[Oneshoot] What To Do?

What To Do

Author : Lee Hyura

Title : What To Do

Genre : Fluff, Romance

Rating : PG 13

Cast :

–                      SNSD Jessica

–                      EXO Luhan

–                      F(x) Krystal

–                      SNSD and EXO

Note : disini ceritanya udah di akhir tahun 2013 dan awal 2014 lah. Jadi umur semua cast dituain 1 tahun lah dan memakai tahun korea.
Maaf untuk poster yang aneh. Itu aku jail aja gitu buat poster kayak gitu . lol~
Hope you enjoy this ^^ happy reading and happy new year~

Lee Hyura © 2012

“Kau tahu eonni memang tidak suka melakukan skinship. Dan dia punya alasan untuk itu. Dia trauma.”

=== What To Do ===

Luhan pov.

Hidupku dapat dikatakan sempurna. Semuanya berhasil aku dapatkan. Pekerjaan yang bagus, teman-teman yang setia, hidup yang mapan dan kekasih idaman. Tidak, sebenarnya hidupku tidak sesempurna itu jika kalian melihatnya lebih jauh. Bukannya aku tidak bersyukur dengan apa yang ku miliki sekarang. Tapi hal ini membuatku frustasi.

Ini semua tentang kekasih idamanku. Dia cantik, mandiri, tidak suka menuntut dan perhatian. Tapi dia tidak pernah mau berskinship denganku. Paling mentok ya bergandengan tangan. Itu juga tidak terlalu lama. Rekor terlama adalah 1 menit selama hampir 1 tahun kami berpacaran. Dia memang pendiam dan pemalu –itulah yang dikatakan teman-temannya. Tapi semua tingkahnya saat aku mencoba ‘lebih’ dari bergandengan tangan, membuatku merasa dia membenciku, dia jijik denganku.

Dan karena semua itu, terkadang aku penasaran kenapa dia menerimaku. Apa karena aku sudah mengejarnya selama 1 tahun? Apa karena dia kasihan padaku karena sudah menolakku berkali-kali? Dia selalu menepis tanganku saat aku mencoba menyentuh wajahnya. Dia mendorongku saat aku mencoba memeluknya. Dia menjauh dariku saat aku mencoba menciumnya. Mungkin alasannya adalah karena dia malu. Tapi apa ini tidak berlebihan?

Apa yang harus aku lakukan agar dia mau melakukan skinship denganku?

***

Author pov.

Luhan menekan bel rumah berlabel ‘Jung’ itu lalu bersandar di salah satu fondasi. Malam ini, dia dan kekasihnya akan pergi ke pesta natal sekaligus pertunangan Kris dan Tiffany. Dia segera menegakkan tubuhnya saat mendengar kenop pintu diputar. Luhan tersenyum kecil kepada sang pembuka pintu.

“Hei, Soojung-ah,” sapa Luhan.

Gadis itu memutar matanya kesal. “Siapa yang memberikanmu izin untuk memanggilku seperti itu? Jangan sok akrab.”

“Aku kan kekasih kakakmu,” tanggap Luhan menggerutu lalu menggembungkan pipinya.

Gosh!” Krystal mendengus kasar. “Bagaimana bisa Jessica mau berpacaran dengan orang yang bahkan gendernya tidak diketahui. Kau itu terlalu cantik untuk menjadi seorang pria. Kau yakin menulis kata ‘pria’ di setiap data dirimu, Luhan?”

Luhan menatap Krystal tajam. “Hei, apa maksudnya itu? Aku ini pria. Asli pria. Berjiwa dan bertubuh pria! Kau tidak sopan sekali mengatakan itu kepadaku dan memanggilku hanya dengan namaku!”

“Memang kau punya bukti?” sungut Krystal, menghiraukan segala protesan Luhan.

Pipi Luhan memerah. “T-tentu saja aku punya!”

“Apa buktinya? Mencium kakakku saja tidak pernah!”

Yah! Aku sudah berusaha tapi dia tidak mau!”

Luhan mendesah kasar untuk melampiaskan emosinya. Sedangkan Krystal malah tertawa karenanya. Dia menonjok bahu Luhan pelan.

Oppa, aku hanya becanda. Emosimu mudah sekali disulut!” desis Krystal lalu memeletkan lidahnya kepada Luhan.

Luhan semakin kesal karenanya. Dia hampirnya mencekik Krystal kalau saja gadis itu tidak segera berlari masuk ke dalam rumah dan meneriakan nama kakaknya seakan dia sedang berada di hutan. Gadis itu memang berandal seperti biasa, walaupun umurnya sudah 19 tahun. Pintu itu kembali terbuka.

“Oh Luhan-ah!” sapa nyonya Jung. “Ayo masuk. Jessica akan turun sebentar lagi.”

Luhan mengusap tengkuknya sungkan seraya mengangguk dan masuk ke dalam rumah itu. Nyonya Jung menyuruhnya untuk duduk di sofa selama menunggu Jessica turun. Luhan bisa melihat Krystal yang sedang memainkan games bersama ayahnya dengan ribut. Pria itu menggelengkan kepala saat teringat kata-kata Krystal tadi. Jujur saja, jiwa laki-lakinya sakit mendengar kata-kata itu. Luhan hanya menghela napas panjang.

“Hei, kenapa wajahmu lemas sekali?” celetuk Jessica saat sudah berada di hadapan Luhan.

Luhan mendongak dan tersenyum kecil. Dia agak kaget karena dia tidak merasakan kedatangan Jessica. Dia menarik napas dalam sebelum membalas, “nothing. Sudah siap?”

Jessica mengangguk. “Sudah. Pergi sekarang?”

“Ayo!”

“Selamat berjuang untuk mendapatkan ciuman darinya malam ini, Luhan oppa!” provokasi Krystal tanpa menoleh.

Wajah Luhan dan Jessica memerah mendengarnya. Sedangkan orangtua Jessica dan Krystal tertawa mendengarnya. Terlihat sekali Krystal menyeringai lebar, menikmati perhatian yang ia dapatkan setelah meneriakan kalimat itu.

That stupid little bratjust waitI’ll kill you,” gumam Jessica geram.

>>>

Kris dan Tiffany bergabung dengan Luhan, Jessica, Sunny, Taeyeon dan Sehun yang sedang asik berbincang. Kris mengambil tempat di samping Luhan dan menempatkan tangannya di bahu Luhan.

“Inilah calon pengantin kita,” seru Taeyeon, mencibir.

Kris tertawa sambil menarik Tiffany mendekat lalu melingkarkan tangannya di pinggang Tiffany. Dia memasang senyum menggoda kepada Taeyeon. “Kenapa, Noona? Cemburu? Minta kepada Suho untuk melamarmu secepatnya. Tenang, pernikahan kami masih lama. Ini baru pertunangan saja. Jadi kami tidak akan mendahuluimu,” balas Kris santai.

“Cemburu? Haha, lucu sekali!” desis Taeyeon. “Aku tidak akan cemburu, Kris. Lagipula aku tidak mau buru-buru. Aku dan Suho masih menikmati masa-masa kita. Setidaknya kami sering melakukan skinship. Tidak seperti pasangan yang tidak ada perkembangannya setelah berpacaran selama setahun ini.”

Jessica mendesah pelan. “Taeyeon-ah… jangan memulai…”

“Ku rasa Taeyeon tidak salah kok. Kalian kan sebentar lagi akan merayakan first anniversary,” celetuk Sunny.

“Kalau tidak salah 2 minggu lagi, hubungan kalian resmi setahun. Benar, kan, Hyung?” timpal Sehun.

Luhan menggeleng pelan. “Hei, sudahlah! Jangan membahas kami! Bukannya tadi—“

“Luhan berusaha mengganti topik pembicaraan~” cibir Tiffany.

“Bu—“

Luhan mengatup bibirnya saat merasa Jessica memeluk tangannya. Luhan menoleh dan menatap tangannya yang dipeluk oleh tangan Jessica itu. Senyuman merekah di bibirnya. Tidak biasanya Jessica lah yang memulai skinship di antara mereka. Sedangkan Jessica menundukkan kepalanya.

“Pulang. Aku masih ada tugas yang belum aku selesaikan. Bosku bisa marah kalau besok belum aku selesai,” pinta Jessica pelan.

“Dan putri Jung pun meminta pangeran Lu untuk mengantarkannya kembali ke kerajaan Jung setelah dia melakukan skinship dengan pangeran Lu. Putri Jung tidak seru!” sindir Sunny.

Jessica membalasnya dengan senyuman tipis.

>>>

Mobil Luhan terparkir di depan rumah keluarga Jessica. Mereka hanya saling bertukar salam sebelum Jessica turun dari mobil Luhan. Obrolan di pesta tadi kembali berputar di otak Luhan. Luhan menggigit bibirnya. Tentu saja dia ingin melakukan skinship dengan Jessica. Siapa sih yang tidak mau melakukan skinship dengan kekasihnya sendiri? Oh mungkin itu hanyalah Jessica.

Luhan memutuskan untuk ikut turun dan mengejar Jessica. Dia menarik tangan Jessica hingga Jessica berhenti berjalan dan berbalik badan. Jessica segera melepaskan tangannya lalu menatap Luhan bingung.

“Ada apa, Lu?” tanya Jessica bingung. “Ada yang terlupakan?”

Luhan menggaruk kepalanya. Rencana dadakan yang ia buat di dalam mobil tadi pun musnah seketika. Dia lupa apa alasan ia turun dari mobil dan mengejar Jessica. Dia hanya membalas menatap Jessica dalam.

“Kenapa diam? Kalau ada yang ingin dibicarakan, lebih baik di dalam. Di sini dingin sekali,” gerutu Jessica.

“Kalau kau kedinginan, aku bisa memelukmu agar kau hangat,” balas Luhan pelan.

“Eh?” Jessica mengerjap. “Luhan-ah, jika kau tidak ada keperluan lain, lebih baik kau pulang. Kau harus istirahat, kan? Ini sudah malam dan sangat dingin.”

“Boleh aku menciummu?” tanya Luhan dalam, menghiraukan kata-kata Jessica tadi.

Sekali lagi Jessica mengerjap. “Luhan—“

“Baiklah kalau kau tidak mau. Aku pulang,” potong Luhan cepat.

Jessica segera menggenggam tangan Luhan sehingga Luhan mengubur niatnya untuk kembali ke dalam mobil. Luhan menatap Jessica penuh harap. Jessica membalasnya dengan tersenyum tipis.

“Hati-hati di jalan,” kata Jessica lalu melepaskan tangannya dan berlari masuk ke dalam rumah, meninggalkan Luhan yang mendesah frustasi. Untuk keberapa kalinya, Jessica berhasil menghancurkan harapan Luhan.

***

Kini Sunny lah yang mengadakan pesta tahun baru di rumahnya. Hanya pesta barberque sederhana saja. Di meja dekat panggangan, sudah tersedia sebox kecil ayam yang sudah dipotong dan dibumbui, serta sebox ikan yang sudah dibersihkan dan juga sudah dibumbui. Keduanya siap di panggang. Di meja lain, terdapat kaleng-kaleng kola yang tersusun rapi. Di teras halaman belakang, beberapa petasan tertumpuk di sana.

Pesta itu diadakan khusus untuk sahabat-sahabat berserta kekasih para sahabatnya. Taeyeon datang bersama Suho. Kris datang bersama Tiffany. Sehun datang bersama Seohyun. Lay datang bersama Hyoyeon. Dan tentu saja Luhan dan Jessica juga datang. Serta Xiumin, Chanyeol, Kai, Baekhyun, Kyungsoo, Jongdae, Tao, Yuri, Yoona dan Sooyoung.

Jam 11 malam, para undangan sudah berdatangan. Ikan dan ayam juga sudah mulai di panggang. Beberapa orang juga membuat api unggun dan bernyanyi bersama. Malam itu cukup bersahabat karena tidak ada salju yang turun walaupun suhu tetap sangat dingin. Tapi setidaknya api unggun itu sanggup membuat mereka sedikit hangat.

Luhan melirik Jessica yang sedang asik duduk sendirian di dekat api unggun, sedangkan dia sibuk membicarakan bisnis dengan para sahabatnya. Dia memisahkan diri dan menghampiri pacarnya. Luhan duduk di samping Jessica. Jessica menyambutnya dengan senyuman.

“Kenapa sendirian saja?” tanya Luhan.

“Aku ingin membantu memanggang, tapi diusir Taeyeon karena dianggap mengganggu. Aku ingin bergabung dengan kumpulan wanita itu…” Jessica berhenti sejenak sambil menunjuk para wanita yang sedang asik bergosip. “Tapi aku tidak mengerti. Mereka bergosip tentang artis-artis sedangkan aku jarang menonton televisi. Jadi aku diam di sini saja sambil menonton api.”

Luhan tertawa pelan mendengar penuturan polos kekasihnya. Dia sedikit merasa bersalah karena membiarkan Jessica sendirian. Jadi dia memilih untuk tetap disana.

“Lalu kenapa kau disini?” tanya Jessica.

“Hm?” Luhan menoleh dan tersenyum. “Aku ingin bersamamu.”

“Oh.”

“Hanya ‘oh’?”

Jessica terkikik pelan. “Memang kau ingin aku menjawab apa?”

Luhan tidak membalas dan malah menggembungkan pipinya seperti anak kecil. Jessica kembali tertawa karenanya. Luhan kini tersenyum melihat Jessica tertawa. Dia melirik tangan Jessica yang menganggur. Tanpa berpikir lagi, Luhan meraihnya dan menggenggamnya dengan kedua tangannya. Jessica terlihat kaget akan tingkah Luhan yang tiba-tiba. Jessica berusaha melepaskan tangannya tapi Luhan menggeleng protes.

“Hanya memegang tangan, tidak boleh?” protes Luhan.

Jessica menghela napas pelan. Dia mengangguk pasrah. Luhan tersenyum girang karena menerima persetujuan Jessica. Mereka hanya diam sambil memandangi api unggun. Luhan bisa merasakan kupu-kupu beterbangan di perutnya. Dia berharapl waktu berhenti sehingga ia bisa menggenggam tangan Jessica selamanya.

Tidak seorang pun dari teman-teman mereka yang berani mengganggu momen mereka. Teman-temannya tahu seberapa sulit Luhan untuk melakukan skinship. Dan saat Luhan berhasil melakukannya, mana mungkin mereka tega mengganggu Luhan dan Jessica? Mereka berpura-pura asik dengan hal yang mereka kerjakan saat itu sambil tersenyum geli melihat pasangan itu.

Luhan menoleh saat mendengar Jessica menguap. Luhan melirik jam tangannya lalu mengacak rambut Jessica gemas.

“Tinggal 30 menit sebelum pergantian tahun,” kata Luhan.

Jessica meniup poninya. “Memang rasa kantuk bisa ditahan sampai pergantian tahun? Aku boleh tidur kalau sudah pergantian tahun? Begitukah?”

“Tidak juga sih. Tapi…” Luhan menarik napas. “Baiklah, kalau kau mengantuk, kau bisa bersandar di pundakku.”

Jessica mengibas tangannya yang tidak digenggam oleh Luhan. “Aku tidak mengantuk kok!”

Bibir Luhan melengkung ke bawah setelah mendengarnya. Dia tahu Jessica mengantuk. Tapi Jessica menahannya agar tidak melakukan skinship lebih dari menggenggam tangannya.

“Lu, kau tidak bosan memegang tanganku terus?” tanya Jessica bingung.

Luhan menggeleng cepat. “Ini menyenangkan.”

“Kau aneh.”

Luhan hanya tertawa mendengarnya. Mereka kembali diam. Beberapa menit kemudian, pundak Luhan terasa berat. Wangi shampo Jessica tercium oleh Luhan. Luhan sangat menyukai wangi itu. Tanpa ia tengok, Luhan tahu Jessica kini bersandar di bahu Luhan. Dengan hati-hati, Luhan melingkarkan salah satu tangannya di pundak Jessica dan mengelus kepala Jessica lembut. Luhan menolehkan kepala agar bisa mencium wangi rambut Jessica lebih dekat. Luhan mencium kepala Jessica sembari memejamkan mata. Ia biarkan wangi rambut Jessica menenangkan syaraf-syaraf otaknya yang selama beberapa hari ini tegang karena pekerjaan.

Luhan menurunkan wajahnya untuk mencium mata Jessica, lebih turun lagi untuk mencium pipi Jessica dan berakhir dengan mencium bibirnya Jessica. Luhan hanya menempelkan bibir mereka berdua, menekannya dan biarkan posisi mereka seperti itu selama beberapa detik. Sedangkan tangannya menahan kepala Jessica. Ini terasa salah karena Luhan melakukan ini saat Jessica sedang tertidur dengan lelapnya. Tapi ini juga terasa benar. Ini adalah impian Luhan dari dulu. Memeluk Jessica, mencium bibirnya dan memiliki wanita itu seutuhnya.

Love you, every day until eternity…” bisik Luhan saat Luhan menarik diri.

***

Hari ini Luhan terduduk lemas di kursi kerjanya. Dia tidak mengerti dengan Jessica. Wanita itu seakan tidak mau bertemu bahkan berbicara dengannya. Untuk mendengar suaranya saja, Jessica tidak mau. Dia sudah bertanya kepada Krystal.

Molla. Dia sudah seperti sejak kemarin sore. Mungkin karena kau tidak menghabiskan hari pertama di tahun 2014 bersama keluargaku? Hm, masuk akal.”

Itulah jawaban dari Krystal. Luhan juga tahu kalau Krystal menjawabnya dengan asal. Tidak mungkin Jessica marah hanya karena itu, sebab Jessica tahu Luhan menghabiskan liburannya di rumah orangtuanya sebelum kembali bekerja. Lagipula mereka hanya tidak bertemu selama 4 hari tapi tetap saling berkomunikasi. Sebelumnya saat Luhan pergi ke Jepang untuk urusan bisnis dan tidak sempat menghubungi Jessica, Jessica tetap tersenyum kepadanya. Aneh sekali.

Dia sudah coba bertanya kepada teman-teman Jessica. Tapi tidak seorang pun yang tahu. Mereka hanya tahu Jessica mulai bad mood sejak kemarin sore. Tapi apa yang membuat Jessica bad mood? Apa karena Luhan memundurkan keberangkatannya kembali ke Korea dari harus saat siang menjadi sore menjelang malam? Itu juga tidak masuk akal. Lalu apa? Luhan menyerah memikirkannya.

Luhan melirik handphonenya yang berdering. Nama Krystal muncul di layar benda bewarna putih itu. Luhan mendesah pelan seraya mengangkatnya dengan malas. Siapa pula yang senang ditelepon oleh remaja sejahil Krystal?

Yo—“

Oppa! Aku tahu kenapa Jessica eonni marah-marah tidak jelas!” seru Krystal girang.

Alis Luhan terangkat. “Kau tahu?”

“Aku ini orang yang paling dekat dengannya. Aku ini hati keduanya! Kau tidak tahu itu?”

“Baiklah aku percaya. Hm, memang apa alasannya?”

“Datang ke Rainbow Café kalau kau mau tahu. Sudah jam makan siang, kan?”

Luhan mendengar Krystal tertawa penuh arti. Dia tahu pasti Krystal sedang merencanakan sesuatu. Luhan menggeleng kepalanya.

“Apa yang kau rencana kali ini, Krys?” desis Luhan. “Bilang saja kau ingin ku traktir.”

“Itu salah satunya. Tapi tujuan utama adalah memberikanmu informasi kenapa eonni marah. Kalau kau tidak mau tahu, its okay. Aku biarkan eonni tetap marah kepadamu lalu putus. Yey! Akhirnya aku terbebas dari takdir yang mungkin menjadikanmu sebagai kakak iparku. Aku tidak mau mempunyai kakak ipar yang terlalu cantik,” sahut Krystal.

Sekali lagi, Luhan mendesis kesal.

>>>

“Aku sudah membelikanmu makan siang. Dan kau juga sudah selesai dengan penutupmu. Jadi katakan padaku kenapa Jessica marah kepadaku!” tekan Luhan kesal.

Bagaimana tidak kesal? Saat baru datang, Krystal berjanji akan mengatakannya kalau Luhan mentraktirnya makan siang. Saat makanan sudah datang, Krystal bilang akan mengatakannya saat selesai makan. Pada akhirnya, Krystal meminta Luhan untuk memesankannya puding dan es krim sebagai makanan penutup lalu berjanji akan mengatakannya setelah ia menghabiskan semua itu.

“Biarkan aku menenangkan diri setelah makan sebanyak itu, Oppa,” tanggap Krystal santai.

“Krystal… jika kau masih juga tidak mau mengatakan apapun, aku akan mengambil uangku dan membiarkan kau yang membayar semua pesananmu!” ancam Luhan.

Krystal mengangkat tangannya. “Oke, aku kalah. Walaupun aku yakin kau tidak akan berani melakukan itu. Tapi mau bagaimana lagi, aku kasihan membuatmu penasaran. Sepertinya—“

“Ya.. ya… cukup dengan segala omong kosong itu dan langsung ke inti. Bisa?” sergah Luhan cepat.

Krystal terkekeh senang. Dia senang sekali membuat Luhan kesal. Luhan sangat lucu saat sedang marah, itulah yang dipikirkan Krystal. Luhan akan selalu menjadi target utama Krystal.

“Jessica eonni tahu kau menciumnya,” kata Krystal. “Ya walaupun aku harus mengucapkan selamat kepadamu karena akhirnya kau berhasil, tapi aku juga harus mengasihanimu karena dibenci oleh Jessica eonni sekarang.”

Luhan menatap Krystal kosong seakan dia tidak mengerti maksud Krystal. Krystal menghela napas panjang seraya mendekatkan tubuhnya dengan Luhan. Tangannya terlipat di atas meja.

“Jessica eonni tidak suka melakukan skinship. Kau tahu itu. Dan kemarin sore, dia melihat Taeyeon eonni mengupload foto kau sedang menciumnya saat ia tertidur. Itu yang membuatnya marah.”

Luhan membulatkan bibirnya. “Oh, jadi dia tahu dan melihat foto itu…”

“Kau tahu eonni memang tidak suka melakukan skinship. Dan dia punya alasan untuk itu. Dia trauma,” ujar Krystal pelan.

Luhan mengerutkan keningnya. “Trauma?”

“Sebelum kau datang, eonni berpacaran dengan seorang pria. Pria yang sempurna. Dia benar-benar sosok yang sempurna. Aku sangat bersyukur hingga ingin memuja eonniku yang berhasil mendapatkan pacar seperti dia,” desah Krystal lirih, seakan dia tidak sanggup untuk mengatakannya. Padahal Luhan tahu Krystal mengatakan itu untuk membuatnya cemburu. Dan sebenarnya, Krystal berhasil.

“Pria itu tidak hanya sempurna sebagai seorang pria. Dia juga sempurna sebagai seorang pacar. Ku tekankan sekali lagi, dia sangat sempurna! Dia mendapatkan hal yang sempurna dari Jessica eonni. Dia mendapatkan semua ‘pertama’ Jessica. Cinta pertama, pacar pertama, ciuman pertama, dan…”

Luhan menahan napasnya saat Krystal menghentikan kalimatnya. Krystal melirik Luhan dan tertawa dalam hati melihat seberapa takutnya Luhan mendengar kalimatnya.

“… malam pertama,” lanjut Krystal.

“Tidak mungkin…” gumam Luhan berbisik.

“Jessica memberikan semuanya. He is her first… emotionally and physically. Mereka hanya berpacaran selama 2 tahun, tapi pria itu mendapatkan semuanya.”

Luhan menatap Krystal tajam. “Kau tidak sedang mengerjaiku, kan? Ayolah, Krystal! Aku disini… mengorbankan jam kerjaku… hanya untukmu. Dan ternyata aku kesini hanya untuk dikerjai olehmu? Please, jangan membuatku menjadi lebih menderita!”

Krystal meniup poninya gemas. “Apa aku terlihat sedang becanda? Aku sangat serius dan aku jujur soal ini! Aku hanya ingin kau tahu tentang masa lalu eonni dan ingin kau mengerti dengan sikapnya sekarang! Karena aku tidak mau kalian saling salah paham. Seberapa abstraknya dirimu, kau tetap orang yang dicintai oleh seorang Jessica Jung! Apa aku salah?”

Luhan menggeleng pelan. Tatapannya melembut. “Lanjutkan…”

“Nama pacar pertamanya adalah Kim Jaejoong. Kau bisa mencarinya di internet. Dia adalah pengusaha muda yang sangat sukses. Kau bisa lihat seberapa sempurnanya dia. Kesuksesannya itu yang menjadi alasan mereka berpisah. Jaejoong oppa harus pindah ke Jepang untuk mengurus cabang perusahaan keluarganya. Tidak hanya itu, Jaejoong oppa juga dijodohkan dengan wanita lain. Itu membuat eonni sangat terpukul. Dia sangat sakit. Sebelum kejadian itu, hubungan mereka saat dekat dan manis. Itu membuatnya depresi dan berpikir tidak bisa hidup tanpa seorang Kim Jaejoong.”

Krystal kembali berhenti untuk mengatur napas sambil mengecek apakah Luhan mendengarkannya. Luhan tetap menatap Krystal dalam dan memasang telinganya baik-baik.

“Aku dan para sahabatnya berusaha keras untuk mencegahnya bunuh diri. Akhirnya dia bisa bangkit dari keterpurukannya. Tapi dia tidak pernah bisa melupakan kenangan manis mereka. Sejak itu, dia berjanji dia tidak akan membuat kenangan yang terlalu manis dengan pria lain sampai ia yakin pria itu akan menghabiskan sisa hidup mereka bersama. Dan dia yakin cara terbaik adalah dengan tidak melakukan skinship. Jadi itu alasan kenapa dia marah denganmu. Hanya dengan melihat foto itu, dia tidak bisa berhenti tersenyum sambil menyentuh bibirnya. Dan saat ia teringat kejadian yang lalu, dia menangis. Dia takut kalian—Jessica eonni dan Luhan oppa—akan berpisah dan kau meninggalkannya dengan sejuta kenangan manis…”

“Jadi kau mengerti sekarang, Oppa?” tanya Krystal untuk mengakhiri ceritanya sambil menatap Luhan dalam.

***

Hari ini Luhan pulang dari kantor dengan mobilnya. Mobilnya masuk bengkel. Mau tak mau, dia naik bus. Hari ini, dia ingin membeli sesuatu sebagai hadiah first anniversary mereka dan menarik Kyungsoo untuk membantunya mencari hadiah. Mereka berkeliling di Dongdaemun Mall.

“Sebenarnya apa yang kau ingin beli untuk Jessica noona? Kita sudah berputar-putar selama sejam dan tidak mendapatkan apapun,” protes Kyungsoo.

Luhan mengusap tengkuknya sambil menyengir. “Aku juga tidak tahu. Menurutmu, hadiah apa yang bagus?”

“Baju?”

“Mana cocok dijadikan sebagai hadiah anniversary!”

“Cokelat?”

“Kami bukan anak remaja lagi, Kyungsoo-ya…”

“Perhiasan.”

Luhan mengernyit. “Hah? Bukannya perhiasan itu tanda kita sudah masuk ke hubungan yang serius.”

“Nah, kau serius, tidak, dengan Jessica noona? Itu masalahmu,” sahut Kyungsoo asal.

“Oh! Tahun ini, umurnya genap 26 tahun, kan?” seru Luhan. “Dan dia pernah bilang kalau dia ingin menikah di umur 26 tahun. Bagaimana jika aku melamarnya saja?”

“Dengan keadaan Jessica tidak pernah mau melakukan skinship denganmu, juga dia sedang marah kepadamu?” cibir Kyungsoo.

Luhan mengacak rambutnya frustasi. “Molla!”

>>>

Luhan berjalan lemas dari halte menuju rumahnya. Kyungsoo yang berjalan di sampingnya, tidak berani berkomentar. Mereka gagal mencari hadiah yang cocok untuk Jessica. Sebenarnya tidak gagal jika Kyungsoo tidak menyindir titik sensitif hubungan Jessica dan Luhan tadi. Luhan tidak akan menyerah dan memutuskan untuk pulang kalau Kyungsoo tidak melakukan itu. Itu sebabnya Kyungsoo merasa bersalah.

“Bagaimana jika aku dan yang lain membantumu membuat makan malam dengan Jessica noona? Merayakannya tidak harus tepat di tanggal anniversary juga, kan?” bujuk Kyungsoo. “Aku akan memasak makanan yang paling enak untuk kalian!”

“Tidak perlu. Ku rasa dia juga tidak akan peduli dengan anniversary kami. Lagipula, ada hal yang lebih penting daripada anniversary yang harus aku selesaikan,” tolak Luhan pelan. “Ah, andai aku bisa bertemu dengannya saat ini juga…”

Cerita Krystal terus saja berkelebat di pikirannya hingga hari ini, dia tidak bisa fokus. Dia harus membuat Jessica membuang ketakutannya secepatnya sebelum hubungan mereka semakin memburuk. Luhan menghela napas frustasi.

“Kau bisa bertemu dengannya sekarang,” seru Kyungsoo.

Luhan menoleh bingung. “Hah?”

“Aku bersungguh-sungguh! Kau harus berterima kasih dengan Taeyeon noona, Sunny noona dan Tiffany noona yang sudah membawanya ke rumah kita,” jawab Kyungsoo sambil menunjuk kumpulan wanita yang sedang saling berpelukan.

Kyungsoo menepuk pundak Luhan sambil mengucapkan, “good luck!” tanpa suara. Dia berjalan masuk ke dalam rumah secara diam-diam agar tidak mengganggu momen para wanita itu. Sedangkan Luhan menggaruk kepalanya. Dia bingung harus berbuat apa.

Jessica’s side.

Jessica kembali mencoba memberontak saat Taeyeon, Sunny dan Tiffany menariknya ke depan pintu rumah yang ditempati oleh Luhan, Suho, Lay, Kyungsoo dan Sehun. Sepulang kerja, ketiga orang itu menculik Jessica dan membawa Jessica ke rumah itu. Sebenarnya Jessica memang berencana untuk datang ke rumah ini, hari ini dan sendirian. Tidak bersama ketiga wanita itu.

“Kenapa sih masih juga mencoba memberontak? Memang kau tidak mau menyelesaikan masalah ini? Lagian dia hanya menciummu, Sica-ya! Apa yang aneh dengan yang namanya ‘ciuman’, eh? Aku melakukan itu dengan Kris setiap hari dan tak ada efek buruk kepada kami!” omel Tiffany kesal.

“Dan juga, memangnya tidak aneh kalau di hari anniversary, kalian malah bertengkar?” timpal Sunny. Taeyeon mengangguk setuju.

Jessica mengerjap bingung. “Memang sekarang tanggal berapa?”

“8 Januari!” teriak ketiganya kesal.

Jessica meringis pelan. “Lalu memang setahun yang lalu, aku dan dia resmi berpacaran?”

Taeyeon menekan kedua pipi Jessica dengan kedua tangannya. Taeyeon kini gemas dengan dengan Jessica Jung. “Yah! Jessica Jung! Apa kau tidak ingat? Tepat setahun yang lalu, Luhan memelukmu saat mendapat berita bahwa dia diterima di perusahaan besar kemudian memintamu menjadi kekasihnya untuk terakhir kalinya. Kau ingat?”

Jessica memutar matanya sambil berusaha mengingat. Dia ingat bagaimana wajah Luhan saat itu. Wajah berharapnya yang membuat Jessica menjadi sesak.

“Ini terakhirnya aku memintamu menjadi pacarmu. Kalau Noona menolakku lagi, aku mundur. Aku tidak akan mengganggumu lagi.”

Kalimat itu membuat Jessica merasa takut. Bahkan Jessica bisa merasakan ketakutan itu hanya dengan mengingatnya. Dia tahu dia takut kehilangan Luhan. Jessica menundukkan kepalanya. Air matanya mengalir.

“Aku… pacar yang buruk, ya? Menolak melakukan skinship dan kini aku melupakan anniversary kami. Aku bodoh…” isak Jessica.

Ketiga memeluk Jessica serentak untuk menenangkan Jessica.

Aigoya, Jessica. Bagaimana kita membawamu kepada Luhan kalau kau menangis seperti ini? Harusnya kau bersenang-senang di tanggal ini. Jangan menangis. Kau bukan pacar yang buruk kok. Buktinya kau selalu mendukung Luhan dan memberikan saran-saran yang baik untuknya,” kata Taeyeon.

Jessica tetap saja menangis. Ketiganya menghela napas panjang. Taeyeon menoleh saat merasa ada yang mencoleknya dari belakang. Taeyeon tersenyum tipis saat melihat itu adalah Luhan. Taeyeon segera mengisyaratkan Tiffany dan Sunny untuk melepaskan pelukan mereka dan meninggalkan Jessica berdua dengan Luhan secara perlahan agar Jessica tidak menyadari kepergian mereka.

“Aku titip Jessica. Kami pulang duluan,” bisik Taeyeon kepada Luhan.

Luhan hanya mengangguk. Saat ketiga wanita itu keluar dari halaman rumahnya, Luhan memeluk Jessica erat. Dia mencium rambut Jessica. Betapa bersyukurnya dia bisa kembali memeluk Jessica. Rasa kecewa, kesal, cemburu setelah mendengar cerita Krystal kemarin terasa musnah begitu saja.

“Kau tidak usah memikirkan Kim Jaejoong. Aku menceritakan ini bukan bermaksud untuk membandingkanmu dengannya karena kau pasti kalah telak dengannya –menurutku. Tapi aku menceritakan ini agar kau tidak salah paham dengan eonni. Aku yakin kau bisa mencari cara keluar dari masalah ini. Mencari cara agar Jessica eonni melupakan ketakutannya itu.”

Kalimat Krystal kemarin terasa hangat di hati Luhan kini. Gadis itu memang sangat menyebalkan. Tapi ternyata gadis itu juga bisa sangat berguna.

“Aku bodoh…” isak Jessica.

“Ya, kau memang bodoh. Kau itu bodoh dan penakut,” tanggap Luhan lembut.

Tubuh Jessica bergetar saat mendengar suara Luhan. Ribuan kata runtukan disebut oleh Jessica di dalam hati. Sebenarnya Jessica sudah menyadarinya sejak Luhan memeluknya. Tapi Jessica kira itu hanya khayalannya. Tapi suara Luhan menyadarkannya kalau itu bukanlah khayalan.

Jessica segera mendorong Luhan hingga Luhan melepaskannya lalu berbalik badan untuk menghapuskan air matanya. Dia tidak mau Luhan melihat air matanya. Napasnya tercekat saat Luhan memeluknya dari belakang. Cahaya bewarna jingga saat matahari terbenam membuat lingkungan di sekitarnya serasa hidup. Luhan menyandarkan kepalanya di pundak Jessica. Bibirnya menyentuh kulit Jessica hingga membuat Jessica merinding dan kakinya melemas.

“Hah…” Luhan menghela napas panjang. “Kau itu suka sekali membuatku bingung dengan sikapmu. Kau tidak pernah bilang kepadaku apa salahku saat kau marah kepadaku. Itu menyiksaku. Apa kau tahu itu?”

Jessica hanya diam sambil menggigit bibirnya. Dia ingin sekali memohon agar Luhan menjauh darinya. Jessica merasa akan meleleh jika Luhan tidak melepaskannya secepatnya. Tapi bibirnya kaku. Tubuhnya tidak membolehkan Jessica untuk mengganggu tubuhnya yang sedang menikmati perlakuan Luhan.

“Sekarang kau marah hanya karena aku menciummu. Apa kau sebegitu takutnya? Asal kau tahu. Jika aku menciummu, aku bersungguh-sungguh akan cintaku untukmu. Aku tidak akan meninggalkanmu, apapun alasannya. Karena kau lah alasan aku hidup. Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Kau harus mempercayaiku jika kau memang mencintaiku. Rasanya tidak adil jika aku saja yang percaya denganmu. Sedangkan kau sibuk dengan ketakutan tak beralasanmu itu,” lanjut Luhan.

“A-aku…”

Jessica kembali menutup mulutnya. Dia tidak tahu ingin mengatakan apa.

Luhan menarik kepalanya lalu memutar tubuh Jessica agar Jessica menghadapnya. Luhan mendekatkan wajah mereka hingga kening mereka bertemu sembari menatap Jessica dalam.

“Aku mungkin bukan menjadi yang pertama bagimu. Aku memang tidak terlalu berharap menjadi yang pertama. Menjadi yang pertama tidak lah memiliki maksud yang selalu baik. Menjadi yang terakhir juga tidak berarti memiliki maksud yang lebih baik dari yang pertama. Tapi aku di sini, mendaftarkan diri untuk menjadi yang kedua dan terakhir bagimu. Aku ingin mendaftarkan diri untuk menghapus ketakutanmu. Aku ingin mendaftarkan diri untuk memilikimu seutuhnya. Dan aku bersungguh-sungguh dengan itu semua,” kata Luhan panjang lebar.

Jessica masih juga terdiam. Dia sibuk mencerna segala kalimat yang dilontarkan oleh Luhan sambil menatap kedua mata Luhan dalam. Itu membuatnya limbung. Tapi ia tidak bisa mengalihkan pandangannya.

Luhan memiringkan kepalanya dan mempertemukan bibir mereka. Luhan mengecupnya singkat.

“Aku memang tidak mendapatkan ciuman pertamamu. Tapi aku berharap bisa mendapatkan ciuman terakhirmu. Mari kita hitung ciuman saat malam tahun baru adalah ciuman ke 100mu karena aku tidak tahu Kim Jaejoong itu merebut ciumanmu sampai berapa kali. Lalu ciuman tadi adalah ciuman ke 101mu,” gumam Luhan.

Luhan kembali mengecup bibir Jessica dua kali.

“Aku juga mendapatkan ciuman ke 102 dan 103.”

Luhan mencium bibir Jessica berulang kali. Ciuman terakhir lumayan lama. “Dan aku akan mendapatkan ciuman selanjutnya hingga ciuman terakhirmu. Aku menjanjikan itu. Apa kau akan membantuku untuk memenuhi janjiku itu?” tambah Luhan.

Air mata menetes dari mata Jessica. Keduanya terlihat tidak ingin menghapus air mata itu. Jessica memukul dada Luhan pelan.

“Asal kau berjanji dengan sepenuh hati, aku akan membantumu,” jawab Jessica menggumam lalu menundukkan kepala.

Saranghae, Jessica Jung~”

Wo ai ni, Lu Han~”

Luhan terkekeh pelan lalu mencium kening Jessica. “Happy anniversary.”

=== What To Do ===

Ff ini aku buat tengah malah sambil menunggu last episode of anime titled ‘K’ :3 aku harap kalian ga kecewa. Mungkin abis baca ini, kalian akan penuh dengan tanda tanya seperti aku pas abis selesai nonton episode terakhirnya ‘K’ -__-

Aku buat ini karena entah kenapa aku ga bisa berhenti memikirkan lusica. Sepertinya aku sudah mendaftarkan diri sebagai bagian dari lusica shipper :’) entahlah. Walaupun Luhan itu orang terakhir yg aku suka di EXO M, tapi aku suka mereka. Yah walaupun mereka tidak pernah punya momen T~T alasan untuk ngeshipper ga hanya karena momen doang, kan? :3 aku rasa ini karma karena aku sering menjelekkan lusica. Sekarang aku malah juga suka lusica /sigh/

Dan kenapa sifat Jessica dan Luhan seperti ini… karena itu lah yang aku pikirin tentang mereka kalo mereka jadi couple. Mereka itu tipe couple yang ga bisa dapet masalah besar. Kisahnya fluff mulu. Aneh aja kalo dapet kisah yang ‘berat’. Kayak calling out sama winter leaf gitu ya… aku agak gimana gitu ngebayangin lusica di ff itu. Ga cocok buat ff semacam itu sih -..-

Advertisements

22 responses to “[Oneshoot] What To Do?

  1. haaaa~ bagus author (y),musti punya ide yang berbeda en new
    ceritanya enjoy..kayak menceritakan kisah fakta yang punya trauma beginian.
    hahaha,ada part yang bikin ketawa,apalagi karakter krystal bikin ketawa..
    wah ada Jaejoong!! sudah lama author tidak buat FF ada jaejoong,yah walaupun nyempil jaejoongnya gapapa lah hehe /jiwasnowflakesmuncul/
    tapi sayang jaejoongnya berasa seperti antagonis –v ninggalin jessica yang cinta mati sama dia.
    Lusica/Hansica itu couple cocok ,abis wajah-wajah nya sejenis (?)
    Baeksica,Kaisica,Hansica –> couple exoshidae terfavorit saya hehe.
    Gomawo author publish FF di akhir tahun 2012 wuhuu~ buat mengobati kerinduan FF-FF author lainya.

    p.s. : aku kalo pas baca FF Jessica di Asianfanfic sama couple entah luhan ato siapa lah musti ada nama author di komentar FF itu keke..author dimana-mana~

    • aku juga bingung kenapa tiba-tiba kisahnya tentang trauma gini. jaejoong lagi yg nyebabin traumanya. tapi kayaknya masuk akal tuh. jaejoong kan emang ninggalin sica sejak dia keluar dari SM ent =3=” *eh
      di aff, saya emang reader aktif. asal main castnya jessica sih kemungkinan besar ada saya .___. wkwkwk

  2. akhirnya.. LuSica mampu mengambil hati ‘Lee Hyura’ (?) LuSica berjaya *smirk
    yep, mereka cocoknya sama genre2 yg kaya gini
    romance, sedikit humoris, kisah cinta anak muda, dll (pokoknya nggak smpe ke kisah yg ‘berat’, sama yg kamu mksud) 🙂
    nice ff, aku suka..

  3. Akhirnya author jadi hansica shipper juga!!! Apakah itu berarti semakin banyak ff hansica??? Wahh! Seneng banget! Saya juga hansica shipper ^_^
    Iya. Saya setuju! Kalo ff hansica emang lbh cocok fluff. gara2 wajah mereka itu yg emang cocoknya jadi cast ff ber-genre fluff… hehehe 😀
    FF ini DAEBAK banget! Feelnya dapet banget apalagi pas adegan ciumannya! Hehee… Dan juga ada beberapa part yg bikin saya senyum2 sendiri! terutama kata2 krystal itu loh… wkwkwkw 😀
    FF ini benar2 bagus! apa ini ff terakhir di tahun 2012?? Moga2 bukan. saya tunggu ff selanjutnya ya…. ^^

  4. author,aq pling sk bgt sm ff khas.mu^^ (Lee Hyu Ra,kan?)
    the best are ‘Sequel of Last Gift’ & ‘thorn love’ xD

    jjur bgt..
    aq bca 3 ff thu ada intermezzo nangis.na xP
    nyesek + good!

    NB: ‘thorn love’ part 4 di publish secepat.na yaaa^^

  5. chingu bagus bangetttt, baca ff ini jadi melting deh !!
    qu suka lusica gara gara author buat ff calling out..
    iya mereka cocoknya di ff genre kaya gini yg so sweet” >>

    boleh tanya, kenapa tanggal jadiannya tgl 8 ?
    dijadiin chapter bagus thor #abaikan 😛
    endingnya speechless bangett …^^

    • aku juga melting >.<
      wedeh kok bisa karena calling out sih? bukannya calling out malah krissica ya? 😮
      kenapa tanggal 8? entahlah. aku juga bingung kenapa milih tanggal 8. kayaknya ada yg spesial gitu sama tanggal itu :3
      elah chapter -_- ff saya udah banyak yg belum selesai juga -_-

  6. thor, jujur setelah tau pacar terdahulunya jessica adalah kim jaejoong, saya berharap jaejoong bakalan kembali buat merebut jessica dari luhan dan berakhir dengan jaesica couple. tapi saya cukup tau kalau harapan saya pasti tidak akan pernah jadi nyata lol

    endingnya so sweet banget entah kenapa senyum senyum sendiri bacanyaXD
    krystal jahilnya minta ampun tp saya suka itu haha

    daebaklah thorXD

    • sebenernya aku juga pengen buat jalan ceritanya gitu. tapi pasti endingnya bakal lebih panjang dan berputar-putar ceritanya. belum lagi kalo udah berurusan dengan jaesica, saya pasti nyerah. maksudnya endingnya pasti buat jaesica bukan couple yang pengen saya buat awalnya .-. wkwkwk

  7. yahh,,
    aqis pkir Jessie sma Jaejoongnya balekan, eh trnyata gak,,
    tpi gpp jgalah sma Luhan..
    lnjutin ini ff nya dibuat jdi ff ber chapter bisa gk eonni?? *maksa.. ^^”

    keep Hwaiting tuk ff nya ya eonni..
    Semangat.. *hidup LuSica, Jaesica -_-“

  8. thor ini sejujurnya ffnya bagus,tp main pairing disini aku gk suka krisfany karena aku terlalu ke kris sica,tp ffnya bagus kok thor semangat buat nulis ff lagi

  9. Ff kamu emang cocoknya pake cast lusica,yura#ini hanya pendapat aku aja
    dan sumpah walaupun aku sukanya seohan tapi… Nggak tau kenapa kalo baca ff kamu pasti seneng ngebayangin lusica ^^#malah curhat
    oh iya,anime ‘K’ itu kayak gimana? Seru? Genrenya kayk gimana?#kepo akut kalo denger soal anime (_ _)

    • Waduh komentarmu jadi bikin aku kangen saat-saat masih ngeship lusica deh. Haha. Btw, makasih ya :’>
      Anime K Project keren banget! Apalagi yang namanya saruhiko fushimi. Tapi ga boleh suka sama fushimi ya -.-

  10. Weheee makin kebelakng makin banyak luhan-sicanya.. Aduduuh ini manis bannget, entahlah mungkin udah lama gak baca luhan-sica lagi karena mereka mainstream banget seakarang. ┐(´_`)┌. Entah kenapa suka karakternya luhan yg kayak gini.
    yg penting udah komen karena aku gak tau harus nulis apa lagi.. ~(˘▾˘)~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s