Ekskul hm ekskul~

Anak sekolah mana sih yang ga tau apa itu ekskul? Mungkin cuma anak TK dan SD doang yang ga tau. Bahkan beberapa SD pun sudah menerapkan sistem ekskul. So, pasti banyak yang tau apa itu ekskul sehingga aku ga perlu jelasin lagi apa itu ekskul.

Pertama kali aku tau apa itu ekskul ya pas SD. Awalnya aku ikut ekskul karate dan basket. Lalu keluar karena pengen pulang cepet pas hari Sabtu. Di SMP, aku ikut ekskul paskibra dan kir alias kelompok ilmiah gitu deh. Lagi-lagi aku keluar karena aku males ke sekolah pas hari Sabtu.

Dulu, aku mikir apa sih gunanya ekskul selain untuk menambah ‘oretan’ di buku raport? Toh tanpa ekskul, aku juga tetap bisa bersosialisasi dengan anak sekolah lain. Walaupun aku anak yang terbilang pasif saat SMP, aku mempunyai banyak kenalan dari sekolah lain karena aku menggunakan angkot sebagai sarana pulang-pergi. Biasa lah orang Indonesia, suka sksd di angkot gitu. Jadi punya banyak kenalan deh.

Saat SMA, aku ikut ekskul drama & climbing dan berusaha untuk bertahan di ekskul tersebut karena aku berusaha membuat kenangan sebanyak mungkin selama SMA. Secara aku cuma 2 tahun, apa artinya? Tapi aku akhirnya nyerah karena ekskul drama tuh ga jelas banget informasinya dan untuk ekskul climbing, ugh capek! Tiap pulang sekolah, latihan manjat dinding climbing gitu. Harus ini-itu. Pokoknya kecapekan deh. Mana tugas numpuk lagi!

Awalnya aku mikir, ga ikut ekskul juga ga berefek apa-apa kok buatku. Selama ini juga tanpa ekskul, hidupku udah indah. Sampai akhirnya teman-temanku pada sibuk ngurus sesuatu di SMPnya masing-masing. Setelah aku tanya, ternyata mereka sibuk ngurus ekskul mereka di SMP walaupun mereka sekarang udah SMA. Aku pun sadar, hanya aku yang ga punya tujuan jika mau datang ke SMP selain pergi ke kantinnya. Berbeda dengan teman-temanku yang mempunyai ‘rumah’ di SMP.

Suatu hari yang sibuk (pokoknya beneran sibuk deh kelasku), sekelompok kakak kelas masuk ke kelasku. Kelas yang semula heboh banget karena tugas dan lain-lainnya, seketika menjadi hening. Gimana ga mau hening kalo di antara kakak kelas tersebut, ada beberapa anak OSIS galak selama MOS?

Terus mereka ngapain sih ke kelasku? Aku pun bertanya-tanya.

TERNYATA!

Ternyata.. mereka mau promosiin ekskul yang baru diresmikan oleh sekolah. Namanya ‘Broadcast’. Ekskul ini adalah ekskul junalistik lewat media televisi dan dunia maya karena sudah ada ekskul lain yang menangani junalistik lewat media cetak. Ekskul ini menyinggung soal blog sehingga aku dan temanku pun tertarik. Akhirnya aku pun punya ekskul lagi. Yey!

Di ekskul ini, aku lumayan aktif. Walaupun baru bergabung, aku dan temanku udah dikasih tugas untuk mewawancarai orang. Sebelumnya dikasih ilmu dasar dulu. Setelah itu, pembinanya mengundang seseorang yang handal dalam dunia jurnalistik. Dia sudah menjadi kameraman acara berita di sebuah televisi swasta terkenal. Beliau menjelaskan seluk-beluk dunia jurnalistik, mengupasnya setajam silet (?).

Ga lama, aku dan temanku kembali disibukkan dengan tugas dan ulangan. Bener-bener sibuk! Akhirnya temanku memutuskan untuk keluar sehingga tinggal lah aku sendirian di ekskul Broadcast. Dari yang tadinya aku berada di divisi blog, tiba-tiba aku ditarik ke divisi youtube dan menjadi pembaca acara. Mukaku muncul deh di akun youtube resmi ekskul -__-)/||

Lama-lama ekskul ini mulai macam ekskul drama alias jadwal ngumpul menjadi tak jelas. Aku jadi pusing @___@

Seingatku hari yang mengubah masa depanku adalah hari terakhir UTS. Seperti biasa, aku selalu menjadi orang pertama yang keluar saat ulangan. Itu udah pasti 100%! Awalnya aku pengen langsung pulang tapi malah berakhir di kelas bilingual. Well, aku emang suka banget nongkrong di kelas bilingual. Siapa sih anak bilingual yang ga kenal seorang Fara? Wkwk

Jadi dari 9 kelas bilingual, aku diam di kelas 10-5 untuk main bareng mami tapi sayang gurunya datang. Jadi pas aku UTS, kelas bilingual tetap belajar seperti biasa karena emang jadwal ulangan kami berbeda. Akhirnya aku main dengan kelas 10-3 dan 10-4 sampai tanpa sadar, hari sudah sore. Dari jam10 pagi sampai dengan jam 4 sore aku main di kelas tersebut. Bayangkan! -_- mau pulang tapi ga ada temen karena mereka semua mau ekskul. Yaudah aku ikutan ekskul mereka aja deh~

Masuk lah aku ke ekskul SakuraCom. Yang aku dengar, ekskul ini agak sensi gitu sama ekskul Broadcast karena kalo ada acara apapun di sekolah, pasti yang dokumentasi ya SakuraCom ini. Ekskul ini bisa dibilang ekskul paling ekslusif, ekskul yang paling disegani oleh semua guru. Asal pake nama SakuraCom, semua murid juga langsung mendapatkan izin dispensasi tanpa ditanya-tanya. Dengan adanya Broadcast, mungkin aja tugas dokumentasi mereka pindah ke Broadcast. Ya walaupun Broadcast adalah ekskul baru yang kualitasnya belum terlihat. Tapi bagaimanapun juga, tugas dokumentasi memang harusnya milik Broadcast karena SakuraCom hanya ekskul tentang multimedia. Ga ada jurnalistiknya sama sekali.

Niat awal, aku cuma mau liat bagaimana ekskul yang dielu-elukan oleh kepala sekolah ini. Ternyata kebetulan banget pas aku datang, mereka lagi buat kepanitiaan untuk acara festival film antar kelas yang disingkat FFAK. Iseng-iseng, aku angkat tangan aja dan terpilihlah sebagai bendahara O__O

Mau ga mau, ya aku harus ikut rapat mulu. Saking sibuknya, aku melupakan Broadcast. Hiks maafkan aku, kakak-kakak Broadcast. Aku pengkhianat T__T tapi aku ga terlalu mikirin sih karena aku enjoy banget di ekskul ini. Semua kakak kelas terkesan easy-going sehingga aku bisa cepet deket dengan mereka. Berbeda dengan kakak kelas di Broadcast yang terbilang kaku. Lama-lama aku pun fokus pada ekskul ini.

Cukup banyak kenangan yang berarti selama aku ikut ekskul ini. Salah satunya adalah saat aku menjadi sekertaris untuk acara festival film antar sekolah (FFAS), dimana aku harus buat proposal dan laporan pertanggungjawaban. Saat acara selesai, tugas semua panitia sudah selesai selain ketua, wakil ketua, sekertaris dan bendahara. Tentu saja sekertaris yang paling sibuk mengumpulkan semua dokumen dan mempunya laporan pertanggungjawaban.

Kenangan yang paling tak terlupakan adalah saat aku lupa membawa dokumen-dokumen jadi wakepsek paksa aku pulang ke rumah untuk mengambil semua itu. Tanpa dokumen-dokumen tersebut, beliau tidak mau menerima laporan yang aku buat sampe ga tidur itu. Akhirnya aku terpaksa pulang. Perjalanan dari sekolah ke rumah menghabiskan waktu 1 jam. Belum lagi adalah ulangan praktek hari itu. Aku minta temanku memposting bahannya di wall facebook. Jadi selama perjalanan, aku sibuk menghafalkan dialogku. Sampe diliatin orang-orang karena ngoceh sendiri pake bahasa inggris. Mana panjang banget dan belibet lagi. Hari itu dramatis banget karena aku sampai di sekolah tepat di menit-menit terakhir pelajaran bahasa Inggris. Pas sampai kelas, langsung maju ke depan kelas. Untung aja lancar. Fuh~

Aku juga punya kenangan lucu di hari MOS. Seperti yang ku bilang di awal, SakuraCom (SC) ini memegang bagian penting dalam dokumentasi. Jika MOS bersifat resmi dan tertutup, Broadcast dan Jurnalistik ga bisa ikut dokumentasi. MOS khusus dimiliki oleh SC. Keren ga sih kamu berkeliling dengan blazer resmi ekskul sambil mengalungi kamera saat anak-anak SMP itu berbaris sambil menundukkan kepala karena ketakutan? Ditambah blazer SC agak-agak mirip sama OSIS. Jadi terkadang kalau anak-anak MOS lagi pada kalap, mereka suka mengira SC sebagai OSIS. Wkwk..

Walaupun minggu pertama, MOS dilakukan saat kelas 11 dan 12 masih libur, anggota SC harus datang untuk mendokumentasikan acara. Bahkan saat ada acara menginap di sebuah tempat sebagai acara wajib MOS, anggota SC pun ikut! Hanya SC dan OSIS yang datang ke sana. Keren, ‘kan?

Nah di hari pertama anak kelas 11 dan 12 masuk secara resmi (masuk untuk belajar bukan untuk ikut ngerjain anak MOS), aku dapat tugas untuk mendokumentasikan acara. Aku punya kebiasaan sarapan di sekolah tapi khusus hari itu, pas sampe di sekolah, aku bahkan ga sempat ke kelas untuk menaruh tas tapi langsung ke tempat SC ngumpul dan mengambil kamera lalu keliling untuk memfoto anak-anak MOS terutama yang lagi dihukum karena terlambat.

Kakiku tidak bisa bergerak terus-menerus selama 2 jam tanpa duduk sekalipun, tapi khusus hari itu, aku hampir 3 jam ga berhenti kesana-kemari sampai akhirnya anak MOS anteng di kelas masing-masing dan tugasku pun selesai di pagi itu. Jadi aku kembali ke kelas untuk menaruh tas. BELUM SEMPAT DUDUK, aku udah diajak ke kantin. Yaudah aku ikut karena aku belum sarapan. Aku beli nasi dan makan di kelas. Sayangnya pas sampai di kelas, udah ada guru. Mana gurunya tegas banget! Aku dan teman-temanku disuruh berdiri di depan kelas. Drama pun mulai ketika kakiku mulai sakit. Sakitnya ga datang perlahan tapi langsung sakit kayak ditusuk berkali-kali. Otomatis aku nangis. Gurunya dan teman-teman sekelas langsung panik. Secara Fara dikenal sebagai orang yang selalu ceria dimanapun dan kapanpun. Aku pun menjelaskan tugasku pagi ini dan guruku mengerti jadi aku dibolehin untuk duduk. Well, seperti yang aku bilang, SC adalah ekskul yang paling disegani oleh para guru.

Lama-kelamaan, aku menjadi jatuh cinta dengan ekskul ini. Aku dekat dengan para kakak kelasnya. Sejak masuk SC, aku jadi hobi pulang malam. Keluarga sudah hafal dengan kebiasaan ini.

Setelah lulus, aku suka datang ke sekolah karena walaupun udah ga punya kelas, aku masih punya ‘rumah’, yaitu SakuraCom. Kini aku tahu gunanya ekskul selain menambahkan ‘oretan’ di buku raport.

Dan bahkan sampai sekarang, kalau aku pergi dengan alasan SC, orangtuaku udah tahu aku pasti akan pulang malam. Walaupun bilangnya bakal pulang siang atau sore, ending pasti malam! Kayak hari Sabtu kemarin, aku pergi dari rumah jam 6 kurang di pagi hari dan pulang jam 11 lewat di malam hari karena ada acara FFAK dan malamnya jualan untuk acara FFAS. Alhasil, paginya aku ga bisa gerak. Kakiku mati rasa ~___~

Ini ceritaku. Apa ceritamu? 😉

P.S : sebenernya ada satu ekskul lagi yang pernah aku ikuti. Cuma karena berakhir dengan pengalaman buruk, jadi ga aku mention sedikit pun di atas.

Advertisements

14 responses to “Ekskul hm ekskul~

  1. Oh, kir ya? Kelompok Ilmiah Remaja, ya? Aku juga ikut eskul ini. kalo disekolah aku, eskul ini adalah eskul yang paling ga bener. Saking ga benernya, waktu kelas 7, setiap hari sabtu kan khusus eskul, kalo eskul lain dari pagi sampai sore, lah anak kir? 1 jam juga beres. Selama ikut eskul ini pun aku ngerasa ga ada sesuatu yang bisa dikenang. Kalaupun ada itu juga temen-temen kir yang lain -_-
    Sekarang aku masih eskul kir dengan niat ikut dua eskul, satu lagi krm (keluarga remaja masjid) dan ngambil unit jurnalistik. Tapi perasaan mau masuk eskul ini dari bulan lalu sampai sekarang belum ada kepastian aku bisa masuk krm atau ngga. Semacam di PHP-in TAT
    Udah dapet tawaran eskul karawitan sih. Tapi males banget. Pengennya krm tapi ga ditanggepin mulu u,u

    • Kalo di SMPku, ini salah satu ekskul yang paling niat XD mereka selalu punya rencana apa yang akan mereka lakukan. So, ekskul ini emang terbilang maju dan eksis
      Aduh ribet amat sih mau ekskul doang. Yang ga nanggapin, yaudah tinggalin aja. Masih banyak kok ekskul lagi yang menunggu 😉

  2. Sempet kaget waktu baca kalo kak Fara ikut paskibra terus keluar karena capek. Yah, secara paskibra itu ketat bgt aturannya. Ternyata setelah aku ulangi di paragraf itu, kakak waktu itu masih SMP :3
    Aku juga punya pengalaman kayak kakak kok xD Aku pengen cerita sih… Tapi kakak mau dengerin gak? ‘-‘ hahahaha
    Di eskul2 SMA kak Fara gak ada diklatnya yah? ‘-‘a hohoho

    • Aku ga bilang keluar paskibra karena capek. Aku keluar dari paskibra karena malas ke sekolah hari sabtu (¬ _¬)
      Ya ya ceritain aja~~
      Hah? Diklat apaan nih maksudnya? Emang kamu pake diklat? Elah ekskul aja ribet amat pake segala diklat. Udah kayak ekskul di perkuliahan aja -_-

      • Oh.. iya unnie.. maaf salah baca :3
        Aku mau cerita soal eskul dong unn.. Ada diklat2 segala gitu pokoknya. Apalagi diklatnya itu dibentakin. Bilangnya sih “Kalian diginiin biar kalian itu tahu, mental kalian juga jadi kuat!”
        Kuat? Kuat apanya? Yang ada malah semakin ngedown. Gak salah aja dimarahin ==”
        Unnie, aku pengen ceritaaa~~~ dimana aku bisa cerita unn? :’3

      • Eskul unn.. :3 Tapi, ini mengerikan T^T
        Aku punya beberapa pengalaman, jadi aku takut ikut eskul yang besar di sekolah. Contohnya aja Paskibra, PKS, PMR, sama OSIS :3

  3. Ikut ekskul sebenernya penting gak sih kak?
    Aku tuh kalo mau berangkat ekskul pasti ada halangan lain.
    Tapi sekarang fokus sama pramuka~ besok kelas 11 pengen jadi bantara

    • Seperti yang aku bilang di atas. Ekskul bisa menjadi “rumah” di sekolahmu saat kamu jadi alumni. Jadi pas kamu udah lulus nanti terus pengen main ke sekolahmu dulu, kamu mempunyai tempat dimana kamu diterima di sekolah tersebut. Itu sih menurutku

  4. Wah, kayaknya seru deh ada eskul itu disekolah. Aku masih kelas 9 smp, waktu kelas 7 aku ikut PMR, tapi karena gak cocok setelah satu kali kumpul aku memutuskan keluar -_-. Terus lama-kelamaan, temanku ada yg ikut eskul marching band, ikutan deh. Dan semester kedua, aku sakit dan jarang eskul, hingga akhirnya aku keluar dari eskul itu. Dan sampai sekarang aku gak eskul T.T
    tapi emang suka rada miris kalo liat orang seru mimpim eskul, sedangkan aku cuman murid biasa yang gak meninggalkan bekas. T.T
    tapi, aku bener2 mau usahain ikut eskul dan aktif di sma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s