melirih. Dia melirik Jessica kasian. Dia tahu Jessica memiliki kenangan buruk di kota itu. Kota tempat tinggal Jessica sebelum Jessica kabur ke Seoul. Victoria memang sudah menyelidiki informasi tentang Jessica lebih lanjut sejak tahu beberapa hal tentang masa lalu Jessica dari Injun. Terlihat sekali jika tubuh Jessica menegang.

“Jess, tidak apa-apa, kan? Tidak apa-apa, kan, jika kita ke Busan?” tanya Victoria tanpa memikirkan pertanyaan Kyuhyun dan Injun.

Jessica menggigit bibirnya. “Ku rasa.. tidak. Bagaimana kau tahu jika kapal itu menuju Busan?”

Victoria mengepalkan tangannya. Entah apa yang harus ia katakan. Ia terlalu takut untuk mengatakannya. “Itu tidak penting. Yang penting kita harus segera kesana,” jawab Victoria akhirnya.

Victoria sadar kalau ketiga orang itu tahu Victoria mengelak dari pertanyaan itu. Tapi Victoria bersyukur karena mereka tidak bertanya lebih lanjut tentang itu.

Papa, apa yang sedang kau rencanakan?, batin Victoria lirih.

“Kalian sudah tahu tentang keberadaan Yesung?” tanya Heechul yang muncul tiba-tiba di belakang mereka semua.

Mereka terkesiap karena kehadiran Heechul yang tiba-tiba. Bahkan mereka tidak bisa merasakan aura Heechul yang biasanya terasa sangat kuat di antara mereka. Heechul hanya tersenyum tipis melihat wajah kaget mereka.

Aha! Memang hanya Yesung yang bisa memiliki kemampuan seperti hantu?, batin Heechul bangga.

“Sudah. Kami akan berangkat secepatnya,” jawab Victoria akhirnya.

“Kalian pergi dengan Wooyoung. Di basement, ada agen lain yang sudah menunggu kalian. Ku harap mereka berdua akan sangat berguna,” ujar Heechul. “Dan Injun, kau tetap disini untuk mengawasi mereka dari jauh. Kalian mengerti?”

“Ya!” jawab semuanya.

“Lakukan sekarang!”

Mereka segera berlari mengambil ransel-ransel mereka dan berlari keluar ruangan. Bahkan mereka lupa kalau ada jalan pintas menuju basement. Tentu saja jalan yang tadi mereka pergunakan. Heechul terkekeh kecil. Dia mengeluarkan handphonenya. Dan mengetik sebuah pesan.

To : Victoria

Ku harap kau tidak akan mengecewakanku

Sebuah pesan balasan datang semenit kemudian.

From : Victoria.

Brengsek kamu, Kim Heechul! Kau tahu kan kalau ini akan terjadi? Kenapa kau tidak melarang Yesung? Kau berhasil menyiksaku lebih jauh jika seperti ini!

To : Victoria

Yesung bisa melewatinya. Kalau kau tidak sanggup, jangan pergi

From : Victoria

Kau tahu aku harus

***

Yesung membuka matanya perlahan. Rasa sakit menerjang kepalanya. Dia mengerang pelan sambil memegang kepala. Setelah rasa sakit itu sedikit demi sedikit menghilang, Yesung memperhatikan sekitarnya. Dia berada di ruangan yang asing. Sendirian.

“Kau sudah sadar rupanya,” seru sebuah suara.

Yesung menoleh cepat ke asal suara. Seseorang yang asing baginya. Tapi entah mengapa aura orang itu terasa begitu familiar baginya. Aura yang membuatnya teringat kenangan terburuk di masa kecilnya. Sekilas, ia melihat darah dimana-mana. Dia memejamkan matanya untuk menenangkan diri. Dia kembali membuka matanya dan menatap orang itu tajam.

“Ingat aku?” tanya orang itu sambil menyeringai tipis.

Yesung mengangguk. “Auramu. Mirip sekali dengan aura pembunuh keluargaku. BJ Sanf…”

=== 천사 Team ===

Ngerti ga ceritanya? Soalnya banyak hal yang ambigu disini. Kenapa ambigu? Karena emang penjelasannya tuh ada di selanjutnya. Entah di ending chapter 5 ini, atau di chapter selanjutnya.

Chapter ini emang panjang banget. Aku buat jadi 3 part. Part 1 dan 2 sengaja cuma pendek. Nanti part 3nya baru panjang banget. Aku bakal usaha memuaskan kalian deh

Chapter ini berbeda. Ini udah sampe ke klimaksnya. Jadi satu kasus itu langsung berkesinambungan dengan banyak kasus. Dan semua kasus menjerat semua cast. Dari sang direktur langka kita, Kim Heechul. Sampai ke agen baru, Lee Injun. Serta si penjahat yang membantu Cheonsa Team, yaitu Wooyoung.

Ini beneran panjang -,- ceritanya selesai di chapter 7

Advertisements

14 responses to “[Series] 천사 Team Chapter 5 — BJ-Sanf (Part 2)

  1. Akhirnya keluar jg nih ff. Jd terharu #lho??
    Aku pikir kamu hiatus nya masih lama. Untung aja aku buka wp kamu lg.
    Iya agak gak ngerti sedikit sih. Mungkin gara2 saking lamanya nih ff gak nongol2 kali jd lupa sama masa lalu mereka. hehee
    Jangan lama2 ya publish nya. hahaaa

  2. hahhh,akhirnya dipublish juga aku udah hampir lumutan gara2 nungguin ni ff -___-
    ceritanya semakin keren
    dor dor dor. ^,~)
    ahhh udah ah aku gak mau komen terlalu banyak DULU. karna tanganku sudah panas gara2 ngetik mulu-_-…. tapi aku (gak) janji mau komen terus, takut gak punya waktu#soksibuk
    bye bye *cium kening*(っ˘з˘)っ

  3. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaah *larikelilingmonas* akhirnya ff favorit kesukaan kebanggaan yg ditunggutunggu datang jugaaaaaaaaaa (>̯͡.̮̯͡.̮<̯͡) jinjajinjaa! Pokoknya ini ff jjang!!! Cepet di posting yaa unnie ~~~(/´▽`)/ gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s