[Series] Hard To Say I Love You (Chapter 3)

Author : Lee Hyura

Title : Hard To Say I Love You

Genre : Angst, Family, Friendship, Romance

Rating : PG 13

Length : Series

Cast :

  • SNSD Jessica
  • EXO Baekhyun
  • EXO Suho
  • SNSD Hyoyeon
  • EXO Chanyeol
  • SNSD Yuri
  • DBSK Yunho

Note : jangan terlalu berharap ya sama chapter ini. Soalnya ceritanya agak maksa supaya nyambung sama chapter selanjutnya -..-

=== Hard To Say I Love You ===

Jessica terbangun saat merasa wajahnya diciprati air. Tidak hanya itu, selimutnya juga ditarik paksa darinya. Jessica mengutuk orang yang mengganggu tidurnya, terutama orang yang mengambil selimutnya. Apa orang itu tidak tahu kalau suhu di kamar itu sangat dingin? Apa orang itu ingin Jessica mati kedingingan?

“Maafkan kelancangan kami, Nona. Kami terpaksa melakukannya untuk memenuhi perintah tuan besar. Tuan besar meminta Nona untuk bersiap secepatnya,” kata seorang wanita lanjut usia—tapi sepertinya lebih muda dari Han ahjumma—dengan nada tegas.

Jessica mengucek matanya kesal. Dia turun dari kasurnya lalu menuju kamar mandi yang ada di kamarnya. Dia terlonjak saat sadar orang-orang berpakaian ala pembantu itu mengikutinya ke dalam kamar mandi. Jessica mengerjap.

“M-mau apa kalian? Jangan macam-ma—“

“Kami akan memandikan Nona,” jelas wanita lanjut usia itu. Sedangkan 2 pembantu yang masih muda hanya diam. Mereka hanya akan bergerak jika diperintah oleh wanita tua itu.

Jessica mengangkat alisnya. “Aku bukan anak kecil.”

“Ya, memang. Tapi kamu mandi seperti anak kecil. Tidak bersih.”

“Ap—“

Wanita tua itu sudah terlanjur menyuruh kedua pembantu muda itu untuk membuka baju Jessica sebelum Jessica selesai dengan kalimatnya. Dalam hati, Jessica sibuk mengumpati wanita tua itu.

Hya, wanita tua sialan! Aku akan memecatmu!! Lihat saja nanti!

>>>

Jessica memperhatikan dirinya di depan cermin. Sudah hampir 20 menit, dia hanya berdiri di depan cermin. Dia masih belum percaya bayangan yang ada di cermin adalah dirinya. Bayangan itu terlalu cantik untuk menjadi dirinya. Dia benar-benar tidak sangka dia secantik itu. Apa semalam dia juga secantik itu? Sayang Jessica tidak sempat berkaca karena terburu-buru. Kulitnya juga. Kulitnya menjadi sangat putih sekarang. Halus lagi. Rambutnya terlihat cantik walaupun hanya di gerai. Biasanya rambutnya berantakan jika digerai terlalu lama. Jessica benar-benar terurus dan tertata di rumah ini. Berbeda dengan di rumah Baekhyun yang masih memberikannya kebebasan untuk berpenampilan.

“Tuan besar sudah menunggu Nona di ruang makan,” kata pembantu tua itu –yang kini sudah dianggap musuh oleh Jessica.

Jessica mengangguk cepat. Dia berlari kecil menghampiri pembantu tua itu. 2 pembantu muda lainnya tetap setia mengikuti pembantu tua itu setelah sebelumnya mereka berganti pakaian karena basah akibat memandikan Jessica. Mereka membawa Jessica ke ruang makan yang di maksud. Ruangan yang sama dengan ruangan tempat keluarga Jung dan Byun makan malam semalam. Disana, ayah dan ibu barunya sudah menunggu. Wajah ayahnya begitu cerah. Berbeda dengan wajah ibunya yang terlihat sedikit suram. Jessica segera membungkuk sopan.

Annyeonghaseyo,” sapa Jessica sopan.

Annyeong, Sooyeon-ah. Duduklah di sini,” balas Yunho.

Jessica mengangguk. Dia berlari kecil menuju kursi yang dimaksud oleh Yunho. Yunho tersenyum kecil melihat gaya berjalan Jessica. Jessica menarik kursi itu dan duduk. Kini dia berhadapan dengan ibunya. Jessica menggigit bibirnya.

“Bagaimana tidurmu?” tanya Yunho sambil membalik piringnya.

Jessica mengikuti apa yang dilakukan oleh Yunho, lalu barulah menjawab, “baik..”

“Baguslah kalau begitu. Ada yang kau ingin lakukan hari ini?”

Jessica terdiam. Dia sibuk memikirkan jawabannya. Sebenarnya Jessica tidak ingin kemana-mana. Tidak ingin melakukan apapun. Dia hanya ingin di kasur seharian. Karena rasanya dia sudah terbiasa seharian di kasur. Tapi… ah! Ada satu keinginan Jessica dari dulu, yang mungkin dapat dikabulkan oleh Yunho. Tapi Jessica memutuskan untuk menahannya.

“Aku tidak tahu akan melakukan apa hari ini. Memang ada apa?” jawab Jessica akhirnya.

Yunho tersenyum tipis. “Bagaimana jika kau berbelanja bersama ummamu? Kita akan mengadakan pesta malam ini untuk memperkenalkanmu. Sekaligus pertunanganmu dengan Baekhyun.”

Mwo?!” pekik Jessica. Dia segera menutup mulutnya kemudian sedikit membungkuk untuk meminta maaf.

“Kenapa kaget? Kau harusnya senang, kan?” bingung Yunho.

Jessica menggigit bibirnya. “K-karena.. terlalu mendadak.”

“Oh iya, Appa lupa memberitahukannya kepadamu.” Yunho tertawa. “Kau mau, kan?”

“Mau apa? Bertunangan?”

“Itu sudah pasti..” Yunho tersenyum. “Tapi yang ku tanyakan, apa kau mau berbelanja dengan ummamu?”

Jessica melirik Yuri dan merasakan aura kelam di sekitarnya. Dia mengedik ngeri. “A-apa tidak bisa aku memakai gaun ada?”

“Kau tidak mau berbelanja?”

“Bukan begitu. Tapi—“

“Sudahlah. Sekalian untuk mendekatkan hubungan kalian..”

Jessica menyerah sekarang. Entah apa yang akan dia dapatkan nanti.

>>>

Wajah Baekhyun terlihat sangat seram. Aura yang terpancar benar-benar suram kali ini. Hyoyeon sudah berusaha memperbaiki mood sahabatnya, tapi gagal. Bibir Baekhyun tetap melengkung ke bawah. Sedangkan Chanyeol tidak berani sedikitpun mendekati Baekhyun –untuk pertama kalinya ini terjadi. Chanyeol tidak berani mengganggu Baekhyun sehingga dia memutuskan untuk bolos.

“Baekhyun-ssi! Jika kau tidak suka dengan kelasku, kau bisa keluar,” teriak professor Yoo.

Oh bahkan kali ini seorang dosen pun merasa terganggu dengan ekspresi suram seorang Byun Baekhyun. Baekhyun segera merapikan barang-barangnya dan keluar. Professor Yoo terlihat mengumpati Baekhyun pelan. Hyoyeon mengusap wajahnya. Dia sudah menyerah. Dia angkat tangan soal ini. Dia juga tidak tahu apapun tentang masalah Baekhyun. Apa masalahnya tentang Jung Sooyeon itu?

Tepat saat kelas itu berakhir, Hyoyeon berlari keluar kelas. Dia mencari Baekhyun ke segala tempat. Tapi dia tidak menemukan sahabatnya itu. Dia berhenti berlari saat melihat Chanyeol sedang bermain basket dengan para junior.

“Chanyeol-ah!” panggil Hyoyeon berteriak.

Chanyeol menoleh. Dia memberi isyarat kepada teman-temannya lalu berlari menghampiri Hyoyeon. Hyoyeon sedikit takut saat melihat Chanyeol tersenyum sangat lebar. Chanyeol memang selalu bahagia, terkadang over. Bahkan selama 4 tahun ini terperangkap di kelas yang sama, Hyoyeon tetap tidak terbiasa.

“Ada apa, Hyo?” tanya Chanyeol.

Hyoyeon menarik napas. “Kau lihat Baekhyun?”

Alis Chanyeol terangkat. “Baekhyun? Bukannya dia bersamamu?”

“Tadi dia dikeluarkan dari kelas.”

Chanyeol terkejut mendengarnya, shock tepatnya. Baekhyun memang jarang mengikuti kelas-kelasnya. Namun jika ia mengikuti kelasnya, dia selalu menjadi anak baik kesayangan para dosen. Dan professor Yoo adalah salah satunya. Jika dosen itu mengusir Baekhyun, artinya ada sesuatu.

“Kok bisa?” bingung Chanyeol.

Hyoyeon mendengus sambil mengangkat bahunya. “Yah, entahlah. Tiba-tiba dosen tua itu menegur Baekhyun. Bukannya minta maaf, Baekhyun malah keluar.”

Chanyeol membulatkan bibirnya sambil mengangguk, tangannya bermain di dagunya seakan dia sedang berpikir. Kini Hyoyeon kembali menatap Chanyeol aneh. Sejak kapan Chanyeol mau untuk berpikir? Bukankah Chanyeol tidak pernah mau berpikir, selalu memutuskan semua hal dengan seenaknya? Hyoyeon menggeleng pelan.

“Sebenarnya, apa masalahnya, eh?” tanya Chanyeol akhirnya. Dia kembali melanjutkan, “aku baru melihatnya seperti ini sekitar.. 2 kali. Pertama saat dia dijodohkan dengan Soojung. Kedua, ya sekarang. Apa dia dijodohkan lagi? Tapi kan kematian Soojung belum lama. Masih beberapa minggu yang lalu.”

Hyoyeon mengangkat bahunya. Baekhyun memang dijodohkan kembali. Tapi Hyoyeon tahu Baekhyun pasti tidak mau seorang pun tahu soal ini. Jadi dia membalasnya seakan tidak tahu, “mollayo. Kalau aku tahu, pasti aku tidak akan sebingung sekarang. Aku sudah tahu jurus-jurus jitu untuk mengembalikan mood Baekhyun.”

“Oh.. bagaimana kalau kali ini, aku saja yang menghiburnya, hm?”

Hyoyeon memicingkan matanya sejenak. Dia menggeleng cepat. Membiarkan Chanyeol yang mengambil alih tugasnya? Apa Chanyeol ingin dia dicekik oleh Baekhyun karena sudah membiarkan Chanyeol dekat dengan Baekhyun? Selama ini kan Baekhyun seperti alergi dengan Chanyeol. Dia tidak mau berdekatan dengan Chanyeol. Tapi Chanyeol malah meminta seperti itu. Apa Chanyeol belum sadar juga?

Jebal, Hyoyeon-ah… beri aku kesempatan. Mungkin saja ini bisa ku manfaatkan untuk memperbaiki hubungan kami juga. Aku akan membuat ia tidak alergi lagi padaku. Aku tidak mau dibenci oleh Baekhyun lagi. Ku mohon~!” rengek Chanyeol.

Hyoyeon menggaruk kepalanya sekilas. Berhubung dia juga sedang ada urusan hari ini, dia tidak mungkin bisa mengurus masalah Baekhyun. Akhirnya dia mengangguk. Chanyeol melompat girang karenanya. Tapi dengan cepat, Hyoyeon meraih kerah Chanyeol sehingga Chanyeol kehilangan keseimbangan dan hampir saja jatuh. Chanyeol menatap Hyoyeon kesal. Tapi Hyoyeon malah menatapnya melas.

“Tapi kalau terjadi apa-apa, selamatkan aku..” kata Hyoyeon memelas.

>>>

Jessica berlari kecil untuk menyetarakan posisinya dengan ibunya. Dia menggerutu dalam hati karena langkah Yuri yang cepat. Terlihat sekali kalau Yuri memang menjaga jarak dengannya. Jessica semakin ingin memaki Yunho yang menyuruhnya untuk berbelanja bersama Yuri. Agar mereka menjadi dekat? Bohong! Ini malah membuat mereka semakin kikuk.

Mereka kini berada di… butik keberapa yang mereka datangi hari ini, ya? Jessica sudah tidak bisa menghitungnya. Sudah terlalu banyak butik yang mereka kunjungi, namun tidak satu gaun pun yang cocok di mata Yuri. Terlalu polos. Terlalu ramai. Terlalu sederhana. Dan ‘terlalu’ lainnya. Bagi Jessica sih, terserah gaunnya seperti apa. Yang penting nyaman saat ia kenakan.

“Kami merekomendasikan 2 gaun ini,” kata primuniaga butik itu yang datang untuk memperlihatkan 2 gaun cantik. Satu berwarna kuning dan lainnya berwarna biru langit.

Yuri menoleh ke arah Jessica. “Mana yang kau suka?”

Jessica mengerjapkan matanya kaget. Baru kali ini Yuri mengucapkan sesuatu kepadanya. Seingatnya, Yuri belum mengatakan satu kata pun sejak kedatangan Jessica ke rumah itu. Wajah terkejut Jessica kini membuat Yuri kesal. Menyadari itu, Jessica segera menundukkan wajahnya.

“Ah, hm.. aku suka yang biru langit itu,” jawab Jessica seadanya.

“Kalau begitu, coba gaun itu di kamar pas,” kata Yuri.

Jessica menggaruk kepalanya. “Hm, tapi—“

“Apa?”

“Apa aku bisa meminta gaun berwarna putih saja?”

Yuri menatap Jessica terkejut. Putih? Hm, tidak buruk sih. Tidak alasan yang membuat Yuri terkejut dengan warna itu. Tapi Yuri lebih terkejut karena ternyata Jessica meminta sesuatu kepadanya. Selama ia bersama dengan Jessica, Jessica hanya menyetujui segala kata-katanya.

“O-oh.. oh tentu saja.” Yuri menoleh ke pramuniaga itu. “Berikan kami gaun berwarna putih yang paling cantik dan cocok untuk gadis ini.”

“Baik.”

>>>

Baekhyun melempar tasnya sembarang lalu menghempaskan tubuhnya ke kasur. Masih ada 6 jam sebelum pesta pertunangannya dengan Jessica dimulai. Tapi moodnya masih jelek. Dia tidak kesal karena dia dijodohkan dengan Jessica, baiklah dia memang kesal tapi tidak terlalu. Dia geram dengan ayahnya. Ayahnya akan membuatnya tinggal di rumah keluarga Jung. Ayahnya memintanya untuk mendekatkan diri dengan sepasang suami yang kini menjadi orangtua Jessica itu. Memikirkan itu, Baekhyun sudah tahu apa resikonya. Dia akan selalu berpura-pura bermesra ria dengan Jessica. Hidupnya akan terbatasi. Padahal Jessica dan dia sudah membuat perjanjian untuk tidak mengurusi kehidupan satu sama lain saat mereka menikah nanti. Semakin dipikirkan, Baekhyun semakin emosi. Kenapa harus dia yang selalu menjadi boneka bisnis ayahnya?

Baekhyun memperbaiki posisinya saat mendengar pintu kamarnya diketuk bersama dengan suara Han ahjumma. Dia mempersilahkan pembantu yang paling ia sayang itu untuk membuka pintu.

“Ada temanmu yang datang berkunjung, Tuan muda,” kata Han ahjumma.

Kening Baekhyun mengerut. Hyoyeon? Tidak mungkin! Sekarang dia ada kelas. Dia tidak membolos kecuali dengan alasan yang jelas. Lalu siapa? Dia tidak merasa mempunyai teman selain Hyoyeon. Atau Joonmyeon? Joonmyeon tidak akan datang ke rumahnya setelah diusir dengan kasar oleh ayahnya.

“Siapa?” tanya Baekhyun akhirnya.

Han ahjumma tersenyum tipis. Tunggu, Baekhyun ingin menebak lagi. Apa itu Jessica? Soalnya Han ahjumma tersenyum.

“Jessica?” tebak Baekhyun ragu.

Han ahjumma menggeleng. “Bukan. Kalau tidak salah namanya—“

“Hai, Baekhyun-ah!” seru Chanyeol yang tiba-tiba muncul. Chanyeol masuk ke kamar Baekhyun dan menilik ke sekitarnya. “Ternyata kamarmu itu bersih sekali, ya? Cocok denganmu sih..”

“Park Chanyeol…” geram Baekhyun pelan.

Mendengar itu, Han ahjumma segera berpamit diri sebelum Baekhyun mengamuk. Han ahjumma memang tidak mengenal siapa Chanyeol. Tapi dari ekspresi Baekhyun sekarang, dia tahu pasti bahwa Chanyeol adalah orang yang tidak diharapkan kedatangannya di rumah itu, saat itu!

Chanyeol tersenyum lebar. Dia duduk di samping Baekhyun. Kali ini, Baekhyun tidak bereaksi berlebihan. Dia memilih kembali berbaring di atas kasurnya. Chanyeol mengikuti Baekhyun.

“Kau tahu, Chanyeol-ssi? Kau orang pertama yang masuk ke kamarku. Sebagai ucapan selamat, aku menerima kedatanganmu dengan hangat untuk kali ini,” kata Baekhyun.

Chanyeol tersenyum tipis. “Bagus. Apa itu bisa berlanjut?”

“Maksudnya?”

“Biarkan aku menjadi temanmu.”

Baekhyun menolehkan kepalanya dan menatap Chanyeol datar. “Jangan berharap lebih, Chanyeol-ssi!”

Jebal. Jebal. Jebal. Jebal, Baekhyun-ah~” rengek Chanyeol.

Baekhyun menghela napas panjang. Dia melirik jam dinding kamarnya. Sekitar 5 jam lagi, dia sudah harus berada di kediaman keluarga Jung. Perjalanan ke sana dengan bis sekitar 1 jam. Artinya tinggal 4 jam sebelum keberangkatannya. Dia harus mengusir Chanyeol agar Chanyeol tidak tahu apapun tentang pertunangannya. Bisa gawat jika Chanyeol menyebarkan berita tentang perjodohannya. Duh..

“Baik. Baik! Kau jadi temanku. Sekarang kau pulang sana! Aku ada urusan,” usir Baekhyun sambil mendorong Chanyeol agar bangkit dari kasurnya.

Chanyeol bangkit. Dia cemberut. “Kau serius, tidak?”

“Serius asal kau keluar dari rumahku sekarang.”

“Tapi jangan bersikap cuek padaku lagi, ya, mulai besok!”

Baekhyun tertawa. Apa sih yang sebenarnya diminta oleh Chanyeol? Kenapa Chanyeol malah memohon hal-hal yang seperti itu? Chanyeol memang konyol!

“Aha! Kau tertawa!” seru Chanyeol girang. “Dengan begini, aku bisa pulang dengan bangga!”

Sedetik kemudian, Baekhyun kembali memasang wajah datarnya.

>>>

Dari sejak 2 jam sebelum acara dimulai, Jessica sudah diseret paksa ke dalam kamarnya. Padahal sepulang dari kegiatan belanja, ia ingin memanjakan diri. Tapi ternyata persiapan diri untuk acara malam itu langsung dilakukan saat Jessica baru saja menginjakkan kakinya di lantai rumahnya. Jessica mengerang kesal. Sampai sekarang, dia masih belum terima diperlakukan seperti itu oleh para pembantu –terutama kepala pembantu itu!

Setelah melalui berbagai hal—dari mandi hingga dandan—akhirnya Jessica dapat bernapas dengan bebas. Acara akan dimulai 15 menit lagi. Tapi para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Yang Jessica sadari saat itu adalah tangannya yang semakin lama semakin dingin. Dia tidak berani untuk turun dan berbaur dengan orang-orang itu. Terlalu banyak orang. Terlalu ramai. Itu membuatnya takut. Beberapa hal yang membuatnya trauma dengan keramaian itu kembali melesat di pikirannya. Jessica segera menghapus air matanya saat hendak mengalir.

“Tuhan… tolong aku…”

“Nona Sooyeon.”

Jessica menoleh saat namanya dipanggil. Dia meruntuk dalam hati saat tahu kepala pembantu tua itu lagi yang memanggilnya. Jessica ingin bersikap kasar kepadanya. Tapi itu akan membuat imagenya menjadi jelek. Dan itu bisa membuatnya mungkin menggagalkan rencana tuan Byun. Jessica mendengus pelan.

“Ya, ada apa?” sahut Jessica seadanya.

“Panggil aku Seo ahjumma,” katanya sambil menghampiri Jessica. Dia memakaikan sebuah kalung cantik pada Jessica sambil tersenyum hangat dan berkata, “kau sangat mirip dengan nyonya Miyoung. Dan kalung ini… adalah kalung milik nyonya Miyoung yang disimpan khusus untukmu. Cantik. Dia pasti bahagia melihatmu bersanding dengan orang kau cintai.”

Jessica terbengong mendengarnya. Mendengar nama itu, membuat hatinya hangat. Tapi ia tidak tahu kenapa. Dia membalas senyuman Seo ahjumma. Ternyata perempuan tua itu tidak seburuk yang Jessica pikirkan. Saat Seo ahjumma meninggalkannya, Jessica kembali memikirkan nama yang disebutkan oleh Seo ahjumma. Miyoung… Jessica seperti mengingat sesuatu yang tidak bisa ia katakan. Nama yang tidak asing baginya. Tapi apa?

“Tunggu! Seseorang yang bernama Miyoung itu mirip denganku? Nyonya Miyoung. Kenapa Seo ahjumma berkata seakan aku adalah anaknya wanita yang bernama Miyoung itu? Bukankah aku anaknya Yuri umma?” gumam Jessica bingung. “Ah, dia juga bilang ‘Miyoung’ pasti bahagia melihatku bersanding dengan orang yang ku cinta. Baekhyun maksudnya? Hih~ jangan sampai!”

>>>

Baekhyun sampai di pesta itu tepat waktu. Benar-benar tepat, karena dia datang bersamaan dengan ayahnya turun dari mobil. Baekhyun menutup matanya sejenak sambil menghela napas panjang karenanya. Tuan Byun merangkul Baekhyun selama melangkah ke dalam rumah mewah itu. Baekhyun menyusuri setiap sudut ruangan itu. Dia tidak melihat Jessica dimana pun.

“Akh!” rintih Baekhyun saat ayahnya menyikutnya. Baekhyun menoleh protes. Tapi dia langsung tersadar bahwa dia sudah berada di hadapan tuan Jung dan istrinya. Dia segera membungkuk, “a-annyeonghaseyo.”

“Annyeong, Baekhyun-ah~ kenapa melamun?” balas tuan Jung ramah.

Baekhyun mengusap tengkuknya sungkan. “A-aku mencari Jessica.”

“Jessica?” bingung nyonya Jung.

“Sooyeon maksudku!” ralat Baekhyun kelabakan. “Aku sering memanggilnya Jessica karena dia mempunyai garis wajah seperti orang barat. Hehe..”

Tuan Jung tersenyum tipis. “Ya, kau benar. Dia mirip sekali dengan ibunya.”

Baekhyun mengernyit. Mirip ibunya? Bahkan Jessica tidak mirip sama sekali dengan Jung Yuri, istri Jung Yunho. Tapi Baekhyun tidak bisa berkomentar apapun karena tuan Jung menyuruhnya ke kamar Jessica, ditemani oleh seorang pembantu tentunya. Sekilas, Baekhyun bisa melihat ekspresi sedih di wajah nyonya Jung.

Baekhyun melewati kerumunan orang-orang menuju tangga. Banyak orang yang mengenalnya, memberikan selamat kepadanya atas pertunangan itu. Baekhyun hanya membalasnya dengan senyuman sungkan. Akhirnya dia berhasil sampai di tangga. Dia segera menaiki tangga itu agar menjauh dari kerumunan orang bisnis yang hanya membuatnya pusing.

“Dimana kamar Sooyeon?” tanya Baekhyun saat dia menginjakkan kakinya di anak tangga teratas.

“Kamar nona Sooyeon berada di samping kamar nona Soojung. Di jalan ini,” jawab pembantu itu.

Baekhyun mengikuti pembantu itu. Sesampainya di depan pintu kamar Jessica, Baekhyun menyuruh pembantu itu untuk pergi. Tanpa mengetuk pintu, Baekhyun membuka pintu itu. Dia melihat Jessica sedang melamun di kasurnya. Wajahnya terlihat frustasi. Baekhyun mendesah pelan sambil menghampirinya setelah menutup pintu. Saat jarak mereka sekitar 2 meter, Baekhyun berhenti.

“Jessica~” panggil Baekhyun.

Jessica tersadar lalu menoleh. Wajah Jessica berubah memelas kini. Sambil merengut, dia merengek kepada Baekhyun, “Baekhyun-ah~ aku tidak mau turun! Terlalu banyak orang di bawah. Mengerikan. Hua!”

“Tsk, itu resiko menjadi anak dari seorang pengusaha sukses. Terima saja nasibmu. Sekarang kau harus turun. Mau tak mau! Acara ini akan di mulai sebentar lagi. Mengerti?” tanggap Baekhyun.

Jessica menggelengkan kepalanya. “Shireo!”

“Aku akan memaksa jika kau tidak mau!” ancam Baekhyun.

“Apapun caranya, aku tidak akan mau!” tegas Jessica.

Baekhyun mendengus. Dengan cepat, ia menggendong Jessica ala bridal dan membawa gadis itu keluar dari kamarnya. Sesampainya di luar kamar, Baekhyun menurunkan Jessica dan menariknya paksa menuju tangga.

“Aku tidak mau, Baekhyun!” bentak Jessica.

Baekhyun berbalik dengan geram. “Lalu? Apa maumu? Merusak semuanya? Merusak rencana kita?!”

Jessica terdiam. Dia sadar ia harus melakukan ini. Dia harus membalas kebaikan Baekhyun yang telah menyelamatkannya dari tempat terkutuk itu. Tapi berada di tengah kerumunan orang, membuatnya teringat banyak kejadian mengerikan. Kejadian mengerikan yang sebagian besar terjadi di kondisi yang ramai. Kejadian mengerikan yang membuat Jessica mencintai kesendirian. Air matanya menetes namun segera dihapus oleh Jessica. Dia harus melawan traumanya.

Geurom…”

Baekhyun menghela napas lega. Dia mengeratkan genggaman tangannya seraya menarik Jessica untuk segera turun.

“Jangan takut. Kan ada aku,” kata Baekhyun sambil tersenyum sebelum mereka menuruni tangga.

Jessica hanya tersenyum tipis mendengarnya. Kata-kata itu seperti menawarkan asuransi kepada hatinya dan diterima dengan baik oleh hatinya. Jessica tidak tahu kenapa, tapi kata-kata itu terasa ajaib baginya. Membuatnya merasa hangat dan aman.

“Akhirnya putri cantikku datang juga,” sambut tuan Jung seraya memeluk Jessica.

Melihat itu, Baekhyun melepaskan genggamannya. Tapi dengan cepat, Jessica segera menggenggam kembali tangan Baekhyun. Baekhyun terkejut karenanya. Tapi dia hanya diam, membiarkan Jessica menggenggam tangannya.

>>>

Kini Jessica dan Baekhyun baru saja resmi bertunangan. Cincin cantik yang disiapkan untuk pertunangan Baekhyun dengan Soojung itu kini melingkar di jari manis Jessica dan Baekhyun. Selama acara itu berlangsung, Jessica selalu menggenggam tangan Baekhyun sambil tersenyum paksa kepada semua orang yang memberikannya selamat. Tentu saja kecuali saat pertukaran cincin tadi. Baekhyun tahu Jessica tidak nyaman dengan keramaian di sekitarnya sehingga terus-menerus menggenggam tangannya. Tangan Jessica terasa dingin. Jadi Baekhyun tidak protes. Dia malah merasa kasihan dengan Jessica.

Jessica menoleh kaget saat merasa Baekhyun mengusap keningnya. Baekhyun hanya membalasnya dengan santai.

“Aku hanya mengelap keringatmu. Apa itu salah?” balas Baekhyun santai.

Jessica mengerucutkan bibirnya seraya mengelap beberapa daerah yang basah dengan keringat. Keringat itu mengalir bukan karena Jessica kepanasan. Itu adalah keringat dinginnya.

“Huh, kapan acara ini selesai? Aku rasa aku tidak kuat,” gerutu Jessica pelan.

Baekhyun menggeleng pelan. “Kau itu.. sabar sedikit. Acara ini baru sampai di inti. Masih lumayan lama.”

Jessica mendesis. “Aish.. apa aku tidak boleh per—“

“Kini, waktunya pasangan baru kita berdansa~” seru sang MC.

Jessica mengerang pelan bersamaan dengan musik mengalun dengan lembut. Baekhyun tertawa melihat tingkah Jessica. Melihat itu, Jessica terkesiap sambil menunjuk wajah Baekhyun.

“Kau tertawa! Seorang Byun Baekhyun bisa tertawa karenaku!” seru Jessica tertahan.

Baekhyun menggeram pelan sambil menurunkan tangan Jessica. Dengan cepat, ia menarik tubuh Jessica mendekat dan melingkarkan tangan Jessica di lehernya lalu meletakkan tangannya di pinggang Jessica. Jessica mengerjap kaget.

“Apa yang kau—“

Baekhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Jessica. “Kau tidak dengar perkataan MC tadi?”

Jessica membalasnya dengan dengusan. Beberapa orang mulai berkomentar tentang mereka. Baekhyun menyeringai setelah mendengar itu. Berbeda dengan Jessica yang kini kesadarannya sudah di ujung kepala. Dia tidak berani melihat kerumunan orang yang sedang memerhatikannya dengan Baekhyun.

“Oh lihat betapa serasi dan bahagianya mereka. Bagaimana dengan sedikit service?” usul sang MC.

Baekhyun mendengus mendengarnya. Dalam hati, dia sibuk mengumpati sang MC. Berbeda dengan Jessica yang kini tidak diketahui masih sadar atau tidak. Sayang tidak seorang pun sadar akan keadaan kritis Jessica. Mungkin memang karena Jessica tetap tersenyum walaupun kesadarannya sudah kritis. Tapi kesadarannya segera pulih saat Jessica merasakan sebuah tangan menyentuh pipinya. Jessica menyentuh tangan yang diyakini itu adalah tangan Baekhyun sambil menatap Baekhyun bingung. Saat Baekhyun mendekatkan wajahnya, Jessica menjadi kelabakan.

Loh… loh… apa yang terjadi? Apa ada yang ku lewatkan? Atau jangan-jangan Baekhyun hanya ingin mengerjaiku?, panik Jessica dalam hati.

Prang!

Rencana itu pun gagal karena Jessica dan Baekhyun menoleh saat mendengar suara gelas pecah. Terlihat kaca pecah yang berserakan dekat kaki Yuri. Tapi Yuri seperti tidak sadar. Tatapannya tetap tertuju kepada Jessica dan Baekhyun. Beberapa pembantu segera merapikan itu. Momen itu dimanfaatkan dengan baik oleh Baekhyun. Baekhyun segera menolehkan kepala Jessica dan mencium bibir Jessica.

Aku sadar. Aku tahu itu…, batin Baekhyun sambil menyeringai selama mencium Jessica.

Jessica mengerjap kaget karenanya. Itu memang bukan ciuman pertamanya. Tapi tetap saja itu adalah ciuman mendadak. Dia bingung harus seperti apa. Akhirnya dia memilih memejamkan matanya erat seperti scenescene yang ia ingat di drama-drama malam. Tapi dia kembali membuka matanya saat merasa itu salah. Sebenarnya semua yang ia lakukan terasa salah saat itu. Waktu juga terasa sangat lambat ketika Jessica ingin waktu berjalan dengan cepat sehingga ciuman itu cepat berakhir. Jessica meruntuk dalam hati.

Baekhyun mencium Jessica lumayan lama. Setelah melepaskan ciumannya, ia bisa melihat wajah shock Jessica. Takut itu bisa merusak rencananya, dia segera memeluk Jessica sehingga tidak seorang pun selainnya yang melihat wajah shock Jessica. Orang-orang di sekitar mereka bersorak. Semuanya.. kecuali Yuri. Itulah yang dilihat oleh Baekhyun, membuat seringaian Baekhyun melebar.

Soojung-ah, anakku… maafkan aku yang tidak bisa menyelamatkan pria yang kau cintai…, batin Yuri.

=== Hard To Say I Love You ===

Chapter selanjutnya mulai ada backsound \(^-^)/ backsoundnya buat per scene. Pokoknya lagunya berlanjut sampe ada keterangan backsoung off~ :3

Dan juga bakal diberi subtitle di chapter-chapter selanjutnya~

Advertisements

19 responses to “[Series] Hard To Say I Love You (Chapter 3)

  1. KEREEENN !!!
    Saking keren’y jadi ngrasa kurang panjang, hehee
    makin suka BaekSica..
    Cpet lanjut ya thor..

    Oya, ngomong2 ff calling out kpn dilanjut ? Masih penasaran..

  2. Hawwaaah
    Tdi buka blognya ini tahu udah ada lanjutan Hard to Say I Love You langsung joget-joget gaje gitu…
    Lama keluarnya…
    Keren kok, nggak terkesan maksa
    Jessica… masak baru nyadar kalo kamu itu cantik?
    grr~
    Chanyeol konyol!
    Tapi itu yang bikin seru
    Rasanya kok chapter ini singkat banget?
    Jessica hilang ingatan ya?
    Chapter berikutnya kapan?
    Ditunggu en mudah-mudahan cepet
    BTW ….. Temanya ganti ya…?
    😀

    • Maaf ya lama. Kan saya lagi hiatus. Ya harus lama dong (?) /plak
      Singkat? Cius(?) nih chapter panjangnya sampe 15 page loh. Kok masih terasa pendek sih? Perlu sampe 20 page kah? -,-
      ahay kamu nyadar soal temanya toh XD gimana? Jelek ga ? ._.v

  3. Daebak banget ffnya!!!! saya suka banget! Couple fav saia d exoshidae krissica͵ hansica͵ dan yg ketiga BAEKSICA!! Makanya saya suka ni ff. ff ini juga endnya selalu buat penasaran. tp kurang panjang dikiiit lagi.. next chap panjangin ya͵ jebal…^^
    Author lg hiatus y? sampai kapan? jgn lama2 ya.. saya mau baca lanjutan calling out dan pinnochio mannequin. saya tunggu lanjutan ffnya ya… 🙂

  4. uwaaa bagus bangeeet!
    pairingnya aku suka baeksica (y)
    baekhyun dirimu sungguh WAW (?)
    next chapt jangan lama-lama yaa 😀

  5. Mian baru komen di part ini. Jd jessica n soojung beda ibu tp satu ayah… Tuan byun jahat juga, berharap2 rencananya gagal tp baekhyun n jessica ttp jd menikah krn cinta.
    Sptnya diantara baekhyun dgn jessica akan ada cinta nih…ditunggu ya partnya berikutnya

  6. Kyknya skrg harus kuakui klo aku suka kopel BaekSica, haha …
    Ni kopel kyknya seru bgt, jadi makin suka, deh ..
    Dongsaengku, thanks buat ff BaekSica yg super daebak, ini … sorry klo aku nggak bisa comment seperti apa yang kmu harapkan. Ada apakah gerangan yg membuatmu nggak ngelanjutin ff-nya? Padahal aku selalu menanti-nanti, loh … (-_-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s