Trust and Lie – Chapter 1

trust and lie

Author : Lee Hyura

Title : Trust and Lie

Genre : Action, Romance, Violent

Rating : PG 15

Length : Series

Main Cast : Kai – Jessica – Luhan

Partner, uh? | Prolog | Introduce The Cast

=== Trust and Lie ===

Jessica mengerutkan keningnya ketika Kai masuk ke ruang pengawas galeri. Harusnya Kai tidak berada di sini. Harusnya dia berada di antara para pengunjung galeri bersama Yoona dan tersangka yang sedang mereka kejar. Karena Kai dan Yoona sedang menyamar untuk menjadi rekan tersangka dalam pencurian kali ini.

“Kau tidak seharusnya berada di sini, Kai,” komentar Baekhyun.

Baekhyun lah yang kali ini ditugaskan bersama Jessica untuk mengawasi keadaan galeri dari kamera CCTV sementara Joonmyun dan Sunny menjaga di ruangan utama galeri.

Kai menarik kursi terdekat, memutarnya dan duduk sambil bersendagu di punggung kursi. Matanya menatap Jessica dan Baekhyun dengan jahil. Jessica menggeleng pelan. Dia kembali memfokuskan matanya ke layar.

“Jessica. Baekhyun,” panggil Kai.

Jessica dan Baekhyun kembali menatap Kai. Kai menyengir kecil. Dia bingung harus melakukan apa. Di layar, Kai bisa melihat seseorang sedang mengambil sebuah tas dari bawah tangga darurat. Kai lah yang menyembunyikan tas itu di bawah tangga. Tugas Kai kali ini adalah mengalihkan perhatian Jessica dan Baekhyun sehingga orang itu tidak ketahuan.

“Aku bosan. Mau bermain kata?” seru Kai.

Baekhyun berdecak. “Cepat pergi sana! Jangan sampai tersangka mencurigai kepergianmu!”

“Yoona bisa mengurusnya,” sahut Kai santai.

“Pasti ada yang sedang kau rencanakan, kan?” tebak Jessica.

“Eh?”

Kai tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum aneh. Gagal. Jessica menyadarinya. Lucunya, Baekhyun terlihat belum menyadarinya. Selama Kai yakin Jessica tidak akan mengatakan apa yang ada di pikirannya, dia merasa aman.

Kai bangkit sambil mendesah lemas. “Sepertinya kalian memang tidak menyukai keberadaanku di sini. Baiklah, aku kembali.”

Baekhyun meregangkan badannya setelah Kai keluar dari ruangan. Matanya kembali tertuju ke layar. Sementara Jessica mengambil minum.

“Omo!”

Jessica menoleh ketika mendengar teriakan Baekhyun. Dia melihat seseorang sedang menyemprot cat ke lensa kamera CCTV di sebuah ruangan. Wajahnya tidak terlihat karena tersensor oleh kamera. Jessica dan Baekhyun tahu apa penyebabnya. Pakaian bewarna hitam yang orang itu pakai, mengandung benda yang dapat merusak infra merah yang dipancarkan kamera CCTV.

Baekhyun segera memberitahu Joonmyun dan Sunny sehingga kedua rekannya bisa segera meluncur ke ruangan yang dimaksud oleh Baekhyun.

“Sekarang dia ada di lantai 2!” kata Baekhyun ketika melihat orang yang sama muncul di kamera CCTV yang berada di lantai 2.

Baekhyun melirik Jessica yang sedang fokus menatap layar. Baekhyun tidak tahu jika Jessica sedang berpikir siapa orang yang mengacau itu ketika tersangka yang sedang mereka kejar masih bersama Yoona. Jessica kenal dengan postur tubuh orang itu walaupun gaya berjalan orang itu terasa asing.

“Luhan…” gumam Jessica.

Baekhyun menoleh bingung. “Apa?”

“Orang itu sepertinya sedang menuju ke lantai 3,” jawab Jessica sambil menunjuk layar.

Baekhyun kembali menatap layar dengan perasaan bingung. Dia yakin Jessica menyebutkan sebuah nama tadi walaupun ia tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

“Cepat menuju lantai 3,” kata Baekhyun lewat microphone yang tertempel di kerah bajunya.

>>>

Joonmyun dan Sunny yang baru saja sampai di lantai 2, segera berlari menaiki tangga ke lantai 3. Galeri itu baru saja dibuka sehingga tidak begitu banyak pengunjung. Pengunjung juga hanya berkeliling di lantai 1 karena lantai 2 dan 3 masih ditutup. Itu mempermudahkan mereka untuk menemukan orang yang mengacau itu.

“Luhan?”

Joonmyun dan Sunny tercengang melihat Luhan yang sedang asik memandangi sebuah lukisan. Sekilas ada rasa curiga yang segera hilang ketika melihat warna baju yang dikenakan oleh Luhan berwarna putih.

“Hai~” sapa Luhan dengan senyuman ceria. “Sedang apa kalian di sini?”

“Kami sedang mengerjakan sebuah kasus,” jawab Joonmyun. “Bagaimana denganmu? Seharusnya kau tidak boleh berada di sini.”

“Aku sedang mengecek lukisanku. Semua lukisanku dipajang di lantai 3. Jadi aku meminta izin kepada pemilik galeri untuk mengeceknya sebelum lantai 3 dibuka untuk umum,” jelas Luhan.

Sunny mengibas tangannya. “Baiklah. Lupakan tentang itu. Kita sedang mengejar seseorang. Apa kau melihat seseorang dengan baju hitam di lantai ini?”

Luhan menggeleng. “Dari tadi aku sendirian.”

“Kau yakin?” tanya Joonmyun.

“Kau tidak percaya dengan mantan teman sekantormu ini?” tanggap Luhan sambil mengangkat alisnya.

Joonmyun baru saja ingin membalas ketika suara Baekhyun kembali terdengar di telinga kirinya.

Hyung! Lukisan Dark Moonlight hilang!

>>>

Semua rekaman CCTV sudah diputar berkali-kali. Akan tetapi, divisi tersebut belum juga menemukan titik terang tentang siapa yang mencuri lukisan yang menjadi barang utama di galeri tersebut.

“Boleh aku dan Kai pergi sekarang?” tanya Jessica.

Joonmyun mendesah pelan. “Silahkan. Kalian tidak ada urusannya lagi dengan kasus ini. Terima kasih untuk bantuan kalian dan selamat berjuang untuk kasus kalian.”

Jessica tersenyum kecil mendengarnya. Dia segera menarik Kai yang sedari tadi sibuk senyam-senyum sendiri. Jessica harus segera menarik rekannya itu sebelum orang lain menganggapnya sudah gila.

“Kita mau kemana? Bukannya rapat divisi pembunuhan baru akan dimulai nanti sore? Lebih baik kita bantu mereka menemukan tersangka, kan?”

Kai segera menyerbu Jessica dengan beribu pertanyaan ketika mereka sudah masuk ke dalam lift. Jessica tidak menjawab apapun. Dia membawa Kai ke parkiran dan masuk ke mobil Kai.

“Kita mau kemana?” tanya Kai lagi.

“Rumah Luhan.”

“Untuk?”

“Membunuh kalian berdua.”

>>>

Sesampainya di rumah Luhan, Jessica menghela napas panjang. Dari wajahnya, Kai dan Luhan pun tahu Jessica sedang emosi. Mereka memutuskan untuk duduk rapi di hadapan Jessica. Setelah menenangkan diri, Jessica menghampiri mereka berdua dan menjewernya.

“Yah, Jessica-ya! Sakit!” rintih keduanya.

“Lukisan itu ada pada kalian, kan? Kalian yang mencurinya, kan?” tanya Jessica dengan nada menyeramkan.

Kai dan Luhan melirik satu sama lain. Ya, ini lah mereka. Kai adalah rekan resmi Jessica. Kai juga memiliki Luhan sebagai ‘partner in crime’-nya. Entah sejak kapan hal itu terjadi. Yang pasti hanya Jessica yang tahu tentang hal ini.

“Ku bilang jangan mengacau lagi, Kai! Berhenti bertindak sesukamu! Ini bukan kasus resmi kita! Kita hanya diminta tolong!” omel Jessica. “Kau juga, Luhan! Sudah ku bilang jangan ikut campur dalam segala kasus KCIA! Apa susahnya sih? Kau kan sudah keluar!”

Kai dan Luhan tidak menjawab. Mereka sibuk merintih. Jessica pun memutuskan untuk melepaskan tangannya. Kai dan Luhan kini sibuk mengusap telinga mereka yang terasa panas.

“Apa susahnya sih mengikuti apa kataku?” tanya Jessica, kini suaranya terdengar lirih.

“Jess—“ Luhan mencoba untuk menjelaskannya namun kalimatnya tertahan di tenggorokannya ketika melihat mata Jessica yang mulai berair.

“Kau bodoh, Lu!” Jessica mendorong Luhan. “Kau tidak mengerti betapa takutnya aku setiap saat kau ikut campur? Negaramu bisa menarikmu jika tahu kau tetap bersikukuh menjadi bagian dari KCIA. Kau mau hal itu terjadi? Kau mau meninggalkanku sendirian di sini?”

Bukan rahasia lagi jika Luhan pernah menjadi bagian dari KCIA. Namun hal itu tidak bertahan lama karena aturan bahwa hanya orang berkewarganegaraan Korea lah yang dapat menjadi agen KCIA. Luhan bisa saja merubah kewarganegaraannya menjadi warga negara Korea Selatan. Sayangnya, pihak Cina sudah tahu alasan Luhan berganti kewarganegaraan sehingga permintaan Luhan ditolak. Bagaimanapun, Cina dan Korea Selatan adalah rival dalam masalah kemiliteran. Pihak Cina juga sudah mengancam akan menarik Luhan kembali jika Luhan tetap menjadi agen KCIA atau melakukan kasus dari KCIA. Itu sebabnya Luhan keluar dari KCIA.

>>>

Kai dan Luhan memutuskan untuk menceritakan strategi mereka setelah Jessica sudah tenang. Kai terpaksa melakukan itu karena ia pikir strategi tim Joonmyun kurang bagus. Selain Kai dan Luhan, Yoona juga tahu dan berjanji tidak akan menceritakan hal ini sebelum strategi terakhir dilakukan oleh Kai.

Rencana terakhir adalah Kai dan Yoona akan memberikan lukisan itu kepada sang tersangka di depan Myeodong Mall. Dan di sini lah mereka. Jessica bersama Joonmyun, Baekhyun dan Sunny berada di mobil untuk memperhatikan pergerakan Yoona dan Kai. Ketika tas berisi lukisan Dark Moonlight sudah berada di tangan tersangka, para agen KCIA pun segera menyergap mereka.

Kasus ditutup.

***

“Aku baru tahu Kai mempunyai banyak rekan,” komentar Sehun.

Kai tersenyum bangga. “Aku cocok dipasangkan oleh siapapun dan aku hebat di segala bidang. Jadi, yah begitu lah. Jessica benar-benar beruntung mendapatkan rekan sesempurnaku.”

Jessica meliriknya tajam, membuat Kai langsung mengatup bibirnya rapat. Itu mengundang tawa anggota divisi pembunuhan.

“Tapi aku perlu memuji Kai karena ia bisa mendapatkan strategi sebagus itu dan dia juga berhasil menipu divisi itu,” celetuk Hyoyeon.

Kai tersenyum lebar.

“Perlu kau tahu, Luhan lah otaknya. Dia yang membuat strategi dan mengatur pergerakan Yoona dan Kai,” sahut Jessica, melenyapkan senyuman Kai.

Taeyeon bangkit dari duduknya dan mencondongkan tubuhnya ke Jessica. “Bukankah itu berbahaya bagi Luhan?”

Jessica mengangguk. “Yah begitu lah. Ini gara-gara Kai yang mengajaknya.”

“Tapi aku sudah berjanji tidak akan mengajak Luhan lagi,” sergah Kai cepat.

“Baguslah. Karena jika Luhan dideportasi karena kau, Jessica pasti akan melemparmu ke neraka yang paling panas!” seru Taeyeon sambil tersenyum jahil.

Kai mengibaskan kedua tangannya. “Sudah! Sudah! Bukannya kita di sini untuk membicarakan kasus pembunuhan berantai itu? Kenapa kalian malah membicarakan hal lain?”

“Loh bukannya kau sendiri yang memulai?” cibir Sehun.

Kai membalasnya dengan cengiran khasnya.

“Jadi apa strategi kita?” tanya Jessica.

“Sebenarnya kita belum mempunyai strategi yang jelas karena informasi yang kita miliki juga tidak jelas. Jadi rencana awal kita hanya menyelidiki dan mencoret nama yang tidak mungkin. Tidak apa-apa?” jelas Taeyeon.

Kai dan Jessica saling melirik lalu mengangguk serentak.

“Oh ya, dimana Chanyeol?” tanya Hyoyeon.

Taeyeon memutar matanya. “Ada baiknya dia tidak perlu ikut. Dia terlalu jenius hingga selalu mengacaukan rencana. Jika ada dia, strategi kita bisa hancur begitu saja.”

***

Ruangan itu diramaikan oleh suara yang keluar dari 2 laptop. Taeyeon dan Sehun sibuk bertanding games, seperti biasa. Mereka terfokus kepada layar dengan bibir tertutup rapat.

“Yey!”

“AH! SEHUN CURANG!”

Begitulah yang terjadi ketika pertandingan itu selesai dan pemenangnya adalah Sehun. Sehun tidak ambil pusing karena Taeyeon memang selalu menganggapnya curang jika ia yang menang. Entah apa yang dipikirkan Heechul hingga mengangkat Taeyeon sebagai pemimpin divisi pembunuhan. Apa karena Taeyeon adalah sepupunya? Seperti Heechul tidak pernah peduli dengan ikatan darah. Atau memang karena tingkat keerroran otak Taeyeon tidak jauh berbeda dengan otak Heechul? Ini baru bisa dianggap benar.

“Berhenti bermain dan ayo selesaikan rangkaian strategi kita!” perintah Hyoyeon yang baru saja datang.

Hyoyeon menarik kursi supaya ia bisa duduk di dekat Sehun dan Taeyeon.

“Tanpa Jessica dan Kai?” bingung Taeyeon.

“Kai diculik oleh divisi tersebut lagi. Kalau Jessica… dia di rumah Luhan sekarang,” jelas Hyoyeon.

“Bagaimana dengan Chanyeol?” tanya Sehun.

Taeyeon menggertakkan giginya gemas. “Aku berpikir kenapa Chanyeol tidak diganti pekerjaannya. Dia tidak cocok sebagai investigator. Kau tahu—“

“Dia selalu mengacau. Ya, dia adalah legenda di divisi pembunuhan,” timpal Hyoyeon.

“Baiklah, lupakan soal Chanyeol dan kembali ke rencana!” sentak Sehun.

Hyoyeon dan Taeyeon mengangguk serentak.

“Kau tahu? Aku merasa misi kali ini tidak berakhir baik,” gumam Hyoyeon.

***

Chen duduk dengan manis di kursinya sambil memperhatikan Tiffany yang sedang menjadi tamu di sebuah seminar. Sejak ia bekerja di KCIA, dia menjadi asisten Tiffany secara tidak langsung. Kenyataan bahwa Tiffany tidak bisa bekerjasama dengan orang lain selain Chen, memaksa Chen untuk memprioritaskan Tiffany.

Terkadang Chen berpikir, siapa Tiffany hingga Chen harus selalu memprioritaskannya? Mungkin karena Chen tidak mempunyai tujuan hidup selain mengungkap misteri melalui pembedahan mayat lah yang membuatnya memprioritaskan Tiffany. Kenyataan bahwa Tiffany adalah orang egois dan perfeksionis, menambah alasan kenapa dia memprioritaskan wanita itu.

Dia teringat bagaimana caranya dia bisa bekerja di KCIA. Saat itu, terjadi kasus di kelas bedahnya dan kasus itu ditangani langsung oleh KCIA saat ia kuliah dulu. Dosennya menyuruhnya untuk mengamati perkembangan kasus yang ditanganih oleh KCIA itu. Walaupun awalnya Tiffany menolak kehadiran Chen tapi akhirnya Chen bisa meyakinkannya bahwa Chen tidak akan melakukan apapun.

Namun Chen mengingkari janjinya karena rasa keingintahuannya yang besar. Dia menyentuh mayat saat Tiffany tidak ada. Dia melanjutkan kegiatan otopsi itu walaupun hanya dengan mengamatinya saja. Tiffany memergokinya dan mengusirnya keluar. Sebelum itu, dia menjelaskan teori-teori yang ia dapatkan saat mengamati mayat. Itu membuat Tiffany sadar dengan apa yang ia lewati dan mengizinkan Chen untuk membantunya.

Setelah kasus itu terselesaikan, Chen dikejutkan dengan tawaran KCIA untuk menjadi asisten Tiffany. Awalnya Chen menolak karena dia hanya mahasiswa tahun 3. Sementara Tiffany sudah menekankan bahwa dia tidak mau pekerjaannyadiduakan oleh apapun. Tiba-tiba Kyuhyun datang memberikannya sebuah kertas yang ternyata merupakan ijazah dan bukti kelulusannya.

“Hm, apa kau kurang suka dengan gelar itu? Kau ingin S2? Atau S3? Baiklah aku akan memperbaikinya,” kata Kyuhyun ketika Chen tidak bisa berkata-kata.

“B-bukan begitu!” Chen menggeleng kuat. “Akan tetapi, apa tidak apa-apa aku memalsukan dokumen? Aku saja belum menyelesaikan pendidikan S1-ku.”

Kyuhyun mendecak sinis. “Oh ayolah, kau kuliah hanya untuk gelar? Di KCIA, kau bisa mendapatkan gelar apapun dengan bantuanku. Tanpa kuliah. Kau tinggal bilang padaku dan aku akan mengurus segalanya.”

“Tapi kenapa kau melakukan ini?”

“Karena Tiffany yang menyuruhku. Asal kau tahu. Dia jarang bisa bekerja sama dengan orang lain dalam hal forensik. Jika dia tiba-tiba menginginkan asisten sepertimu, aku harus membantunya. Jadi aku melakukan ini.”

“Bagaimana jika aku ketahuan memalsukan dokumen?”

“Kim Jongdae, pakai otakmu sedikit. KCIA lah yang menguasai hukum di Korea Selatan. Tidak mungkin agen KCIA menangkap sesama agen KCIA, ‘kan?”

Dan itu lah takdir yang membawanya ke tempat yang gila ini.

Chen mendongak ketika melihat sepasang kaki di depannya. Ternyata Tiffany sudah berada di depannya sekarang. Chen baru sadar bahwa seminar itu sudah selesai.

“Ku yakin seminar tadi membosankan hingga kau tertidur,” ucap Tiffany sinis.

Chen hanya membalasnya dengan senyuman kecil.

=== Trust and Lie ===

Aku masih kebingungan mau mulai dengan apa. Jadi aku buat segini aja dulu tapi sebisa mungkin udah kasih gambaran dan beberapa penjelasan. Soalnya masih ragu ><

Awal cerita chapter 1 terinspirasi dari White Collar. Kebetulan banget pas aku kebingungan milih awal kisah, aku keingetan salah satu episode di White Collar.

Advertisements

17 responses to “Trust and Lie – Chapter 1

  1. woah akhirnya kamu publish juga chapter 1nya, far… Eh, boleh kan aku panggil fara aja?
    Bayangin kai sama luhan dijewer sica… Aaaa pasti lucu banget!! >.<
    Chanyeol belum muncul nih, jadi belum tau dia segila apa…
    Chenfany sepertinya bakal seru juga hehe…
    Next chapter harus lebih seru lo yaa, harus lebih bikin penasaran wkwk ^^

    • panggil aja fara. aku emang pengennya orang-orang manggil aku fara. hehe ._.
      lucu banget~ aku aja sampe ngakak sendiri pas buat scene itu XD
      dia bakal muncul di chapter 2 dengan aduhainya kok. sabar aja
      aku usahakan. tapi ga janji. soalnya aku juga lagi susah nyari mood buat ff sih =3=

  2. masih bingung siapa yang nyemprotin tu cat ke camera cctv, aku kira emang beneran luhan. kan dia bisa ganti baju jadi warna putih pas suho ama sunny jalan ke lantai 3. 😆

    jujur aku aga curiga ama character abang luhan dicerita ini sih, mungkin luhan jadi ‘Lie’. kan biasanya kalo judul cerita yang bergenre action atau apalah pasti ada sangkut pautnya ama main character. tapi kayanya ngga mungkin luhan deh. kai? why not? aku baca di introduction the member si Kai itu ahli jadi penyamar. mungkin juga, dia psikopat?

    kocak yang pas adegan taeng ama sehun main games. heechul? jadi direktur KCIA? cocok cocok cocok. nah loh kyuhyun kok nongol? tuh kan tiff ada sesuatu ama chen, kalo karakter perfeksionis biasanya kurang bersosialisasi, dan cenderung tertutup. Kalo mempercayai orang juga pasti orang yang bener-bener dipercayai ama tiif. Iya ngga sih?
    chanyeol chanyeol chanyeol dimana kau? akh! abang saya belum nongol nih……

    • kan udah dijelasin. itu luhan. jadi luhan kerjasama bareng kai dan yoona buat ngerjain divisi penipuan. lol
      semua karakter bisa mencurigakan sewaktu-waktu. jadi berhati-hati lah ‘-‘
      aku ga bisa berhenti memikirkan heechul sebagai direktur. bayang-bayang kcia selalu menghantui(?) haha
      iya banget. berarti chen itu udah dipercayain sama tiff ‘-‘)b
      tenang aja dia muncul di chapter 2 dengan aduhainya(?)

  3. ye, chapter 1 muncul~
    aku suka ceritanya. luhan sama kai semacam anak dan jessica ibunya/?
    entah kenapa pas bagian sehun-taeyeon main game, di bayanganku malah onew-minho *lupakan
    ada chen juga. semoga chen gak lebih dari asisten buat fany. chen lebih lebihnya dihatiku aja *dimutilasi onew*
    aku suka karakter hyoyeon disini.
    intinya ceritanya bagus. lanjut ya eon~

  4. akhir’a dipublish jg part 1’a thor,tp it’s okay,ni crita’a emg perpect… q sk sm krakter mreka,
    kcian chanyeol,jd org yg trlalu pntr jg slah x ea,stau q org bdoh lah yg tdk trlalu pntig utk dibtuhkn,tp brbda ngan chnyeol,dia mlah sbalik’a,hehehe….
    ok thor q ttep stia nggu part slnjut’a!!!

  5. dipost jg akhrnya…
    lucu pas kai ma luhan dijewer sica e0n dah ky emaknya ja..haha
    meskipun ak msih bngung ma crita.a tp bagus kq…
    empat jemp0l buat author

  6. err aku suka cerita genre begini, tapi susah juga memahaminya. dari awal cerita bikin nebak-nebak sendiri.
    sekarang yang bikin aku penasaran malah karakternya luhan, ternyata dia jenius. tapi penasaran juga sama kai, kayaknya dia menyimpan sifat tak terduga o_o
    kalau ngelihat sehun dan taeyeon yang bisa main games begini, bikin pembaca pengen jadi agen kcia juga kali ya. ditengah kasus-kasus pembunuhan yang mereka urus, masih bisa santai. kalau lihat di iris, nss kan kayaknya sibuk mulu. paling cuma ngopy di cafe yang bisa mereka lakukan-_-
    aku suka sama chen dan tiffany disini. karakter tiffany yang perfeksionis dan chen yang tampak lugu sepertinya kalo digabungin bakal seru!
    ditunggu next partnya. fighting^^

    • luhan dan kai sesuatu gitu ya? ._.
      iya aku pernah coba nonton drama action korea dan mereka tuh serius semua. beda sama drama-drama amerika yg terkesan lebih manusiawi gitu. jadi aku juga buatnya yg versi manusiawinya juga. lol
      dari awal mikir jalan cerita ini, aku emang udah gregetan sama karakter tiffany, chen, luhan dan kai. sepertinya kamu bisa nangkep kegregetanku ya? -.-

  7. annyeong aku dtg brkunjung..
    slm knl ya.. 🙂
    nunggu2 chap 1 nya gk di post2.
    akhrnya mncba mngunjungi blog pribadi author..
    and daebak chap 1 dtmkan..
    kren thor..
    lnjt 🙂

  8. lucu ngebayangin kai sama luhan dijewer sama jess 😀
    Kok jadi keinget cheonsa team ya? kangen!!!! hehe……
    kasusnya yang greget lagi ya, chapter 2 asap!!! :p

  9. WOAH aku cuma mau bilang FF INI KEREN BANGET ;A; luhan nya keren gitu :3 sebenernya sih aku bayangin ini kayak film mi ._.v Lanjut ya unnir!! Aku tunggu 😛 Fighting!!

  10. ceritanya bakal seru nih..aku suka jessica sama tiffany g tau knp walau tiffany perannya kecil, aku pengennya sih tiffany gabung gitu sama jessica pasti lucu, tiffany yg perfeksionis, jessica yg dingin, kai yang tebar pesona, chanyeol yg kelewat jenius..haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s