[Series] Thorn Love — Chapter 5 :: New Disaster

Xiumin – Jessica – Kai

D.O – Yoona

1234

Note: aku mau buat kisah masa kecilnya Yoona. Tapi karena ga bisa dapet feelnya, aku ga jadi buatnya. Maaf untuk typo. Chapter ini panjang banget jadi aku males ngeditnya.

=== Thorn Love ===

Walaupun kemarin Kyungsoo sudah menyuruhnya untuk tidak ke kantor, Yoona terpaksa tetap pergi karena ayahnya Kai memanggilnya. Dengan perasaan terpaksa, Yoona menyusuri lorong lantai paling atas menuju ruangan sang direktur utama. Sebelumnya, dia memutuskan untuk mampir ke ruangannya untuk mengambil beberapa barang dan map yang mungkin saja dibutuhkan.

Setelah mendapatkan semuanya, Yoona menyadari pintu ruangan Kai terbuka. Banyak pertanyaan muncul di benak Yoona, salah satunya alasan pintu itu terbuka.

Bukankah Kyungsoo bilang Kai memiliki urusan penting hari ini?

Kenapa pintu ruangannya terbuka?

Yoona memutuskan untuk menutup pintu itu. Namun niatnya hilang saat mendengar suara Kai dan Kyungsoo di dalam ruangan. Bisa saja ia masuk untuk menyapa atasannya serta pelayan setia pria itu. Akan tetapi, rasanya itu tidak mungkin setelah ia mendengar sedikit isi pembicaraan mereka.

“Aku sudah mengirim orang untuk menculik Minseok. Sekarang mungkin orang-orang itu sudah membawanya ke resortmu di Incheon. Kita akan menyusul ke sana sekitar setengah jam lagi agar kita sampai tepat saat semuanya sudah rapi,” kata Kyungsoo.

Menculik Minseok? Siapa Minseok?

“Kerjamu bagus,” puji Kai, terdengar sedikit puas.

“Apa rencanamu selanjutnya?”

Terdengar tawa Kai menggelegar. “Mencari cara agar Minseok setuju untuk menjauh Jessica, tentu saja. Aku tidak akan membiarkan seorangpun mengganggu rencanaku untuk mendapatkannya.”

Yoona melangkah mundur lalu berlari meninggalkan tempat itu secepatnya. Entah kenapa, dia merasakan aura kuat yang mengerikan di tempat itu. Dia sampai di depan pintu ruangan direktur utama dalam waktu kurang dari 1 menit. Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan izin, ia masuk ke dalam ruangan itu.

“Oh Yoona-ya, kau sudah datang. Silahkan duduk,” sambut tuan Kim.

Yoona mengangguk. Isi pembicaraan Kai dan Kyungsoo terus-menerus berputar di otaknya.

“Yoona-ya, apa kau baik-baik saja?” tanya tuan Kim bingung melihat wajah gadis itu suram.

Yoona menutup wajahnya. Dia tahu siapa gadis bernama Jessica itu. Dia adalah gadis yang datang ke kantor Kai beberapa hari yang lalu. Mereka kuliah di kampus yang sama walaupun berbeda fakultas. Gadis itu terkenal dengan rumor monster yang berada di dalam tubuhnya. Kebetulan salah satu korbannya, Taeyeon, adalah temannya. Rumor itu berkata bahkan monster itu hanya bisa disembuhkan oleh Minseok, pria yang selalu bersama Jessica. Jika Minseok berada di tangan Kai, artinya monster itu tidak mempunyai pawang sekarang.

Masalah besar.

***

Jessica menggigit jarinya, panik. Sudah 1 jam berlalu dan Minseok belum juga menampakkan diri. Apa Minseok ingin membalas dendam karena Jessica pernah menghilang selama lebih dari satu jam hanya untuk bertemu Kai?

Ah, tidak mungkin!

Tentu saja tidak mungkin. Minseok tidak bertingkah kekanak-kanakan seperti itu. Lagipula, siapa Jessica hingga Minseok harus melakukan itu? Jessica hanya lah ‘pemilik diri Minseok’ bukan ‘pemilik hati Minseok’. Setidaknya itu lah yang dipikirkan olehnya.

“Apa kau melihat Minseok?” tanya Jessica ke semua orang yang ia temui.

Sebagian menjawab ‘tidak’ dan sisanya menjawabnya dengan gelengan. Jessica semakin khawatir karenanya. Bagaimana bisa tidak seorang pun melihat kepergian Minseok? Memangnya Minseok seorang ninja hingga bisa pergi dan datang tanpa diketahui?

Di tengah kepanikannya, Jessica berlari ke berbagai tempat hanya untuk mencari Minseok. Dia tidak memperhatikan orang-orang sekitarnya hingga dia menabrak seseorang. Bahkan sampai matahari terbenam pun ia tidak juga menemukan Minseok. Jika bukan karena butler keluarganya tidak datang menjemputnya, ia akan tetap berada di kampus untuk mencari Minseok sampai matahari kembali muncul.

***

Kedatangan Kai dan Kyungsoo di resort keluarga Kim yang sengaja ditutup selama seminggu itu disambut oleh sekitar 2 orang pria berbadan kekar. Mereka membawa Kai menuju kamar tempat mereka menawan Minseok sedangkan Kyungsoo menunggu di hall.

Setelah sampai di depan kamar Minseok, Kai melarang seorang pun untuk masuk bersamanya. Dia ingin bicara empat mata dengan Minseok. Melihat Minseok yang bersandar di punggung kasur sambil memegangi kepalanya karena rasa pusing belum sepenuhnya hilang, Kai menyeringai. Minseok terbelalak melihat keberadaan Kai di ruangan itu.

“Kau yang menculikku?” Minseok terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Alis Kai terangkat, menyempurnakan ekspresi Kai yang mencemooh Minseok. “Kau terdengar sangat terkejut. Kau tidak pernah menyangka aku akan melakukan ini?”

“Sialan kau, Kai-ssi! Apa maumu?!”

Kai menggerakkan jari telunjuknya. “Ssh, jangan berteriak, Minseok-ssi. Kau akan membuat orang-orangku masuk ke kamar dan mengganggu perbincangan ringan kita.”

Perbincangan ringan? Orang ini pasti sudah gila, batin Minseok.

Minseok menarik napas dalam untuk menenangkan diri. “Apa maumu, Kai-ssi? Aku harus segera kembali atau Jessica akan mengamuk. Kau tahu itu, ‘kan? Jessica tidak bisa jauh dariku.”

“Tenang saja, aku siap menggantikanmu. Apa kau tidak sadar bahwa kehadiranku di sekitarnya membuat monster itu terkunci? Apa kau pernah melihat monster itu muncul walaupun aku membuat Jessica mengamuk?”

Minseok terdiam mendengarnya. Dia baru menyadari hal itu. Bagaimana bisa orang asing itu berhasil mengunci monster itu sedangkan dirinya hanya bisa menjadi sebagai obat? Minseok tidak bisa menemukan jawaban yang cocok untuk hal ini. Kenyataan ini seakan memberitahunya bahwa Jessica sudah tidak membutuhkan dirinya lagi dengan keberadaan Kai sekarang. Ada bagian di dadanya yang terasa sakit.

Sudut bibir Kai kembali terangkat melihat ekspresi terluka di wajah Minseok. Dia menarik kursi untuk ia duduki sebelum inti pembicaraan sore itu terkuak. Kai menikmati perasaan sakit yang dirasakan oleh pria di hadapannya, membuatnya merasa menang. Dia sangat menyukai bau kemenangan. Akan tetapi, rasa itu masih kurang jika dibandingkan dengan perasaannya saat mendengar pria itu berani mencium Jessicanya.

“Sekarang keberadaanmu sudah tidak diperlukan lagi oleh Jessica karena aku siap berada di sampingnya. Ini kesempatanmu untuk meninggalkannya. Bukankah itu yang kau inginkan? Kau membenci Jessica, ‘kan? Oleh karena itu, aku akan membantumu untuk pergi dari kehidupan Jessica,” ucap Kai sambil melipat tangan di depan dada.

Minseok menatapnya tak percaya. Tak lama, kelirihan terpancar di matanya. “Aku tidak bisa. Aku adalah miliknya. Percuma kau melakukan ini karena keluarga Jung akan menemukanku. Cepat atau lambat.”

“Itu menyakitkan, Minseok-ssi. Kau kira keluarga Jung dapat mengalahkan orang-orangku?” balas Kai mendesis. “Lagipula jika kau bingung harus pergi kemana, aku akan menawarkan pilihan. Pergi keluar kota atau kembali ke keluargamu?”

Mata Minseok membulat. Kembali ke keluarganya adalah mimpinya sejak kecil. Dia merindukan ibunya. Ia bahkan sudah lupa bagaimana wajah-wajah keluarganya. Apa ayah dan ibunya adalah orang yang ramah? Apa dia memiliki kakak atau adik? Bagaimana dengan kakek dan neneknya? Paman, bibi dan sepupunya? Hatinya menginginkan hal itu.

Akan tetapi, bagaimana dengan Jessica? Hati kecilnya meragu.

***

Setelah Yoona habiskan waktu semalam untuk mencari tahu tentang Jessica dan Minseok, Yoona muncul di fakultas Ilmu Politik di saat waktu menunjukkan jam 9 pagi. Dia hanya mempunyai waktu 1 jam sebelum kelasnya dimulai, tambah 10 menit perjalanan dari fakultas Ilmu Politik ke fakultas Managemen sehingga waktunya tinggal 50 menit. Dia harus menemukan Jessica secepatnya untuk memberitahunya tentang Minseok. Minseok harus segera diselamatkan dari Kai sebelum monster di tubuh Jessica muncul.

Dia harus berkali-kali bertanya kepada orang-orang di sekitar tempat itu untuk mengetahui dimana Jessica berada. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan gadis yang dengan keras kepalanya masih mencari pria kesayangannya. Jessica datang ke perpustakaan dengan harapan dapat menemukan sosok Minseok sedang membaca buku di meja biasa.

Yoona tersenyum lega ketika melihat gadis itu sedang menyusuri setiap tempat di perpustakaan fakultas. Baru saja ia melangkah menuju Jessica, seseorang menarik tangannya keluar dari perpustakaan. Napasnya tercekat melihat Kyungsoo lah yang menarik tangannya.

“K-ke.. kenapa.. kenapa..”

Yoona tidak dapat menemukan kata yang tepat. Dia terkejut sekaligus takut pria itu mengetahui rencananya datang ke tempat itu. Mengingat Kai adalah majikannya, Yoona rasa dia tidak akan membiarkannya untuk merusak rencana majikannya.

“Apa yang kau lakukan di sini, Yoona-ssi?” tanya Kyungsoo dengan senyuman khasnya. Sepertinya biasa, selalu berhasil membangunkan kupu-kupu di perut Yoona.

Yoona menggaruk kepalanya sekilas sambil memikirkan alasan yang tepat. “A-aku.. di sini.. aku..”

“Aku harap keberadaanmu di sini tidak untuk membocorkan rencana Kai kepada Jessica. Kau tidak mungkin melakukan itu, ‘kan?” lanjut Kyungsoo, senyumannya melebar namun genggaman tangannya semakin kuat yang menyebabkan Yoona merintih kesakitan.

Yoona tidak menyangka pria itu bisa tahu rencananya. Apa pria itu juga tahu bahwa Yoona mencuri dengar pembicaraan antara Kai dan dirinya? Padahal seingat Yoona, ia tidak melakukan hal apapun yang membuat mereka berdua menyadari kehadirannya saat itu.

“T-tentu saja tidak. Akh, Kyungsoo-ssi, kau menyakitiku!”

Kyungsoo terkejut mendengarnya. Dia segera melepaskan tangan Yoona dan memberikan pandangan menyesal kepada Yoona. Dengan tatapan itu, bagaimana Yoona bisa marah kepadanya?

“A-aku—“

“Mari aku antarkan kau ke fakultasmu. Sebentar lagi kelasmu dimulai, ‘kan?” ajak Kyungsoo sambil menggandeng tangan Yoona lembut.

Walaupun Yoona ingin sekali kabur untuk memberitahukan Jessica apa yang terjadi, hatinya menyuruhnya untuk tidak melakukan itu. Keberadaan Kyungsoo membuatnya berpikir memberitahu Jessica adalah keputusan yang salah.

***

Jessica terduduk di bangku taman. Dia ingin sekali menangis namun matanya tidak bisa mengeluarkan air mata. Ia tidak tahu kenapa. Kepergian Minseok yang tiba-tiba membuatnya mati rasa.

Gadis itu terkejut ketika sebuah es krim muncul di depan matanya. Dia menoleh dan menemukan Kai duduk di sampingnya sambil menikmati es krimnya. Kai menarik salah satu sudut bibir karena mata Jessica tidak mengedip sekali pun.

“Es krimnya akan meleleh jika tidak kau habiskan sekarang,” ujar Kai, menyadarkan Jessica dari kekagetannya.

Jessica menerima es krim itu sambil kembali memikirkan kemana perginya Minseok. Mungkin butlernya bisa membantunya mencari Minseok berada. Tidak, Jessica tidak bisa kehilangan Minseok sekarang.

“Tumben sekali kau tidak bersama Minseok,” pancing Kai.

Jessica menundukkan kepalanya. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia hanya diam. Melihat Jessica tidak memberikan respon apapun, Kai tidak mau merepotkan diri untuk mencari topik pembicaraan. Biarkan keheningan menemani kebersamaan mereka.

“Jess?”

Jessica menoleh. Matanya tertuju kepada benda yang berada di tangan Kai. Sebuah kalung cantik berbandul bintang kecil.

“Ini untukmu,” ucap Kai.

Jessica menatap mata Kai. “Kenapa?”

“Karena kau adalah milikku. Bintang ini sebagai tanda kau adalah sinar yang berharga di hidupku.”

***

“Minseok belum ditemukan, Nona?” tanya butler Kim saat Jessica memanggilnya.

Jessica bersandar pada punggung kasur sambil memeluk boneka birunya. Dia menggeleng pelan.

“Nona ingin aku mengirim orang mencarinya?” tanya butler Kim lagi.

Jessica mengangguk.

“Bagaimana jika Minseok tidak dapat ditemukan?”

Jessica melirik butler itu tajam. Dia tidak suka pertanyaan itu. Orang-orang yang dipekerjakan oleh keluarga Jung tidak pernah mengecewakannya. Tidak mungkin mereka gagal menemukan Minseok.

Mengetahui dirinya salah bertanya, butler Kim segera meminta maaf lalu meminta izin untuk pergi. Jessica hanya menjawabnya dengan helaan napas dan mengangguk.

Jessica bangkit untuk berdiri di depan cermin. Dia menatap pantulan kalung yang melingkar di lehernya. Apakah memakai kalung ini adalah hal yang tepat ketika otaknya dipenuhi oleh Minseok? Jessica menghela napas seraya melepaskan kalung itu dan meletakkan kalung itu di kotak kecil di meja belajarnya. Dia belum siap memakai barang pemberian Kai. Tidak saat dia cemas memikirkan Minseok.

Kepalanya menoleh ketika mendengar handphonenya berdering. Dia segera mengecek handphonenya.

From: Minseokkie

Selamat tinggal, Jessica.

Air matanya mengalir. Kini dia tahu kenapa air mata itu tidak mengalir dari awal Minseok menghilang. Kepercayaannya yang dia berikan sepenuhnya kepada Minseok telah menghadang air matanya mengalir. Dirinya percaya Minseok tidak akan meninggalkan dirinya. Kini, kepercayaan itu hancur.

***

“Kau senang sekarang?” desis Minseok tajam.

Kai tertawa. Bukan hanya rasa senang, tapi juga kepuasan yang Kai rasakan sekarang. Kini Jessica benar-benar sudah terlepas dari Minseok.

“Yeah, cukup untuk jaminan bahwa kau benar-benar menerima bantuanku. Selanjutnya kau tinggal menunggu sampai anak buahku menemukan keluargamu. Terima kasih sudah mau bekerja sama, Kim Minseok.”

Minseok mendengus. Dia masih tidak mempercayai dirinya yang sudah setuju dengan perjanjian yang diajukan oleh Kai. Dalam hati, dia berharap Jessica tidak akan melakukan hal yang mengerikan selama ia tidak ada.

Kai duduk di dekat Minseok sembari memainkan handphonenya lalu menunjukkan layarnya kepada Minseok. Pria itu menyeringai melihat mata Minseok kembali membulat melihat foto Jessica memakai kalung yang ia berikan.

Kai terkekeh pelan. “Kalung yang cantik, bukan? Aku memberikan kalung itu kepadanya sebagai peresmian dirinya menjadi milikku. Kau lihat wajahnya? Dia baik-baik saja tanpamu. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya. Seperti yang ku katakan, Jessica akan baik-baik dengan aku di sampingnya. Bukan kau.”

Minseok mengepalkan tangannya. Akan tetapi, dia tidak berbuat apapun. Kai benar, Jessica terlihat baik-baik saja tanpanya. Entah kenapa, hatinya sakit.

“Kenapa kau melakukan ini jika kau bisa merebut hati Jessica dengan cara baik-baik? Kau takut tidak bisa menang dariku?” tanya Minseok, bibirnya menyeringai.

Kai memicingkan matanya lalu menggeleng. Dia tersenyum tipis. “Bukan karena takut tidak bisa menang, tapi aku takut aku kecewa dengan diriku sendiri. Tidak ada yang lebih menyedihkan dari mengecewakan diri sendiri.”

***

Kai menghela napas panjang karena dirinya kembali dihadapkan dengan pekerjaan yang menumpuk. Kyungsoo sudah melarangnya untuk memanfaatkan Yoona sehingga dia harus menyelesaikan semua ini sendiri. Dan dia benci itu.

“Jadi apa ada kemajuan dari pencarian keluarga Kim Minseok?” tanya Kai.

Kyungsoo mendesah. “Ya, ada. Ibunya pindah ke Jeju setelah menjualnya. Tidak diketahui ayahnya berada dimana.”

“Tunggu, kau maksud orangtuanya berpisah?”

Kyungsoo mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu. Tidak ada orang atau data yang dapat memberitahu kita lebih lanjut soal itu. Dan dimana tepatnya ibu Minseok berada, kami masih terus mencari tahu.”

Kai mengangguk mengerti. “Baiklah, pekerjaan kalian bagus. Sangat cepat.”

“Ya, agar kau bisa terfokus kepada pekerjaanmu di perusahaan ini.”

Kai mendelik kesal. Dia kesal dengan Kyungsoo yang selalu memaksanya bekerja dengan baik padahal sahabatnya tahu ia membenci pekerjaan kantoran.

“Selesai~”

Kai berseru bahagia setelah kurang lebih 5 jam berkutat dengan pekerjaannya. Pekerjaannya memang tidak terlalu banyak karena adanya Kyungsoo yang membantunya. Kyungsoo memang terbukti serba bisa. Apapun pekerjaan, dia bisa melakukannya dengan baik. Terkadang Kai penasaran kenapa orang sesempurna Kyungsoo malah memilih tetap menjadi pelayannya daripada mencari cara untuk menjadi lebih berhasil dari sekarang. Ia yakin orang seperti Kyungsoo dapat mengubah dunia dengan otaknya.

“Kyungsoo-ya, kau berikan semua berkas ini kepada Yoona. Aku akan pergi ke rumah Jessica. Tidak perlu kau antar. Cukup jemput aku setelah urusanku selesai,” kata Kai sambil melempar kunci mobilnya kepada Kyungsoo.

Kyungsoo mengangguk mengerti. Setelah Kai pergi, dia mengecek ulang hasil pekerjaan Kai. Helaan napas berat terdengar darinya. Kai akan tetap menjadi Kai. Selalu menyisakan pekerjaan untuk Yoona.

Dengan pasrah, Kyungsoo mengantarkan berkas-berkas itu ke meja Yoona di depan ruangan Kai. Dia mengerjap melihat Yoona yang melamun sambil menatap sebuah foto 2 anak kecil.

“Foto siapa itu?” tanya Kyungsoo.

Yoona terlonjak bangun mendengarnya. Dia tidak habis kenapa pria itu selalu muncul seperti hantu. Namun dia tidak terlalu memikirkannya. Yoona tersenyum kepada Kyungsoo.

“Ini adalah foto aku dan kakakku sebelum kakakku meninggal karena kecelakaan lalu mendonorkan matanya kepadaku. Satu-satunya kenangan yang tertinggal karena semua barangnya dibakar oleh ayahku setelah dia meninggal,” jawab Yoona lirih.

Kyungsoo mengernyit bingung. “Donor mata?”

“Ya, donor mata. Kebetulan mata kananku buta sejak aku lahir. Agar kedua mataku tidak berbeda warna, ayahku memutuskan untuk mendonorkan kedua matanya. Jadi kedua mata yang ku gunakan sekarang adalah milik kakakku.”

Mata kanan yang buta sejak lahir?

“Boleh aku melihat foto itu?” pinta Kyungsoo.

Yoona ragu-ragu menyerahkan foto itu. Kyungsoo memberikan senyum ketika foto itu sudah berada di tangannya. Matanya terbelalak melihat foto seorang gadis cilik yang tidak asing baginya. Gadis masa kecil Kai.

***

Mungkin ini pertama kalinya Kai mengunjung rumah Jessica. Jika Jessica masuk kuliah hari ini, mungkin Kai lebih memilih untuk menemuinya di kampus. Sayang sepertinya Jessica begitu terpukul akibat pesan yang dikirimkan oleh Minseok.

Para pekerja di rumah itu seakan tidak percaya saat Kai mengenalkan dirinya sebagai kekasih Jessica. Tentu saja, mereka tahu betapa terobsesinya Jessica dengan Minseok. Tidak mungkin Jessica bisa berpacaran dengan orang lain. Akan tetapi, akhirnya terpaksa untuk percaya ketika nona muda mereka setuju untuk keluar dari kamar setelah mendengar nama Kai disebutkan.

“Untuk apa kau datang ke rumahku?” tanya Jessica tak niat.

Wajah gadis itu pucat dan lemas. Ada rasa kasian juga menyesal di hati Kai. Andai dia tidak memaksa Minseok untuk mengirimkan pesan itu, mungkin Jessica tidak akan semenyedihkan ini.

“Aku berkunjung untuk bertemu dengan kekasihku. Memang apa lagi?” balas Kai santai.

Jessica mendengus kesal sambil melepas ikatan rambutnya lalu mengikatnya kembali. Itu membuat mata Kai teralih ke leher Jessica.

“Kemana kalung yang ku berikan?” tanya Kai.

“Kenapa? Kau ingin memintanya kembali?” sahut Jessica asal.

“Jess…”

“Ada di kamarku.”

“Berikan itu padaku.”

Jessica menatap Kai bingung. “Apa?”

Melihat wajah Kai yang serius, akhirnya Jessica bangkit dan mengisyaratkan Kai untuk mengikutinya. Dalam hati, dia berharap Kai tidak akan melakukan hal yang macam-macam kepadanya.

Kai tersenyum lebar sambil memperhatikan isi kamar Jessica. Baru kali ini Jessica membiarkan orang lain masuk ke dalam kamarnya, kata salah satu pembantu rumah itu. Jelas itu membuat Kai bangga.

“J-jangan berpikir macam-macam!” tekan Jessica tergagap.

Kai mengangguk. “Kalau aku bisa.”

Jessica mendelik tajam. Melihat Kai yang tidak merespon tatapan tajamnya, Jessica menggerutu pelan. Dia segera berjalan menuju meja belajarnya sedangkan Kai berjalan ke lemari buku Jessica. Terlihat banyaknya buku cerita anak-anak di lemari itu.

“Kau masih suka membaca dongeng pengantar tidur?” tanya Kai.

Jessica menoleh. Dia malu karena Kai mengetahui hal itu sampai dia tidak bisa memikirkan jawaban apa yang cocok. Dia memutuskan tidak menjawab apapun. Dia mengambil sebuah kotak tempat ia menyimpan kalung yang diberikan oleh Kai.

“Rapunzel, turunkan rambut panjangmu,” gumam Kai saat tangannya menyentuh buku cerita tentang Rapunzel. “Gadis berjubah merah, hati-hati dengan serigala di hutan sana. Dia sangat jahat,” Kai kembali mengutip kisah salah buku dongeng yang dimiliki oleh Jessica.

Damn, Kai! Stop it!” kesal Jessica. Tutup kotak yang sulit dibuka membuatnya semakin frustasi.

Kai terkekeh. Dia melanjutkan kegiatan mengutipnya. “Oh Rose, kau harus menjaga putri Aurora. Aku tidak mau kehilangannya.”

“Ah!” pekik Jessica frustasi.

Kai hanya tertawa mendengarnya, menyebabkan Jessica menyibir kesal. Akhirnya gadis itu bisa tersenyum lega saat kotak itu terbuka. Dia mengambil kalung itu lalu menghampiri Kai yang sedang melihat-lihat koleksi bukunya. Jessica meraih tangan Kai dan meletakkan kalung itu di telapak tangan Kai.

“Sekarang kau sudah tidak punya alasan lagi untuk berada di sini. Pergi dari rumahku!” usir Jessica.

Kai menyeringai melihat Jessica berbalik badan, hendak menjauh darinya. Kai menyelengkat kaki Jessica. Saat melihat gadis itu kehilangan keseimbangan, Kai segera menahan Jessica. Akan tetapi mereka malah terjatuh bersama. Beruntung Kai sempat memutar posisi mereka sebelum mereka menghantam lantai sehingga Jessica jatuh di atas tubuh Kai. Jessica terbelalak seraya berusaha menjauh. Tapi Kai malah menahannya.

“Aku membeli kalung ini untuk dipakai olehmu. Bukan disimpan lalu dikembalikan kepadaku,” gumam Kai sambil memakaikan kalung itu di leher Jessica.

Kai tersenyum puas melihat kalung itu melingkar di leher Jessica. Sementara Jessica terlihat tidak nyaman dengan kedekatan mereka. Dia segera bangkit tapi kembali gagal karena ditarik oleh Kai. Jessica terduduk di kaki Kai, menyebabkan Kai meringis pelan.

“Esh, kenapa kau tidak suka berada di dekatku sih?” gerutu Kai.

Jessica memicingkan matanya kesal. “Karena kau itu menyebalkan!”

Kai tersenyum. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica. Kali ini, Jessica meresponnya dengan cepat. Dia mendorong tubuh Kai menjauh.

“Menjauh, Kai..” pinta Jessica pelan sambil tersenyum kosong.

Kai mengangkat alisnya sambil menyeringai menggoda. “Aku tidak mau.”

Jessica tertawa lirih sambil mendorong Kai sekuat tenaga. Dia bangkit dan memilih untuk duduk di atas kasur. Jessica bersandar pada punggung kasur sambil memeluk kedua lututnya. Dia terlihat seperti sedang meringkuk ketakutan. Kai khawatir melihatnya. Dia mencoba mendekat tapi Jessica mengangkat tangannya seakan melarang Kai mendekat.

“Aku tidak mau menyakitimu. Ku mohon,” lirih Jessica.

“Aku yakin kau tidak akan menyakitiku,” sahut Kai pelan.

Jessica menggeleng. “Kau tidak mengerti. Aku sedang berada di titik kerapuhanku. Dan aku tidak akan segan-segan untuk menyakiti siapapun jika aku rasa itu perlu.”

“Ku rasa tidak. Aku yakin monster itu tidak akan datang.”

“Kai!” pekik Jessica membentak.

Tubuh gadis itu bergetar, menahan tangis dan amarah, juga rasa takut. Jessica kembali tertawa kosong. Gadis itu terlihat sangat mengerikan bagi orang-orang umum. Tapi tidak bagi Kai. Itu terlihat sangat menyedihkan. Jessica benar, dia berada di titik kerapuhannya. Kai bisa melihat seberapa rapuhnya gadis itu. Dan itu semua karena Minseok, serta dirinya sendiri secara tidak langsung. Bagaimana pun, dia yang membawa Minseok pergi dari Jessica dan membuat Jessica serapuh ini.

Jessica mendongak, menatap Kai lirih namun tajam. “Kau tidak mengerti. Monster itu… monster itu hanya lah hasil dugaan para psikiater bodoh itu. Monster itu adalah aku. Aku melakukan semua itu secara sadar. Dan sentuhan Minseok lah yang membuatku merasa tenang kembali. Sentuhannya yang menghangatkan seakan memberitahuku bahwa semua akan baik-baik saja dan dia akan selalu bersamaku.”

>>>

Yoona merapikan berkas-berkasnya. Setelah mejanya sudah rapi, dia memasukkan barang-barang pribadinya. Dia merenggangkan tubuh setelah semua itu selesai lalu membawa bahan rapat untuk besok ke dalam ruangan Kai. Yoona hampir melompat kaget saat melihat sosok yang tertidur di sofa ruang kerja Kai. Kyungsoo…

Yoona menghampiri sosok Kyungsoo yang tertidur. Dia meletakkan berkas itu di meja lalu duduk di sofa yang paling dekat dengan Kyungsoo. Yoona menepuk pipi Kyungsoo pelan.

“Kyungsoo-ssi, ireona..”

Ternyata tidak sulit untuk membangunkan pria itu walaupun pria itu terlihat kelelahan. Dia menguap kecil lalu memberikan senyuman kepada Yoona seperti biasa. Ekspresinya saat itu sangat manis, mengingatkan Yoona dengan anak kecil.

“Hei, kau sudah selesai dengan pekerjaanmu?” tanya Kyungsoo lembut.

Yoona mengangguk. “Yap, aku sudah selesai. Kau… kenapa masih ada di sini?”

“Menunggumu selesai. Kai menyuruhku untuk menunggumu sampai kau selesai.”

Yoona membulatkan bibirnya. Dia tidak menyangka ternyata Kai bisa peduli juga dengannya.

“Tentu saja untuk membawa pulang bahan rapat itu untuk ia pelajari di rumah,” lanjut Kyungsoo.

Oh ternyata aku hanya alasan sampingan, gerutu Yoona dalam hati.

“Oh ya, Yoona-ssi..” panggil Kyungsoo.

Yoona mengerjapkan mata sebagai respon.

“Aku lebih tua dari Kai. Hm, jika kau mengerti… bukankah—“

Yoona mengangkat tangannya, meminta Kyungsoo berhenti berbicara. Dia mengerti maksud Kyungsoo, dan itu membuatnya terkejut.

“J-jadi.. apa aku harus memanggilmu—“

“Kyungsoo oppa,” sela Kyungsoo sambil tersenyum ramah.

Yoona menangkup wajahnya. Itu membuat pipinya merona. Tapi sepertinya Kyungsoo tidak menyadari itu. Buktinya Kyungsoo tetap tersenyum polos kepadanya.

>>>

Kai menghela napas. Dia menghempaskan diri di sofa terdekat. Matanya tetap memperhatikan gerak-gerik Jessica, takut gadis itu melakukan hal yang akan membahayakan dirinya sendiri. Tapi bibirnya tidak bergerak. Dia diam. Matanya menagih kelanjutan dari kalimat Jessica. Jessica mengerti.

“Aku tidak sepolos dan selugu yang kalian pikirkan. Aku bahkan bisa lebih kejam dari monster itu. Aku sangat menikmati momen-momen saat aku menyiksa mereka. Saat mereka memohon rasa kasihanku. Itu membuatku merasa sangat kuat. Aku merasakannya sejak aku kecil.

“Minseok tidak tahu itu. Dia bahkan tidak tahu apa-apa soal ayahku. Dia tidak tahu bagaimana ayahku meninggal. Dia tidak tahu. Dia selalu berkata kepada orang-orang kalau dia mengenaliku seakan aku adalah dirinya. Dia bohong.

“Dia tidak tahu bahwa malam itu, aku membunuh ayahku dan seorang wanita jelek tidak berharga itu. Ayahku seorang pengacara sialan. Dia pintar menyelesaikan masalah-masalah kliennya denga mudah. Dia selalu menang di pengadilan. Suatu saat, dia mengurus masalah perceraian dan membuatnya sangat sibuk. Mengetahui hal itu, aku sangat bangga terhadap ayahku. Tidak sampai malam itu terjadi.”

Jessica berhenti sejenak untuk mengatur napasnya. Air mata di pelupuk matanya sudah siap untuk mengalir. “Malam saat aku terbangun di tengah malam dan tidak bisa tidur kembali. Aku memutuskan untuk pergi ke kamar orangtuaku agar aku bisa tidur dengan ibuku. Akan tetapi aku malah menemukan ibuku sedang menangis di luar kamar dan ditemani oleh beberapa pembantu yang sibuk menenangkannya. Aku menghampirinya dan memeluknya. Ibuku menyuruhku untuk kembali ke kamarku.”

Jessica menggeleng kuat seakan dia berada di saat kejadian itu.

“Aku tidak mau kembali ke kamar. Aku ingin tahu penyebab ibuku menangis. Aku bangkit dan memutar kenop walaupun para pembantuku sudah berteriak jangan. Aku memang keras kepala karena aku tetap melakukannya. Pemandangan dalam kamar membuatku tidak bisa berpikir maupun bernapas. Aku merasa jiwaku mati saat ayahku melakukan hal menjijikan dengan wanita lain di atas kasur yang biasa dipakai tidur oleh ibuku. Mereka seperti sedang kesetanan yang haus akan nafsu. Aku berlari ke ayahku dan menarik tangannya. Tapi aku malah didorong kasar. Saat itu lah aku melihat pisau buah di keranjang buah karena ibu suka memakan buah di kamarnya.”

Jessica kembali diam seraya menurunkan kakinya. Dia berjalan perlahan tanpa arah. Melihat itu, Kai mulai cemas Jessica akan melakukan sesuatu. Jessica mengambil sisir di meja riasnya dan menggerak-gerakkannya sisir itu seakan sisir itu adalah pisau buah.

“Aku mengambil pisau itu dan ku goreskan ke kulit punggung ayahku yang tak tertutup apapun. Cairan kental berwarna merah mengalir bersamaan dengan terdengarnya teriakan ayahku. Bagiku, saat itu adalah pemandangan terindah. Aku terus terlusuri kulit itu. Atas ke bawah. Kiri ke kanan. Diagonal, vertikal, horizontal. Terus-menerus hingga permukaan kulit berwarna merah semuanya.

“Aku tahu saat itu, ruangan dipenuhi dengan suara teriakan. Itu yang membuatku semakin semangat mengukir di kulit ayahku sampai akhirnya ada yang menarikku menjauh. Ternyata pisau sempat mengiris leher ayahku. Aku meronta, meminta untuk dilepaskan. Pisau itu mengenai tangan orang yang menahanku sehingga dia melepaskanku. Aku berlari menuju wanita menjijikan itu dan menancapkan pisau itu di perutnya. Ku goyangkan ke kiri dan kanan. Aku senang melihat pisau itu menari dan menyebabkan cairan merah kental mengalir. Menarik pisau itu dan menancapkannya di tempat lain. Aku merasakan kesenangan yang tak terhingga saat melihatnya.”

Kai bangkit dan menarik tangan Jessica agar gadis itu menatapnya. Kekosongan, kehampaan, kepedihan dan keterpurukan terpancar dari mata itu. Entah sejak kapan, air matanya berhenti. Jessica tersenyum lebar, terlihat sangat menakutkan jika disandingkan dengan pancaran matanya.

“Malam itu, Minseok tidak tahu apa-apa. Dia tertidur lelap di kamarnya. Dia tidak tahu bahwa gadis polos nan lugu yang selalu bersamanya, telah membunuh ayahnya sendiri dan wanita jalang itu. Dia tidak tahu bahwa ayahku mati karena kehabisan darah dan wanita sialan itu mati karena banyak organnya yang sekarat karenaku. Dia tidak tahu,” gumam Jessica, suaranya bergetar.

Jessica mendorong Kai menjauh dan melepaskan tangannya. Dia menghempaskan tubuhnya di kasur. Matanya menerawang.

“Setelah kejadian itu, eomma sibuk mengurus segala hal untuk menutupi kejadian itu. Dia tidak ingin nama baik keluarganya tercoreng. Itu alasan kenapa eomma tidak pernah membiarkanku sekolah di sekolah umum. Dia selalu berusaha untuk tetap mengawasiku di setiap saat. Minseok tidak curiga karena dia terlalu polos juga bodoh. Maka aku tidak khawatir tentang dia,” lanjutnya.

“Kau baik-baik saja, Jess?” tanya Kai cemas.

Jessica menggeleng. Air matanya kembali mengalir. “Tentu saja aku tidak baik-baik saja! Minseok menghilang! Padahal Minseok adalah satu-satunya orang yang ku percaya. Sejak kejadian itu, hanya dia yang tetap tersenyum tulus kepadaku. Hanya dia yang berhasil mengambil seluruh kepercayaanku. Lalu sekarang dia pergi dengan semua itu. Kau pikir aku baik-baik saja?!”

>>>

Minseok duduk di tepi kasur dengan gelagat cemas. Entah kenapa hatinya tidak tenang. Otaknya terus memikirkan Jessica. Rasa takut yang luar biasa menyusup ke hatinya dan memeluk hatinya erat. Dia bahkan merasa oksigen di sekitarnya mulai menipis. Dirinya sungguh tidak bisa tenang. Dia tahu ada sesuatu yang terjadi dengan Jessica.

“Jessica, ku mohon… kau harus baik-baik saja selama aku tidak ada. Aku janji. Aku janji. Jika aku berhasil menemukan keluargaku, maka aku akan kembali kepadamu. Ku mohon.. baik-baik saja lah, Jessica…” gumamnya.

Perhatiannya teralih saat mendengar suara bel kamarnya berbunyi. Dia bangkit menuju kamarnya. Minseok membuka pintu kamar hotelnya perlahan.

>>>

“Aku memberikan seluruh kepercayaanku kepada Minseok. Tapi dia pergi dariku. Bagaimana caranya agar aku baik-baik saja? Aku tidak tahu cara untuk mengambil semua kepercayaanku yang sudah ku berikan kepada Minseok,” isak Jessica.

Kai menghela napas panjang. Dia tidak mengira ia akan berada di situasi seperti ini. Dia tidak mengerti harus melakukan apa. Dia tidak biasa untuk menenangkan emosi orang lain sementara dia saja selalu mengekspresikan emosinya tanpa pandang situasi dan kondisi. Jika Kyungsoo berada di sampingnya, mungkin dia sudah menyuruh Kyungsoo untuk menenangkan Jessica. Tiba-tiba dia teringat kata-kata Jessica tadi.

“Kau tidak mengerti. Monster itu… monster itu hanya lah hasil dugaan para psikiater bodoh itu. Monster itu adalah aku. Aku melakukan semua itu secara sadar.”

“A-apa maksudmu saat kau bilang, kau sadar saat monster itu mendominasi dirimu?” tanya Kai ragu. Dia tidak mau menguak rahasia Jessica terlalu dalam, tapi dia penasaran. Di saat seperti ini, siapapun pasti jujur.

Jessica menarik napas dalam kemudian menjilat bibirnya yang kering. “Monster itu… tidak ada. Dia adalah aku. Monster itu adalah jiwaku. Semua hal terjadi saat itu karena jiwaku yang mengontrol tubuhku. Awalnya aku memang tidak sadar saat melakukannya. Banyak orang yang gelap mata saat melakukan itu, kan? Tapi hal itu terjadi berkali-kali hingga aku bisa mengontrolnya. Ku mainkan peran itu sehingga Minseok tidak akan menyalahkanku dan tetap bersamaku. Saat aku memukul kakak kelas, saat aku menampar Taeyeon, saat aku menganiaya pria mabuk itu… aku melakukannya dalam keadaan sadar.”

Jessica tersenyum manis ke arah Kai yang sudah berdiri di samping kasurnya. Kai semakin sulit untuk bernapas. Dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Jessica yang ia kenal bukanlah Jessica yang berada di hadapannya. Jessica yang berada di hadapannya adalah gadis yang berhasil membuatnya waspada. Gadis dengan aura berbahaya.

“Tapi semua itu sudah tidak perlu. Nyatanya, Minseok tetap meninggalkanku. Dan orang asing yang tiba-tiba memaksa masuk ke dalam kehidupanku lah yang kini selalu berada di sampingku. Aneh, bukan?” gumam Jessica lirih.

Gadis yang memancarkan aura berbahaya tadi sudah berubah menjadi gadis yang rapuh, gadis yang perlu pelukan hangat. Jessica mengubah posisinya menjadi duduk lalu meraih tangan Kai. Dia menggenggam tangan Kai dengan erat seakan takut ditinggalkan oleh Kai. Menit berikutnya, Jessica menatap Kai dalam seakan mohon.

“Hanya kau yang tahu tentang ini. Karena itu, jangan tinggalkan aku..” pinta Jessica lirih. “Janji?”

Kai tersenyum tipis seraya berlutut di depan Jessica agar wajah mereka sejajar. Diciumnya jari-jari Jessica lembut. Kai menatap Jessica seakan memberikan kepastian.

>>>

Yoona baru saja memasuki rumahnya setelah diantar pulang oleh Kyungsoo. Pria itu membuatnya tersenyum lebar. Pria itu membuat hatinya terasa hangat setelah didinginkan oleh kelakukan Kai di kantor siang ini. Pria itu selalu menjadi malaikat penolong dan Kai adalah iblis terjahat baginya.

Yoona terkesiap saat melihat ayahnya dan ibu tirinya duduk di sofa ruang tamu. Mereka sedang memperhatikan dirinya. Tanpa diberitahu pun, Yoona tahu kalau mereka menunggu dirinya. Yoona menjilat bibirnya seraya memaksakan untuk tersenyum.

“Annyeonghaseyo,” salamnya sambil membungkukkan badannya.

“Duduklah, Yoona-ya,” perintah ayahnya.

Yoona mengusap tengkuk. Dia merasa sesuatu yang buruk akan ia dengar, dan dia tidak mau perasaannya itu benar. Yoona mengambil duduk di hadapan mereka dan mencoba memposisikan dirinya senyaman mungkin.

“Bagaimana pekerjaanmu selama ini?” tanya ibu tirinya dengan senyuman hangat.

Yoona membalas senyumnya tipis. “Baik-baik saja. Tidak terlalu buruk. Selalu ada seseorang yang membantuku saat aku mempunyai kesulitan.”

“Jongin?”

Yoona merapatkan bibirnya. Dia ragu harus menjawab apa. Dia bingung harus jujur atau tidak. Jika kedua orangtuanya tahu bagaimana perlakuan Kai terhadapnya, ia yakin orangtuanya akan merasa kecewa dan sakit hati. Kedua orangtuanya akan menuntut keluarga Kai. Dia tidak mau hal itu terjadi. Itu hanya akan membuat hubungannya dan Kai semakin buruk. Dan dia benci memiliki hubungan yang buruk dengan seseorang, terlebih jika orang itu adalah bosnya.

Yoona mengangguk ragu. “Hm, yeah…”

“Bagus!” Ibu tirinya menepuk kedua tangannya semangat lalu memeluk lengan suaminya. “Yeobo, sudah ku bilang mereka akan baik-baik saja. Mungkin perjodohan ini bisa dipercepat?”

Yoona terbelalak. “T-tunggu! Perjodohan?”

“Ya, kau akan dijodohkan dengan Kim Jongin.”

>>>

“Ya, aku tidak akan meninggalmu. Apapun yang terjadi,” jawab Kai tegas.

Kai melepaskan tangan Jessica agar ia bisa menangkup wajah Jessica. Dia mengusap wajah gadis itu yang basah karena air mata. Setelah ia rasa cukup, dia merapikan rambut Jessica. Sedangkan Jessica hanya menatap mata Kai.

“Tapi kau tidak boleh menangis lagi,” ucap Kai.

Jessica merengut. “Bagaimana kalau aku tidak bisa menahan air mataku?”

“Cari aku dan menangislah di hadapanku. Kau hanya boleh menangis di depanku. Jangan sampai ada orang yang menghapus air matamu selain aku,” tekan Kai lalu mencium telapak tangan Jessica.

Jessica mengangguk polos. “Janji asal kau tidak meninggalkanku.”

Kai tersenyum lebar. Melihat Jessica sudah kembali ke sifat biasanya, hatinya menjadi hangat. Dengan satu dorong, ia pertemukan bibirnya dengan bibir Jessica. Kai memberikan lumatan lembut sebelum ia selesai dengan aksinya.

“Lalu bagaimana jika kau bertemu dengan Minseok lagi?” tanya Kai.

Jessica tersenyum lirih. “Setiap orang yang pergi dari kehidupanku, dia harus benar-benar pergi dari kehidupan ini. Seseorang yang sudah pergi, tidak boleh kembali.”

Kai tidak membuka mulutnya. Dia tahu Jessica belum selesai.

“Aku ingin dia benar-benar pergi dari kehidupan ini!” tegas Jessica.

“Mati?”

“Ya.”

>>>

Tangan Minseok bergetar setelah membaca dokumen yang diberikan oleh salah satu anak buah Kai. Dia terlalu terkejut hingga air matanya saja tidak mau mengalir. Hatinya sangat sakit seakan berjuta-juta macam pisau menusuk jantungnya hingga jantungnya tidak berbentuk lagi. Jiwanya seakan sudah mati setelah ia membacanya.

Kertas itu meluncur jatuh dari tangan yang bergetar itu. Selain kertas, juga ada beberapa foto. Itu foto keadaan rumah ibunya sekarang. Sebuah rumah yang hangus terbakar. Ya, rumahnya terbakar beberapa tahun yang lalu dan ibunya sudah dinyatakan meninggal. Dia tidak tahu bagaimana keadaan anggota keluarganya yang lain. Omong kosong, dia saja tidak tahu apa dia punya keluarga selainnya ibunya. Dia terlalu kecil untuk mengingat siapa saja keluarganya saat ibunya menjual dirinya ke keluarga Jung. Dan saat ia mempunyai kesempatan untuk tahu siapa keluarganya, ini lah yang ia dapatkan.

Minseok menarik napas dalam. Dia berusaha menenangkan hatinya. Sekarang alasannya untuk pergi sudah dihapus oleh takdir. Sudah waktunya dia kembali ke tempat asalnya. Kembali ke sisi Jessica dan mengusir siapapun yang berani mendekati Jessica. Karena Jessica adalah Jessicanya, miliknya.

>>>

Kai menutup pintu kamar Jessica perlahan. Gadis itu sudah tenang. Bahkan dia sudah tertidur lelap sekarang. Itu membuat Kai ikut tenang.

“Yo, Kai!” sapa Kyungsoo yang ternyata sudah ada di belakangnya.

Kai melompat kaget. Namun dia tidak mengeluarkan suara. Dia tidak mau suaranya membuat Jessica terbangun. Kai menekan dadanya yang masih kembang-kempis setelah dikagetkan oleh Kyungsoo. Sementara Kyungsoo tersenyum polos seakan dia tidak melakukan apapun.

“Sudah selesai?” tanya Kyungsoo.

Kai mengangguk.

“Baiklah, saatnya kita pulang. Besok kau punya jadwal rapat di jam 8 dengan klien dari Jepang. Bahan-bahannya sudah aku letakkan di meja belajar di kamarmu. Pelajari itu. Jika ada pertanyaan, tanyakan kepadaku,” kata Kyungsoo panjang lebar sembari berjalan menuju pintu utama rumah itu.

Kai tertawa mendengarnya. “Aigo, aku merasa kau lah sekertarisku bukan Yoona. Harusnya kau gantikan saja posisi Yoona. Dia tidak becus menjadi sekretarisku.”

Kyungsoo tersenyum tipis mendengarnya. Dia tidak langsung membalas kata-kata Kai karena dia sibuk tersenyum kepada para pelayan di rumah itu.

“Kau yang terlalu keras dengannya, Kai. Dia cukup baik di pekerjaannya. Ku rasa masalahnya adalah kau. Kau tidak mau bekerja dan malah memberikan semua pekerjaanmu kepada Yoona. Tentu saja Yoona tidak bisa melakukan semua itu dengan baik karena dia juga disibukkan dengan kuliahnya. Kau itu licik tapi bodoh, Kai…” tanggap Kyungsoo.

Kai mendengus. “Terserah.”

Mereka sudah berada di depan mobil. Kyungsoo menekan tombol autolock hingga terdengar bunyi ‘bip’ lalu membukakan pintu untuk Kai. Setelah memastikan Kai sudah berada di dalam mobil, Kyungsoo memutari mobil untuk duduk di jok pengemudi.

“Hari yang melelahkan,” desah Kai sambil mengatur kemiringan punggung joknya.

“Sepertinya Jessica benar-benar membuatmu sibuk akhir-akhir ini,” balas Kyungsoo.

“Yap, memang.”

“Aku jadi berpikir, bagaimana jika gadis yang kau cari itu bukan Jessica? Bagaimana kalau itu adalah Yoona?” gumam Kyungsoo.

Kai mendecak kesal sembari melipat tangannya di belakang lehernya. “Jangan bergurau.”

“Aku tidak bergurau karena aku sedang menelitinya tapi mempunyai kemungkinan besar untuk benar.”

Tubuh Kai menegang mendengarnya.

Jangan.. jangan.. jangan di saat aku sudah berjanji kepadanya. Jangan di saat aku sudah tidak bisa melepaskan diri darinya. Kau terlambat untuk memberitahuku, Kyungsoo…

Kai menggumam kesal saat mendengar suara dering handphonenya. Dia meraba sekitar saku celananya dan mengambil benda tipis itu.

“Yob—“

Kai mengatup mulutnya erat tanpa menyelesaikan kalimatnya saat mendengar suara dingin Jessica. Gadis itu membisikkan sebuah nama. Nama yang menyakitkan.

“Minseok… Minseok… Kai, Minseok… Minseok kembali…”

Mata Kai membulat sempurna. Rahangnya mengeras.

“Apa yang terjadi, Kai?” tanya Kyungsoo.

Kai menoleh. “Kembali ke rumah Jessica. Sekarang.”

Kyungsoo tidak memberikan tanggapan berupa pertanyaan, protes, atau apapun. Dia hanya diam sambil mencari cara untuk kembali ke rumah Jessica secepatnya. Kai menutup telepon. Dia tidak sanggup mendengar nama itu terlalu lama. Otaknya hampir meledak karena memikirkan cara Minseok bisa terlepas dari penjagaan anak buahnya. Dia segera mengirim pesan kepada anak buahnya.

10 menit kemudian, mobil itu sudah terparkir di halaman kediaman keluarga Jung. Kyungsoo menatap Kai yang hanya diam sambil menatap handphonenya. Majikannya tidak terlihat ingin keluar dari mobil walaupun mereka sudah sampai. Ia bisa lihat betapa emosinya Kai sekarang. Akhirnya dia berinisiatif untuk membukakan pintu untuk Kai. Akan tetapi, Kai tetap tidak keluar walaupun pintu sudah terbuka lebar.

“Kai?”

Kai mendongak. Kegeraman terpancar dari matanya. Tepat saat ia sudah berdiri dengan kedua kakinya, sebuah tinjuan melayang ke wajah Kyungsoo. Untuk pertama kalinya, Kai berbuat kasar kepada Kyungsoo. Beberapa pelayan keluarga Jung yang berdiri di pintu utama untuk menyambut kedatangan Kai pun berteriak histeris.

“Kau yang melepaskannya! Apa maumu, Do Kyungsoo?!”

Kyungsoo terlihat terkejut karenanya namun senyuman kembali terlukis di wajahnya.

=== Thorn Love ===

Yesseu yesseu udah sampe klimaks >o<)/ bersiap untuk konflik utama .-.

Ya mungkin kalian merasakan perbedaan gaya tulisan dari tengah cerita sampai akhir. Itu karena perbedaan waktu. Dari tengah cerita sampai akhir itu sudah dibuat dari jaman chapter 4 publish. Sebenarnya ini mau buat chapter 6, cuma karena aku ga nemu adegan yang bagus untuk dipotong, makanya aku satuin. Ya baguslah jadi panjang banget. Bosen bosen deh yang baca XD

Advertisements

76 responses to “[Series] Thorn Love — Chapter 5 :: New Disaster

  1. Aaaaak gila gilaa tambah seruuu ajaa trooor ;A;

    Sumpah pertama plis gue bener2 gatega sama minseok thorr aaakk kasian dia thor sumpah udah mana si jessica bilang di akhir dia harus mati lagi aduhh padahal kan itu salah kai aaarrrrgghh jadi pengen jambak rambut kai ;A;

    Terus spechless gue thor pas bagian si jessica nyeritain tentang dia bunuh ayahnya kejem bangeett tapi gatau kenapa gue suka karakter jessica yang sadis kaya gini ngahahaha gimana yaa cocok gitu sama mukanya yang polis penuh arti •_•

    terus kai aiihh gregetan pengen kunyah kai gara2 dia nih semuanya jadi belibet -…- pake acara nyulik si minseok si ah tapi suka juga si si kai disini gatau kenapa manis aja apa lagi yang pas dia ngapus air mata jessica sosweet banget lope *readers labil–

    Terus yang kyungsoo ama yoona
    Kayanya yoona naksir kyungsoo deh udah dia berdua aja kyungsoo juga baik banget ama yoona .

    Oiya satu lagi mampus aja tuh sih kai dijodohin sama yoona terus ternyata gadis masa lalunya juga yoona lagi . Terus gimana dong janjinya dia ama jessica aaaaakk aaaakk complicated sukaaa sukaa .

    Oiya satu lagi satulagi si minseook pliss jangan dibunuh ato disiksaa gategaa ;A; baozii guee udah sebatangkara gitu kasiaan heung

    Pokonya penasaran thor nextnya ditunggu ya kalo bisa secepatnya thorr 😉 /tebar wink bareng jessie/

    • Iya kan salah kai. Kenapa minseok yang harus meninggal? Harusnya kai aja tuh yang dibunuh ;A;

      Kan aneh ya ada gitu gadis polos bisa sekejam jessica *___* kece /plak haha

      Kai itu walaupun sialan tapi raja gombal. Jago ngerayu cewek. Wkwk

      Jadi yoona harus sama kyungsoo gitu? Tapi kan kai yang selama ini ngejar yoona. Lagian kyungsoo pasti ngalah sama kai. Hayoloh .-. Tapi kalo kai malah balik ngejar yoona, gawat tuh. Jessica tambah ngamuk -__-

      Haha oke

  2. Haaaa jadi ngebayangin kalo ternyata yoona itu bener gadis masa kecilnya kai dan perjodohan itu haaa T_T gimana itu ya? Udah gitu d.o misterius banget aaa lanjut thor! Penasaran!!! /maksa/-_-

  3. minseok jangan mati T^T hanya berharap endingnya XiuSica dan YoonKai._. ahh gabusa comment banyak thor secara keseluruhan daebak banget. di tunggu next chapnya

  4. aaaaaa yuraaaa.. aku bagai nonton drama korea baca ff ini. Dan ff ini kalau dijadiin novel bagus bangetttt kayaknyaaaa.
    Entah kenapa aku paling suka chapter ini. Semua karaktet terbaca dengan jelas dan alur cerita membawa emosi kita masuk mengikutinya.
    Dan aku suka kata-kata kai yg ini:
    “kau adalah milikku. Bintang ini sebagai
    tanda kau adalah sinar yang berharga di
    hidupku.”
    Weishhh kai bener-bener niat kayaknya memiliki Jessica. tapi heloo kai, bagaimana jika bukan Jessica gadis yg selama ini kau cari? Dan kalau ternyata gadis itu bener Yoona, gimana nasib kyungsooooo??? aaakk aku padahal suka banget sama kapel KyungNa di sini.
    Jessica such kind of evil girl… tapi sebenarnya dia rapuh. Aku rasa Jessica benar-benar membutuhkan Minseok. tapi sayang, akibat tingkah kai jessica jadi punya pikiran jahat pada Minseok. Jangan Jess… jangan bunuh Minseok plisss TT-TT
    Kesimpulannya, si kai sumber masalah tuh… biasku yang satu ini emang hobi bikin masalah kali ya -_-
    Wah, komenku panjang lagi. Mian ya hehege
    Pokoknya ini chapter palingggggg best!!! Dan aku selalu setia menunggu chapter selanjutnya. Hwaitingg!! 🙂 ^^

    • Entah kenapa kalo ini jadi drama korea, aku serem ngebayanginnya ‘-‘ kalo novel, siapa yang mau baca coba? Wk
      Kai gombal abis. Raja gombal 😆
      Entah apa yang terjadi kalo kai sadar yang dia cari selama ini adalah yoona bukan jessica 😦
      Agak serem loh cewek rapuh tapi sadis. Jarang amat. Serasa psikopat beneran. Lol
      Minseok mending ga usah dibunuh. Sumbangin aja ke aku~
      Kai troublemaker banget lah. Pengen hidupnya gampang eh malah rencananya nimbulin perkara yang parah. Duh
      Hehe makasih makasih~

  5. akhir’a dipublish jg thor,udh nggu dr zaman nabi adam & hawa bersatu…. hehe..
    wah udh lma ni ff tp author brhasil ngebuat feel’a.. sucses bwd author
    wah kyak’a konflik bsar dimulai ni. dn rhasia lain mulai terkuak , what gk nyangja law akhir’a mlah yoona lahc gfis ms kcil’a kai,trus cpa yg akn dplij kai?? & sica kraktermu sadis tp mgkhwatirkn, ksian onnie q…
    oknext part thor..

  6. ihhhh sedihnya baca pas bagian masa lalu jessica..
    kaiiii jahat amat… tapi kenapa suka karakternya disini yah -_-
    berharan xiusicca bersatu lagi… tapi kainya juga jangan sama yoona… *sigh
    gomawo udah di publish ^^

  7. Ehemm ..
    Aku g nyangka trnyata jessica ngelakuin itu tdk dibawah alam sadar dia, gatau kenapa aku jadi tambah kagum sama jessica haha

    kai agak takut juga tuhh sama jessica hahaha, yang pas scene mereka berdua dikamar itu rasanya so sweet bgt skaligus serem, tapi trnyata jessica bisa percaya juga yah sama kai

    aduh eonn plis dong biarin aja umin pergi nanti, jgn dibunuh kasian bgt udh mah tinggal sebatang kara lagi, tapi kalo hidup sendiri juga nyesek yah/plin plan/.-.v

    mampus loe bangkai, dijodohin sama yoona dan gadis kecilmu itu bkn jessica, behhh
    scene yg pas yoona masih kecil gausah dicritain juga udh jelas bgt kok, lagian mmg ga ada feel ngebayanginnya juga euhh
    intinya puas bgt baca yg chapter ini, selain panjang masalahnya udh pada keluar disini hahaha

    • Jadi kamu kagum sama psikopat gitu? Hadeh -.-

      Ternyata kai bisa takut sama jessica juga. Keren ya jessica XD ya jessica percaya sama kai setelah kecewa sama minseok :/

      Karena udah sebatang kara, mending kabur aja buat bareng sama keluarganya lagi. Muahaha /plak/

      Mampus bangkai bakalan dilema abis 😆

  8. aduuuh gak ngerti sama si kyungsoo di ending. yoona nanti sama kai?? ahh kenapa gak kai & xiumin buat jessica dua dua nya=_=

  9. weh, aku baru nemu ff ini, terus langsung aku baca ._. jadi, komen semuanya di sini ya 😀
    wow~ ceritanya seru banget, tapi seriusan ini bikin aku cemas ._. gimana minseok? jessica bakal ngapain minseok? kai ama yoona gimana? dan, kyungsoo itu sebenernya gimanaaaa? aaa~ takut banget minseok kenapa-napa -_-
    jujur, aku lebih suka jessica-minseok 😦 akhirnya jessica-minseok dongg 😀
    terus kai sama siapaa gitu, kyungsso sama yoona *maksa -_-*
    aku tunggu kelanjutannya yaaa~~~
    fighting~ 😀

    • Haha selamat datang kalau begitu \^^/
      Jessica bakal ngapain minseok ya? ‘-‘ liat aja nanti. Fufu
      Haha oke doain aja harapanmu terkabul ya :3

  10. Akhirnya dipublish jga..
    Wahh thor mkin seru nih, ahh jdi gk ngbayangin buat selanjutnya..
    Ah mkin cinta deh sma kai, thor ending’na bkin kaisica dong *_* (puppy eyes) #hueek

  11. akhirnya ff ini dipost juga..
    plis thor, chapter ini bikin aku tambah potek. udah kyungsoo deket sama yoona, dan ada adu domba antara kai-kyungsoo, padahal kaisoo couple yaoi favoritku -_-
    jessica ternyata bener2 monster ya. gak nyangka anak gitu bisa bunuh ayahnya sendiri.
    over all, keren ‘-‘)b

  12. Wah… Wah…
    makin kece aja thor^^
    Tapi aku gak mau Kai sama Yoona ._.
    Aku maunya Kai tetep sama Sica, ne?^^
    Oke, cepet di post ya lanjutannya^^
    Hwaiting^o^)9

  13. ya ampuuun,,, lg tegang2’y kok mlah nmu tobeco,,, ckckck,,, authornim,, next chapter,, update soon y,,,,

    btw annyeong aq reader bru,,,, 🙂 slm knl,,,

  14. Gada yg lain selain keren!! Keren keren dan keren!! Jangan lama2 plis lanjutannya thor, gamau ngilangin gmn kejam dan seksi(?) Nya jessica disin!!! Uugghhhh

  15. aaaaa..
    Knp kai abang gw(?) tercinta bsa sejahat itu ya ,bnr2 gk tega klo smpe si pipi bapao xiu min mati.
    nnti yg bca ff ini tersiksa donk *plakk.
    suka sma karakter sica disni ,sadis2 gmna gtu .Apa lgi ps crita sica bkin ayah nya mati ,ngeri sih cma bkin kenyang *ktawa.evil.
    kaya’nya YoonKyung bkalan jdi couple yg cck tuh xD
    #Fighting for next chapter 😉

  16. Hah thor, gk kuat lanjut baca pas si KyungSoo liat foto masa kecil Yoona u,u” Jadi yeoja masa kecil kai itu bukan Jessica,tapi Yoona\
    Huhu~ Please Yoona jangan ganggu KaiSica :3
    FF nya keren,bener 😀

  17. sumpah jess lo serem…tapi tunggu..lo nyiksa orang dengan sadar..berarti..wah modus nih.. ngaku deh.lo nglakuin itu biar dapat ciuman xiumin kan?ckckck
    Kyungsoo kenapa pake sok misterius segala sih?komplotan ama baekhyun????hiiss
    gimana reaksi kai saat tahu kalau yoona adalah anak kecil yang dicarinya sekaligus
    calon istrinya?apa dia masih ngotot dengan jessica?dan gimana nasib xiumin?
    Saya dilema antara xiusica and kaisica…author memang suka gitu deh, suka banget bikin oraang galau-_-

    • iya kali ya modus supaya dicium minseok. hiks moduser amat. ngikut ah ;__;
      komplotan sama baekhyun? 0_0
      entahlah. kita lihat nanti. apakah kai tetap mengejar jessica atau mengejar gadis kecilnya. fufufu

  18. you my favorit author

    omo omo ceritanya tambah seruuu…
    duuh kalau kai tau bhwa gadis kecilnya itu adalah yoona..
    apakah dia akan brhnti terppsesi dg sicaaa

    aaah penasaraaaan

  19. maafkann baru comment di part iniiii~ aku udh coment sihh tapi bukan di sini inii aku comentnya di exoshidae yaa^^ yoona sama D.O aja lahhh kalo jessica sama kaiii kan cucoo^^ habisnya gataua kenapa kalo jessica sama xiumin tuh gimana gituu jadi kehilangan feelnyaa jadii aku ingin kaisica tapi terserah author ajasihh, alu cuman berpendapat^^ mangatss lanjuttt^^~

  20. Kyyyyaaa… Dari awal cerita ff ini mulai dari chapter 1 sampai chapter 5 ini, aku susah dapet feel sama minseok padahal perannya di ff ini cukup banyak dan lagi aku sebenarnya ga terlalu suka sama kisahnya minseok sama Jessica, dan aku malah feel nya sama Kai dan Jessica. Entahlah dan aku bakal sedih kalau akhir ff ini jadi minseok sama Jessica. Ah kumohon akhir cerita ini Kai sama Jessica 😦

  21. Hadeuh baru komen.. telat nad~ dirimu telaat -_- /ngomong sendiri

    Lalalala~ ga tau mau komen gimana, abis kalo aku komen musti puaaanjaaang banget plus bikin author males bales -..-
    Intinya FF yang aku tunggu-tunggu makin seroeeee!!! AAAAA!! ga tau harus jengkel sama kyungsoo, takut sama Jess, atau malah tambah jatuh cinta sama Kai /plak
    Yang bikin nyesek adalah.. ternyata gadis kecil Kai bukan Jessica saudara-saudara.. hiks.
    Deuh kenapa sih disaat Kaisica bersatu ada aja masalah yang dateng, Kai dijodohin sama Yoona dan Xiumin kembali ke Jessica.
    Entah kenapa aku merasa endingnya bakalan Xiusica dan Yoonkai, lalu Kyungsoo gimana? /pukpuk DO

  22. Pengen bunuh orang tua Kai sama Yoona -_-
    Apalagi Kyungsoo.. jadi pengen nelan bulat-bulat. Kai ‘kan udah janji.. masa mau dilanggar? Mau mati kali ya?

  23. Aaaaaaaaa………… Skarang aku gak tau mau marah sama siapa? Sama aku sendiri yg baru kena masalah? Atau sama Luhan? Atau sama Kai? Klopun harus marah sama Kyungsoo aku juga gak bisa..
    Eonni!!! Kenapa kenyataan yang diterima harus pahit sekali? Kenapa gini? Aku gak terima(?) Pokoknya enggak terima.. Huweee…
    Jessica.. Kamu bilang gak pengen ketemu Minseok kan? Enggak kan? Kamu pengen menghilangkan Minseok kan? Bukannya td waktu Kai tanya ‘Mati?’ kamu bilang ‘Ya’??? Terus tunggu apa? Kmu matiin Minseok.. sekalian Kai sama Kyungsoo.. Klo bisa juga Yoona sekalian. Biar kmu sendirian aja -_-
    Jarang aku komentar panjang. Dan mungkin ini komentar panjang by Me yang pertama. Makasih eonni udah berhasil buat aku dilema. Berhasil buat aku bingung masalah siapa yg bener2 buat aku marah saat ini.. Makasih eon udah kasih bacaan aku dan udah kasih FF supeeeer daebak kayak gini.. Thanks for all eon~

  24. Akhirnya thorn lovenya update jugaa..

    Kasian sica, ternyata punya kenangan yang sangat menyakitkan buat dia. Walopun emang nyeremin buat tau kenyataan yang sebenernya dari dia.. Trus aq sedih pas ada kemungkinan kalo gadis kecil yg dicari kai tuh yoona. Gimana kalo kai ninggalin sica.. Yang mau dimatiin ntar bukan cuma minseok, tapi kai ama yoona juga. Abis itu sicanya bunuh diri terjun dari atep rumahnya
    Kasian sicaaaa, aq gak terimaaaa ma.. ma.. ma..! ƪ(°͡▿▿▿▿▿▿°)͡ƪ ğğrrrr..

  25. author mau nanya nih .. nah kalau gadis masa kecilnya yoona , jadi anak lelaki yg sama yoona waktu kecil itu siapa thor ?
    ff nya keren thor .. cuman kasian minseok nya .. kai jahat + kejam kali ..

    cepetan di Lanjut ya thor !!!!!

  26. Waduh kai-.- jahat sekali dirimu.. Jessica juga sadis banget.-. Ngeri bacanya._. Do kyungsoo…dirimu sungguh membingungkan alias misterius. Sebenernya do suka yoona/enggak sih._. Kok dia malah ngebebasin minseok buat deket sm jessica? Hmm tapi aku juga setuju sm reader diatas (mana?-_-) aku kurang ngefeel sama sica-minseok. Kurang gregett gitu._.v kalau sica-kai..rasanya lucu aja(?) Berantem terus kan lucu(?) Hehe semoga kai tetap mempertahankan jessica ya T-T jangan sampai dia jatuh kepelukan yoona(?) Yoona sm kyungsoo aja sono-.- pokoknya aku dukung kaisica^^ ohya btw ditunggu kelanjutannya segera’-‘b

  27. kok keren sih ff nya u,u
    cieee makin complicated nihhh (?)
    cie kai dilema ~ kalo yoona sama kai dijodohin, gimana sama jess nya ?–
    kesian sama jessicanya , authornya tega banget sama jess (?)

  28. wow kerennn
    ga bisa ngebayangin gimana ngerinya sica e0n pas bunuh appanya!
    kai jahat bgt c! tp kq aku malah suka ya.?
    satu lg kai jangan balik ngejar yoona lho mau d kemanain tuh sica e0n?
    berharap kaisica tetep___
    semangat bwt lanjut ceritanya author yg…….apa ya?
    author maunya disebt apah?
    cantik,pinter,baik atau apa?

  29. Eh? Pukul! Pukul! Kenapa Kai mukul Kyungsoo? Dan kenapa Kyungsoo ngebebasin Minseok? Karena Yoona? Owaaah! Kan Kai udah janji. Jangan dooong Kyungsoo? Kasihan Jessica. Apa sih maksudnya Kyungsoo ngebebasin Minseok? Biar Jessica bisa sama Minseok lagi? Howaaaah. Bosen? Siapa yang bosen? Makin penasaran tauk! Next chapter ditunggu ya! Dengan harapan Jessica nggak bakalan balik sama Minseok dan nggak bakal bener2 pengen Minseok mati,, kasihan Minseok…

  30. huaa!!!
    jadi yang jadi gadis kecil itu yoona???
    dan yoona dijodohkan sama kai???

    haaaa,,, gak terima!!!!!
    kasihan jessica 😦
    disaat jessica udah sama kai, eh malah kai dijodohkan sama yoona!!

    makin penasaran,,,, makin seru!!!

    lanjut!!!!!!!!!!!!!!!1

  31. wah wah wah… Jadi… Gadis masa kecil sekaligus cinta pertamanya jongin itu sebenernya yoona? Dan mereka juga mau dijodohin?? Padahal aku berharap yoona bakal jadi sahabatnya jessica…
    Tapi tapi, ceritanya kan gadis kecil itu nangis pas kepisah dari seseorang dan akhirnya ketemu jongin sama kyungsoo. Kalo emang dia yoona dan bukan jessica, berarti seseorang itu bukan minseok kan? Berarti seseorang itu siapa dong??
    Satu lagi, pas kyungsoo bilang kalo yang dicari jongin itu sebenernya yoona, jongin kan bilang jangan sampe kyungsoo ngasi tau pas di udah gabisa lepas dari jessica, apa itu berarti dia bakal ninggalin jessica kalo emang ternyata gadis masa kecilnya itu yoona? Berarti selama ini jongin cuma ngejar gadis masa kecilnya dan bukan ngejar cintanya dong? Ah gatau ah, aku jadi bingung sendiri, aku tunggu chapter selanjutnya aja deh… Siapa tau dapet pencerahan ^^
    oya, maaf kepanjangan hehe

  32. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    akhirnya ada lanjutannya
    ini FF asli keren dari yang lain!!!!!!
    senag banget tau kalo ada lanutannya, senang banget !!!

    saeng, jessienya sama minseok aja ya ???? #mohonalamamaexo #pasangawajahkai
    ini benar-benar bikin eon sesak nafas bacanya karna saking tegangnya, waduh mau komen apalagi ya??

    series ini yang paling eon tunggu, udah falling in love sejak awal sama MinSicca disini jadi Kai sama eon aja #plak hahaha 😀

    ini cepatin ya?? aduh minseokkkkkkk cepat kembali sebelum kai membuatmu kehabisan nafas
    jessie kejam!! jangan kejam dong eon 😦

    untuk KyungSoo si ekpresi O.o gomawooo udah bebasin minseok dan terserahmu demi siapa kamu bebasin minseoknya jessica eon,

    yoona masa kecil bersama Kai? gak papa, tapi Si O.o bagaimana? kalo misalkan gak dapat couple sama eon aja ya saeng #lagi-lagiplak

    aduh nih komen kepanjangan, gak bermutu dan ribet miannya 🙂
    maklum kesenangan nemu nih FF kesukaan heheheh

    NEXT~~~~~~~~

  33. Waaa keren banget deh sampe ga bisa berkata – kata itu sica pas banget sama perannya. Kyungsoo aja yang sama yoona pleaseee kai biarin sendiri jahat amet soalnya. Dan please jangan sampe minseok dibunuh sama sica aaaaaaa keren keren

  34. Waaahh, udah lama gak ke wp ini.
    Aku ketinggalan banget ff jessica.
    Mian juga baru comment di part ini. Sumpah baca dari part 1 sampe part ini, ceritanya bikin gigit bantal.
    Hwaaa seru banget, aku suka kali Jessica lagi ngamik. kereeen #mataBerbinarBinar
    Penasaran banget sama lanjutannya.
    Apalagi sama yeoja masa kecil Kai. Itu Jessica atau Yoona ya.
    Hahahaa
    Update lanjutannya jangan lama2 ya thor.

    Oia, aku seneng banget ada wp yg isinya khusus ff Jessica, hahaa
    Berhubung aku juga bias dia..
    Semangaaat thor ^^9

  35. Daebak jinjaaa!!
    Gak apa apa panjang juga thor, ini bener bener keren aku gak bosen bacanya
    Please ntar endingnya Minseok sama Sica aja yah, Yoong sama Kai atau Kyungsoo yah..

  36. Yura elo mesti tanggung jawab karena ini ff gue jadi suka Xiumin-Jessica. Gue cari ff mereka dan itu susah banget, nyiksa gue huaaaaaaaa :”

    Aaaaaa mereka otp gue sekarang, thank you udah nulis tentang mereka dan langsung membuat gue jatuh cinta sama pairing Xiumin-Jessica :*

    • Aduh…. kenapa diriku yang harus menanggungnya? Itu kejam (۳ ˚Д˚)۳
      Iya jarang. Banget malah. Masih dianggap asing nih couple ini. Sayang banget. Padahal aku juga lagi ngeship couple ini :<
      Haha sama-sama deh :*

      • Iya asing banget! Padahal bener-bener lagi mau banget baca yang pairingnya mereka. Kamu buat yang main cast-nya mereka lagi doooong….. Hehe -_-v

        Dan semoga part tujuhnya cepet publish. P e n a s a r a n. . . .
        . . ^o^

  37. Keren banget…
    Kai, dirimu jahat sekali…
    Gadis kecil yang dicari kai yoona??
    Bukan jessica???
    Huaaa, gimana itu???
    Di tunggu kelanjutanya..

  38. sama sekalii ga bosen sumpah. Ni chapter yg paling menegangkan.. Njess serem bgt pas bilang minseok harus mati.. Itu kyungsoo punya rencana sndiri??? Gatau harus ngomong apalagi.. Serruuuuuuu..
    Cepeett dilanjuuuuuut 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s