[Series] Calling Out – Chapter 8

calling out 4

Author : Lee Hyura

Title : Calling Out

Genre: Angst, Family, Romance

Rating : PG 15

Length : Series

Cast :

–   EXO Kris

–   EXO Luhan

–   SNSD Jessica

–   Daniel Hyunoo

–   SNSD Seohyun

–   F(x) Krystal

–   SNSD Tiffany

–   EXO Xiumin

Previous :

=== Calling Out ===

Baru saja Luhan menutup pintu apartemennya, sebuah suara mengagetkannya dan Jessica. Sebuah suara yang tidak ingin Luhan dengar di hari terakhirnya di Seoul. Suara berat itu sudah jelas milik suami resmi Jessica, itu adalah Kris.

“Sudah ku duga kau berada di sini, Jess,” seru Kris lirih.

Jessica dan Luhan saling melempar pandangan selama satu detik. Jessica kemudian menunduk, tidak berani menatap keduanya.

“Oh, hai, Kris!” sapa Luhan dengan senyum paksa.

Melihat itu, Kris tersenyum kecut. Kris tidak mengerti bagaimana Luhan bisa tetap tersenyum di posisinya saat itu. Setidaknya Kris bisa tahu itu bukanlah senyuman mengejek. Jika iya, mungkin tinjuannya sudah melayang mengenai wajah Luhan dan membuat pria itu tersungkur di lantai.

“Tidak baik merebut wanita yang sudah menjadi milik orang lain. Terlebih saat wanita itu sedang hamil,” ucap Kris sambil menyeringai tipis.

Deg!

Tubuh Jessica dan Luhan membeku selama beberapa detik. Luhan melirik wanita di sampingnya. Walaupun Jessica sedang menunduk sekarang, Jessica bisa merasakan seberapa kecewanya Luhan. Jessica pun terkejut. Dia tidak menyangka Kris akan tahu. Padahal dia belum memberitahukan hal ini kepada Kris.

“Maksudmu Jessica hamil? Hamil… anakmu? Sekarang?” tanya Luhan memastikan.

Kris mengangguk sambil menegakkan tubuhnya lalu melangkah mendekati mereka berdua. Jessica meringis tertahan saat Kris menarik tangannya agar ia pindah ke belakang punggung Kris. Rahang Luhan mengeras, ia marah melihat Kris kasar kepada Jessica. Seakan mengerti, Jessica mengangkat wajahnya untuk tersenyum tipis kepada Luhan seakan meyakinkan Luhan bahwa dirinya baik-baik saja.

“Dia sedang hamil anak kedua kami. Jadi jika kau masih punya otak, tidak seharusnya kau merebut istri teman kerjamu yang sedang hamil,” tekan Kris.

Luhan menyeringai kosong. “Well, kau lebih baik, Kris. Setidaknya istrimu direbut oleh teman kerjamu tapi teman kerjamu gagal merebutnya. Aku punya cerita lebih menyedihkan dari itu. Cerita tentang seorang pria yang harus meninggalkan kekasihnya kembali ke negara asalnya tanpa ia tahu bahwa kekasihnya sedang mengandung anaknya. Dan kau tahu apa yang lebih menyedihkan? Kekasihnya malah menikah dengan pria lain tanpa memberitahukan kenyataannya kepada pria itu. Kini dia harus melihat anaknya memanggil ‘ayah’ pada pria lain, bukan pada dirinya. Kisahmu jauh lebih baik.”

Jessica memejamkan matanya. Hatinya serasa dicincang sekarang. Sakit sekali. Untuk menangis saja, dia tidak sanggup. Dia meremas ujung bajunya.

Kening Kris mengerut, bingung. “Apa maksudmu?”

Luhan menggeleng sambil tersenyum manis. “Bukan apa-apa. Aku hanya berbagi kisah tentang pria menyedihkan agar kau tidak menganggap kisahmu menyedihkan. Setidaknya Jessica tetap lebih memilihmu daripadaku. It’s the finalCongrats, Kris.”

Kini Jessica seperti kehilangan napasnya. Jantung berdetak berjuta kali lipat lebih cepat dari biasanya. Dia tidak sanggup melihat wajah Luhan.

“Maaf, Jess. Aku tidak bermaksud untuk mengganggu pernikahanmu. Seperti yang ku bilang semalam. Aku hanya perlu semalam untuk meyakinkan hatiku untuk melepasmu. Setelah ini, aku akan menghilang dari kehidupanmu selamanya.”

Andwae!

Jessica kehilangan suaranya untuk melarang Luhan pergi dari kehidupannya. Dia tidak mau kehilangannya Luhan. Dia sadar dia egois karena dia yang meminta Luhan untuk melakukan ini. Tapi hatinya tidak menginginkan hal itu terjadi.

Jessica menatap tangan Luhan yang terulur kepada Kris seakan menanti untuk dijabat. Kris juga menatap tangan itu.

“Untuk terakhir kalinya kita bertemu, aku tidak mau memiliki masalah denganmu. Aku akan jelaskan semuanya kepadamu lewat email karena aku tidak punya banyak waktu. Aku harus mengejar waktu keberangkatan pesawatku. Ku mohon, jaga Jessica baik-baik. Karena jika kau menyakitinya, aku akan membunuhmu.”

>>>

Sudah ke sepuluh kalinya, Kris berusaha menggenggam tangan Jessica namun Jessica menepisnya. Rasa bersalah, kesal dan sedih karena Kris dan Luhan bercampur menjadi satu dan mengisi hati Jessica. Rasa bersalah karena ia sudah membohongi Kris. Rasa bersalah karena ia tidak bisa mengantarkan Luhan ke bandara. Kesal karena Kris membuatnya meninggalkan Luhan sendiri. Kesal karena Luhan memutuskan untuk pergi dari kehidupannya. Sedih karena melihat ekspresi terluka di wajah Kris. Sedih karena ekspresi kecewa yang ditunjukkan oleh Luhan di saat terakhir mereka bertemu.

Jessica duduk di jok belakang, di sudut terjauh dari tempat Kris mengemudi. Dia tidak mau melihat wajah Kris maupun Luhan sekarang. Setidaknya dia lega karena Kris tidak melakukan apapun untuk menyakiti Luhan, begitu pula sebaliknya.

“Jess—“

“Jangan berbicara padaku. Ku mohon…” potong Jessica cepat.

>>>

Jessica melempar tasnya sembarang kemudian menghempaskan tubuhnya di kasur. Dia tidak peduli aksinya membuat seseorang yang tertidur di kasur itu terbangun. Krystal membuka matanya perlahan sambil mendesis kesal, tidak rela waktu tidurnya terganggu. Dia megucek matanya saat melihat kakaknya sudah berada di sampingnya.

“Eonni? Kau sudah pulang?” seru Krystal.

Jessica terlonjak kaget sehingga bangkit untuk melihat siapa yang tidur di kasurnya. Sepertinya Jessica memang baru sadar ada seseorang yang tidur di kasurnya.

“S-Soojung!” pekik Jessica kaget.

Pantas saja Kris tahu aku ada di apartemen Luhan! Ternyata aku memakai nama yang salah untuk berbohong!

Krystal menutup telinganya sambil mendesah gemas. Dia menghela napas panjang sebelum menurunkan tangannya lalu melirik jam dinding kamar kakaknya.

Wow, jam 7 pagi?

“Kenapa—“

“Eonni, istri macam apa yang pulang di pagi hari saat dia dalam keadaan hamil? Kau itu jenis istri yang langka, ya?” sela Krystal tajam sambil memicingkan matanya.

Soojung juga tahu tentang kehamilanku? Bagaimana bisa?

Jessica menelan air liurnya. “Jung, sebenarnya—“

“Kau tidak tahu seberapa paniknya Kris oppa semalam? Dia sangat mengkhawatirkan istri dan calon anaknya semalam. Kau malah baru meneleponnya saat hampir tengah malam. Bukannya eomma sudah mengajarkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang istri? Kau lupa ajaran eomma, Eonni? Sebagai adikmu, aku malu. Kau—“

“Jung Soojung! Ku mohon, diamlah!” bentak Jessica kesal.

Segala kefrustasiannya karena kejadian pagi ini ditambah omelan tak jelas dari seorang Krystal Jung, membuat emosinya memuncak. Pernahkah kalian dengar kata orangtua untuk jangan pernah mengganggu ketenangan seorang ibu hamil? Nah, sayang Krystal tidak pernah dengar itu. Mungkin karena dia tidak tahu bagaimana kelakuan Jessica saat hamil Daniel. Betapa menderitanya Seohyun menghadapi seorang Jessica Jung dan swing moodnya sendirian.

“Kau tahu? Kau itu tidak tahu apa-apa! Kau hanyalah anak kecil sok pintar yang berharap untuk selalu dipuja! Kedatanganmu itu membawa masalah bagiku! Andai kau tidak datang semalam, aku akan baik-baik saja! Kebohonganku tidak akan terkuak hanya karena ternyata kau ada di samping Kris saat aku meneleponnya! Kau merusak hariku!” teriak Jessica geram.

Krystal mengidik ngeri. Baru kali ini setelah sekian tahun ia hidup, Jessica semarah ini padanya. Semarah-marahnya Jessica padanya, Jessica tidak akan membentaknya. Hal terparah yang pernah Jessica lakukan kepada Krystal saat ia kesal dengan adiknya adalah saat Jessica menendang kaki Krystal lalu tidak mau berbicara dengan Krystal selama beberapa hari. Jessica memang tidak pernah meluapkan kemarahannya terhadap Krystal dengan kata-kata.

“E-eonni… aku—“

“Harusnya kau tidak pernah datang ke rumahku! Kalau perlu kau jangan pernah datang ke kehidupanku!”

“Jessica!” bentak Kris yang kini berada di ambang pintu kamar Jessica. Dia terpancing datang ke kamar itu saat mendengar teriakan Jessica.

Jessica menoleh kesal. Dia hendak menunjuk Kris sambil memaki pria itu. Akan tetapi dia tidak bisa berkata apapun. Rasa mual menekan perutnya dan rasa pusing membuatnya dia tidak bisa berpikir. Jessica mengepalkan tangannya kuat-kuat untuk menekan rasa sakit itu.

“Eonni!”

“Jessica!”

Kris dan Krystal berteriak panik saat melihat Jessica ambruk.

>>>

Kris duduk di kursi ruang tunggu sambil meremas tangannya cemas. Tidak ada seorang pun yang bisa menenangkan dirinya karena dia memang sendiri di sana. Dia memaksa Krystal untuk menjaga Daniel. Kini dia tinggal menunggu Seohyun yang sedang dalam perjalanan.

“Oppa—“

Seohyun yang baru datang itu hendak memanggil Kris, tapi memutuskan untuk mengatup bibirnya erat saat melihat dokter sudah keluar dari Emergency Room. Kris langsung bangkit dan mengatakan dirinya adalah suami sang pasien.

“Kondisi kandungan nyonya Wu sangat lemah. Itu berefek ke hormonnya dan membuat emosinya menjadi labil. Sebisa mungkin emosinya harus dijaga untuk tetap stabil. Tidak boleh terlalu bahagia, sedih, apalagi marah. Jika ada perubahan emosi drastis berkali-kali, ini akan menekan kesehatan kandungannya,” jelas sang dokter.

Kris menjilat bibirnya. Dia bingung harus menanggapinya dengan kalimat apa. Dia jelas tahu apa yang menyebabkan Jessica seperti ini. Ini semua karena kejadian di depan apartemen Luhan. Ditambah perdebatan Jessica dan Krystal. Kini Kris sibuk menyalahkan dirinya sendiri.

“Tapi kandungannya tidak mengalami gangguan yang terlalu parah, kan, Dok?” tanya Seohyun.

Dokter menatap Seohyun bingung seakan mempertanyakan status Seohyun.

“Dia adalah sahabat terdekat istriku. Dia orang yang paling dekat dengan Jessica,” jelas Kris cepat.

Dokter mengangguk mengerti. “Gangguannya memang tidak terlalu parah. Tapi jika ini terjadi berkali-kali, mungkin akan keguguran.”

Kris menggigit bibirnya kuat-kuat.

Ini adalah salahku…

Seohyun mengelus bahu Kris. “Tenang saja, Oppa. Ini bukan salahmu. Jangan menyalahkan dirimu..”

Kris tersenyum tipis. Seohyun tidak pernah salah memilih kata. Sang novelis jenius.

***

“Eh, pretty boy kembali ke Cina? Kapan?” pekik Miyoung panik saat dia menyendokkan nasi ke piring Minseok.

Minseok memang sedang menceritakan hal-hal yang terjadi di kantor. Tentang Kris yang cuti tanpa memberitahunya dan tentang kepulangan Luhan.

“Jangan memberikan panggilan seenaknya, Young.” Minseok mendesis. “Ya, Luhan kembali ke Cina kemarin mungkin.”

“Jeongmal? Padahal aku ingin sekali melihat wajahnya setiap hari agar anakku semanis dia. Ah, tanpa pretty boy, aku tidak bisa mendapatkan anak sepertinya,” runtuk Miyoung. “Kenapa baru cerita sekarang?”

Minseok mendesah gemas. “Yah, sudah ku bilang jangan buat panggilan seenaknya untuk Luhan! Aku baru cerita karena akhir-akhir ini kau sibuk dengan pekerjaanmu. Dan jika kau ingin mempunyai anak berwajah manis, kau pasti akan mendapatkannya. Genku sudah tertanam di diri anak kita. Kau tidak sadar semanis apa aku ini? Seimut apa aku?”

Miyoung terkikik geli melihat reaksi suaminya. “Yah, Yeobo~ tetap saja berbeda. Aku ingin wajah anakku itu setampan Luhan. Setidaknya seperti Daniel.”

“Kim Miyoung… kau mencari masalah, ya?” kesal Minseok.

Miyoung terkekeh.

“Lagipula jika kau ingin menyamakan anakmu dengan Daniel, sandingkanlah dengan Kris juga. Bukan Luhan,” tambah Minseok.

Miyoung mengerucutkan bibirnya. “Jangan salahkan aku. Salahkan mataku yang melihat Daniel yang lebih mirip dengan Luhan bukan Kris.”

“Hush! Jangan berbicara seenaknya!”

***

Luhan memainkan robot milik keponakannya di kotak berisi miniatur rumah yang merupakan proyek akhir Luhan untuk mendapatkan gelar sebagai sarjana arsitektur. Rumah impian yang ingin ia bangun sebagai rumah masa depannya bersama Jessica. Saat itu, dia belum tahu soal penikahan Jessica dan kelahiran Daniel. Saat itu, dia masih menggantungkan mimpinya bersama Jessica tinggi-tinggi. Saat itu, dia masih terobsesi untuk memenuhi janjinya; kembali kepada Jessica.

Kini, semua itu terasa sia-sia. Sebenarnya 4 tahun yang lalu, mimpinya memang sudah hancur saat dia mencoba terbang ke Seoul untuk bertemu dengan Jessica lalu mengetahui Jessica sudah menjadi milik orang lain. Tapi mimpinya kembali bangkit saat melihat Daniel yang saat itu baru bisa merangkak. Luhan bukan tipe penyuka anak kecil—tidak membenci juga—tapi Daniel terasa berbeda. Dia ingin bersama anak kecil itu. Dan setahun yang lalu, ayahnya menawarkan proyek bagus kepadanya yang akan membuatnya menetap di Seoul selama 4 tahun jika perusahaan ayahnya memenangkan tender itu. Itu sebabnya Luhan berusaha keras mencari ide terbaik untuk memenangkan tender itu dan dia berhasil.

Rencana untuk bertemu dengan Daniel selama dia mengerjakan proyek itu, entah kenapa berkembang menjadi ingin memiliki Jessica dan Daniel. Kejam, tapi hati kecilnya menginginkan itu sebagai seorang ayah dari seorang anak kecil bernama Daniel Wu. Betapa ia menginginkan mengubah nama Wu menjadi Lu. Daniel Lu, itu terdengar jauh lebih baik baginya.

Luhan tersadar dari lamunannya saat pintunya diketuk. Dia segera bangkit dan membuka pintu kamarnya.

“Luhan, papamu memintamu menemuinya di ruang kerjanya sekarang,” kata pamannya.

Luhan mengangguk.

>>>

Luhan tersentak saat ia dilempari beberapa kertas foto oleh ayahnya sendiri. Luhan sadar bahwa ayahnya sedang marah, namun tidak tahu apa alasannya.

“Lihat! Lihat foto-foto itu!” perintah ayahnya membentak.

Luhan meraih beberapa kertas yang terdekat. Napasnya tercekat saat melihat foto-fotonya bersama Jessica. Dia memijat keningnya pelan.

“Hanya karena wanita itu, kau melepaskan proyek besar itu?!” bentak ayahnya.

“Pa—“

“Bukankah sudah dari awal, Papa melarang kau bersamanya?”

Luhan menjilat bibirnya sambil terkekeh kosong, mengejek ayahnya dan dirinya sendiri. “Percuma Papa melarangku sekarang. Aku sudah tidak akan mengejarnya lagi. Dia sudah menikah dan suaminya adalah rekan satu proyekku. Apa yang perlu ku katakan lagi?”

***

Jessica pura-pura tidur saat pintu kamar rawatnya terbuka. Dia tidak mau bertemu dengan siapapun saat ini. Terlebih Kris. Dia bisa merasakan wajahnya disentuh oleh sepasang tangan kecil yang ia yakini itu adalah Daniel. Mau tak mau, dia tersenyum. Betapa ia merindukan anak satu-satunya. Tapi mendengar suara Kris, senyumannya kembali lenyap.

“Danny-ah, jangan ganggu Mommy. Dia sedang tidur,” omel Kris.

Daniel menarik tangannya sambil merengut. “Aku rindu Mommy.”

“Tapi jangan sampai mengganggu tidurnya. Kalau Daniel mengganggu tidur Mommy, sama saja Daniel mengganggu calon adik Daniel,” ujar Kris.

Daniel menatap Kris bingung. Kris tersenyum melihatnya. Dia memegang tangan Daniel lalu meletakkannya di atas perut Jessica. Ibu jarinya digunakan untuk mengelus perut Jessica.

“Adikmu ada di dalam perut Mommy. Jangan ditekan. Nanti adikmu kesakitan,” kata Kris.

Jessica meruntuk dalam hati. Kris membuat dadanya semakin berat sekarang.

“Kenapa harus di dalam perut Mommy dulu? Memangnya dia tidak mau bertemu dengan Daniel?” tanya Daniel polos.

“Setiap bayi akan tumbuh di perut ibunya sampai dia siap menghadapi dunia. Daniel juga pernah berada di dalam perut Mommy,” jelas Kris.

Daniel menatap perut Jessica bingung yang membuat Kris tertawa. Daniel menggerutu pelan karena dia tidak mengerti. Akhirnya dia hanya mengelus perutnya Jessica lembut.

“Cepat keluar, ya!”celetuk Daniel.

=== Calling Out ===

Hehe.. pendek, ya? Yaiyalah, orang lagi males lanjutin :p

Sebenernya saya belum seutuhnya kembali netral dengan EXO. Masih agak benci sama exostan. Maaf -.-v

Tapi sedikit demi sedikit, aku udah dapet feel ke EXO lagi kok. Jadi aku bakal coba lanjutin ff-ffku. Tapi ga bisa terlalu rajin karena aku lagi sibuk ujian praktek dan persiapan ujian sekolah. Belum lagi try out dan UN serta blablabla tentang sekolah. Mohon maklumi.

Aku juga update buat ngumpulin voting. Aku punya 3 rencana untuk ending kisah ini. Satu ending dengan Luhan. Satu ending dengan Kris dan satu lagi ending tanpa Kris dan Luhan. Untuk jelasnya bagaimana, maaf itu rahasia perusahaan(?). Mohon dipilih ‘-‘ tapi jangan anggap voting menentukan segalanya. Karena keputusan akhir tetap berada di tanganku ;3

Advertisements

26 responses to “[Series] Calling Out – Chapter 8

  1. Kris ga connect tuch pdhl udh dijelasin kisah luhan jessica. Jgn sampe kehamilan jessica mrmburuk. Eon vote endingnya bersama kris ya, berharap bgt jessica akhirnya mencintai kris n hidup bersama dgn kris, daniel n calon anaknya. Ya wes dtunggu ya lanjutannya

  2. aaaa~ makin ribet -_______-” tapi makin seru juga 😀
    makin nyesek aja nih cerita eonni… pengennya Luhan balik ama Jess, tapi Krisnya kasian, danny juga. kalo jess tetep sama kris, malah luhannya yang nyesek, masa anaknya tetap nganggap kris sbg daddynya? rumitt.
    eonni jangan lama-lama ya kesel sama exostannya, entar lama juga readers lain (termasuk aku) nungguin ffnya …
    hwaiting!

      • hehee~ eonni kaget aku muncul 😀 *senyum pepsodent* yah, akhirnya gimana dong kalo jessica serba salah? danny gak mungkin kan dihilangkan begitu aja dari dunia biar gak susah masalahnya ._. *kriminal* *pembunuhan danny* *digorok sica sama eonni*
        ini sampe chapter berapa sih eonni? gak sampe 20-an kan? terus, yang i don’t like love ga ada kabar tuh… gimana? ._. ditunggu ya 😀

  3. kenapa pada milih kris? kenapa ngga milih luhan aja? kan jess masih suka ama luhan, nah si luhan juga masih ngarep ama jess walaupun harapannya udah pupus. tapi kalo luhan ama kris berantem kaya gitu lagi, mendingan endingnya jess tanpa luhan and kris.
    ya ya ya jess jaga tuh anakmu and- kris, jangan sampe keguguran. wah 2 anak beda bapa nih. galau galau galau yang galau yang galau……

  4. Huwaaa kenapa banyak voting nya milih Kris ?!! Kaga kasian Luhan masa?! /garuk-garuktembok/
    Kasian tau cinta Lusica musti harus tertindas mulu.. Luhan janganlah kau pasrah, rebut kembali Jessica. Maju tak gentar membela yang benar (?) Lagipula Jessica masih berharap sama Luhan.. duh duh sangat sangat rumit. Ditambah lagi kehadiran anaknya Kris Jessica.
    Sumffah nyesek banget baca ini, bikin pingin lempar berbagai macam barang ke Kris (?)
    Noh dengerin cerita Luhan yang lebih nyesek darimu Kris T.T
    Hiih! Sebel sumpah -_-
    Kumohon Author yang baik hati endingnya Hansica.. Yayyaaya?

    • karna banyakan yg dukung krissica :3 pukpuk~
      yah mungkin karna luhan dan jessica ga ditakdirkan untuk bersama makanya kandas mulu ‘-‘ /ditimpuk luhan
      eh jangan timpuk kris~ nanti daniel nangis loh ;3

  5. Hello~ Fara I’m comeback again 😛
    Jangan bosen2 baca komenku yaaa~

    Aku voting penuh buat Kris-Sica!
    Klo menurutku, Jessica mestinya milih Kris, lagi pula kasihan juga Kris… Dia cuman jd korban salah bapak (?)
    Mana Jessica kyknya menghianati bgt kesannya sama Kris -_-
    Kasiahan kan Kris klo Jessica akhirnya malah milih Luhan, lagi pula Luhan itu masa lalu. Masa lalu biarlah berlalu dan berganti yg baru yg lebih tulus ._.v

    Mana nih Far~ katanya mau bikin FF JaeSica lagi?? -_-”
    Aku sudah sangat menanti lho~

    • semacam bygones be bygones ‘-‘
      tapi kan kasian luhan juga yg ga diakui sama anaknya sendiri T.T
      maunya sih buat ff jaesica. tapi ga ada waktu . seperti alasan yg tertera di atas. aku sibuk banget

  6. Telat komen mulu akuuu -.-
    Huaaa jess knp jadi nyalahin krys begitu -..-
    ahhh kasian bgt kris sm lulu nya, kesakitin dua2nyaa T.T
    fany pinter juga yah, nebak miripan ke luhan,yaa emg daniel anaknya luhan kann..
    faraaaa plis jgn di bikin keguguran yaa sica nya plisss bgt ;(((
    aku udh vote! Krissica!!^^

    • apanya yg telat sih? belum 24 jam ff ini dipublish, kamu udah komen :]
      semuanya kasian. hiks
      iya dong fany pinter. kan istrinya kim minseok *wink bareng xiumin*
      hm liat aja deh nanti yaw~

  7. omo…soojung datang di saat yang ngga tepat,semua kekesalan jess jadi diluapin ke dia kan jadinya???
    jangan sampe jess keguguran!!!! dia harus sama kris!!!!!! titik!!!!!!
    eh tapi kris belum tau ya Daniel anaknya luhan?bisa rumit lagi nanti 😦

  8. apapun yang terjadi selanjutnya, jangan biarkan jessica bersama luhan><
    kris terlalu baik untuk disakitin lagi u,u
    kasian dia. walaupun luhan juga kasian tapi salah dia kan dulu ninggalin jessica. kasian krisnya atuh thor, udah berapa tahun itu mereka nikah dan jessica masih mirikin luhan terus. please please please, endingnya krissica aja u,u

  9. Sica eonnie sma luhan ja…
    Kan kshan luhan oppa,ankx gak tau klu dya ayhx + orng y d cntaix mlah memlih orng lain…
    Endingx sma luhan:-)

  10. Jessica-Kris aja
    😀
    Kasihan kan kalau akhirnya Kris tahu Daniel bukan anaknya?
    Walau awalnya Kris nggak peduli ama Jessie, tapi tetep aja Kris yang paling cocok
    Lagian Kris kan udah sayang banget sama Daniel sama Jessica
    Biar aja LuHan yang ngalah

    😦

  11. Cerita nya makin seru aj,, membangkitkan emosi para readers,,,
    Duh di satu sisi luhan kasian, tpi di sisi yang lain kris oppa jauh lebih kasian karena kebohongan yg d buat jessica,,
    Author yg baik buat kris oppa bahagia pada akhirnya ya,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s