[Teaser] This is Real. This is My Story

This-is-Real

Title: This is Real. This is My Story

Genre : Comedy, Fluff, Romance, School life

Rating : PG-13

Cast : SNSD Jessica, EXO (excluding Suho, Chen, Tao)

Length : Oneshoot

***

Cinta adalah suatu hal yang melekat pada nasib manusia.
Sama seperti gadis ini.
Merasakan cinta adalah hal ia dapatkan sejak kecil.
Dan ini lah kisahnya.

=== This is Real. This is My Story ===

Jika bukan karena tugasnya, Jessica tidak akan mau berlama-lama di tempat itu. Kakak kelas tercintanya benar-benar sukses membuatnya ingin mengambil gergaji listrik untuk menebas kepalanya. Demi apapun, Jessica membenci Minseok, si pria cerewet yang egois dan senioritasnya tinggi.

“Jadi nanti panggungnya harus benar-benar wah!” tegas Minseok.

“Tapi jika panggungnya seperti yang sunbae inginkan, bukankah itu tidak cocok dengan tema kita?” tanya Jessica, sedikit menekanan pada ‘sunbae’.

Minseok mendelik kesal. “Kau tidak percaya dengan seleraku, ya?”

Jessica mengerutkan keningnya. Baiklah, dia memang tidak suka dengan selera Minseok yang berlebihan sehingga terkesan norak. Tapi pertanyaannya tadi bukan menyatakan dia tidak percaya dengan selera Minseok, melainkan protes dengan pelencengan idenya.

“Intinya panggungnya harus sesuai dengan yang sudah ku rencanakan!”

Jessica bangkit, menggebrak mejanya lalu pergi meninggalkan Minseok begitu saja. Hatinya sudah panas.

“Yah, Sooyeon-ssi! Kau mendengarkanku, kan?” teriak Minseok.

“Terserah!” sahut Jessica.

***

Jessica memutar jarinya di depan wajah Luhan. Reflek, mata Luhan mengikuti perputaran jari Jessica. Jari itu berhenti lalu mendorong keningnya Luhan hingga Luhan hampir terjungkal ke belakang.

“Masih juga menyebalkan ternyata,” gerutu Luhan sambil menjentikkan jarinya di kening Jessica.

“Aw!” Jessica mengaduh. “Luhan jelek, pergi saja sana! Moodku sedang jelek! Lagipula, untuk apa kamu datang? Mengganggu saja!”

Luhan menekan dadanya sambil sok dramatis. “Ouchit hurts me, Jess… tapi yah terserahlah. Semuanya juga tahu serindu apa kau padaku.”

Senyuman yang tadinya sudah susah payah ia tahan pun mengembang juga. Sedetik kemudian, tangan Jessica sudah melingkar erat di pinggang pria Cina itu.

***

Jessica mengerjap tak percaya. Shock. Seketika, dia lupa tujuan utama ia datang ke studio itu. Dia coba menutup mata dan berdoa semua kata-kata seorang manager dari artis arogan itu hanyalah mimpi buruk baginya. Setelah ia mencoba membuka mata perlahan, manager dan artisnya yang menyebalkan masih berada di hadapannya.

“Kalian tidak becanda, kan?” tanya Jessica, memastikan.

Sang manager menghela napas. “Aku bersungguh-sungguh. Jadi apa kau mau?”

Jessica melirik pria tinggi di samping sang manager itu. Wajah tampan tapi menyebalkan itu tidak menampakkan satu ekspresi apapun.

“Tidak usah berwajah sok tidak mau. Aku tahu kau pasti sebenarnya ingin lompat-lompat kegirangan, kan?” desis Kris.

Jessica langsung melepaskan sepatunya dan hendak melemparkannya ke Kris. Sayangnya sang manager menahan tangan Jessica terlebih dahulu.

“Kau itu wanita macam apa? Kenapa kasar sekali?” cibir Kris.

Emosi Jessica kembali didorong mendekati puncak. Jessica menghela napas panjang. Dia tidak sabar membuat rencana untuk memberi pria itu pelajaran agar sikap menyebalkannya itu berubah.

“Ya, aku mau,” ucap Jessica akhirnya.

***

Jessica menghela napas lagi. Kepalanya mulai sakit karena terlalu keras berpikir. Sulit sekali mempunyai sahabat seperti Yixing. Pria itu tidak bisa diam. Selalu saja ingin bergerak ke sana ke mari. Bahkan walaupun kondisi tubuhnya sedang lemah. Ya seperti sekarang.

Jessica meraih tangan Yixing agar berhenti menari. Yixing menoleh dan menatapnya bingung. Jessica memasang wajah memelas.

“Aku harus segera pergi, Yixing-ah~” rajuk Jessica.

“Pergi saja.”

“Yixing-ah, ku mohon. Kita kembali ke rumah sakit, ya?” mohon Jessica.

Alis Yixing pun terangkat. “Agar aku terisolasi dari dunia luar lagi?”

“Bukan. Tapi karena—“

“Aku tidak mau.”

“Ku mohon? Apa yang kau inginkan pasti ku kabulkan deh!”

Yixing mendekatkan bibirnya ke telinga Jessica. “Walaupun aku memintamu sebagai kekasihku, kau akan tetap mengabulkannya?”

***

Memang moment paling menyenangkan adalah lari pagi tanpa ada orang-orang yang mengganggu kejadian beberapa hari belakangan ini membuatnya sedikit frustasi. Dia kapok berhubungan dengan artis seperti Kris lagi. Tidak akan dia menerima tawaran semacam itu lagi. Tidak akan!

Kaki Jessica berhenti berlari saat melihat kumpulan orang-orang yang sepertinya sedang menonton sesuatu. Dia mencoba menyusup di antara orang-orang itu hingga ia bisa melihat siapa yang sebenarnya sedang mereka liat. Ternyata sebuah kelompok yang sedang bernyanyi dengan semangatnya.

Mata Jessica membulat saat melihat pria yang kemarin ia temui di konser musikal semalam. Dia segera berusaha keluar dari kumpulan orang-orang itu. Sayangnya pria itu menyadari kehadirannya. Pria itu berhenti bernyanyi dan berusaha mengejar Jessica.

“Ya, Sooyeon-ssi!” teriak pria itu.

Jessica berhenti berlari ketika pria itu memanggilnya dengan nama Koreanya. Dia berbalik badan dan menunjuk pria itu. Hampir saja jari telunjuk Jessica mengenai hidung pria itu jika pria itu tidak berhenti berlari tepat waktu.

***

Jessica membulatkan matanya saat canvasnya sudah hampir selesai digambar sketsa yang sesuai dengan keinginannya. Saat sketsa itu selesai, dia akan melesat pulang dan mulai mewarnainya dengan cat warna. Dia sudah tidak sabar untuk menyelesaikan tugas menyebalkan itu.

“Chanyeol-ah~ kau memang yang terbaik!” seru Jessica sambil menatap sketsa yang kini sudah diselesaikan oleh Chanyeol.

Chanyeol tertawa. “Cocok dengan keinginanmu?”

“Hump!” Jessica mengangguk. “Tidak terlalu bagus. Tidak terlalu jelek. Sangsaenim pasti tidak akan curiga!”

Chanyeol merapikan alat tulis Jessica dan meletakkannya di pangkuan Jessica. Dia bangkit kemudian merenggangkan badannya. Dia tersenyum kecil melihat ekspresi bahagia di wajah Jessica. Tanpa Jessica tahu, Chanyeol mengecup pipinya sekilas.

“Sabtu. Jam 8 pagi. Jangan lupa!” kata Chanyeol lalu pergi meninggalkan Jessica.

Jessica tercengang sambil menyentuh pipinya. Dia hampir saja melupakan janjinya. Janji akan berkencan dengan Chanyeol jika Chanyeol berhasil menggambar sesuai dengan keinginan Jessica. Sialnya, Jessica lupa rencananya. Mau tak mau, dia harus memenuhi janjinya. Dia menghela napas panjang.

***

“Sedekat apa?”

“Kamu ingin tahu sekali, ya?” balas Kyungsoo, menggoda.

Jessica mengangguk sambil mencoret-coret sesuatu di kertasnya lagi. “Sangat ingin tahu!”

“Kami sangat dekat. Kami sudah berteman dari kecil. Aku tidak tahu bagaimana caranya kami dekat, tapi nyatanya kami bersahabat. Kenyataan yang tidak masuk akal jika dipikirkan.”

Jessica tidak memberi reaksi apapun setelah Kyungsoo menjawabnya. Dia sibuk mencoret-coret di kertas. Kyungsoo mencoba melirik isi kertas tapi posisinya tidak bagus untuk menilik apa isi kertas itu. Kyungsoo tersentak kaget saat Jessica memperlihatkan kertas itu.

“100% Jessica Jung,” seru Jessica. Jessica menggaruk pelipisnya sambil melanjutkan, “tapi sepertinya perhitunganku salah. Yah matematika memang tidak cocok dipakai untuk menghitung dalam masalah cinta.”

Kyungsoo menggeleng. “Anio, Noona. Ku pikir matematika tidak pernah salah.”

Jessica terdiam sejenak sambil menatap kertasnya lalu menatap Kyungsoo dengan wajah cengonya.

***

Guru itu pun melanjutkan cuap-cuapnya, “kau itu siswa yang berprestasi, Jung Sooyeon. Tapi kelakuanmu benar-benar tidak mencirikan siswa berprestasi. Bagaimana bisa kau hampir selalu terlambat? Jika bukan karena—“

Jessica terhenyak saat tangannya ditarik tiba-tiba oleh pemuda itu. Pikiran-pikiran jelek mulai mendominasi otaknya. Dia tidak kenal dengan pemuda itu tapi pemuda itu seenaknya saja menariknya. Pemuda itu membawanya keluar dari gerbang sekolah. Jessica terus-menerus berusaha melepaskan diri.

“Bisa diam, tidak, sih?” sungut pemuda itu.

“Tidak bisa! Kau seenaknya menarikku padahal aku saja tidak kenal denganmu!” omel Jessica.

“Dengar, ya. Aku tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh padamu karena aku tidak tertarik pada badan lurusmu itu. Aku hanya ingin membantumu terbebas dari guru cerewet itu. Lagipula aku tahu kau tidak niat sekolah, kan? Makanya aku membawamu pergi dari sekolah,” jelas pemuda itu panjang-lebar. “Oh ya, kau bisa memanggilku Kai.”

Kai…
Kai…

Sebuah nama yang tidak asing bagi Jessica. Semakin dipikirkan, semakin pusing lah kepalanya. Akhirnya Jessica memutuskan untuk tidak memikirkannya. Saat Kai mulai menarik tangannya lagi, Jessica memukul punggung Kai sangat kencang hingga Kai berteriak kesakitan.

“Apa maksudmu dengan badan lurus?!” geram Jessica.

***

“Omo!” pekikku kaget.

Bukan salahku jika aku memekik kaget. Itu semua karena tiba-tiba sepasang tangan melingkar di pinggangku dan punggungku terasa basah.

“Ah, kau seenaknya masuk ke kamar seorang laki-laki. Nakal sekali,” bisik orang yang memelukku.

Mataku membulat. Aku mengenali suara itu.

“Sehun!! Lepaskan!!” teriakku kesal sambil berusaha melepaskan tangannya.

Aku terus memberontak hingga akhirnya aku berhasil terlepas darinya. Aku berlari ke sudut kamar lalu mengambil apapun yang bisa dijadikan senjata dan mengarahkannya kepada Sehun. Napasku tercekat saat menyadari Sehun baru saja selesai mandi dan hanya memakai handuk untuk menutupi daerah pinggang sampai lututnya. Aku terbiasa melihat yang seperti ini di drama-drama tv. Akan tetapi, ini tetap saja tidak biasa bagiku. Terakhir kali aku bertemu dengan Oh Sehun, dia masih bocah ingusan. Tetapi kini ia berdiri di depanku dan memperlihatkan tubuhnya yang terlihat..

Aku menggelengkan kepalaku untuk membuang jauh pikiran-pikiran kotor yang mulai menyelusup masuk ke dalam otakku. Seakan tahu apa yang sedang ku pikirkan, Sehun menyeringai. Dengan santainya, dia berjalan ke arahku. Itu membuatku panik.

“Y-yah! Berhenti! Jangan mendekat! Atau aku akan—“

Kata-kataku terhenti. Mataku dan Sehun terarah ke handuk Sehun yang meluncur jatuh.

“—KYA!!!”

=== This is Real. This is My Story ===

What a lame title. LOL. Ga usah dipedulikan ya judulnya. Ini cuma judul sementara. Nanti pas cerita aslinya, judul beda lagi. Ini akan jadi 9 oneshoot yang bersambungan. Tentu aja main castnya Jessica. Kenapa? Ya karena saya cuma bisa dapet feelnya kalo main castnya adalah Jessica 😛

Aku ga maksud buat nambah cerita kok. Cuma ya ini tantangan dari temen. Kita buat 9 oneshoot yang bersambungan dan lomba cepet-cepetan rampung. Yang kalah harus traktir J.Co masa. Jadi daripada dapet resiko ngetraktir J.Co, mending saya cari aman dengan buat ff bercast Jessica semua. Untung aja ujian praktek tinggal dikit. Kalo ujian teori sih saya emang ga pernah belajar. Wk
Sebenernya sih tantangannya 10 oneshoot yg bersambung gitu. Tapi aku nawar dan dapetlah 9. Abis aku cuma dapet 9 ide cerita. Cerita juga ga akan berurutan sesuai dengan yang di atas. Bakalan ngacak. Setting waktunya juga berbeda. Pokoknya kisahnya dari Jessica masih SMP sampe dia kuliah 😉

Oneshoot believe ga jadi aku publish. Ceritanya aku rombak dan aku jadikan salah satu kisah di sini. Hehe.

Walaupun aku bakalan fokus sama kisah ini, aku tetep usahain buat ngeselesain Calling Out kok. Tenang aja :3

Thorn Love chapter 4 dipublish hari Senin

Advertisements

9 responses to “[Teaser] This is Real. This is My Story

  1. tau aja, aku nggak bisa dpt feel sama pairing sica (suho chen tao) 😀
    kayanya plg seru yg chanyeol-sica, klo kris-sica kesan pertama sama sperti biasa (dingin2 nyebelin) :p ehehee
    ok, aku tunggu publish’y (berharap chanyeol yg pertama) :*
    #cium author
    :DD

  2. Uwaaaaaaa kereeeeeeeen~~
    Entah setiap pairing siapapun aku suka banget, sampe bikin senyum-senyum sendiri XD
    RT! Jessica mengirimkan mantra apa kepada kita sehingga hanya (feel) bisa membuat FF cast Jessica (?)
    Yeeey~ Ada banyak, lulululu~ senang sekali hatiku /abaikan/
    keke taruhannya J.co yang rasa oreo itu enak atau tiramisu /numpang request/
    THORN LOVE! YEY! Kangen banget sama pasangan psikopat iut huhu T.T
    Segera publish FF baru ini yaw 😀

  3. oke min q dkung dehc…. cpet dipublish ea min… oh ea min thorn love sm calling out jg jgn lupa ea min….

  4. Uwaaaah lanjutkan thor! Bagus thor bagus.. Memang selalu ff bercast jessica yg bisa bikin feel kita pas bacanya.. Hihiiiiiw :3

  5. Aku ngefeel bgt sama sica-yixing 😀

    Yg sica-luhan juga…
    Aihhh…cepet2 dipost ya thor XD
    Nice ff ( ^-^)b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s