3 Poin Penting

Ada orang yang menanyakan poin-poin penting membuat ff yang baik. Sebenarnya orang itu salah tempat karena nanyanya ke aku. Aku bingung mau jawab apa karena aku juga ga ngerti XD

Tapi setelah berbagai macam semedi yang dilalui *alah*, aku dapet 3 poin penting yang cocok untuk menjadi jawabannya. Apaan tuh? Sebenarnya simpel aja. Jawabannya adalah hal-hal yang biasa kita bicarakan tentang ff yang kita suka. Maksudnya:

A: “Gue suka banget sama ff yang judul ****!”
B: “Kok bisa? Emang apa bagusnya ff itu?”

Apa yang saja poin yang mungkin akan disebutkan oleh A?

  1. Karakteristik para pemain menarik.
  2. Jalan cerita yang menarik? Tidak. Makna cerita yang berkesan? Ya.
  3. Gaya tulisan yang rapi mungkin, ya?

So, aku akan jelaskan 3 poin itu. Emang apa sih alasannya aku menganggap 3 poin itu penting untuk membuat cerita yang bagus?

  • Karakteristik para pemain.

Kita tidak bisa menganggap remeh karakteristik para pemain karena karakteristik tersebut yang akan ‘menghidupkan’ cerita. Banyak author amatir yang buat cerita dengan memasukkan karakteristik yang asal. Tidak jarang, karakteristik sang pemain pun berubah-ubah. Padahal karakteristik ini yang menjadi poin penting dari cerita.

Mungkin akan baiknya jika sebelum memulai cerita, kita membuat daftar para pemain dan mulai menentukan karakteristik masing-masing. Usahakan berikan hal yang unik dan istimewa. Jangan terlalu simpel tapi juga jangan terlalu berlebihan. Pilih karakteristik yang masuk akal.

Terkadang, kita membutuhkan pengalaman bergaul dengan banyak orang agar mengerti keberagaman karakteristik manusia sehingga karakteristik di kisah kita akan semakin bewarna dan ‘manusiawi’. Semakin beragam dan ‘manusiawi’ karakteristik yang kita pakai untuk cerita kita, maka kisah pun akan semakin ‘hidup’.

Ini bukti bahwa untuk menjadi seorang penulis, kita tidak boleh menutup diri. Kita harus membuka diri dan mencoba untuk mengenal banyak orang. Dengan begitu, kita akan semakin pintar untuk mengenal setiap karakteristik orang-orang yang dekat dengan kita.

Memiliki banyak karakteristik yang berwarna sebenarnya pun tidak cukup karena kita harus memilih karakteristik yang cocok jika bertemu dengan karakteristik lainnya. Kita tidak boleh memilih karakteristik yang ternyata tidak cocok saat bertemu sebuah karakteristik lainnya hingga akhirnya kisah pun akan terasa ‘maksa’.

Mungkin masalah karakteristik ini sepertinya sulit saat dipikirkan. Tapi ini semua kembali ke pengalaman kita bergaul. Lingkungan di sekitar adalah penentu bagaimana pola kisah kita itu berkembang.

  • Makna cerita yang berkesan

Kita menyukai sebuah puisi, film, bahkan lagu pun karena hal itu memiliki makna yang berkesan bagi diri kita. Banyak lagu yang bagus namun hanya sedikit lagu yang diingat sampai bertahun-tahun lamanya karena lagu itu mempunyai kesan tersendiri. Begitu pula dengan cerita.

Cerita harus memiliki tema yang jelas. Selain jelas, kisah tersebut mempunyai makna yang menarik.

Sama halnya dengan lagu, banyak karya Shakespeare yang lebih bagus dari Romeo and Juliet tapi tidak banyak kisahnya yang memiliki makna sedalam Romeo and Juliet. Itu sebabnya Romeo and Juliet lebih dikenang daripada kisah-kisah lainnya.

Ide cerita yang menarik saja punya modal penting bagi sebuah kisah untuk disebut ‘bagus’. Tapi jika kisah itu memiliki makna yang berkesan, maka akan banyak orang yang mengakui bahwa kisah itu ‘bagus’.

Dalam 1 detik, ada ribuan orang di dunia yang memikirkan ide yang sama. Ada beberapa di antara mereka yang memanfaatkan ide tersebut untuk imajinasinya sendiri dan ada beberapa orang yang memanfaatkannya untuk berekspresi dengan kata-kata. Tapi hasil karya mereka akan berbeda-beda karena memiliki makna yang berbeda.

Ada banyak orang yang memakai ide cerita yang sudah dianggap klise namun kisah mereka tetap memiliki peluang untuk booming, tergantung pada makna kisah tersebut.

See? Betapa makna kisah itu sangat penting.

  • Gaya tulisan yang rapi.

Well, aku ga terlalu yakin untuk yang satu ini, karena jika sudah ada 2 poin di atas maka poin ini pun tidak akan terlalu dianggap penting. Tapi poin ini sering dibicarakan jika kamu sedang mempromosikan sebuah ff. Anggap saja poin ini adalah poin plus-plus.

Ga bisa banyak bicara soal poin ini karena hal ini tergantung pada pengalaman. Tidak mungkin ada orang yang langsung rapi di saat pertama kali dia membuat cerita. Selalu ada stage belajar di setiap hal. Bukankah begitu?

Aku juga ga bisa ngasih tips banyak untuk hal ini selain belajar, belajar dan belajar. Mungkin aku akan berbagi pengalaman aja kali ya?

Pertama kali aku buat ff, gaya tulisanku berantakan banget. Lalu aku menyontek gaya tulisan author favoritku. Perlahan tapi pasti, gaya tulisanku semakin baik. Bukankah menyontek adalah cara belajar yang paling mudah? Kita belajar melakukan apapun dengan cara menyontek. Kita belajar menulis dengan menyontek cara guru menulis. Kita belajar berbicara dengan menyontek cara orang-orang berbicara.

Saat aku masuk SMA dan bertemu guru yang emang lulusan sastra Indonesia, gaya tulisanku pun semakin membaik. Guru bahasa Indonesiaku yang terkenal sangat teliti terhadap EYD dan grammar, memaksaku untuk selalu memperbaiki gaya tulisanku. Dan, tring~ jadilah gaya tulisanku seperti sekarang. Itu juga aku tetap menahan diri. Kalau benar-benar mengikuti setiap ajaran guruku, pasti gaya tulisanku kaku banget ala novel-novel sastrawan Indonesia.

Kesimpulannya, jangan takut untuk menyontek gaya tulisan orang lain jika memang kau belum mempunyai guru yang cocok untuk memperbaiki gaya tulisanmu dalam membuat cerita. Asal jangan menyontek seluruh isi cerita orang lain aja ya. Menyontek gaya tulisannya untuk cukup pake banget kok. Hehe..

Advertisements

4 responses to “3 Poin Penting

  1. Tau gak unn?
    Unnie itu guru FF aku secara tidak langsung. Yah, walaupun sampai sekarang aku masih belum tahu gimana sebenernya jalan pikiran unnie. Aku masih penasaran gimana unnie bisa dapat ide cerita yang menarik, contohnya aja ‘Game Goes Wild’, ‘Calling Out’, ‘Only Because It’s You’, dan lain-lain.
    Gaya penulisan… Aku masih gak tau maksudnya gaya penulisan itu mulai dari bahasanya, atau cara penjedaan untuk paragraf baru, atau apa. .____.
    Aku boleh nanya lagi unn? (nanya mulu -,-) Unnie suka baca buku atau novel gitu, gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s